Browsed by
Author: utariaswinda

Resolusi 2018: Menjadi Pribadi yang Seimbang

Resolusi 2018: Menjadi Pribadi yang Seimbang

sumber: job-like.com

Desember.

Apa arti bulan Desember bagimu? 

Mereka berkata bahwa desember adalah bulan ‘Tutup Buku’. Ibarat akuntan, maka bulan desember adalah bulan sibuk karena seluruh transaksi yang telah dicatat akan diperjuangkan pencatatannya pada bulan ini. Yah, mereka yang berjuang pada usaha bisnis dan membutuhkan laporan keuangan setiap tahunnya tentu setuju bahwa bulan desember adalah bulan super sibuk. 

Namun, apa arti bulan desember bagiku?

Sewaktu remaja, zaman kuliah tepatnya, tahun 2008 lalu, aku yang masih bercita-cita menjadi akuntan atau banker dengan baju dan dandanan ‘kece’ belajar cukup giat. Berharap dengan IPK yang lumayan tinggi maka aku dapat memperjuangkan cita-citaku menjadi orang kaya nan bergengsi. Bulan Desember bagiku adalah bulan tutup buku nantinya. Dan aku mengkhayal dapat membuat banyak laporan untuk menyenangkan ‘atasan’ ku saat bekerja nanti.

Lambat laun pola pikirku mulai berubah. Aku yang saat itu kuliah di Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah mulai mengikis cita-citaku dulu. Tujuanku yang mulanya ingin menjadi banker kaya nan bergengsi kini berubah menjadi hanya ingin bekerja sebagai Guru. Aku belajar giat saat kuliah untuk mencari perhatian Dosenku agar suatu hari nanti dapat bekerja membantu atau menggantikan beliau.

Kenapa ingin menjadi Guru? Karena pekerjaan Guru itu mulia. Ilmu yang aku dapatkan menular kepada muridku dan muridku akan menularkan kepada temannya dan anaknya dan anaknya kepada anaknya lalu anaknya lagi. Yah, sebuah ladang amal yang tiada habisnya. Aku ingin tampil menjadi sebuah inspirasi dengan caraku dan ilmu yang kudapat. 

Mamasuki semester 5 perkuliahan aku berkenalan dengan salah seorang asisten dosen yang baru memasuki kelas kami.  Hubungan kami berlanjut hingga membuatku menikah dengannya bahkan sebelum aku lulus kuliah. Aku menikahinya saat semester 8 saat masa pembuatan Tugas Akhir. 

Aku hamil. 

Sebenarnya aku sedikit shock dengan kehamilanku. Padahal Kami berencana menundanya. Namun karena ilmu pengetahuan yang kurang mengenai cara pemakaian KB, akhirnya malah berdampak pada penyuburan rahimku sehingga aku langsung hamil. 

Saat lulus kuliah usia kandunganku sudah 4 bulan. Dan 5 bulan lagi akan ada bayi mungil dipangkuanku. Namun peduli apa aku saat itu? Aku ingin BEKERJA!

Ayolah aku sudah lulus. Saatnya ‘memanen’ apa yang sudah aku tanam di kepalaku. Saatnya melamar pekerjaan. Aku ingin bekerja secepatnya, kalau tidak aku akan malu. Aku tidak mau dibilang sebagai sarjana pengangguran. Atau yang lebih sakit lagi, “Susah-susah di kuliahkan, eh ujung-ujungnya cuma jadi Ibu Rumah Tangga”

Alhamdulillah, aku memiliki suami yang pengertian. Ia memperbolehkanku melamar program beasiswa S2 di salah satu kampus di Pelaihari. Aku sangat bersemangat dan berapi-api. Namun belum lagi lamaran itu diantar, tangisan mertuaku membuat suamiku bimbang.

“Apa mama akan ditinggalkan disini saja? Apa kau akan bekerja di Pelaihari? Memiliki rumah disana?”

Perkataan itu membuat surat lamaranku berakhir di bawah setumpuk baju dilemari pakaian. Dan saat itu perasaanku benar-benar sedih. 

***

5 bulan kemudian, anakku lahir. Benar, aku hanyalah Ibu Rumah Tangga tulen saat itu. Mimpi untuk kuliah lagi telah kuhapus menjadi “Ayolah.. Cepat bekerja supaya membanggakan orang tua”

Tentu kalimat itu beralasan. Saat aku menyusui, mengganti popok dan mencuci tak habis-habisnya namun otakku saat itu dipenuhi dengan rasa iri. Iri melihat status teman-temanku yang satu per satu mulai bekerja. Mereka mulai ‘memanen’ hasilnya. Dan aku? Aku menjadi apa? Aku tidak mendapatkan apapun dari IPK-ku dulu. Hanya bayi, ya.. Bayi yang selalu menangis. Aku memutuskan berhenti bersosial media untuk menghapus rasa iri itu. 

Selama 2 tahun aku menjadi Ibu Rumah Tangga yang baik. Belajar skill memasak, baking, dan parenting. Sosial media kini mulai berteman lagi denganku setelah sekian lama aku ‘hibernasi’. Dulu, baby blues sindrom sempat singgah didalam kelamnya kehidupanku. Sehingga aku memutuskan untuk memiliki me time dengan bersosialisasi di dunia maya.

Namun ternyata dunia maya lebih kejam. Aku sempat memasuki grup parenting, grup ASI dan grup berbau emak-emak yang lain. Ketika aku memberanikan diri untuk terbuka dan mempertanyakan keadaan psikologisku tidak sedikit  para member yang menyindir hingga membully. Sejak itu aku berpikir, “Tak adakah tempat yang benar-benar pas denganku?”

Aku Ibu Rumah Tangga sejati, tinggal di kota dengan sedikit ruang sosialisasi, memiliki suami yang sibuk dan mulai menjadi gila dengan segala sifat perfeksionisku. Ya, anakku adalah saksi atas setiap kegilaanku saat itu. Dalam perasaan yang ‘kosong’ aku mencoba mencari sensasi dalam hidupku dengan berjualan kue.

