Browsed by
Category: Kecantikan

Curcolan Review produk-produk kecantikan

Review Scarlet Brightly Ever After Cream (Day and Night)

Review Scarlet Brightly Ever After Cream (Day and Night)

Dunia sedang heboh dengan produk scarlett. Gimana enggak? Artis-artis drakor pun turut memviralkan produk hits ini. Akupun, sudah 2x membeli produknya. Dari bodycare hingga facecare berupa serum dan facial wash. Nah, kali ini, aku punya produk scarlett lagi yang baru aja aku coba. Yaitu Day and Night Cream yang Brightening Series. 

Wow, excited gak nih sama 2 produk ini? Karena konon bisa mencerahkan kulit wajah dalam waktu 2 minggu. Yuk, baca review aku. 

First Impression Scarlett Day And Night Cream

Scarlett memang membawa happiness tersendiri dalam hal packaging. Aku gak heran packaging demikian bikin para perempuan berasa unyu unyu. Soft banget gitu. Yha kan? 

Nah, itu dari segi packaging. Kalian tau? Kuperhatikan, setiap produk scarlett punya wangi-wangi yang hampir mirip satu sama lain. Aku bahkan mungkin bisa merasakan kalau produk scarlett ini ada di depanku dengan menutup mata. Wanginya, so soft plus lembut gitu. 

Dari segi tekstur, day cream Scarlett memang lebih cair dibanding cream biasa. Sekilas, terasa seperti membuat kita berpikir, “Apakah ini perlu banyak olesan dalam sekali pakai?”

Tapi, setelah kita mencoba mengoleskannya diwajah maka kita tau bahwa cream ini meresap dengan cepat. Dan yang aku sukai adalah creamnya tidak sticky. Tidak menimbulkan kesan mengkilat juga terasa lembab. 

Kupikir, Day Cream dan Night Cream Scarlett punya tekstur yang sama. Ternyata, Night Creamnya lebih kental dibanding Day Cream. Dan asiknya, walau begitu creamnya juga cepat meresap dan tidak menimbulkan kesan lengket. 

Kandungan dan Manfaat Scarlett Day And Night Cream

Begitu banyak komposisi bahan pada day and night cream dari Scarlett. Namun, bahan aktif yang sangat berperan dari kedua cream ini adalah Glutathione. Ya, Day and Night Creamnya memiliki komposisi ini. Makanya, sifat dari cream ini adalah pencerah. Ehm, bukan pemutih loh ya. Thats different word

Aku sangat senang karena day creamnya tidak mengandung Natural Vit C dan Niacinamide seperti Night Cream. Aku pernah bercerita bukan? Bahwa kulitku tidak tahan dengan memakai kandungan Vit C dan Niacinamide pada siang hari. Itu membuat kulitku break out. Jerawat kecil bersemi disana sini. 

Jadi, Day Creamnya selain mengandung Glutathione juga mengandung Rainbow Algae yang meningkatkan kecerahan juga mengurangi noda hitam. Hexapeptide-8 juga ada dalam kandungannya untuk fungsi yang  sana. 

Saat memakai Day cream scarlett, wajahku sedikit mengalami luka karena jerawat. Untungnya, day creamnya mengandung Roseship Oil. Yang mana berfungsi sebagai antioksidan untuk penyembuhan luka. 

Pore away, Triceramide, Aqua Peptide Glow pada day cream melengkapi fungsi cream ini. So kulit kita jadi terhidrasi dan pori-pori puji diharapkan bisa mengecil. 

Kandungan pada Night Cream yang kurasa berbeda dari cream lainnya adalah Green Caviar. Wah, kurasa kandungan inilah yang membuat kulitku tetap terhidrasi sampai pagi. Krim malam scarlett mengandung Niacinamide dan Natural Vit-C yang bisa mencerahkan sekaligus sebagai antioksidan dan melindungi kulit dari kerusakan radikal bebas yang disebabkan paparan sinar UV di siang hari. 

Diantara semua ingredient pada scarlett, kurasa aku paling menyukai glutathione, green caviar, niacinamide dan Naturalisasi Vit C. Semuanya berada pada krim yang tepat sehingga aku berharap bisa cocok pada kulitku. 

Hasil Pemakaian Scarlettt Day And Night Cream setelah 2 Minggu

Jujur, aku sangat sulit bertemu dengan jenis cream yang cocok. Apalagi untuk Night Cream. Aku tak berani mencoba cream yang tidak biasa aku pakai. Karena biasanya break out nya parah sekali. 

Ternyata, aku mengalami penyesuaian yang tidak parah. Sehari setelah memakai cream kulitku berjerawat dibagian dagu dan pipi. Tapi, tidak bersemi dihari berikutnya. I mean, ya.. Mengempes begitu saja. Dan syukurlah tidak begitu horor sampai mengakibatkan bekas jerawat. 

Jadi, aku tetap meneruskan pemakaiannya selama 2 minggu. 

Problematika kulit wajahku adalah warnanya kusam dan tidak merata tingkat kecerahannya. Yeaa.. I know.. Itu artinya aku tidak membutuhkan contour untuk make up. Haha. Tapi, tetap aja sih inginnya bagus layaknya kulit koreyaaah. Yha kaan? 

Jadi, bagaimana penampakan kulitku setelah 2 minggu? 

Yuhuu.. Kok yang kanan jadi bulat tembem ya? Haha. Duh, lupa pake mode miring gaes. Biasalah, cewek itu suka miring kalo foto2. Supaya keliatan tirus. Gkgk. 

Tapi serius, kerasa gak sih bedanya? Kalo aku liatnya kerasa sih. Before nya, bagian darkcircle itu nampak sekali. Afternya dark circlenya sedikit berkurang. Terus, ngerasa gak sih bagian kanan kayak sedikit lebih licin? Aw, gak kerasa ya.. Mungkin gak terlihat karena ini gak cuma butuh dilihat tapi juga dirasakan. Ya kalian mungkin gak tau, karena cuma aku yang merasakan. *Ini kok semacam curhat? Hahaha

Aku sih mendefinisikan kesuksesan dan kecocokan skincare itu bukan cuma berdasarkan hasil yang dilihat pada mata ya. Tapi, juga dirasakan pada kulit. Kita ngerasa kulit kita tambah kering kah? Atau jadi terhidrasi? 

Kita ngerasa kulit kita tambah kusam kah? Atau berasa cerah karena terawat? 

Kita ngerasa nyaman kah setelah memakai make up? Atau jadi malah kerasa lengket karena creamnya sticky banget? 

Dan aku tidak merasakan hal buruk demikian ketika memakai day and night cream scarlett. 

Nah, beda hal kalau saat memakai skincare kulit kita itu break out parah banget dan tidak kunjung membaik. Boleh deh kita bilang bahwa cream itu tidak cocok. 

