Browsed by
Category: Lipstick

Review Lipcream Zalfa No. 04 (Peachfull)

Review Lipcream Zalfa No. 04 (Peachfull)

Dalam dunia perempuan ya, yang namanya racun lipstik itu enggak ada matinya. Mau masih remaja ataupun udah emak-emak, kalau ada varian lipstik terbaru itu pasti deh ya.. Komentarnya.. “Gimana? Gimana?”

Itu sekarang sih ya, zaman aku waktu masih ebege dulu sih yang namanya anak gadis pakai lipstik masih hal yang memalukan. Kalau ketauan ya.. Pasti ditanyain, “Waah.. Mau nikah kah?” Wkkwwk.. Please, ada yang sama?

Jangankan lipstik ya, lipice yang dulu ngetrend waktu zaman SMA pun kalau dipakai kan bersemu-semu pink gitu dibibir ya. Ada aja yang bilang, “Eh, kamu pakai lipstik?”

Itu sih dulu ya, sekarang? Sejak menjamurnya beauty influencer dan Beauty Blogger, yang namanya memakai lipstik itu adalah hal yang biasa. Biarpun yang memakainya adalah anak ‘EsEmPeh’. Karena pemakaian lipstik sudah beralih fungsi ya. Bukan hanya sebagai make up kecantikan tapi juga penyaluran hobi dan seni.

Halah, openingmu win.. Panjang banget. Oke, mari curcol lagi. Wkwk…

Why Kamu Suka Banget Koleksi Lipstik Win?

Jadi begini, sejak jadi emak-emak aku itu mulai rajin latihan dandan. Waktu remaja? Haha please jangan ditanya. Mungkin ya, karena dandan itu kadang menyenangkan hati dan batin. Apalagi kalau suami bilang, “Cantik”.. Aduh, boleh melayang sebentar..😂

Karena lelaki itu ya mungkin sudah dari sononya diciptakan sebagai makhluk visual. Nah, untuk suamiku sendiri dia tuh paling sukaaa banget kalau melihat bibir aku warnanya cakep. Makanya aku suka koleksi lipstik. Lipstik yang aku pakai tuh paling banyak ya warna dengan sentuhan peach. Karena bibir dan kulit asia aku memang cocok banget ya makai warna begitu.

Sayangnya ya, karena addicted dalam memakai lipstik dan turunannya (like lipcream, liptint, bla bla) akhirnya aku mengalami masalah yang sungguh berat. Kalian tau apa itu?

Bibir aku jadi item.. Bibir aku jadi kering..
Bibir aku emang cakep kalau pakai lipstik.. Tapi pas udah dibersihin malam-malam.. Dan nemenin suami bobok cantik..

Hal yang dilihat suamiku sebelum memejamkan matanya adalah…

Bibirku item.. Huaaaa… Hiks hiks..

Belum lagi kalau disentuh-sentuh agak kering gitu…

Makanya, sejak itu aku mulai cari-cari lipcream aman yang enggak bikin bibir kering dan hitam. Karena aku sudah addicted banget pake lipcream itu. Daaan… I found it.. Lipcream Zalfa..!

Kenapa Membeli Lipcream Zalfa?

Pertama, yes.. Kuakui aku terkena racun dari iparku Fika yang baru saja mengulas review Lipcream Zalfa Pinky Winky di Blognya. Kedua, yes.. Ketua FBB Ruli Retno menawarkan padaku untuk ikut beli Zalfa, katanya.. Lumayan diskonnya daripada cuma beli satu.

Yang namanya emak-emak ya.. Denger ‘harganya lebih murah’ langsung deh tanpa mikir-mikir lagi.. Cuss.. Hahaha..

Jadi, kenapa aku beli Lipcream Zalfa ini? Karena aku tertarik sama kandungannya yang konon bukan cuma warnanya yang cantik, creamy dan pigmented tapi juga ia dapat menutrisi dan merawat bibir, jadi dia bisa bikin bibir lembab dan mengembalikan kelembutan bibir. Selain itu, lipcream ini juga diperkaya antioxidant dan UV Filter.

Keceh! Pikirku.

Hmm, apa sih kandungan utamanya jadi yakin bibir kita bisa tetep oke walau pakai lipcream?

Jadi, dia punya kandungan Argan Oil dan Jojoba Oil.

Argan Oil apaan? Nah, akupun tak tau. Haha.. Sesungguhnya minatku akan bahan-bahan kecantikan tidak terlalu tinggi, apalagi dengan bahasa kimia.. Aku pusing.. 😂

Tapi, untuk memuaskan pembaca baiklah.. Mari kita contek apa kata wikipedia..

“Argan Oil adalah minyak nabati yang dihasilkan dari biji pohon argan (Argania spinosa L.) yang endemik di Maroko. Di Maroko, minyak argan digunakan untuk mencelupkan roti pada saat sarapan atau untuk menyiram couscous atau pasta. Tapi, minyak ini juga dapat digunakan untuk kosmetik.”

Nah, jadi saking meningkatnya popularitas minyak Argan dalam produk kosmetik. Pemerintah Maroko mendorong untuk merencanakan peningkatan produksi minyak ini. Dari sekitar 2.500 ton menjadi 4.000 ton untuk tahun 2020. Oke, nih minyak kayaknya emang bagus ya.

Kalau Jojoba Oil? Nah, kalau makhluk yang satu ini pernah denger sih ya. Ada di produk perawatan bayi. Hehe.