Aku senang mencoba membuat kue dan berbagai masakan lain, apalagi jika hasilnya bisa menyenangkan keluargaku. Saat itu aku meyakinkan pada diriku sendiri bahwa ‘inilah rejekiku, rejekiku diperut suamiku’. Saat mencoba berjualan aku senang dengan keuntungan yang aku dapatkan. Aku senang memiliki passion yang bisa tersalur. 

Sebulan, dua bulan, tiga bulan. Aku mulai merasakan perasaan itu lagi. Perasaan bahwa hidupku standar, tidak terlalu berguna. Dan rasa bosan melihat tepung, gula, telur dan mentega mulai menghantuiku. Sekali, kue yang ku buat gagal total. Dua kali, aku mengerjakannya dengan berteriak membentak anakku. Tiga kali, aku membuat kue yang gagal dan menyalahkan anakku atas kegagalanku. Saat itu aku sadar, aku tidak bisa mengerjakan sesuatu yang sama setiap hari tanpa peningkatan apapun.

Saat itulah aku gelisah. Aku tidak tau perasaan apa persisnya itu. Yang jelas, aku tidak bisa tidur. Tengah malam, aku membuka facebook dan menemukan blog post diberanda facebookku. Sebuah tulisan yang dipublikasikan oleh Dosenku, Nailiya Nikmah.

Hatiku dipenuhi rasa iri.  Tulisan itu adalah tentang program ‘indonesia mengajar’. Bagaimana serunya kegiatan mengajar yang dilakukan oleh Dosenku yang berprofesi juga sebagai penulis. Indonesia mengajar adalah sebuah cara agar siswa terinspirasi dari profesi sehingga dapat memiliki cita-cita dari rule mode profesi tersebut. Aku terhentak. Sadar bahwa selama ini aku melupakan cita-citaku untuk menjadi guru.

Tengah malam itu juga aku memberanikan diri untuk menyapa Dosenku. Perasaan ini bukanlah perasaan iri ketika melihat teman-temanku bekerja. Perasaan itu berbunyi, “Tolong ajarkan aku menjadi sepertimu Ibu”

Aku terinspirasi dari tulisan beliau. Aku ingin menjadi seperti itu juga. Setelah lama berbincang dan bertanya mengenai komunitas menulis kemudian beliau memberi saran padaku, “Bikin blog aja win..”

Serasa dejavu. Karena saran itu pernah dikatakan oleh suamiku. Suamiku adalah seorang proggrammer yang tentu saja ahli dalam hal membuat blog. Maka tiga hari kemudian aku memutuskan membuat blog di platform WordPress. Membuat blog adalah awal dari resolusi hidupku.

***

sumber: dreamstime.com

Mencoba belajar menulis telah memperbaiki kondisi psikologisku. Aku merasa nyaman dengan kegiatan me time yang baru. Memang aku sempat merasa tidak percaya diri dengan tulisanku. Tapi siapa peduli? Yang harus kulakukan adalah terus belajar dan bersemangat dengan hoby yang baru.

Hoby baruku juga didukung oleh adanya komunitas blogger perempuan di Banjarmasin. Female Blogger Banjarmasin (FBB) adalah salah satu komunitas yang membuatku bersemangat untuk terus menulis. Setiap member dari kami memiliki jenis niche yang berbeda. Tapi yang lebih penting, kami mempunyai gaya ekspresif yang sama dalam menyalurkan hoby yaitu Menulis.

Selain FBB aku juga tergabung di komunitas blogger perempuan. Disana aku akhirnya dapat memiliki teman-teman baru sehingga dapat berpikir lebih luas. Aku yang sehari-hari hanya dirumah kini mulai merasakan sensasi petualangan dengan membaca berbagai content dari para blogger. Kesepian itu dan rasa kosong yang sempat aku cari selama ini kini mulai terisi dengan warna warni kehidupan.

Aku kemudian teringat dengan cita-cita ku dahulu. Aku hanya ingin menjadi pintar dan dapat berguna dengan ilmuku. Guru, adalah profesi yang dulu aku inginkan. Kuliah lagi adalah alternatif kedua jika tidak bisa bekerja menjadi guru. Namun, ternyata rencana Allah lebih indah.

Aku mulai mencoret-coret proyek tujuan hidupku yang dulu..

2012-2014 Kuliah S2

2015-2016 Bekerja menjadi Guru

2017 Memiliki pekerjaan tetap

2018 Belajar usaha sampingan

Dari lulus kuliah tahun 2012 hingga sekarang tak ada satupun impian yang kutulis ditahun 2012 menjadi nyata karena aku memutuskan untuk menikah. Dan menikah telah mengubah segala cita-cita hidupku. Kenyataan yang terjadi, berkata demikian.. 

2012 menikah dan hamil

2013 memiliki anak

2014-2015 belajar menjadi Ibu Rumah Tangga yang baik

2016 Belajar berjualan Kue

2017 Belajar Menulis didunia blog

Apakah langkahku salah?

Tidak, aku yakin tidak pernah ada kesalahan sedikitpun dari keputusanku. Menikah dan memiliki anak diusia muda bukanlah keputusan yang salah. Jika orang-orang disekitarku ‘menyayangkan’ keputusan menikah yang telah kuambil maka aku kini telah menikmati hasil dari keputusan itu.

Awalnya memang berat. Aku perlu kehilangan duniaku yang dulu. Mengalami baby blues hingga post partum depression. Namun semua hal itu membuatku belajar. Aku menjadi memiliki banyak pengalaman dibalik itu semua. Jika teman-temanku belajar dari lingkungan kerja maka aku telah banyak belajar mengenai dunia dirumah. Dan aku tetap mensyukuri setiap langkah yang kuambil. Pilihan menjadi Ibu Rumah Tangga bukanlah pilihan yang salah.

Tahun 2017 adalah tahun kebangkitan bagiku. Dunia blogger telah banyak membuka wawasanku. Hoby menulis yang dulu sempat tak terasah kini mulai kulakukan lagi. Dari menulis aku telah banyak belajar. Dari menulis aku telah memiliki teman dan komunitas baru. Dari menulis aku telah menjadi lebih produktif. Dari menulis aku merasa telah berprofesi lebih dari sekedar Guru. Dan hal itu membuatku bahagia. 

