Browsed by
Author: utariaswinda

Tips Sehat Saat Menstruasi Dan Kilasan Acara Yoga Festival 2018 Bersama Kiranti di Banjarmasin

Tips Sehat Saat Menstruasi Dan Kilasan Acara Yoga Festival 2018 Bersama Kiranti di Banjarmasin

source: www.pacificwellness.ca

Ada ga sih yang sering bertanya, “Kenapa ya saat menstruasi itu suka sekali nyeri?”

Jujur, saya dulu sering sekali bingung melihat teman-teman saya yang saking kesakitannya perut itu sampai nangis segala. Eh, kenapa bingung ya? Ehm, soalnya saya tidak pernah merasakan hal ini. Konon, nyeri yang terasa itu ada di bawah perut pada hari pertama dan kedua menstruasi. Benar tidak?

Ternyata ini hal yang wajar. Nyeri Haid ini disebut juga dengan dysmenorrhea. Nyeri yang dirasakan itu beragam mulai dari pegal-pegal sampai sakitnya perut bagian bawah bagaikan diremas-remas.

Ada pula yang tidak mengalami dysmenorrhea parah tapi mengalami PMS atau Premenstrual Syndrome secara psikologis. Seperti halnya saya yang kondisi psikologisnya bisa naik turun saat mentruasi. Jika sangat parah bisa menjalar hingga sakit kepala. Ada yang begini?

Nah, Gejala PMS ini memang susah banget untuk dihindari tapi ternyata bisa diatasi loh..

Mengatasi Krengki Saat PMS

Ternyata, Krengki saat PMS itu dapat diatasi dengan tips-tips sederhana ini:

1. Me Time

Sepertinya me time memang solusi dari setiap permasalahan wanita ya, apapun jenisnya. Hihi..

Karena melakukan hal yang benar-benar kita inginkan dapat mengurangi stress. Kadang, wanita itu selain ingin dimengerti juga suka menjadi makhluk individual. Nah, bagaimana dengan me time ala saya?

Simple, sediakan cemilan beserta drama korea terbaru. Maka hal itu sudah cukup membahagiakan dan menghilangkan beban stress saat PMS. Haha.. Bagaiman dengan me time ala kalian?

2. Mandi Air Hangat

Sudah tau belum kalau mandi air hangat yang diteteskan minyak esensial dapat membuat otot tubuh yang tegang menjadi lebih rileks?

Ah, pantas saja anakku kalau pagi suka mandi air hangat ya.. Haha..

Ternyata, minyak esensial seperti peppermint, camomile, dan lavender dapat membuat tubuh kita segar kembali. Cukup teteskan 3-5 tetes minyak ini pada air hangat dan rasakan sensasinya. 😊

3. Konsumsi Makanan yang baik

Nah, saat PMS sebaiknya hindari makanan dengan kadar gula tinggi seperti cokelat atau es krim.

Ehm, kalau makan coklat dan es krim itu bagian dari Me Time bagaimana? Kan bikin senang tuh? 😅

Ternyata efek bahagia dari makanan manis ini cuma sementara jadi ini bagaikan fatamorgana…*tsah..😅

Efek setelah memakan makanan yang manis itu ternyata dapat membuat stress menjadi makin parah. Selain makanan manis, kita juga harus menghindari minuman yang mengandung kafein, garam yang tinggi dan makanan yang tinggi natrium seperti kentang, sosis, frozen food, dan makanan kalengan.

Lalu, makanan apa yang baik dikonsumsi?

Makanan yang baik dikonsumsi adalah sayuran dan buah serta makanan yang berkalsium tinggi. Jangan lupa untuk banyak minum air putih serta konsumsi vitamin.

4. Sedia Kiranti Sehat Datang Bulan

Kenapa harus kiranti ya?

Karena kiranti terbuat dari 100% bahan-bahan alami. Bahan-bahan alami itu antara lain kunyit, asam jawa, gula jawa, gula pasir, jahe, dan kencur. Terlihat familiar ya bahannya. Yes, bahannya mirip jamu tradisional.

Pernah mendengar mitos bahwa minum kiranti dapat menyebabkan rahim kering? Ehm, ini mitos atau fakta ya?

Emang rahim kering apaan? Istilah rahim kering bahkan tidak ada dalam dunia kedokteran loh. Kiranti sangat aman dikonsumsi karena berstandar CPOTB (Cara Pengolahan Obat Tradisional yang Baik). Kiranti merupakan Obat Herbal Terstandar (OHT) yang terbukyi keamanan dan manfaat ilmiah melalui uji praklinis dan bahan baku terstandar. Kiranti juga tidak mengandung pemanis buatan (aspartame). Kirantu juga sudah mendapatkan sertifikat jaminan halal (SJH) yang sesuai dengan syariat islam dan fatwa MUI.

Kiranti kini tersedia dalam 3 varian berbeda yaitu Kiranti Original (kuning), Kiranti Plus Orange Juice (orange) dan kiranti pegal linu (biru).

Untuk kiranti berwarna orange dan kuning dapat diminum 3 hari sebelum menstruasi hingga 3 hari sesudah menstruasi. Nah, kalau favorite saya adalah kiranti pegal linu plus madu yang bewarna biru karena dapat meredakan pegal linu, meringankan sakit pada persendian serta menghangatkan tubuh. Kalau si biru ini spesial, ia dapat diminum setiap hari setelah beraktivitas.

5. Olahraga dengan Yoga

Konon, gerakan-gerakan Yoga saat menstruasi dapat meredakan nyeri serta membuat pikiran dan tubuh menjadi lebih rileks. Hmm.. Yoga untuk menstruasi itu seperti apa ya?

Sebenarnya, sudah lama saya begitu penasaran tentang olah raga yoga ini. Pernah suatu hari saya iseng melihat video yoga di youtube dan berusaha menirunya. Tetapi bagaimana akhirnya? Saya pusing, bingung gerakan yang benar. Haha.. Sepertinya saya memang harus menyaksikan yoga secara langsung ya.

Alhamdulillah, doa ini terjawab sudah. Siapa sangka pada hari sabtu tanggal 20 April 2018 kemarin saya dan teman-teman blogger mendapat undangan untuk dapat berpartisipasi dalam mengikuti Yoga Festival 2018 di Swiss Bell Hotel Borneo. Tanpa berpikir dua kali, saya bersemangat membawa perlengkapan yoga karena jujur saja satu-satunya olah raga yang menarik minat saya selain bulu tangkis adalah Yoga.

Member female blogger banjarmasin (FBB) di Acara Yoga Festival 2018

Yoga Class ini dipandu oleh Komunitas Lea Yoga Borneo. Dapat dilihat bahwa komunitas ini menggunakan seragam yoga yang sama (ehm.. Seperti saya) haha. Ya tentu saja, karena kostum ini merupakan salah satu isi dari goodie bag saat mendaftar acara yoga ini. Jadi, saya ga bawa baju ini sendiri dari rumah kok. 😂

source: dokumentasi www.shovya.com

Ada beberapa Yoga Event di Festival Yoga 2018 ini yaitu Yoga Class, Yoga Community Performance, Engagement dan Entertainment. Ada juga beberapa Yoga Experience antara lain Yoga Swing, Yoga Water, Yoga Wall dan Yoga Trick Eye.

Saya sempat galau dan bingung saat ingin memulai yoga. Bagaimana tidak? Saat saya sudah berganti kostum yoga tiba-tiba saja hari mendung dan gerimis begitu saja. Akhirnya pada sesi satu yoga saya hanya bisa ikut meliput gerakan yoga. Nah, saat sesi satu ini gerakannya masih terlihat biasa. Hehe

Sesi dua? Saya ikut. Diantara teman-teman saya yang lain cuma saya yang dengan percaya diri dan luar biasa pengen mengikuti yoga ini. Memang kostumnya merupakan kostum tidak biasa yang saya pakai. Ah, tapi ya sudah lah. Semoga suatu saat saya bisa dapat rejeki untuk ikut kelas yoga private. 😂

Karena terlalu ringan bekas ikut yoga, saya bisa melayang.. 😂

Wah, memang beda sekali badan yang jarang berolah raga lalu tiba-tiba ikut yoga. Tapi enak sih, bener. Walau masih bingung mengikuti instruktur yoganya dan gerakannya mungkin beberapa salah tapi harus tetap berlatih kan? Kapan lagi emak-emak seperti saya bisa ikut yoga? 😅

Oh iya, ternyata ada gerakan-gerakan yoga yang spesial untuk menstruasi loh. Penasaran apa saja itu? Ini dia!