“Jojoba Oil adalah cairan yang diproduksi dalam biji tanaman Simmondsia chinensis (Jojoba), semak, yang berasal dari Arizona selatan, California selatan, dan barat laut Meksiko. Minyak ini menghasilkan sekitar 50% dari berat biji jojoba.”

Itu kata wikipedia ya.. Bukan kataku.. Hahaha..

Dan selanjutnya sebelum kalian liat bagaimana tampilannya di bibir aku, mari kita bahas hal-hal lain seperti.. Packaging, ingredient dsb.. Konon ini merupakan review wajib. Jadi mari ditulis saja. Haha..

Ingredients:

Isodedecane, Cyclopentasiloxane, Dimethicone, Syntetic Wax, MethylMethacrylate Crosspolymer, Disteardimonium Hectorite, C30-45 Alkyl Dimethicone, Trimethylsiloxysilicate, Mica, Sorbitan Sasquioleate, Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Euphorbia Cerifera Wax, Vanilla Flavour, Linoleic Acid, Phenoxyethanol, Simmondsia Chinensis Seed Oil, Isopropyl Titanium Trisostearate, Ethylhexylglycerin, Dimethicol Stearate, Isononyl Isononanoate, Tocopherol, Argania Spinosa Kernel Oil, Isopropyl Myristate, Oleic Acid, Cyclotetrasiloxane, Palmitic Acid, Stearic Acid, Polyhydroxystearic Acid, Stearakonium Hectorite, Propylene Carbonate, Linoleic Acid.

Yap itu dia bahannya, mohon dibaca.. Dicermati karena itu nulisnya susah gila.. Haha.. Dan jujur aku gak terlalu ngerti soal ingredient ini. Enggak kayak mba Insommia yang maniak ingredient dan bahas detail banget. Prok prok dah buat beauty blogger satu itu.

Packaging:

Kemasannya warna item dan kalau menurutku sih ya kurang girly, terlalu elegan untuk makhluk se imut aku (dilempar gayung).

Terus, dalemnya tu lipstik kayak dimasukkin ke dalam peti. Aku sih gak betah ya sama packaging macam begini, agak ribet. Habis direview nih kotak mau aku buang aja. Lipstiknya disimpen. Aku memang bukan packaging addict banget. Sayangnya pas mau ditaroh di kumpulan lipcrem lain, tutup lipcream ini warnanya gold. Ya, sama aja kayak punya si poppy dharsono. Jadi sekilas mirip banget, untung peachnya si poppy terlihat lebih menyala ya.

Tekstur dan Warna

Sesuai klaimnya.. Lipcream ini teksturnya soft n creamy banget. Kalau dibandingin sama Lipcream Wardah dan Lipcream Poppy Dharsono, si zalfa ini ga seseret wardah dan enggak sekilat poppy. Maksud aku apa ya, si wardah itu matte banget kan finishingnya. Kalau si poppy itu agak creamy n ga matte banget tapi masih creamy si Zalfa. Tapi creamy nya gak glossy. Cuma terlihat glowing sedikit.

*nganu, kalian ngerti bahasaku? Hahaha..

Nah, untuk warnanya kalian bisa liat di gambar ini ya. Menurutku, kamera hp q termasuk jenis jujur ya. Walau memang butuh bantuan sinar matahari. Tapi siapa sih yang moto gak butuh cahaya? Haha

Pecah gak sih? Transfer gak sih

So far aku makai ini sambil dibawa makan bakso kemarin. Dan warnanya tetap stay banyak, kurangnya dikit aja sih.. Apa karena aku makannya terlalu hati-hati.. 😂

Nah, kalau pecah itu kayaknya enggak ya. Sejauh ini aku memang gak pernah ada masalah pecah-pecah pas makai lipcream. Apalagi lipcream Zalfa ini creamy. Jadi masih oke dan anti pecah.

Difoto sehabis makan berkuah-kuah

Transfer gak?

Nah, kalau masalah transfer kayaknya si Zalfa ini bakal sedikit transfer kalau kita habis makan atau minum. Kalau kita nyantai aja terus minum pakai sedotan transfernya hampir enggak ada. Yah, aman lah ya kalau mau dipakai malam-malam buat kencan sama suami. Wkwk..

Harganya berapa?

Untuk emak-emak yang punya jiwa ngirit kayak aku, harga lipcream ini sih gak bersahabat ya. Harganya tuh normalnya 125.000 satu batang. Dan kalau kita beli 3 bijik jadi 100.000 aja per batang. Kan kan..? Untung aku ada temen buat beli patungan. Haha. Jadi cukup bayar 100.000 aja ya.

Bikin Bibir Kering dan Item gak sih?

Kayaknya enggak. Hihi.
Bibir aku aman pakai ini, enggak kering. Dan soal item? Aku rasa warna bibir aku memang stabil sih selama hamil ini. Tapi dari testimoni teman, memang kayaknya lipcream ini enggak bikin bibir item. Menghapusnya pun gampang banget, cuma pakai Micellar Water udah ilang.

Terus, Waterproff gak? Gak bisa dipakai Wudhu dong!

Nah, kata mba fika kandungan si lipcream Zalfa ini wudhu friendly. Jadi dia enggak waterproff emang. Oke kan, staynya lumayan B tapi wudhu friendly itu oke banget menurutku. Karena jarang banget kan nemu lipcream yang wudhu friendly.

