Browsed by
Category: Wadai Banjar

Nyobain Bolu Pandan Amanda, Ternyata ada 5 Hal yang Unik

Nyobain Bolu Pandan Amanda, Ternyata ada 5 Hal yang Unik

Bagiku, yang namanya kue bolu itu adalah kue yang membawa sejuta kenangan.. 

Kenangan yang begitu melekat di ingatanku adalah kala Mama harus berjualan beberapa tingkat bolu untuk menopang perekonomian keluarga. Saat itu, aku sudah jatuh cinta dengan kue bolu. Rasanya yang lembut dan manis telah membuat keluargaku merasakan kehangatan. 

Dan kenangan itu perlahan hilang ketika mama memutuskan untuk berhenti berjualan. Tapi, tahukah? Sungguh rasa itu selalu ada. 

Ternyata, di Amanda sudah ada Bolu Pandan

Siapa yang tidak kenal dengan Amanda? Sungguh kiranya hampir seluruh indonesia pasti sudah pernah merasakan brownies yummy Amanda. Aku pun sudah berkali-kali membeli produknya. Tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri, tapi juga untuk oleh-oleh pada orang tersayang. 

Nah, kalian tau? ada produk baru loh dari Amanda. Yaitu Bolu Pandan dengan cita rasa khas Amanda. Produk ini  secara resmi launching pada Sabtu, 10 Juli 2021 secara serentak di seluruh outlet Amanda di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Iya, hari ini. Aku sendiri excited ingin mencobanya. Karena produk ini adalah produk best seller yang akan melengkapi dan menambah variasi pilihan produk di outlet Amanda Brownies. 

First Impression Bolu Pandan Amanda

Ta daa.. 

Dan akhirnya aku berkesempatan mencoba produk Bolu Pandan Amanda. Aku senang dengan packaging yang hijau dengan taburan cover keju. Temanya benar-benar tetap khas ‘Amanda Banget’ namun dengan varian yang berbeda. Jika hidungmu sangat tajam, bahkan dari kotaknya saja sudah tercium aroma pandan yang cukup tajam. 

Mari kita buka.. 

Keju dan keju dengan pinggiran brown dan wangi pandan. 

Jangan salah dengan tampilan awalnya. Mungkin terlihat sedikit rendah dibanding brownies amanda. Bukan berarti ini bolu bantet. Akan tetapi, memang demikianlah cita rasa khas Amanda. Kalian akan tau detailnya ketika sudah memotongnya dan merasakannya di lidah. 

Mari Potong.. 

Hijau, segar… wanginya menyeruak keluar. 

Akupun mulai memotongnya dengan kedua tangan. Merasakan teksturnya dengan lebih jelas untuk menjawab keingintahuan.. 

Well, ini bukan bolu bantet. Ini bolu pandan yang memiliki cita rasa yang khas. 

Aku menggigitnya sepotong. Lantas memejamkan mata. Setidaknya aku merasakan 4 hal yang unik dari Bolu Pandan Amanda

5 Hal Unik dari Bolu Pandan Amanda

Sebagai anak dari ibu yang berjualan bolu, tentu aku sudah kenyang sekali merasakan berbagai macam jenis bolu. Aku sendiri bahkan dulu sempat berjualan saat ekonomi keluargaku sedang down. Aku sudah pernah merasakan jenis bolu jadul, bolu mentega, bolu pisang hingga ya.. Bolu pandan. 

Tapi dari sekian banyak jenis bolu yang aku rasakan. Menurutku sendiri, Bolu Pandan Amanda punya cita rasa yang khas. Yang mungkin selama ini tidak bisa aku temui dan rasakan. 

Setidaknya, ada 5 hal unik dari bolu pandan amanda, yaitu:

1.Teksturnya yang padat dan lembut

First impression memang kerap kali berbohong. Seperti saat aku pertama kali melihat bolu pandan amanda yang terkesan lebih pendek dibanding bolu biasanya. Kupikir awalnya, eh kenapa ya? Apa memang begini? 

Ternyata ketika sudah diiris. Bolu ini memang beda teksturnya dibanding bolu biasa. Padat namun lembut sekali. Nyaris tanpa cela saat dipotong. Tidak menyisakan tekstur greesy maupun over bounce. Iya, sering loh aku memakan bolu yang over ngembang tapi rasanya ya so so aja. Tidak menyisa dilidah. 

