Ceritaku dengan Kucing Kesayangan, Kehamilan dan TORCH

Ceritaku dengan Kucing Kesayangan, Kehamilan dan TORCH

Kucing. Ya, Dulu saat kecil aku takut sekali dengan kucing. Ketakutanku sangat beralasan, kucing pernah mencakarku. Sejak itu setiap kucing lewat aku lari ketakutan. Tapi segalanya berubah ketika aku mengenal si kuning. 

Saat itu Aku masih SD, duduk dibangku kelas 6. Aku asik memakan opor ayam buatan Ibuku di teras rumah. Makhluk itu mendekatiku dan menatapku dari jarak satu meter. Menelan-nelan liurnya seakan lapar sekali. Dengan tangan gemetar aku memberi tulang sisa opor ayamku kemudian masuk kedalan rumah dan memperhatikan kucing itu menghabiskan tulang ayam. 

Esok harinya kucing itu datang lagi kerumahku. Menunggu diteras rumah dengan wajah dan mata memelas. Aku langsung mengumpulkan segala jenis tulang dan memberikannya_lantas cepat-cepat masuk kembali kedalam rumah. Mataku tak berhenti menatap kucing itu hingga makanannya habis. 

Hari demi hari berlalu aku mulai berani memegangnya lalu menamainya si Kuning. Wajah si Kuning penuh dengan luka bekas cakaran dan sangat kotor. Aku tak membersihkannya. Aku tau Mama tak suka dengan kucing, tapi aku nekat membawanya kekamar untuk menemaniku. Sejak itulah aku menjadikan Kucing itu sebagai ‘Digimon’ ku. Ya, Saat itu aku sangat suka dengan anime Digimon. Aku menyebutnya Tailmon. 

Si Kuning adalah Kucing pertamaku kemudian digantikan dengan Usro. Usro adalah Jenis Kucing Domestik berwarna Hitam putih dan cukup besar. Mama yang memberikannya kepadaku. Menurut Mama tidak apa-apa memelihara Kucing asalkan tidak berlebihan. Jangan dibawa kekamar dan jangan ‘dicium’. Mama selalu mengingatkan padaku bahwa aku alergi. Itu benar. Aku alergi pada Debu, udara dingin dan bulu kucing. 

Tapi Aku Menyukainya

Kucing adalah jenis binatang yang entah kenapa bisa memberi Ikatan padaku. Aku membawanya kekamar, tidur dengannya bahkan jika gemas sekali aku bisa saja menciumnya. Satu-satunya hal yang tidak aku suka pada kucing adalah masa birahinya. Ia mulai suka meninggalkan jejak urine dirumah dan sering meninggalkanku. Kemudian Hilang. Itulah hal yang kebanyakan memisahkan kami. 

Usro adalah Kucing terakhir ku hingga SMA. Umurnya cukup panjang, aku memeliharanya sejak SMP kelas 1 sampai SMA kelas 3. Sebenarnya aku ingin sekali memelihara jenis kucing lain selain Usro. Tapi untuk satu ini saja Mama sudah sangat kesal setiap kali kedapatan melihatku memeluk hingga menciumnya. Mama bilang “Anak perawan jangan kebangetan sama kucing. Nanti perawan tua” 😅. Ketika memulai masa birahi fase ke-3, Usro hilang. Dan Saat kuliah aku memutuskan tidak memelihara kucing. Yah, siapa juga yang mau jadi perawan tua? 

Belum juga lulus kuliah aku memutuskan menikah dengan salah seorang asisten dosen dikampusku. Dan ternyata dia penggila kucing. Kegilaanku pada kucing mulai menampakkan bakatnya lagi ketika mendapatkan pasangan yang mendukung. Lihatlah, ada Kucing betina yang melahirkan dirumahku. Anaknya Tiga. Aku memberinya nama Choji, Junki dan Sifa.

Aku langsung Hamil ketika menikah dan Aku tergila-gila dengan kucing ‘saat itu’  

Choji dan Sifa tak berumur panjang. Hanya Junki satu-satunya yang aku pelihara dari bayi hingga besar. Bahkan saat Aku tinggal dirumah Mertua di Banjarmasin pun aku mengangkutnya dari Pelaihari. Aku membawanya tidur denganku dan suamiku. Kami sama-sama pecinta kucing. 

Junki mengalami stress karena perpindahan yang dialaminya. Dia sering diare. Akulah yang membersihkan *upnya dimana-mana. Saat itu kondisiku Hamil Trisemester pertama. 

Saat Suamiku Kuliah di Yogya, Aku kembali kepelaihari bersama dengan Junki. Junki berangsur membaik saat di Pelaihari. Tak lama kemudian entah kenapa dia seperti digigit oleh sesuatu dilehernya. Sejak saat itu dia sering muntah dan p*p sembarangan. Siapa yang membersihkan semuanya? Aku. Saat itu Aku hamil Trisemester kedua. 

Aku merawat junki dengan baik. Kondisinya berangsur membaik. Aku membawanya tidur dikamarku dengan perut yang mulai membesar. Sudah sering Mamaku bilang padaku “Hamil ga boleh dekat-dekat kucing” tapi aku cuek, paling-paling itu hanya mitos pikirku. 