Maka di tahun 2018 aku memiliki banyak resolusi lagi. Aku ingin mendapatkan dunia yang seimbang. Aku ingin lebih berguna bukan hanya untuk keluargaku, namun juga lingkunganku, dan menjadikan diriku sendiri lebih berarti. Adapun resolusi yang ingin kucapai ditahun 2018 adalah:

Untuk keluargaku:

  1. Menjadi Istri yang seimbang. Bukan hanya pintar memasak untuk suami namun juga pintar berdandan dan mencari sedikit uang minimal untuk keperluan sendiri dan keperluan rumah tangga lainnya. 
  2. Menjadi Ibu yang seimbang. Aku memutuskan untuk tidak memiliki target untuk peningkatan otak kiri anakku hingga dia berumur 7 tahun. Aku hanya ingin dia dapat bersosialisasi dengan baik dan aktif didunianya. Aku memutuskan berhenti menjadi Ibu yang terlalu perfeksionis dan mulai memperdulikan kualitas kesehatan jiwaku dalam mendidik anakku. 
  3. Menjadi Anak yang berbakti. Memang aku tidak bekerja supaya bisa memberi Mamaku uang. Namun, jika beliau datang kerumah aku akan berusaha membuat makanan yang istimewa. Aku juga seharusnya menyempatkan diri untuk menelpon dan menghubunginya sebisaku. Walau aku termasuk anak yang sering kehabisan kosa kata saat menelpon. Sepertinya aku perlu membuat konsep sebelum menelpon. 
  4. Menjadi Menantu yang baik. Aku akan berusaha memuji masakan mertuaku walau pada kenyataannya lidahku memang sering kaku. Semoga suatu hari kami bisa menjadi lebih akrab. 
  5. Menjadi Kakak yang baik. Mungkin aku belum bercerita bahwa salah satu adik kembarku tinggal dirumahku. Sebagai Kakak yang memiliki sifat introvert aku sering merasa berdosa karena sering terlihat cuek. Namun, dibalik itu aku ingin mendidiknya. Semoga dia dapat mengerti. 
  6. Menjadi Majikan Kucing baik. Eh, ga penting banget ya? Penting kok, bagiku memiliki kucing juga pemberi semangat hidup. Semoga aku bisa memberi makan ikan kesukaannya minimal seminggu dalam sebulan. 

Untuk lingkunganku  

Aku pribadi yang cukup tertutup. Sejak menjadi Ibu Rumah Tangga aku tidak memiliki dunia sosial untuk bergabung selain menjadi anggota yasinan komplek. Namun sejak menjadi blogger aku merasa mendapatkan duniaku kembali. Belakangan, aku dipercaya untuk menjadi Sekretaris di FBB. Semoga suatu saat aku bisa berguna di FBB dan tulisanku dapat semakin baik sehingga dapat menginspirasi pembacanya. 

Untuk diriku sendiri 

Aku memutuskan untuk ‘benar-benar tercebur’ didunia blogging. Bukan hanya menjadikannya hoby namun juga profesi. Namun, mengingat skill blogging yang aku miliki masih sangat rendah maka aku memutuskan untuk terus belajar. Tentu menyenangkan mengingat suamiku sendiri adalah proggrammer. Namun sampai kapan aku harus terus bergantung padanya? Aku harus bisa sendiri. Minimal untuk mengurus blogku sendiri. Karena itu aku perlu membuat tujuan belajarku sendiri, diantaranya adalah:

  1. Belajar teknik SEO pada bulan Januari hingga Maret 
  2. Belajar membuat blog dari awal hingga selesai. Ya, mungkin aku akan membuat blog baru khusus untuk hoby memasak. Semoga bulan april-akhir tahun blog itu benar-benar tercipta dan memiliki domain authority yang tinggi.
  3. Belajar teknik fotografi. Ini PR sekali, sejauh ini aku merasa skill fotografi yang kumiliki terlalu biasa. Sebagai blogger, aku harus bisa mendapat kualitas foto yang bagus. Ah mungkin aku perlu kamera baru? 😂
  4. Memperbanyak membaca buku. Ya, sejak punya anak aku tidak memiliki banyak waktu untuk membaca buku. Tetapi sekarang anakku sudah cukup besar sehingga dia juga telah memiliki hoby baru untuk kesehariannya. Aku harus bisa membaca buku minimal 1 buku untuk 1 bulan. 

    Pernah saja aku tergoda untuk mencoba menulis 1 day 1 post. Namun semua draft yang aku buat hanya berakhir di black hole. Kenapa? Ya, kuakui.. Aku ini penyakitan. Aku punya penyakit rhinitis alergica yang merupakan kutukan sejak kecil. Ditambah lagi dengan konsentrasiku yang mudah terganggu. Anak menangis, suami tiba-tiba datang, suara air mendidih dan bersin yang tiada habisnya lalu inspirasi itu hilang. Akhirnya, tujuan yang harus aku capai menjadi pending and pending again. Kalian pernah begini?

    Menjelang musim hujan penyakit rhinitis ku selalu kambuh. Aku perlu satu kotak tisue sambil membuat tulisan. Perlu satu kotak tisue saat tidur. Hingga saat memasakpun, aku perlu satu kotak tisue menemaniku. Terbayang terganggunya aku dengan semua itu? Sesuatu yang seharusnya bisa aku lakukan dengan waktu singkat akhirnya memakan waktu lama dan terbuang sia-sia. 

    Akhirnya, berkat bersosialisasi dengan para blogger aku mengenal theragran-M. Theragran-M adalah Multivitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Teman-temanku ternyata meminum ini untuk menjaga daya tahan tubuh. Nah, Biasanya aku meminumnya saat kondisi badanku sedang down karena rhinitis ku kambuh. Ya, kalian tau kan? Penyakitku itu tidak ada obatnya. Obatnya hanyalah menjaga daya tahan tubuh supaya tetap fit. Jika kondisiku sedang tidak baik, penyakitku kambuh lagi. Ya sakit sih boleh, tapi jangan lama-lama juga.