2. Rasanya ‘Pandan Banget’

Nah, menurutku bolu pandan amanda itu rasanya lebih pandan banget dibanding bolu pandan yang biasa aku makan. Gak ngerti juga kenapa. Bahkan kotaknya saja bau pandan. Haha. 

Mungkin nih ya, karena teksturnya itu sangat mempengaruhi rasa. Teksturnya kan lebih padat dibanding bolu pada umumnya. Jadi karena itulah rasa pandannya lebih terasa. Karena seakan mengumpul dalam satu gigitan. Ditambah pula selai dibagian tengahnya yang menajamkan rasa. 

3. Pada Lapisan Tengah ada Selai Sarikaya Pandan

Biasanya pada bolu pandan biasa lapisan tengah diisi dengan butter cream. Tapi, Bolu Pandan Amanda memiliki lapisan selai Sarikaya Pandan yang rasanya cukup berbeda. Selai ini tidak dominan. Hanya sedikit olesan saja tapi sangat enak rasanya. 

4. Anti Keras walau ditaroh di kulkas

Nah, karena di rumahku penuh dengan ‘tangan-tangan usil’. Seperti tangan Pica hingga tangan Humaira yang suka sekali iseng mencari makanan dan merobeknya dengan asal.. Maka, aku itu sehabis beli makanan pasti deh dimasukin kulkas. Karena selain aman dari anak, juga aman dari semut yang kadang suka sekali usil. 

Sempat worried juga karena tekstur bolunya kan padat tuh. Kalo dimasukkan kulkas kira-kira bakal keras gak? 

Ternyata, teksturnya gak keras. Malah aku lebih suka makan yang habis keluar dari kulkas. Lebih enak dan berasa dingin. 

5. Awet meski tanpa Pengawet

Katanya, bolu ini awet hingga 3-4 hari dalam suhu normal. Nah, kalau dalam kulkas lebih awet lagi dong? 

Mana lebih enak makan yang habis dari kulkas lagi. Kelebihan begini menurutku penting banget ada. Karena selain awet buat dimakan sendiri. Juga awet buat dijadikan Oleh-oleh Banjarmasin maupun Oleh-oleh Banjarbaru hingga Oleh-oleh Palangkaraya. Iya, kan hari ini baru buka di area kalsel-teng. Kalau di area pulau jawa tentu sudah ada. hehe

Sering kan kita itu kalo mau ngasih seseorang tapi tiba-tiba gak jadi di hari itu karena sesuatu hal. Jadi gak perlu khawatir karena dikasih esok hari lagi pun masih sangat layak dikonsumsi. 

Kini Bolu Pandan Amanda Hadir di Kalsel dan Kalteng

Amanda itu produk yang sudah pengalaman lebih dari 20 tahun. Iya, seluruh produk amanda terjamin dan memiliki kualitas produk terbaik sampai ke tangan pelanggan. Amanda merupakan produsen makanan brownies dan pastry yang terkenal dengan produk brownies kukusnya, berawal dari bisnis rumahan kemudian menjadi bisnis profesional berskala nasional hingga memiliki ratusan outlet di seluruh indonesia.

Bolu Pandan sendiri menggunakan resep berkualitas dapur Amanda dengan cita rasa pandan makanan khas Indonesia. Makanya, tidak heran rasanya unik dan enak. Kita bisa membelinya dengan harga Rp. 37.000. Cukup terjangkau bukan? 

Nah, Khusus di provinsi Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah, Amanda telah memiliki 3 Outlet besar, dengan lokasi outlet sebagai berikut :

Outlet Amanda Brownies Banjarmasin:Jl. A. Yani Km 2,5 (lampu merah kuripan)

Outlet Amanda Brownies Banjarbaru: Jl. A. Yani Km 34,5 (seberang SPBU COCO)

Outlet Amanda Brownies Palangka Raya: Jl. G. Obos No. 15 (seberang POLTEKES Palangkaraya)

Jadi, tunggu apa lagi? Ke Amanda Brownies Yuk! 