Tapi ya, kalau enggak yakin benar-benar bisa aja lipcreamnya dihapus. Lipcream ini dihapus pakai air biasa pun udah ilang loh. Cius..

Halal?

Kalau masalah ini sih jangan ditanya. Si Zalfa itu produknya halal semua. Jadi aman pake banget.

So far yang aku suka dari Zalfa ini adalah:

– Gak bikin bibir Kering
– Gak bikin bibir Item
– Kandungannya Aman dan Halal
– Wudhu Friendly
– Warna Peach oke dan cocok sama aku

Yang gak aku suka adalah:
– Kemasannya kurang Girly
– Harganya mahal buat aku dan zalfa gak availabe dimana-mana ya.
– Agak Glowing dipakai, aku pecinta Dead Matte.

Nah, sekian deh Review Lipcream Zalfa dari emak-emak pecinta Lipstik. Selamat berdandan ria..! 😆

Review Lip Tint La Tulipe Red Velvet ala Emak-emak

Review Lip Tint La Tulipe Red Velvet ala Emak-emak

“Sepertinya, dua bulanan ini budget make up aku mulai enggak karuan. Udah tau yang mulai habis sunscreen, tapi yang dibeli malah liptint lagi..”

Ada yang sama? 😂

Yes, karena dua bulanan ini aku mulai keracunan sama keluaran liptint dari brand lokal. Tau dong ya aku paling gak nahan sama inovasi dunia perlipstikan ini. Apalagi kalau brand lokal yang ngeluarinnya. Rasanya itu.. Du du du..

Tau alasannya? Yes, aku pecinta brand lokal karena produk brand lokal itu selalu bersahabat dikantong mak emak seperti aku.. (iya, jujur aja akutuh.. Haha). Tau dong yah, dilema emak-emak yang sukanya sama yang murah-murah demi tercapainya kesejahteraan ekonomi rumah tangga luar-dalam (halah).

Jadi, sebulan yang lalu itu aku sudah keracunan sama liptint keluaran dari wardah. Senang dong ya karena hasilnya sesuai dengan yang aku harapkan. Walau masih punya sedikit kekurangan tapi aku tetap suka.

Baca juga: Review Liptint Wardah-01 Red Set Glow

Lalu, karena rasa penasaranku dengan liptint la tulipe.. Sekalian saja hari itu aku mampir melirik-lirik. Niatnya sih melirik saja. Tapi pas liat kemasannya itu…….

“Ya ampuun kamu unyu bangeeet..” (sambil naroh tangan ke pipi layaknya nonton boyband korea zaman abegeh.. Hahahaha)

Serius ekspresinya begitu? Ya enggak dong. Aku kan makhluk introvert. Ya bikin ekspresi datar aja walau aslinya pengen begitu.

Jadi, ceritanya si liptint dari la tulipe ini ada 3 varian. Dan aku tuh bingung antara 2 pilihan. Mau yang orange atau merah ala red velvet begini. Ya, kalian tau dong aku kan biar udah emak-emak tapi masih muda. Jadi, ya masih imut gitu deh.. *silahkan tabok ya..😂

Akhirnya, aku memutuskan beli Red Vetvet karena warnanya lumayan sexy. Oya, bukan red velvet cake loh ya. Kalo itu aku juga bisa bikin sendiri. Gak percaya? Noh, search resepnya di All About Baking.

Yes, blog ini memang super banget gado-gadonya.. Please jangan banyak protes soal niche blog ini. Dari namanya juga jelas ‘shezahome’ yang artinya catat segala evolusi yang terjadi di rumah sheza. Taglinenya aja proyek evolusi mamah muda.. Ya kaaan..

Yuk, sekarang kita bahas aja tentang Review Liptint La Tulipe ala aku:

Packaging

Duh, duh, sejak kapan aku semangat bahas packaging? Haha

Iya, soalnya kalian liat sendiri kan, bentuknya itu imut sekali. Bahkan sejak pertama beli n naroh di kamar, anak aku Pica langsung kepo sama wadah dengan bentuk ice cream ini sambil bertanya, “Mama beliin Farisha Permen Ice Cream kah?”

Sontak dong aku langsung jawab, “ini bukan permen pica, tapi lipstik.”

Dan tau bagaimana reaksinya selanjutnya?

Dia bilang, “Waw.. Bagusnya.. Inget ya ma nanti kalau lipstiknya udah habis jangan dibuang wadahnya. Nanti buat pica bikin mainan..”

Hahaha

Jadi, menurut aku inovasi la tulipe kali ini sukses bikin para perempuan ngelirik n beli lip tint ini. Karena packagingnya itu unik n girly banget.

Bagian aplikator dan penutupnya yang kecil mungil serta kemasannya yg mungil juga (bisa dibayangin lah ya, isinya 6 gr). Bikin lip tint ini terkesan travel friendly banget.

Bagaimana dengan isinya, apakah sebagus kemasannya?

Well, ini dia klaimnya..

“Water Gel Lip Tint yang mudah diaplikasikan, terasa ringan di bibir, tahan lama, dan memberikan hasil akhir yang mengkilap. Mengandung Glycerin untuk menjaga kelembaban bibir.”

Cara pemakaian:

Oleskan di bibir dengan kuas aplikator lalu ratakan ke seluruh area bibir sesuai keinginan dan biarkan mengering.

