Pepuyu Bebanam dan Daun Kelakay, Kuliner Khas Banjarmasin

Pepuyu Bebanam dan Daun Kelakay, Kuliner Khas Banjarmasin

Siapa orang Banjarmasin? Pasti tidak asing dengan lauk yang satu ini. Namanya pepuyu, bentuknya menyerupai nila namun siripnya sungguh tajam. Rasanya khas, lebih manis dibanding nila namun memiliki tulang yang banyak dan tajam. 

Sayur dibawah ini namanya daun Kelakay. Hanya tumbuh dikawasan rawa. Rasanya mirip-mirip dengan kangkung tetapi tetap memiliki cita rasa tersendiri. Anakku Farisha untuk pertama kalinya suka dengan sayur. Inilah sayur hijau yang menurut lidahnya masuk dalam kategori ‘enak’ 😊. Anda bisa memasaknya dengan cara ditumis atau direbus. Kalau saya? Direbus dan dicocol ke sambal sudah sangat enak. 

Menu ikan Bakar dan Kelakay ini adalah menu yang sangat Familiar dikeluarga kami. Suami dan anakku sangat suka. Namun, sekarang kami sudah memutuskan untuk makan ikan bakar sekali atau dua kali seminggu. Katanya mengkonsumsi ikan bakar bisa menyebabkan kanker. Kau bisa mencari informasi lengkapnya digoogle. 

Dan disini aku ingin sedikit berbagi tips untuk menghindari kanker tersebut. Tapi terlebih dahulu aku mau nyurcol tentang cara membersihkan ikan pepuyu ini. 

Ikan ini memiliki duri yang tajam dan sangat begagah. Jika tak berhati-hati tanganmu bisa hancur karenanya. Karena itu aku yang agak geli dengan lendir ikan selalu membersihkannya dengan membawa perlengkapan lengkap seperti sarung tangan. 

Well, mungkin ada yang bertanya. Ribet sekali, kenapa ga minta Bersihkan dipasar aja?

Jadi begini ceritanya pemirsa, ikan ini memiliki cita rasa yang berbeda jika jarak antara ‘pembantaian’ dan pengolahannya berjarak beberapa jam lamanya. Rasa manisnya akan berkurang. Apalagi jika kau ‘membantainya’ hari ini dan baru dimakan besok harinya. Beda euy rasanya. Tak semanis dahulu.. *sambil nyanyi. 

Setelah ikan ini ‘dibantai’ jangan lupa melumuri nya dengan jeruk nipis untuk menghilangkan bau amisnya dan membersihkan lendirnya. Berikut gambar hasil pembataian. Tolong jangan menangis ya.. 😂

Bumbu dalam membuat ikan ini sungguh sederhana. Berikut rinciannya:

2 siung bawang putih

1 ruas jahe

1/4 buah cabe merah besar

1 sdt gula merah

2 sdm kecap manis

2 sdh minyak goreng 

Garam secukupnya

Diamkan ikan dalam bumbu selama 15-20 menit agar bumbu meresap. Selama itu, mari kita menyiapkan bara api untuk memanggangnya. 😁 eh kenapa ga pake happy call? Teflon? Beda banget loh cita rasanya. 😁

Membuat bara api sungguh pengalaman yang sulit bagiku. Butuh 3 bulan latihan untuk bisa lihai membuatnya. Dan siapa Guru ku? Dialah suamiku.. Hihihi.. 

Sekedar cerita suamiku ini berlatar belakang memiliki Ibu yang rajin memasak dan bercinta rasa tinggi. Beberapa bulan tinggal dirumah mertua membuatku sedikit belajar memahami struktur lidah suamiku. Termasuk kesukaannya akan ikan bakar khas mamanya ini. Disinilah aku belajar untuk ikut memperhatikan bumbunya dan sambal acan nya. Tapi, aku tak pernah memberanikan diri belajar menyalakan api😅

Mungkin ini terlihat sepele, tapi percayalah menyalakan api dengan kayu bakar itu tak sesimple yang kau kira. 😅

Kau harus mengerti akan ilmu fisika tentang pentingnya udara dalam menyalakan api, mengerti cara membuatnya awet menyala hingga bisa menjadi bara dan mengerti bahwa tidak semua kayu bisa menjadi bara. Mungkin ada yang bertanya “Kenapa kd simbur minyak gas n nukar bara api?” entahlah, kenapa ya? Aku yang diajarin membuatnya pake kayu untuk pertama kali malah ga bisa loh pas nyoba pake bara. 😂

Anda bisa mencoba alternatif lain selain kayu bakar. Yaitu batok kelapa dan sabut kelapa. Ini sungguh sangat efektif dalam membuat bara. Seperti gambar diatas, kayu yang diatas sebenarnya bukan termasuk kayu yang bisa menjadi bara sehingga hanya menjadi media pembuat nyala api bertahan dibatok kelapa. 

Dan berikut hasilnya ketika sudah menjadi bara:

Langsung saja taroh ikannya ya. Saranku, gunakan bara secukupnya sehingga bara tak cepat membuat ikan masak dan gosong. Hal ini adalah salah satu yang menyebabkan kanker. Anda bahkan tak perlu menggunakan kipas. Kipas hanya membuat ikan terlalu cepat matang dan tidak matang didalamnya serta menyebabkan kulit ikan cepat gosong. 

Setiap ikan dibalik-balik, oles dengan bumbu ya hingga bumbu habis. Anda bisa menyingkat pekerjaan dengan sambil membuat sambal acan khas banjar. 

Bahan:

1 sdt terasi/acan. Panggang sebentar

3 siung bawang merah 

1/2 buah tomat

1 buah cabe merah besar

1/2 buah cabe ijo besar

7 buah cabe rawit *bisa lebih, sesuai selera ya. 

1/2 sdt garam

1 sdt gula merah 

Perasan lima kuit secukupnya. 

Cara membuat :

Goreng sebentar bawang merah, tomat, dan lombok besar. Tiriskan. 

Ulek bersama bahan lainnya. 

Setelah selesai, tambahkan perasan limau kuit. 😀 

Maafkan fotonya pas udah diulek sebagian baru nyadar belum difoto. Pas udah diulek semua jg ga difoto.. Hihi.. Tak apa lah nanti bikin lagi. Fotonya menyusul. 😂

Oya, kembali ke membakar ikan tadi, ikan yang dibakar dijaga ya. Jangan sampai gosong. Bisa loh ya ikan bakar itu mateng tanpa harus ada item-item menggumpal tanda gosong bersamanya. 

Happy Cooking.. 😊

Komentari dong sista

5 thoughts on “Pepuyu Bebanam dan Daun Kelakay, Kuliner Khas Banjarmasin

  1. Aku jg waktu pertama kali membersihkan ikan ini tanganku kena mata ikan (gegara kena durinya) makanya jera dah, harus bawa sarung tangan supaya ga licin. Aku moody sih kalo masalah minyak gas, kadang kalo lg ‘dapet’ pernah jg nyiram minyak gas hampir 1 gelas

  2. Suka menyerah duluan kalau sudah masalah siang-menyiangi papuyu nih, lebih rela ngulek sambal banyak2. Durinya itu loo.. Hihiii. Makanya kalau ditempat mertua biasanya beliau yang ngurus Iwak, aku ngulek sambal. #untungmertuakusabar
    Eh, Sistemku pas membakar jua masih siram pakai minyak gas, hahahaa, newbie woy newbie

Komentari dong sista

IBX598B146B8E64A