Resep ‘Wadai Untuk’ : Rotinya Urang Banjarmasin

Resep ‘Wadai Untuk’ : Rotinya Urang Banjarmasin

“Wadai Untuk Apaan? Untukmu? Untukku”

“Namanya ‘Untuk’ bukan untukmu-untukku”

“Itu serius namanya ‘Untuk’ ? Siapa yang kasih nama sih?”

“Ya siapa lagi kalo bukan ‘Urang Banjar'” 😅

“Emangnya gimana sih rasanya Wadai Untuk itu?”

(Ngeliatin Wadai Untuk)

“Oalaaaah.. Ini sih namanya Roti Goreng Mbak Yuuu…”

“Coba deh rasain dulu.. Ada yang beda loh dari Roti Goreng”

????

***

Ya, itu dia kilasan cerita saat pertama kali aku memperkenalkan ‘Wadai Untuk’ dengan salah satu temanku yang bukan orang banjar. Secara spontan dia langsung bilang, “Ini sih namanya Roti Goreng”

Memang penampakan dan tekstur dari ‘Wadai Untuk’ ini mirip sekali dengan Roti Goreng hampir tidak ada bedanya. Tapi jika kalian jeli maka sebenarnya keduanya berbeda loh teman.

Untuk klasik ala urang banjar diolah dengan bahan biang yang berbeda. Rasanya lebih manis dibanding dengan roti goreng pada umumnya. Selain itu bahan yang tidak ketinggalan adalah Santan yang membuat rasanya gurih. Hmm, sepertinya hampir semua Wadai Khas Banjarmasin mengandung santan ya.

Karena rasanya lebih manis dan teksturnya lebih padat dibanding roti goreng pada umumnya maka dipastikan dalam pembuatannya memakai lebih banyak gula. Ya, urang banjar itu suka manis. Lihat saja kue khas Banjarmasin pasti mengandung banyak gula dan tidak ketinggalan si untuk ini.

Nah, karena pemakaian gula yang lebih banyak pula lah maka proses fermentasi dari untuk sedikit berbeda dibanding roti goreng. Skill baking pada umumnya sudah mengajarkan padaku bahwa fungsi gula dalam proses fermentasi adalah sebagai sumber energi bagi ragi. Gula dapat memberikan rasa manis dan warna kecoklatan (golden brown) pada roti. Jumlah gula untuk fermentasi roti normalnya adalah ± 2%. Sementara bagi pembuatan ‘Wadai Untuk’ jumlah gula diberikan 2x lipat lebih banyak.

Apa efeknya? Efek dari penambahan gula dengan kadar ragi yang sedikit adalah terganggunya proses fermentasi. Nah, masalah? Tidak, inilah yang menyebabkan ‘Wadai Untuk’ berbeda dengan Roti Goreng pada umumnya. Efek dari lebihnya penambahan gula ini adalah proses fermentasi roti berjalan lebih lama dan tekstur dari roti lebih padat dan kokoh. Berbeda dengan roti goreng umum yang empuk, maka ‘Wadai Untuk’ mempunyai tekstur lebih padat dengan daya tahan melebihi Roti Goreng pada umumnya. Warna dari wadai untuk juga lebih coklat karena banyaknya kadar gula menyebabkan proses penggorengan membuatnya cepat coklat.

Karena proses fermentasi dari ‘Wadai Untuk’ cukup lama maka biasanya Urang Banjar membuat adonan untuk di malam hari dan menggorengnya dipagi hari. Kue ini sudah umum sekali dijual dipinggiran kota Banjarmasin. Sangat sedap dimakan saat dalam keadaan panas.

Ingin tahu Resep dan Cara membuatnya? Yuk, Intip..

Wadai Untuk Khas Banjarmasin

Bahan dough:

250 gr tepung terigu protein sedang

1 btr kuning telur

1/2 sdt garam

4 sdm gula pasir

1 sdt fermipan

Santan kental secukupnya (saya pakai 20 ml kara+ sedikit air)

2 sdm margarine

Bahan Isian

Sebenarnya Wadai Untuk Klasik ala Urang Banjarmasin zaman dulu memiliki isian berupa Inti (campuran kelapa parut dan gula merah), Pisang Talas, Kacang Hijau Manis dan Kacang Tanah Manis yang dihaluskan. Tapi, karena perkembangan zaman selera orang pun mulai berubah. Untuk Banjarmasin kini telah memiliki varian isi yang lebih banyak. Nah, keluargaku sendiri lebih suka jika bahan isiannya berupa Coklat Batang, Keju Mozzarella, dan Sosis.