Ingredients:

Purified water, Glycerin, Butylene Glycol, Acrylates, Copolymer, Sorbitan Sesquioleate, Xanthan Gum Phenoxyethanol, Tetra-sodium EDTA, Methylparaben, Polysorbate 60, Oleth-10, Fragrance, Aluminium Hydroxide, Methyl Methacrylate Cross Polymer, Triethoxycaprylylsilane, Simethicone

(please baca ingredientsnya bener-bener ya. Aku tuh susah nulisnya dan akutuh ga ngerti bahasa kimia begini.. Haha)

Salah satu alasan aku membeli liptint itu adalah bibir aku yang mulai suka mengering akhir-akhir ini. Jadi, aku mulai mengurangi pemakaian lipcream yang agak berat, begitu juga matte lipstik. Klaim liptint kan ‘menjaga kelembaban bibir’ juga ‘membuat tampilan alami dan tahan lama’. Jadi.. Setelah aku coba memakai lip tint la tulipe ini…

1. Warnanya Kece n Sexy

Gambar diatas adalah penampakan saat aku menggunakan lip tint ini secara keseluruhan pada bibir. Warna Red Velvet ini menurutku cukup langka. Ya, aku belum punya type warna begini. Agak berani tapi tetap terkesan elegan. Aku masih pede loh make warna begini di rumah maupun keluar rumah. Tapi, untuk cari aman memang teknik ombre lips keliatan lebih cantik. Seperti gambar dibawah ini.

2. Daya Tahan Juara

Daya tahan lip tint ini juara banget. Terlalu juara sih buat aku. Apalagi kalau dibandingin lip tint wardah. Liptint ini kalau dihapus memakai micellar water aja enggak ampuh (aku pakai micellar water ovale). Harus memakai make up remover. Berhubung aku gak punya ya aku gosok-gosok aja nih bibir pake lip scrub, baru deh tu lip tint ilang. Positifnya sih ya nih lip tint di bawa jalan sambil kulineran dia tetap stay. Negatifnya, kalau mau wudhu makan waktu lumayan lama buat ngilanginnya. Heu.

4. Tekstur Menyenangkan

Teksturnya hampir sama dengan liptint wardah. Dia cair dan menyegarkan gitu dibibir. Dan cuma memakan waktu beberapa detik, cairan liptint ini seakan merembes masuk kedalam bibir dan membuat warna tersendiri.

Aku suka sih pakai liptint ini karena bibir aku jadi terkesan ringan dan enggak berat.

5. Wanginya enak

Wanginya itu bener-bener kayak pasta red velvet. Serius, make lip tint ini berasa pengen makan red velvet. Aku sih ya suka lah sama make up bau cake begini. Asal jangan wangi bakso, opor ayam, atau soto lah ya.. Kan aneh. Hahaha

Tapi… Lip tint ini juga menurut aku punya kekurangan yang bikin aku lumayan hiks hiks juga.. Heu..

Lip tint la tulipe ini entah kenapa bikin bibir aku mengelupas, Hiks.

Aku ga tau ya salah pemakaian aku dimana, apa karena aku gak pakai make up remover buat membersihkannya dan suka memakai scrub. Tapi ini lumayan parah ya mengelupasnya. Dan selama 1 minggu aku gak make liptint ini, bibir aku gak mengelupas lagi. Iya, aku kalo ngereview make up jujur aja lah ya, suka-suka aku. Haha

So, repurchase?

Hmm, Aku mau coba beli make up remover dulu. Siapa tau kesalahan mengelupasnya bibir sebenarnya ada pada kesalahanku sendiri dalam tahap membersihkannya. Terus, buat kamu yang pengen beli lip tint ini, aku sarankan untuk punya pembersih make up yang bagus ya. Bukan tipe ngirit kayak aku. Hahaha.

Sekian untuk Review Lip Tint kali ini. Semoga review ala Emak-emak ini bisa membantu.. 💖

Review Emina Matte Lipstik 05 (Feathers) – Rekomendasi Lipstik Buat Emak Sok Imut yang Ingin Tetap Keliatan Muda

Review Emina Matte Lipstik 05 (Feathers) – Rekomendasi Lipstik Buat Emak Sok Imut yang Ingin Tetap Keliatan Muda

Judul kamu ya mak.. Selalu mengganggu pemandangan.. Hahahaha.. 😂

Biarlah, ini blog saya. Blog emak yang ngakunya masih muda. Jangan heran kalau tiap mampir ke blog ini kadang banyak tulisan konyol, kadang mewek serius, kadang sok-sokan nulis kritis. Emak memang doyan membagi-bagi kepribadian dalam tulisan supaya kayak aktor serbaguna. *lah..

Emak bukan beauty blogger, tapi lumayan demen sama yang namanya lipstik dan dunia make up jadi jangan ditanya kenapa mom blogger satu ini kadang nulis parenting sok kalem, kadang foto narsis monyong-monyongin bibir. Karena eh karena, itu adalah solusi ampuh buat hidup emak yang mood booster.

Baca juga: Review Lipcream Pixy 01 & 03

Baca juga: Review Lipcream Wardah No. 14, 17, dan 18

Baca juga: Review Poppy Dharsono Lipcream

Hari ini lagi pengen eksis. Ya, padahal bulan Ramadhan ya. Kok malah eksis? 😂

Ya.. hari ini saya ingin berbagi review produk nih dari emina. Siapa sih yang ga tau emina? Brand yang sekarang suka ngeluarin koleksi dengan pemandangan yang girly banget. Konon sih pasar emina memang anak-anak abegeh. Tapi masa emak yang satu ini ga boleh beli? Kan masih imut.. 😛

Masalah terbesar umat per(t)empu(r)an adalah dia enggak bisa ngebedain mana yang wajib dan mana yang sunah buat muka. Seharusnya sih kemarin saya beli sunscreen karena udah diwarning sama teman beauty blogger kalau wajib pakai sunscreen. Eh, Pas sampai di toko kosmetik bukannya beli sunscreen malah beli lipstik, padahal lipstik di rumah masih banyak. Dasar per(t)empu(r)an yang enggak bisa mikir pakai logika.