Child Pose

Gerakan ini bermanfaat untuk mengatasi nyeri punggung.

Caranya yaitu dengan berlutut dan mencium lutut sambil meluruskan kedua tangan kedepan. Selanjutnya, atur nafas dengan tenang dan lemaskan pinggul dan pinggang.

Gerakan ini terlihat sederhana sekali tapi efeknya lumayan enak loh saat aku mencobanya di sesi kedua yoga.

Knees-to-Chest Pose

Untuk melakukan gerakan ini kita hanya perlu terlentang lalu memeluk lutut tepat kebagian dada. Atur nafas selama beberapa detik supaya sirkulasi darah diarea perut dan punggung bagian bawah menjadi lancar.

Spine Twist

Nah, untuk mengurangi rasa nyeri saat datang bulab gerakan ini cukup efektif loh. Kita cukup berbaring terlentang lalu posisikan kaki kiri diatas kaki kanan kemudian posisikan wajah kearah kanan.

Pastikan kaki, bahu dan pinggul rileks ya.. Atur Nafas..

Forward Fold

Gerakan ini syusyaaah.. Haha

Gerakan ini dilakukan dengan berdiri tegak lalu perlahan-lahan raih ujung jari kaki dengan tangan (seperti mencium lutut dalam posisi berdiri). Nah, pastikan posisi kaki tetap lurus dan atur nafas ya..

Gerakan ini memerlukan sedikit kelenturan tubuh. Para instruktur yoga dari Lea Yoga melakukannya dengan sempurna. Sementara saya? Tentu tidak bisa sempurna. Saya hanya melakukan sebisanya saja karena takutnya kalau dipaksa bisa patah badan saya.. Haha.. 😂

Cat/Cow Pose

Sesuai namanya pose ini seperti bentuk kucing/sapi. Tapi untuk cat pose punggung dibuat melengkung lebih tinggi (pernah lihat kucing marah? Ya kurang lebih begitu.. 😂)

Untuk Cow Pose, bagian punggung lebih direndahkan lalu tarik nafas yang dalam. Gerakan ini sangat baik untuk meredakan nyeri haid dan meregangkan otot perut. *pastikan melakukan pergantian gerakan secara perlahan ya..

Corpse Pose

Gerakan ini adalah penutup dari setiap sesi yoga. Cukup tidur terlentang lalu pejamkan mata. Atur nafas dan buat pikiran setenang mungkin.. (lalu bobo aja sekalian.. Huahaha 😂)

Nah, itu dia tips sehat menstruasi serta kilasan acara Yoga festival 2018 di Swiss Bell Hotel Borneo Banjarmasin. Tertarik mencoba therapy yoga saat PMS? Coba di rumah yuk!

Anak Jajan itu Boleh Ga Sih?

Anak Jajan itu Boleh Ga Sih?

source: nakita.id

“Anak kamu dibolehin ga sih jajan di luar?” tanya salah seorang teman masa kecilku.

Mendengar hal itu aku hanya diam sambil tersenyum tipis, bingung kiranya jawaban apa yang pas untuk salah seorang temanku yang terbilang cukup ‘pembersih’ itu. Jika berkaca dengan masa lalu kami maka jelas sudah ia tahu bahwa sejak kecil aku jarang sekali jajan. Ya, aku lahir di keluarga yang sangat bersih dan menjaga kesehatan. Uang jajan untukku kala itu hanya habis untuk aku tabung.

“Jangan beli jajan sembarangan, nanti sakit perut. Ini mama kasih bekal kue aja.” Kata Mamaku setiap kali aku berangkat sekolah.

Aku tumbuh sebagai anak pembawa bekal di sekolahku. Tidak pernah sekalipun aku jajan. Ya, kecuali 1 bungkus permen cap jempol kaki dan balon tiup transparan. Mungkin aku akan terkenal sebagai anak terpelit di sekolah andai saja aku tak mau berbagi bekalku dengan yang lain. Hihi..

Tapi, suatu hari aku mulai berubah karena menemukan pandangan baru terhadap penjual makanan. Kala itu, aku tidak sengaja mendengarkan salah seorang penjual pentol mengeluh dengan penjual di warung sekolahan.

“Padahal untung saya tidak seberapa, tapi semenjak ada desas desus obat pengawet mayat di setiap jajanan pentol akhirnya jualanku tidak pernah laku lagi.” Keluh Penjual Pentol dengan wajah sedihnya.

“Sabar Mas, aku juga begitu. Ga seberapa untung dari jualan ini, cukup buat makan juga sudah Alhamdulillah. Anak kamu berapa sudah mas?”

“Dua Mba, satunya sudah sekolah dan satunya masih kecil. Masih satu tahun umurnya.” Kata penjual pentol dengan raut wajah iba.

Mendengar percakapan itu, tidak ada satu hal pun yang dapat aku lakukan. Karena aku sudah terlanjur sangat berhati-hati dalam membelanjakan uang sehingga aku bahkan meninggalkan uang jajanku di rumah. Esok harinya, aku mulai berbelanja pentol seperti anak-anak yang lain. Tidak banyak, hanya sedikit dengan niatan untuk membantu sang penjual makanan.

***

Dan saat ini, aku bukanlah anak sekolahan biasa lagi. Melainkan seorang Ibu dengan Anak berusia lima tahun yang bersekolah di TK Nol Kecil. Kini, aku mulai merasakan rasa cemas yang dulu sempat singgah pada Mamaku. Ya, overprotective.

Ketika Jajan Adalah Problematika Utama Anak Sekolah

Sebelum anakku Farisha mulai bersekolah, aku sangat jarang sekali memperbolehkan ia jajan bahkan hampir tidak pernah. Aku bersikeras bahwa ia harus memakan makanan buatanku saja jika ingin makan. Sebagai Ibu yang terbiasa serba homemade tentu ini bukan masalah besar untukku. Aku sudah cukup biasa membuat kue dan hidangan makan sendiri. Selain untuk menghemat pengeluaran rumah tangga, hal ini juga kulakukan untuk memperhatikan kesehatan keluargaku.

Aku rasa hasil pendidikan oleh Mama dulu sangat melekat padaku. Lain Mama, lain pula Mertua dan para keponakanku. Rumah Mertuaku berdekatan dengan sekolah dasar (SD) sehingga banyak penjual makanan di sekitar sana. Hal ini membuat para sepupu Farisha senang memberikan jajan kepada Farisha.

Sebagai Ibu, aku hanya bisa menggeleng-geleng kasar setiap kali Farisha mengisyaratkan ingin jajan seperti para sepupunya. Alhamdulillah, dia sangat penurut. Kecuali jika ia tak sengaja mendapatiku jajan. Dia pasti mengulang perkataanku, “Kok mama Jajan? Kan ga boleh ma jajan sembarangan?”

Kalau sudah tertangkap basah seperti itu yang bisa kulakukan hanya nyengir sambil menahan malu. Hihi

***

Tepat bulan Juni 2017 lalu, Farisha mulai bersekolah. Jadwal rutinitas rumah tangga yang kulakukan setiap pagi pun harus dapat lebih cepat selesai agar dapat menyiapkan bekal sekolah Farisha, mengantar, dan menemaninya sekolah. Ya, Sebagai Mama yang baik kita harus melakukan observasi di lingkungan sekolah anak bukan?

Baca juga: Tips membuat anak merasa senang di sekolah

Hal yang sangat kuperhatikan pertama kali adalah lingkungan luar sekolah anakku. Alhamdulillah, sejak pagi itu aku tak melihat satu pun penjual makanan. Namun, saat jam istirahat para penjual makanan ternyata mulai datang. Sekitar 2-3 penjual makanan mulai nangkring manis di depan sekolah dan para teman Farisha pun menggerumuninya. Bagaimana dengan anakku? Ia duduk manis sendirian sambil memakan bekal kemudian ternganga melihat hasil jajan yang dibeli oleh teman-temannya.