    Efek yang aku rasakan setelah meminum theragran-M adalah badan menjadi terasa nyaman. Tentu saja ini mengurangi frekuensi bersin ku sehingga aku dapat leluasa beraktivitas. Ya, menjadi pusat perhatian di dalam keluarga itu berat. Sakit sedikit saja menyebabkan rumah, anak dan suami terbengkalai. Sesekali sakit sih memang perlu supaya kita bisa bermanja-manja merasakan perhatian suami. Hehe.. Tapi tetap ya, jangan lama-lama. Nanti merasa berdosa.

    Resolusi terakhirku adalah dapat menjadi pribadi yang seimbang. Dapat membagi diri dengan benar antara keluarga-lingkungan dan diriku sendiri. Ya, aku mengaku tidak dapat membagi diri dengan benar karena kondisi badanku yang sering down. Namun bersama Theragran-M, aku optimis dan aku akan terus berusaha. 

    ***

    Desember. 

    Desember bagiku sekarang adalah bulan pengingat diri. Akhir bulan yang seakan bertanya padaku, “Hei, apa saja yang kau lakukan tahun ini, tutup buku macam apa yang kau buat?”

    Dan sekarang, aku berani menjawab, “Aku sudah banyak berubah tahun ini, dan tahun depan harus lebih baik lagi. Aku berjanji akan menjalankan resolusi baru untuk hidupku_chapter baru dalam hidupku yang mulai berapi-api”  

    Januari. 

    Adalah sebuah tujuan baru, langkah baru, dan semangat baru. Tak sabar untuk menunggumu Januari. 

    Happy New Year! 

    *Artikel ini diikutsertakan sertakan dalam lomba menulis blog yang diadakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M 
     

    Kompor Induksi PLN Kalselteng-Solusi Masa Depan yang lebih baik

    Kompor Induksi PLN Kalselteng-Solusi Masa Depan yang lebih baik

    sumber: architectaria.com

    Apa yang ada dibenak kalian saat mendengar kata Kompor Induksi? Apakah itu jenis Kompor elite? Kompor Mahal? atau Kompor kekinian? Jujur, dipikiran emak-emak sepertiku kata Kompor Induksi masih terdengar terlalu elite karena aku yang hanya berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga diharuskan untuk bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga seberapapun pemasukan yang ada. Rasanya terlalu jauh untuk berpikir mengenal bahkan memiliki Kompor Induksi. Tapi itu dulu, sebelum aku akhirnya mengetahui tentang kompor induksi di acara ‘Bamasak Mamakai Kompor Induksi’ – aman nyaman dan barasih di Taman Kamboja Banjarmasin pada tanggal 10 Desember 2017 kemarin. Menghadiri acara itu telah membuka pengetahuanku tentang kompor induksi.

    Bersama chef agus sasirangan di acara ‘Bamasak Mamakai Kompor Induksi’

    Kompor Induksi adalah salah satu jenis kompor yang memakai reaksi magnet untuk menghasilkan panas. Panas yang dihasilkan kompor ini berasal dari reaksi elektromagnetik antara alat masak dan area pada kompor. Jadi, sumber panasnya berasal dari panci atau wajan yang merupakan pemanas itu sendiri. Saat panci dan alat masak lainnya tidak diletakkan di atas kompor induksi, maka kompor ini tidak akan menghasilkan panas. Wow, ajaib ya! Saat mengetahui hal ini aku langsung berpikir, “ini dia kompor induksi-kompor masa depan” 

    Ya, Kelak kompor gas yang kita pakai sekarang hanya akan menjadi sejarah seperti halnya kompor dengan minyak tanah dan tungku batu bara. Kenapa? Karena energi listrik selalu tersedia, sehingga pemakaian kompor induksi di masa depan sudah tidak dapat dipungkiri lagi. Ketersediaan listrik di Banjarmasin tentu tidak perlu diragukan lagi, karena pasokan listrik selalu ada di pln kalselteng. Oh ya, kalian juga bisa membaca Topik kompor induksi pln kalselteng di portal bpost online

    Apakah Kompor Induksi sama dengan Kompor Elektik? Boros dong ya? 

    Kompor induksi menggunakan listrik tapi kompor induksi berbeda dengan kompor elektrik. Kompor elektrik tidak menginduksi peralatan masak, tetapi mengalirkan panas pada peralatan masak tersebut. Bisa dibayangkan bukan? Artinya, untuk melakukan pemanasan dilakukan dengan mengubah energi listrik menjadi energi panas dan berarti konsumsi listrik dari kompor elektrik jauh lebih besar daripada kompor induksi. Emak-emak pilih mana? Pilih Kompor Induksi dong yah.. Lebih irit.. Hehe

    Pemakaian Kompor Induksi ini jauh lebih aman karena tanpa api. Sehingga kejadian kebakaran karena lupa mematikan api tidak akan terjadi ketika kita menggunakan kompor ini. Ini penting sekali karena aku yang suka memasak ini sering sekali lupa mematikan api saat selesai mengangkat panci. Setelah selesai memasak, aku suka sekali asyik memoto makanan untuk bahan tulisan blog tanpa sadar kalau api di kompor masih menyala. Jadi, pertimbangan rasa aman saat membeli kompor induksi adalah nomor satu. 

    Oh ya, salah satu masalah dalam aktivitas memasak yang aku lakukan adalah tidak stabilnya pengaturan suhu. Ya, kalian pastinya tahu kalau kompor gas yang emak-emak pakai itu tidak ada pengaturan suhu secara detail. Tetapi dengan memakai kompor induksi pengaturan suhunya dapat dipakai secara tepat. Kita bisa mengatur ingin memakai suhu tinggi, sedang ataupun rendah. Apa gunanya? Tentu berguna banget buat mengasah skill baking aku. Selain itu pengaturan suhu ini juga berguna untuk hal lainnya seperti pembuatan MPASI dan lain-lain. Wow, kompor induksi ternyata sangat nyaman digunakan. 

