Browsed by
Author: utariaswinda

Pembelajaran Berharga dari Buku Serial Anak Mamak – Tere Liye

Pembelajaran Berharga dari Buku Serial Anak Mamak – Tere Liye

Siapa yang tidak kenal dengan Penulis bernama Tere Liye?

Tidak kenal?

Ya.. Sebenarnya, saya juga belum berkenalan..😅

Cukup lah sok kenal karena sudah membaca beberapa bukunya. Sebut saja itu Negeri Para Bedebah, Negeri di Ujung Tanduk, Bumi, Bulan, Matahari, Bintang, Hujan, Pulang, Tentang Kamu dan buku terakhir yang saya baca adalah.. Serial Anak Mamak..

Serial Anak Mamak sendiri terdiri dari 4 Buku berjudul Pukat, Burlian, Eliana dan Amelia.

Kisah masing-masing bukunya adalah tentang para anak mama. Yang mana ‘Anak Mamak’ tersebut menceritakan kehidupannya masing-masing dari mulai kecil dengan latar hidup penuh nilai kesederhanaan, tantangan, cita-cita hingga kilasan epilog tentang masa depan.

Buku ini terlihat sederhana. Tapi nilai-nilai yang dapat diambil dari buku-buku ini… Sungguh Luar Biasa.

Anggap saya lebay. Tidak punya selera. Dan membandingkan dengan buku Tere yang lain yang mungkin yaah.. Lebih baik. Tapi buat emak-emak seperti saya, buku ini sungguh sangat memberikan pembelajaran. Baik itu pembelajaran sebagai Ibu maupun sebagai Anak.

Ada beberapa pembelajaran berharga dari buku ini, antara lain:

Jangan Pernah Membenci Mamak, JANGAN PERNAH

“Jangan pernah membenci mamak kau. Karena kalau kau tahu sedikit saja apa yang telah seorang ibu lakukan untukmu, maka yang tahu itu sejatinya bahwa belum sepersepuluh dari semua pengorbanan, rasa cinta serta rasa sayangnya pada kalian”

Jangan Pernah Merasa Mamak Kejam, Mamak Selalu Sayang.

Sedih rasanya jika pernah terbesit merasakan hal ini. Nyatanya aku pernah merasakan ini. Merasa bahwa seorang mama itu cerewet, suka mengomel, suka membatasi ruang gerakku. Segalanya diatur.

Namun itu adalah perasaan wajar. Sangat wajar jika pada masa anak-anak kita merasakan hal ini. Bahkan dalam masing-masing buku Pukat, Burlian, Eliana dan Amelia ada bab khusus yang membahas tentang ini.

Berjudul “Kasih Sayang Mamak”

Membaca judul ini sukses membuat ku baper parah disetiap bukunya. Lihatlah, semua Mama itu sama. Orang yang terlihat kejam dimata anak-anak kita. Namun selalu memeluk dan meminta maaf kepada kita. Jangan pernah memasukkan dan memendam rasa sakit dengan segala amarah orang tua kita, memasukkannya pada innerchild negatif kita.

Ingatlah mereka tidak kejam. Mereka Sayang. Sangat sayang. Mereka marah karena terlalu menyayangi kita.

Jangan Pernah Merasa Mamak Tidak Adil

Aku baru menyadari, biarpun kita sebagai Anak Sulung, Anak Tengah, maupun Anak Bungsu sekalipun.. Ternyata rasa iri itu selalu ada.

Anak Sulung selalu merasa bahwa ia mendapat tugas paling berat. Sebagai Role Mode bagi adik-adiknya. Sebagai asisten emak. Sebagai segalanya. Sangat berisiko untuk merasa iri kepada para adik-adiknya.

Anak Tengah selalu merasa dibayang-bayangi oleh kesempurnaan kakaknya. Merasa cemburu ketika ia merasa dibandingkan. Ia mencoba menjadi Role mode kedua yang bersaing dengan Kakaknya untuk mendapatkan perhatian Orang Tua dan Adiknya.

Anak Bungsu? Ya, aku tak menyangka ternyata anak bungsu pun bisa saja merasa tidak diperlakukan adil. Anak bungsu cenderung menginginkan kekuasaan anak pertama. Yang bisa memerintah para adik-adiknya. Ia selalu merasa menjadi ‘kaum terjajah’ oleh kakak-kakaknya sendiri yang lebih dewasa.

Rasa iri itu ternyata bisa terjadi pada setiap anak. Adalah Tugas berat bagi seorang Ibu untuk ‘terlihat’ adil memperlakukan anak-anaknya.

Buku ini mengajarkanku bahwa sejatinya mama selalu sayang semua anaknya. Ia tak pernah pilih kasih. Semua anak sama. Namun job description untuk masing-masing anak memang ‘harus berbeda’.

Kalian akan sangat paham jika sudah membaca tuntas buku-buku ini.

Setiap Anak itu ‘Spesial’, biarkan mereka menjadi diri mereka sendiri

Aku sangat salut setiap kali Tere Liye menemukan Karakter utama untuk buku-bukunya. Bagiku, butuh keahlian khusus dalam menjiwai karakter pada sudut pandang orang pertama. Aku sendiri lebih merasa nyaman jika menulis karakter utama yang memiliki sifat mirip denganku. Alasannya sederhana, aku tidak punya banyak teman nyata yang bisa kujadikan ‘contoh baik’ yang membuatku terinspirasi.

Tapi lihatlah keempat karakter yang dia ciptakan pada serial anak mamak..

Pukat si Pintar

Burlian si Anak Spesial

Eliana si Pemberani

Amelia si Teguh Hati

Empat anak spesial yang punya bakat dan sifat berbeda. Tidak seperti Griffindor, Slytheryn, Revenclaw, dan Hufflepuff yang selalu turun menurun memiliki sifat sama disetiap aliran darah keluarga. (apaan sih kok nyambung ke Harry Potter? 😌)

PR besar bagi seorang ibu untuk memahami bakat dan minat pada anaknya. Sungguh PR besar.

Namun, ada satu hal yang aku garis bawahi pada hal ini, yaitu sebagai Ibu kita tidak boleh membandingkan anak satu dengan anak yang lain. Pun jika salah satu anak berprestasi, jangan terlampau membanggakannya dan menyuruh anak lain seperti anak itu pula. Karena hal inilah yang biasanya membuat anak kehilangan minat terbesarnya.

Bayangkan saja jika Mamak pada serial anak Mamak ini terlalu membanggakan Pukat si Pintar? Betapa iri anak-anak lain yang tidak sepintar pukat. Bukankah ini sering terjadi di sekitar kita? Ketika memiliki salah satu anak pintar, seorang mama sangat berpotensi untuk menyuruh anak-anak lain belajar ‘sepertinya’. Agar dapat ‘Juara’.

Penulis tidak mengungkapkan dengan detail apakah setiap anak selalu juara kelas. Seingatku, hanya Pukat dan Eliana yang merupakan juara kelas. Sementara Amelia punya bakat unik tersendiri.

Mereka berempat memiliki cita-cita yang berbeda dan mereka menyenangi jalan itu karena menyadari minatnya masing-masing.

Tugas orang tua?

Hanyalah bertanya, “Apa cita-citamu?” kemudian mendukungnya.