Awalnya, aku kalem. Kujelaskan pada Farisha bahwa bekal yang ia bawa jauh lebih sehat, enak dan mengenyangkan. Namun…

“Maukah Farisha?” Kata salah seorang temannya sambil memberikan satu permen miliknya.

Farisha nyengir kearahku, meminta pendapatku untuk meng’iya’kan atau tidak. Aku hanya bisa mengangguk saat itu, aku tau Farisha paling tidak bisa menahan nafsu kalau berbau dengan hal manis-manis. Bagiku, bertoleransi dengan menghargai pemberian orang lain rasanya lebih mendidik dibandingkan dengan keras kepala dengan ideologi sendiri. Hihi..

Kemudian Farisha mulai berbisik padaku, “Ma, permennya enak. Mama bisa ga bikin permen kayak gitu?”

Aku tak bisa berkata apa-apa. Hanya bisa bergumam kecil dalam hati.. “Bikin Permen? Ya tentu saja tidak bisa. Kalau bikin kue, apapun jenisnya Mama tantang nak..”

Ya, Jajan adalah Hal yang tidak bisa dihindari

source: tigakali.com

Hari demi hari bersekolah berlalu. Ada satu hal yang sangat jelas aku pelajari saat anakku mulai sekolah. Taukah apa itu? Ya, Jajan adalah hal yang mungkin tidak bisa dihindari bagi anak kecil.

Kita bisa saja membuat perjanjian kecil padanya tentang pembagian uang jajan dan tabungan serta alokasi jajan yang baik. Namun, anak mana yang bisa menolak jika diberikan jajan oleh temannya? Hanya anak yang terlalu jaim kurasa. Anakku? Tidak seperti itu, jika diberikan sesuatu ia pasti sangat senang dan mengucapkan terima kasih.

Satu kali, dua kali, tiga kali. Aku membiarkan hal itu berlangsung. Tapi pada suatu hari..

“Oek”

Farisha memuntahkan seluruh makan siangnya. Hal ini tak seperti biasanya, tanpa berpikir lagi aku langsung saja menghakiminya sendiri.

“Farisha tadi pasti makan permen terus ya? Gini deh kalau kebanyakan makan permen. Jadi gak nafsu lagi makan masakan mama kan. Lain kali kalau diberi teman bilang aja Farisha sakit gigi ya.”

Ia mengangguk pelan sambil sedikit menyeka air matanya. Lalu bilang kepadaku,”Tadi Farisha ga diberiin permen sama teman ma. Tapi Farisha sendiri yang ngasih permen. Tadi uang jajan Farisha dibelikan ke permen aja terus Farisha bagi-bagi ke teman yang sering kasih Farisha”

Aku langsung terdiam. Astaga, ternyata ia ingin belajar untuk membalas budi teman-temannya yang pernah memberinya permen dan lain-lain. Ibu macam apa yang langsung menghakimi anaknya tanpa tahu permasalahan sebenarnya.

Akhirnya, aku perlahan mengerti bahwa jajan adalah hal yang tidak bisa dihindari pada dunia sosial anak.

Anak Boleh Jajan, Asalkan…

Perlahan aku mulai mencoba berkomunikasi dengan anakku tentang problematika jajan. Aku memberinya apresiasi atas apa yang telah ia lakukan dengan membagikan jajan kepada teman-temannya. Lantas kemudian bertanya, “Sayang, coba bayangkan bagaimana kalau permen yang Farisha kasih tadi bikin teman-temannya muntah juga dan ga nafsu makan.. Farisha senang ga?”

Farisha terdiam. Lantas kemudian berkata, “Mm.. Nanti teman farisha dimarahin mamanya juga ya?”

Aku menahan tawa, lalu berkata, “Mungkin Mamanya marah lalu bertanya ‘jajan apa tadi di sekolah?’. Nah, Bagaimana kalau teman Farisha bilang kalau mereka makan permen yang diberi sama Farisha?”

“Mamanya marah ya sama Farisha?”

“Pasti ga ada yang marah sayang. Tapi mulai sekarang Farisha harus hati-hati kalau jajan dan memberikan jajan dengan teman Farisha.”

“Berarti Farisha ga boleh jajan lagi dong Mama. Bawa bekal aja ya? Tapi Farisha suka permen? Mama bisa ya bikin permen?”

Ah, lagi-lagi pertanyaan itu yang muncul. Haha..

“Mama gak bisa bikin permen sayang. Tapi Mama bolehin Farisha jajan kalau permennya memang benar-benar bagus.”

“Permen bagus itu seperti apa ma? Kan Permen yang Farisha beli sudah bagus. Warna Pink lagi..”

“Tapi kenapa bisa bikin muntah hayo? Berarti permen yang Farisha beli masih kurang bagus.”

Wah, percakapan ini tiada habisnya ya. Memang kalau berbincang dan memberikan penjelasan kepada si kecil percakapannya selalu seru dan lucu. Hihi..

Secara garis besar aku menerangkan kepada Farisha bahwa ia boleh saja jajan permen dan jajanan lainnya asalkan:

1. Halal

2. Tidak Expired

3. Terdaftar di BPOM

4. Bergizi, sehat dan aman dikonsumsi

Lantas bagaimana menjelaskan 4 hal tersebut kepada anak kecil yang masih berusia empat tahun itu? Nah ini dia cara unik saat aku berkomunikasi dengan anakku tentang pemilihan jajan:

1. Harus punya lingkaran dengan huruf hijaiyah di dalam lingkarannya

“Sayang tau kalau orang Islam itu harus mengkonsumsi makanan yang halal saja. Tau apa artinya halal sayang?”

“Ulun tau Ma.. Yang ga ada ba*inya kan?”

Sambil menahan tawa aku melanjutkan penjelasanku, “Iya, jelas dong ga ada ba*inya. Nah, tau ga Farisha kalau di indonesia sudah ada ulama-ulama spesial yang menangani halal-haram makanan kemasan ini. Namanya Majelis Ulama Indonesia. Nah, Majelis ulama ini punya label khusus untuk makanan yang sudah halal. Yaitu lingkaran dengan huruf hijaiyah didalamnya yang bacaannya Halal. Jadi, kalau Farisha jajan harus ada lingkaran spesial ini. Kalau ga ada bilang sama mama dulu ya.”

Farisha langsung berangguk-angguk tanda mengerti. Jujur, ia sebenarnya masih tidak bisa membaca huruf arab tapi ia mengerti kalau huruf hijaiyah berbeda karakternya dengan huruf yang ia kenal. Karena hal ini pula akhirnya setiap kali kami ke super market ia sibuk memperhatikan dan mencari tanda lingkaran. Jika tidak ada, ia tak sungkan berteriak nyaring. Bahkan dengan polos ia sering bertanya, “Ma, kenapa orang itu beli makanan yang tidak ada lingkarannya?”

Pernah juga suatu hari aku membeli kue pada temanku. Lalu ia dengan suara nyaring bertanya, “Mana lingkarannya maa?”

Dan aku pun malu sendiri. Haha.

2. Ada tanggalnya di kemasan yang tidak boleh dikonsumsi jika kurang dari tanggal hari ini maupun bulan ini

Berbicara mengenai tanggal kadaluarsa dengan anak tak sesulit berbicara tentang logo MUI. Karena anakku lebih cepat mengenal angka dibandingkan dengan huruf hijaiyah dan huruf latin. Namun, problematikanya adalah ia tak terlalu mengerti dengan bilangan diatas 2 digit. Hihi.

Untunglah, kode kadaluarsa pada makanan kemasan biasanya hanya berjumlah 6 digit yang mewakili tanggal, bulan dan tahun yang masing-masing berjumlah dua digit. Sehingga penjelasannya lebih mudah dimengerti.

