Browsed by
Month: June 2018

Mudik Pake Motor Bawa Bocil? Why Not!

Mudik Pake Motor Bawa Bocil? Why Not!

source: mudikgratis.com

Masih dalam suasana lebaran gak sih? Pastinya masih dong ya. Bicara lebaran, tentu sudah hal biasa kalau kita mengaitkannya dengan mudik. Ya, kapan lagi kita dapat bersilaturahmi dengan sanak saudara dikampung halaman? Libur panjang dengan suasana lebaran adalah moment yang sangat pas.

Nah, emak juga terbiasa mudik dikala lebaran tiba. Namun, mudik emak beberapa tahun lalu sebenarnya memakai motor loh. Iya, bawa bocil ini. Gimana rasanya? Hmm.. Aku sih enak dan nyaman aja. Hihi

Bahkan sebenarnya, kalau boleh memilih aku lebih suka mudik memakai motor loh. Beberapa alasan emak mudik pakai motor akan emak tulis dengan lengkap disini:

1. Praktis

Mudik memakai motor menurut emak jauh lebih praktis. Walau sebenarnya memang terlihat ribet dalam pemandangannya. Haha

Iya, kalau mudik dengan memakai mobil biasanya aku lebih rempong mempersiapkan perlengkapan dimobil. Mulai dari cemilan, obat anti mabuk, minyak kayu putih dan perintilan lainnya hingga kantong plastik kecil. (eh, iya aku plus family orangnya memang mabukan kalau dimobil.. So perlengkapannya ribet.. 😂)

2. Terhindar dari Macet

Ke mall pake mobil makan waktu 30-40 menit. Ke mall pake motor cuma makan waktu 20 menit paling lama (sudah termasuk mampir beli bensin plus bla bla.. ✌). Kenapa pake mobil lama? Itu, body mobil yang lumayan gede bikin rawan macet dijalan, hihi.

Kekampung halaman naik mobil dalam arus mudik yang hmmm… Begitulah.. Kira-kira memakan waktu berapa lama? Yah, lumayan.. Sampai 2 episode mimpi tidur yang bersambung mungkin. Sementara kalau pakai motor? Emak gak bisa tidur. Malah asik terbawa curcolan ngobrol dengan suami atau asik melihat pemandangan kanan kiri.

3. Pemandangan Lebih Menyenangkan

Iya, bagi emak pemandangan mudik pakai motor itu lebih menyenangkan dibanding pemandangan mudik pakai mobil. Ini sih mungkin karena efek dari suka mabuk dimobil jadi pemandangannya cuma minyak kayu putih plus plastik aja. Haha.

Bahkan asiknya lagi, kalau berangkat pakai motor itu bisa foto-foto pemandangan. Iya, kampung aku kan lumayan pedesaan. Jadi memandang gunung dan hamparan permadani hijau itu dengan udara segar sekeliling itu benar-benar moment yang menyenangkan kalau dinikmati mamakai motor.

4. Terhindar dari Drama Pusing dan Mual

Ah, ini sih gak perlu dijelaskan lagi. Dari point 1 dst sudah disisipkan dikit-dikit. *dasar penulis yang tak terstruktur.. 😅

Aku sampai sekarang gak ngerti kenapa tiap mobil itu baunya sama. Bau pusing. Biar pakai parfum mobil yang begini begitu tetap aja baunya pusing. Aduh mak, ngebayangin baunya aja aku udah pusing beneran sambil nulis. Serius. 😂

Konon, untuk mengobati permanen mual dan pusing saat naik mobil itu adalah dengan punya mobil. Manjur gak sih? Menurut aku gak terlalu manjur ya kalau cuma punya doang kecuali mungkin kalau udah bisa nyetir sendiri. 😂

Dulu, sejak kecil sampai besar aku kan tinggal dengan orang tua. Orang tua aku punya mobil, tapi aku jarang ikutan naik. Alhasil ya tetap aja ya.. Hahhaha.

6. Gampang Mampir dan Parkir dimana Saja

Salah satu drama paling membosankan saat ikut naik mobil adalah sulitnya dapat tempat parkir. Kalah pakai motor? Cuss.. Tinggal taroh. Gampang.

Mau makan dipinggir jalan? Kalau naik mobil, harus mikir beberapa kali soal tempat parkir. Bahkan pengalaman dulu, sempat dilewatin dulu tempat makannya. Dijalan sambil mikir, eh, kayaknya didekat situ bisa parkir. Terus dulu tuh, lurussss sampai ketemu belokan baru bisa parkir. Eh, iya kalau yang nyupir orangnya gak ngelamun. Haha..

7. Lebih Irit

Ini jelas ya. Irit. Kekampung halaman naik motor cuma makan bensin 1, 5 liter. Sementara pakai mobil? Hmmm..

Nah, tapi nih.. Mudik pakai motor itu enggak bisa sembarangan. Apalagi kalau membawa bocil. Harus banyak hal-hal yang perlu kita perhatikan, diantaranya adalah:

1. Yakinkan kondisi motor dalam keadaan baik

Ini adalah point utama yang penting banget. Sebelum berangkat kita harus sudah memastikan kondisi motor dalam keadaan baik. Akan lebih baik lagi kalau kita membawa perlengkapan kecil dalam memperbaiki motor untuk berjaga-jaga kalau saja di jalan nanti terjadi sesuatu.

2. Selalu gunakan helm dan pengaman lain yang mendukung

Mudik bawa bocil pakai motor memang rempong dalam segi pakaian tempur mak. Iya, mulai dari membawa helm, pengaman, jaket, masker, tisue dan lain-lain. Bahkan kalau diperhatikan, eh kok tiba-tiba anak udah kayak power ranger aja kostumnya. Haha

3. Jangan membawa penumpang maupun barang terlalu banyak

source: litbang-kemendagri.go.id

Nah, tips ini juga penting banget. Sebisa mungkin, bawalah barang seminimalis mungkin karena mudik pakai motor itu kita gak bisa bawa barang seenaknya aja. Seperti alat pel, jemuran, ya ditinggal aja lah. *eh, ya eya laah.. Haha

Kalau masih memiliki anak satu seperi keluarga kecil saya mungkin mudik membawa motor masih bisa dilakukan, tapi kalau sudah punya banyak pasukan lebih baik jangan memaksakan muatan motor karena dampak negatifnya jauh lebih buruk.

4. Yakinkan tubuh pengendara dalam kondisi fit dan tidak mengantuk

Sebelum naik motor untuk mudik, maka yakinkan dulu bahwa anda sudah cukup beristirahat. Naik motor untuk mudik itu cukup melelahkan loh. Kalau membawa bocil mungkin saja dijalan ia akan merengek dengan keluhan-keluhan seperti capek, mau minum susu dan sebagainya. Jari kita sebagai orang tua harus dalam keadaan prima juga untuk menghadapinya.

5. Sebaiknya kampung halaman yang dituju tidak terlalu jauh

Nah, ini juga pertimbangan penting. Seberapa jauh kampung halaman?