Iya, pas sampai rumah si Farisha nanya, “Ma? Beli lipstik lagi? Kan lipstik mama masih banyak? Jangan-jangan ini buat pica ya?”

😂

Biarlah, saya aslinya enggak nyesal emang beli lipstik ini. Ya, sebenarnya faktor yang bikin saya beli lipstik ini sih karena udah kalut mikirin bibir saya yang mulai menghitam karena keseringan pakai lip cream. Jadilah sesekali saya terkena racun beli lipstik matte batangan begini lagi. Ternyata ketika udah 3 hari pakai ini.. Beneran.. Deh.. Jatuh Cintah.. 😍

1. Packaging

Packaging emina memang juara. Sekilas mirip wardah sih tapi si emina ini lebih unyu. Kotaknya berwarna sama dengan warna lipstik didalamnya dan bertulisan SOUL gede yang memakan ruang dua sisi terus bikin dia look different, disisi lainnya tertulis ingredient, exp date and bla bla..

Cangkang lipstiknya oke, bulat dengan penampakan yang beda dibanding lipstik wardah batangan sata. Jadi ga mungkin ketuker lah ya walau sama-sama abu-abu. Dia punya ciri khas dengan tulisan SOUL di cangkang grey-Nya.

2. Tekstur

Sesuai namanya lipstik emina ini jenis matte tapi bukan dead matte. Maksudnya dia itu tidak seret dipakai dan masih creamy tanpa efek glossy.

Menurut saya tekstur emina ini ringan sekali, hampir mirip dengan matte version punya wardah.

3. Coverage

Saya kurang suka dengan coveragenya. Harus 2-3 kali apply. Mungkin karena ini pasarnya buat remaja kalee ya.. Jadi mereka disuruh pake lipstik itu yang tipis-tipis aja.. Soalnya bibirnya masih bagus. Lah, kalau emak-emak yang warna bibirnya udah hancur gini gak bisa dong coverage tipis.. 😂

Yah, kalau emak-emak bilang ‘gak ngirit’ lah coverage-nya. Tapi ngapain juga diirit? Toh nanti keracunan beli lipstik lagi bukan bahkan sebelum habis.. 😂

Jadi.. Habiskan sajaaaa…

4. Penampakan

Ini kan yang kalian tunggu-tunggu?

Bahkan mungkin ada yang enggak baca curcolan emak diatas dan langsung scroll kebawah cuma buat mantengin hasilnya… Hayoo.. Ngaku.. Kalian emang kepo banget liat muka saya.. 😂

Untung saya bukan guru ya, kalau saya guru udah saya kasih esaii kalian dengan pertanyaan konyol seperti..

“Apa latar belakang emak sheza beli lipstik padahal udah punya banyak?”

Noh, cari jawaban di atas.. *asli jengkelin banget mak blogger satu ini.. 😂

Baiklah, ini dia penampakan saya before-half-after pakai lipstik ini.

Dibagian atas saya enggak pakai lipstik ya. Udah, ga usah kritik bibir item.. Dosa.. Haha..

Dibagian tengah yang saya kasih lipstik cuma bibir bawah. Udah rada cantik… Yeeekan? 😂

Dibagian akhir udah dioles semua. 2x oles atau 3x ya? Saya lupa.. 😅

Yah, begitulah hasilnya.. Warnanya cantik dan kelihatan nude dan remaja banget. Cocok lah buat kalian para emak yang menolak tua. Haha.

Emak2 anak satu yang selalu ingin tampil muda😂
Katanya kalau review itu harus maksimal, ada versi oon dan monyong. Yang monyong jangan ya.. Saya sudah tobat😂

Oya, di foto kali ini aku udah dandan ya. Bukan bare face (makanya ‘rada agak’ mendingan). Versi bareface aku banyak kok. Baca aja label kecantikan dan tutorial make up aku. 😉
5. Daya Tahan

Buat kalian yang bulan ramadhan ini suka bete hapus-hapus lipcream buat wudhu mungkin lipstik emina ini cocok loh. Karena dia enggak waterproof dan luntur kena air. Selama ramadhan ini, saya memakai lipstik emina ini untuk sehari-hari dan teraweh supaya terlihat natural dan wudhu friendly.

Kalau enggak kena air daya tahannya bagaimana?

Kalau kalian puasa, lipstik ini recomended banget karena kelihatan banget warnanya agak pucat jadi kalau orang liat bisa mikir gini.. “Oh, si anu kalem banget hari ini. Bibirnya pucat kayak gak pakai lipstik..”

*padahal aslinya nutupin bibir yang item.. 😂

Kabar baiknya adalah lipstik ini awet kalau gak kena air. Ya, kalau kita puasa itu mungkin tahan lah ya 3-4 jam. Kalau udah mulai luntur juga gampang pakainya.