3. Ada tulisan BPOM dan digit nomor

Setiap produk makanan itu harus ada izin BPOM supaya aman. Betul? Lantas bagaimana menjelaskan BPOM pada anak kecil yang lugu dan polos ini?

“Sayang, tiap makanan yang baik itu pasti ada izin BPOM-nya. BPOM itu Badan yang mengawasi obat dan makanan. Dia bantuin MUI supaya makanannya bagus. Nah, kalau udah ada izin BPOM ini cirinya di kemasan ada tulisan BPOM sama digit angka. Berarti itu aman dikonsumsi.”

Farisha langsung mengangguk sambil memperhatikan tulisan BPOM pada salah satu produk makanan.

4. Bergizi, sehat dan aman dikonsumsi

“Nah, memilih jajan itu harus selektif nak. Banyak jajan yang tidak terlalu bergizi dan mungkin merugikan. Untuk itu, Farisha harus jajan yang baik-baik saja. Permen tentu baik. Tapi apa setiap permen mengandung gizi, sehat dan aman dikonsumsi sehingga tidak bikin muntah?”

“Berarti yang boleh permen apa ma?”

“Permen susu sayang..”

“Permen susu itu yang ada gambar sapinya ya?”

“Nah, mama ada rekomendasi permen susu yang baik buat kamu sayang..”

“Apa itu Ma?”

Ini Dia Permen Susu yang Cocok Buat Kamu Nak!

Aku langsung mengeluarkan 3 bungkus permen pindy susu dengan rasa yang berbeda yaitu strawberry, coklat, dan susu. Sebelum membukanya aku menyuruh Farisha untuk memperhatikan point-point dalam memilih jajan seperti diatas.

“Ada label halal Sayang?”

“Ada Ma.. ”

“Ada tulisan BPOM sayang?”

“Ada Ma..”

“Tanggalnya bagaimana sayang?”

“040419 Ma.. Berarti belum basi, masih boleh dimakan ma.. Oya ma, ada gambar sapinya. Berarti permen susu ma.. ”

“Kalau begitu boleh dimakan..”

“Yeay… Mmm.. Yang strawberry enak banget!”

“Nah, kalau yang begini baru boleh dikasih ke teman ya sayang. Kalau memberikan sesuatu ke teman itu, yakinkan dulu yang kita kasih memang baik..”

“Yeay.. Aku bawa permennya ke tempat nayka ya ma. Dia pasti suka..”

Jika memberi dapat mengajarkannya arti empati kenapa harus dilarang?

Saat Farisha memberikan permen pindy dengan tulus pada temannya, aku kemudian teringat tentang penjual pentol saat aku sekolah dulu. Aku tersenyum dan hati kecilku berdoa,”Semoga Kelak kamu dapat menolong orang-orang yang tak beruntung itu ketika sudah besar ya sayang..”

Sekilas Tentang Permen Pindy Susu

Pindy susu adalah kembang gula lunak dengan rasa susu (milk chewy candy) yang enak dan aman dikonsumsi anak-anak. Permen ini bertekstur chewy sehingga sangat cocok untuk dikonsumsi anak-anak karena dapat dikunyah dan bersahabat dengan giginya. Nah, permen ini terdiri dari 3 rasa yaitu strawberry, coklat dan susu.

Permen ini halal dan memiliki izin BPOM loh. Apa? Pernah dengar gosip permen ini mengandung narkoba?

Uhuk… Masa? Yang bener aja? Itu HOAX ya ibu-ibu. Silahkan search dan gali informasi dari BPOM. Bahkan BPOM sendiri sudah mengklarifikasi loh kalau itu Hoax. Yuk, cerdas dalam memilih berita.

Nah, bagaimana dengan komposisi dan gizi dari permen pindy? Alhamdulillah, Komposisi dari permen ini juga aman untuk anak-anak. Berikut komposisinya:

Gula, Sirup Glukosa, Lemak Nabati, Bubuk Buttermilk (2,47%), Lemak Susu Anhidrat (1,23 %), Pembentuk Gelatin Sapi, Pengental Gom Arab, Perisa Sintetis Susu, Pengemulsi Nabati Lesitin Kedelai.

Nah, untuk infotmasi nilai gizi dapat dilihat di sini:

Permen Pindy tidak mengandung lemak, protein, dan natrium/sodium. Permen ini memiliki kandungan kalori di setiap permennya sebanyak 10kkal dan 2 gram karbohidrat dari gula.

Seperti kita tahu bahwa gizi untuk anak usia 1-3 tahun itu kebutuhan energinya rata-rata hanya 1000 kkal, jadi kebutuhan gula maksimal hanya 25 gram dalam satu hari. Hmm.. Itu setara 5 sendok teh gula ya..

Sedangkan pada anak usia 3-6 tahun, kebutuhan energi rata-rata adalah 1550 kkal, atau kebutuhan gulanya tidak lebih dari 38 gram perhari. Berarti untuk seumur Farisha sekitar 8 sendok teh gula. Berarti permen ini baik dikonsumsi untuk anak asalkan ajari dia berbagi dan tak menghabiskan satu bungkus besar permen sendirian. Hihi.. Betul?

Hmm.. Bagaimana? Masih bingung tentang dilema anak jajan? Yuk, coba berkomunikasi dengan anak memakai cara di atas.

Kepo dengan permen pindy susu ini? Yuk, stalking instagramnya di @permenpindy_id.. 😊

Jangan takut dengan jajan anak lagi ya Bunda.. Karena Kita tak bisa menghindari jajan untuk anak, maka minimal ajari anak untuk memilih jajan yang benar.

Happy Parenting!

Susahnya Jadi Cewek Melankolis Akut

Susahnya Jadi Cewek Melankolis Akut

“Kamu kok jutek amat sih?”

“Hei, kalau ketemu orang tuh tegur dong! Senyum kek!”

“Aduh, omongannya sinis amat”

“Kalau kamu kayak gini terus lama-lama bisa perawan tua loh”

DUAR… 👿

***

Pernah bertemu dengan makhluk aneh yang sering dapat kalimat kritik menohok seperti di atas? Eh, atau jangan-jangan Anda sendiri yang begitu? Hayuk ah, ngaku aja..

Tuh kan, yuk.. Kita kompak dulu.. 😂

Itu artinya kemungkinan Anda memiliki 80 % kepribadian melankolis. Eh, emang melankolis apaan?

Ehm, Melankolis itu… Cari sendiri di google.. 😝 *sumvah, ni blog pengen langsung di-closed pastinya.. Hahaha..

Tunggu-tunggu! Ini bukan sesi sharing informatif. Bukan! Ini Post C.U.R.H.A.T. Curhatan seorang emak-emak yang berkaca pada masa lalunya dulu. *Halah emang sering kok blog ini nulis hal ga jelas gini.. 😂✌

Iya, emak yang ngakunya punya kepribadian melankolis hampir 70% ini mengaku punya banyak dilema dalam menjalani kehidupan dahulu. Karena apa? Karena ga banyak yang ngerti bagaimana orang melankolis itu berekspresi dan bereksplorasi. Konon, penduduk dunia yang memiliki kepribadian ini selalu dijuluki ‘orang aneh’ oleh orang lain. Terutama nih yang punya kepribadian bertolak belakang sama melankolis. Ya, siapa lagi kalau bukan sanguinis.

Padahal ya, orang melankolis ituuuuh……..

Emang aneh sih. Hahaha…

Iya, sampai sekarang saya bahkan suka senyum-senyum sendiri kalau ingat masa lalu saya yang lumayan kelam. *Serius, saya minta ‘Puk Puk nih..

Nah berikut adalah beberapa dilema dari para cewek yang memiliki kepribadian melankolis:

Punya Wajah dengan Ekspresi yang Dominan ‘Flat’

Bersyukurlah anda hei para melankolis dengan wajah imut nan kemayu serta paras yang ‘aduhaiii’ karena jika kalian berada dalam mode flat face pun wajah kalian akan didefinisikan sebagai ‘wajah kalem’ oleh orang-orang pada umumnya.

Tapi ini musibah buat kalian para penyandang penderita melankolis yang punya wajah serem udah dari sononya.. (kayak saya contohnya😂✌)

source: bloglovin.com

Iya.. Serius..

