Browsed by
Category: Kesehatan

Mengulas informasi kesehatan dari pengalaman penulis

Tips Sehat Saat Menstruasi Dan Kilasan Acara Yoga Festival 2018 Bersama Kiranti di Banjarmasin

Tips Sehat Saat Menstruasi Dan Kilasan Acara Yoga Festival 2018 Bersama Kiranti di Banjarmasin

source: www.pacificwellness.ca

Ada ga sih yang sering bertanya, “Kenapa ya saat menstruasi itu suka sekali nyeri?”

Jujur, saya dulu sering sekali bingung melihat teman-teman saya yang saking kesakitannya perut itu sampai nangis segala. Eh, kenapa bingung ya? Ehm, soalnya saya tidak pernah merasakan hal ini. Konon, nyeri yang terasa itu ada di bawah perut pada hari pertama dan kedua menstruasi. Benar tidak?

Ternyata ini hal yang wajar. Nyeri Haid ini disebut juga dengan dysmenorrhea. Nyeri yang dirasakan itu beragam mulai dari pegal-pegal sampai sakitnya perut bagian bawah bagaikan diremas-remas.

Ada pula yang tidak mengalami dysmenorrhea parah tapi mengalami PMS atau Premenstrual Syndrome secara psikologis. Seperti halnya saya yang kondisi psikologisnya bisa naik turun saat mentruasi. Jika sangat parah bisa menjalar hingga sakit kepala. Ada yang begini?

Nah, Gejala PMS ini memang susah banget untuk dihindari tapi ternyata bisa diatasi loh..

Mengatasi Krengki Saat PMS

Ternyata, Krengki saat PMS itu dapat diatasi dengan tips-tips sederhana ini:

1. Me Time

Sepertinya me time memang solusi dari setiap permasalahan wanita ya, apapun jenisnya. Hihi..

Karena melakukan hal yang benar-benar kita inginkan dapat mengurangi stress. Kadang, wanita itu selain ingin dimengerti juga suka menjadi makhluk individual. Nah, bagaimana dengan me time ala saya?

Simple, sediakan cemilan beserta drama korea terbaru. Maka hal itu sudah cukup membahagiakan dan menghilangkan beban stress saat PMS. Haha.. Bagaiman dengan me time ala kalian?

2. Mandi Air Hangat

Sudah tau belum kalau mandi air hangat yang diteteskan minyak esensial dapat membuat otot tubuh yang tegang menjadi lebih rileks?

Ah, pantas saja anakku kalau pagi suka mandi air hangat ya.. Haha..

Ternyata, minyak esensial seperti peppermint, camomile, dan lavender dapat membuat tubuh kita segar kembali. Cukup teteskan 3-5 tetes minyak ini pada air hangat dan rasakan sensasinya. 😊

3. Konsumsi Makanan yang baik

Nah, saat PMS sebaiknya hindari makanan dengan kadar gula tinggi seperti cokelat atau es krim.

Ehm, kalau makan coklat dan es krim itu bagian dari Me Time bagaimana? Kan bikin senang tuh? 😅

Ternyata efek bahagia dari makanan manis ini cuma sementara jadi ini bagaikan fatamorgana…*tsah..😅

Efek setelah memakan makanan yang manis itu ternyata dapat membuat stress menjadi makin parah. Selain makanan manis, kita juga harus menghindari minuman yang mengandung kafein, garam yang tinggi dan makanan yang tinggi natrium seperti kentang, sosis, frozen food, dan makanan kalengan.

Lalu, makanan apa yang baik dikonsumsi?

Makanan yang baik dikonsumsi adalah sayuran dan buah serta makanan yang berkalsium tinggi. Jangan lupa untuk banyak minum air putih serta konsumsi vitamin.

4. Sedia Kiranti Sehat Datang Bulan

Kenapa harus kiranti ya?

Karena kiranti terbuat dari 100% bahan-bahan alami. Bahan-bahan alami itu antara lain kunyit, asam jawa, gula jawa, gula pasir, jahe, dan kencur. Terlihat familiar ya bahannya. Yes, bahannya mirip jamu tradisional.

Pernah mendengar mitos bahwa minum kiranti dapat menyebabkan rahim kering? Ehm, ini mitos atau fakta ya?

Emang rahim kering apaan? Istilah rahim kering bahkan tidak ada dalam dunia kedokteran loh. Kiranti sangat aman dikonsumsi karena berstandar CPOTB (Cara Pengolahan Obat Tradisional yang Baik). Kiranti merupakan Obat Herbal Terstandar (OHT) yang terbukyi keamanan dan manfaat ilmiah melalui uji praklinis dan bahan baku terstandar. Kiranti juga tidak mengandung pemanis buatan (aspartame). Kirantu juga sudah mendapatkan sertifikat jaminan halal (SJH) yang sesuai dengan syariat islam dan fatwa MUI.