Bukan menyamaratakan bakat setiap anak bahwa mereka ‘harus juara kelas’.

Cause Everychild is Special..

Kesederhanaan adalah Pisau Pembelajaran Terbaik

Hal yang sangat aku sukai dari ‘Keluarga Anak-anak Mamak’ adalah mereka hidup dengan kesederhanaan namun terasa sangat bahagia. Mereka cuma punya sedikit waktu untuk nonton TV karena tidak tersedianya listrik di kampung mereka. Kehidupannya terbilang klasik. Memasak memakai kayu bakar, bermata pencaharian sebagai petani, sekolah di SD Sederhana yang hanya memiliki satu guru untuk semua kelas. Namun mereka sudah cukup bahagia dengan semua itu.

Hiburan bagi anak-anak desa adalah bermain dengan alam. Berenang di sungai, berjalan di hutan, membuat perahu otok-otok, memancing, mencari batu sungai, memetik jamur. Alangkah senangnya jika hiburan anak sekarang dapat seperti itu saja ya? Selain kita tak perlu menemaninya berlebihan dan tentunya hiburan seperti ini jauh lebih hemat. Haha

Dibalik hidup yang penuh kesederhanaan, pernahkah mereka merasa tidak adil dengan keterbatasan? Tentu pernah.

Pukat dan Burlian yang selalu protes saat dipaksa menghabiskan nasi kecap setiap hari. Eliana dan teman-teman yang merasa kecewa saat hujan semalaman merusak kelas tua mereka dan menghancurkan karya koleksi herbarium yang telah susah payah dibuat oleh mereka. Amelia yang.. Harus hancur segala kerja keras bersama teman-teman karena bencana banjir yang melanda kampung mereka.

Tapi semua keterbatasan itulah yang membuat mereka menjadi pribadi yang kuat. Pukat dan Burlian yang disuruh mamak untuk membuka lahan dan merasakan betapa sulitnya proses menanam padi hingga menjadi beras, membuat mereka begitu menghargai setiap butir nasi yang ada. Eliana yang memiliki cara baru untuk terus menunjukkan yang terbaik, keberaniannya telah mengalahkan tantangan apapun. Amelia, si teguh hati. Walaupun karyanya hancur namun ia memiliki kesabaran yang tak terbatas, ikhlas dan terus dapat move on untuk langkah kehidupan yang lebih baik.

Kesederhanaan dan keterbatasan adalah Pisau terbaik untuk melawan dunia. Ia mengembangkan kreativitas, kepedulian, dan rasa syukur.

Hal ini membuatku sangat bertanya-tanya dengan kehidupan ‘zaman now’. Apakah masih ada lingkungan sederhana yang menyenangkan? Lingkungan yang betul-betul dapat membentuk pribadi yang baik. Jikapun ada tentu mustahil akan begitu sempurna layaknya buku ini. Hei, bukankan aku sewaktu kecil juga tinggal ‘di desa’? Ah, iya. Ini mimpi. Itu buku fiksi.

Tentang Guru Terbaik

Abaikan kalimat terakhirku di bagian kesederhanaan. Aku memang sengaja menuliskannya dengan begitu janggal. Karena pada kenyataannya kesederhanaan memang pisau pembelajaran terbaik, namun hal yang benar-benar ‘mengasah pisaunya’ adalah guru terbaik.

Pukat, Burlian, Eliana dan Amelia hidup dikelilingi oleh guru-guru terbaik. Siapakah mereka?

Mama yang memiliki keteguhan hati, kasih sayang tak terbatas, pemberani, dan tangkas dalam segala hal. Ayah yang selalu memberikan nasehat-nasehat terbaik dan hukuman terbaik. Pak Bin, satu-satunya guru SD di kampung untuk semua kelas yang selalu mempunyai ide cemerlang untuk setiap pembelajaran. Wak Wati, Tante Bijak yang selalu pandai menasihati dan memberikan teka-teki kebaikan. Serta Nek Kiba, Guru mengaji yang mengajarkan nilai kehidupan serta keagamaan pada jiwa anak-anak.

Mereka berempat dikelilingi oleh keluarga yang baik dan tumbuh berkembang bersama guru-guru terbaik. Alangkah senangnya.

Betapa sering kita mendapatkan guru yang suka memandang remeh kearah kita saat tak bisa mengerjakan sesuatu? Bukannya memperbaiki masalahnya, malah memperendah semangat murid dengan kata-kata sindiran.

Betapa sering kita mendapatkan guru yang hanya membanggakan murid-murid pintar? Berpaling mata pada murid yang hanya menonjol pada pelajaran kelas rendah.

Betapa sering kita mendapatkan guru yang tidak inovatif. Menyuruh menghafal dan menghafal lalu mengabaikan pemahaman yang benar.

Namun, dari semua guru yang ‘kurang’ kita sukai.. Pasti ada seseorang yang sangat mulia. Seseorang yang dititipkan Tuhan untuk benar-benar memahami kita. Pernah bertemu dengan orang itu? Aku yakin setiap orang pasti punya. Minimal satu, bukan?

Bagaimanapun Guru.. Hargailah mereka, hormati semua guru. Karena merekalah yang mengasah ilmu kita. Mengasah pisau perjuangan hidup kita kelak di masa depan

Semoga kelak anak kita dapat tumbuh dan hidup sebaik novel Fiksi ini. Buku ini memang fiksi. Tapi buku ini adalah pembuka pembelajaran terbaik bagiku..

Seorang Ibu baru yang ingin dicintai anak-anaknya..

Tentang Sebuah Penerimaan yang Benar dari Seorang Ibu

Tentang Sebuah Penerimaan yang Benar dari Seorang Ibu

Pernahkah merasa bahwa kehidupan itu sejatinya tidaklah lurus?

Ia selalu menghadapkan kita pada pilihan.

Pilihan itu tidak cukup sekali.

Ia bercabang.

Lagi, lagi dan lagi.

Tiada habisnya.

Dan terkadang. Pilihan itu membuat pola tujuan kita berubah. Cita-cita yang berbelok dan terus berbelok. Sehingga kadang kita bertanya-tanya, “Masihkah aku dijalan yang benar? Sudah seberapa jauh aku dari tujuan awalku?”

“Apakah Passionku sudah sedemikian terdepresiasi?”

Ya, Pertanyaan tidak asing bagi seseorang yang telah membagikan seluruh hidupnya untuk mengabdi menjadi Ibu Rumah Tangga ‘Sejati’

Sebenarnya, Apa Passion Itu?

Seseorang berkata padaku, “Jika kau mengerjakan sesuatu selama berulang-ulang. Tiada bosannya. Bahkan ingin selalu meningkatkan kualitas dari pekerjaan itu. Kemudian, kamu senang melakukannya. Kamu bahagia untuk itu. Maka hal yang telah kau lakukan adalah Passion. Senjata yang membuatmu dapat menghadapi dunia.”

Passion adalah salah satu makanan batin untuk bertahan hidup. Passion adalah skill menyenangkan untuk menghadapi dunia.

Maka, bohong besar kalau selama manusia hidup ia tak pernah memiliki kesenangan hal yang dilakukan. Tidak punya hoby. Tidak punya bakat. Tidak punya tujuan. Bohong besar.