Saya diem dibilang sombong..

Saya jalan biasa tanpa noleh-noleh dibilang ‘sok cool’..

Belum lagi kalau saya ngomong, padahal cuma bilang “Apa?” yang diajak ngomong langsung menciut.

Serius, saya ngerti banget gimana perasaan kepala sekolah di kartun Crayon Sinchan itu.. 😂

Pernah nih, suatu hari ingin mengubah ‘image’ diri. Nyoba ‘gaya senyum’ yang pas di muka cermin. Lalu saat dipraktekkan..

“Nganu win, di gigi kamu ada makanan nyangkut.. ”

😅

Demam Keramaian

Para pemilik kepribadian melankolis rata-rata pasti introvert. Setuju? Tapi apakah semuanya demam keramaian? Ah, entahlah..

Kalau saya dulu? Iya.. Hehe

Saya cinta musik tapi cukup mendengarkannya di headset saja. Nonton konser? Pergi Pesta? Jelas ga doyan. Hihi..

source: boredpanda.com

Kalau kepribadian sanguinis memiliki percaya diri selangit maka kepribadian melankolis punya kadar percaya diri yang sangat sangat sangat rendah. Karena itu ia tidak suka berkumpul di keramaian. Selain itu para melankolis juga sering menganggap bahwa keramaian itu tidak terlalu berguna untuknya. Betul?

Antisosial yang punya Habitat di rumah saja

Apa sih kerjaan cewek melankolis ini? Sukanya kok di rumah melulu?

Ah, mungkin dia baca buku makanya pintar…

Padahaaaal?

  1. Punya buku satu lemari tapi 60% didominasi oleh novel dan komik.. (itulah yang paling sering dibaca)
  2. Punya setumpuk kaset boyband favorite yang sering dipuja-puja sambil di tonton berjam-jam lalu dinyanyikan tidak jelas dikamar mandi (salah satu pekerjaan tidak jelas yang sering menyita waktu.. 😅)
  3. Kalau sedang terkena virus ‘malas gerak’ maka seharian nonton drama korea atau main game pun dia betah..
  4. Punya imajinasi tinggi sehingga sering bereksperiment tidak jelas dengan hasil yang tidak pernah terlihat.. 😂

Apa lagi kerjaan cewek melankolis di rumah? Oooh banyak.. Kami ini ‘tim sok sibuk’ Hahhaha.

Suka mengatakan ‘Kebalikan’

“Cakep ga sih menurutmu si anu itu”

“Ah, biasa aja Cakepan juga Oppa..” (cakep sih sebenernya 😅)

“Kayaknya aku gendutan ya akhir-akhir ini”

“Enggak kok, biasa aja menurutku” (gendutan sih emang.. 😅)

“Muka kamu hari ini kok keliatan cerahan? Wah.. Bagi tips donk”

“Ah enggak? Biasa aja kok ini 😬” (eh, masa? Lebih cantik ya berarti.. 😄)

Jangan pernah meminta pendapat kepada cewek Melankolis, karena dia sebenarnya adalah pembohong besar. Hahahaha.. 😂

Perfeksionis

Siapa sih yang ga kenal sama sifat satu ini. Begini begitu harus rapi, harus pas, harus serba sempurna. Selisih koma? Permasalahkan sampai sedetail-detailnya.

Aku? Alhamdulillah untuk sisi ini aku ga begitu amat. Soalnya dulu aku punya mental cuek bebek sama semuanya. Soal perfeksionis biasa aja lah.. Cincay lah ngatasinnya. Haha

Super Baper

Kekurangan para cewek melankolis pada umumnya yaitu dia selalu bawa-bawa perasaan kesetiap moment apapun. Padahal, bisa jadi hal yang baru saja ia lalui adalah hal biasa saja. Tapi kerjaan baper aja..😅

Anehnya, para melankolis ini punya simpati yang tidak pada umumnya. Misal nih ya, denger cerita sedih-sedih atau teman curhat baru putusan dia paling cuma ‘pura-pura’ sedih atau pasang flat mode. Tapi nih tapiiii…

Kalau punya kucing terus kucingnya meninggal, ya ampun bisa nangis seharian semalaman.. Kalah dah tuh moment putus sama pacar.. 😂

Lebih Suka Hidup di dunia Khayalan dan Dunia Maya

Cewek melankolis itu enggak suka totalitas di dunia nyata karena beberapa faktor diatas. Kebanyakan cewek melankolis lebih suka hidup di dunia khayalan dan dunia maya. Salah satu faktor dominan kenapa cewek melankolis payah banget hidup di dunia nyata adalah dia ga pandai ngomong dan kebanyakan mikir, betul ga sih? 😂

Aduh mak, ini asli ngenes banget.. 😂

Terancam Perawan Tua

Punya kesimpulan apa yang akan terjadi terhadap ending hidup cewek melankolis yang punya sifat-sifat di atas?

Yup, terancam gak punya jodoh. Itu kata orang yah. Bukan kata saya. 😂✌

Padahal yang namanya jodoh, rejeki, dan maut itu kita kan ga bisa nebak-nebak dong yah. Tapi tetep aja adaaa aja yang suka bilang ancaman begitu karena saking unik dan anehnya si melankolis ini.

“Gimana mau dapat jodoh kerjaan di rumah ajah!”

“Gimana mau dapet jodoh kalau muka jutek banget!”

“Gimana mau dapet jodoh kalau ngomong aja plin plan!”

“Gimana mau dapat jodoh kalau suka pilih-pilih. Perfeksionis banget sih!”

“Gimana mau dapat jodoh kalau poster pajangan dan kumpulan kaset boyband korea semua! Otak kamu itu udah dicuci! ”

Dst.. Dst.. Yang pada intinya bilang..

Poor u girl..

But, Jangan pernah dengarkan omongan mereka yang seakan berkata bahwa ‘Cewek melankolis adalah cewek paling tidak laku di dunia..’

Karena kenyataannya, cewek melankolis itu.. Suatu saat laku aja kok.. 😂✌

Ahh, masa? Cowok tidak normal macam apa yang suka dengan cewek begini?

Baca juga: Cowok Introvert vs Ekstrovert, Pilih Mana?

Baca juga: Ketika Introvert Menikahi Introvert

Sebagai cewek melankolis yang lebih suka berteman dengan sesama melankolis saya merasakan sendiri bahwa jalan jodoh para melankolis ini ajaib sekali. So, teruslah percaya pada keajaiban.

Karena kadang Pangeran pujaan itu tak melulu memakai kuda putih, bisa juga hanya memakai motor butut.. Eaa… 😂

Punya pengalaman sama sebagai penderita kepribadian melankolis juga? Sharing yuk!

Please, Aku Bosan Jadi IRT!

Please, Aku Bosan Jadi IRT!

List Harian Emak-Emak Rumahan Pada Umumnya

Senin

Bangun tidur-Masak-Nyapu-Mandiin Anak-Ngepel-Cuci Piring-Rapiin Rumah-Kepasar-Masak-Jemput Anak-Masak-Cuci Piring-Nyuci Baju-Jemur Baju-Bacakan Anak Buku Cerita-Pelukan-Ikut Bobo-Nganter Anak Ngaji-Masak-Family Time sambil Makan Malam-Cuci Piring-Family Time sambil Tiduran bareng anak suami.

Selasa

Sama kok jadwalnya kayak senin

Rabu

Sama

Kamis

SAMA

Jum’at

MASIH SAMA

Sabtu

Akhirnya suami libur, haruskah ngajak anak bolos sekolah demi jalan-jalan?

Oh enggak, katanya hari ini jadwalnya masak-masak di rumah (lagi)

Gakpapa, sabtu malam ini bisa nyetrika baju buat jalan-jalan besok. Yeay

Minggu

Finally!!

Bangun lebih pagi-Bikin sarapan spesial-Dandan Cantik…

“Sayang kayaknya ga bisa jalan hari ini deh, aku belum selesai ngerjain coding hari ini”

DUAR!
👿

Ketika Rutinitas Monoton Membuat Emak Rumahan Mulai Jenuh Dan Tak Berarti

source: nova-grid.id

Pernah melalui fase ini? Atau sedang dalam fase ini?