Kalau kami hanya pulang kekampung halaman dengan jarak tempuh yang cukup dekat. Sekitar 2 jam dengan kecepatan 60 km/jam sudah sampai kekampung halaman sehingga anti capek. Kalau jarak kampung halaman sangat jauh sebaiknya tidak memakai motor ya. 😊

6. Yakinkan arus mudik tidak terlalu padat

Sebelum memutuskan kapan dan tanggal berapa kita mudik, ada baiknya untuk memantau arus mudik. Hal ini agar kita terhindar dari kemacetan dan resiko kecelakan.

Terbayang kan mak, kalau kita bawa bocil mereka sumpek dan cerewet melihat kemacetan dimana-mana. So, cari jadwal keberangkatan yanh strategis demi kenyamanan si kecil diperjalanan. 😉

7. Jangan ngebut dan berhati-hati

Kalau tips ini tentu semua sudah sangat paham dan mengerti. Biasanya para laki-laki kalau berkendara suka lepas kontrol. Nah, sebelum itu yakinkan suami untuk terus berhati-hati karena lebih baik terlambat asal selamat.

8. Beristirahatlah jika lelah

Anak menangis dijalan, pinggang sudah terasa penat, mata mulai berkunang-kunang. Lebik baik kita mulai berhenti dan beristirahat. Yakinkan tubuh sudah fit kembali saat ingin memulai perjalanan.

Nah, itu dia kilasan tips dan alasan emak mudik bareng bocil memakai motor saja. Kalian punya tips mudik yang menarik lainnya? Boleh sharing juga ya..
Tulisan ini merupakan post untuk #KEBloggingCollab kelompok Ghea Panggabean yang diawali dengan trigger post dari Faridilla Ainun.

Menjadi Generasi Perempuan yang Lebih Produktif bersama Serempak

Menjadi Generasi Perempuan yang Lebih Produktif bersama Serempak

“Apakah kamu tidak bosan di rumah saja?”

Bukan sekali dua kali aku mendapatkan pertanyaan tersebut. Mungkin belasan atau puluhan kali. Syukurlah belum ratusan kali karena bagi Ibu Rumah Tangga sejati sepertiku sebenarnya pertanyaan seperti itu sama bapernya dengan pertanyaan kepada kaum single yang biasanya berbunyi, “Kapan nikah?”

Bagaimana tidak bawa perasaan atau baper? Pertanyaan tersebut selalu berbuntut panjang dengan pertanyaan lainnya. Seperti kapan aku akan kembali aktif didunia luar lagi, kapan aku produktif lagi, dan buntut-buntutnya pertanyaan itu terkadang menyisakan pertanyaan panjang dalam batin seorang ibu sepertiku ini. Ya, pertanyaan yang membuatku kadang merasa pesimis dan merasa bahwa aku dan anakku hanyalah beban ekonomi bagi suamiku.

Apakah usahaku sebagai seorang ibu sekaligus blogger yang berusaha produktif dalam mengasuh anak dan menulis belum dapat dikategorikan sebagai super mom? Apakah seorang super mom haruslah seorang ibu yang dapat menghasilkan uang dalam jumlah nyata dan hasil yang tetap setiap bulannya seperti working mom yang bekerja diluar pada umumnya? Apakah aku belum layak mendapatkan posisi super mom karena penghasilanku masih dibawah rata-rata? Apa sebenarnya arti produktif yang benar untuk seorang Ibu?

Bukan hanya aku yang mendapatkan pertanyaan seperti ini. Tapi juga teman-temanku, para ibu rumah tangga sekaligus blogger dan influencer. Selama ini, komunitas blogger lah yang selalu mendorong pikiranku untuk terus optimis dan produktif dalam menulis. Aku dan teman-temanku bahkan membentuk komunitas FBB (Female Blogger of Banjarmasin) untuk menjadi wadah organisasi bagi para perempuan blogger yang berdomisili di Kalimantan Selatan. Dalam komunitas inilah kami saling berbagi dan saling memberikan energi positif. Kami aktif mengikuti berbagai event blogger, lomba, dan… Ya, kami selalu haus ilmu. Segala undangan seminar selalu menarik perhatian kami. Termasuk acara Roadshow Serempak 2018 yang diadakan pada hari Jum’at tanggal 8 Juni 2018 di UIN Antasari Banjarmasin.

Tepatnya pada pukul 8 pagi, aku dan teman-teman blogger yang tergabung di Female Blogger of Banjarmasin menghadiri Acara Roadshow Serempak 2018 ini. Sebenarnya, member FBB berjumlah lebih dari 20 orang, namun karena kesibukan masing-masing jadi hanya Aku, Ruli, Diah dan Mia saja yang dapat menghadiri acara ini. Maklum saja, kami berempat sudah menjadi ’emak-emak’ sehingga sangat suka mengikuti roadshow dengan tema yang menarik hati kami. Ya, acara ini bertemakan “Serempak dalam Wadja Sampai Kaputing, Meningkatkan Ekonomi Keluarga.”

Kalian tau artinya?

Hmm, bagi kalian yang pernah membaca kisah tentang Pangeran Antasari tentu tidak asing dengan peribahasa “Haram Manyarah Lawan Walanda, Waja Sampai ka Puting.”

Peribahasa ini adalah motto perjuangan Pangeran Antasasi dan Rakyat Kalimantan Selatan dalam melawan penjajah pada saat Perang Banjar yang bermakna bekerja sampai selesai, perjuangan hingga tercapai. Artinya, roadshow kali ini akan mengupas tuntas tentang bagaimana proses perjuangan meningkatkan ekonomi keluarga hingga tercapai hasil yang kita inginkan. Dan roadshow kali ini spesial, karena serempak dan IWITA menggandeng pada perempuan untuk turut serta aktif dalam mensejahterakan dan meningkatkan ekonomi keluarga.

Beberapa narasumber yang hadir pada acara ini antara lain adalah:

1. Ratna Susianawati, SH. MH: Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Kementrian PPPA

2. Dina Aprilia, M. Psi, Psikolog: Dosen UIN Antasari Banjarmasin

3. Dewi Widya Ningrum: Content and Writer Specialist Siberkreasi

4. Martha Simanjuntak, SE. MM: Founder IWITA (Indonesia Women IT Awareness)

Acara ini diawali dengan sambutan oleh Ir. Agustina Erni Susianti, M.Sc dan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, S.Pi., M.Si. Sungguh sambutan yang kami dapatkan sangatlah berisi dan menggugah semangat kaum ibu untuk dapat terus maju dan selalu terdepan dalam penggalian informasi terkini hingga usaha dalam turut serta meningkatkan ekonomi rumah tangga. Selanjutnya, kami mengikuti materi yang diisi oleh para nara sumber. Ingin tahu isi materinya? Yuk, baca ulasan dibawah ini..