Cara membuat:

Pertama-tama kita harus membuat ‘anakan’ adonan untuk ini. Yah, begitulah orang bahari menyebutnya. Kalau versi emak modern sih hal ini dilakukan untuk tes ragi. Apakah ragi masih berfungsi atau tidak?

Caranya dengan mencampur 1 sdt ragi dengan 1 sdt gula dan sedikit air hangat. Kalau 10 menit kemudian raginya berbusa, berarti ini dapat dipakai. Kalau tidak? Berarti ragi sudah tak dapat dipakai. 😊

Campurkan 1 kuning telur dan gula aduk hingga gula menjadi halus. Setelah itu masukkan tepung sedikit saja. Aduk hingga rata dan masukkan larutan ragi yang diolah tadi. Aduk-aduk dan masukkan santan kental sedikit demi sedikit bergantian dengan tepung sambil terus diuleni. Lakukan hingga adonan sedikit kalis.

Terakhir, masukkan garam dan mentega. Banting-banting dengan lembut adonan hingga tidak lengket ditangan, elastis dan luwes. Terakhir, tutup adonan dengan kain dan biarkan kurang lebih 5-6 jam.

Bentuk adonan sesuai selera dan beri isian. Lumuri kembali dengan tepung lalu Biarkan 30 menit.

Goreng adonan untuk hingga coklat atau sedikit kecoklatan. Berhubung anakku tidak suka dengan penampakan kue yang terlalu coklat maka aku hanya menggorengnya hingga setengah coklat. Nah, jika sudah angkat, tiriskan dan sajikan selagi panas.

Selamat mencoba!

Happy Baking!

Resep Bubur Hintalu Karuang

Resep Bubur Hintalu Karuang

Siapa yang tidak kenal dengan makanan yang satu ini? Teksturnya kenyal dengan kuah yang manis dan kental. Rasa manis dari kuah semakin lama semakin meresap didalam bola-bola kecil didalamnya. Membuat makanan ini sangat enak dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Jika masyarakat jawa dan sekitar menyebutnya dengan nama ‘Bubur Candil’ maka kami urang banjarmasin senang menyebutnya dengan nama ‘Hintalu Karuang’.

Hintalu adalah bahasa pehuluan (Hulu Sungai) yang artinya adalah Telur. Sedangkan karuang diambil dari nama saah satu burung dengan nama ilmiah Pycnonotidae. Burung karuang dikenal suka bernyanyi. Ia tinggal dihutan dataran rendah. Badannya berwarna coklat dengan paruh berwarna putih. Uniknya, dibawah kepalanya ada jenggot sehingga sering digelari ’empuloh janggut’  oleh orang banjar.

source: wikipedia

Oke, itu sekilas dari sejarah nama dari bubur hintalu karuang. Meski bernama telur karuang akan tetapi rasanya sama sekali berbeda dengan telur. Penyebutan kata hintalu hanya karena penampakan dari bubur ini menyerupai telur burung karuang. Bulatan telur karuang diolah dari campuran tepung beras ketan dan tepung beras. Sehingga terbentuk bulatan kenyal yang sangat lezat jika dipadukan dengan kuah gula merah dan santan.

Nah, berbicara tentang gula merah maka anda harus tau bahwa kualitas gula merah dalam pengolahan bubur ini sangat mempengaruhi rasanya. Karena itu, anda harus bisa memilih gula merah berkualitas dalam pengolahan bubur ini.

Apa aku bisa memilihnya?

Tentu saja tidak.. Hihihi..😂 *lempar batu..

Gula merah yang aku pakai dalam pembuatan bubur ini adalah gula merah barabai yang sudah dikenal kualitas keasliannya. Jika menggunakan gula merah yang tidak asli biasanya akan meninggalkan rasa pahit sehingga rasa buburnya tidak sesuai dengan harapan.

source: instakalsel

Bubur Hintalu Karuang yang aku buat kali ini benar-benar enak. Tekstur kuahnya kental, manisnya pas dan tekstur hintalu karuangnya kenyal dan enak. Aku bahkan habis 2 mangkok saat menyantapnya sebagai menu sarapan dipagi hari. Dan saat sore hari buburnya sudah habis. 😂

Hmm.. Kalian tau? Daerah kalimantan selatan memang terkenal dengan jenis kue yang selalu memakai gula merah dalam pengolahannya. Sebut saja itu kelelepon, kakicak, cincin, serabi, lupis, bebingkaan gula habang dan masih banyak lainnya. Kue-kue ini sudah menjadi kuliner khas banjar yang dapat dijumpai diberbagai tempay dibanjar. Nah, Apa aku bisa membuat semua resep kue khas Banjar di blog ini? Doakan saja ya.. Hihi..