Pernahkah terlintas rasa iri ketika melihat para emak lainnya yang bekerja di luar sana?

Ah, Enaknya bekerja.. Punya seragam komunitas, punya semangat hidup, punya uang sendiri…

Lantas kemudian berkata, “Apalah diriku ini, punya anak satu saja masih suka depresi. Jangankan membahagiakan keluarga, membahagiakan diri saja tidak bisa”

Pernah begini? Kompakan yuk..😂

Padahal, keputusan menjadi Ibu Rumah Tangga ‘saja’ tentu sudah dipikirkan matang-matang. Seperti diriku sendiri yang ‘ngotot’ tidak mau jika anak sampai diasuh oleh mertua yang pikirannya benar-benar bertabrakan denganku. Sebagai menantu yang baik (ehm) lebih baik menghindari konflik ‘emak dulu vs sekarang’ dari pada terus-terusan memendam kejengkelan yang tidak jelas. Senang sekali ‘kengototan’ ini tidak didengar secara langsung namun terkabul begitu saja ketika suami berkata bahwa jangan sampai anak kami diasuh oleh Ibunya.

“Mama Sudah Capek Ngasuh Anak sampai 3 cucu, masa mau nambah lagi.. Ehm, Sementara Farisha kecil.. Jadi Ibu Rumah Tangga yang baik aja ya”

Setahun berlalu..

Dua tahun berlalu..

Tiga tahun berlalu..

Bukan berlalu begitu saja yang jelas ya. Kayak film aja ‘3 tahun kemudian’ berasa cuma semenit..wkwk..

Dalam tiga tahun itu tentu banyak hal yang aku alami…

Pernah nangis sendirian di kamar sambil menyusui bayi? Pernah!

Pernah marah-marah tidak jelas sampai anak takut lalu menangis dan memeluk Ayahnya saja? Pernah!

Pernah bertengkar dengan suami sampai pengen lari kerumah orang tua aja? Pernah!

Pernah merasa ijazah di lemari seakan memanggil-manggil menuntut penggunaannya? Pernah!

Pernah mencoba belajar dan membaca buku namun tidak ada satupun yang dapat melekat karena merasa ilmu telah terdepresiasi? Pernah!

Baca juga: “Baby Blues dan PPD, Aku mengalaminya”

Yah, Rutinitas monoton ini telah membuat emak mulai jenuh dan merasa tak berguna. Siapa bilang jadi Stay At Home Mom itu Menyenangkan?

Ketika Mereka Bilang, “Hei, Kamu Kurang Bersyukur!”

source: Soliha.id

“Kamu ini kurang apa? Suami kamu udah mapan kok!”

“Syukurin aja langsung punya anak, dari pada ga dapet-dapet kayak si anu dan si anu”

“Aku senang-senang aja kok jadi Ibu Rumah Tangga, kok kamu gitu sih?”

“Seorang Ibu itu ya begitu lah.. Hidup buat anak dan suaminya.. Masa mau memprioritaskan kebahagiaannya sendiri dulu sih.. Harusnya kamu bla bla bla”

Ya, itu sih kalian.. Masa mau menyama-ratakan diri kalian dengan orang lain? Memangnya kita kayak cookies satu cetakan gitu? Wkwkwk..

Bahkan cookies satu cetakan aja distribusinya beda-beda. Jalan hidupnya beda-beda, ga semuanya bisa beruntung bisa dimakan dan dibilang enak. Kadang mejeng di toko berbulan-bulan ga laku, kadang cuma di foto-foto aja tanpa dimakan, kadang di’ilerin bayi lalu dibuang emaknya..hahaha.. *malah ngelantur

Bagiku, berusaha berbakti dan merawat keluarga adalah wujud dari rasa syukur. Ketika seorang Ibu merelakan waktu mudanya yang mungkin saja dapat ia habiskan dengan memaksimalkan potensinya di luar namun ia rela melepasnya adalah wujud dari rasa penerimaan yang besar atas jalan hidupnya. Jika hal yang telah lama ia lakukan dengan berusaha senang hati mengerjakannya namun sesuatu mulai terasa salah kemudian keluhan demi keluhan mulai muncul.. Apakah itu artinya kurang bersyukur?

Apakah mengeluh berarti tidak bersyukur?

Mengeluh itu bukan butuh Ceramah Mom.. Kadang Ibu hanya butuh tempat pengaduan..

Ya, Ia hanya butuh pendengar yang bersimpati.

Karena Hidup Emak Perlu Banyak Rasa

source: dreamstime.com

Kok Berasa Familiar ya sama kalimat ini? Apa yah?

Astaga, Ini kan Iklan Good Day.. Wkwkwkkwk.. LOL

Pernah menyadari kenapa rata-rata Stay At Home Mom ini kadar kebahagiaannya lebih sedikit dari pada Mommy jenis lain? Bahkan terkadang terkesan lebih susah move on dan suka mengeluh?

Baca juga: 8 Alasan stay at home mom gagal move on

Ya, karena hidupnya itu Ga seru!

Ga ada tantangan, lurussssssss aja…

Trus ada ajah tuh yang nyinyir “Ya hidup kan emang harus kembali ke jalan yang lurus” #GUBRAK

Padahal emak-emak itu butuh loh yang namanya tantangan dan cerita hidup layaknya drama korea (loh???). Kenapa begitu? Karena dengan begitu hidupnya terasa menantang, ada jadwal harian baru yang harus dilakukan dan membuat emak bahagia dengan sesuatu yang baru itu. Enggak lurussss aja.

Lantas, Bagaimana kalau tantangan tak juga datang?

Ya ajak aja suami berantem. 😂 *LOL

Suatu hari aku pernah bertanya soal tantangan hidup ini. Hal yang membuat emak mungkin bisa move on dari rutinitasnya yang lurus-lurus saja. Seseorang pernah menjawab bahwa ia ingin memberiku tantangan. Tapi kemudian..

“Apa?” Kataku.

“Tidak Ada. Tantangan itu tidak ada. ” Katanya dengan percaya diri.

“Lalu?”

“Hanya kamu yang bisa membuat tantanganmu sendiri.”

Ya, hanya kita. Hanya kita yang tau bagaimana membuat hidup menjadi banyak rasa. Jika melakukan aktivitas yang sama setiap hari membuat kita bosan lalu kenapa tidak mulai mencoba bereksplorasi dengan hoby baru?

Tapi aku sarjana teknik, masa ujung-ujungnya bikin kue?

Tapi aku sarjana fisika, masa ujung-ujungnya jualan?

Tapi aku ini sarjana hukum loh, masa ujung-ujungnya pengen dalemin ilmu parenting?

Tapi aku sarjana akuntansi, masa mau jadi blogger? *eh

Apapun hobynya kalau ngadem di rumah aja jadinya sama aja..!

Please.. Aku mau kerja di luar ajah! Bosaaaan!

Looooh?

Apakah Bekerja Di Luar Adalah Solusi Terbaik?

Jika rumah sudah membuat emak-emak mulai tidak waras, lantas apakah bekerja di luar adalah solusi terbaik?

Hal pertama yang perlu disadari adalah Apakah ini benar-benar hal yang diinginkan ataukah hanya keinginan karena rasa bosan saja? Benarkah passion emak hanya bisa berkembang jika bekerja di luar?

Jawabannya hanya emaklah yang tau.. Hihihi..

Iya, seperti diriku yang setahun silam pernah ngotot sambil nangis bombay mau kerja di luar karena bosan di rumah. Apa yang dilakukan suamiku? Tentu saja mengelus-ngelus manja sambil menjadi pendengar yang baik lalu ikut membantu mengajukan lamaran. Namun…

Hal ini masih maju mundur. Bukan, ini bukan karena aku terlanjur tidak percaya diri dengan ilmu yang sudah lama tidak digunakan. Tapi, aku sadar bahwa passionku sebenarnya sudah melekat di rumah. Hal yang aku butuhkan sebenarnya hanyalah mengekspresikan passion ke ‘wadah’ yang benar. Karena itu, blog dan sosial media telah menjadi tuangan ekspresi untuk itu.