Perempuan Zaman Now Sangat Berperan Dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga

Perempuan berperan sebagai manager dalam perekonomian rumah tangga. Ya, aku sangat merasakan peran ini saat sudah menyandang status sebagai istri sekaligus ibu dari anakku. Betapa sulitnya mengelola arus kas masuk yang ada agar dapat mencukupi kebutuhan rumah tangga. Berapapun jumlahnya, harus cukup bukan? Hanya ’emak-emak’ yang tau bagaimana rasanya.

Tapi, di era digital sekarang ini keadaan sudah banyak berubah. Perempuan kini dapat bekerja secara fleksibel tak terkecuali dirumah. Mereka tetap dapat menghasilkan dan produktif walau berstatus sebagai Ibu Rumah Tangga saja. Bahkan, tidak sedikit para ibu yang berpenghasilan melebihi suaminya sendiri walau hanya bekerja di rumah. Betul? Lantas, bagaimana caranya?

Perempuan Indonesia Harus Sehat Fisik Maupun Psikologis

Psikolog Dina Aprilia menjelaskan bahwa perempuan zaman now haruslah matang secara psikologis maupun fisik untuk dapat turut serta dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Karena sejatinya, Ibu Bahagia akan membuat keluarganya ikut bahagia pula termasuk dalam aspek ekonomi.

Permasalahan yang sering terjadi sekarang adalah ketidakmatangan psikologis dari seorang ibu dalam membangun rumah tangganya. Penyebab utamanya antara lain adalah pernikahan dini.

Faktor yang menyebabkan pernikahan dini antara lain adalah faktor budaya, sosial ekonomi, dan kondisi emosional yang masih labil. Pernikahan dini akan berdampak secara fisik dan psikologis bagi perempuan.

Secara fisik, pernikahan dini menyebabkan organ kewanitaan yang belum matang sepenuhnya merasakan sakit terlalu dini. Hal ini akan berdampak jangka panjang berupa penyakit yang mungkin saja akan timbul sewaktu-waktu. Selain itu, pernikahan dini juga telah menghalangi perempuan untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Secara psikologis, dampak pernikahan dini menyebabkan ketidaksiapan perempuan untuk menyandang status Ibu sehingga rentan terkena gangguan psikologis seperti post partum depression dan lain-lain.

Kita dapat memberikan support langsung untuk mengurangi dampak negatif diatas antara lain dengan memberikan Psikoedukasi, memberikan pelatihan keterampilan, maupun konseling individual, kelompok, dan keluarga.

Perempuan yang sehat secara psikologis dan fisik adalah kunci dari segalanya. Jika perempuan sudah sehat maka ia dapat:

1. Mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan dan meningkatkan passion yang ia sukai.

2. Perempuan akan teredukasi lebih baik

3. Perempuan akan ambil bagian sebagai agen untuk bisa meningkatkan dan membantu kesejahteraan sosial ekonomi keluarga.

Bukankah nomor 3 adalah impian kita para perempuan? Lalu.. Bagaimana kita bisa melakukannya?

Menjadi Perempuan yang ‘Melek’ Teknologi

Dewi Widya Ningrum, Content dan Writer Specialist Siberkreasi mengungkapkan bahwa para ibu rumah tangga punya banyak peluang untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Khususnya, para ibu kekinian yang telah ‘melek’ teknologi. Bukankah Ibu zaman now bukanlah Ibu Rumah Tangga biasa lagi? Melainkan ibu generasi milenial yang sangat berpotensi didalam dunia digital?

Bayangkan, ibu-ibu mana sih zaman sekarang yang tidak mengenal berbagai sosial media? Tidak kenal penggalian informasi secara praktis melalui browsing dan tidak mengenal berbagai situs belanja online? Sepertinya, hampir semua ibu update dengan hal seperti ini bukan?

Perilaku pengguna internet zaman now menunjukkan bahwa:

16,83 % menggunakan internet untuk berjualan online

17,84 % menggunakan internet untuk transaksi perbankan

28,19% menggunakan internet untuk mencari pekerjaan

32,18 % menggunakan internet untuk melakukan pembelian online

37,82 % menggunakan internet untuk informasi pembelian

41,84 % menggunakan internet untuk membantu pekerjaan

Sisanya 45,14% menggunakan internet untuk pencarian harga

Bukankah zaman sekarang ini dunia internet dapat kita manfaatkan semaksimal mungkin?

Berdasarkan survey, pengguna internet tertinggi untuk sosial media yaitu pada facebook dan youtube. Tidak dipungkiri, usaha kecil menengah yang memulai bisnisnya dari dunia online kini telah mulai diperhitungkan sebagai usaha yang turut membantu daerah dalam memajukan ekonomi. Jadi, kenapa kita tidak mulai mencobanya? Ya, sekarang. Cukup dimulai dari rumah dan pengetahuan online, semangat untuk membangkitkan ekonomi rumah tangga menjadi lebih baik bukanlah sekedar mimpi.

Jangan Pernah Remehkan Personal Branding

Pernahkah kita bertanya-tanya, mengapa bisnis online yang telah kita coba tidak kunjung ada kemajuan? Tidak berkembang? Tidak unik? Tidak Spesial seperti bisnis lain. Mengapa hal ini terjadi?

Karena tidak memiliki personal branding.

Founder IWITA (Indonesia Women IT Awareness), Martha Simanjuntak, SE. MM mengungkapkan bahwa sangat sedikit sekali para penggiat usaha online yang peka dengan pentingnya personal branding.

Padahal kita melihat sendiri bagaimana Apple, Supreme, dan lain-lain dapat maju dalam usahanya. Karena mereka memiliki nilai tersendiri dan tidak ragu dalam memperkenalkan dan memajukan brandnya. Mereka punya keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh yang lain. Betul?

Nara sumber Widya berkata “Fokus, Unik dan Konsisten adalah tiga hal yang harus kita terapkan jika ingin mulai berbisnis di dunia online.”

Ya, ternyata fokus dan konsisten saja tidak cukup untuk dapat maju dalam usaha di dunia online. Kita harus unik dan memiliki nilai jual tersendiri. Ini merupakan ilmu baru yang aku peroleh dari Roadshow ini.

Yuk, Menjadi Anggota Serempak.Id !

Acara roadshow yang diadakan oleh serempak telah membuka pikiran dan wawasanku. Tanpa pikir panjang lagi, aku langsung mengikuti instruksi dari Ibu Martha untuk menjadi Anggota serempak.id. Karena ini adalah hal yang sangat bermanfaat. Jadi, kenapa tidak?

Oh ya, mungkin kalian banyak yang belum tau dengan serempak.id. Jadi, serempak.id adalah media interaktif yang diinisiasi oleh KPPPA (Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) sebagai wadah kerjasama multi-stakeholder dan untuk meningkatkan akses perempuan pada TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).