Seseorang yang telah kehilangan passionnya berarti ia tidak punya makanan batin untuk dirinya sendiri. Hei, benarkah itu?

Bagaimana Jika Passion kita Terkubur?

source: dream dictionary

Kadang, pilihan itu sulit. Bercabang. Membuat masalah-masalah baru. Memaksa kita untuk beradaptasi. Berubah. Berubah dan terus berubah. Syukurlah jika dari ulat menjadi kupu-kupu. Tapi bagaimana jika perubahan ulat menjadi kepompong telah memakan waktu terlalu lama? Tidur lama yang membuat kita lupa. Untuk apa sebenarnya kulit kepompong ini menyelimuti kita?

Masa Kepompong adalah Masa yang tidak bisa dihindari..

Terkuburnya Passion bagi seorang Ibu adalah masa kepompong. Masa yang bagi mereka ‘kita telah hilang’ tapi sebenarnya kita tidaklah hilang, kita hanya mengubur passion yang biasanya. Mengubah passion dan mendalami makna baru fase kehidupan bagi seorang ibu.

Yaitu, mengerti arti dari pengorbanan.

Bagaimana bisa seseorang yang dulunya ketika remaja begitu lincah kesana kemari, mengejar ini dan itu lantas kemudian menjadi ‘upik abu’ di rumahnya sendiri?

Karena ia memiliki si mungil yang membutuhkannya. Makhluk kecil yang selalu mengikutinya kemana saja. Memanggil dan menangis menyebut nama kita yang tak lagi berupa ‘nick name’ tapi…

“Mama..”

Ya, kita memang bukan diri kita yang dulu. Bukan seorang gadis yang memiliki kebebasan. Tapi kita lebih dari itu. Kepompong yang berdiam diri dalam selimutnya. Membentuk dirinya yang baru.

Karena untuk mengerti arti ‘pengorbanan’ itu tidaklah mudah.

Ya, kadang kita harus mengganti passion menjadi hal yang lebih terlihat berguna.

Menyapu, menyusui, memasak, mengepel, mencuci, lantas berbolak-balik lagi. Siklus rutinitas yang tiada habisnya. Bukan tidak mungkin passion dan kesenangan yang dulu tidak terdepresiasi.

Lalu, merugikah kita akan hal itu? Menyesalkah?

Percayalah, Perempuan adalah Makhluk Multitalenta. Hilang Satu Passion.. Tumbuh Seribu

Mama pernah berkata padaku, “Nanti kalau kamu udah jadi Mama juga baru ‘merasa’..”

Kalimat sama yang berulang-ulang bagai kaset rusak yang selalu aku abaikan maknanya ketika remaja dulu. Mama adalah penceramah nomor satu dalam hidupku. Siapa sangka kata-kata cerewetnya kini menjadi panduan dalam kehidupan rumah tanggaku.

Tidak pernah ada cerita bahwa seorang Ibu kehilangan Passion. Yang ada, seorang Ibu kehilangan dan lupa ‘tujuan yang benar’

Merasakan passion yang sedikit demi sedikit mulai terdepresiasi itu tentu pernah aku rasakan. Beberapa bulan lalu aku bahkan kesulitan untuk memasukkan pos neraca dalam CV kami. Woi, bukannya aku dulu gampang sekali membuat basic kerjaan akuntansi ini?

Aku bahkan blank saat mengurus pajak dan menyadari melupakan segala teorinya. Hei, bukannya dulu aku hapal pph sekian sekian?

Otak ’emak-emak’ ku mulai tak sengaja membuang memory akuntansi dan memasukkan memory baru. File parenting, resep masakan, metode baking, jejalan virus drama korea yang tak sengaja aku jadikan ‘me time’ dikala melipat baju dan menyetrika. Mana mungkin aku mengingat-ngingat kembali pelajaran dahulu?

Apakah akuntansi berguna untuk kebahagiaan kehidupan rumah tanggaku? Tidak sepenuhnya. Ia hanya berguna sebagai catatan pertanggungjawaban keuangan rumah tangga. Untuk memanajemen keuangan rumah tangga? Aku sang manajer bukanlah berkostum rapi bak sekretaris perusahaan. Tapi menjadi ‘Upik Abu’. Ya, profesi yang konon merupakan profesi ‘Emak Maha Benar’. 😂

Dan tanpa sengaja, profesi itu telah membuatku menjadi makhluk multitalenta.

Tidak mengapa passionku yang dulu telah menghilang, ucapkan selamat tinggal pada impian menjadi bintang kelas di kelas selama-lamanya. Itu sudah berlalu. Tidak perlu disesali, tidak perlu dikejar berlebihan. Seperlunya saja.

Passion Ada Dimana-mana. Ia Berkembang Sesuai Kebutuhan Orang yang Kita Sayangi

Jika kalian bertanya siapa orang paling ‘labil’ di dunia maka mungkin jawabannya adalah aku.

Aku tidak punya cita-cita ‘spesial’..

Dulu, ketika mama bertanya padaku apa cita-citaku aku tak bisa menjawab secara pasti apa itu sebenarnya.

Ketika mama menginginkan Anaknya berstatus sosial diatasnya maka aku memimpikan diri menjadi hal itu. Apapun itu dengan seragam yang lebih keren dibanding Guru TK. Entah itu Polwan, Dokter, ataupun yah artis mungkin. Haha

Cita-citaku selalu berubah. Suatu hari aku memutuskan memasuki jurusan akuntansi karena alasan yang simple. Ingin kaya. Ingin membahagiakan mama dengan high status dan kekayaan. Simple.

Namun suatu ketika cita-cita itu berubah (lagi) ketika aku bertemu teladan yang baru. Ya, jatuh cinta dengan salah seorang pengajar di kampusku mengingatkan dan menyadarkanku akan keinginan sejak kecil dahulu yang terkubur oleh sisi materialisme. Sejatinya cita-citaku sejak kecil ingin menjadi panutan. Ingin menjadi role mode bagi siapapun. Ingin menjadi bintang kelas selama-lamanya. Ingin menjadi Guru.

Terlalu banyak cerita tentang hal ini. Kalian bisa membaca banyak cerita tentang perjalanan hidupku pada catatan cengeng dibawah ini:

“Mama, maafkan Anakmu hanya bisa Menjadi Ibu Rumah Tangga saja”

“Mengapa aku harus membenci mertuaku?”

“Sepenggal cerita tentang seorang Ibu yang mencari kebahagiaan”

Sudah dibaca? Belum?

Jika sudah, maka tentu kalian mengerti mengapa akhirnya aku memutuskan untuk ‘Hanya Menjadi Ibu Rumah Tangga’

Bagi perempuan pilihan itu sulit, pilihan berkembang sesuai dengan keinginan untuk membahagiakan orang yang ia cintai. Seorang Ibu tidak akan memilih pilihan yang hanya membahagiakan dirinya sendiri (saja).

“I dont have Any Passion, I’m Divergent”

Aku tidak punya passion khusus. Tapi aku punya tujuan. Tujuanku adalah Membahagiakan Keluargaku. Menjadi kebanggaan mereka dan mewariskan kebaikan. Karena semuanya akan hilang. Yang tetinggal hanyalah kebaikan.

