Berlibur ke Taman Labirin, Pantai Batakan dan Gunung Timah

Berlibur ke Taman Labirin, Pantai Batakan dan Gunung Timah

Hai.. Mungkin ini pertama kalinya ya aku bercerita tentang travelling. Kenapa ya tiba-tiba niche blog ini mulai ngalor ngidul kesana kemari? Apakah penulis blog ini tidak punya kompetensi khusus? 😂

Sepertinya tidak perlu sih aku cerita soal asal muasal penciptaan blog ini. Karena kalau kalian ‘kepo’ bisa saja baca di post-post aku sebelumnya. Salah satunya disini. Nah, kalau kalian bingung melihat label di blog ini kok banyak sekali? Karena eh karenaaa… Emak-emak dituntut serba bisa dan serba tau.. Akhirnya terciptalah dokumentasi begini.. 😂

Iya, kalau kalian jeli awalnya blog ini didominasi dengan konten food. Lama-kelamaan mulai muncul bau-bau konten lain termasuk diantaranya parenting, home, beauty dan berbagai perkembangan lifestyle. Sepertinya aku tipikal emak yang tidak bisa menulis khusus satu tema saja. Ada yang mulai merindukan konten food dariku? *lempar gayung..

Sebenarnya aku juga rindu.. Tapi apa boleh buat, sekarang perutku tak serakus dulu lagi. Selain itu, suamiku mulai menerapkan pola hidup yang baru yaitu mengurangi cemilan dan makan malam. Jadi, kalau aku masak-masak makanan lagi buat siapa? Apah? Tetangga? Iya.. Syukur-syukur kalau eksperimentnya berhasil. Kalau tidak enak siapa coba yang malu? Hahaha..

*Kok jadi makin ngalor ngidul?

Jadi, kenapa ceritanya jadi nulis travelling? Bukannya ini shezahome? Yang artinya semua aktivitas di rumah sheza lah yang akan mengisi konten-konten diblog ini. Katanya tidak mau nulis travelling karena tidak mungkin rumah jalan-jalan.. 😂

Baiklah, mari kita tiup balonnya.. Ramaikan.. *Up.. Up..Up.. Film Up.. Ada yang tau? 😂

Jadi disambung-sambungin aja lah ya.. Cerita awalnya dimulai dengan tema pembelajaran sekolah Farisha. Tema bulan januari ini adalah tentang Rekreasi. Dimana salah satu kegiatan wajib dalam tema ini adalah mengajak anak-anak berekreasi. Rekreasi yang kami pilih kali ini adalah Pantai Batakan-Taman Labirin-Gunung Timah. Ketiga lokasi itu bertempat di kecamatan Pelaihari.

Kami para ibu-ibu dan anak-anak memilih transportasi bus untuk kesana. Memang bus seperti ini terkenal dapat merekatkan kebersamaan antar emak dan anak ya. Khayalanku sih didalam bus itu kami akan bernyanyi bersama dengan tema lagu anak-anak. Seperti naik-naik kepuncak gunung, becak, pemandangan dll. Ternyata khayalan memang jauh dari kenyataan. Sepanjang jalan kami terpaksa harus menikmati lagu dangdut dengan penyanyi-penyanyi super seksi di layar TV bus. 😑 *ah.. Tidak mendidik sekali..

Ya, tidak bisa disalahkan juga sih. Sopir kan juga manusia yang mana dia punya rasa ngantuk. Dia pasti bosan dengan rutinitas monotonnya dan sangat jarang bertemu keluarga. Untuk menggantikan itu maka lagu dangdut cukup mewakili perasaannya. Yang mana mungkin suara anak-anak dan emak-emak yang malu-malu bernyanyi akan lebih terasa mengganggu ditelinganya. 😅

Rute pertama rekreasi kali ini adalah Taman Labirin. Taman ini dibuat menyerupai film Harry Potter 4..(apaan seh). Yah, ga mirip sih tapi lumayan menyenangkan bagi anak-anak yang suka teka-teki. Bagi emak realistis sepertiku sih tinggal tembus saja tanamannya. 😂

Bisa? Aku bisa kok.. Cuma harus kurus ya.. Catet.. Wkwk..