Kita juga bisa menjadi kontributor dalam website serempak loh. Nah, caranya dapat dilihat dibawah ini:

Apa sih keuntungannya menjadi kontributor serempak.id? Ternyata, keuntungannya banyak loh. Bagi kita para penulis dan blogger kita dapat membangun personal branding juga disana. 😊

Sudah menemukan semangat baru sesudah idul fitri ini? Masih baper dengan pertanyaan yang tak kunjung selesai tentang ‘hei kamu tak bosan dirumah?’ Yuk, jadi anggota Serempak.id aja. Jadilah perempuan kuat dimulai dari hari ini. Karena kita para ‘perempuan rumahan’ juga tak kalah produktif dibanding para laki-laki bukan?

Semangat Perempuan!

Yuk, Simak Obrolan Sehat Bebas Worry dalam Hijup Bloggers Meet Up X Softex Daun Sirih di Banjarmasin

Yuk, Simak Obrolan Sehat Bebas Worry dalam Hijup Bloggers Meet Up X Softex Daun Sirih di Banjarmasin

“Tidak ada hal yang lebih menyenangkan dari mendapatkan ilmu baru serta berkumpul dengan komunitas satu passion kemudian saling berbagi dan menginspirasi.”

Semua keceriaan pecah seketika saat hampir semua member Female Blogger Of Banjarmasin dapat menghadiri Event Hijup Bloggers Meet Up X Softex Daun Sirih pada tanggal 1 Juni 2018 di Mercure Hotel Banjarmasin. Selain dihadiri oleh 30 blogger, acara ini juga dihadiri oleh 20 influencer. Ah, senang sekali aku rasanya karena dapat bersilaturahmi dengan para blogger dan berkenalan dengan para influencer. Pada event ini aku dan teman-teman juga mendapat berbagai pengetahuan dan pengalaman yang tak terlupakan disana.

Sekitar tepat jam 4 sore, acarapun dimulai. Ruang acara yang kami masuki penuh dengan tema putih-hijau disertai dengan deretan dua meja panjang dengan berbagai aksesoris dan goodie bag yang terbungkus rapi dan elegan. Wah, tentu aku senang sekali datang sebagai tamu dan diapresiasi dengan semua hal ini. Nah, kali ini tema yang dibahas oleh para Nara Sumber HijupXSoftex Daun Sirih adalah “Ngobrol Sehat, Bebas Worry”. Adapun Nara sumber yang hadir kali ini adalah:

1. Ayu Pratiwi, Runner-Up Putri Indonesia dan Putri Wisata tahun 2009

2. Dr. Bram Pradipta, SpOg (Spesialis Obstetri Ginekologi)

3. Mbak Anastasia Erika (Brand Manager PT Softex Indonesia)

Sssst.. Mau tau kami ngobrol sehat tentang apa aja supaya bebas worry? Yuk, simak!

Pentingnya Para Wanita Untuk Menjaga Kesehatan

Nara Sumber pertama, Ayu Pratiwi bercerita tentang kesibukannya sehari-hari sebagai ibu, bintang film, dan berbagai kegiatan lainnya. Ia mengaku memiliki jadwal yang cukup padat. Nah, dalam kesehariannya Ayu Pratiwi sharing tentang pentingnya menjaga tubuh agar tetap fit dan sehat. Beberapa hal yang ia lakukan antara lain adalah istirahat yang cukup, banyak minum air putih, dan memakan buah-buahan.

Menjaga Kesehatan tentu juga seharusnya dilakukan hingga bagian area kewanitaan. Sayangnya, karena kesibukan wanita kita sering acuh dengan area ini. Dr. Bram Pradipta, SpOg menuturkan bahwa faktor risiko pada Miss V itu sangat banyak, diantaranya adalah seks bebas, penyakit tertentu seperti diabetes melitus, HIV, antibiotik yang tidak rasional, perubahan hormonal, merokok, alkohol, stress, dan obesitas.

Semua faktor risiko diatas dapat menyebabkan gangguan pada Miss V dengan gejala sebagai berikut:

1. Gatal dan nyeri
Hati-hati jika Miss V sering mengalami gatal dan kadang-kadang suka merasakan nyeri. Ini bisa jadi merupakan salah satu gejala gangguan pada Miss V karena adanya keputihan yang tidak normal.

2. Bau tidak Sedap
Bau Miss V memang unik. Namun jika sudah mengeluarkan bau amis seperti bau ikan, berarti ada gangguan pada Miss V loh.

3. Nyeri dan berdarah saat senggama
Kebanyakan suami merasa senang jika istri merasakan kesakitan serta berdarah seperti pada malam pertama. Padahal, jika ini terus menerus terjadi mungkin saja ini salah satu gejala gangguan pada Miss V.

Penyebab ketiga hal diatas biasanya diawali dengan keputihan yang tidak normal. Ciri-ciri keputihan yang tidak normal antara lain adalah jumlah keputihan bertambah banyak, kosistensi berubah, warna berubah, gatal dan bau.

Hal yang bikin aku speechless adalah ternyata penggunaan baju dalam sehari-hari juga dapat mempengaruhi kelembaban area sekitar Miss V. Ya, ternyata kita harus menghindari penggunaan celana ketat yang tidak menyerap keringat. Padahal selama ini kalau di rumah saja aku suka sekali memakai pakaian ketat. Alasannya sih sederhana, aku tidak mau kalau dengan memakai daster maka aku akan lengah dengan bentuk tubuh aku. Alasan selanjutnya, aku tidak mau terlihat jelek dimata suami. Hehe..

Selain itu, kita juga harus mengganti baju lebih sering terutama yang bekas keringat, baik itu bekas dipakai memasak, melakukan kegiatan harian ibu-ibu rumah tangga pada umumnya dan lain-lain. Yah, lagi-lagi aku harus mengakui kalau aku termasuk golongan ‘mak ngirit’ yang malas sekali ganti-ganti baju karena harus hemat waktu buat mencucinya. Ternyata salah ya pemirsa..

Bahkan nih, kita disarankan untuk sebaiknya tidak memakai celana dalam. Spontan saja aku dan kedua temanku tersenyum sambil menahan tawa dan saling berpandangan seolah berkata, “Yang bener aja Dok?”

Tapi, kalian jangan ngakak dulu. Maksud disini adalah kita disarankan untuk memakai celana yang tidak ketat. Kalian kan tau kalau bentuk celana dalam itu terkesan sumpek dan rentan membuat Miss V terasa lembab. Jadi, pakai celana dalam sih boleh saja. Asalkan perhatikan kualitas bahan dan yakinkan Miss V tidak terasa terlalu lembab dengan celana itu.

Baca juga : All About Tes IVA

Lantas, Bagaimana Cara menjaga kesehatan Miss V? Nah, berikut ini adalah cara-cara untuk membuat Miss V tetap sehat:

1. Keringkan Miss V setelah buang air kecil.
Kebanyakan, kita sering malas melakukan hal ini dan langsung saja memakai celana. Padahal ini sangat tidak baik dan membuat area kewanitaan menjadi lembab.

2. Gunakan pembersih Miss V dari bahan yang alami
Nah, bahan alami ini salah satunya adalah dari sirih. Sirih sudah dipercaya selama puluhan tahun sebagai pembersih alami Miss V.

