Browsed by
Tag: review gendongan Ultimo cuddle me

Pengalaman Memakai Gendongan Ultimo dan Lite dari Cuddle Me

Pengalaman Memakai Gendongan Ultimo dan Lite dari Cuddle Me

“Ternyata, memeluk bayi itu bikin ketagihan..”

Itu yang aku rasakan sejak menimba ilmu baby wearing secara diam-diam di grup Indonesian Baby Wearers.

Yaa.. Sejak hamil Humaira, diam-diam aku bergabung dalam grup tertutup ini. Awalnya cuma iseng sih. Lama-lama, ketika aku sering melihat action pict para emak-emak dengan gendongannya ada pertanyaan lugu dalam hatiku.

“Kok sepertinya menggendong ini terlihat seperti seni yang baru ya.. Hihi.. “

Iya, aku menyebutnya seni karena aku baru tau dengan berbagai jenis gendongan di grup ini. Sebutlah itu Ring Sling, Baby Wrap, Onbuhimo serta SSC. Akupun juga baru tau kalau teknik menggendong itu bermacam-macam. Bahkan diam-diam aku juga sering manggut-manggut melihat berbagai tutorialnya.

FYI, aku adalah seorang silent reader di grup itu. Yang bahkan jujur saja ya.. Aku bahkan tidak pernah menyumbangkan like dengan jempolku sekalipun. Haha. Aku tidak pernah posting action pict disana. Aku juga tidak pernah bertanya. Aku hanya membaca berbagai catatan penting dan yaah.. Kupikir dengan berbulan-bulan menimba ilmu disana paling tidak aku paham dengan posisi ternyaman dalam menggendong. Sebutlah Itu M-Shape.

Ternyata Begini Posisi Menggendong Ternyaman itu

Selama berbulan-bulan aku berada di grup IBW, aku tidak pernah memberanikan diriku untuk action pict maupun bertanya. Jangan tanya kenapa. Aku punya sedikit trauma bertanya dengan banyak member emak-emak di dalamnya. Dan dari melihat berbagai post aku cukup banyak belajar. Bahwa ada saja emak-emak yang komentarnya cukup menyakitkan hati ketika ada yang bertanya polos tentang gendongan NBC. Entah kenapa, itu sudah membulatkan tekadku bahwa aku tidak akan pernah action pict di grup ini. Cukuplah grup Support ASI dan grup lainnya menjadi pembelajaran bahwa jangan pernah bertanya kebodohan ditengah-tengah emak-emak yang sudah pintar. Hahaha

Aku lebih memberanikan diri bertanya secara personal dengan yang ahli. Bagiku itu terasa lebih nyaman. Entah kenapa, kalau ada yang julid dengan pertanyaanku.. Aku malah malas sekali melanjutkan ilmu disitu. Jadi, Orang-orang yang aku tanyakan tentang ilmu ini pun adalah orang yang aku rasa baik.

Lewat berbagai tulisan blogger di google dan grup IBW aku mulai paham bahwa posisi M Shape adalah posisi terbaik yang membuat Bayi merasa sangat nyaman. Posisi yang terlihat ngangkang ini sebenarnya merupakan posisi yang sama ketika kita menggendong bayi dengan tangan saja. See? Sama kan?

Niat mengedukasi tapi yang digendong anaknya mereng2 pas gak pakai gendongan.. 😂

Tapi yaa.. Entah kenapa kalau dipakai dengan gendongan.. Posisinya terlihat ngangkang. Sehingga para orang tua sering memberikan reaksi ‘terkejoed’. Dan langsung ngomong..

“Itu gak papa ya kaki anaknya ngangkang gitu?”

“Itu umur berapa sih anaknya? Kok sudah digendong gaya begitu?”

“Pokoknya kalau nanti anak kamu kakinya ngangkang jangan salahin orang loh. Kamu sendiri dibilangin bla bla bla.. “

Apa tanggapan kita ketika mendengar itu? Ya udah.. Senyumin aja.. Hihi. Mereka itu enggak tau ilmunya. Jadi mah santai aja. Aku begitu sebenarnya kalau orang tua yang bilang. Kalau dengan omongan orang tua begitu saja tersinggung lantas apa bedanya kita sama para emak yang suka julid dengan emak lain yang memakai gendongan NBC?