    Membersihkan kompor induksi juga tergolong sangat mudah. Kita tinggal lap saja permukaan kompor induksi dengan kain lembab. Tampilan elegan dari kompor induksi membuat tampilan dapur jauh lebih rapi dan bersih. Ya, kalau orang banjar sepertiku menyebutnya dengan istilah barasih

    Lengkap kan sudah kenapa kompor induksi menjadi pilihan kompor masa depan? Karena kompor induksi dinilai lebih aman, nyaman dan barasih. Ditambah lagi dengan pasokan listrik yang tak terbatas dari pln kalselteng. 

    Nah, tertarik ingin membeli Kompor Induksi? Berbagai merk kompor induksi telah tersedia diantaranya adalah Philips, Midea, Kenwood, Mastoso,  Maspion, dan Cosmos. Harga dari kompor induksi ini juga bervariasi mulai dari 700k, 800k hingga 3 juta. 

    sumber: sastodeal.com

    Nah, didaerah Banjarmasin juga tersedia berbagai tempat untuk membeli kompor induksi. Tempat yang sering aku kunjungi yaitu Ufo Elektronik, Ace Hardware, SenWell, Depo Gemilang, Hypermart, dan Pondok Elektronik. Kalian juga bisa cek galeri kompor induksi di instagram pln kalselteng

     

    Gini Gaya Mommy Introvert ngasuh anak! Masalah?? 

    Gini Gaya Mommy Introvert ngasuh anak! Masalah?? 

    “Ih.. Mommy Farisha itu kerjaannya mencet handphone mulu.. Ketawa ketiwi.. Anaknya gimana tuh?”

    Familiar deh ya sama beginian.. 😂

    Apalagi buat mereka yang temenan sama aku di bbm. Udah pasti tau betapa seringnya aku update status. 😅

    Terussss…? Masalah? 😛

    Iya masalah banget win soalnya disini kamu yang ngakunya ‘Mom Blogger’ dan terkadang suka nulis ‘Parenting’ sok perfectionist tapi faktanya kerjaan kamu mencet-mencet hape sambil ketawa ketiwi doang.. 😂

    Audience kamu mulai curiga jangan-jangan praktiknya ga sebagus tulisannya. 😅

    Jangan-jangan blog ini tujuannya cuma buat pamerrrr… 

    Oke, First buat kamu yang mulai mikir begitu aku sediain air putih dimeja sambil aku senyumin manis-manis ya. 😊 *ga usah nanya kenapa tiba-tiba air putihnya jadi berasa manis ya.. 😝

    Second, aku mau cerita sama kamu kalau mommy yang satu ini punya kepribadian yang ‘mungkin’  beda sama kamu. 

    Suka sendirian, tapi juga butuh piknik..

    Ngaku punya dunia sendiri tapi juga butuh diakui..

    Pendiam didunia nyata tapi kalau sama kelompoknya dia bisa ceriwis bukan main.. 

    Yes, I’m Introvert.. 70% maybe..

    Semua orang mungkin udah tau kalau ‘masalah’ terbesar orang introvert itu adalah dia tidak bisa berekspresi dengan baik dan benar. Orang introvert kebanyakan adalah pemalu dan tidak suka melakukan hal yang ‘nothing’. That’s why Handphone is Everything for me on the outside! 

    Apa yang aku lakukan ketika mendengar para mommy ekstrovert ngumpul dan membicarakan kelebihan anak masing-masing? Yes, aku diam. 

    Apa yang aku lakukan ketika mendengar para mommy ekstrovert ngegosip dan membicarakan orang lain? Yes, aku diam. 

    Kenapa aku jadi diam? Sekali lagi, orang introvert punya masalah dengan gaya ekspresinya yang unik. Mommy ekstrovert akan berpikir bahwa itu antisosial. Kenyataannya? Mommy Introvert berpikir, memang kalau ngikut disana aku ngomong apaaaa???  

    Karena itu mommy introvert lebih suka berekspresi dengan menulis, jeprat-jepret, bermusik, dan pamer disosial media. 

    Terus anaknya gimana??? Masa kerjaannya main hape sama nulis blog aja? 

    Percayalah mommy introvert tidak seekstrem ‘kelihatannya’. Dia punya gaya sendiri dalam mendidik anak walau terkesan cuek diluar. Seperti apa? Yuk.. Simak..

    1. Mommy Introvert ga suka Ngegosip ngumpul rame sembari nunggu anak main

    Para emak-emak asik ngegosip? Mommy Introvert ngapain selagi anaknya bermain? 

    Lebih milih asyik dengan handphonenya sambil sembari jeprat jepret anaknya main. 

    Kok segitunya? Ga suka bergaul? 

    Bukan, mommy introvert itu selektif, bukan antisosial. 😛

    2. Mommy Introvert ga suka terlihat ekspresif diluar dengan anaknya 

    “Ihh.. Mommynya cuek amat.. Anaknya padahal cerewet nanya-nanya mulu” 

    Kalian pikir anak cerewet berasal dari mana? Kosa katanya dari mana? 

    Ya dari mommynya yang aslinya cerewet ini.. 😛

    Kalian sih ga tau gimana asli dan hebohnya si emak kalau lagi mendongeng.. Semua boneka keluar lengkap dengan vokal berbeda. 😂

    Kalian sih ga tau gimana hebohnya si emak kalau liat anaknya pinter bikin kreatifitas. Udah muji-muji kebangetan terus cuss foto-foto.. Hahahaha.. 😂

    “Anaknya nyanyi pinter amat tapi emaknya ngomong aja datar..”

    Ya kalian ga tau aja gimana aslinya emak dan anak ini kalau udah dikamar mandi.. 

    Lengkap satu kaset dinyanyiin sampe tangan keriput.. 😂

    3. Mommy Introvert lebih suka menulis dibanding ngomong

    Nah, suka bingung kenapa ada mommy yang dikit dikit update status panjaaaang tapi aslinya diluar diem. 

    Yes, the answer is “her hand talk better” 😂

    Jika pernah mendengar istilah ‘diam itu emas’ maka istilah ini berlaku buat para orang introvert yang kalau ngomong kadang suka aneh. Tapi percayalah, tulisannya mungkin jauh lebih baik. 