Belajar Menjadi Air, Arti Penerimaan yang Benar

Akan tiba suatu hari kau belajar arti penerimaan tertinggi dalam kehidupan. Diam jika terbawa arus, mengalir, namun tetap tenang.

Sebagian akan meremehkan hal ini. Tapi kau tetap menerima. Dipakai, dicemari, tak dianggap. Namun kau tetap diam.

Membiarkan rasa panas itu. Menguapkan semuanya. Kemudian menurunkan rasa sakit itu dalam tetes-tetes hujan.

Saat itu, kau dalam level tertinggi sebuah kebijakan. Memilih menjadi Air.

source: redbuble.com

Tentu aku belum sampai kedalam tahap itu. Namun, tidak pernah ada salahnya terus belajar. Kau tidak akan percaya dengan betapa mengerikannya egoku dahulu. Namun beberapa dari hal itu telah terkikis. Kupikir pengorbanan dan cinta seorang ibu telah merubah beberapa sifat buruk itu.

Baca juga: “Hal yang telah berubah sejak aku menjadi Ibu”

Jangan Pernah Menggenggam Dunia Dihatimu, Cukup Ditanganmu saja

Bukan sekali-dua kali aku mendengar kata-kata ini. Sering, cukup sering. Bahkan setiap kali ke pengajian Guru Juhdi pada malam jum’at di Mesjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin_beliau berkali-kali mengingatkan hal ini.

Ganggam ditangan haja. Jangan di hati. Amun ikam sampai meandak ke hati segala urusan dunia ngini, lalu ngalih.

Tidak ada hal yang lebih tidak nyaman dibanding menjadi tawanan hasrat sendiri. Mungkin, antara rasa semangat, ambisi dan kerja keras itu merupakan hal yang baik tapi jika ketiganya telah melawan arti pengorbanan dan cinta.. Masihkah ketiga rasa itu bisa disebut dengan hal positif? Mungkin, penawanan oleh hasrat ini yang dimaksud Ibnu Taimiyah.

Orang yang benar-benar terpenjara adalah yang terpenjara hatinya oleh Tuhan. Orang yang tertawan adalah tertawan hawa nafsunya. (Ibnu Qayyim, al-Wabil) – Yasmin Mogahed “Reclaim Your Heart”

Ah, jika kalian pernah membaca buku Yasmin Mogahed yang satu ini kalian pasti paham apa maksud dari kata-kataku ini. Ini adalah kutipan yang aku ambil dari salah satu bab yang sangat aku sukai. Aku menyebutnya “Tentang Burung dalam Sangkar Emas” walau judul chapter aslinya berjudul “Lolos dari Penjara Terburuk”

Aku punya cita-cita kecil yang kuharap suatu saat bisa mewujudkannya.

Disuatu hari nanti, entah kapan pun itu. Aku ingin berjalan menyusuri dunia. Bukan sekedar berfoto dan mendokumentasi perjalanan. Tapi belajar. Tak berharap kuliah untuk gelar lebih tinggi. Hanya berharap bertemu banyak orang bijak. Berguru pada semuanya.

Siapapun.. Siapapun Guru yang mungkin bisa membuatku benar-benar lolos dari Penjara Terburuk.

Mini Review (Lipcream Wardah No. 18, Wardah Nutri Shine Shampoo, & Wardah Perfect Bright Moisturizer) Plus Ramadhan Gathering with Wardah Report

Mini Review (Lipcream Wardah No. 18, Wardah Nutri Shine Shampoo, & Wardah Perfect Bright Moisturizer) Plus Ramadhan Gathering with Wardah Report

Hai hai.. Kembali dengan tulisan emak tentang review produk kecantikan. Kali ini, emak mau review tentang 3 produk wardah yang baru emak dapatkan hampir 1 bulan yang lalu. Hmm.. Kenapa baru ditulis sekarang? Karenaaa.. Ini perlu proses ya mak. Review produk itu ga cukup seminggu dua minggu buat totalitas. *halah gaya kamu makk.. 😅

Mini Review 3 Produk Terbaru Wardah

Produk apa sih yang baru emak dapat? Ini diaa tadaaa…

Ngapain langsung review 3 produk bersamaan dalam satu blogpost?

Karena, praktis mak. Hahaha. Noh, judul diatas kan udah jelas namanya mini review jadi maklum lah ya kalau reviewnya sok-sok pendek. Gapapa asal berisi n to the point. Emak ga akan bahas perintilan packaging. Karena emak bukan kaum cewek yang ngeliat sesuatu dari tampilan tapi dari mutu dalem (sok-sokan mak). Nah, dari pada nyurcol mulu langsung aja ya simak 3 review produk terbaru wardah ini!

1. Wardah Nutri Shine Shampoo

Wardah embrance the natural goods and blends them with powerful actives to deliver a haircares series that truly understands you.

Nah, wardah nutrishine shampoo kali ini dibuat khusus untuk rambut yang rusak dan kusam akibat kurang nutrisi.

Produk ini mengklaim bahwa ia dapat membuat rambut tampak lebih sehat, halus, berkilau, dan mudah diatur.

Apa sih yang ada didalamnya?

Wardah Nutri Shine Shampoo ini mengandung Scentlock Fragrance dengan wangi lebih tahan lama bahkan hingga pemakaian berikutnya, menjadikan rambut terasa lebih segar dan harum sepanjang hari. Dengan paduan bahan aktif natural yang bekerja multiaksi.

Argan Oil terkenal dapat menutrisi setiap helaian rambut dan melindunginya dari kerusakan.

Grapeseed Extract membantu meningkatkan proses tumbuhnya rambut.

Ceramide membanyu kurangi tampilan rambut bercabang.

So, no more bad hair

Kesan Pemakaian

Sebelum menggunakan shampoo wardah ini masalah utama pada rambut emak adalah perasaan sumpek dengan rambut yang lumayan tebal. Ditambah keseharianku yang memakai jilbab. Panas-panasan dan keringat sudah berteman dengan rambut emak. Hal yang sangat mak butuhkan adalah bagaimana caranya agar rambut emak terasa tetap nyaman dan segar serta tetap wangi dihari berikutnya karena aku termasuk kategori emak yang males keramas tiap hari. 😅✌
Keluhan lainnya bukan karena kerusakan pada rambut, rambutku tidak mengalami kerusakan karena aku memang sangat jarang melakukan berbagai hal pada rambutku. Tapi, emak pengen rambutnya cepat panjang. Hehe.

Nah, hal yang sangat emak rasakan setelah memakainya selama 3 minggu adalah :

1. Rambut mak segar sekali saat sesudah selesai keramas. Bahkan saat emak bawa 2-3x panas-panasan dibawah sinar matahari dan memakai kerudung namun wangi dan segarnya masih terasa dirumah. Kadang, saat sore tiba itu suasana menjadi dingin dan emak malas sekali keramas. Tapi itu tidak masalah, kulit kepala masih terasa segar. Rambutpun tidak bau keringat.

2. Ehm, siapa sangka baru 3 minggu emak memakai shampoo ini dan setengah botol pun belum habis tapi rambut mak sudah bertambah panjang. Iya, yang awalnya hanya 1, 5 cm dibawah bahu kini udah bertambah hingga 2 cm dibawah bahu lebih. Shampoo ini benar-benar membuat rambut bertambah subur.

