Browsed by
Month: January 2018

Berlibur ke Taman Labirin, Pantai Batakan dan Gunung Timah

Berlibur ke Taman Labirin, Pantai Batakan dan Gunung Timah

Hai.. Mungkin ini pertama kalinya ya aku bercerita tentang travelling. Kenapa ya tiba-tiba niche blog ini mulai ngalor ngidul kesana kemari? Apakah penulis blog ini tidak punya kompetensi khusus? 😂

Sepertinya tidak perlu sih aku cerita soal asal muasal penciptaan blog ini. Karena kalau kalian ‘kepo’ bisa saja baca di post-post aku sebelumnya. Salah satunya disini. Nah, kalau kalian bingung melihat label di blog ini kok banyak sekali? Karena eh karenaaa… Emak-emak dituntut serba bisa dan serba tau.. Akhirnya terciptalah dokumentasi begini.. 😂

Iya, kalau kalian jeli awalnya blog ini didominasi dengan konten food. Lama-kelamaan mulai muncul bau-bau konten lain termasuk diantaranya parenting, home, beauty dan berbagai perkembangan lifestyle. Sepertinya aku tipikal emak yang tidak bisa menulis khusus satu tema saja. Ada yang mulai merindukan konten food dariku? *lempar gayung..

Sebenarnya aku juga rindu.. Tapi apa boleh buat, sekarang perutku tak serakus dulu lagi. Selain itu, suamiku mulai menerapkan pola hidup yang baru yaitu mengurangi cemilan dan makan malam. Jadi, kalau aku masak-masak makanan lagi buat siapa? Apah? Tetangga? Iya.. Syukur-syukur kalau eksperimentnya berhasil. Kalau tidak enak siapa coba yang malu? Hahaha..

*Kok jadi makin ngalor ngidul?

Jadi, kenapa ceritanya jadi nulis travelling? Bukannya ini shezahome? Yang artinya semua aktivitas di rumah sheza lah yang akan mengisi konten-konten diblog ini. Katanya tidak mau nulis travelling karena tidak mungkin rumah jalan-jalan.. 😂

Baiklah, mari kita tiup balonnya.. Ramaikan.. *Up.. Up..Up.. Film Up.. Ada yang tau? 😂

Jadi disambung-sambungin aja lah ya.. Cerita awalnya dimulai dengan tema pembelajaran sekolah Farisha. Tema bulan januari ini adalah tentang Rekreasi. Dimana salah satu kegiatan wajib dalam tema ini adalah mengajak anak-anak berekreasi. Rekreasi yang kami pilih kali ini adalah Pantai Batakan-Taman Labirin-Gunung Timah. Ketiga lokasi itu bertempat di kecamatan Pelaihari.

Kami para ibu-ibu dan anak-anak memilih transportasi bus untuk kesana. Memang bus seperti ini terkenal dapat merekatkan kebersamaan antar emak dan anak ya. Khayalanku sih didalam bus itu kami akan bernyanyi bersama dengan tema lagu anak-anak. Seperti naik-naik kepuncak gunung, becak, pemandangan dll. Ternyata khayalan memang jauh dari kenyataan. Sepanjang jalan kami terpaksa harus menikmati lagu dangdut dengan penyanyi-penyanyi super seksi di layar TV bus. 😑 *ah.. Tidak mendidik sekali..

Ya, tidak bisa disalahkan juga sih. Sopir kan juga manusia yang mana dia punya rasa ngantuk. Dia pasti bosan dengan rutinitas monotonnya dan sangat jarang bertemu keluarga. Untuk menggantikan itu maka lagu dangdut cukup mewakili perasaannya. Yang mana mungkin suara anak-anak dan emak-emak yang malu-malu bernyanyi akan lebih terasa mengganggu ditelinganya. 😅

Rute pertama rekreasi kali ini adalah Taman Labirin. Taman ini dibuat menyerupai film Harry Potter 4..(apaan seh). Yah, ga mirip sih tapi lumayan menyenangkan bagi anak-anak yang suka teka-teki. Bagi emak realistis sepertiku sih tinggal tembus saja tanamannya. 😂

Bisa? Aku bisa kok.. Cuma harus kurus ya.. Catet.. Wkwk..

Sebenarnya ini kedua kalinya aku kesana jadi sudah tidak excited banget sih. Tetap lah hal yang paling bikin boring itu aku tidak bisa naik dan berfoto diatas panggung taman ini karena medianya sangat tidak memungkinkan anakku untuk mencegahnya tidak mengikutiku. Akhirnya aku hanya bisa selfie tidak jelas deh disana.. 😅

Oh iya, tiket masuk taman labirin ini tergolong murah. Hanya 2000 per orang anda bisa menikmati berjalan di taman labirin yang berliku, melihat rusa, main sepeda air juga melihat pemandangan kawanan sapi. Sangat mendidik sih bawa anak-anak kesini.

Minusnya? Minusnya itu disana sangat sedikit tempat sampahnya. Sehingga didalam dan diluar labirin lumayan banyak sampah berserakan. Farisha bahkan sempat kesal saat kusuruh membuang sampah dan butuh waktu cukup lama untuk menemukan tempat sampahnya.

Obyek wisata berikutnya adalah Pantai Batakan. Pantai ini terletak didaerah Panyipatan. Terakhir kali aku kesini adalah sekitar umur 9 tahun. Wow, sudah lama sekali ya? Yah, memalukan memang mengingat sebenarnya aku tinggal di pelaihari saat kecil hingga besar. Tapi begitulah, keluargaku termasuk jarang traveling dan bakat itu menurun hingga ke anaknya.

Seingatku Pantai Batakan dulu sangat bersih. Aku bahkan bisa bermain pasir disana sangat lama. Tau tidak bagaimana sekarang? Pantainya kotor sekali. Pasirnya bahkan tidak bisa dimainkan karena tercampur dengan something lengket.

“Becek ma”

Ya, begitu kata anakku. Ini pertama kalinya dia kepantai dan imajinasinya tentang pantai langsung sirna melihat kenyataannya. Ya ampun, mana pantai batakan yang dulu kukunjungi itu? Ini lebih tepatnya seperti kolam lumpur.

Sangat kecewa melihat keadaan pantai batakan sekarang. Namun membawa anak kecil seperti Farisha membuatku harus terlihat senang. Alhamdulillah, kami menikmati moment berdua ditepian pantai Batakan bersama dengan kuda.

Sebenarnya, aku sedikit kasian melihat kudanya. Ya, kuda disini kecil-kecil tapi disuruh bekerja. Tapi demi menyenangkan anak maka aku membuatnya senang dengan turut menaiki kuda itu. Hanya sebentar saja, karena kudanya lumayan kecil. Aku bahkan menaikinya hanya semenit saja untuk minta foto. Ah, maaf ya kuda atas tingkah narsisku ini.