    4. Mommy Introvert itu diluar kikuk tapi didalem dia jago akting 

    Mommy Introvert itu punya dunia kotak. Yang artinya, tiap berada disebuah ruangan dimana hanya ada dia dan anaknya maka dia bisa berekspresi dengan benar. 😂

    Jangan ditanya kenapa karena dari sononya sudah begitu.. 😛

    6. Mommy Introvert emang serem tapi mendidik. 

    Terakhir, mommy introvert itu seram. Serius.

    Dia punya bejibun aturan buat anaknya. Ga boleh ini, ga boleh itu, kalau begini nanti dihukum. Bahkan ada loh, mommy introvert yang bikin surat perjanjian bernomor puluhan hanya untuk mendidik anaknya. 

    Sekilas ini memang terlihat kejam. Tapi mommy introvert tau bahwa dibalik setiap kekejaman ada pembelajaran. Jika para mommy lain memperlakukan anaknya sebagai raja saat kecil maka mommy introvert lebih memilih konsisten untuk membuat anaknya belajar sehingga saat dewasa nanti sang anak lebih belajar mandiri.

    Nah, kalau kalian type mommy introvert juga? Sharing yuk!

    Happy Mommy.. 😊

    Review Poppy Dharsono Lipcream No. 01, 05, 07, 08 & 09

    Review Poppy Dharsono Lipcream No. 01, 05, 07, 08 & 09

    Halo.. Content Writer Shezahome ternyata udah pindah genre yaa.. 😝

    Lipstik lagi.. Lipstik lagi.. Hahahaha..  😂

    Ah biarlah.. Begini-begini saya tetap emak-emak blogger kok, bukan beauty blogger. Tapi berhubung postingan lipstik wardah sebelumnya ramai sekali hingga mencapai ribuan dan mendominasi page view di blog shezahome ya sekalian saja..

    “Pecahkan saja kacanya biar ramai” 😂

    ***

    Jadi sekarang udah jadi beauty blogger? 

    Bukan, saya tidak mau berbangga diri menyebut diri sebagai beauty blogger. Karena saya sebenarnya malas sekali menulis perintilan make up apalagi masalah packaging dan bla bla. Bukan jiwa saya rasanya kalau pekerjaan selingannya adalah memoto perintilan make up dan skincare. Terlebih lagi, saya udah emak-emak yang pastinya akan dipandang negatif kalau terlalu sering selfie. Haha..

    Tapi jujur saja, dari dulu mengoleksi lipstik sudah menjadi hoby saya. Dan hoby itu langsung tersalur ketika saya menjadi blogger. Mendapat informasi tentang job dan endorse kosmetik membuat saya ‘gatal’ ingin ikut mencoba. Walau sadar diri sih, saya bukan beauty blogger. Namun setiap pembagian form dan informasi job tentang beauty aku selalu join didalamnya.

    Sabtu siang kemarin, tepatnya tanggal 2 Desember. Tiba-tiba saja datang petugas pos dari JNE mengetuk rumah dan menyebut nama saya, bukan nama suami saya. “Mba Aswinda Utari?” Katanya.

    “Eh, iya.. Paket dari mana? Terima kasih  ya.. ” Kataku bingung sambil membaca pengirim dari paket itu, jujur aku masih bingung mengingat aku tidak ada membeli barang online beberapa waktu lalu.  Dengan seksama aku membaca namaku dan alamatnya, takut salah kirim. Tapi aku cukup yakin bahwa ini ditujukan padaku karena nama panjangku_kan tidak ‘pasaran’.

    Tertulis ‘Kosmetik Poppy Dharsono’. Sambil mengingat-ngingat tentang form yang pernah aku isi, aku kemudian teringat tentang email 2 bulan yang lalu dari Poppy Dharsono. Langsung saja aku membuka email itu kembali, takut kalau saja ada brief yang terlewat. Cukup bingung karena email balasan dariku tidak dibalas dan aku sudah yakin bahwa tidak akan mendapat free produk dari poppy. Dan tidak ada email baru darinya. Lalu produk ini? Kenapa tiba-tiba datang dengan namaku?

    Inilah yang dinamakan rejeki. Berarti sebagai balas jasa aku harus melakukan review di blog walau tanpa brief. Karena aku mau membalas jasa mereka yang memberiku lipstik gratis. Hihi..

    Aku membuka isi dari kotak mungil berwarna putih itu. Dan surprised! didalamnya ada 5 lipcream poppy. Waw, ini sih lumayan banyak! Kemarin kan aku cuma dapet 3, hehe..

    Varian lipstik yang aku dapat diantaranya adalah 01 (Peach Echo), 05 (Peony), 07 (Dusty Rose), 08 (Raisin) dan 09 (Crimson Red). Aku cukup senang karena saat melihat warnanya ada 3-4 warna yang sepertinya aku suka. Benar-benar rejeki tak terduga.

    Tanpa pikir panjang aku langsung mencoba mengoleskan 5 warnanya di tanganku. Hmm.. Benar-benar koleksi baru yang menyenangkan.

    Jadi, produk lipstik ini bernama “Liquefied Matte Lip Color”. Ini merupakan varian terbaru dari lipstik Poppy Dharsono. Produk ini mengklaim bahwa “memiliki formula yang ringan daan mengandung bahan aktif yang menutrisi bibir yaitu Vitamin E dan Rice Bran Oil untuk hasil usapan yang halus dan nyaman digunakan tidak hanya dibibir, tetapi juga di mata dan pipi.” 

    Kalian baca kalimat terakhirnya? Iya, kita sepemikiran. Ngapain juga lipcream dioles ke mata n pipi? Baru tau ternyata lipcream bisa buat eyeliner dan blush on. Huahahaha..  😂

    Apah? Kalian belum tau Poppy Dharsono Cosmetic? Meragukan produk ini?

    FYI, Poppy Dharsono kosmetik ini adalah merek kosmetik buatan perancang senior Poppy Dharsono yang dirancang dan diproduksi secara teliti dengan menggunakan bahan baku dan formula terbaik. Poppy Dharsono Cosmetics ini didirikan tahun 1989 dan menjadi pelopor perancang kosmetik pertama di Indonesia. Yes, ini produk lokal! Aku suka dengan produk lokal!