Wardah Perfect Bright Moisturizer

Siapa sangka wardah mengeluarkan varian moisturizer dengan inovasi yang berbeda. Kali ini moisturizer wardah hadir dalam inovasi skin lightening system 7 white active yang terinspirasi dari alam, bekerja sinergis dari dalam kulit (lapisan epidermis) dengan multiaksi. Produk Wardah terbaru ini memiliki SPF 28 dengan UVA dan UVB filter.

Klaim dari produk ini adalah “wajah terasa lebih halus, lembut dengan rona cerah alami bahkan sejak pertama kali pemakaian.”

Wardah Perfect Bright Moisturizer ini memiliki SPF 28 dengan multiaksi yang berguna untuk:
-Mencerahkan kulit wajah (3 tingkat lebih cerah)
-Melindungi kulit dari sinar matahari
-Menyamarkan noda hitam dan bekas jerawat
-Membuat kulit tampak lebih hakus dan lembut
-Meratakan rona kulit
-Membuat kulit lebih nyaman dengan formula yang mudah meresap
-Melembabkan kulit dan menjaga elastisitasnya

7 White Actives teruji dapat membantu mencerahkan kulit sekaligus menyemarkan noda hitam dan bekas jerawat. Kandungan didalamnya antara lain:
Vitamin B3 untuk kulit terasa lebih halus dan tampak cerah natural
SPF 28 yang membantu melindungi kulit dari sinar matahari dan polusi lingkungan yang membuat kulit kusam

Brightening Powder untuk kulit cantik seketika sejak penggunaan pertama.

Kesan Pemakaian:

Jujur ya, emak beberapa tahun ini masih maju mundur dalam menggunakan beberapa skincare wardah. Dari sunscreen sampai moisturizer harian. Beberapa skincare wardah sebagian besar tidak terlalu cocok dikulit aku. Beberapa membuat wajahku kusam, ada pula yang membuat wajahku berminyak. *honest review ya…

Saat pertama kali ingin mencoba moisturizer terbaru ini, aku mencobanya dulu ketanganku. Tidak seperti cream siang wardah sebelumnya, Wardah perfect bright kali ini memiliki tekstur langsung meresap kekulit dan tidak lengket. Dan hal yang membuatku senang adalah hasilnya langsung berasa.

Mungkin, karena didalamnya terkandung Brightening Powder, jadi kulit wajah emak langsung terlihat putih seketika dan white effect-nya ini emak suka banget karena terlihat natural.

Produk ini sering emak gunakan sesudah mandi dan memakai toner. Emak sering memakainya baik di rumah maupun di luar rumah karena sudah memiliki UV protection baik itu UVA maupun UVB. Ya, produk ini mengandung SPF 24 dan PA. Jadi, sangat praktis digunakan sehari-hari.

Wardah Lipcream No. 18 (Saturdate Night)

Sudah pernah mencoba serial lipcream wardah dari no 1-10? Sudah pernah mencoba serial lipstik wardah no 11-17? Nah, bagaimana dengan tampilan No. 18?

Yuk, baca review lipcream wardah ini di post sebelumnya secara lengkap. Karena disini aku hanya membahas tampilan No. 18 saja ya.. 😉

Baca juga: Review Lipcream Wardah No. 3, 4, 5, dan 8

Baca juga: Review Lipcream Wardah No. 14, 16 dan 17

Dan begini lah warna lipcream no. 18 yang telah aku coba. Tadaaa…

Hasilnya mungkin ‘agak’ mirip dengan No. 17 (Cheek Rose) tapi bedanya No. 18 ini sedikit memiliki hint merah bata. Jika kalian pernah mencoba warna mauve maka lipcream No. 18 wardah ini agak mirip mauve tapi jatuhnya lebih tajam. Jika kalian memiliki kulit putih sempurna mungkin akan sangat sempurna memakai No. 18 ini. Kalian yang punya bibir super tipis juga sangat cocok pakai warna ini.

Unfortunately, dikulitku yang sangat indonesia ini warna ini kurang cocok. Dan untuk volume bibir yang ‘agak’ berisi sepertiku warna ini membuat bibirku terkesan lebih bervolume kecuali jika dipakai dengan teknik ombre.

Baca juga: Punya Lipstik menor dan tidak cocok? Coba cara ini agar tal terbuang percuma.

Penasaran cerita dibalik aku dapet tiga produk diatas? Yuk, simak ceritaku tentang Ramadhan Gathering With Wardah dibawah ini!

Ramadhan Gathering With Wardah

Pada tanggal 2 Juni 2018 lalu, emak dan 10 member FBB lain serta 6 orang selebgram mengikuti acara Wardah Ramadhan Gathering Event #Senyum Kebaikan. Wah, tidak menyangka ya bisa mendapatkan undangan khusus dari wardah ini. Biar udah jadi emak-emak tapi kan masih muda jadi maklum lah ya. Hahaha.. *kepedean

Acara ini diadakan di Fave Hotel Banjarbaru. Sedikit curcol nih, aku kesini dengan memakai kendaraan berdua dengan teman blogger ku Mba Gita Puteri. Ini adalah kali pertama aku merasakan naik motor sambil ngobrol hingga malam hari layaknya zaman abegeh, jadi moment ini berkesan. Yah, layaknya emak-emak rempong yang baru keluar kandang. Do u know how does it feel to me? Hahahaha

Sampai di hotel kami langsung disambut dengan meja panjang berwarna biru dengan ‘Welcome’ yang menyenangkan diatasnya. Uhuk, jadi isi dari tiap goodie bag diatas meja ini adalah tiga produk yang baru saja aku review diatas. Hehe

Aku dan Mba Gita

Kilasan keseruan ini sudah pernah aku publish di ig story dan feed ig aku @aswindautari. Cerita beauty ini emang membuat pengunjung profil mendadak membengkak. Kemudian emak pun berpikir, apa aku baiknya jadi beauty blogger aja? 😂

Oke, skip. Ini blog emang kebanyakan nyurcol dibanding ngeliput. 😅

Kami ngapain aja disana?

Pertamaaa, kami kenalan dulu nih sama para selebgram dan yang lain-lain. Trus, haha hihi foto-foto. Maklum lah anak gadis. *eeeh

Kedua, kami diajarin make up ramadhan look oleh beauty vlogger hits asal Banjarmasin Lyla Sabine dan Sri Wahyuni. Mereka memberi ilmu pada kami tentang produk wardah yang cocok digunakan buat look idul fitri nanti.

Oya, aku juga pernah sebelumnya ikutan beauty class bareng Wardah juga loh. Disana aku sudah pernah ulas tutorial make up.

Baca juga: Belajar Tutorial Make Up bersama Wardah Beauty Class

Tidak hanya itu saja, sesi selanjutnya juga ada ceramah agama loh. Ustadzahnya super gaul dan menyenangkan. Pokoknya cocok lah buata anak gadis (eh) kayak kita-kita ini. *Kita? 😅

Setelah itu, acara ini ditutup dengan buka puasa bersama. Setelah asyik berfoto ria kemudian sholat maghrib akhirnya jam 8 malam pun aku pulang naik kendaraan lagi bersama Mba gita.