Hal lain yang membuatku kecewa di Pantai Batakan ini adalah Tempat Mandi dan Toiletnya tidak bersih. Airnya kotor dan tidak layak untuk dimandikan. Huft, mungkin ini terakhir kalinya aku ke pantai ini.

Jika ingin mencari buah tangan di Pantai Batakan maka urungkan saja niatmu. Hampir tidak ada orang berjualan oleh-oleh disini. Yang ada hanyalah warung kecil yang menjual mie instan, berbagai air minum dan lain-lain. Akan lebih baik jika mencari buah tangan di pinggiran jalan yang mengarah ke pantai. Disana ada berbagai buah dan kerupuk.

Nah, rute terakhir dari wisata kali ini adalah Gunung Timah. Tidak seperti kedua tempat wisata sebelumnya, Farisha sangat excited saat melihat gunung ini. Ehm, lebih tepatnya sih ini bukit ya, bukan gunung. Tapi sebut saja gunung karena nama Obyek wisatanya begitu. 😅

Farisha langsung berlarian dengan temannya ditangga gunung. Dan aku? Sangat kewalahan mengejarnya. Ya, ampun emak-emak kalah jauh ternyata tenaganya dibanding anak-anak.

Hal yang paling menyenangkan dari kegiatan ‘menaiki, memanjat, dan terbang’ adalah kita dapat melihat pemandangan yang luar biasa ketika sampai di atas. Ya, persis seperti lagu tasya itu. Ada yang tau? Ehem.. Mau nyanyi dulu..

Memandang alam dari atas bukit..

Sejauh pandang kulepaskan..

Sungai panjang berliku..

Sawah hijau terbentang..

Bagai permadani di kaki langit..

Gunung menjulang.. Berpayung awan..

Ohh.. Indah pemandangan..

Dari ketiga tempat wisata tadi. Gunung Timah memang tempat penutup yang memuaskan. Kesejukan angin diatas bukit ini bahkan masih aku rasakan hingga sekarang. Letak Gunung Timah ini tidak jauh dari pantai Batakan. Anda pasti melaluinya jika ingin ke pantai Batakan. Bisa dilihat bukan penampakan dari atas gunung itu terlihat pantai bukan?

Sekian cerita tentang travellingku bersama buah hati kali ini. Buat aku yang sangat jarang travelling pengalaman ini tidak akan terlupakan. Mungkin dalam setahun sekali aku perlu banget ya refreshing otak seperti ini. Waktu bersama keluarga sepertinya juga sangat menyenangkan ya jika terbawa dengan suasana baru ditempat – tempat yang indah begini.

Happy Travelling.. 😊

Review Mustika Ratu Oxigenated Spray

Review Mustika Ratu Oxigenated Spray

Apa yang ada dibenak kalian saat mendengar kata Oxigenated Spray?
Terlintas Sebuah Produk mahal kekinian ala MCI?
Terlintas harapan cantik alami tanpa mahal?
Atau terlintas tentang Spray Obat Nyamuk hingga Spray pelemput pakaian dan Spray penyemprot kaca? *Emak2 banget.. 😂
Atau nih ada yang salah persepsi hingga spray oksigen buat asma? 😅

Bukan ya.. Bukan.. Yang aku Review kali ini adalah Produk Kecantikan. Kali ini aku Review produknya Mustika Ratu yang terkenal sebagai brand lokal dengan produk berkualitas. Aku cukup suka loh dengan produk-produk dari Mustika Ratu karena rata-rata produknya cocok banget dengan kulitku yang indonesia banget. Point plusnya lagi, produk Mustika Ratu itu harganya terjangkau. Hehe..

Positif jadi Beauty Blogger ya sekarang? 😂

Enggak.. Aduh aku malu kalau dibilang beauty blogger. Soalnya aku juga cukup jarang kok review produk kecantikan. Kalaupun aku memang tiba-tiba bikin post tentang produk kecantikan itu artinya Aku cocok sama produk itu dan aku benar-benar suka. Sebenarnya banyak loh produk Mustika Ratu yang pernah aku pakai. Tapi yang benar-benar suka aja yang aku review disini.

Kenapa jadi tiba-tiba aku pakai Oxigenated Spray? Alasannya banyak sebenarnya. Tapi, alasan yang bikin aku pengen banget beli ini adalah karena aku pemaluuuu bangettt.. *terus apa hubungannya? 😂

Ada dong.. Jadi ceritanya karena sifatku yang pemalu ini maka aku itu males banget kalau diluar rumah itu ketauan dandan sama orang. Ya, kita tau kan kalau make up itu sifatnya ga abadi. Dalam kurun waktu 3-5 jam mulai deh kemancungan hidungku (eh) mulai mengkilap dan berubah warna aka luntur. Nah, sebagian cewek sih cuek aja ngeluarin sponge bedak buat ngilangin kilang minyak itu. Kalau aku? Malu beb.. Malu… Huhu

Pernah nih untuk melakukan reapply make up aku ke Toilet Cewek di area westafel. Liat Kaca sih udah aman ya kiri kanan ga ada siapa-siapa, pas siap-siap mengeluarkan ‘senjata’ tiba-tiba muncul deh cewek 1, cewek 2, cewek 3. Nah, jadi ga make up’an? Ga jadi.. 😂

Karena itu mempertahankan make up yang ada itu PR banget buat aku. Dulu sih waktu zaman Abegeh aku ga tau apa-apa soal make up dan skin care. Taunya cuma bedak, pelembab dan lipbalm. Karena itu dulu itu kucel, ga kenal sama foundation dan BB cream, apalagi sampai EE cream. Nah, karena emang ga pake apa-apa ya kilang minyaknya enggak ada. 😂

Baca juga: Review DD Cream Wardah

Sekarang pas udah zaman emak-emak kan udah tobat. Udah malu kalau jalan sama suami enggak terlihat cantik. Akhirnya mulai berdandan deh. Apalagi sejak bergaul dengan para Beauty Blogger, ya ampun.. Harus tahan iman. 😂

Ngelantur kan? Beginilah kalau yang nulis bukan beauty blogger sejati. 😅

Intinya aku beli Mustika Ratu Oxigenated Spray ini karena ngiler liat salah satu klaimnya yang bilang “menjadikan tata tias menempel dan lebih halus

Akhirnya kepo, sebenarnya seberapa hebat si Oxygenated Spray ini? Nah, yang bikin makin tertarik buat beli ini adalah karena produk ini mengandung ekstrak Teh hijau. Aku suka banget teh hijau. Baik untuk diminum maupun dijadikan masker. Airnya bikin badan berasa enak dan maskernya bikin wajahku berasa segar dan nyaman. Saking nyamannya kalau pagi-pagi aku suka banget pake masker sebelum make up. Entahlah berasa segar dan sejuk aja dikulit gitu.