Dibanding marah mencak-mencak. Mending jelaskan saja para orang tua itu pakai gambar diatas sambil berkata.. “Gimana? Sama aja kan sebenarnya sama gendong pakai tangan? Cuma kalau pakai gendongan Ibunya jadi enggak capek.. Hehe.. Bayinya juga berada lebih nyaman karena posisinya seperti dalam perut ibunya. Nah kan langsung tidur si bayi saking keenakannya.. Lihat deh.. Gak percaya? Cobain deh.. “

Alasan Aku Memilih Gendongan SSC

Dari beberapa action pict di grup IBW.. Serta dari berbagai tutorial yang aku lihat serta tidak lupa yang paling penting yaitu survey harga (haha).. Aku akhirnya memutuskan untuk memilih jenis gendongan SSC (Soft Structur Carrier)

Alasan pertama adalah karena aku sangat newbie dalam hal ini. Jadi ya aku mah pilih yang praktis-praktis aja. SSC dikenal gampang memakainya untuk emak yang mobilitasnya lumayan tinggi seperti aku.

Alasan kedua adalah karena SSC gampang sekali menyettingnya. Tinggal atur tali di bagian pinggang dan punggung. Set set set.. Ciat.. Udah deh. Jujur aja, aku kalau liat emak-emak pakai baby wrap suka ngiler. Tapi malas sekali belajar memakainya. Haha

Alasan ketiga adalah.. Karena SSC harganya juga terjangkau. Iya, berterima kasihlah sekarang sudah banyak SSC lokal yang harganya masih bisa dijangkau emak-emak golongan menengah ini. Kalau SSC non lokal emak angkat bendera putih aja dah. Enggak kuat beb. Apalagi kalau mengajukan anggaran khusus ke suami hanya untuk perihal beli gendongan. Bisa-bisa emak ditanyain dengan wajah gemes, “Mau beli gendongan atau kredit motor beib?”

*yah.. Begitulah lelaki.. Liat cewek koleksi lipstik yang warnanya sama semua aja dia bingung. Apalagi beli gendongan mahal. Bingung dia.. Gak masuk di logikanya. Hahaha..

Pengalaman Memakai Gendongan Cuddle Me Lite

Humaira sekarang udah 1 tahun. Dan aku baru berani nulis pengalamannya disini. Padahal, gendongan ini sudah aku beli sejak Humaira umur 4 bulan.

Btw, ini cerita pengalaman loh ya.. Bukan review. Soalnya aku merasa bukan emak yang pantas untuk memberikan sebuah review ‘detail’. Karena aku pun masih belajar. Hehe

Gendongan SSC merk Cuddle Me versi Lite ini terasa cukup nyaman buat aku yang baru mengenal ilmu pergendongan. Ya eyalah, ini pertama kalinya beli SSC. Gendongan ini bisa dipakai dari umur bayi 4 bulan dan BB minimal 7 kg.

Awal-awal agak kudet juga sih nyetingnya.. Berpikir kok agak pegel juga ya punggung. Eh ternyata, kalau tali bagian punggung ini diturunin rasanya jadi enak. Konon ada juga emak-emak yang lebih enak talinya agak diatas. Dan aku pun mengambil kesimpulan kalau kenyamanan orang beda-beda.

Buat aku gendongan ini standar nyamannya B. Yang aku suka, gendongan ini punya hoodie yang berguna sekali untuk menyusui. Tinggal longgarkan tali dibagian perut hingga kepinggang atau posisi mulut bayi sudah di payudara lalu tutupi dengan hoodie. Sangat membantu dikala ingin menyusui ditengah umum tanpa terlihat seperti menyusui. Hehe…

Gendongan ini dapat dipakai dengan 3 posisi. Meski aku hanya sering memakai 2 posisi saja yaitu Front Facing In dan Back Carry. Bagiku, posisi ternyaman adalah Back Carry.