    Oke, berhubung aku lagi ‘rajin’ mari kita ulas satu persatu tentang produk Liquefied Matte Lip Color ini.

    a. Packaging

    Menurutku packaging lipstik ini cukup elegan. Walau sekilas mirip dengan wardah tapi warna tutup aplikatornya agak gold dan berpola bunga.

    Kuas aplikatornya juga lembut dan gampang diaplikasikan.

    b. Tekstur

    Yang aku suka dari lipcream ini adalah teksturnya. Teksturnya lembut dan tidak terlalu cair. Saat mengambil aplikator kita bisa langsung mengolesnya dibibir tanpa takut belepotan karena tekstur creamynya pas.

    c. Finishing 

    Hasil akhir dari pemakaian lipstik ini bukan dead matte. Namun, masih sedikit terlihat creamy walau matte. Ini yang bikin aku suka. Selama memakai ini bibir aku tidak kering dan malah terasa lembab. Padahal lipcream matte biasanya membuat bibir kering, bukan?

    Tapi eh tapi.. Nunggu lipcream ini benar-benar menempel dan agak mengering dibibir itu butuh waktu 2-3 menit lebih lama di banding jenis lipcream yang aku pake selama ini. Tapi peduli amat kan? Wong finishing-nya kece aja.. Haha

    d. Daya Tahan

    Daya tahannya sejauh ini juara. Aku memakainya selama 4 jam sambil sesekali makan ringan dan berkuah hingga minum memakai sedotan. Tapi warnanya so far tetap stay. Walau memang, agak transfer di gelas. Tapi masih bisa ditoleransi lah..

    Nah, sekarang mari kita lihat satu persatu warnanya ya..

    1. 01 (Peach Echo)

    Warna ini mirip dengan nomor 03 See u latte milik wardah namun memiliki sedikit sisi glowing seperti no.14 My Honey Bee milik wardah. Sebut saja warna ini perpaduan keduanya. Hmm.. Sebenarnya kemiripannya lebih mendekati 01 Vinca nya si purba sari. Tapi so far this is the best.. 

    2. 05 (Peony) 

    Warna ini mirip dengan 05 (Speachless) milik wardah. Namun lebih sedikit kemerahan sehingga terlihat lebih cerah. Sejauh ini, ini merupakan warna favoriteku (juga favorite suamiku.. 😝). Warnanya sangat cerah dan memberi kesan ehm..  ‘sexy’. 😆

    3. 07 (Dusty Rose) 

    Warna ini benar-benar kembar dengan wardah no. 10 (Pretty Berry). Perbedaannya hanyalah warna ini terlihat lebih glowing. Sebenarnya, warna ini hampir mirip dengan warna asli bibirku. Jadi ketika memakai ini terlihat tidak ada perbedaan.

    4. 08 (Raisin) 

    Nah, kalau warna satu ini baru pertama kali aku punya. Warna Vampire banget nget nget. Saking vampirenya suamiku sampai bilang “Jangan kutuk aku Maleficent” 😂

    Serius, warna ini sebenarnya tidak cantik dipakai buat aku. Tapi warna ini keren. Aku tetep nyimpan warna ini deh karena mungkin saja sesekali aku pengen make up ala ala vampire atau mak lampir gitu. Haha..

    5. 09 (Crimson Red)

    Sesuai namanya, warna ini merah sexy. Memakai varian warna ini berasa menjadi devil di film ‘devil wears prada’. Tau? Ah masa ga tau sih.. Coba deh liat mirip kan! *dilempar pake ulekan.. 😂

    Aku sih masih ga pede makai warna ini secara full buat keluar rumah. Aku hanya memakainya dengan teknik ombre.

    Baca juga : “Lipstik menor? Ini cara memakainya!”

    Warna merah ini mirip dengan 03 (Party Red) milik Pixy. Tapi sedikit lebih kalem yang ini. Ini adalah warna merah sexy yang paling kusuka.

    Nah, dari kelima warna diatas kalian suka yang mana?

    Sharing yuk!

    Over alll yang aku suka dari Lipstik Poppy ini adalah:

    • Warna Pigmented
    • Tekstur Creamy di bibir-tidak dead matte
    • Ringan
    • Tahan lama

    Yang aku ga suka cuma satu. Dia agak transfer digelas dan sedotan. 😬

    Harganya? Hmm.. Sejauh yang aku tau harganya sekitar Rp 87.000. Cukup mahal buat aku sih. Tapi kalo kualitas segini juara sih ya bakal beli lagi. Soalnya aku suka banget sama yang No. 05 (Peony) dan suamiku juga paling suka sama warna itu.. 😍

    Oke, sekian review lipstik dari aku..

    Semoga bermanfaat.. 😊

    Ingin Membeli Rak Sepatu? Pertimbangkan Beberapa Hal Ini Dulu

    Ingin Membeli Rak Sepatu? Pertimbangkan Beberapa Hal Ini Dulu

    “Dibuang sayang.. Tak dibuang nyampah”

    Itulah yang kupikirkan saat melihat setumpuk sepatu didepan, belakang rumah hingga dikamarku. Entah sejak kapan saja aku membeli para sepatu itu. Faktanya sekarang para sepatu mulai mengumpul dan memenuhi ruangan dengan penampakan yang tidak menyenangkan.

    Ya, aku memang hoby mengoleksi sepatu. Aku tidak sadar telah melakukan hoby ini bertahun-tahun lamanya hingga banyak sekali kotak sepatu menumpuk di rumahku. Percayalah, semuanya masih cukup untuk kakiku. Memang usiaku bertambah, tapi tidak untuk nomor sepatuku.

    Setiap sepatu yang aku beli memiliki kenangan. Dari sepatu yang kubeli di pasar malam, mall, toko sepatu hingga secara online. Semuanya memiliki kenangan. Karena itulah aku tidak memiliki keinginan untuk memberikan sepatu-sepatu itu. Ya, setiap langkah jenis sepatu berbeda yang kupakai menyimpan sejuta kisah.