Baca juga: Resep Wadai Sasirangan Khas Banjarmasin

Baca juga: Resep Wadai Hula-Hula Khas Banjarmasin

Suatu hari ada yang bertanya padaku saat mencicipi bubur hintalu karuang yang kubuat, “Bagaimana membuat kuah bubur karuang supaya santannya tidak pecah?”

Wah, tentunya ini pakai metode khusus ya.. Mau tau caranya seperti apa? Yuk, simak resep dan cara membuatnya.. 😊

Bubur Hintalu Karuang

(untuk 7 porsi)

Bahan: 

150 gr tepung beras ketan

50 gr tepung beras putih

600 ml santan *dengan kekentalan sedang

150 gr gula merah

1 sdm gula putih

1 biji telur

150 ml air

1 sdt garam

1 helai daun pandan

1 sdm air kapur sirih

1 sdm munjung tepung beras *dicampur dengan sedikit air untuk mengentalkan kuah

Cara membuat:

Untuk membuat tekstur kuah yang tidak pecah maka kita harus memisahkan pencairan gula merah dan santan.

Pertama kita campur 150 gr gula merah, 1 sdm gula putih dan 150 ml air. Didihkan hingga gula merah mencair.

Selama menunggu gula merah mencair, mari kita membuat butiran hintalu karuang. Caranya yaitu dengan mencampurkan tepung beras ketan, tepung beras putih, air kapur sirih dan air secukupnya hingga teksturnya bisa dibentuk. Prosesnya bisa dilihat digambar dibawah ini ya..

Setelah itu, mari kita didihkan santannya dengan garam dan daun pandan. Kemudian masukkan air gula merah tadi. Terus aduk supaya santan tidak pecah. Setelah itu masukkan kocokan telur sambil terus diaduk. Lalu masukkan bulatan hintalu karuang yang dibuat. Masak hingga bulatan hintalu karuang mengapung. Terakhir, masukkan larutan tepung beras agar kuah menjadi kental.

Jika sudah mengapung seperti gambar dibawah ini maka matikan api. Biarkan bubur karuang selama 30 menit agar air santan gula merahnya meresap di bulatan hintalu karuangnya.

Abaikan sendok yang belepotan dengan tepung beras ya.. Hihi

Nah setelah 30 menit maka hintalu karuang siap disajikan. Semakin lama berendam dikuah santan guka merah maka rasa dari hintalu karuang ini semakin sedap.

Tunggu apa lagi? Hayuk dicoba!

Happy Cooking.. 😊

Resep Roti Pisang Khas Banjarmasin 

Resep Roti Pisang Khas Banjarmasin 

Mereka menyebutnya ‘Roti’ Pisang.

Ah, entahlah leluhur mana yang membuat namanya. Yang jelas sampai sekarang nama kue ini melekat erat_mendarah daging dilidah orang banjarmasin. Padahal roti yang kita kenal tidak demikian.

Rasanya sebenarnya jauh dari sebutan roti pada umumnya. Teksturnya menyerupai kue lumpur, rasanya mirip dengan gegodoh hanya saja lebih terasa lembut dan gurih karena santan. Dan dalam pembuatannya tidak memerlukan proses peragian sama sekali.

Jadi, Kenapa harus disebut roti?

Disini saya mencoba berandai-andai. Karena dari bukti sejarah tidak ditemukan asal usul nama ini. Mungkin penyebutan roti disebabkan bentuknya yang lebih rapi. Mungkin pula disebut roti karena proses pembuatannya yang ‘dipanggang secara klasik’ oleh orang banjar zaman dulu. Dan mungkin, karena saat itu trend sebutan roti sedang menjamur seiring mulai mengenalnya masyarakat akan roti, maka mereka ‘latah’ menyebut kue ini dengan sebutan ‘Roti Pisang’. 😅

*sekali lagi ini hanya pengandaian saya saja..