Kesimpulannya…

(+) Hal yang aku suka dari lipstik ini:

-Tekstur ringan, creamy namun tidak glossy

-Travel Friendly

-Warna Cantik dan Natural

-Harga terjangkau (55.000 diskon menjadi 49.000)

(-) Hal yang tidak aku suka dari lipstik ini:

-Coverage kurang oke

-Mengandung Propylparaben – not bumil busui friendly

Beli Lagi?

-Kalau kalian mau beliin atau ada endorse dan give away bilang-bilang ya.. Mak mau ngirit dulu.. 😂

Yup, itu dia review lipstik ala ala dari saya. Punya lipstik emina juga? Curcol yuk.. 😉

Review Poppy Dharsono Lipcream No. 01, 05, 07, 08 & 09

Review Poppy Dharsono Lipcream No. 01, 05, 07, 08 & 09

Halo.. Content Writer Shezahome ternyata udah pindah genre yaa.. 😝

Lipstik lagi.. Lipstik lagi.. Hahahaha..  😂

Ah biarlah.. Begini-begini saya tetap emak-emak blogger kok, bukan beauty blogger. Tapi berhubung postingan lipstik wardah sebelumnya ramai sekali hingga mencapai ribuan dan mendominasi page view di blog shezahome ya sekalian saja..

“Pecahkan saja kacanya biar ramai” 😂

***

Jadi sekarang udah jadi beauty blogger? 

Bukan, saya tidak mau berbangga diri menyebut diri sebagai beauty blogger. Karena saya sebenarnya malas sekali menulis perintilan make up apalagi masalah packaging dan bla bla. Bukan jiwa saya rasanya kalau pekerjaan selingannya adalah memoto perintilan make up dan skincare. Terlebih lagi, saya udah emak-emak yang pastinya akan dipandang negatif kalau terlalu sering selfie. Haha..

Tapi jujur saja, dari dulu mengoleksi lipstik sudah menjadi hoby saya. Dan hoby itu langsung tersalur ketika saya menjadi blogger. Mendapat informasi tentang job dan endorse kosmetik membuat saya ‘gatal’ ingin ikut mencoba. Walau sadar diri sih, saya bukan beauty blogger. Namun setiap pembagian form dan informasi job tentang beauty aku selalu join didalamnya.

Sabtu siang kemarin, tepatnya tanggal 2 Desember. Tiba-tiba saja datang petugas pos dari JNE mengetuk rumah dan menyebut nama saya, bukan nama suami saya. “Mba Aswinda Utari?” Katanya.

“Eh, iya.. Paket dari mana? Terima kasih  ya.. ” Kataku bingung sambil membaca pengirim dari paket itu, jujur aku masih bingung mengingat aku tidak ada membeli barang online beberapa waktu lalu.  Dengan seksama aku membaca namaku dan alamatnya, takut salah kirim. Tapi aku cukup yakin bahwa ini ditujukan padaku karena nama panjangku_kan tidak ‘pasaran’.

Tertulis ‘Kosmetik Poppy Dharsono’. Sambil mengingat-ngingat tentang form yang pernah aku isi, aku kemudian teringat tentang email 2 bulan yang lalu dari Poppy Dharsono. Langsung saja aku membuka email itu kembali, takut kalau saja ada brief yang terlewat. Cukup bingung karena email balasan dariku tidak dibalas dan aku sudah yakin bahwa tidak akan mendapat free produk dari poppy. Dan tidak ada email baru darinya. Lalu produk ini? Kenapa tiba-tiba datang dengan namaku?

Inilah yang dinamakan rejeki. Berarti sebagai balas jasa aku harus melakukan review di blog walau tanpa brief. Karena aku mau membalas jasa mereka yang memberiku lipstik gratis. Hihi..

Aku membuka isi dari kotak mungil berwarna putih itu. Dan surprised! didalamnya ada 5 lipcream poppy. Waw, ini sih lumayan banyak! Kemarin kan aku cuma dapet 3, hehe..

Varian lipstik yang aku dapat diantaranya adalah 01 (Peach Echo), 05 (Peony), 07 (Dusty Rose), 08 (Raisin) dan 09 (Crimson Red). Aku cukup senang karena saat melihat warnanya ada 3-4 warna yang sepertinya aku suka. Benar-benar rejeki tak terduga.

Tanpa pikir panjang aku langsung mencoba mengoleskan 5 warnanya di tanganku. Hmm.. Benar-benar koleksi baru yang menyenangkan.

Jadi, produk lipstik ini bernama “Liquefied Matte Lip Color”. Ini merupakan varian terbaru dari lipstik Poppy Dharsono. Produk ini mengklaim bahwa “memiliki formula yang ringan daan mengandung bahan aktif yang menutrisi bibir yaitu Vitamin E dan Rice Bran Oil untuk hasil usapan yang halus dan nyaman digunakan tidak hanya dibibir, tetapi juga di mata dan pipi.” 

Kalian baca kalimat terakhirnya? Iya, kita sepemikiran. Ngapain juga lipcream dioles ke mata n pipi? Baru tau ternyata lipcream bisa buat eyeliner dan blush on. Huahahaha..  😂

Apah? Kalian belum tau Poppy Dharsono Cosmetic? Meragukan produk ini?

FYI, Poppy Dharsono kosmetik ini adalah merek kosmetik buatan perancang senior Poppy Dharsono yang dirancang dan diproduksi secara teliti dengan menggunakan bahan baku dan formula terbaik. Poppy Dharsono Cosmetics ini didirikan tahun 1989 dan menjadi pelopor perancang kosmetik pertama di Indonesia. Yes, ini produk lokal! Aku suka dengan produk lokal!