3. Bersihkan Miss V sebelum dan sesudah bersenggama
Ini sering sekali kita abaikan, terutama sebelum bersenggama. Padahal hal ini penting sekali loh. Apalagi sesudah bersenggama, kalau tidak dibersihkan bisa menyebabkan penyakit anyang-anyangan.

4. Jangan minum alkohol dan merokok
Dahulu, konsumen alkohol dan rokok hanya para pria. Namun sekarang, ternyata wanita tidak mau kalah. Beberapa dari wanita ternyata juga sering mengkonsumsi alkohol dan rokok. Padahal ini berbahaya untuk kesehatan termasuk area kewanitaan

6. Ganti pembalut tiga jam sekali
Siapa yang suka hemat-hemat dalam memakai pembalut? Itu sih, aku banget. Hahaha

Kenapa? Soalnya ini sudah menjadi kebiasaan sejak remaja. Sejak sekolah dulu aku merasa ribet kalau harus ganti-ganti pembalut di sekolah. Begitu juga kalau malam tiba, masa harus bangun setiap tiga jam sekali? Padahal sih, aslinya pekerjaan enggak sibuk-sibuk amat. Tapi, malas.

Oke, setelah ikut event ini aku janji akan tobat tentang hal ini. Tapi, kalau malam tiba bisakah aku juga menerapkannya?

Untungnya Mbak Anastasia Erika sebagai Brand Manager PT Softex Indonesia sangat mengerti akan hal itu. Karena itu, PT Softex Indonesia kini mengeluarkan varian rangkaian Softex Daun Sirih. Kenapa sirih? Karena hasil dari pengolahan daun sirih yang sudah dikenal khasiatnya sejak dulu. Sehingga kalau dengan memakai pembalut biasa kita harus waspada dan sering ganti-ganti pembalut, maka dengan softex daun sirih sedikit keterlambatan dalam mengganti pembalut tetap aman untuk daerah kewanitaan.

Apa sih bedanya Softex Daun Sirih dengan yang lain?

Softex Daun Sirih ini spesial, ia mengandung antiseptik alami. Antiseptik ini gunanya untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang rentan sekali berkembang kalau kita sedang banjir menstruasi. Kalian tau tidak, kalau bakteri mudah sekali berkembang pada periode ini. Apalagi nih, kalau kita punya berbagai aktivitas rempong yang menyita waktu hampir seharian.

Kalau pada masa sekolah dulu, ditengah-tengah pelajaran yang ada dipikiranku saat itu hanyalah Aduh, tembus ga ya? Kalau sekarang, aku suka males untuk kebelakang karena segudang aktivitas emak rumahan, apalagi kalau ada anak kecil. Pekerjaan rumah tiada habisnya dan malas untuk peduli dengan diri sendiri.

Nah, Softex Daun Sirih ini ternyata punya kemampuan menyerap langsung dalam 1 detik! Jadi, darah haid langsung menyerap seketika dan enggak bikin kita merasa basah dipermukaan pembalutnya. Jadi, selalu merasa kering dan nyaman. Ini nomor satu banget buat aku.

Ehm, siapa yang selama ini kadang kalau kelamaan pakai pembalut langsung keluar bintik-bintik gatal yang tidak menyenangkan? Jangan khawatir, karena Softex Daun Sirih juga telah teruji klinis hypoallergenic oleh Australian Dermatologist. So, Softex Daun sirih cocok digunakan oleh yang berkulit sensitif.

Bikin kering dan nyaman terus cocok untuk kulit sensitif. Ah, pantas saja softex bakal bikin kita sehat dan bebas worry ya! Buktinya, Hasil penelitian membuktikan bahwa 9 di antara 10 wanita mengaku memakai Softex Daun Sirih membuat area kewanitaan lebih harum serta menghilangkan bau tak sedap ketika sedang haid.

Apa Saja Varian Softex Daun Sirih?

Softex Daun sirih memiliki banyak varian berdasarkan tingkat kederasan darah haid dan memiliki varian dalam berbagai bentuk yang terdiri dari dengan sayap dan tanpa sayap dengan varian panjang 23 cm, 29 cm, dan 36 cm.

Ya, biasanya pada hari pertama haid, darah cenderung amat sangat deras dan tentunya membutuhkan pembalut yang dapat menyerap banyak disertai dengan ukuran yang lebih panjang.

Nah, Berikut ini adalah tingkatan kederasan, jenis, dan ukuran yang Softex Daun Sirih gunakan untuk membantu kita memilih harus memakai varian pembalut yang mana yang tepat untuk periode tertentu.

1. Regular Flow

Untuk varian ini digunakan jika aliran darah haid wajar dan biasa saja. Varian ini memiliki sayap (wing) dan juga tanpa sayap (non wings) dengan panjang 23 cm.

2. Heavy Flow

Untuk varian ini biasanya digunakan jika aliran darah haid sedang banyak, bisa juga digunakan di malam hari. Panjangnya sekitar 29 cm.

3. Extra Heavy Flow

Untuk varian ini adalah yang paling direkomendasikan jika aliran darah haid sedang sangat banyak sekali seperti hari pertama, kedua, hingga ketiga haid. Varian ini memiliki dua sayap (double wings) dan panjang 36 cm.

Nah, tentu dengan banyaknya varian diatas kita sekarang tidak perlu bingung lagi memutuskan mau memakai jenis yang mana. Ya, tinggal kita sesuaikan saja dengan kebutuhan.

Tunggu dulu, ada yang paling unik dari rangkaian Softex Daun Sirih ini, yakni ada paket ekonomis 3 in 1, karena di dalamnya sekaligus ada beberapa jenis yang sudah disebutkan di atas, ditambah gratis panty liner! So, kita tidak perlu worried karena semua jenis pembalut untuk siklus yang berbeda ada di dalam satu kemasan.

Flatlay Workshop

Selain dapat pengetahuan tambahan tentang kewanitaan diatas, kami juga mendapatkan skill baru dari event ini loh. Dibagian akhir acara, Mas Muallif Fachrozi mengajari kami para blogger dan influencer untuk dapat mengambil foto produk maupun berbagai hal dengan teknik flatlay.

Apa itu Flatlay?

Nah, Flatlay Fotography ini adalah teknik mengambil foto dengan objek foto seakan-akan benar-benar berada tepat di bawah kita. Jadi, sang fotografer seakan-akan memphoto objek foto dalam keadaan tepat di atas objek atau seakan-akan seperti burung terbang.

Bagaimana sih caranya?

Ternyata caranya cukup sederhana, kita hanya membutuhkan objek pendukung untuk membuat objek foto kita terlihat menarik. Objek pendukung pun bisa didapatkan dari perlengkapan sederhana. Seperti misalnya bunga, majalah, kain dll.

Sedangkan untuk proses memphoto sendiri, kita membutuhkan meja. Bentuk dan tinggi meja dapat disesuaikan dengan tinggi kita sendiri dan dukungan cahaya matahari dari jendela. Muallif mengakui bahwa ia lebih menyenangi menggunakan cahaya matahari alami dibandingkan dengan cahaya buatan. Cahaya matahari alami yang biasa ia ambil adalah berkisar dari jam 2-4 sore dengan latar di dekat jendela.