    Mungkin aku tak pernah bercerita bahwa aku memiliki hoby traveling yang terpendam. Aku ingin menjelajah dunia,  dan sepatu adalah saksi bisu dari setiap langkahku. Memang, hoby traveling itu sampai kini memang hanya dapat kupendam. Apalah daya, aku hanya ibu rumah tangga yang tak punya banyak waktu luang untuk traveling bahkan dengan keluarga sekalipun.

    Tapi impian tak boleh dikubur begitu saja bukan? Siapa tahu aku dapat berkeliling dunia beberapa tahun lagi? Atau beberapa bulan lagi?

    “Hei sepatu.. Sabarlah menunggu kakiku melangkah lagi” ucapku pada para sepatu sambil mengemasnya kembali kedalam kotaknya.

    Tak terasa kotak-kotak sepatu kini menjadi tumpukan gunung dibagian belakang rumahku saat kukumpulkan. Parahnya, kotak sepatu ternyata tidak membantu membuat para sepatu itu menjadi awet. Entah sejak kapan rumahku mulai dikunjungi tikus. Ya, beberapa sepatuku kini telah berlubang dan terkikis. 

    “Aku butuh sesuatu untuk membuatnya rapi dan awet” pikirku.

    Ya, aku butuh rak sepatu yang tertutup dan bagus dengan harga yang terjangkau. 

    Memilih rak sepatu bukan hal yang mudah. Terlebih untuk para kolektor sepatu yang suka berganti-ganti sepatu saat berjalan. Ingin membeli rak sepatu? Yuk, pertimbangkan dulu!

    source: cerpen.com

    Beberapa pertimbangan yang kulakukan sebelum membeli rak sepatu diantaranya adalah:

    1. Memastikan jumlah sepatu yang dimiliki dan ‘akan dimiliki’ lagi. Hal ini berguna untuk menentukan besar rak sepatu yang ingin dibeli. Aku sendiri lebih memilih rak sepatu tingkat tiga untuk menyesuaikan dengan jumlah sepatu yang kumiliki. 

    2. Menentukan tempat ideal untuk meletakkan rak sepatu. Apakah rak sepatu akan diletakkan di luar kamar atau di dalam kamar ataupun diluar rumah. Memilih tempat ini berguna untuk mempertimbangkan jenis rak yang akan dipilih, apakah menggunakan rak terbuka atau tertutup. 

    3. Jangan lupa memilih rak sepatu yang memiliki sedikit ruang udara atau ventilasi. Hal ini agar suhu di dalam rak tidak terlalu lembab maupun panas. 

    Aku memiliki sepatu yang kuletakkan didepan rumah, belakang rumah hingga kamar. Masing-masing butuh tempat berbeda sesuai dengan cara kita mengorganisirnya. 

    Untuk sepatu yang sering kupakai, aku meletakkannya didepan rumah dengan rak sepatu tipe terbuka. Rak sepatu jenis ini sangat sesuai untuk anda yang ingin praktis bepergian. Biasanya sepatu yang aku taruh di rak sepatu ini adalah sepatu dengan harga medium dan nyaman digunakan sehari-hari. 

    source: super.mataharimall.com

    Untuk sepatu yang hanya kupakai dimoment spesial dan hanya kujadikan koleksi maka aku memilih menyimpannya di rak sepatu model tertutup seperti pada gambar dibawah ini

    source: super.mataharimall.com

    Kelebihan rak sepatu jenis diatas adalah agar kita dapat menyimpan dengan rapi supaya dapat terhindar dari debu dan tikus. Selain itu, rak ini juga multifungsi. Selain dapat menjadi rak sepatu, ini juga bisa dipergunakan menjadi rak baju, tas atau barang lain. Penutupnya menggunakan resleting, jadi lebih rapat. Rak sepatu ini juga mudah dibongkar pasang.

    Bagaimana dengan bahan yang digunakan sebagai pertimbangan? 

    Ada 3 jenis bahan rak sepatu yang ada, diantaranya adalah:

    1. Bahan Besi

    Bahan besi merupakan bahan yang cukup kuat. Selain itu, rak dengan bahan besi juga anti rayap.

    Namun, kelemahan dari bahan besi adalah bisa berkarat. Selain itu ada beberapa bahan besi yang cukup berat sehingga sulit dipindahkan. 

    2. Bahan Kayu

    Rak sepatu dari bahan kayu memiliki nilai estetika yang tinggi. Rak sepatu dari kayu memiliki keindahan ukiran alami sehingga memunculkan kesan elegan bahkan mewah pada rak sepatu. Rak sepatu dari kayu berkualitas seperti kayu jati dapat mengalahkan rak kayu besi. Sehingga rak kayu berkualitas lebih awet. 

    Namun, jika salah memilih bahan kayu yang digunakan maka rak sepatu akan mudah patah dan dimakan rayap. Selain itu, ketika disimpan di luar rumah atau di tempat yang lembab, bahan kayu akan mudah berjamur atau keropos.

    3. Bahan Plastik

    Bahan plastik sejauh ini merupakan favoritku. Plastik cenderung awet, memiliki banyak variasi dan harga yang terjangkau. 

    Keunggulan lain dari rak sepatu plastik adalah sangat fleksibel. Rak sepatu plastik dapat dipindahkan dengan mudah karena beratnya sangat ringan jika dibandingkan dengan rak sepatu yang terbuat dari bahan kayu maupun besi.

    Beberapa rak sepatu plastik juga dapat dibongkar pasang untuk memudahkan kita jika hendak memindahkannya. 

    Nah, sudah diputuskan ingin membeli rak sepatu bagaimana? 

    Apapun pilihannya, yang penting jangan biarkan sepatu kita rusak dengan pemakaian yang terbilang sangat jarang. Buat aku, itu sayang banget. Menjaga lebih baik daripada terbuang percuma bukan?

    Karena kita tidak tau, sepatu mana yang akan menemani kita saat melakukan perjalanan. Rawatlah saksi bisu itu, karena ia adalah bagian dari kenangan. 😊

    IBX598B146B8E64A