Kiranti kini tersedia dalam 3 varian berbeda yaitu Kiranti Original (kuning), Kiranti Plus Orange Juice (orange) dan kiranti pegal linu (biru).

Untuk kiranti berwarna orange dan kuning dapat diminum 3 hari sebelum menstruasi hingga 3 hari sesudah menstruasi. Nah, kalau favorite saya adalah kiranti pegal linu plus madu yang bewarna biru karena dapat meredakan pegal linu, meringankan sakit pada persendian serta menghangatkan tubuh. Kalau si biru ini spesial, ia dapat diminum setiap hari setelah beraktivitas.

5. Olahraga dengan Yoga

Konon, gerakan-gerakan Yoga saat menstruasi dapat meredakan nyeri serta membuat pikiran dan tubuh menjadi lebih rileks. Hmm.. Yoga untuk menstruasi itu seperti apa ya?

Sebenarnya, sudah lama saya begitu penasaran tentang olah raga yoga ini. Pernah suatu hari saya iseng melihat video yoga di youtube dan berusaha menirunya. Tetapi bagaimana akhirnya? Saya pusing, bingung gerakan yang benar. Haha.. Sepertinya saya memang harus menyaksikan yoga secara langsung ya.

Alhamdulillah, doa ini terjawab sudah. Siapa sangka pada hari sabtu tanggal 20 April 2018 kemarin saya dan teman-teman blogger mendapat undangan untuk dapat berpartisipasi dalam mengikuti Yoga Festival 2018 di Swiss Bell Hotel Borneo. Tanpa berpikir dua kali, saya bersemangat membawa perlengkapan yoga karena jujur saja satu-satunya olah raga yang menarik minat saya selain bulu tangkis adalah Yoga.

Member female blogger banjarmasin (FBB) di Acara Yoga Festival 2018

Yoga Class ini dipandu oleh Komunitas Lea Yoga Borneo. Dapat dilihat bahwa komunitas ini menggunakan seragam yoga yang sama (ehm.. Seperti saya) haha. Ya tentu saja, karena kostum ini merupakan salah satu isi dari goodie bag saat mendaftar acara yoga ini. Jadi, saya ga bawa baju ini sendiri dari rumah kok. 😂

source: dokumentasi www.shovya.com

Ada beberapa Yoga Event di Festival Yoga 2018 ini yaitu Yoga Class, Yoga Community Performance, Engagement dan Entertainment. Ada juga beberapa Yoga Experience antara lain Yoga Swing, Yoga Water, Yoga Wall dan Yoga Trick Eye.

Saya sempat galau dan bingung saat ingin memulai yoga. Bagaimana tidak? Saat saya sudah berganti kostum yoga tiba-tiba saja hari mendung dan gerimis begitu saja. Akhirnya pada sesi satu yoga saya hanya bisa ikut meliput gerakan yoga. Nah, saat sesi satu ini gerakannya masih terlihat biasa. Hehe

Sesi dua? Saya ikut. Diantara teman-teman saya yang lain cuma saya yang dengan percaya diri dan luar biasa pengen mengikuti yoga ini. Memang kostumnya merupakan kostum tidak biasa yang saya pakai. Ah, tapi ya sudah lah. Semoga suatu saat saya bisa dapat rejeki untuk ikut kelas yoga private. 😂

Karena terlalu ringan bekas ikut yoga, saya bisa melayang.. 😂

Wah, memang beda sekali badan yang jarang berolah raga lalu tiba-tiba ikut yoga. Tapi enak sih, bener. Walau masih bingung mengikuti instruktur yoganya dan gerakannya mungkin beberapa salah tapi harus tetap berlatih kan? Kapan lagi emak-emak seperti saya bisa ikut yoga? 😅

Oh iya, ternyata ada gerakan-gerakan yoga yang spesial untuk menstruasi loh. Penasaran apa saja itu? Ini dia!

Child Pose

Gerakan ini bermanfaat untuk mengatasi nyeri punggung.

Caranya yaitu dengan berlutut dan mencium lutut sambil meluruskan kedua tangan kedepan. Selanjutnya, atur nafas dengan tenang dan lemaskan pinggul dan pinggang.

Gerakan ini terlihat sederhana sekali tapi efeknya lumayan enak loh saat aku mencobanya di sesi kedua yoga.

Knees-to-Chest Pose

Untuk melakukan gerakan ini kita hanya perlu terlentang lalu memeluk lutut tepat kebagian dada. Atur nafas selama beberapa detik supaya sirkulasi darah diarea perut dan punggung bagian bawah menjadi lancar.

Spine Twist

Nah, untuk mengurangi rasa nyeri saat datang bulab gerakan ini cukup efektif loh. Kita cukup berbaring terlentang lalu posisikan kaki kiri diatas kaki kanan kemudian posisikan wajah kearah kanan.