Tidak lupa ngobrol ngalur ngidul diperjalanan layaknya remaja.. 😂😂

Nah, itu dia keseruan emak di event Wardah Ramadhan Gathering ini. Sampai ketemu lagi di event selanjutnya. 😘

Mudik Pake Motor Bawa Bocil? Why Not!

Mudik Pake Motor Bawa Bocil? Why Not!

source: mudikgratis.com

Masih dalam suasana lebaran gak sih? Pastinya masih dong ya. Bicara lebaran, tentu sudah hal biasa kalau kita mengaitkannya dengan mudik. Ya, kapan lagi kita dapat bersilaturahmi dengan sanak saudara dikampung halaman? Libur panjang dengan suasana lebaran adalah moment yang sangat pas.

Nah, emak juga terbiasa mudik dikala lebaran tiba. Namun, mudik emak beberapa tahun lalu sebenarnya memakai motor loh. Iya, bawa bocil ini. Gimana rasanya? Hmm.. Aku sih enak dan nyaman aja. Hihi

Bahkan sebenarnya, kalau boleh memilih aku lebih suka mudik memakai motor loh. Beberapa alasan emak mudik pakai motor akan emak tulis dengan lengkap disini:

1. Praktis

Mudik memakai motor menurut emak jauh lebih praktis. Walau sebenarnya memang terlihat ribet dalam pemandangannya. Haha

Iya, kalau mudik dengan memakai mobil biasanya aku lebih rempong mempersiapkan perlengkapan dimobil. Mulai dari cemilan, obat anti mabuk, minyak kayu putih dan perintilan lainnya hingga kantong plastik kecil. (eh, iya aku plus family orangnya memang mabukan kalau dimobil.. So perlengkapannya ribet.. 😂)

2. Terhindar dari Macet

Ke mall pake mobil makan waktu 30-40 menit. Ke mall pake motor cuma makan waktu 20 menit paling lama (sudah termasuk mampir beli bensin plus bla bla.. ✌). Kenapa pake mobil lama? Itu, body mobil yang lumayan gede bikin rawan macet dijalan, hihi.

Kekampung halaman naik mobil dalam arus mudik yang hmmm… Begitulah.. Kira-kira memakan waktu berapa lama? Yah, lumayan.. Sampai 2 episode mimpi tidur yang bersambung mungkin. Sementara kalau pakai motor? Emak gak bisa tidur. Malah asik terbawa curcolan ngobrol dengan suami atau asik melihat pemandangan kanan kiri.

3. Pemandangan Lebih Menyenangkan

Iya, bagi emak pemandangan mudik pakai motor itu lebih menyenangkan dibanding pemandangan mudik pakai mobil. Ini sih mungkin karena efek dari suka mabuk dimobil jadi pemandangannya cuma minyak kayu putih plus plastik aja. Haha.

Bahkan asiknya lagi, kalau berangkat pakai motor itu bisa foto-foto pemandangan. Iya, kampung aku kan lumayan pedesaan. Jadi memandang gunung dan hamparan permadani hijau itu dengan udara segar sekeliling itu benar-benar moment yang menyenangkan kalau dinikmati mamakai motor.

4. Terhindar dari Drama Pusing dan Mual

Ah, ini sih gak perlu dijelaskan lagi. Dari point 1 dst sudah disisipkan dikit-dikit. *dasar penulis yang tak terstruktur.. 😅

Aku sampai sekarang gak ngerti kenapa tiap mobil itu baunya sama. Bau pusing. Biar pakai parfum mobil yang begini begitu tetap aja baunya pusing. Aduh mak, ngebayangin baunya aja aku udah pusing beneran sambil nulis. Serius. 😂

Konon, untuk mengobati permanen mual dan pusing saat naik mobil itu adalah dengan punya mobil. Manjur gak sih? Menurut aku gak terlalu manjur ya kalau cuma punya doang kecuali mungkin kalau udah bisa nyetir sendiri. 😂

Dulu, sejak kecil sampai besar aku kan tinggal dengan orang tua. Orang tua aku punya mobil, tapi aku jarang ikutan naik. Alhasil ya tetap aja ya.. Hahhaha.

6. Gampang Mampir dan Parkir dimana Saja

Salah satu drama paling membosankan saat ikut naik mobil adalah sulitnya dapat tempat parkir. Kalah pakai motor? Cuss.. Tinggal taroh. Gampang.

Mau makan dipinggir jalan? Kalau naik mobil, harus mikir beberapa kali soal tempat parkir. Bahkan pengalaman dulu, sempat dilewatin dulu tempat makannya. Dijalan sambil mikir, eh, kayaknya didekat situ bisa parkir. Terus dulu tuh, lurussss sampai ketemu belokan baru bisa parkir. Eh, iya kalau yang nyupir orangnya gak ngelamun. Haha..

7. Lebih Irit

Ini jelas ya. Irit. Kekampung halaman naik motor cuma makan bensin 1, 5 liter. Sementara pakai mobil? Hmmm..

Nah, tapi nih.. Mudik pakai motor itu enggak bisa sembarangan. Apalagi kalau membawa bocil. Harus banyak hal-hal yang perlu kita perhatikan, diantaranya adalah:

1. Yakinkan kondisi motor dalam keadaan baik

Ini adalah point utama yang penting banget. Sebelum berangkat kita harus sudah memastikan kondisi motor dalam keadaan baik. Akan lebih baik lagi kalau kita membawa perlengkapan kecil dalam memperbaiki motor untuk berjaga-jaga kalau saja di jalan nanti terjadi sesuatu.

2. Selalu gunakan helm dan pengaman lain yang mendukung

Mudik bawa bocil pakai motor memang rempong dalam segi pakaian tempur mak. Iya, mulai dari membawa helm, pengaman, jaket, masker, tisue dan lain-lain. Bahkan kalau diperhatikan, eh kok tiba-tiba anak udah kayak power ranger aja kostumnya. Haha

3. Jangan membawa penumpang maupun barang terlalu banyak

source: litbang-kemendagri.go.id

Nah, tips ini juga penting banget. Sebisa mungkin, bawalah barang seminimalis mungkin karena mudik pakai motor itu kita gak bisa bawa barang seenaknya aja. Seperti alat pel, jemuran, ya ditinggal aja lah. *eh, ya eya laah.. Haha

Kalau masih memiliki anak satu seperi keluarga kecil saya mungkin mudik membawa motor masih bisa dilakukan, tapi kalau sudah punya banyak pasukan lebih baik jangan memaksakan muatan motor karena dampak negatifnya jauh lebih buruk.

4. Yakinkan tubuh pengendara dalam kondisi fit dan tidak mengantuk

Sebelum naik motor untuk mudik, maka yakinkan dulu bahwa anda sudah cukup beristirahat. Naik motor untuk mudik itu cukup melelahkan loh. Kalau membawa bocil mungkin saja dijalan ia akan merengek dengan keluhan-keluhan seperti capek, mau minum susu dan sebagainya. Jari kita sebagai orang tua harus dalam keadaan prima juga untuk menghadapinya.

5. Sebaiknya kampung halaman yang dituju tidak terlalu jauh

Nah, ini juga pertimbangan penting. Seberapa jauh kampung halaman?