So, pake Scarlett Brightly Ever After Cream lagi kalo abis? Why Not! 

Pengalaman Menghilangkan Tahi Lalat dengan Laser

Pengalaman Menghilangkan Tahi Lalat dengan Laser

Pengalaman menghilangkan tahi lalat dengan laser

“Kok diilangin Tahi lalatnya mba? Sayang loh.”

Pagi itu aku mendapatkan DM di instagramku setelah malamnya ‘curhat’ tentang kondisi kulitku yang baru saja melakukan laser Tahi lalat. 

Yup, Tahi lalat yang sudah menemani kehidupanku selama 31 tahun itu kini telah menghilang. 

Tidak ada lagi ciri khas yang dulu sering dijadikan orang sebagai ‘penanda’ nama Winda yang tergolong pasaran.

Hari itu, Kamis tanggal 30 September 2021 adalah hari dimana Tahi lalat ku sudah hilang. 

Kenapa Tahi Lalatku harus dihilangkan? 

Ada yang bertanya ‘Kenapa dihilangkan’, namun tak sedikit pula yang kepo dengan bertanya, “Gimana rasanya? Dimana laser nya? Berapa biayanya?”

Tapi ya dasar aku, aku lebih suka membahas kenapa Tahi lalatnya harus dihilangkan dulu di blog ini. Haha. 

Karena, tak sedikit loh yang bilang kepadaku bahwa Tahi lalat yang kumiliki cenderung manis. Meski iya, banyak juga yang bilang bahwa itu terkesan kotor dan mengganggu. Layaknya cemoohan kakak kelasku dulu yang dengan ‘santuy’nya berkata padaku 

“Ih, pantes bau. Ada Tahi lalat lewat besar banget di muka pula.”

But, I’m okay. 

Selama 22 tahun aku hidup, aku tak pernah merasa insecure dengan Tahi lalat yang aku miliki. Karena Mama dan Abahku berkata bahwa Tahi Lalatku tergolong manis. Pun juga dengan beberapa teman di desaku dahulu. Sejujurnya, aku lebih minder dengan bulu tangan dan kakiku yang tergolong panjang. Tapi toh semakin lama aku hidup, aku semakin bisa memaklumi fisikku sendiri yang tak tergolong sempurna. 

I loved my self so much

Kemudian, aku menikah dan suamiku sendiri pernah berkata begini ketika aku tanya tentang tahi lalat.. 

“Baiknya kalau ada duit dihilangkan sih sayang. Keduanya, yang kecil juga.”

Ada perasaan sedikit kecewa sih saat itu. Karena dulu, aku mengira dia suka padaku ya karena dia juga suka fisik aku. Haha, aku memang se ‘geer’ itu. Ternyata, dia juga sebenarnya kurang suka dengan Tahi lalat yang aku miliki. Memang sih cenderung besar. Tapi kan tidak besar banget juga. Dari situ aku mulai merasa kalau ya.. Tahi lalat aku tuh gak bagus-bagus amat sebenarnya. Mungkin Mama dan Abahku bilang itu ‘manis’ ya karena pengen bikin aku percaya diri aja. 

Time Flies.. 

2021 adalah tahun dimana aku memperhatikan ada fenomena yang berbeda dari Tahi lalat yang aku miliki. Awalnya, Tahi Lalatku ini hanya bulat biasa saja. Dilihat dan semakin dilihat lagi, eh.. Kok sepertinya, bagian bawah Tahi lalat seperti meluas begitu. 

Keadaan bertambah parah ketika aku punya hobi baru. Yup, bersepeda keluar rumah. Yang membuatku kadang lupa untuk reapply sunscreen. Aku melek sunscreen sejak ngeblog karena dapat petuah dari para beauty blogger. Tapi, ya aku gak nyangka aja kalau lupa reapply sunscreen bisa bikin Tahi lalat aku jadi abnormal. 

Terus? 

Ya aku biarin. Haha. 

Aku masih berharap mendapatkan fee ngeblog yang lumayan untuk bisa melakukan tindakan laser yang setahuku tidak murah. Aku bahkan melakukan nego pada salah satu klinik yang menawarkan endorse facial untuk hanya melakukan tindakan tahi lalat. Tapi ya ternyata gak bisa. 

Sampai kemudian, bulan September datang. Aku sih berharap ada yang memberiku kado ulang tahun ke klinik gratis. Ckck. Walau kenyataannya apalah itu hanya khayalan semata. Karena ya kali aku nagih blak blakan ke suami. Aku kan bukan tipikal istri yang begitu. 

Semakin dilihat, tahi lalat itu semakin menggemaskan. Karena Humaira belakangan punya hobi megang-megang tahi lalat sebelum tidur. Maka, aku pun memutuskan untuk curhat di igs. Bahwa Tahi Lalatku mulai memunculkan tanda abnormal dan sedikit membesar. Aku jadi takut juga kalau Tahi lalatku sudah termasuk kategori yang ganas.

Akupun mulai bertanya, apakah ada yang sudi kiranya membagikan pengalaman tentang laser tahi lalat? Dan klinik mana yang kira-kira bagus dengan harga terjangkau. 

And finally.. I did it.. 

Terima kasih untuk yang sudah bersedia membagikan pengalamannya. Teruntuk Dr Mila dan acil Nisa yang sudah memberikan rekomendasi sehingga aku memberanikan diri. 

Proses menghilangkan Tahi Lalat

Sesungguhnya pertanyaan netizen ketika aku sudah selesai laser agak sedikit mengejutkan.. 

Seperti, “Di rumah sakit mana mba? Operasinya berhasil?”

Semacam habis operasi cesar saja.. 😂

Karena ya… Sungguh, sebenarnya menghilangkan Tahi lalat dengan laser itu tidak sehoror itu kok. Yang horor hanya dompetmu. 😅

Memang, ada sebagian tahi lalat yang begitu besar. Mungkin namanya bukan tahi lalat ya tapi tompel yang memerlukan prosedur operasi. Tapi, dokter berkata tahi lalatku tidak demikian. Masih bisa dihilangkan dengan laser.

Aku melakukan laser tahi lalat di klinik Dr. Vina Spkk yang ada di jalan Mulawarman Banjarmasin. Kata keluargaku yang juga pernah laser disana, konon menghilangkannya sebentar saja dan harganya terjangkau. Dan, yang membuatku membulatkan tekad ingin segera menghilangkan Tahi lalatnya adalah karena konon bekasnya juga cepat hilang. 

Aku masuk dan diperiksa sebentar. Selanjutnya, aku disuruh berbaring. Dan dokter langsung melakukan bius lokal di 2 Tahi Lalatku. 