Sebenarnya, ada gendongan yang lebih nyaman untuk Back Carry yaitu Onbuhimo, bisa juga Baby Wrap dengan teknik back carry. Untuk Gendongan Cuddle Me ini kurang nyaman bagi bayi untuk posisi backcarry karena posisi kepala bayi kurang tinggi. Sehingga, kalau bayi tertidur kepalanya jadi.. Yaaa.. Gitu deh. Haha..

Biasanya, posisi backcarry sangat aku andalkan jika banyak pekerjaan di rumah. Sambil ngepel lantai, nyapu, memasak.. Aku bisa dengan nyaman mengerjakan semuanya dengan menggendong posisi backcarry. Tapi, itu aku lakukan jika bayi tidak tertidur. Karena kasian juga kepalanya.

Sedangkan untuk jalan-jalan aku biasa memakai posisi Front Facing In. Ini adalah posisi ternyaman antara Ibu dan Bayi. Menggendong berjam-jam lamanya? Ikut event blogger? Ikut sosialita? Hayyuk.. Hajar semua. Haha.

Tadinya, aku ingin setia hanya memakai Cuddle Me Lite saja seumur hidup. Kupikir yaaa.. Ngapain punya banyak gendongan. Toh bentar juga si bayi bisa jalan. Eh ternyata, ideologiku runtuh juga. Yaa.. Siapa suruh kepo dengan kelakuan konsultan menggendong. Akhirnya dapat racun baru kan.

Pengalaman Memakai Cuddle Me Ultimo

Ultimo, Gendongan yang tumbuh bersama bayi

Racun itu bernama Ultimo. Gendongan yang konon dapat dipakai dari New born hingga anak gede. Hingga iseng aku menggoda pica..

“Hei pica.. Kalau mau digendong mama bisa kok. Ini mama ada gendongannya.. “

Dan Pica pun berogah-ogah ria sambil kukejar…

Yaa.. Anakku yang pertama itu kadang suka iri dengan adiknya. Jadi sesekali boleh lah digodain begitu ya. Supaya dia merasa diperhatikan. *apaan sih ya.. Tulisannya nyorcol kesana kemari..

Alasan aku membeli Ultimo ini karena sebenarnya.. Aku gak mau keracunan beli gendongan lagi. Sumpah akutuh bukan tipe banci dalam  hal beginian. Jiwa pengiritanku selalu menjerit.. *manja

Karena aku tau Cuddle Me Lite ini gak bisa selamanya dipakai. Akan ada masanya kaki Humaira mulai memanjang dan bagian itu (apa sih namanya hei?).. Ah.. Dudukannya.. Body Panel ya? Haha.. (Doh.. Kan kan kubilang juga apa.. Ini bukan review.. Tapi pengalaman.. 😂).

Iya jadi bagian body panelnya si Lite itu gak bisa dilebarkan layaknya si Ultimo. Akan tiba saatnya kaki anak terasa gantung saat digendong. Kitanya enggak capek sih sebagai penggendong. Yang kasian itu si anak. Makanya Cuddle Me juga menyediakan atribut berupa footstrap yang dijual terpisah. Tapi kan mana mau emak beli gitu aja di online. Secara ekonomi, itu buang-buang biaya ongkir.. Haha.. Alesan.

Alasan kedua ya lumayan buat ganti-ganti gendongan. Selama anak aku ketagihan digendong ini.. Mau enggak mau aku juga harus rajin membersihkan gendongan. Jadi kalau gendongan yang satu dicuci masih ada gendongan yang lain.

Alasan ketiga karena buat ganti gaya aja. Lumayan lah emak-emak yang kadang punya gaya mood swing tinggi. Bosan kalau pakai itu lagi.. Itu lagi.. Paling enggak kalau punya dua gendongan kan ada juga variasinya. *karena hidup perlu banyaaak rasaa.. Eaa

Minusnya, aku harus rela mengeluarkan uang yang menurutku lumayan banyak. Hiks. Iya kalau si Lite harganya cuma 250ribu, sementara si Ultimo 560ribu. Dan ingat, itu belum termasuk ongkir sebanyak 2 kg ke banjarmasin buk!

(Huft. Untunglah duit ngeblog lumayan membantu. Biar tulisannya enggak karuan begini.. )

Selama 7 bulan memakai Ultimo, ada kenyamanan spesial yang aku dapat sih.