Kalau kami hanya pulang kekampung halaman dengan jarak tempuh yang cukup dekat. Sekitar 2 jam dengan kecepatan 60 km/jam sudah sampai kekampung halaman sehingga anti capek. Kalau jarak kampung halaman sangat jauh sebaiknya tidak memakai motor ya. 😊

6. Yakinkan arus mudik tidak terlalu padat

Sebelum memutuskan kapan dan tanggal berapa kita mudik, ada baiknya untuk memantau arus mudik. Hal ini agar kita terhindar dari kemacetan dan resiko kecelakan.

Terbayang kan mak, kalau kita bawa bocil mereka sumpek dan cerewet melihat kemacetan dimana-mana. So, cari jadwal keberangkatan yanh strategis demi kenyamanan si kecil diperjalanan. 😉

7. Jangan ngebut dan berhati-hati

Kalau tips ini tentu semua sudah sangat paham dan mengerti. Biasanya para laki-laki kalau berkendara suka lepas kontrol. Nah, sebelum itu yakinkan suami untuk terus berhati-hati karena lebih baik terlambat asal selamat.

8. Beristirahatlah jika lelah

Anak menangis dijalan, pinggang sudah terasa penat, mata mulai berkunang-kunang. Lebik baik kita mulai berhenti dan beristirahat. Yakinkan tubuh sudah fit kembali saat ingin memulai perjalanan.

Nah, itu dia kilasan tips dan alasan emak mudik bareng bocil memakai motor saja. Kalian punya tips mudik yang menarik lainnya? Boleh sharing juga ya..
Tulisan ini merupakan post untuk #KEBloggingCollab kelompok Ghea Panggabean yang diawali dengan trigger post dari Faridilla Ainun.

Menjadi Generasi Perempuan yang Lebih Produktif bersama Serempak

Menjadi Generasi Perempuan yang Lebih Produktif bersama Serempak

“Apakah kamu tidak bosan di rumah saja?”

Bukan sekali dua kali aku mendapatkan pertanyaan tersebut. Mungkin belasan atau puluhan kali. Syukurlah belum ratusan kali karena bagi Ibu Rumah Tangga sejati sepertiku sebenarnya pertanyaan seperti itu sama bapernya dengan pertanyaan kepada kaum single yang biasanya berbunyi, “Kapan nikah?”

Bagaimana tidak bawa perasaan atau baper? Pertanyaan tersebut selalu berbuntut panjang dengan pertanyaan lainnya. Seperti kapan aku akan kembali aktif didunia luar lagi, kapan aku produktif lagi, dan buntut-buntutnya pertanyaan itu terkadang menyisakan pertanyaan panjang dalam batin seorang ibu sepertiku ini. Ya, pertanyaan yang membuatku kadang merasa pesimis dan merasa bahwa aku dan anakku hanyalah beban ekonomi bagi suamiku.

Apakah usahaku sebagai seorang ibu sekaligus blogger yang berusaha produktif dalam mengasuh anak dan menulis belum dapat dikategorikan sebagai super mom? Apakah seorang super mom haruslah seorang ibu yang dapat menghasilkan uang dalam jumlah nyata dan hasil yang tetap setiap bulannya seperti working mom yang bekerja diluar pada umumnya? Apakah aku belum layak mendapatkan posisi super mom karena penghasilanku masih dibawah rata-rata? Apa sebenarnya arti produktif yang benar untuk seorang Ibu?

Bukan hanya aku yang mendapatkan pertanyaan seperti ini. Tapi juga teman-temanku, para ibu rumah tangga sekaligus blogger dan influencer. Selama ini, komunitas blogger lah yang selalu mendorong pikiranku untuk terus optimis dan produktif dalam menulis. Aku dan teman-temanku bahkan membentuk komunitas FBB (Female Blogger of Banjarmasin) untuk menjadi wadah organisasi bagi para perempuan blogger yang berdomisili di Kalimantan Selatan. Dalam komunitas inilah kami saling berbagi dan saling memberikan energi positif. Kami aktif mengikuti berbagai event blogger, lomba, dan… Ya, kami selalu haus ilmu. Segala undangan seminar selalu menarik perhatian kami. Termasuk acara Roadshow Serempak 2018 yang diadakan pada hari Jum’at tanggal 8 Juni 2018 di UIN Antasari Banjarmasin.

Tepatnya pada pukul 8 pagi, aku dan teman-teman blogger yang tergabung di Female Blogger of Banjarmasin menghadiri Acara Roadshow Serempak 2018 ini. Sebenarnya, member FBB berjumlah lebih dari 20 orang, namun karena kesibukan masing-masing jadi hanya Aku, Ruli, Diah dan Mia saja yang dapat menghadiri acara ini. Maklum saja, kami berempat sudah menjadi ’emak-emak’ sehingga sangat suka mengikuti roadshow dengan tema yang menarik hati kami. Ya, acara ini bertemakan “Serempak dalam Wadja Sampai Kaputing, Meningkatkan Ekonomi Keluarga.”

Kalian tau artinya?

Hmm, bagi kalian yang pernah membaca kisah tentang Pangeran Antasari tentu tidak asing dengan peribahasa “Haram Manyarah Lawan Walanda, Waja Sampai ka Puting.”

Peribahasa ini adalah motto perjuangan Pangeran Antasasi dan Rakyat Kalimantan Selatan dalam melawan penjajah pada saat Perang Banjar yang bermakna bekerja sampai selesai, perjuangan hingga tercapai. Artinya, roadshow kali ini akan mengupas tuntas tentang bagaimana proses perjuangan meningkatkan ekonomi keluarga hingga tercapai hasil yang kita inginkan. Dan roadshow kali ini spesial, karena serempak dan IWITA menggandeng pada perempuan untuk turut serta aktif dalam mensejahterakan dan meningkatkan ekonomi keluarga.

Beberapa narasumber yang hadir pada acara ini antara lain adalah:

1. Ratna Susianawati, SH. MH: Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Kementrian PPPA

2. Dina Aprilia, M. Psi, Psikolog: Dosen UIN Antasari Banjarmasin

3. Dewi Widya Ningrum: Content and Writer Specialist Siberkreasi

4. Martha Simanjuntak, SE. MM: Founder IWITA (Indonesia Women IT Awareness)

Acara ini diawali dengan sambutan oleh Ir. Agustina Erni Susianti, M.Sc dan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, S.Pi., M.Si. Sungguh sambutan yang kami dapatkan sangatlah berisi dan menggugah semangat kaum ibu untuk dapat terus maju dan selalu terdepan dalam penggalian informasi terkini hingga usaha dalam turut serta meningkatkan ekonomi rumah tangga. Selanjutnya, kami mengikuti materi yang diisi oleh para nara sumber. Ingin tahu isi materinya? Yuk, baca ulasan dibawah ini..

Perempuan Zaman Now Sangat Berperan Dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga

Perempuan berperan sebagai manager dalam perekonomian rumah tangga. Ya, aku sangat merasakan peran ini saat sudah menyandang status sebagai istri sekaligus ibu dari anakku. Betapa sulitnya mengelola arus kas masuk yang ada agar dapat mencukupi kebutuhan rumah tangga. Berapapun jumlahnya, harus cukup bukan? Hanya ’emak-emak’ yang tau bagaimana rasanya.