Jika bekerja di luar adalah solusi terbaik maka mari kita mulai menanyakan hal itu kepada para working mom. Salah satu temanku yang merupakan Ibu Pekerja sempat curhat dan mengaku iri denganku. Ia mengaku tidak punya cukup waktu untuk keluarganya karena terikat dengan kewajiban di luar yang memakan banyak waktunya. Pekerjaannya di luar tidaklah menyenangkan sesuai ekspektasinya dahulu, ia merasa stress dengan deadline demi deadline. Bahkan, ia merasa bahwa bonding antara ia dan anaknya terasa sangat tipis jika dibandingkan dengan hubungan anak dengan neneknya ataupun dengan pengasuhnya. Dibalik itu semua ia merasa sudah berusaha maksimal untuk menjadi ibu yang baik.

Di sisi lain, salah seorang temanku yang merupakan Working Mom merasa bahwa hidupnya sudah sempurna. Memiliki passion yang tersalur dengan baik serta anak yang memiliki bonding erat dengannya. Selalu menangis saat ia mulai berpisah untuk bekerja yang membuat sensasi menyenangkan baru untuk kesehariannya atas rasa rindu dan keterikatan itu. Berbeda dengan teman yang iri denganku seperti di atas, Ibu yang satu ini terus menanyakan hal sama padaku, “Apakah Tidak Bosan di rumah saja?”

Ada dua hal yang aku pelajari dari dua temanku di atas. Teman pertama bekerja tidak sesuai passionnya dan sangat terikat dengan pekerjaannya. Sementara teman kedua bekerja dengan passion sehingga ia bekerja seakan sedang ‘piknik batin’ hal ini tentu menghasilkan output kebahagiaan yang berbeda.

Sementara aku? Aku memiliki hal yang tidak dimiliki keduanya. Ya, kebebasan memilih.

Apapun Pilihannya, Seorang Ibu haruslah Bahagia

Masih berpikir ingin bekerja diluar?

Benarkah itu hal yang benar-benar Anda inginkan?

Dapatkah keluarga mendukung keinginan Anda dalam menggeluti passion di luar?

Apapun itu, setiap Ibu harus memiliki cita-cita yang membuatnya bersemangat. Jangan sampai rasa jenuh dan bosan menghalangi semangat seorang ibu. Jenuh itu pasti, bosan itu? Hanya kita yang tau persis apa solusinya.

Baca juga: Sepenggal Cerita Tentang Ibu yang mencari Kebahagiaan

Pilihlah pilihan yang benar, hanya Anda yang tau hal itu. Ingatlah, seorang Ibu harus benar-benar bahagia, bukan sekedar pura-pura bahagia. 😊

Mengajak Anak Mengenal Bumi dan Menjaga Lingkungan Melalui Buku

Mengajak Anak Mengenal Bumi dan Menjaga Lingkungan Melalui Buku

Suatu hari, aku iseng menengok anakku pada jam istirahat di sekolahnya. Kulihat sebagian besar temannya sudah bermain di area luar sekolah. Hmm, mana anakku? Batinku sambil melihat-lihat kearah teman-teman akrab anakku. Tanpa bertanya aku langsung masuk kedalam kelasnya di Nol Kecil. Benar saja, dia satu-satunya yang masih sibuk dengan pewarnanya. Padahal, jam istirahat sudah 10 menit berlalu.

Aku mengerutkan kening melihat hasil warna dan gambaran pada kertasnya. Ehm, bukannya ini pasar terapung?

Ada kejanggalan yang sangat mencolok di gambar itu dibandingkan dengan hasil warna milik teman-temannya. Ya, ia mewarna air sungai dengan warna coklat bukan warna biru seperti yang lain. Aku langsung bertanya padanya, “Sayang, kok sungainya warna coklat? Coba lihat warna sungai punya teman Farisha? Bukannya warna biru?”

Dan ia langsung menjawab, “Ma, sungai itu warna coklat.. Mana ada sungai warna biru? Pica udah pernah liat sungai. Sungai itu coklat, bukan biru. Pantai juga coklat, bukan biru”

Dan aku pun langsung speachless.. 😅

Dua minggu yang lalu sebelum hari itu, anakku mengikuti program rekreasi ke pantai yang diadakan sekolahnya. Sebagai anak yang hampir tidak pernah kepantai tentu hal ini membuatnya senang. Bahkan, malam hari sebelum ke pantai ia langsung mencoba menggambar dan mewarnai pantai. Dalam imajinasinya pantai itu indah dengan hamparan pasir putih dan air laut yang biru.

Kenyataannya, pantai yang kami kunjungi memiliki pasir lengket yang berwarna seperti semen. Bukan hanya itu, airnya coklat dan sangat kotor. Hilanglah sudah imajinasinya tentang indahnya pantai. Baru 15 menit kami berada di pantai, ia langsung merengek meminta pulang.

Ia langsung curhat denganku pada suatu malam. Bertanya dengan ciri khas anak kecil yang ingin serba tau. Ya pertanyaan-pertanyaan lucu seperti:

“Ma, dulu pantai dan sungai memang coklat ya?”

“Ma, Kenapa orang-orang suka bilang sungai dan pantai itu biru. Memang ada yang biru?”

Sampai..

“Ma, sebenarnya Farisha suka loh sama coklat, susu coklat juga suka. Tapi Farisha ga suka liat air coklat..”

***

Hati Ibu mana yang tidak tergelitik mendengar ocehan dan curhatan si kecil yang ingin serba tau. Sebagai orang tua biasa, hal yang bisa kulakukan hanyalah bercerita padanya. Ya, cerita sederhana seperti tentang bagaimana sebenarnya wujud Bumi yang ia tinggali, apa yang menyebabkan bumi berubah, hingga memperkenalkannya pada planet lain selain Bumi. Tentu aku tidak menceritakannya tanpa media apapun. Sebagai Ibu lulusan Sarjana Akuntansi, hal kecil yang bisa aku lakukan hanyalah membelikannya buku-buku. Hmm.. Itupun bukan buku mahal seri ensiklopedia seperti kebanyakan. Hanya buku-bukuku sewaktu kecil yang masih ada juga ditambah buku-buku yang ku beli di cuci gudang dan book fair dengan harga 5ribu-10ribuan.

Maafkan nak, emakmu super pelit memang.. 😂✌

Ingin tahu apa saja buku murah meriah yang sudah aku bacakan untuk anakku agar ia mengenal bumi dan lingkungannya? Ini dia..

Jreng jreng…

Doraemon – Menjelajahi Bumi

Ini bukan buku baru, bukan pula buku cuci gudang. Ini adalah buku komik bacaanku sewaktu SD. Hmm, berapa umurnya?

Yup, sekitar hampir 20 tahun.. 😂

Ya, ya.. Katakanlah aku ini makhluk super engken (pelit) yang tidak mau berbagi buku untuk yang lain. *Padahal banyak loh buku novelku yang tak kunjung dikembalikan saja sampai sekarang.. 😭

Buku Doraemon bagiku sangat spesial. Ya, aku pecinta doraemon. Sampai sekarang pun aku mengaku masih sangat terhibur dengan kartun dan komik doraemon. Karena itu buku doraemon koleksiku masih tersimpan rapi sampai akhirnya sebagian besar memang dimakan rayap.. 😅

Nah, buku yang satu ini.. Alhamdulillah aman, tak satupun dimakan rayap. Hanya kertasnya memang sudah butut banget.

What? Anak kok dibacain komik?

Eh, emang kenapa? Ini komik edukatif banget. Anakku suka sekali dengan buku berbentuk komik karena banyak gambarnya. Maklum lah, anak visual kan begitu ya..😅

Sesuai dengan judulnya ‘Menjelajah Bumi’ buku ini bercerita tentang berbagai seri penjelajahan bumi oleh Nobita, Doraemon dan teman-temannya. Mulai dari pengenalan umum bumi, petualangan di laut, petualangan di padang pasir, petualangan di kutub selatan, hingga pengetahuan edukatif disetiap akhir komiknya. Selain itu, buku ini juga menggambarkan petualangan nobita saat ingin mengetahui proses minyak bumi dan terjadinya gunung berapi. Keren sekali bukan?