Kue atau dalam bahasa banjarnya disebut dengan ‘wadai’ ini didaerah kami memiliki bahan yang khas. Jika anda membaca resep-resep yang saya posting pada ‘wadai banjar’ maka anda akan mengetahui bahwa hampir semua wadai banjar terdiri dari bahan santan, gula dan telur itik.

Masyarakat banjar dikenal dengan ‘liur harat’ (memiliki selera tinggi). Dalam memilih kualitas telur saja misalnya mereka sangat jeli. Mereka tidak mau memakai jenis telur sembarangan untuk wadai yang akan mereka masak. Biasanya, telur yang dipakai adalah telur itik.

Telur itik yang sering mendapat sorotan dipasaran banjar adalah ‘intalu itik aluh-aluh’. Telur ini sangat dikenal kelezatannya. Biasanya kuning telurnya berwarna orange kemerahan. Hal ini dikarenakan itik yang bertelur adalah itik yang memiliki kualitas ternak yang baik. Mereka tidak diperbolehkan memakan jenis bama karena akan merusak kualitas dari telurnya.


Jadi, jangan heran jika berkunjung kebanjarmasin kalian pada bertanya, “Kok kuenya pecah dilidah semua?”

Karena bahannya terdiri dari kuning telur berkualitas, santan kental yang gurih dan gula murni.

Nah, bagaimana dengan wadai klasik dengan nama ‘Roti Pisang’ ini? Apakah sulit membuatnya? Yuk, intip resepnya

Roti Pisang Khas Banjarmasin

Bahan:

1 biji kuning telur itik aluh-aluh

4 biji pisang talas

200 gr tepung terigu

3 sdm gula pasir *atau sesuai selera, sy tidak suka terlalu manis

1/2 sdt garam

1/4 biji kelapa parut muda *saya pakai 1/2 kelapa parut ukuran kecil

200 ml air

Cara membuat

Pertama, campur kuning telur, garam, gula dan pisang talas yang sudah diiris. Aduk hingga rata.

Kemudian masukkan tepung terigu, lalu campurkan kelapa muda parut dan 200 ml air sambil sedikit diperas.

Aduk hingga tekstur pas dan merata.

Tuang kedalam tuangan roti pisang yang terbuat dari tembaga dan telah diolesi dengan mentega. Masak dengan api kecil dan ditutup bagian atasnya.

Balik kue jika bagian bawah sudah matang. Matikan api jika kedua sisi sudah matang.

Roti Pisang siap disajikan.

Kue ini enak sekali jika disantap selagi panas. Jika sudah dingin kelezatannya akan berkurang. Jadi, panggang seperlunya saja ya jika ingin memakannya..

Happy Cooking.. 😊

Resep Petah (Karih Daging+Lempeng Arab) aka Kebab Kampungnya Urang Banjarmasin 

Resep Petah (Karih Daging+Lempeng Arab) aka Kebab Kampungnya Urang Banjarmasin 

Halo yang ngakunya Food Blogger tapi absen nulis resep sebulan? Kamu masih hidup? 😂 

Masih kok!!

Blognya jelas masih hidup ya, yang ditanyakan content writernya ini orangnya sama ato ganti sih ya? 😅

Sama.. Ini masih tetap aku yang dulu kok.. Emak yang ngakunya punya Karakter dan Passion yang abstrack. Supaya keren sebut saja dia Divergent Mom. 😂

Siapa bilang blog ini cuma berisi resep? Kamu liat labelnya banyak kan? Kalau disuruh memilih satu jenis niche maka sebut saja blog ini Lifestyle. Tapi kalau para reader ‘ngeh‘ sama nama domainnya maka pasti pada ngerti bahwa sang penulis ini hanyalah emak rumahan yang suka menulis.

ShezaHOME bukan ShezaKITCHEN

Penulis adalah emak yang memiliki kadar introvert 60% dan ekstrovert 40%. Memiliki kadar melankolis negatif 60%, melankolis positif 20% dan sanguinis positif 20%. Memiliki cita-cita ingin menjadi pusat perhatian dikelas (means Guru). Tujuan hidupnya ingin berbagi sebisa mungkin. Maka terciptalah blog ini.