Tapi, di era digital sekarang ini keadaan sudah banyak berubah. Perempuan kini dapat bekerja secara fleksibel tak terkecuali dirumah. Mereka tetap dapat menghasilkan dan produktif walau berstatus sebagai Ibu Rumah Tangga saja. Bahkan, tidak sedikit para ibu yang berpenghasilan melebihi suaminya sendiri walau hanya bekerja di rumah. Betul? Lantas, bagaimana caranya?

Perempuan Indonesia Harus Sehat Fisik Maupun Psikologis

Psikolog Dina Aprilia menjelaskan bahwa perempuan zaman now haruslah matang secara psikologis maupun fisik untuk dapat turut serta dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Karena sejatinya, Ibu Bahagia akan membuat keluarganya ikut bahagia pula termasuk dalam aspek ekonomi.

Permasalahan yang sering terjadi sekarang adalah ketidakmatangan psikologis dari seorang ibu dalam membangun rumah tangganya. Penyebab utamanya antara lain adalah pernikahan dini.

Faktor yang menyebabkan pernikahan dini antara lain adalah faktor budaya, sosial ekonomi, dan kondisi emosional yang masih labil. Pernikahan dini akan berdampak secara fisik dan psikologis bagi perempuan.

Secara fisik, pernikahan dini menyebabkan organ kewanitaan yang belum matang sepenuhnya merasakan sakit terlalu dini. Hal ini akan berdampak jangka panjang berupa penyakit yang mungkin saja akan timbul sewaktu-waktu. Selain itu, pernikahan dini juga telah menghalangi perempuan untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Secara psikologis, dampak pernikahan dini menyebabkan ketidaksiapan perempuan untuk menyandang status Ibu sehingga rentan terkena gangguan psikologis seperti post partum depression dan lain-lain.

Kita dapat memberikan support langsung untuk mengurangi dampak negatif diatas antara lain dengan memberikan Psikoedukasi, memberikan pelatihan keterampilan, maupun konseling individual, kelompok, dan keluarga.

Perempuan yang sehat secara psikologis dan fisik adalah kunci dari segalanya. Jika perempuan sudah sehat maka ia dapat:

1. Mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan dan meningkatkan passion yang ia sukai.

2. Perempuan akan teredukasi lebih baik

3. Perempuan akan ambil bagian sebagai agen untuk bisa meningkatkan dan membantu kesejahteraan sosial ekonomi keluarga.

Bukankah nomor 3 adalah impian kita para perempuan? Lalu.. Bagaimana kita bisa melakukannya?

Menjadi Perempuan yang ‘Melek’ Teknologi

Dewi Widya Ningrum, Content dan Writer Specialist Siberkreasi mengungkapkan bahwa para ibu rumah tangga punya banyak peluang untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Khususnya, para ibu kekinian yang telah ‘melek’ teknologi. Bukankah Ibu zaman now bukanlah Ibu Rumah Tangga biasa lagi? Melainkan ibu generasi milenial yang sangat berpotensi didalam dunia digital?

Bayangkan, ibu-ibu mana sih zaman sekarang yang tidak mengenal berbagai sosial media? Tidak kenal penggalian informasi secara praktis melalui browsing dan tidak mengenal berbagai situs belanja online? Sepertinya, hampir semua ibu update dengan hal seperti ini bukan?

Perilaku pengguna internet zaman now menunjukkan bahwa:

16,83 % menggunakan internet untuk berjualan online

17,84 % menggunakan internet untuk transaksi perbankan

28,19% menggunakan internet untuk mencari pekerjaan

32,18 % menggunakan internet untuk melakukan pembelian online

37,82 % menggunakan internet untuk informasi pembelian

41,84 % menggunakan internet untuk membantu pekerjaan

Sisanya 45,14% menggunakan internet untuk pencarian harga

Bukankah zaman sekarang ini dunia internet dapat kita manfaatkan semaksimal mungkin?

Berdasarkan survey, pengguna internet tertinggi untuk sosial media yaitu pada facebook dan youtube. Tidak dipungkiri, usaha kecil menengah yang memulai bisnisnya dari dunia online kini telah mulai diperhitungkan sebagai usaha yang turut membantu daerah dalam memajukan ekonomi. Jadi, kenapa kita tidak mulai mencobanya? Ya, sekarang. Cukup dimulai dari rumah dan pengetahuan online, semangat untuk membangkitkan ekonomi rumah tangga menjadi lebih baik bukanlah sekedar mimpi.

Jangan Pernah Remehkan Personal Branding

Pernahkah kita bertanya-tanya, mengapa bisnis online yang telah kita coba tidak kunjung ada kemajuan? Tidak berkembang? Tidak unik? Tidak Spesial seperti bisnis lain. Mengapa hal ini terjadi?

Karena tidak memiliki personal branding.

Founder IWITA (Indonesia Women IT Awareness), Martha Simanjuntak, SE. MM mengungkapkan bahwa sangat sedikit sekali para penggiat usaha online yang peka dengan pentingnya personal branding.

Padahal kita melihat sendiri bagaimana Apple, Supreme, dan lain-lain dapat maju dalam usahanya. Karena mereka memiliki nilai tersendiri dan tidak ragu dalam memperkenalkan dan memajukan brandnya. Mereka punya keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh yang lain. Betul?

Nara sumber Widya berkata “Fokus, Unik dan Konsisten adalah tiga hal yang harus kita terapkan jika ingin mulai berbisnis di dunia online.”

Ya, ternyata fokus dan konsisten saja tidak cukup untuk dapat maju dalam usaha di dunia online. Kita harus unik dan memiliki nilai jual tersendiri. Ini merupakan ilmu baru yang aku peroleh dari Roadshow ini.

Yuk, Menjadi Anggota Serempak.Id !

Acara roadshow yang diadakan oleh serempak telah membuka pikiran dan wawasanku. Tanpa pikir panjang lagi, aku langsung mengikuti instruksi dari Ibu Martha untuk menjadi Anggota serempak.id. Karena ini adalah hal yang sangat bermanfaat. Jadi, kenapa tidak?

Oh ya, mungkin kalian banyak yang belum tau dengan serempak.id. Jadi, serempak.id adalah media interaktif yang diinisiasi oleh KPPPA (Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) sebagai wadah kerjasama multi-stakeholder dan untuk meningkatkan akses perempuan pada TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).

Kita juga bisa menjadi kontributor dalam website serempak loh. Nah, caranya dapat dilihat dibawah ini:

Apa sih keuntungannya menjadi kontributor serempak.id? Ternyata, keuntungannya banyak loh. Bagi kita para penulis dan blogger kita dapat membangun personal branding juga disana. 😊

Sudah menemukan semangat baru sesudah idul fitri ini? Masih baper dengan pertanyaan yang tak kunjung selesai tentang ‘hei kamu tak bosan dirumah?’ Yuk, jadi anggota Serempak.id aja. Jadilah perempuan kuat dimulai dari hari ini. Karena kita para ‘perempuan rumahan’ juga tak kalah produktif dibanding para laki-laki bukan?

Semangat Perempuan!

IBX598B146B8E64A