Nah, aku membeli produk ini sekitar 2 minggu yang lalu. Jadi, sudah cukup lama ya aku pakai baru deh berani review. Kalian bisa lihat detail kemasan belakangnya ya..

Mengandung ekstrak Teh Hijau dan Oksigen Komplek untuk memberi kesegaran pada kulit wajah. Menjadikan kulit terasa lebih sejuk, lembut, berseri, harum dan menyegarkan.

Cara pakai: Semprotkan pada seluruh wajah dan leher kapan saja diperlukan, atau sebelum memakai pelembab serta pada saat akan menambahkan tata rias wajah. Menjadikab tata rias lebih menempel dan lebih halus.
Komposisi: Aqua, Alcohol, Bisabolol, Cucumis Sativus (Cucumber) Fruit Extract, Polysorbate 80, Propylene Glycol, Camelia Oleifera Leaf Extract, Sodium Methylparaben, EDTA, Fragnance, Hydrolyzed Collagen, Mannitol, Yeast Extract, Phenoxyethanol, Hydrogenated Lecithin, Sodium PCA, Methylparaben, Ethylparaben, Glycogen, Hyaluronic Acid, Magnesium Ascorbyl Phosphate, Sodium Sulfate, CI 19140, CI 42090.

Ya, berikut diatas detail dari kemasannya. Oh iya, ada Exp Date juga loh, Maret 2021 masih lama ya.. Aman.. Hihi..

Perlu ga sih aku bahas packaging? 😂

Ya, ini point yang paling booring sih tiap kali liat post beauty blogger. Berhubung aku bukan beauty blogger aku nampakin sekilas aja ya. Pokoknya seperti namanya ini jenis spray gitu. Cuma banyak keluarnya gak kayak spray kaca juga kalees.. Ga banyak kayak spray parfum juga. 😅

Sekali semprot keluarnya sebanyak ini..

Rasanya gimana sih? Teksturnya atau apalah.. Apalah..

Teksturnya enak, udah gitu aja.. 😂

Aku ga ngerti sih bahasa-bahasa beauty blogger. Pokoknya enak di apply ke muka. Buat muka dan leher ku sendiri aku butuh 2-3x semprot kalau semprot ditangan dulu. Tapi kalau mau hemat langsung aja semprot dimuka. Kalau cuma buat muka 1x semprot aja cukup loh.

Makainya kapan sih sebenernya?

Aku makai ini sesudah memakai toner dan sebelum memakai pelembab. Masih belum berani sih makai ini pada saat akan menambahkan blush on atau bla bla bla.. Takut aneh.. Hihi

Terus gimana? Beneran awet ya make up kalau pakai ini?

Yang aku rasain sih ini lebih dari sekedar awet. Jadi, sebelum makai produk ini aku itu kadang merasa wajahku itu agak penuh kalau makai BB atau DD cream. Nah, sejak pakai ini entah kenapa bawaannya ringan. Dan yang jelas benar banget kalau kesan dari riasan itu terasa lebih halus.

Akhirnya aku ketagihan.. 😂

Iya, akhirnya aku makai ini bukan cuma buat sebelum makai make up. Tapi juga buat sehari-hari dirumah. Habisnya enak sih emang. Mungkin karena komposisi dari spray ini udah familiar duluan dengan kulit aku. Ya, komposisi seperti ekstrak teh hijau dan ektrak timun itu kan sudah lama berteman denganku sebagai masker alami. Jadi, serius deh.. Ini enak banget!

Harganya berapa?

Aku beli ini dengan harga sekitar 60ribu rupiah. Bagiku agak mahal sih, tapi kayaknya dengan hasil begini aku ga nyesel loh. Dan juga karena aku make cuma buat muka paling-paling sehari habis 2-3 semprot. Sepertinya 2-3 bulan sih baru habis. He..

Overall yang aku suka dari produk ini adalah:

  1. Menyegarkan dan menyejukkan muka
  2. Bikin Make up berasa halus dan awet
  3. Praktis bisa dipakai dimana dan kapan aja
  4. Masa expired lama, jadi kalo hamil bisa stop make tak apa.. *ngarep😂

Negatifnya ada ga? Hmm.. Sebenarnya hampir ga ada cuma karena aku mantan bumil tentu tau dong kalau Methylparaben itu tidak boleh di pakai ibu hamil. Efeknya apa?

Berikut kutipan dari aladokter.com

Metilparaben adalah pengawet yang menghentikan pertumbuhan bakteri dan jamur yang biasanya digunakan dalam berbagai produk kecantikan seperti kosmetik, pelembab, shampoo, kondisioner, tabir surya, toner, produk anti – penuaan, dll. Studi menunjukkan paraben dapat mengganggu hormone reproduksi dan meniru hormone estrogen. Dimana estrogen sendiri membantuk menjaga kehamilan, pemicu pertumbuhan janin dan mempengaruhi perubahan payudara sehingga dapat terjadi keguguran dll.

See? Jadi Ibu hamil sebaiknya jangan pakai ini ya.. 😊

*beberapa bulan lagi aku promil dan kayaknya harus mulai pilah pilih skincare dan make up nih.. 😭

*ngelantur lagi.. 😅

Nah, sekian review dari aku.. Semoga bermanfaat.. 😊

8 Tips untuk Hasil Foto Selfie Perfect Tanpa Edit

8 Tips untuk Hasil Foto Selfie Perfect Tanpa Edit

Halo.. Siapa demen selfie?

*semua cewek angkat tangan.. 😂

Aku? Ya, aku juga dong.. Aku kan cewek tulen. Cewek itu kan sudah dari sononya terlahir dengan kesenangan ‘ngaca’, dandan, juga pamer. Jadi, dari sepersekian penduduk cewek dimuka bumi_aku yakin sekali 60% lebih menyukai aktivitas selfie. Ya kaaan?

Eh eh.. Tapi aku enggak tuh.. Aku hobynya masak aja sambil dagang. Kadang risih liat cewek-cewek suka upload foto selfie di sosial media, kesannya gimanaa gitu..

Ya itu kamu.. Aku kan juga ga bilang semua cewek suka selfie kan?

Bagi dunia blogger, endorser hingga para influencer, selfie bukan lagi sekedar foto iseng dengan tujuan narsis semata namun sudah dijadikan sebuah karya tersendiri. Nah, bagi emak-emak biasa sepertiku berfoto selfie sering aku lakukan karena kenyamanan. Ya, bagiku terasa lebih nyaman mengambil foto dengan selfie kamera depan dibandingkan meminta pertolongan orang ketiga untuk mengambilkan foto. Point plusnya lagi adalah aku dapat melihat ekspresiku yang terbaik melalui selfie sehingga wajah terbaik akan mudah didapatkan.