Masa Birahi Junki pun tak bisa dihindarkan. Dia mulai suka keluar rumah. Aku khawatir, dia kucing rumahan. Bagaimana kalau dia memberanikan diri menyeberang jalan untuk mengejar kucing betina? Disini mobil dan kendaraan sangat laju. 

Firasatku benar. Beberapa hari kemudian aku menemukan Junki terdampar tak berdaya di pinggir jalan. Aku menangis kencang tak peduli dengan berapa umurku dan hamil besarku saat itu, sedih sekali rasanya kehilangan teman curhat dikamar. Saat itu Aku Hamil 7 bulan. 

Aku mengalihkan kesedihanku dengan dunia online. Mulai menulis thread di forum ibu hamil. Curhat tidak karuan. Sampai aku menemukan artikel tentang TORCH. 

Hidrostepalus. Penyakit kelainan janin yang bisa disebabkan oleh virus TORCH yang dibawa oleh virus Toxoplasma Gondii dari Kotoran Kucing. Ya Ampun. 

Badanku panas dingin membaca artikelnya. Penyakit ini tidak bisa dideteksi dengan USG biasa. Harus dilakukan tes TORCH, apalagi buat para pecinta kucing. Tes TORCH sebaiknya dilakukan sedini mungkin agar mencegah Hidrostepalus. Dan saat itu? Aku sudah hamil 7,5 bulan. Sudah sangat terlambat. 

Jangan berinteraksi dengan kotoran kucing secara langsung. 

Ya, ampun. Aku melakukannya dari Trisemester pertama, kedua, hingga ketiga. 

Selama satu minggu pikiranku tidak karuan. Bolak balik membuka foto USG anakku memperhatikan bentuk kepalanya.

Apakah besar? Apakah mungkin jika Hidrostepalus? Oh ya, USG tak bisa mendeteksi. Hanya tes TORCH yang bisa. Oh Astaga, mahalnya tes ini. Oh astaga, ini sudah terlambat juga untuk tes.

Aku panik, aku dilanda ketakutan. Bagaimana jika Anakku….. 

Selama satu minggu aku mencari artikel yang bisa membuatku berpikir positif. Tapi tidak ada, tak ada satupun penulis artikel tentang TORCH yang cinta dengan kucing. Tak ada yang menganggap bahwa kucing tak akan membawa virus itu. Kebanyakan hanya menyuruh untuk tes dan memvaksin kucing sebagai bentuk pencegahan. Semua tulisan di google ini membuatku gelisah. Tak bisa tidur karena dilanda ketakutan. 

Aku kemudian teringat bahwa Kucing adalah binatang kesayangan Nabi. Aku memutuskan untuk membaca cerita tentang Nabi dan Kucingnya, Moezza. Aku kemudian mendapatkan sebuah solusi konyol untuk menenangkan hatiku diesok harinya.

Solusi itu adalah membaca Doa. Haha. Aku membacakan Yasin dikuburan Kucingku. Bagi kalian mungkin itu terdengar lucu tapi bagiku itu adalah penenang hatiku. Aku berharap dengan berdoa dan yakin maka bayiku akan baik-baik saja. Bukankah selama ini aku merawat junki dan kucing-kucingku yang lain dengan penuh kasih sayang? Masa sih aku harus terkena TORCH sebagai balasan perbuatan baikku? 

Pikiranku mulai positif sejak itu. Aku memutuskan untuk berbincang dengan suami ditelpon agar pikiranku teralihkan. Aku harus yakin Bayi yang Aku kandung tidak apa-apa. 

Aku masih memberanikan diri menulis curhat diforum ibu hamil. Tak tanggung-tanggung aku menulis tentang betapa yakinnya aku bahwa kecintaanku dengan kucing tak akan berakibat buruk pada kandunganku. Hasilnya? Banyak yang nyinyir tentu. Apalagi yang bukan pecinta kucing. Hihi. Ga.. Aku ga akan baper hanya karena itu. 

Kemudian aku dikejutkan dengan thread baru bahwa ada anggota yang terkena virus TORCH beberapa minggu kemudian. Aku menelaah penyebabnya. Surprised! Dia bukan pecinta kucing. Benci banget malah. Bahkan bulu kucing sedikit saja dia anti sekali. 

Lalu kenapa dia bisa terkena virus ini? 

Ternyata dia pecinta makanan jepang. Rata-rata yang makanan disukainya memang memiliki tingkat kematangan yang low. Bahkan suka mengkonsumsi Fast Food, Telur setengah matang, dan Steak. 

Aku semakin berpikir positif dan yakin bahwa kandunganku akan baik-baik saja. 

Sebulan kemudian anakku lahir. Sempat cemas sekali dengan kelahiran cesar. Namun aku bahagia melihat anakku sehat sempurna tanpa kurang satu apapun. Bahkan dia terlihat paling besar dibanding bayi lain.

Inilah Bayi yang kukandung saat hamil itu.

Bayi yang kukandung saat aku begitu menyayangi Kucing..merawatnya saat sakit hingga membersihkan p*pnya.. 

Inilah Bayi yang kukandung saat aku berdoa dikuburan kucing..

Beginilah Hasilnya.. 

Dan sampai sekarang aku masih yakin. Kucing adalah satu-satunya hewan yang bisa memiliki Ikatan denganku. 

Komentari dong sista
Shares 0

One thought on “Ceritaku dengan Kucing Kesayangan, Kehamilan dan TORCH

Komentari dong sista

IBX598B146B8E64A