Gimana rasanya? Ya nyeri-nyeri gitu pas dibius. Aku gak tau proses detailnya karena mataku tertutup. Yang jelas setelah yakin biusnya sudah aktif, dokter langsung action untuk menghilangkan tahi lalatnya. Aku pun tidak bisa mendeskripsikan alatnya bagaimana dll dsb. Ya karena aku gak bisa liat.. 😂

Aku cuma bisa mencium aroma gosong. Bukan gosongnya ikan yang digoreng kehitaman namun lebih ke aroma gosong karena lupa mencabut setrikaan. Atau gosong karena ada kabel listrik yang terbakar. Ya begitulah. Dan itulah aroma barbeque tahi lalat. 

Aku pikir, proses laser ini setidaknya memakan waktu 30 menit. Ternyata, 10 menit saja sudah selesai. Wow.. 

Aku gak melihat darah, juga gak melihat tahi lalatku yang lepas. Padahal, kurasa ini fase sentimental yang seharusnya aku lewati. Aku tuh pengen loh bilang begini sama tahi lalatnya.. 

“Terima kasih telah membersamai hidupku selama 31 tahun..”

Layaknya Marie Kondo yang selalu bilang demikian ketika ingin membuang barang.. “Arigatou bla bla” *begitulah 😂

Atau, aku juga pengen sebenarnya mengambil tahi lalatnya dan memasukkannya dalam wadah sebagai kenang-kenangan lalu kusimpan di ruangan khusus. Ya ampun, sesentimental itu. 

10 menit sehabis laser tahi lalat, dokter hanya memplester area tahi lalatku dan menyuruhku jangan membukanya selama 1 jam. Jadi aku gak langsung lihat hasilnya. Aku cuma disuruh untuk membeli cream obat dan membayar tagihannya. Sudah itu saja. Jadi, hanya ini yang aku bawa pulang sebagai kenang-kenangan. Kalian bisa lihat biayanya kan? Yup, 1.040.000 dengan obat creamnya. 

Sepanjang jalan aku mulai sentimental. Tahi lalat itu adalah saksi bahwa dulu, pacar pertamaku pernah berkata bahwa itu adalah hal termanis yang pernah aku miliki. Wkwkwk.. (Woii.. Ember mana emberrrr) 

Tapi disisi lain, suamiku senang sekali ketika aku sudah menghilangkan tahi lalat ini. Setelah pulang, ia langsung memintaku membuka plesternya.. 

Dan.. Jeng jeng… 

APA INI????? 

((MAU VENGSAN)) 

Shock Dengan Bekas Laser Tahi Lalat yang ‘Wow’

Seumur hidup, aku tidak pernah kena cacar. Aku juga tidak pernah memiliki jerawat yang menyebabkan hyperpigmentation lebih dari 3-7 hari, hingga scar besar atau bopeng. Jadi, setelah laser tahi lalat hal yang aku rasakan adalah.. 

Ku menangissss… 

Shock sekali dengan hasilnya. Kalau tahu hasilnya semengerikan ini mungkin aku akan bertanya panjang kali lebar dengan dokternya lagi sehabis laser. Apalagi, saat melihat bercak coklat masih ada ditengahnya. Yang aku pikirkan adalah, “Ini tahi lalatnya masih ada atau enggak ya? Hiks..”

Ingin sekali besok harinya konsultasi ke klinik lagi. Akan tetapi, hal itu aku tahan setelah melihat ‘dompet’ yang mengering. Haha

Maka, yang bisa aku lakukan setelah laser tahi lalat adalah memakai cream yang diberikan padaku secara rutin. Rutin sekali. Bahkan kalau ada yang tidak tertutup sedikit saja langsung aku oles lagi. 

Sebentar-sebentar difoto, sebentar-sebentar ngaca. Dan lihatlah foto-foto hasil ke norakkanku akan prosesnya pada minggu pertama dan kedua. Haha

Makin shock ketika melihat respon Humaira melihatku.. 

“Iiiiy.. Mama iiiy.. ” Katanya sambil melihatku. 

Aku jadi makin minder. Haha. 

Bekas luka sehabis laser yang begitu dalam ini sebenarnya bisa dimaklumi kok. Memang kan tahi lalatnya tergolong besar, sehingga mungkin akarnya juga besar. Tapi aku sering bertanya juga.. Sampai kapan bopeng sedemikian besar begini? Kapan kulitku bisa kembali normal? Bisa pakai foundation lagi bla bla.. 

Kalau kehidupan normal, mungkin banyak yang bertanya dengan bekas laser tahi lalat ini. Untungnya sekarang masih pandemi dan masih diwajibkan memakai masker. 

Sungguh, masker adalah penyelamat rasa pedeku. Haha. 

Proses Menghilangkan Bekas Laser Tahi Lalat

Dari beberapa blog tentang menghilangkan tahi lalat yang aku baca.. Bekas laser tahi lalat ini akan berangsur menghilang setelah 2-3 minggu. Setelah itu, kulit baru akan tumbuh menutupinya. Kulit pink keputihan yang kemudian akan menyamai warna kulit aslinya. 

Aku membaca beberapa blogger yang menghilangkan tahi lalat ini diberikan obat dan cream yang lebih banyak. Jadi, aku mungkin gak bisa menjadikan itu patokan untuk kasus ku yang memiliki tahi lalat lebih besar dengan obat satu cream saja. Yang bisa aku lakukan hanyalah rutin memakai cream yang diresepkan dan berhenti selalu melihat kaca. Karena itu membuat tanganku gatal ingin memegang dan menggereteki permukaan kulitnya. 

Aku hanya memoto keadaan kulitku setiap hari dan seperti yang dilihat keadaan kulitku berangsur membaik bahkan diminggu pertama sehabis laser. Aku yang awalnya ingin konsultasi ulang jadi mengurungkan niat karena sepertinya, bekas kecoklatan yang ada ditengah mulai mengecil. Aku mulai menyugesti diriku sendiri bahwa titik kecoklatan itu hanyalah bekas luka, layaknya bekas luka jatuh yang menjadi kecoklatan dan mengeras untuk melindungi kulit rusak yang tumbuh. 

Memasuki minggu ketiga permukaan kulit bekas laser telah tertutup. Dan menyisakan lobak kecil. Meski begitu, tidak terlalu mengganggu kok. Karena sekali lagi.. KAN ADA MASKERRR.. PAKE MASKER DONG LAGI PANDEMI. *MENCARI PEMBENARAN.. 😂

Nah, aku sendiri sudah berani memakai concealer untuk menutupi lobak kecilnya itu. Dan hasilnya sudah lumayan. Biasanya, aku memakai concealer kalau ada moment tertentu saja. Misal, kalau suami request atau aku juga sedang ingin foto-foto. 