Shezahome memuat berbagai cerita kehidupan rumah tangga dan tips rumah tangga, family-parenting, resep makanan dan renungan lainnya. Yang jelas, aku masih merasa nama domain nyambung deh ya, karena di blog ini aku ga pernah menulis tentang travelling. Tidak mungkin kan rumah bisa jalan-jalan. 😂

Berbicara tentang passion. Tentu tidak lepas dari riwayat pendidikan. Penulis pernah mendalami konsep ilmu ekonomi untuk menjadi kaya dan diperingatkan Tuhan untuk meninggalkan sisi materialistis saat kuliah. Penulis mengaku lulusan akuntansi tapi sebenarnya tidak terlalu jago menghitung. Kenyataannya Ilmu ekonomi sejauh ini cuma mengajari si emak rumahan ini untuk hidup hanya dengan kebutuhan, bukan keinginan. Pernah mengaku ingin menulis perekonomian rumah tangga namun mandeg hanya pada chapter 1.

Kenapa?

Kenapa ya..?😅

Sejak memiliki anak, aku punya ketertarikan dengan ilmu parenting dan belajar psikologi. Punya banyak buku yang sudah dibaca tapi tak kunjung tertuang dengan benar. Tidak punya pengalaman kerja selain menjadi mahasiswi magang di Bank Indonesia, penyebabnya karena aku ‘terlalu laku’ dan memutuskan menikah sebelum lulus kuliah. *sok banget.. Hah😂

Ya, ampun.. Kamu mau nulis apa sebenarnya? Nyurcol ato share resep? 

😅

Jadi, kapan sebenarnya kamu punya passion dibidang memasak? 

Sebenarnya lebih tepatnya aku hoby makan, bukan hoby masak (dulunya). Aku punya penyakit asam lambung yang menuntut agar perutku tidak pernah dalam keadaan kosong. Dan skill memasak baru aku perdalam ketika aku kuliah.

Jadi anak kuliah itu harus pinter ngatur duit, Yes? Karena itu aku dulu memasak untuk menghemat uang agar sisanya bisa untuk shooping diakhir bulan  Maklum, anak abege.. 😂

Lama kelamaan aku jadi suka memasak. Entah kenapa setiap ada teman yang main ke kontrakan, aku selalu excited. Dari mulai memasak jenis cemilan seperti bakwan hingga puding orange syrup. Dan aku juga pernah berjualan nasi goreng dikampus untuk mata kuliah kewirausahaan.

Skill memasak akhirnya menjadi salah satu hal yang membanggakan di mata mertua dan calon suami. Kebetulan mertuaku memiliki usaha katering kecil-kecilan dulu. Dan selama tinggal dirumah mertua aku banyak belajar. Aku menyukai memasak. Memasak bisa membahagiakanku, dan bisa menghemat uangku tentunya. 😅

Karena itu, sebenarnya tidak pernah sehari pun aku absen memasak. Tapi masalah sebenarnya adalah aku tidak jago sama sekali skill fotografi. 😭

Selama ini foto-fotoku hanya bermodalkan cahaya dan kamera handphone Xiaomi Mi4c.  Kabar selanjutnya, sekarang aku tidak punya banyak waktu untuk memoto karena semuanya keburu lapaar kalau menungguku. Maklum, emak sekarang punya jadwal sok padat. Maksudnya waktu memoto dan memasak lebih lama memoto. Haha..

Jadilah malam hari satu-satunya waktu luang untuk menulis. Karena itu, jika kau perhatikan tulisanku bulan kemarin didominasi oleh renungan tengah malam yang terinspirasi dari berbagai sumber. Dan aku menikmatinya. Walau sadar diri termasuk dalam kategori penulis amatir dibanding para content writer yang lain. 😂

Idul Adha tiba. Aku menikmatinya dengan berlibur kepelaihari, kampung halamanku. Puas berleyeh-leyeh ria di rumah Mama, itulah arti liburan kedua bagiku, hihi. Aku pulang dan memiliki lumayan banyak stok daging yang melambai-lambai dikulkas. Meminta dieksekusi dan eksis di foto serta mejeng diblog. Tapi jujur saja, aku sedang addicted nulis hal lain. Dan akhirnya para daging aku abaikan. 😭