Oke, berhubung aku lagi ‘rajin’ mari kita ulas satu persatu tentang produk Liquefied Matte Lip Color ini.

a. Packaging

Menurutku packaging lipstik ini cukup elegan. Walau sekilas mirip dengan wardah tapi warna tutup aplikatornya agak gold dan berpola bunga.

Kuas aplikatornya juga lembut dan gampang diaplikasikan.

b. Tekstur

Yang aku suka dari lipcream ini adalah teksturnya. Teksturnya lembut dan tidak terlalu cair. Saat mengambil aplikator kita bisa langsung mengolesnya dibibir tanpa takut belepotan karena tekstur creamynya pas.

c. Finishing 

Hasil akhir dari pemakaian lipstik ini bukan dead matte. Namun, masih sedikit terlihat creamy walau matte. Ini yang bikin aku suka. Selama memakai ini bibir aku tidak kering dan malah terasa lembab. Padahal lipcream matte biasanya membuat bibir kering, bukan?

Tapi eh tapi.. Nunggu lipcream ini benar-benar menempel dan agak mengering dibibir itu butuh waktu 2-3 menit lebih lama di banding jenis lipcream yang aku pake selama ini. Tapi peduli amat kan? Wong finishing-nya kece aja.. Haha

d. Daya Tahan

Daya tahannya sejauh ini juara. Aku memakainya selama 4 jam sambil sesekali makan ringan dan berkuah hingga minum memakai sedotan. Tapi warnanya so far tetap stay. Walau memang, agak transfer di gelas. Tapi masih bisa ditoleransi lah..

Nah, sekarang mari kita lihat satu persatu warnanya ya..

1. 01 (Peach Echo)

Warna ini mirip dengan nomor 03 See u latte milik wardah namun memiliki sedikit sisi glowing seperti no.14 My Honey Bee milik wardah. Sebut saja warna ini perpaduan keduanya. Hmm.. Sebenarnya kemiripannya lebih mendekati 01 Vinca nya si purba sari. Tapi so far this is the best.. 

2. 05 (Peony) 

Warna ini mirip dengan 05 (Speachless) milik wardah. Namun lebih sedikit kemerahan sehingga terlihat lebih cerah. Sejauh ini, ini merupakan warna favoriteku (juga favorite suamiku.. 😝). Warnanya sangat cerah dan memberi kesan ehm..  ‘sexy’. 😆

3. 07 (Dusty Rose) 

Warna ini benar-benar kembar dengan wardah no. 10 (Pretty Berry). Perbedaannya hanyalah warna ini terlihat lebih glowing. Sebenarnya, warna ini hampir mirip dengan warna asli bibirku. Jadi ketika memakai ini terlihat tidak ada perbedaan.

4. 08 (Raisin) 

Nah, kalau warna satu ini baru pertama kali aku punya. Warna Vampire banget nget nget. Saking vampirenya suamiku sampai bilang “Jangan kutuk aku Maleficent” 😂

Serius, warna ini sebenarnya tidak cantik dipakai buat aku. Tapi warna ini keren. Aku tetep nyimpan warna ini deh karena mungkin saja sesekali aku pengen make up ala ala vampire atau mak lampir gitu. Haha..

5. 09 (Crimson Red)

Sesuai namanya, warna ini merah sexy. Memakai varian warna ini berasa menjadi devil di film ‘devil wears prada’. Tau? Ah masa ga tau sih.. Coba deh liat mirip kan! *dilempar pake ulekan.. 😂

Aku sih masih ga pede makai warna ini secara full buat keluar rumah. Aku hanya memakainya dengan teknik ombre.

Baca juga : “Lipstik menor? Ini cara memakainya!”

Warna merah ini mirip dengan 03 (Party Red) milik Pixy. Tapi sedikit lebih kalem yang ini. Ini adalah warna merah sexy yang paling kusuka.

Nah, dari kelima warna diatas kalian suka yang mana?

Sharing yuk!

Over alll yang aku suka dari Lipstik Poppy ini adalah:

  • Warna Pigmented
  • Tekstur Creamy di bibir-tidak dead matte
  • Ringan
  • Tahan lama

Yang aku ga suka cuma satu. Dia agak transfer digelas dan sedotan. 😬

Harganya? Hmm.. Sejauh yang aku tau harganya sekitar Rp 87.000. Cukup mahal buat aku sih. Tapi kalo kualitas segini juara sih ya bakal beli lagi. Soalnya aku suka banget sama yang No. 05 (Peony) dan suamiku juga paling suka sama warna itu.. 😍

Oke, sekian review lipstik dari aku..

Semoga bermanfaat.. 😊

Review Wardah Exclusive Matte Lipcream No. 14, 16 & 17

Review Wardah Exclusive Matte Lipcream No. 14, 16 & 17

Halo.. Apa kabar jeng?

Halah, sejak kapan kamu nyapa jeng-jengan sih? Sok sosialita banget.. 😅

Anggap aja udah jadi emak-emak sosialita ya.. Walau aslinya lebih sering dirumah berkutat dengan dapur, sumur dan kasur. 😂

Ya.. Walau kegiatan harian dominanku terisi dengan hari-hari emak-emak rumahan pada umumnya tapi satu hal yang tidak boleh aku abaikan dalam menjalaninya. Nah, apa itu?

Yes, Percaya Diri!