Namun ada juga sebagian orang yang berpendapat bahwa foto selfie tentu lebih baik karena kamera handphone kekinian memang sudah didesain sedemikian rupa dengan fitur selfie yang ‘wow’. Bahkan, saking ‘wow’ nya banyak sekali orang terkecoh dengan foto dan wajah aslinya. Kamera selfie sekarang dinilai tidak dapat dijadikan acuan terhadap fisik asli foto karena efek yang berlebihan membuat wajah terlalu putih, terlalu bening dan mulus. Dan, yang paling membuatku merasa risih adalah saat melihat foto laki-laki yang terlihat seperti perempuan karena efek ‘beauty‘ dari kamera. Sudah sering kan melihat yang begini?

Sebenarnya apa sih kategori foto selfie terbaik itu?

1. Kulit terlihat berwarna asli, bukan diputihkan
2. ‎Detail terlihat jelas, hingga kumis dan tahi lalat
3. ‎Bibir terlihat tidak terlalu merah dan natural
4. ‎Efek Cahaya disekitar tidak berpengaruh berlebihan pada obyek foto

Tapi, Bagaimana cara agar hasil foto selfie terlihat seperti aslinya? Berikut tipsnya:

1. Pilih latar foto dengan cahaya yang memadai

Sebelum berfoto, ada baiknya kita mempertimbangkan cahaya sekitar. Cahaya matahari pagi, siang, dan hampir sore sangat mempengaruhi kualitas cahaya dari foto selfie kita. Biasanya, foto selfie terbaik yang kulakukan akan lebih terlihat real mulai jam 9.30 hingga jam 2 siang walaupun didalam ruangan. *dengan syarat ruangan berkaca jendela ya..

Nah, untuk jam 3-4 sore akan lebih baik jika foto selfie dilakukan diluar ruangan. Hal ini karena disore hari cahaya matahari mulai menggelap sehingga wajah kita tidak terlihat maksimal.

2. Pilih Angle Favoritemu

Ada tidak sih yang wajahnya terlihat sangat berbeda jika pengambilan foto tidak dalam angle yang tepat? Pastinya ada ya, termasuk aku. Hehe

Angle favorite untuk bentuk wajah ovale dengan hidung pas pasan sepertiku adalah mengambil foto dari kemiringan wajah yang pas yaitu sisi agak samping. Aku sangat menghindari berfoto ala pas foto karena sudah pasti akan membuat wajahku terlihat bulat dan hidungnya tidak mancung.

Jadi, Jangan heran ya banyak foto cewek itu rata-rata suka miring. Karena bagi mereka beda angle maka beda hasilnya cukup jauh. 😂

3. ‎Jangan menggunakan beauty effect

Kalian tim effect atau tim natural? Kalau aku? Aku tim keduanya..😂

Tapi aku say no untuk beauty effect buat selfie! Karena efeknya itu terlalu berlebihan. Kadang kala saat menggunakan beauty effect wajahku terlihat terlalu korea padahal aslinya tidak segitunya juga kali. Apa efeknya? Efeknya narsisku menjadi-jadi padahal tidak sesuai kenyataan.. Hihi..

Kalian tau yang bikin risih dengan beauty effect ini? Itu loh, ketika laki-laki juga mulai suka selfie pakai efek ini. Jadinya bagaimana? Kayak banci thailand cint.. Kinclong.. Kalah deh saya.. Haha..

4. ‎Tes kualitas kamera depan melalui berfoto dengan teman yang berkulit berbeda dan gender berbeda

Mau tau kualitas kameramu udah oke atau belum? Yuk, langsung ajak temanmu selfie bareng. Bukan hanya teman cewek kita, tapi juga teman cowok kita atau suami kita.

Biasanya kamera selfie kekinian bisa detect umur dan gender obyek foto dengan akurat. Kalau aku? Biasanya dideteksi jadi umur 17 tahun harus bangga tidak ya? 😂

Kemungkinan ada 2, kameranya tidak oke atau memang aslinya aku awet muda. *eh *timpuk gayung

Biasanya, saking wajahku ada aura lelakinya karena kumis dan alis yang ‘lumayan’ maka sering sekali wajahku dideteksi male saat no make up. Saat berfoto dengan make up maka kamera langsung mendeteksi sebagai female. Ya, kamera kekinian bisa mendeteksi gender dengan cukup tepat. Jadi, kalau mau foto selfie yang sempurna kita juga harus memperhatikan point ini.

5. ‎Yakinkan kamera dan obyek tidak bergerak saat berfoto

Kalau hal ini sepertinya sudah jelas ya. Jika ingin kualitas foto selfie yang bagus maka kita harus pause sejenak. Selain diri kita sebagai obyek utama foto maka yakinkan juga sekitar kita pun juga tidak banyak pergerakan atau hasil foto kita akan blur.

6. ‎Hindari berfoto di tempat gelap maupun terlalu terang

Jika anda tidak punya wajah yang bercahaya kayak iklan pon*s maka jangan coba-coba berfoto ditempat gelap karena hasilnya sudah jelas zonk. 😂

Seperti point nomor satu cahaya sangat menentukan kualitas foto kita. Maka, jika ingin kualitas foto yang baik jangan berfoto ditempat gelap.

Tapi apakah tempat terlalu terang juga tidak boleh? Lebih tepatnya tidak dianjurkan karena sudah jelas hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Cahaya yang berlebihan dapat mengakibatkan wajah kita terlihat terlalu gelap jika membelakanginya maupun terlalu terang jika tidak membelakangi.

7. Berekspresilah! Jangan Malu dengan sekitar

Selfie tanpa ekspresi tentu akan terasa sangat hambar, betul?

Maka saat selfie jangan lupa untuk berekspresi maksimal agar mendapatkan hasil sesuai harapan. Karena salah satu kekuatan utama selfie adalah ekspresi kita.

Malu?

Ya, saat pertama kali mengenal dan mencoba untuk selfie aku juga sangat malu. Terlebih jika aku melakukannya ditempat ramai. Namun, seiring berjalan waktu selfie kini bukan lagi sesuatu yang dipandang risih. Jadi, untuk apa malu mengabadikan kenangan? Bahkan katanya nih selfie terbaik akan bisa didapatkan dari berpuluh-puluh kali berfoto. Jadi kalau mau selfie tidak boleh malu memajang adegan ‘pause’ lama-lama. 😂

8. ‎Gunakan Peralatan yang maksimal

Ingin foto selfie terbaik? Pakai peralatan maksimal! Bukan edit! Catat.. 😅

Yah.. Mahal dong?