Pemakaian concealer juga tidak mengganggu perawatan bekas luka. Sepulang ke rumah aku langsung menghapus make up dan mengoleskan kembali krim yang diberikan oleh dokter. Selama hampir satu bulan, aku sangat merasakan perubahan signifikan dari bekas laser yang awalnya menyeramkan jadi mulai tertutup. Aku hanya perlu menutupi sedikit bagian hitam disekeliling yang belum sempurna. Selebihnya, waktu mungkin akan menyembuhkannya. 

So, menghilangkan tahi lalat dengan laser? Why not. 🙂

Review Scarlett Brightly Series

Review Scarlett Brightly Series

“Gimana ya caranya kulit yang warnanya udah mentok gini rada putihan dikit..”

“Yah, kamu.. Harusnya bersyukur punya kulit gak sensitif. Gak jerawatan.”

“Iya, tapi aku tuh malu loh. Masa sama suami sendiri mukanya putihan suami. Kan dimana-mana harusnya istri yang lebih putih..”

“Kalo mau langsung putih pake bayclin tuh..”

“Ya ampun.. Bercanda keterlaluan!”

“Ya lagian mau putih.. Gak musim kali hari gini apa-apa serba putih..”

“Eh iya.. Inner beauty ya yang lagi ngetrend sekarang.. Iya deh.. Berhenti stop make macem-macem..” 

“Kamu tuh kulitnya udah bagus. Cuma rada kusam aja. Coba deh rajin-rajin pake skincare routine”

“Tapi aku udah pake tahapan yang betul. Cleansing, Toner, Moisturizer, Sunscreen”

“Coba deh kamu coba pake Serum juga.. Serum tuh skincare yang kandungannya paling nyess dibanding yang lain.”

Akhirnya Memutuskan Coba Pakai Serum Brightening Series Dari Scarlett

Jujur, ini bukan kali pertama aku mencoba pakai serum loh. Sudah sekitar 2-3 merk serum yang aku pakai. Tapi entahlah.. Setiap kali memakai serum apalagi untuk serum dengan kandungan tertentu selalu membuat kulit wajahku purging parah. Dan hingga serum habis, efek purging itu tak cenderung hilang. Lalu berangsur membaik ketika serumnya sudah tidak dipakai lagi. Jadi, ngapain pakai serum coba.. 😂

Firstly.. Aku jelaskan tipe kulit aku ya. Kulit aku itu tipe normal. Dulu, normal to oily. Sekarang, ketika umur aku udah 30 sepertinya minyak-minyak di wajah mulai menghilang kadarnya. Konon, itu pertanda kita mau tua. Noh, gawat gak tuh.. 

Unlucky.. Aku punya tipe kulit yang lumayan tipis. Orang bilang ini namanya spidervein. Yaitu urat-urat wajah terlihat jelas pada kulit. Spidervein yang aku miliki ini natural sejak kecil. Jadi bukan karena pernah memakai krim abal-abal dsb. No no no.. Aku gak pernah sama sekali memakai skincare sembarangan. 

Aku berinisiatif membeli serum untuk melengkapi rangkaian skincare aku. Karena serum konon bisa mengubah kulitku yang kusam ini menjadi sedikit bright. Aku bukan bucin kulit putih loh ya. Aku itu lebih suka liat kulit segar dan enak dipandang. Makanya aku terkena ‘racun’ untuk mencoba Brightly Ever After Serum dari Scarlett. Aku mencoba Serum ini karena ia memiliki kandungan Glutathione. Kulitku cenderung bersahabat dengan glutathione. Karena pernah mencoba bodycare scarlett yang memiliki kandungan serupa dan benar-benar berhasil bikin kulit cerah. Tapi, kulitku cenderung sensitif dengan vitamin C yang mana juga merupakan kandungan intinya. Namun, karena penasaran dengan sejumlah review baik. Aku coba saja. Hehe

Review Brightening Serum dari Scarlett

Ingredients

Berikut beberapa ingredients yang ada pada kotak serum:

Aqua, Nicotinamide, 1,3 Butylene Glycol , Lavandila Angustifolla (Lavender) water, Ascorbyl Glucoside, Arisaema Amurense Extract Phenoxyethanol, Hydroxyethylcellulose, Glutathione, Aminomethyl Propanol, Ethyl Macadamiate, Decyl Glucoside, Pentane-1, 2-diol, Di Na EDTA, Ethylhexylglycerin, Tamarindus Indica Seed Gum, Biosaccharide Gum-1 1,2-Hexanediol, 2-Amini-1-Butanol, Tocopherol, Malic Acid, CI 16255

Bahan aktif yang aku suka dari serum ini adalah Glutathione, Niacinamide, dan Lavender Water. Ketiga bahan itu ramah dikulit aku. 

Packaging

Aku suka dengan kotak maupun botol dari serum ini. Terkesan girly aja. Pink dan putih gitu loh. Warna kesukaan waktu masa abege. 

FYI, di dalam kotak sendiri ada lapisan pengaman untuk serum. Sehingga walau dibeli secara online tapi serumnya cenderung lebih aman karena kekokohan kemasannya. Botol serum dengan drop demikian juga cenderung lebih steril dan aman. Bisa dihabiskan dengan baik hingga tetes terakhir tanpa worry terkontaminasi. Dan serum ini sangat travel friendly. 

Tekstur

Aku sudah pernah nyoba 2-3 serum. Dan rata-rata serum yang aku coba itu teksturnya agak kental. Sehingga aku terbiasa dengan 2-3 tetes untuk wajahku. Nah, untuk scarlett ini teksturnya agak cair. Sehingga memakainya agak tricky tapi sekaligus lebih ekonomis. Aku sendiri cukup memakainya sebanyak 2 tetes untuk sekali pakai. Terlihat pada foto dibawah ini ya. Aku baru meneteskan serumnya tetapi sudah langsung mengalir kebawah. Akan tetapi, no problem. Karena finishingnya serumnya menyerap kulit dan tidak lengket. Ini yang paling penting bukan untuk urusan tekstur? 

First Impression

Aku memakai serum scarlett ini pada pagi dan malam hari. Sehabis memakai toner, aku langsung mengaplikasikan 2 tetes serum dan memijatnya perlahan lalu aku diamkan selama 2-3 menit baru kemudian memakai moisturizer dan sunscreen. 

Menurutku sendiri, serum ini tidak mengganggu tampilan kulit dalam menggunakan basic skincare. Karena teksturnya tidak lengket. Jadi ketika serum sudah meresap rasanya kulit sedikit bouncy. Untuk pemakaian make up sehabis memakai serum pun so far tidak ada masalah ya. 

Review Scarlett Brightening Facial Wash 

Ingredients

Diethanolamide, Glycerin, Rosa Canina Flower, Cocamidopropyl BetaineAmmonium Salt, Aloevera, Acrylates Copolymer, Glutathione, Triisopropanolamine, dmdh Hydantoin, Glass Beads Vit E, EDTA.