Rahasia Siang dan Malam

Aku membeli buku ini dengan harga 10ribu. Cukup murah dengan isi yang disertai ilustrasi gambar yang disukai anakku. Buku ini banyak bercerita tentang bumi secara umum seperti bentuk bumi, rotasi bumi, disertai dengan pembahasan waktu siang dan malam. Tidak hanya itu, ada eksperiment kecil-kecilan yang cocok untuk mengisi keseharian emak dan anak. Hihi

Buku tipis dengan 30 halaman ini sangat cocok untuk dibacakan kepada si kecil sebelum tidur. Yah, kadang membaca pengetahuan pun bisa menjadi pengantar tidur yang baik loh.

Kehidupan di Air Tawar

Dari buku yang satu ini, anakku banyak belajar tentang kehidupan sungai dan rawa yang merupakan lingkungan dominan di Banjarmasin. Yah, aku memang sengaja membelinya untuk memperkenalkan si kecil dengan lingkungannya. Harganya? 5ribu saja. 😆

Maklum ya, kalau bersinggungan dengan harga dan manfaat kaum emak-emak memang suka agak sombong. Haha.. ✌

Melalui buku ini Farisha akhirnya kenal dengan Danau. Maklum dia mana pernah sih ke danau (haha). Tidak hanya itu, ia juga akhirnya kenal dengan tanaman eceng gondok yang dulunya dia kira pulau hijau di atas sungai (untuk enggak kamu loncatin ya sayang 😅).

Saat mengajaknya kepasar, dia langsung mencoba mengenali ikan yang aku beli. Bertanya apakah yang kubeli hidup di laut atau di sungai. Ia juga mulai mengerti kenapa binatang berang-berang kadang suka muncul di bawah rumah kami dan keluar. Setiap sore, ia mencari capung-capung kecil di sekitar rumah karena ia mulai tau tempat tinggal rahasia capung. Hihi

Melalui buku ini, anakku mulai mengerti tentang kehidupan danau, sungai dan rawa. Buku ini cocok dijadikan sebagai pendamping pengetahuan saat anak mulai bertanya tentang lingkungan. Hmm.. Aku sebenarnya juga sering menjadikan buku ini pengantar tidur sih karena anakku suka setiap ilustrasi ikan.

Geografi yang menyenangkan – Sungai dan Laut

Buku ini aku dapat pada book fair. Perlu diketahui, mendapatkan buku anak-anak pada book fair kali ini benar-benar susah. Dari bertumpuk tumpuk buku komik cantik hingga novel dewasa dan berbagai buku pengetahuan aku hanya mendapatkan 3 buku yang cocok untuk anakku. Itupun bukan buku dongeng. Ya, buku seperti ini.

Buku ini hanya berharga 10ribu rupiah. Sangat beruntung mendapatkan buku ini dengan hardcover pula. Isinya? Tak kalah keren. Anakku akhirnya bisa belajar tentang siklus air, sifat air, hingga air tanah yang dulu dipertanyakannya saat melihat sumur di pelaihari. Yah, maklum saja selama ini kami memakai air PDAM sehingga anakku tidak mengenal air sumur.

Nah, dari sifat air akhirnya anakku mengerti bahwa air sungai menuju ke laut. Yang khas dari buku ini adalah setiap chapternya selalu ada eksperiment yang membuat anak mengerti. Apakah aku rajin mempraktikkannya? Sayangnya tidak. 😂

Ehm, tapi ini sudah membuat anakku sedikit mengerti apa sebenarnya yang menyebabkan polusi sungai. Apa contoh bencana polusi sungai di dunia seperti sungai Rhene dan sungai Tisza.

Tidak hanya pengetahuan saja, buku ini juga menumbuhkan rasa simpati. Hmm, kenapa? Karena akhirnya anakku tau bahwa di belahan bumi ini tidak semua daerah memiliki air yang mencukupi. Sementara di daerah lain banjir sering terjadi. Ya, kekeringan dan banjir di belahan bumi lain membuatnya bersyukur karena tinggal di lingkungan dengan air yang mencukupi.

Ingin rasanya bercerita semua isi buku ini. Soalnya isinya edukatif sekali. Tapi kalau kuceritakan semua kalian pasti bosan.. 😅

Intinya bukunya murah dan isinya keren2.. *Pamer lagiii.. 😂

Polusi

Yeay.. Satu lagi nih buku keren yang aku beli di book fair. Hardcover dengan kualitas kertas yang bagus dengan harga 10ribu saja.

Buku ini berisi pemahaman-pemahaman sederhana tentang pentingnya menjaga agar lingkungan bersih dan sehat. Nah, sesuai judulnya hal yang paling banyak dibahas pada buku ini adalah tentang Polusi.

“Wah, ternyata polusi ada macam-macam ya ma?” celoteh anakku saat itu.

Ya, dia baru tau ternyata bukan hanya sungai dan air yang bisa terkena polusi. Tapi juga udara dan tanah. Buku ini juga menjelaskan zat-zat berbahaya dari polusi yang tentunya aku skip karena itu berat buat anak Nol Kecil begini. Hihi..

Lalu suatu hari anakku bertanya, “Ma, mama kenapa bikin polusi udara siang-siang? Boleh kah begini?”

Dan sang emakpun ternganga saat memegang kipas sambil memanggang ikan di luar rumah dengan bara api. Benar juga, asap dari bara api ini…?

Emak speachless.. 😂

Awas Serbuan Meteor

Jika anak sudah mengenal Bumi maka tentu kita ingin memperkenalkan hal lain di luar sana. Ya, apalagi kalau bukan Tata Surya.

Buku ini berisi pengetahuan spesial yang perlu anak tau. Bahwa setiap hari, setiap jam bahkan setiap detik planet Bumi diserbu meteor. Jumlahnya jutaan loh. Kadang meteor terlihat seperti kembang api dan kadang hanya lurus bercahaya.

Untuk isi buku dengan ilustrasi yang menyenangkan ini tentu saja anakku bahagia saat aku mulai membacakannya. Apalagi saat mengetahui kehidupan planet bumi jutaan tahun yang lalu. Yaitu saat zaman dinosaurus yang kemudian musnah karena jatuhnya meteorid raksasa. Tapi dibalik semua itu, siapa sangka bahwa batu meteor pun juga berguna bagi mahkluk hidup di Bumi.

Buku ini isinya sangat bagus untuk anak-anak. Bahasanya juga sangat fun dan ringan sehingga membacanya berdua dengan anak pun menjadi sangat seru. Melalui buku ini, pengetahuan anak tentang Tata Surya akan bertambah.

Hal tambahan yang aku suka dari buku ini adalah adanya kamus astro dibelakangnya yang bercerita tentang perjalanan meteoroid dan komet. Anakku sangat senang melihat ekspresi dari meteor dan komet tersebut.

Harga buku ini? cuma 5ribu saja.. *pamer lagi.. ✌

***

Nah, itu dia Daftar buku murah meriah yang kami miliki untuk belajar tentang Bumi dan Lingkungannya. Buku-Buku kecil yang murah meriah ini telah banyak berjasa untuk pembentukan kepedulian anakku terhadap lingkungannya. Ia mulai mengerti penyebab kotornya air sungai, mulai mengerti pasang surut pantai, dan mulai mengerti kenapa air pantai pun juga coklat.

Hal kecil yang bisa ia lakukan sekarang adalah membuang sampah pada tempatnya. Hmm.. Kuharap saat anakku besar nanti dia bisa bermanfaat bagi bumi, masyarakat hingga lingkungannya nanti.

Yuk, mak.. Jangan lupa selalu bacakan buku untuk si kecil. Karena Buku adalah Jendela Imajinasinya.. 😉

*Tulisan ini diikutsertakan pada kolaborasi menulis dengan FBB (Female Blogger of Banjarmasin) di bulan April dengan tema “Hari Bumi” 😊

IBX598B146B8E64A