Ya, aku menyadari semua hal butuh modal untuk mendapatkan hasil maksimal. Setelah berkecimpung didunia blogger aku mulai peka dengan peralatan untuk berfoto. Memang sangat berbeda sekali foto dengan modal yang minim dan foto dengan peralatan yang maksimal. Nah, hal ini sangat aku rasakan saat mengikuti beauty class bareng wardah dan berfoto dengan Ring Light. Fotonya lebih amazing! 😍

Join Female Blogger Banjarmasin itu memang sangat bermanfaat. Selain aku mulai tau dengan peralatan berfoto aku juga mulai tau dengan teknologi Smartphone kekinian. Hari Selasa Tanggal 16 Januari lalu aku dan angggota FBB mengikuti lounching OPPO F5 terbaru di Mercure Hotel Banjarmasin.

Ternyata smartphone oppo itu keren sekali untuk selfie. Fitur utama dari OPPO F5 diantaranya adalah AI Beauty Recognition technology yang inovatif. Oppo F5 dapat memindai lebih dari 200 titik pengenal wajah, merujuk setiap subjek dalam gambar ke sebuah database pemotretan wajah global untuk mempelajari setiap keunikan dari wajah, bentuk dan struktur, dan membuat penyesuaian dengan peningkatan kecantikan yang halus namun tampak alami. Jadi penampakan wajah dengan kumis halus hingga tahi lalat akan tetap ada sebagai keunikan wajah dan hasilnya sangat real.

Teknologi A.I. ini ternyata juga dapat mengenali warna plus jenis kulit, jenis kelamin dan usia subjek dalam gambar, A.I juga dapat mempelajari pencahayaan lingkungan sekitar subjek dan melakukan perhitungan untuk memberikan efek peningkatan kecantikan. AI dapat membedakan antara subjek pria dan wanita, orang dewasa dan balita, keadaan subjek sendiri atau berpasangan, di bawah situasi latar belakang dan kondisi pencahayaan yang berbeda – beda. Wow, jadi point 1, 4 dan 6 sudah terjawab dengan OPPO ini ya?

Oh ya, OPPO itu berarti saking naturalnya tidak punya effect kamera seperti beauty effect ya?

Ada dong, tapi efeknya tidak seperti yang kebanyakan. Perangkat lunak OPPO dirancang dengan saran dari fotografer profesional dan make-up artis profesional, dan umpan balik dari konsumen dan juga survei. Teknologi dari OPPO dapat menerapkan perangkat tambahan yang diterima secara universal.

OPPO merupakan Kamera Terbaik di Kelasnya. F5 dilengkapi kamera depan 20MP dengan aperture F2.0 dan kamera belakang 16MP dengan aperture F1.8. Dibandingkan dengan kamera 13MP atau 16MP pesaingnya dalam kisaran harga yang sama, F5 memiliki resolusi lebih tinggi (2160×1080) dan kualitas foto yang lebih baik. Kamera depan F5 dapat memberikan efek Bokeh dan HDR. ES anti-shake DSP memungkinkan pengambilan gambar multi frame dan mengaktifkan fitur de-noising sehingga mengurangi timbulnya noise pada gambar, terlepas dari kondisi kurang cahaya dan gambar yang buram.

Oh iya, kemarin aku juga berkesempatan berfoto dengan OPPO dengan kamera belakang. Saat aku ingin berfoto dengan latar ini padahal aku sudah tidak yakin hasilnya akan bagus karena kami membelakangi cahaya. Ehm, ternyata oke juga kalau dibandingkan kamera hp lain.😅

Bagaimana dengan penampakan kamera depannya? Tidak kalah keceh tentunya. Bisa dilihat dari foto dibawah ini bersama kedua temanku. Sangat terlihat perbedaan ketiga warna kulit kami, Leha (paling tengah) memang memiliki kulit putih dan mulus, Melisa (Paling kiri) terlihat sekali berdarah chinese, dan aku yang standar, hehe. Terlihat pula digambar itu bahwa Aku (yang berkerudung putih) benar-benar terlihat seperti wanita umur 27 tahun sementara Leha dan Melisa terlihat lebih muda karena keduanya memang masih berumur dibawah 25 tahun. Waw, this is the real picture!

Jadi, sudah siap untuk Capture the Real you? Karena selfie terbaik adalah saat fotomu itu terlihat benar-benar kamu!

Ternyata peralatan yang maksimal itu merupakan penyempurna dari poin-poin selfie yang sebelumnya ya. Kalau begini sih, aku tinggal beli OPPO F5 aja supaya selfie aku sempurna tanpa edit. *Ops *Kode.. 😂

Demikian tips untuk foto selfie sempurna tanpa edit. Semoga dapat membantu. 😊

Liburan Akhir Tahun dengan Praktis dan Hemat ke Surabaya

Liburan Akhir Tahun dengan Praktis dan Hemat ke Surabaya

source: tempatwisataseru.com

Bicara soal liburan sepertinya memang hal yang menyenangkan. Apalagi jika kita mengisi liburan kita dengan orang-orang yang kita sayangi. Tertawa, bercanda, berjalan, berfoto, hingga tertidur bersama karena kelelahan adalah moment yang tidak akan dapat dengan mudah dilupakan. Yah, liburan bagi keluarga bukanlah sebuah gaya prestise, namun merupakan kebutuhan jiwa. Liburan bagi keluarga kami adalah kebutuhan jiwa untuk bernafas sejenak agar lebih merasakan nikmatnya dunia dengan rasa syukur.

Dalam setahun, biasanya keluarga kami lebih sering berlibur di kota sendiri. Tinggal di kota Banjarmasin dengan kondisi keuangan yang masih merintis membuat kami sangat jarang berlibur. Dalam hampir 5 tahun pernikahan kami, baru pertama kali kami berlibur keluar pulau. Sayangnya liburan saat itu hanya kami nikmati berdua saja. Rasanya ingin sekali kami berlibur bersama anak untuk menyenangkan hatinya. Alhamdulillah, sekarang anak kami sudah cukup besar untuk diajak berlibur bersama.

Akhir tahun adalah moment yang tepat untuk berlibur. Ya, akhir tahun memang masih lama tapi kami sepakat untuk mulai menabung dari sekarang demi moment berlibur. Bukan hanya mulai menabung, kami juga mulai mencari destinasi wisata yang akan kami jelajahi. Setelah bertukar pendapat berkali-kali, akhirnya kami memutuskan untuk berwisata ke kota Surabaya.