Untuk urusan bahan aku suka dengan facial wash ini karena Bebas dari simple alcohol, SLS, paraben, fragrance & essential oil, serta hanya menggunakan 12 jenis ingredients. 

Packaging

Urusan packaging, scarlett emang juara sih. Botol bening untuk lebih menonjolkan isi facial foam yang berwarna pink dengan sedikit butiran scrub serta lembaran ‘rose petal’ yang terlihat sangat soft. 

Tekstur dan Wangi

Tekstur facial foam ini lembut dengan kekentalan medium serta butiran scrubnya tidak terasa kasar dikulit. Sangat friendly untuk kulit normal hingga sensitif sih menurut aku. Karena busanya sendiri tidak banyak. Jadi tidak mengikis kelembaban alami kulit. 

Wangi facial foam ini berasa bau manis gitu. Nah bingung gak tuh bau kok manis.. 😂

Mungkin karena rose canina flowernya mendominasi bau ya. Jadi baunya itu soft dan nyaman. Lebih ke bau mawar namun ada sensasi bau manisnya. 

First Impression

Aku menyarankan untuk memakai pembersih make up terlebih dahulu sebelum memakai facial foam ini. Dan untuk yang no make up aku sarankan untuk memakai micellar water. Karena facial wash bukan jurus jitu untuk membersihkan wajah ya. Apalagi kalau kecewa dengan busa yang sedikit. Facial wash yang bagus memang busanya tidak terlalu banyak. Seperti Facial Foam Scarlett ini. 

Aku memakai facial wash ini 2 kali sehari. Sangat bersahabat untuk kulit normal otw to dry. Karena sehabis membersihkan aku masih merasakan kelembaban alami wajah. Saranku, untuk facial wash dengan busa yang sedikit gunakan dan tuang secukupnya saja saat membersihkan. Dan akan lebih baik jika sesudah dibersihkan dibiarkan saja hingga mengering sendiri. Atau jika ingin memakai handuk gunakan handuk special untuk wajah ya. 

Hasil Pemakaian Scarlett Brightly Series Selama 2 Minggu

Tada, gak kerasa udah 2 minggu aku memakai facial foam dan serum dari scarlett. Sebuah timing yang bakal menentukan apakah aku akan repurchase atau enggak. Haha. 

Karena aku kan sudah curhat diawal tadi bahwa ketika aku memakai serum baru selalu saja terjadi purging parah di wajah aku berupa munculnya jerawat yang tak kunjung hilang kecuali serumnya sudah habis.. 😂

Jujur, kupikir scarlett sedikit friendly karena teksturnya lebih cair dibanding serum lain yang pernah aku pakai. Mikirnya singkat aja sih, agak cair berarti damage jerawatnya kecil. Duh, abaikan pendapat begini yah. Namanya juga mikir singkat.. 🤣

Selama 3 hari pemakaian serum wajah aku ‘biasa saja’. Tambah cerah enggak juga, jerawatan juga enggak. So, aku tetap lanjut pemakaian. Karena sudah percaya diri kalau berkelanjutan dipakai pasti bakal ada efek menghilangkan kusam. 

Ternyata, 1 minggu sehabis pemakaian jerawat itu muncul dan langsung ‘kompakan’ banyak banget euy. Hiks. Aku sempat worry juga apakah bakal lanjut makai atau stop dulu. Karena tergolong kaget juga jerawat langsung sebegini banyak. 

Aku lalu mencoba observasi, apakah serum ini tidak cocok aku pakai bersamaan dengan moisturizer dan sunscreen yang ada. Akhirnya, aku mencoba mengurangi durasi pemakaian. Yang awalnya aku pakai di siang dan malam hari.. Menjadi aku pakai pada malam hari saja. 

Dan voilaaa.. Setelah aku coba cara yang demikian jerawat jadi cenderung mengempis. Senang banget melihatnya. Aku pun terus melanjutkan pemakaian serum dan beginilah hasil perubahan setelah memakai serum brightening dan facial wash dari scarlett. 

See, kulit wajah aku sebelum pakai scarlet itu kek foto H1. Kusam, tipis, dan gak bright sama sekali. Padahal sudah memakai skincare routine. Dulu, aku juga sempat kok mengalami masa kejayaan kulit wajah. Dimana cukup pakai moisturizer kulit muka tuh baek-baek aja. Mungkin karena umur sudah 30 jadi kulit juga butuh nutrisi lebih ya supaya terlihat segar dan tidak kusam. 

Setelah pemakaian 2 minggu kulit aku mulai menunjukkan wajah belianya.. Ya kan? Beda kaaan.. *halah.. 🤣

Iya, walau sempat drama dihampiri jerawat bertubi-tubi tapi karena konsisten dalam pemakaian akhirnya hasilnya bagus juga. Memang yang  namanya konsisten itu adalah kunci. Aku ngebayangin andai aja aku nyerah dan stop lalu suuzhon sama serumnya mungkin ya kulit aku bakal balik kusam kayak awal lagi. Ditambah dengan jerawat. Heu heu.. 

So, repurchase beli Facial Wash plus Serum Brightening dari Scarlett? 

Why not..? 😁

Battle Review Nacific Lipcream 02 VS Wardah Velvet Matte Lip Mousse 01

Battle Review Nacific Lipcream 02 VS Wardah Velvet Matte Lip Mousse 01

“Loh mah, kemaren kan udah beli Lipstik? Kok beli lagi?”

“Itu lipbalm pah..”

“Nah, yang berderet di rak kosmetik itu apa dong mah?”

“Itu lipcream pah..”

“Terus apa bedanya sama yang ini?”

“Ini ya pah.. Ini kalem, ini kalem banget, ini norak, ini girly..”

“Yang dibeli ini model apa lagi?”

“Nah yang itu spesial. Warna penggoda..”

Dan mata mamak pun langsung mengedip-ngedip sambil memakai lipcream merah yang baru dibeli. Sok mau menggoda tapi jatuhnya malah jadi kek Cheon Seo Jin di drama Penthouse. Alamak, nasib punya muka jutek. 

Review Nacific Lipcream 02 Gossip Girl

Ini adalah lipcream berwarna merah menggoda ketiga yang aku punya. Sebelumnya aku cuma punya produk lipcream merah dari poppy dharsono dan pixy lipcream. Alhamdulillah keduanya sudah habis tak bersisa. Karena aku memang suka memakai lipstik merah menyala begini. Heran kalian ya? Pada gak pernah liat aku menor diluar kan? *kepedean, siapa yang merhatiin kamu win? 