Percaya tidak kalau setiap kali aku melakukan rutinitas pekerjaan rumah aku selalu butuh stok percaya diri berlebih? Karena dimana-mana aku itu hoby liat kaca, Hihi.. Malu-maluin ga sih?

Dan tau ga hal yang paling nyebelin itu apa ngeliat bare face diri sendiri? Yup! Bibir pucet, rada item dan tidak innocent. *tsah.. Gimana mau jadi istri idaman kalo punya bibir begitu ya?

Karena itu sejak menikah aku ini jadi lipstik addict! Nah, salah satu brand kosmetik yang membuatku jatuh cinta dengan produk lipstiknya adalah wardah. I’m sooo in love with this lipcream! 

Baca juga: Review Wardah Exclusive Matte Lipcream No. 03, 04, 05, & 10

Banyak amat koleksi lipstik wardah kamu win? 

Iya donk! Karena aku itu suka bangeett sama lipcream dari wardah. Makanya aku pengen beli lagi, lagi dan lagi. Walau aku ga tau juga kapan aja sih makenya ato bagus dan cocok semua ga sih? Tapi tetep aja aku beli kalau ada budget berlebih. Seolah-olah warna lipstiknya wardah itu racun yang melambai-lambai selalu minta cobain. 😅

Alhamdulillah, walau aku punya beberapa warna yang kurang cocok di bibir dan kulit aku namun seiring berjalan waktu aku punya trik khusus untuk membuat warna yang tidak cocok menjadi cocok buat aku.😊

Baca juga: Punya warna lipstik menor dan tidak cocok? Begini caranya..

Nah, kalian tau kan aku udah ikutan beauty class bareng FBB dengan Wardah? Waktu itu sebelum aku ikutan aku udah berdoa banget supaya isi hampers dari wardah adalah lipstik. Karena aku sukaa semua lipstik wardah. Dan Alhamdulillah doaku terkabul.. 😍

Yeay! Wardah Exclusive Matte Lipcream No. 14 (My Honey Bee), No. 16 (Heart Beet) dan No. 17 (Rosy Cheek) sudah ditanganku sekarang! Saking senangnya aku sampai tidak sabar mencoba mengoles warnanya ditanganku.

 No. 14-My Honey Bee

Saat melihat Packaging No. 14 pertama kali aku udah punya firasat kalau ini bakal sama kayak No. 03 (See you Latte). Ternyata ketika aku coba tonenya agak tinggi dari See you latte dan terkesan lebih glow plus charming. Dan aku suka! Ini kelihatan soft banget di bibir aku. Warnanya juga cukup pigmented walau hanya sekali oles padahal ini nude banget.

Edisi emak-emak sok single.. 😜

No. 16-Heart Beet 

Sesuai namanya Heart Beet ini berwarna seperti hati, pink keunguan. Warna ini pigmented banget dan membuat kesan bibir terlihat lebih bervolume. Nah, buat bibir yang udah bervolume duluan kayak bibir aku ini, warna ini lumayan membuat kesan menor. Teman-temanku bilang ini seksi. Tapi buat aku ini bikin aku terlihat agak tua. Hihi..

Full oles no ombre

Berpikir untuk cancel beli warna ini? Pikir lagi ya! Karena ini belum selesai.. Hihi..

Warna ini sebenarnya seksi dan cantik asal bisa menggunakannya. Saat beauty class kami diajarkan untuk membuat kesan ombre dengan mencampurkannya dengan no. 14. Nah, bagaimana hasilnya? Bisa dilihat dari foto hasil beauty class aku ya.. 😊

Ombre no 14 & 16

Solusi lain untuk warna ini adalah dengan mengoleskannya sedikit saja, kemudian ratakan dengan tangan. Saking pigmentednya warnanya udah benar-benar nyebar. Hasilnya? Warna pink cantik keunguan yang terkesan feminine. Mau lebih soft? Tenang taburkan blush on pada tahap finishing supaya berkesan lebih elegan dan matte finish. 😍

Olesan 2 titik yang disebar + blush on

Mau skip beli warna ini? Pikir lagi yah..hehe..

No. 17-Rosy Cheek

Nah, kalau No. 14 itu kalem dan No. 16 terkesan berani maka No. 17 ini terkesan stabil. Eh, stabil? 😅

Maksud aku tidak kalem banget juga tidak menor. Cocok buat para remaja dan emak menolak tua seperti saya.. 😂

Ga percaya? Yuk liat ketika aku pake ini.. Kece loh, bangsa abegeh juga.. 😝

Ini warna vampire pertama yang aku punya. Warnanya gelap tapi sekseeeh sekali.. 😆

Rosaline Cullen cuyy.. Hahahaha 😂

Warna ini di aku sih udah oke, ga usah pake di-mix dengan warna lain. Cocok banget dipake buat anter jemput anak sekolah sampai adegan bikin masakan siang. 😄

Nah, dari ketiga warna diatas kalian suka yang mana?

Kalo aku sih suka ketiganya.. 😘 semuanya kece dan kalau dimix makin oke!

Overall yang aku suka dan tidak suka dari lipcream wardah adalah:

(+)

  • Warna Pigmented banget
  • Tekstur ringan
  • Ga bikin bibir kering *asal oles lipbalm ya jangan lupa
  • Harga medium
  • Tahan lama >6 jam *dg catatan makan cantik ya, no kuah.. Hihi
  • Halal

(-)

  • Agak transfer digelas

Repurchase? Yes!

IBX598B146B8E64A