Untunglah Ipar saya #fika mulai mengajak collab kedua #cookingcollabfikawinda dengan tema masakan daging. Sehingga aku mulai merasa sedikit semangat buat menulis resep lagi. Fika ini juga cooking addict loh, ah.. Kalian mesti tau aku belajar skill membuat dough roti dari dia dan resep dari dia sudah tak diragukan lagi. Dalam cooking collaboration kali ini dia memasak Coto Makasar (just click n u can see) . Ahh.. Aku belum pernah sekalipun bikin ini karena suamiku lidahnya terlalu ‘banjar’. Tapi mau deh ya nyoba juga lain kali. Kebetulan stok daging masih ada. 😅

Sebenarnya olahan daging banyak. Aku bahkan terpikir untuk belajar membuat kebab. Tapi blog ini berfokus pada resep masakan banjar. Karena itu untuk kebab aku skip. Alasan lainnya adalah suamiku tidak suka kebab. Jadi masak buat siapa? Hihi

Sebagai orang banjar aku boleh dong turut berkontribusi untuk melestarikan masakan banjar walau hanya dirumah. Kalian pasti tau dengan masakan satu ini.

We call it ‘Petah’

Tetapi yang lain sering menyebutnya dengan ‘Lempeng Arab’ atau ‘Lempeng Karih’

Ya, setidaknya ini adalah versi kebab yang paling disukai dirumah kami.

Bagaimana cara membuatnya? Intip yuk!

Resep Kebab Ala Kampung urang Banjarmasin 

Bahan Tortila *lebih tepatnya bahan lempeng

200 gr tepung terigu

1 butir telur

400 ml air

2 sdm minyak goreng

1 sdt garam

Bahan Karih

200 gr Daging Sapi

200 ml santan kental

5 siung bawang merah

4 siung bawang putih

2 sdm bubuk karih

2 buah cabai merah

1 sdt asam jawa

1 cm jahe

1 cm laos

1 batang serai

1 sdt gula merah

1 sdt gula putih

1 sdt garam

Kaldu bubuk secukupnya

Minyak goreng untuk menumis

Cara membuat:

Pertama bersihkan daging dan lumuri dengan jeruk nipis. Sebagai tips, jika anda ingin daging sapi lebih cepat lunak iris agak tipis atau gunakan air nanas sambil didiamkan selama 15 menit.

Haluskan Bawang merah, bawang putih, cabai, bubuk karih dan jahe. Blender dengan menambahkan 100 ml santan agar mudah saat di blend.

Tumis bumbu yang dihaluskan. Masukkan serai dan laos yang sudah digeprek. Biarkan hingga mengeluarkan minyak dan berbau harum. Kemudian masukkan daging.

Aduk hingga daging berubah warna, lalu masukkan sisa santan sebanyak 100 ml. Karena aku tidak menggunakan nanas, aku memakai presto untuk mempercepat keempukan dan kematangan daging. Jika menggunakan panci presto harap menambahkan sedikit air.

U can see the process yaaa…. 

Taraa.. Karih sudah matang..

Sekarang kita bikin lempengnya yuk..

Sebenarnya caranya sama seperti membuat kulit pada lapisan wadai ipau dan risoles. Hanya saja lebih tebal kulitnya.

Oya, tapi aku punya tips supaya membuatnya memakan waktu singkat tanpa harus mengaduk lama hingga menghilangkan gumpalan tepungnya.

Caranya dengan memblendernya. Tapi memasukkannya harus bergantian supaya benar-benar tercampur rata dan halus.

Masukkan 100 gr tepung lalu masukkan 200 ml air dan satu butir telur. Lalu masukkan lagi 100 gr tepung dan 200 ml air. Press On blender..dan tadaa.. Sudah halus dan tercampur rata. Tinggal ditambahkan minyak dan siap didadar pada teplon.

Biasanya, kami urang banjarmasin memotong lempeng dengan dibagi 4-6 bagian dan ditaruh dipiring dengan pola segitiga yang berkeliling. Lalu ditaruh karih daging ditengahnya dan terakhir bubuhi dengan bawang goreng.

Ini enak sekali, rasa kampung tapi ga kalah mewah sama kebab!

Coba yuk!

Happy Cooking😊

IBX598B146B8E64A