Untuk proses editing foto, akan lebih praktis jika kita menggunakan snapsheet. Nah, bagaimana sih hasil dari teknik flatlay yang sudah kucoba? Ini dia hasilnya..

Menurutku, event kali ini benar-benar sangat bermanfaat. Baik sebagai wanita maupun sebagai blogger. Kini aku mulai mengerti bagaimana menjaga area kewanitaan supaya sehat dan aku mulai mengerti bagaimana mendapatkan hasil foto yang baik dengan teknik flatlay. Selain itu, goodie bag yang kami peroleh juga sangat menyenangkan loh!

Goodie Bag Hijup

Nah, kalian penasaran kan kami dapat goodie bag apa? Nah, ini dia isi dari goodie bag kami:

Godie bag dari hijup x softex daun sirih milikku terdiri dari 3 buah scraft hijup berwarna hitam, abu-abu, dan navy serta produk softex regular, heavy dan extra heavy flow serta tidak lupa plus pantyliner juga. Wah, packagingnya juga dikemas dengan sangat cantik loh.

Dan berikut ini adalah hasil dari pemakaian produk scraft dari hijup yang berwarna navy.

Bagaimana dengan produk hijup yang aku punya? Oke sekali bukan? Aku bahkan memakainya berkali-kali loh karena kainnya sangat nyaman dan dapat diatur semau gaya kita. Nah, aku punya kabar gembira buat kalian yang ingin berbelanja di hijup. Kalian bisa mendapatkan diskon Rp50.000 dengan minimum pembelanjaan Rp250.000 loh. Hmm.. Bagaimana sih caranya?

Caranya cukup masukkan Kode Voucher:

HIJUPXSFTXBDJ

Masa berlaku kode voucher hingga 5 Agustus 2018. Jadi, yuk buruan beli produk Hijup!

Punya pengalaman seru dan menyenangkan dengan produk hijup dan softex juga? Sharing yuk!

Resep Bakso Kimlo Ala So Good-Sajian Favorite Kala Berbuka

Resep Bakso Kimlo Ala So Good-Sajian Favorite Kala Berbuka

Apa jenis menu favorite kalian saat berbuka? Apakah kalian tim kering atau tim kuah? Apa kalian tim nasi atau tim bubur? Terakhir, adakah yang suka ngemil makanan ringan terlebih dahulu sebelum makan nasi?

Kalau keluarga di shezahome lebih menyukai makanan-makanan yang ringan saat berbuka. Kami lebih menyukai bubur dibanding nasi. Lebih menyukai buah dibanding kue dan terakhir… untuk sajian berbuka keluarga kami tim kuah, bukan tim kering. Sebaliknya saat sahur, kami tim kering.

Kenapa kuah? Pertama, makanan berkuah akan membuat perut terasa nyaman dan hangat. Kedua, makanan berkuah memiliki taste yang lebih menyenangkan dengan kondisi lidah yang seharian tidak mendapat asupan rasa. Ketiga, makanan berkuah membuat perut tidak merasa kenyang berlebihan sehingga dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk sehabis berbuka.

Hmm.. Berbicara tentang makanan berkuah, apa menu makanan yang ada dibenak kalian pertama kali? Sop? Soto? Garang asem? Gulai? Atau Bakso? Diantara semua makanan yang disebutkan, yang mana sih yang terasa bersahabat dengan perut dan lidah? Kalau kami? Yes, bakso.

Hidangan bakso untuk berbuka memang bukanlah hidangan yang simple dalam proses pembuatannya. Bayangkan, kita perlu membeli daging, menggilingnya kemudian mencampurnya bersama bumbu halus. Terakhir, kita juga membentuknya menjadi bola dan merebusnya kedalam air mendidih hingga mengapung. Proses ini cukup memakan waktu yang lama. Ya, kurang lebih perlu waktu satu jam untuk membuat bakso saja. Betul?

Nah, kali ini aku akan sharing resep simple bakso yang menjadi favorite keluargaku. Supaya tidak terlalu mainstream, aku mencoba memadukan bakso dengan bahan sup kimlo yang sering aku buat. Kali ini, aku tidak membuat sup kimlo dengan biji mutiara namun menggantinya dengan Bakso Kuah Instan Ayam dari So Good.

Kenapa harus So Good Bakso Ayam? Karena bahan ayam dari So Good merupakan pengganti yang pas untuk biji mutiara pada sup kimlo. Selain itu, bumbu bakso kuah pada So Good Bakso Ayam juga memiliki komposisi yang sama dengan bumbu pada sup kimlo. Dengan begitu, tahap memasak menjadi lebih praktis dan kita hanya perlu waktu 15 menit untuk membuatnya. Bagaimana dengan rasanya…? Hmmm… Enak sekali!

Resep Bakso Kimlo Ala So Good

Bahan:

1 Bungkus Bakso Kuah Instan Ayam So Good

50 gr dada ayam fillet (potong dadu)

1 genggam jamur kuping kering

1 lembar kembang tahu

20 helai bunga sedap malam (ikat simpul)

1 siung bawang putih

1 batang daun bawang

2 batang seledri

Bihun secukupnya

Bawang goreng secukupnya

Cara membuat:

1. Rendam jamur kuping kering, kembang tahu dan bunga sedap malam pada air kurang lebih 20 menit. Bersihkan dan tiriskan.

2. Rebus 400 ml air hingga mendidih. Masukkan potongan dada ayam, satu siung bawang putih yang sudah di geprek dan 1 sdt garam.

3. Masukkan satu bungkus Bakso Ayam So Good. Biarkan selama 5 menit.

4. Matikan api. Masukkan daun bawang dan bumbu bakso so good yang ada didalam kemasan. Aduk hingga rata.

5. Masukkan bihun kedalam mangkuk, tuang Bakso Kimlo dan Kuah kedalamnya. Terakhir, taburi dengan daun seledri dan bawang goreng.

Hmmmm… Sedapnya. Bakso Kimlo ala So Good sudah siap untuk sajian berbuka.

Bagaimana? Mudah bukan membuatnya. Hanya perlu waktu 15 menit loh. Coba di rumah yuk!

Happy Cooking!

Suara Ibu: Rokok Harus Mahal Demi Kesejahteraan Rumah Tangga

Suara Ibu: Rokok Harus Mahal Demi Kesejahteraan Rumah Tangga

Mungkin judul diatas terlihat kejam bagi kalangan pecandu rokok, tapi bagi saya yang merupakan seorang perempuan sekaligus ibu dari satu anak maka judul tersebut sangat tepat untuk mengungkapkan isi hati saya selama ini. Tolong, jangan protes. Dengarkan dulu apa yang ingin saya ungkapkan sebagai seorang Ibu.