Produk ini aku beli ketika ada kejar diskon di tokopedia. Bermodal saldo ovo yang tersisa 50k, aku langsung checkout sebelum kehabisan. Maklum sekali, sejak pandemi melanda kekhilafan semacam ini sering terjadi. Semacam self reward pengganti ketika jalan-jalan keluar tak juga bisa dilakukan seperti dulu. 

Sedikit ketinggalan karena sesungguhnya lipcream ini sudah cukup lama digandrungi oleh para beauty blogger. Namun karena aku blogger musiman yang cuma review produk kecantikan sesekali boleh aja deh ya aku review lipcream. Bosen tau nulis kehidupan mamak-mamak mulu. Haha

Packaging

Sesungguhnya, lipcream nacific ini punya kotak yang aku suka. Tapi, alamak.. mana pernah mamak kek aku mengoleksi kotak lipstik. Yang ada cuma hitungan hari kotaknya sudah penyok dan rusak. Syukurnya, tutup aplikator dari nacific ini terbilang beda dengan lipcream koleksiku yang lain. Warnanya merah muda. Unik is penting sih buat aku. 

Tekstur

Dari segi tekstur, lipcream nacific ini lebih terasa cair dibanding lipcream yang aku punya. Sehingga terkesan lebih ringan dibibir. 

Wangi

Wanginya aku suka, seperti perpaduan antara vanila dan madu (ini lipcream atau sufor win🤣). Yang jelas, aku lebih suka kosmetik itu bau kue sih dibanding bau parfum. Pernah curhat kan kalau aku alergi bau parfum sejak hamil anak pertama? *iyain aja deh. Aku tau kalian jarang-jarang buka curhatan di blog ini. 😆

Pigmented + Ketahanan

Aku udah make lipcream ini sekitar 2 minggu. Untuk urusan pigmented. Lipcream ini perlu 2x swach supaya pigmented maksimal. Karena teksturnya ringan jadi cenderung lebih cair. Karena aku beli yang warna cerah mungkin cukup 1x swach. Tapi kalau warna lebih soft sepertinya perlu minimal 2x swach. 

Untuk ketahanan sih.. 

Makan kue kering – Aman

Makan soto, bakso dsb – kurang aman

Minum teh – Aman

Kena Masker – Aman

Makan Gorengan – Aman kalo makannya gak ganas. Ganas: gigit teros. Gaes, cewek anggun itu kalo makan gorengan musti disobek dulu gorengannya baru masukin mulut. Jangan lupa di tap tap pake tisue dulu gorengannya. Eh, emangnya aku makan gitu? Enggak sih..🤣

Intinya sih ketahanannya mayan banget untuk ukuran aku. Dan yang penting itu adalah transferproof-nya bisa ditolerir. 

How Look? 

Aku kan pilih varian Gossip Girl 02. Warnanya tuh merah menyala. Pede banget ya beli begini.. 🤣

Ya maklum lah sebagai mamak-mamak yang kulitnya gak putih-putih amat. Cenderung butek dan kusam maka di rumah harus rada cerahan dikit. Lipstik terang begini menolong banget supaya masa depan emak jadi cerah benderang. *halah

Walaupun ya iya.. Kalau dipake full gini kok jadi mirip Cheon So Jin bibir saya.. 😂😭

Buat kalian yang punya bibir tipis, muka imut-imut beuh bakalan jadi Jang Man Wol di Hotel De Luna make lipstik ini. Tapi kalau mukanya ngepas-pasan kayak emak sih saran aja.. Jangan kepedean make full di bibir.. 😆

Ombrein aja deh ya.. 

Nah, bagus kan? 

“Win, ombrenya pake apa?”

Review Wardah Velvet Matte Lip Mousse Brown Dreamer 01

Kalian pernah gak kehilangan barang kesukaan sampe hampir 1 tahun? Terus karena udah dicari berkali-kali gak dapet juga mikirnya ya udahlah. Semoga dapet pengganti. 

Nah, si varian baru lipcream wardah ini sebenernya udah setahun lebih aku punya. Baru 2 bulan make terus ilang dong. Padahal udah remind diri sendiri kalo mau ngereview. Dan seminggu sebelum hari raya, itu lipcream tiba-tiba nongol gitu aja. Kalian tau siapa yang nemuin? 

Humaira gaes. Riang banget dia karena tangannya bisa menjangkau busa disamping kulkas. Dia tarik deh busa itu. Dan keluarlah si lipcream kesayangan. Mamak tersenyum lebar. Akhirnya lebaran bisa berfoto pakai lipcream kesayangan. Usut demi usut. Rupanya mungkin si velvet matte ini terguling pasca mamak ngeluarin isi tas di atas oven lalu meluncur kesamping kulkas. *kenapa juga ngeluarinnya di atas oven coba? 😅

Nah kenapa sih aku sayang banget sama velvet matte lip mousse dari wardah ini? 

Packaging

Packagingnya beda banget sih sama lipcream wardah keluaran pertama. Keseluruhan bodynya menggambarkan warnanya. Jadi gak repot kalau mau ngambil. Udah khas. Untuk urusan packaging unik dan look girly itu adalah koentji buat aku. Kotaknya dah ilang ya. Jadi no foto-foto.. *review macam apa ini..

Tekstur

Kalian pernah coba lipcream wardah? Udah coba nomor berapa aja? 

Lipcream dan Velvet Matte Lip Mousse itu perbedaan teksturnya kek 1:2. Lipcream itu sedikit lebih cair walau hasilnya matte finish juga. Dan teksturnya lebih ringan Velvet Matte ini. Lebih enak jatuhnya dibibir. Enggak berasa lengket dan tebal. Berikut perbedaannya dengan seri lipcream sebelumnya

Wangi

Aku gak ngerti ya kenapa di hidung aku wangi nacific sama wardah ini sedikit mirip. Wkwk. 

Bedanya tuh kalau si wardah dominan madu, kalau nacific dominan vanila. *tuh kan kek bau sufor lagi. Ini hidung mamak apa udah kesumbet sama sufor atau gimana sih? 😂

Yang jelas aku salut sama brand yang bikin wangi kosmetik itu jatuh ke kue. Bukan parfum. Apalagi buat bibir.

Pigmented + Ketahanan

Wardah lip mousse ini lebih pigmented. Dalam sekali swach sudah mewakili 2x swach wardah lipcream. Hasilnya juga lebih matte finish. Dan yang terpenting lagi endingnya gak teroksidasi. Wardah lipcream yang dulu menurutku sedikit berubah ya warnanya dalam durasi 2-3 jam. Nah, kalau si lip mousse ini enggak. Cenderung setia dan tahan lama. *eaa.. 