Sebenarnya ini kedua kalinya aku kesana jadi sudah tidak excited banget sih. Tetap lah hal yang paling bikin boring itu aku tidak bisa naik dan berfoto diatas panggung taman ini karena medianya sangat tidak memungkinkan anakku untuk mencegahnya tidak mengikutiku. Akhirnya aku hanya bisa selfie tidak jelas deh disana.. 😅

Oh iya, tiket masuk taman labirin ini tergolong murah. Hanya 2000 per orang anda bisa menikmati berjalan di taman labirin yang berliku, melihat rusa, main sepeda air juga melihat pemandangan kawanan sapi. Sangat mendidik sih bawa anak-anak kesini.

Minusnya? Minusnya itu disana sangat sedikit tempat sampahnya. Sehingga didalam dan diluar labirin lumayan banyak sampah berserakan. Farisha bahkan sempat kesal saat kusuruh membuang sampah dan butuh waktu cukup lama untuk menemukan tempat sampahnya.

Obyek wisata berikutnya adalah Pantai Batakan. Pantai ini terletak didaerah Panyipatan. Terakhir kali aku kesini adalah sekitar umur 9 tahun. Wow, sudah lama sekali ya? Yah, memalukan memang mengingat sebenarnya aku tinggal di pelaihari saat kecil hingga besar. Tapi begitulah, keluargaku termasuk jarang traveling dan bakat itu menurun hingga ke anaknya.

Seingatku Pantai Batakan dulu sangat bersih. Aku bahkan bisa bermain pasir disana sangat lama. Tau tidak bagaimana sekarang? Pantainya kotor sekali. Pasirnya bahkan tidak bisa dimainkan karena tercampur dengan something lengket.

“Becek ma”

Ya, begitu kata anakku. Ini pertama kalinya dia kepantai dan imajinasinya tentang pantai langsung sirna melihat kenyataannya. Ya ampun, mana pantai batakan yang dulu kukunjungi itu? Ini lebih tepatnya seperti kolam lumpur.

Sangat kecewa melihat keadaan pantai batakan sekarang. Namun membawa anak kecil seperti Farisha membuatku harus terlihat senang. Alhamdulillah, kami menikmati moment berdua ditepian pantai Batakan bersama dengan kuda.

Sebenarnya, aku sedikit kasian melihat kudanya. Ya, kuda disini kecil-kecil tapi disuruh bekerja. Tapi demi menyenangkan anak maka aku membuatnya senang dengan turut menaiki kuda itu. Hanya sebentar saja, karena kudanya lumayan kecil. Aku bahkan menaikinya hanya semenit saja untuk minta foto. Ah, maaf ya kuda atas tingkah narsisku ini.

Hal lain yang membuatku kecewa di Pantai Batakan ini adalah Tempat Mandi dan Toiletnya tidak bersih. Airnya kotor dan tidak layak untuk dimandikan. Huft, mungkin ini terakhir kalinya aku ke pantai ini.

Jika ingin mencari buah tangan di Pantai Batakan maka urungkan saja niatmu. Hampir tidak ada orang berjualan oleh-oleh disini. Yang ada hanyalah warung kecil yang menjual mie instan, berbagai air minum dan lain-lain. Akan lebih baik jika mencari buah tangan di pinggiran jalan yang mengarah ke pantai. Disana ada berbagai buah dan kerupuk.

Nah, rute terakhir dari wisata kali ini adalah Gunung Timah. Tidak seperti kedua tempat wisata sebelumnya, Farisha sangat excited saat melihat gunung ini. Ehm, lebih tepatnya sih ini bukit ya, bukan gunung. Tapi sebut saja gunung karena nama Obyek wisatanya begitu. 😅

Farisha langsung berlarian dengan temannya ditangga gunung. Dan aku? Sangat kewalahan mengejarnya. Ya, ampun emak-emak kalah jauh ternyata tenaganya dibanding anak-anak.