Wahai Perokok, Izinkan Saya Berekspresi Melalui Tulisan Ini

Suami saya bukanlah seorang perokok. Namun tetangga saya, keluarga saya, serta suami dari teman-teman saya merupakan perokok aktif. Tidak jarang saya mendapati mereka merokok saat berbicara dengan saya. Tidak jarang pula mereka tanpa rasa simpati tetap merokok meskipun saya membawa anak saya saat pertemuan silaturahim.

Menegurkah saya? Tentu tidak. Saya sungkan. Saya pikir kebasan tangan tanda tidak suka sudah cukup sebagai ekspresi ketidaksukaan itu. Saya pikir, menyuruh Farisha anak saya menjauh sudah cukup menjadi ekspresi ketidaksenangan itu. Ternyata, itu tidak cukup. Hanya karena kesenangan pribadi dengan alasan kecanduan akut, tak bisakah kalian (sang perokok) prihatin dengan orang-orang di sekeliling kalian?

Kalian mungkin tidak tau, asap yang kalian timbulkan dari rasa nyaman itu telah membuat perokok pasif seperti kami menderita dan sakit. Parahnya, kalian tidak akan sadar selama kami yang sakit. Kalian akan sadar (hanya jika) kalian yang sakit. Kalian mungkin tak peduli jika anak kami terkena gangguan pernafasan. Tidak peduli dengan kondisi Ibu hamil di sekeliling kalian, tidak peduli dengan perasaan seorang Ibu. Kalian mengkondisikan kami selalu berada dalam perisai imun tubuh yang kuat. Kenyataannya, kami tidak sekuat itu.

Kalian akan tau rasanya, jika kalian menjadi seorang ayah dan melihat penderitaan itu pada istri dan anak kalian.

Saat itu, barulah kalian sadar..

Kami tidak sekuat itu..

Selama ini kami menutupinya rapat-rapat..

Sekilas Cerita tentang Permasalahan Rumah Tangga yang Timbul Karena Perokok

source: halosehat.com

Saya memiliki seorang teman. Ia adalah seorang Ibu dari satu anak laki-laki. Suaminya adalah seorang perokok aktif. Sementara teman saya adalah working mom sehingga ia tidak dapat aktif 24 jam mengontrol anaknya. Ia menitipkan anaknya pada mertua. Sementara anaknya lebih sering berinteraksi dengan ayahnya dibandingkan dengan dia sendiri karena jam kerja teman saya tersebut hingga malam hari.

Pada usia 2 tahun, anaknya terkena radang paru-paru. Selama berbulan-bulan teman saya bolak balik rumah sakit untuk memeriksa keadaan anaknya. Tidak sedikit uang yang dikeluarkan. Bahkan obat-obatan pun tidak dapat di cover asuransi kesehatan. Selidik demi selidik, penyebab penyakit radang paru-paru pada anaknya adalah karena ayahnya yang merupakan perokok aktif. Ayahnya mengaku menghabiskan rokok minimal 2 bungkus sehari. Dan saat bermain dengan anaknya sementara menunggu Ibunya pulang, sang Ayah selalu menghirup rokok. Ia selalu merokok sesudah makan hingga sambil minum kopi. Tidak jarang anaknya ikut meminum kopi bekas ayahnya juga.

Perekonomian yang telah dibangun susah payah dari seorang working mom kini hancur lebur karena biaya penyakit yang diderita anaknya. Sang Ayah kini hanya bisa menyesal meratapi keadaan anaknya yang tak kunjung membaik. Bagaimana ending dari cerita ini?

Selanjutnya, mari kita bercerita tentang seorang Ibu Rumah Tangga yang memiliki Suami Sang Perokok… Ya, salah seorang teman saya juga.

Kehidupan keluarganya terbilang sangat sederhana. Ia tinggal dirumah kecil kreditan bersubsidi dengan satu orang anaknya. Suaminya bekerja sebagai buruh di salah satu perusahaan. Gajihnya tidaklah banyak bahkan bisa dibilang pas-pasan. Namun, suaminya masih bisa membeli rokok satu bungkus sehari. Sang Istri tidak bisa berkata apa-apa. Sebenarnya kondisi keuangannya juga kurang. Ia hanya bisa membeli beras, tahu, dan tempe sebagai konsumsi sehari-hari. Namun, karena tekanan rasa rendah diri dibanding suaminya yang merupakan tulang punggung maka ia tidak dapat berkata apa-apa. Tahun ini, anaknya akan mulai masuk sekolah. Dan ia tidak punya biaya untuk itu, sementara suaminya? Tidak peduli. Ia berkata bahwa, “Pokoknya, aku sudah ngasih duit.”

Bagaimana ending dari 2 kisah ini?

Permasalahan ini Muncul Karena Harga Rokok yang Murah

Jika ditelusuri, dasar permasalahan ini muncul karena harga rokok yang cukup murah. Bahkan, uang jajan anak SD kalangan menengah saja sudah bisa untuk membeli 1 bungkus rokok. Ya, kecanduan itu dimulai sejak kecil bukan? Dari kata yang dinamakan ‘coba-coba’.

Kenapa mencoba? Karena Ayahnya saja terus mengkonsumsinya hingga sesekali menyuruhnya untuk membelikan rokok. Anak kecil mana yang tidak penasaran? Sekalipun orang tua selalu bilang ‘jangan coba-coba’ tapi bagi anak kecil, kata ‘jangan’ tersebut sangat menggoda untuk dilanggar. Terlebih jika dia punya uang cukup untuk membelinya.

Sejak kecil mencoba rokok dan ketika dewasa mengalami kecanduan. Itulah yang menjadi dasar para perokok. Karena itu, besar kemungkinan jika sang ayah perokok maka anaknya juga perokok. Walaupun memang tidak semuanya seperti itu. Kecanduan ini tidak dapat dicegah selama harga rokok selalu cukup untuk dibeli.

Apa latar belakang kasus pada teman saya yang pertama? Karena rokok murah, murahnya harga rokok membuat suaminya mampu mengkonsumsi minimal 2 bungkus rokok perhari. Ia merasa harga rokok sangat terjangkau, apalagi istrinya bekerja sehingga uang jajan miliknya cukup banyak untuk dapat membeli lebih dari satu bungkus rokok.

Apa latar belakang kasus pada teman saya yang kedua? Karena rokok murah. Biarpun gajih pas-pasan tapi lebih baik membeli sebungkus rokok dibandingkan membeli lauk pauk. Toh, istrinya tidak akan protes. Kepala keluarga siapa? Yang menghasilkan uang siapa?

Ya, semua masalah bermula dari murahnya harga rokok.

Rokok Harus Mahal

Tidak perlu berpikir 2 kali untuk turut serta menandatangani petisi naikkan harga rokok 50 ribu perbungkus #RokokHarusMahal #rokok50ribu di change.org. Saya langsung turut serta menandatanganinya dan menyebarkannya ke media sosial. Kenapa saya melakukan itu?