Untuk urusan ketahanan wardah lipmouse ini juara. Dalam ukuran aku, 4 jam masih aman even makan gorengan dengan sedikit kekhilafan. Kekhilafan yang aku maksud adalah si minyak gak sengaja muncrat di sela-sela gigi sehingga menodai daerah bibir. Tetep deh kusarankan makanlah gorengan dengan anggun dan berwibawa. Dan kalau makan bakso gak usah pake acara gigit 2x. Langsung kunyah.. 😂🤣

Untuk memakai masker pun aku rasa cenderung aman ya. Tidak terlalu transfer dan gak perlu swatch ulang. 

How Look? 

Suka banget sama finishingnya. Full coverage super kalem. Super matte tapi ringan. Perfect buat jadi mamak-mamak sok kalem yang mau jadi sok imut lalu back to single edition.. *auto ditoyor seluruh masyarakat indonesia.. 🤣

Battle Review Nacific Lipcream vs Wardah Velvet Lip Mousse

Lebih suka yang atas atau bawah? Lebih milih repurchase yang mana? 

Tentu saja aku suka keduanya. *Opo seh udah dibilang suruh milih🤣

Kondisional sih menurutku. Kalau untuk keringanan di bibir, aku lebih suka si Nacific. Tapi untuk perfect matte, aku lebih suka velvet matte lip mouse wardah ini. 

Untuk segi wangi, aku bener-bener berharap semua lipstik aku wanginya kayak nacific dan zalfa lipcream. Wardah oke sih, tapi pas dipake sekian menit gak kerasa lagi tuh wangi makanannya. *berharap awet rupanya.. Supaya kenyang terus kale ya.. 🤣

Untuk pigmented dan ketahanan,velvet lip mousse wardah masih juara di hati aku. So mungkin aku cuma make si gossip girl nacific untuk ombre saja. Dan tentu saja logikanya si wardah bakal cepet abis karena dipake full coverage terus. 

Perfect Ombre Lips ala Mamak Tahun Ini

Dan tadaa. Aku suka banget nemu 2 lipstik yang pas banget di bibir aku. Keduanya punya kelebihan masing-masing dan tentunya kalau habis aku bakal beli lagi keduanya. Tentunya dengan warna yang berbeda. 

Kalian punya saran untuk bibir sepertiku sebaiknya nyoba warna apa lagi? Atau sudah pernah nyoba kedua lipcream ini juga? Share denganku yuk! 

Scarlett Bodycare Bisa Mencerahkan Kulit? Yay or Nay?

Scarlett Bodycare Bisa Mencerahkan Kulit? Yay or Nay?

“Pandemi begini adalah waktu emas buat emak rumahan agar bisa cerah minimal gak belang kayak zebra lagi..”

Iya, kalau dulu aku suka panas-panasan pas siang hari untuk antar jemput anak sekolah hingga mengaji.. Kini semuanya serba dilakukan di rumah aja.

Bagi cewek zodiak virgo, pasti tau banget kalau dia sudah dalam fase hibernasi. Pastinya dia harus punya target ketika keluar nanti.

Targetku sih simple aja. Semoga pas pandemi berakhir body aku rada cerah dan gak kusam. Tangan dan muka aku gak belang lagi. Haha, sesimple itu ternyata.

Keracunan Produk Bodycare Scarlett karena Endorse Selebgram

Beberapa bulan yang lalu, aku mulai kembali aktif di facebook. Walau masih sedikit malas untuk update status tapi setidaknya aku masih tau kabar-kabar dari teman-temanku. Dan aku pun sekarang memiliki hobi baru di facebook. Yaitu menonton vlog dari berbagai page facebook. Tak terkecuali vlog tentang belajar dandan, tips and trick hingga memasak juga.

Dari rajin scroll di facebook. Kadang muncul berbagai iklan. Dan iklan yang paling menarik perhatianku adalah bodycare dari scarlett. Wah, ini kok sepertinya bagus? Pikirku.

Tak lama, salah seorang teman SMA ku memajang sebuah status di WA story. Ia sudah membeli produk scarlet dan katanya bagus sekali. Baru 2 minggu hasilnya sudah terlihat. Belum lagi wanginya katanya, jadi gak pernah pakai parfum lagi saking wanginya.

Tak mau terlalu lama penasaran, akhirnya akupun memutuskan ikut membeli produk scarlett di shopee. Kebetulan saat itu ada diskon 20%, mana voucher gratis ongkirku masih ada.

4 hari kemudian, produknya sampai di rumah. Aku beli gak banyak sih, cuma produk basic aja. Namanya juga masih coba-coba. Jadi gak dapet box exclusive, hehe. Tapi salut deh bubble wrapnya tebal dan di masukin box lagi. Jadi bener-bener anti tumpah.

Bagaimana Cara Mendapatkan Kulit Cerah, Bersih dan Sehat?

Sebelum lanjut membahas tentang produk scarlett yang udah aku beli, aku mau share dulu tentang informasi penting nih. Yaitu tentang gimana sih cara mendapatkan kulit cerah dan sehat? Apa cukup dengan menggunakan lotion impor dengan harga mahal? Cukup dengan mandi pakai air beras? Atau gosok badan pakai ampas kopi?

Segala hal diatas sebenarnya gak sepenuhnya salah. Akan tetapi, perlu diakui bahwa kalau mau punya kulit sehat dan cantik itu perlu ilmu. Thats basic.

Kenapa aku beli 3 produk bodycare dari scarlet? Gak beli handbodynya aja atau scrubnya aja? Itu karena semuanya penting.

Kalau ingin kulit sehat dan cerah, setidaknya harus rajin exfoliating kulit dengan scrub. Minimal 3 hari sekali. Hal ini agar sel kulit mati yang ada di permukaan kulit hilang. Jadi, kulit bisa menyerap skincare dengan optimal.

Pernah gak mengalami hal begini? Udah rajin pakai handbody tapi kok kulit begini-begini aja? Ya mungkin karena melewati fase scrubbing ini.

Tapi ingat, scrub juga jangan terlalu sering. Apalagi sampai 2 kali sehari. Nanti, kulit akan kehilangan kelembaban alaminya. Lantas gimana supaya kondisi kelembaban kulit stabil?

Cukup mandi pakai sabun saja 2 kali sehari. Makanya aku juga beli shower scrubnya scarlett juga.

Dan untuk memaksimalkan usaha ‘pengen kulit tambah cerah dan gak belang lagi” maka aku juga beli body lotionnya. Body lotion ini yang efek brighteningnya tinggi. Jadi fix ini gak boleh ditinggal kalau mau ikhtiar punya kulit cerah, bersih dan sehat ya!

Nah, selanjutnya mari review satu per satu produk scarlet setelah aku pakai selama 2 minggu.

Review Body Scrub Scarlett

So excited dengan body scrub ini. Karena ini yang pertama kali aku coba diantara ketiga produknya. Maklum, udah lama gak scrubbing.