Kenapa Surabaya? Karena Surabaya belum pernah kami kunjungi bersama. Aku pernah bersama keluarga ke Surabaya, suamiku juga pernah ke Surabaya saat kuliah. Jadi, kenapa tidak untuk berlibur keluarga ke Surabaya. Belakangan ini kami tahu kalau wisata di kota Surabaya makin bertambah.

source: tempatwisataseru.com

Beberapa destinasi wisata yang ingin kami kunjungi di Surabaya diantaranya adalah Suramadu, Pantai Kenjeran, Jembatan Baru Kenjeran, Wisata Rumah Batik, Wisata Monumen Bambu Runcing, Wisata Hutan Mangrove Wonorejo, serta tidak lupa mengunjungi Kebun Binatang surabaya dan yang tidak kalah penting adalah kesempatan untuk menonton pertandingan klub sepak bola Persebaya. Sepertinya masih banyak wisata lain di Surabaya ya? Tapi yang di atas adalah yang paling utama untuk kami kunjungi.

source: tempatwisataseru.com

Untuk mewujudkan impian kami berlibur di akhir tahun ke Surabaya maka kami mulai mencari informasi tiket pesawat dan hotel. Sebagai keluarga yang sangat jarang jalan-jalan tentu hal ini sedikit menyulitkan karena kami tidak terlalu tau dengan informasi hotel bagus dan nyaman serta biaya yang sesuai untuk itu. Kami juga mulai pesimis dengan harga tiket akhir tahun yang mungkin saja akan meroket naiknya.

Suami saya adalah orang yang sangat independen dan saya adalah orang yang sangat suka membuntuti caranya tersebut. Awalnya kami berdebat bahwa dengan caranya tersebut perjalanan tidak akan menyenangkan karena tidak praktis, namun dia meyakinkan bahwa dengan caranya maka perjalanan jauh lebih hemat. Dan akhirnya aku berpikir, di era sedemikian canggih masih seribet ini?

Yah, Mengingat perjalanan kami dahulu saat pertama kali travelling keluar pulau, suami saya membeli semuanya terpisah pada agen travel. Dia membeli tiket pesawat dengan agen tiket serta memesan hotel secara online beserta travel guide-nya. Ya, menurutnya ini adalah cara paling praktis dan paling hemat. Bayangkan? Bagaimana bisa dikatakan praktis dan hemat saat kita menghabiskan waktu seminggu lebih untuk mendapatkan rute perjalanan yang sesuai dengan keinginan kita dan sesuai budget kita?

Kami sama-sama pernah ke Surabaya so artinya kami tidak butuh travel guide. Setelah lama berdebat akhirnya kami mulai mengerucutkan tujuan wisata. Menurut kami jika memang hanya ke destinasi wisata yang berdekatan begini maka kami bisa saja menyiapkan tiket pesawat dan hotel bersamaan.

Kami lalu memutuskan untuk cek dan ricek di aplikasi Traveloka. Ternyata di Traveloka pesan paket pesawat+hotel secara bersamaan lebih hemat loh dibanding pesan terpisah, hematnya bisa sampai 20% tanpa kode promo apapun. Iya, serius tanpa kode promo apapun!

Ya, kami langsung mencoba paket pesawat hotel traveloka. Produk paket tiket+hotel ini sangat mudah digunakan. Sekarang kami tidak perlu lagi memesan tiket dan hotel secara terpisah. Ini sangat membantu sekali bagi kami yang ingin travelling dengan praktis. Fitur ini sangat menghemat waktu kami untuk perencanaan travelling.

Nah, ketika iseng mau membayar kami sangat terkejut. Ya, ternyata harganya lebih murah dibandingkan dengan memesan tiket dan hotel secara terpisah. Pastinya uang yang seharusnya untuk membayar biaya tiket dan hotel ini bisa dialokasikan ke sesuatu yang lebih bermanfaat seperti membeli oleh-oleh untuk keluarga dan mencicipi kuliner khas Surabaya. Syukur-syukur deh kalau masih ada sisa buat ditabung, hehe..

Yang lebih mengejutkan lagi adalah di Traveloka pembayarannya sangat mudah dan tersedia berbagai metode pembayaran. Ya, kita tinggal memilih mana yang paling mudah untuk kita. Kalau saya lebih memilih indomaret karena ATM jauh ya.. Hehe

Waw, kalau ada traveloka begini travelling makin terkendali ya! Sekarang kami mulai merasa tenang untuk merencanakan liburan akhir tahun nanti.

Nah, kalau kalian bagaimana? Ingin liburan juga di akhir tahun? Bingung mencari tiket dan hotel? Bingung mengatur waktu untuk perencananaan liburan? Khawatir dengan budget pas-pasan? Jangan terburu-buru bayar kesana kemari dulu! Yuk, coba Traveloka aja! Lebih saving-time, lebih hemat, dan sangat mudah.

Yakin kamu bukan MBA? Kok Nikah Muda? 

Yakin kamu bukan MBA? Kok Nikah Muda? 

MBA apaan ya?

Bukan, ini bukan gelar. MBA disini adalah singkatan dari Married By Accident. Sepertinya istilah ini sudah umum sekali ya, bahkan saking umumnya kalau liat anak muda kawin_sedikit banyak pasti ada aja deh yang bilang “bukan MBA kan ya, kok tiba-tiba banget?”

Apalagi nih ya.. Apalagi kalau tidak lama habis menikah tiba-tiba terdengar desas desus, “Si Anu Hamil loh”

Dan langsung deh obrolan bertambah

“Berapa bulan?”

“Katanya udah 4 bulan”

“Loh kok bisa.. Bukannya nikahnya tanggal ‘sekian’ ?”

 “Nah, makanya itu aku juga bingung” 

“Jangan jangaaan…” 

Was wes wos wushhhhh….

Kabar berlanjut hingga satu kelurahan tahu. 😅

***

Pernah mengalami hal diatas? Atau anda termasuk salah satu yang suka sekali kepo dengan pernikahan muda dengan kehamilan instan? Hmm.. Ada baiknya anda membaca kisahku dulu. 

Aku menikah diusia yang terbilang masih ‘agak’ muda, tepatnya umur 21 tahun 9 bulan. Saat itu aku masih belum selesai kuliah dan masih dalam proses mengerjakan Tugas Akhir. Kebetulan, suamiku adalah salah seorang asisten dosen dikampusku. Sehingga katakanlah kami ‘Cinlok’ aka Cinta Lokasi bukan Cilok loh ya.. 😛

Apa alasanku menikah dengan usia yang terbilang muda?

Jujur, jika berbicara urusan ‘kematangan’ maka aku adalah pribadi yang jauh dari kata dewasa dan bijak. Sehingga salah besar jika kalian mengira aku menikah karena merasa sudah pantas dan dapat berpikir dewasa. Salah pula kalian mengira jika alasan aku menikah karena merasa mapan dengan calon suami. 

Apakah karena dorongan orang tua?