Setidaknya, ada 5 pertimbangan kuat yang membuat saya sangat wajib ikut menandatanganinya, yaitu:

1. Jika Rokok Mahal, para Ayah akan menomor satukan pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga

Bayangkan jika pada kasus teman saya yang kedua tersebut harga rokok sudah mahal sebelum hari pernikahannya? Tentu suaminya berangsur-angsur ingin berlatih untuk berhenti merokok sebelum ia memberanikan diri melamar kekasihnya.

Bagaimana tidak? Gajih pas-pasan, perokok aktif, rokok mahal, mau melamar anak orang? (jika saya sebagai mertua tentu akan menolak mentah-mentah.. 😝)

Nah, bagaimana jika rokok mahal ketika sudah menikah seperti kejadian nyatanya? Tentu suami akan berlatih untuk berhenti merokok dan mengutamakan kebutuhan rumah tangganya.

Bagaimana kalau tidak? Bagaimana jika ia bersikeras tidak mau berhenti merokok dengan harga rokok yang mahal? Percayalah, hanya suami yang tidak cinta keluarganya saja yang sanggup melakukannya.

2. Jika Rokok Mahal, generasi muda calon ayah masa depan dapat terselamatkan

Belakangan, saya miris melihat anak-anak SMP hingga SD sudah mencoba merokok. Bagaimana bisa? Karena rokok murah. Uang jajan harian mereka cukup untuk membeli rokok.

Solusi dengan mengurangi uang jajan anak tidaklah cukup. Mereka punya banyak akal untuk bisa merokok. Mencuri rokok punya ayahnya mungkin, atau menabung demi satu bungkus rokok. Tapi jika rokok sudah berharga 50 ribu, masihkah mereka sanggup untuk ingin merokok? Mencoba pun bahkan mereka akan berpikir.

Lelaki Generasi Muda, para calon Ayah masa depan akan terselamatkan dari status perokok aktif. Karena mereka menghindari rokok sejak dini.

3. Jika Rokok Mahal, Generasi Wanita dan Anak-anak akan Sejahtera

Siapa yang paling sejahtera jika Rokok 50ribu diberlakukan? Yaitu, wanita dan anak-anak. Karena besar kemungkinan Ayah perokok dan lingkungan perokok mulai berangsur-angsur berkurang. Keluarga sejahtera dan sehat diawali dengan pemahaman seorang ayah tentang kondisi ekonomi maupun kepedulian kesehatan pada keluarganya. Betul tidak?

Tidak akan ada lagi golongan ekonomi menengah kebawah yang mengutamakan pembelian rokok sebagai pengeluaran harian rumah tangga. Akhirnya, uang dapat digunakan untuk sesuatu yang lebih berguna seperti peningkatan konsumi protein dalam sehari-hari maupun tabungan untuk pendidikan anak.

4. Jika Rokok Mahal, penyakit karena rokok akan berkurang

Mungkin, tidak perlu saya jelaskan dengan detail penyakit apa saja yang dapat muncul karena rokok. Bercerita tentang penyakit-penyakit itu terlalu seram (bahkan lebih seram daripada film horror menurut saya.. 😅).

Benar, saya bahkan ingin menangis saat menulis cerita tentang penyakit teman anak saya diatas. Entah kenapa kalau korban adalah anak-anak itu terlalu mengerikan. Lantas, bagaimana jika sang Ayah Perokok yang terkena penyakitnya?

Itu juga mengerikan. Bayangkan jika sang tulang punggung keluarga tidak bisa apa-apa karena sakit? Bayangkan kalau ia berpulang terlebih dulu? Entahlah bagaimana nasib anak dan istrinya.

Dengan mahalnya harga rokok, pengguna rokok akan berkurang yang tentunya otomatis akan mengurangi korban penyakit yang muncul karena perokok aktif maupun pasif.

5. Jika Rokok Mahal, keluarga akan sejahtera

Bagaimana ending seharusnya dari 2 kisah diatas? Dengan mahalnya harga rokok maka akan menyadarkan kaum ayah. Yah, meski mungkin ini tergolong shock therapy. Namun, segala hal baik tentu perlu perjuangan bukan?

Bagaimana Cara mendukung #RokokHarusMahal?

Selain menandatangani petisi dengan klik change.org, kita juga bisa mengikuti talkshow mengenai #rokokharusmahal di Radio Power FM (89.2) streaming di jam 09.00 – 10.00 WIB.

Talkshow ini diisi oleh 2 nara sumber yang kompeten yaitu:

1. Ibu Magdalena Sitorus, perwakilan dari Jaringan Perempuan Peduli Pengendalian Tembakau (JP3T)

2. Ligwina Hananto, perwakilan dari Financial Trainer

Berikut ini adalah tanggal talkshow lengkapnya:

PUKUL : 09.00-10.00 WIB

1. Jumat, 11 Mei 2018 ;

2. Rabu, 16 Mei 2018;

3. Rabu, 30 Mei 2018;

4. Rabu, 6 Juni 2018;

5. Rabu, 20 Juni 2018;

6. Rabu, 11 Juli 2018;

7. Rabu, 25 Juli 2018;

8. Rabu, 15 Agustus 2018

Kalian juga bisa streaming di KBR.id / KBR Apps atau tonton di Facebook Kantor Berita Radio-KBR.

Para blogger juga dapat mendukung #RokokHarusMahal dengan menulis artikel. Karena selain menebar kebaikan tulisan kita juga bisa diikutsertakan dalam lomba blog loh. Ketentuannya adalah:

1. Follow akun social media KBR :

◼ Facebook Kantor Berita Radio-KBR,

◼ Twitter @haloKBR dan @beritaKBR

◼ Instagram @kbr.id

2. Tulisan sesuai tema pembahasan dalam talkshow.

3. Upload tulisan di blog pribadi dengan memuat frase :

◼ Program radio Ruang Publik KBR

◼ #rokokharusmahal #rokok50ribu

◼ Backlink ke website KBR.ID

4. Kirim link blog ke email ruangpublikkbr@gmail.com dengan subject LOMBA BLOG, sertakan juga biodata Anda (Nama, Domisili, Akun Medsos;twitter, FB, IG dan Nomor HP )

5. Share tulisan di blog ke media sosial Anda dengan mention salah satu akun media sosial KBR dan mencantumkan #rokokharusmahal #rokok50ribu

6. Blogger diperbolehkan mengirimkan tulisan untuk semua episode talkshow

(Ada 8 episode yang akan kami hadirkan hingga Agustus)

7. Pemenang akan dipilih oleh juri dari KBR

8. Ada 3 pemenang di masing-masing episode dengan hadiah total Rp 1,2 juta.

Tiga tulisan terbaik dari tiap episode akan dilombakan lagi di akhir program untuk dipilih oleh dewan juri menjadi juara 1,2, dan 3. Total hadiah dari episode 1 hingga akhir program Rp 17 juta. Keputusan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

9. Pendaftaran tiap episode kami tunggu paling lambat 7 hari setelah talkshow

Yuk, kita dukung penuh program kampanye #rokokharusmahal. Bukan hanya para ibu yang wajib mendukung tapi juga semua kalangan. 😊

IBX598B146B8E64A