First, mari bahas packaging. Aku suka dengan designnya yang soft and girly. Dengan nuansa pink dan putih serta kemasan yang enggak gampang tumpah karena di dalamnya ada lapisan aluminium foil yang bisa dibuka tutup juga.

Untuk tekstur aku suka dengan butiran scrub yang sangat halus ini, bisa dilihat di tanganku sendiri scrubnya halus dan tidak bergerindil sama sekali.

Setelah mengusapkan scrub keseluruh tubuh, diamkan selama 2-3 menit. Baru kemudian digosok secara perlahan dan dibilas dengan air. Aku suka sekali dengan scrub ini karena ketika diusapkan tidak membuat kulit terasa sakit. Biasanya, kalau menggunakan body scrub aku selalu menambahkan minyak zaitun. Karena beberapa bagian kulitku tergolong sensitif. Tapi sejak pakai body scrub scarlet, minyak zaitun aku awet dong. Haha

Review Shower Scrub Scarlett

Kan sudah pakai body scrub? Kenapa musti pakai shower scrub juga?

Ya kali, masa setiap mandi pake body scrub mulu. Emak juga punya balita yang suka nangis kejer kalau ditinggal mandi sebentar. Thats why, shower scrub begini penting banget.

Aku pilih beli yang promegrante. Si ungu yang eyecatching sekali dan memberikan efek brightening.

As you can see, ada buliran scrub berwarna biru dan pink yang dapat memaksimalkan saat membersihkan tubuh. Jadi memakai shower scrub ini sudah seperti semi scrubbing. Praktis dan enak.

Meski memiliki scrub halus tapi saat menggosok scrub ini memakai kedua tangan, scrub tersebut langsung berbusa. Dan busanya itu tidak over. Tau kan kalau sabun mandi yang busanya melimpah kadang suka bikin kulit kering? Sabun ini enggak. Alhamdulilah. Dan aku suka sekali dengan wanginya yang soft.

Review Body Lotion Scarlett

Next, ini dia yang paling aku suka dari ketiga produk yang aku beli. Fragrance Brightening Body Lotion-Freshy.

Dari awal produk ini datang, kedua anak perempuanku sudah excited ingin ikut mencoba. Si Pica dapet shower scrub, si Humaira dapet body lotion. Aku kemana? Panik berlari denger suara air mendidih di dapur. Haha.

Nah, untungnya walau si Humaira sudah pencet-pencet body lotion ini tapi isinya tidak keluar. Ketika aku perhatikan, oh.. Ternyata botol lotion ini ada lock unlocknya. Pantes saja tidak keluar isinya meski dipencet. Aku pun langsung tersenyum licik kearah Humaira. *Alhamdulillah lotion emak aman, kataku dalam hati.. Haha

Ketika mencoba lotion ini untuk pertama kali aku langsung merasa senang sekali dengan baunya. Ya ampun. Serasa pakai parfum keseluruh badan. Dan wanginya enak banget. FYI nih, varian body lotion yang freshy ini terbaru loh dari scarlett. Wanginya itu kayak Jo Malone English Pear & Freesia eau de cologne. Tau gak? Pecinta parfum pasti tau dong ya.

Tekstur dari body lotion ini padat dan lembut. Tidak terlalu cair, juga tidak sticky walau tergolong padat. Sebaliknya formulanya mudah meresap dan tidak lengket di kulit.

Aku pakai body lotion ini setiap habis mandi. Dan sejak pakai ini aku enggak pakai parfum lagi dong. Itupun suami nanya loh, “Mama beli parfum apa kok wangi banget.. ?”

“Enggg… beli ini pah. Nanti kalau abis beliin lagi ya.. !”

*eaaa.. 😆

So, Scarlett Bodycare Beneran Bikin Kulit Tambah Cerah dan Gak Belang Lagi Gak?

“Kulit tangan sama mukanya kok beda, jangan-jangan ketebelan pakai make up aja tuh mukanya..”

Sering banget aku dibilang begitu. Hahaha. Padahal ya emang beda warna muka dan kulit. Apalagi aku memang suka naik kendaraan tanpa sarung tangan dan sunscreen.

Kadang suka ngiri sama Humaira, anak bungsuku yang kulitnya udah putih duluan. Walau panas-panasan gak pernah muka dan tangannya belang kek emaknya. Yaelah, iri dengki kok sama anak sendiri? Hahaha

Kalau aku sih nyampur gak jelas. Seperti halnya muka dan tangan. Warnanya beda banget. Apalagi waktu sering antar jemput anak sekolah n ngaji. Sering banget lupa pakai sarung tangan. Akhirnya belang. Hiks.

Keliatan banget loh, bahkan difoto juga kelihatan sekali. Coba deh lihat foto dibawah ini

Bukan karena make up sih belangnya. Memang aslinya bener-bener belang. Karena itu, ketika anak gak sekolah karena pandemi ini aku harus bisa bikin muka dan tangan gak belang lagi.

Selama 2 minggu memakai produk scarlet, perlahan belang tanganku mulai hilang. Kulitku ini problem masalahnya bukan hanya pada belang saja, tapi kulitnya memang rada ‘tipis’. Makanya, keliatan banget kan urat tangannya? Tapi lumayan banget berkurang itemnya sejak pakai scarlet. Efek brighteningnya benar-benar terlihat. Senang banget!

Dan senengnya lagi itu, ketika aku bandingkan warna tangan dan muka.. Warnanya udah sama dong. Yeay!

Receh sih ya? Tapi buatku ini luar biasa loh. Soalnya belang tanganku ini lumayan parah sebelumnya.

Beli Scarlett Lagi? Atau Mau Coba Kelain Hati?

Aku sudah ngebuktiin kalau produk scarlet worked banget buat kulit aku. Belang ditanganku berangsur sama warnanya dengan kulit wajahku. Jadi, kalau sudah cocok dengan satu pruduk.. Kenapa musti coba yang lain?

Semua rangkaian bodycare dari Scarlet ini mengandung Glutathione dan Vitamin E yang bisa mencerahkan, melembabkan, dan menutrisi kulit. FYI, Tidak semua handbody yang mengandung glutathione biasanya cocok untuk kulitku.

Semakin aman rasanya karena produk ini sudah terdaftar di BPOM serta not tested on animals. Ini penting karena gak mau kan produk yang kita pakai ternyata abal dan macam-macam?

Untuk harga satuan produk ini adalah 75.000. Nah, ada paket hematnya juga loh. Lima item harganya 300.000 (dapet box exclusive+free gift)

Kalian bisa order produk ini melalui official storenya di shopee (Scarlett_whitening) atau melalui whatsapp ke 087700163000.

Hari gini masih belang-belang kek zebra? Malu atuh, kan di rumah aja. Yuk, yang rajin lagi perawatan dirinya.. Kulit cerah, hati jadi cerah juga kan.. 🙂

IBX598B146B8E64A