Sebenarnya ini adalah salah satu faktor pemicunya. Aku adalah pribadi yang suka curhat dengan orang tua. Aku tidak terlalu tau apakah hal itu dapat dikatakan baik? Yah, mengingat aku adalah anak perempuan satu-satunya dikeluargaku sehingga Mama ku ‘agak’ overprotective terhadapku. Terlebih ketika tau ada laki-laki mulai mendekatiku dan berkunjung kerumahku. 

Yeah, Lets talk about ‘Boys’ who knew me

Rasanya agak munafik kalau aku bilang bahwa diriku orang suci yang tak mengenal status pacaran. Aku pernah pacaran, aku pernah merasakan asiknya disukai oleh lawan jenis dengan jantung berdebar, aku pernah bermimpi bahwa kisah cintaku akan romantis seperti drama korea. Yah, intinya emak pun pernah muda.

Tapi perlu digaris bawahi bahwa aku adalah pribadi pemalu yang punya sisi sedikit plegmatis. Masa SMP adalah masa kelam bagiku karena aku merasa harus ikut trend pacaran agar dihargai oleh teman-temanku. Setidaknya aku pernah memiliki 3 mantan yang sebenarnya aku tidak pernah mencintai mereka sedikitpun. Jujur saja, saat SMP aku tidak pernah merasakan debaran jantung yang disebut teman-temanku dengan Cinta.

Saat SMA aku terpisah dengan teman-temanku di SMP. Aku memulai babak baru hidup dengan teman-teman baru. Sebagian besar temanku adalah kutu komik dan anime. Hal ini membuatku ikut terbawa dengan mereka. Aku bahkan menjadi sosok yang sangat amat pendiam dikelas. Padahal, SMA adalah kali pertama aku pernah merasakan debaran itu. Tapi peduli apa? Walau sebenarnya aku tau kalau dia menyampaikan salam padaku dan bilang menyukaiku tapi aku tak pernah benar-benar jujur dengan perasaanku. Ya, aku orang seperti itu. Dan perasaan itu kubiarkan hingga tiga tahun lamanya. Aku tak pernah benar-benar berpacaran seperti remaja SMA pada umumnya. 

Saat kuliah aku memutuskan untuk berubah total. Dari segi berpakaian, cara pandang, dan komunitas. Saat itu teman-teman SMA ku sangat terkejut melihat perubahanku. Beberapa dari mereka bahkan menasehatiku, “Kalau kamu begini terus bisa jadi perawan tua win, ingat loh nikah itu sunnah nabi” 

Aku tau nasehatnya beralasan. Saat itu penampilanku berubah total. Aku mulai berani memakai jilbab dan wajahku berubah total. Sejak SMA memang teman-temanku selalu bilang bahwa wajahku terlihat sangat berbeda dengan dan tanpa jilbab. Jilbab dan wajah yang tergolong jutek membuatku tidak seperti dulu. Dahulu, walau tergolong jutek namun masih ada yang menyukaiku. Saat kuliah para lelaki yang kutemui hanya memandang remeh kearahku sambil bilang “Assalamualaikum” dengan nada meremehkan. 

Tapi peduli apa? Niatku memakai jilbab saat itu hanyalah karena ingin berubah. Aku tidak terlalu peduli selama tidak ada yang memandang remeh kearahku. Tapi itu tidak benar, aku peduli hal itu dan rasa percaya diriku mulai berkurang. Finally aku menemukan dunia baru dengan teman baruku dikuliah. Bukan dunia islami namun dunia boyband korea. 

2 tahun kehidupan kuliahku isi dengan menjadi fans fanatik korea. Aku tidak terlalu peduli tentang statement teman-temanku “Sudah punya cowok win?” 

Ah.. Mereka berlebihan. Yang suka padaku pun tak ada. Haha.. 

Aku menghabiskan hari-hari remaja berkilauku diwarnet, buku komik dan majalah. Malam harinya aku menonton video klip boyband korea kesenanganku dan drama korea. Katakanlah aku kecanduan, sangat kecanduan. Hingga langganan cowok yang pernah menelponku dimalam hari pun aku racuni dengan virus korea. Dia illfeel? Tidak, dia berusaha menyadarkanku dan aku cuek tak peduli. 

source: pinterest

Tahun berikutnya boyband korea kesenangananku bubar. Teman yang dahulu dekat denganku kini tak seakrab dulu. Aku mulai mencari pelarian lain untuk hiburan hidupku. Tak butuh waktu lama untuk move on. Salah seorang teman laki-lakiku mengajakku untuk bermain game online. Dan aku menikmatinya. Sangat menikmati dunia baruku. Dunia game online yang diminati sebagian besar cowok dengan aku satu-satunya cewek didalamnya. 

Aku sudah bilang kan? Aku bukan orang suci. Sesuci yang para lelaki telah kulewati bilang “Assalamualaikum”. Aku mulai dekat dengan beberapa cowok didunia maya karena keaktifanku bermain game online. Rasanya membosankan kalau tidak mengikuti dunia chat mereka yang ramai. Apakah aku pacaran? 

Hmm.. Entahlah.. 

Aku sangat dekat dengan Mamaku. Saking dekatnya aku selalu curhat jika ada lelaki mendekatiku. Sampai suatu ketika aku curhat dengan mama bahwa aku ingin bertemu laki-laki didunia online ku. 

“Singkat saja ma.. Cuma nonton bareng terus langsung pulang” Kataku memohon. 

“Gak Boleh! Kamu belum kenal betul orangnya.. Kemarin pernah ada kasus ‘Bla bla’.. Kamu mau begitu juga?”

Yah, seperti itu akhirnya dan sebagai anak yang taat aku pastilah menurut. Sebenarnya, saat itu Mama lebih sering menanyakan tentang temanku yang sering aku tumpangi bareng saat pulang kerumahku di pelaihari. Mama tertarik sekali dan bilang bahwa dia anak sangat baik. 

Sebenarnya, aku suka sekali jika dekat dengan laki-laki yang satu hoby denganku. Suka game dan sedikit punya jiwa ‘pujangga’. Alasan itulah yang membuatku dekat dengan salah seorang teman laki-lakiku itu. Ya, aku punya impian memiliki calon suami yang ekstrovert tapi nyatanya aku selalu dekat dengan laki-laki introvert.

Baca juga: “Pilih Lelaki Introvert atau Ekstrovert?”

Tapi perasaan suka dan lebih dari suka itu tentu berbeda. Aku lebih suka dengan laki-laki yang bisa membuatku bersemangat dan lebih dewasa. Satu lagi, seseorang yang bisa menerima dan menyukaiku dengan sebenar-benarnya. Kadang karena sifat pemilih itu aku sering dikritik temanku, “Nanti kamu perawan tua loh”

Baca juga: “8 syarat lelaki yang patut dijadikan calon suami” 

Ah peduli amat, toh cita-citaku masih panjang, Pikirku. 