Pertama, Ultimo ini lebih Snug rasanya. Kalau kata konsultan menggendong itu.. Lebih dapet TICKS-nya.

Kedua, Kain Ultimo ini lebih nyaman dibanding Lite. Kalau harinya agak panas, aku lebih suka pakai Ultimo dibanding Lite.

Ketiga, untuk posisi backcarry maupun Front Facing In.. Lebih dapet si Ultimo. Lebih snug aja. Dan kepala bayi lumayan bisa ditopang lah ya. Walau masih gimana juga kalau dia lincah. Hihi

Keempat, Ultimo ini bisa dipakai posisi Facing Out juga. Lumayan buat jalan-jalan sama bayi sekalian bereksplorasi. Memang memggendong Facing Out begini enggak boleh lama-lama, maksimal cuma 30 menit katanya supaya si bayi enggak over stimulated. Menggendong posisi Facing in lebih direkomendasikan.

Kelima, Ultimo ini benar-benar work sepanjang usia bayi. Maksudku, ini benar-benar gendongan yang recomended buat kamu yang ingin punya gendongan sekali seumur hidup. Karena benar-benar gak ada ruginya. Dari umur 4 bulan sebenarnya Humaira itu beratnya masih kurang dari 7 kg. Sehingga versi lite kadang masih over spread. Jadi ketika memakai Ultimo lebih terasa snug dan nyaman. Dan hingga Humaira umur setahun dan memiliki kaki yang semakin panjang.. Ultimo masih selalu bisa digunakan. Karena bagian body panel nya bisa di setting panjang pendeknya. Juga bagian lehernya, bisa dikecilkan dan dilebarkan.

Plus Minus Cuddle Me Lite vs Ultimo

Hmm.. Apa ya Plus minusnya? Buatku semuanya punya kelebihan dan kekurangan sih. Nah, kalau mau tau lebih rinci nya begini:

1. Lite lebih murah dibandingkan Ultimo.

Jelas ya.. Diatas sudah aku sebutkan, lite harganya cuma 250ribu, sedangkan Ultimo harganya 560ribu.

2. Lite lebih gampang menyettingnya.

Ini sih yang sering aku temui dikalangan emak-emak, mereka bilang lite lebih gampang nyettingnya. Kalau menurut aku sih wajar ya gampang, karena ini type standar kan yang mana memang didesain buat bayi sejak umur 4 bulan sampai 20 kg. Beda dengan Ultimo yang punya banyak settingan untuk bisa menyesuaikan. Tapi, menurutku settingannya gak rumit amat. Cukup 2-3x melihat tutorial menggendong di youtube ala konsultan gendong.. Dijamin sudah mengerti. Jangan lupa latihan sedikit-sedikit.


3. Lite perlu aksesoris khusus untuk bisa dipakai disemua usia

Iya, si lite ini sebenarnya bisa dipakai dari newborn hingga toddler. Kalau dari New born harus punya infant insert untuk tambahannya. Pun kalau mau memakai hingga toddler, perlu membeli footstrap agar kaki bayi tidak menggantung. Cuma yaa.. Ribet. Haha. Kalau Ultimo kan praktis ya, tinggal disetting bagian body panel dan settingan lainnya.

Kalau aku sendiri, lebih merekomendasikan beli Ultimo dibanding lite. Karena ketika umur Humaira satu tahun ini, aku merasakan sendiri kakinya sudah agak panjang dan posisinya jika memakai gendongan cuddle me lite sedikit kurang M-Shape. Mungkin sekitar 3-4 bulan lagi, kakinya bakal gantung dan membutuhkan footstrap supaya tidak pegal.

Disamping itu, kalau membeli gendongan yang support dari newborn hingga toddler.. Maka ketika punya newborn lagi jadi masih bisa dipakai deh.. Ya kaaaan? Hahahaha.. (Ada yang ketagihan punya newborn)

Jadi, pengalaman menggendong apa yang kalian punya mak? Gendongan apa yang jadi favorit selama ini? Sharing yuk!

(Ditulis oleh emak-emak yang mau beli gendongan SSC support newborn hingga toddler buat gantian.. tapi meringis melihat harganya.. 🤣)

IBX598B146B8E64A