Resep Roti Pisang Khas Banjarmasin 

Resep Roti Pisang Khas Banjarmasin 

Mereka menyebutnya ‘Roti’ Pisang.

Ah, entahlah leluhur mana yang membuat namanya. Yang jelas sampai sekarang nama kue ini melekat erat_mendarah daging dilidah orang banjarmasin. Padahal roti yang kita kenal tidak demikian.

Rasanya sebenarnya jauh dari sebutan roti pada umumnya. Teksturnya menyerupai kue lumpur, rasanya mirip dengan gegodoh hanya saja lebih terasa lembut dan gurih karena santan. Dan dalam pembuatannya tidak memerlukan proses peragian sama sekali.

Jadi, Kenapa harus disebut roti?

Disini saya mencoba berandai-andai. Karena dari bukti sejarah tidak ditemukan asal usul nama ini. Mungkin penyebutan roti disebabkan bentuknya yang lebih rapi. Mungkin pula disebut roti karena proses pembuatannya yang ‘dipanggang secara klasik’ oleh orang banjar zaman dulu. Dan mungkin, karena saat itu trend sebutan roti sedang menjamur seiring mulai mengenalnya masyarakat akan roti, maka mereka ‘latah’ menyebut kue ini dengan sebutan ‘Roti Pisang’. 😅

*sekali lagi ini hanya pengandaian saya saja..

Kue atau dalam bahasa banjarnya disebut dengan ‘wadai’ ini didaerah kami memiliki bahan yang khas. Jika anda membaca resep-resep yang saya posting pada ‘wadai banjar’ maka anda akan mengetahui bahwa hampir semua wadai banjar terdiri dari bahan santan, gula dan telur itik.

Masyarakat banjar dikenal dengan ‘liur harat’ (memiliki selera tinggi). Dalam memilih kualitas telur saja misalnya mereka sangat jeli. Mereka tidak mau memakai jenis telur sembarangan untuk wadai yang akan mereka masak. Biasanya, telur yang dipakai adalah telur itik.

Telur itik yang sering mendapat sorotan dipasaran banjar adalah ‘intalu itik aluh-aluh’. Telur ini sangat dikenal kelezatannya. Biasanya kuning telurnya berwarna orange kemerahan. Hal ini dikarenakan itik yang bertelur adalah itik yang memiliki kualitas ternak yang baik. Mereka tidak diperbolehkan memakan jenis bama karena akan merusak kualitas dari telurnya.


Jadi, jangan heran jika berkunjung kebanjarmasin kalian pada bertanya, “Kok kuenya pecah dilidah semua?”

Karena bahannya terdiri dari kuning telur berkualitas, santan kental yang gurih dan gula murni.

Nah, bagaimana dengan wadai klasik dengan nama ‘Roti Pisang’ ini? Apakah sulit membuatnya? Yuk, intip resepnya

Roti Pisang Khas Banjarmasin

Bahan:

1 biji kuning telur itik aluh-aluh

4 biji pisang talas

200 gr tepung terigu

3 sdm gula pasir *atau sesuai selera, sy tidak suka terlalu manis

1/2 sdt garam

1/4 biji kelapa parut muda *saya pakai 1/2 kelapa parut ukuran kecil

200 ml air

Cara membuat

Pertama, campur kuning telur, garam, gula dan pisang talas yang sudah diiris. Aduk hingga rata.

Kemudian masukkan tepung terigu, lalu campurkan kelapa muda parut dan 200 ml air sambil sedikit diperas.

Aduk hingga tekstur pas dan merata.

Tuang kedalam tuangan roti pisang yang terbuat dari tembaga dan telah diolesi dengan mentega. Masak dengan api kecil dan ditutup bagian atasnya.

Balik kue jika bagian bawah sudah matang. Matikan api jika kedua sisi sudah matang.

Roti Pisang siap disajikan.

Kue ini enak sekali jika disantap selagi panas. Jika sudah dingin kelezatannya akan berkurang. Jadi, panggang seperlunya saja ya jika ingin memakannya..

Happy Cooking.. 😊

Komentar disini yuk
17 Shares

Komentari dong sista

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IBX598B146B8E64A