Ehm, Siapa sangka saat itu asisten dosen dikampusku mulai terlibat konflik denganku karena suatu insiden dengan adik kelasku. Perlu kuceritakan lebih lanjut? Sepertinya tidak. Hehe

Chit chat panjang itu akhirnya berujung pertemuan dengan Mama 😂 

Apa yang kalian lakukan saat pertama kali kencan? Nonton bareng? Makan bareng? 

Saat kuliah aku tinggal di rumah kontrakan berdua dengan kakakku. Sesekali, Mamaku datang berkunjung untuk menjenguk kami dan membawakan makanan. Ah, siapa sangka ia kerumahku dan langsung bertemu Mama? 😂

Akhirnya, pertemuan pertama itu bagaikan meminta sebuah restu. Aku terdiam lama di samping Mama dengan wajah malu-malu. Sementara Mama? Sangat antusias, luar biasa..seakan baru menyadari bahwa “akhirnya anakku laku juga” hahaha.. 

Ya, itulah awal hubungan kami. Tidak ada teman sekelasku yang tau. Kurasa itu hal yang harus dijaga karena rasanya gak enak banget kalau suatu ketika jika nilaiku bagus maka teman-temanku akan melirik hubunganku sebagai pemanis nilaiku. 

Tapi lambat laun satu dua tiga orang mulai menyadari hubungan kami. Akhirnya, satu kelas mulai menyadarinya. Aku hanya diam dan berusaha membuat sebuah lelucon kalau hubungan kami toh juga cuma sebuah lelucon. Tapi, percaya apa mereka? Mungkin wajahku tak bisa berbohong. 

Dan lamaran itu tiba-tiba datang

“Aku mau kuliah lagi” Katanya

“Waaah.. Hebat! Mau kuliah dimana?” Kataku

“di UGM Yogya.. 2 tahun loh” 

Satu sisi aku sangat senang mendengarnya. Tapi disisi lain ada hal yang mulai menggangguku. 

Bagaimana jika dia bertemu wanita lain disana? 

Cewek Yogya cantik-cantik..

*eh, tapi kan katanya masih cantikan aku #halahgombal

Jujur, itu sedikit menggangguku. 

Pada Kamis Malam seperti biasanya aku ke Sabilal untuk mengikuti Ceramah dengan ‘Calon Mertuaku’. Akhirnya, beliau berbicara padaku.. 

“Anakku mau kuliah lagi win..” 

“Eh.. Iya ma.. Dia juga cerita kemarin” 

“Rencananya ke yogya maunya sama kamu” 

*Eeeehhh??? 😱

“Kamu mau lah kami beantaran kena tanggal 2? Kemarin aku sudah telponan sama Mama kamu” 

*EEEEEEEH.. 😱

Singkat cerita aku akhirnya memutuskan Menikah pada tanggal 2 Juni 2012. Ya, tidak banyak yang tau bahwa kami menikah. Rasanya terlalu awkward kalau aku membagi undangan pernikahan di kala teman-temanku sedang sibuk dengan Tugas Akhirnya. Belum lagi teman-temanku dikenal suka menggoda. Ah, aku tak tahan kalau harus digoda saat bertemu mereka. Aku memutuskan untuk mengundang mereka saat resepsi saja di bulan September. Saat itu kami semua sudah lulus dan aku aman dari godaan mereka. 

Akhirnya, karena keputusan bodohku itu maka gelar ‘MBA’ sempat aku sandang.. 

Siapa sangka aku langsung hamil? Saat resepsi perkawinan di bulan September aku sudah hamil 4 bulan. Walau saat itu aku terbilang masih kurus dan tidak terlihat hamil. Tapi wajah tak bisa berbohong, saat resepsi aku sangat pucat dan bahkan mual karena bau bunga melati. Beberapa orang pastilah sudah sadar kalau aku sedang hamil.

Gosip semakin panas ketika perutku semakin membesar. Orang-orang sok tau mulai menghitung hari resepsiku dengan tanggal kehamilanku tanpa memperdulikan tanggal pernikahan diundangan yang telah kusebar. Bahkan, orang yang kuundang saat pernikahan pun turut curiga dengan perhitungan kehamilanku. Bukan orang biasa melainkan keluarga dekatku sendiri.

Menyebalkan?

Banget!

Perlu diketahui kalau seminggu sebelum aku menikah itu aku baru selesai menstruasi. Dalam dunia kedokteran tanggalku menikah termasuk dalam hitungan subur. Lagipula, aku sudah berusaha menunda kehamilan dengan meminum pil kb. Siapa sangka ya aku langsung hamil? Bahkan saat aku memeriksakan diri ke Dokter Kandungan tanggal 15 Juli beliau berkata “Umur Kandungannya sudah 2 bulan mba” 

Dan betapa bodohnya aku ketika menjawab jujur saat beberapa orang bertanya padaku, “Sudah berapa bulan win?” 

Saat aku menjawab ekspresi mereka langsung bingung sambil menghitung jari. Ah, rasanya ingin lari saja sambil berkata, “Memangnya aku terlihat senakal apa sampai mereka bilang MBA?” 😝

“Harusnya jawab sebulan aja.. Polos banget sih.. ” kata suamiku

“Ah biarlah..” kataku pasrah. 

Gosip must Go On 

“Seiring berjalan waktu gosip harus menghilang” kataku tegas. 

5 bulan pasca pernikahanku gosip ramai mulai terdengar. 

Aswinda polos yang gitu-gitu ternyata nikah cepet.. Ga nyangka ya MBA.. 

Lama-kelamaan gosip mulai tak terdengar karena tertutup oleh lucunya bayiku. Aku juga mulai tak perduli lagi. Seberapa keras pun aku menjelaskan, jika memang penggosip adalah orang yang yakin dengan kata-katanya sendiri maka itu percuma. Yah, biarkan air mengalir sampai jauh hingga kelaut dan menguap.

Hei, tak perlu kau tanyakan alasanku menikah muda.. Lihatlah aku sekarang..

Aku menikah karena ingin berubah.. 

Aku menikah karena ingin menemukan semangat baru.. 

Aku menikah karena untuk menjaga diriku.. 

Aku menikah untuk menjaga dan menyenangkan hatinya.. 

Aku menikah karena yakin.. 

Yakin inilah langkah terbaikku.. 

Kalau kamu? Apa alasanmu menikah muda? 

Yuk, baca ulasan pengalaman dan alasan emak lainnya dalam tema kenapa nikah muda. Kebetulan tulisan ini adalah collaboration dari #curcolanfikawinda. Kamu bisa baca tulisan emak fika juga.. 😊

Baca juga: “Alasan kenapa nikah muda” 

Punya pengalaman yang sama tentang nikah muda? Sharing yuk! 

😊

IBX598B146B8E64A