Hal yang paling menyenangkan dari kegiatan ‘menaiki, memanjat, dan terbang’ adalah kita dapat melihat pemandangan yang luar biasa ketika sampai di atas. Ya, persis seperti lagu tasya itu. Ada yang tau? Ehem.. Mau nyanyi dulu..

Memandang alam dari atas bukit..

Sejauh pandang kulepaskan..

Sungai panjang berliku..

Sawah hijau terbentang..

Bagai permadani di kaki langit..

Gunung menjulang.. Berpayung awan..

Ohh.. Indah pemandangan..

Dari ketiga tempat wisata tadi. Gunung Timah memang tempat penutup yang memuaskan. Kesejukan angin diatas bukit ini bahkan masih aku rasakan hingga sekarang. Letak Gunung Timah ini tidak jauh dari pantai Batakan. Anda pasti melaluinya jika ingin ke pantai Batakan. Bisa dilihat bukan penampakan dari atas gunung itu terlihat pantai bukan?

Sekian cerita tentang travellingku bersama buah hati kali ini. Buat aku yang sangat jarang travelling pengalaman ini tidak akan terlupakan. Mungkin dalam setahun sekali aku perlu banget ya refreshing otak seperti ini. Waktu bersama keluarga sepertinya juga sangat menyenangkan ya jika terbawa dengan suasana baru ditempat – tempat yang indah begini.

Happy Travelling.. 😊

Komentari dong sista
14 Shares

10 thoughts on “Berlibur ke Taman Labirin, Pantai Batakan dan Gunung Timah

  1. Tama labirin ini yang deket sama kandang rusa dan ada flying fox juga nggak ya? Dulu tahun 2013, pernah ke sana pas anak-anak baru di sekolah tempat saya ngajar ngadain outbond. Labirinnya masih setinggi di bawah lutut. Difoto nggak ada cakep keliatan sama sekali. Akhirnya naik menara dan baru ambil fotonya yang kelihatan labirin. Hehehe…

  2. Aura kebahagiaannya dan keceriaan sangat terpancar dari postingan ini. Mungkinkah efek dari piknik ? Hihihi

    Taman Labirin, aku pernah baca setahun lalu kalo gak salah di blog kawan ( aku belum mulai ngeblog waktu itu ). Dia tulis kotor keadaannya disana. Kalo sekarang masih kotor, berarti gak ada perbaikan dong. Sayang euy …

    Yuk piknik lagi, Mbak Winda. Ke Cahaya Bumi Selamat sambil cuci mata liat baru yang bling-bling itu *ini cucolku akibat kangen sama Martapura*

  3. Aku pernah ke labirin dan dsana panas bgt wkwkwk kaya kebakar gitu wkwk kalo batakan ama gunung timah belum tapi boleh tuh nanti kapan2 hehe

    Farisha seneng bgt ya di ajak jalan2 hihi

  4. Lagu dangdut emang disukai abang abang sopir kayaknya sih biar gak ngantuk nyupirnya. Hehe. Kalau mama aku wkt ke Pantai naik bis..disuruhnya paman sopir mengganti lagunya dgn lagu sdn. Lagu jadul banar..haha

  5. Keliatan happy banget anaknya. Itu pantainya emang jelek banget kata adek aku dan dia aja langsung males pas disana dan langsung ganti tempat wisata dan aku ke labirin ga ke tempat yg ada hewan-hewan itu dong. Duh, lama ga kesana jadi pengen kesana lagi dah. Hihi

  6. Aku donk orang Pelaihari belum samsek ke Taman Labirin *bangga *minta digetok. Duh, pantai Batakan memang dari dulu setauku begitu, tapi teteep aja tiap tahun orang ke sana liburannya…. Mudahan ada perbaikan segala fasilitas penunjang di sana, biar ga malu-maluin

  7. Sering-sering travelling Mama Sheza… Kalau di rumah melulu kadang jadinya pusiang. Diajak jalan-jalan gini benar-benar bisa bikin penat luntur dan pikiran fresh lagi

Komentari dong sista

IBX598B146B8E64A