Pastikan kaki, bahu dan pinggul rileks ya.. Atur Nafas..

Forward Fold

Gerakan ini syusyaaah.. Haha

Gerakan ini dilakukan dengan berdiri tegak lalu perlahan-lahan raih ujung jari kaki dengan tangan (seperti mencium lutut dalam posisi berdiri). Nah, pastikan posisi kaki tetap lurus dan atur nafas ya..

Gerakan ini memerlukan sedikit kelenturan tubuh. Para instruktur yoga dari Lea Yoga melakukannya dengan sempurna. Sementara saya? Tentu tidak bisa sempurna. Saya hanya melakukan sebisanya saja karena takutnya kalau dipaksa bisa patah badan saya.. Haha.. 😂

Cat/Cow Pose

Sesuai namanya pose ini seperti bentuk kucing/sapi. Tapi untuk cat pose punggung dibuat melengkung lebih tinggi (pernah lihat kucing marah? Ya kurang lebih begitu.. 😂)

Untuk Cow Pose, bagian punggung lebih direndahkan lalu tarik nafas yang dalam. Gerakan ini sangat baik untuk meredakan nyeri haid dan meregangkan otot perut. *pastikan melakukan pergantian gerakan secara perlahan ya..

Corpse Pose

Gerakan ini adalah penutup dari setiap sesi yoga. Cukup tidur terlentang lalu pejamkan mata. Atur nafas dan buat pikiran setenang mungkin.. (lalu bobo aja sekalian.. Huahaha 😂)

Nah, itu dia tips sehat menstruasi serta kilasan acara Yoga festival 2018 di Swiss Bell Hotel Borneo Banjarmasin. Tertarik mencoba therapy yoga saat PMS? Coba di rumah yuk!

Pengalaman Mencabut Gigi Bungsu yang Berlubang

Pengalaman Mencabut Gigi Bungsu yang Berlubang

Pernahkah mengalami problematika serius dengan bagian mulut bernama gigi?

Pastinya pernah ya, mulai dari kecil pasti deh kita pernah mengalami yang namanya cabut gigi susu, sakit gigi, gigi berlubang, hingga gigi sensitif.

Tapi dibalik semua sakit gigi itu, konon sakit hati lebih sakit. Benarkah? *okeh, belum apa-apa postnya udah mulai ngawur.. 😅

Nah, ketika emak muda nan single dulu mulai beranjak dewasa, problematika gigi mulai berkurang. Kecuali saat teman-teman saya dulu suka iseng candid muka saya yang punya gigi gingsul ini. Di upload ke sosmed pula, please.. Itu gigi saya kalau dari sudut tak menyenangkan terlihat seperti boneng sekali. *boneng apaan? Cuss buka kbbi.. Eh, ga ada.. Buka kamus gaul.. 😂

“Pake kawat gigi aja win” kata teman saya saat itu.

Entahlah, sejak demam-demamnya kawat gigi semua anak seumuran saya hampir semuanya pakai kawat gigi aka behel. Saat itu, sebagai makhluk hidup yang lumayan kuper saya tetap konsisten bilang bahwa kawat gigi itu jelek. Iya, sampai sekarang pun begitu. Biarlah gigi gingsul dengan kelinci mode ini dipertahankan.

Sampai akhirnya saya bertemu calon suami dan dia bilang, “Hal yang paling aku sukai dari muka kamu itu ya gigi gingsul kamu itu, cantik banget”

Dan hati emak pun meledak-ledak.. 😂

Maafkan opening post yang ga jelas ini.. 😅

***

Problematika Gigi Bungsu Terakhir

Sejak menikah, saya sangat jarang sekali mengalami problematika pada bagian gigi. Bahkan saat hamil pun saya tidak pernah merasakan ngilu pada gigi yang konon merupakan tanda kekurangan kalsium.

But, Once upon a time..

Gusi belakang sebelah kiri atas saya bengkak. Semakin hari gusinya semakin membengkak. Setelah saya lihat betul-betul, ternyata ada yang mengeras dibalik pembengkakan gusi itu. Ya, gigi baru. Gigi baru yang tak diinginkan mulai bersakit-sakit manja dan konon dia tidak mau makan makanan lain selain bakso. *tsah.. 😅

Kenapa gigi bungsu harus tumbuh ya? Gigi saya sudah lumayan banyak kenapa mesti ditambah-tambah lagi. Pikir saya kala itu. Ya, ini bukan kali pertama gigi bungsu tumbuh. Sebelumnya gigi bungsu juga pernah tumbuh di bagian kanan bawah dan kiri bawah.

source: jnynita.com

Setelah sebulan lamanya menahan sakit gigi bungsu dengan hanya meminum obat pereda nyeri (baca: ibuprofen dan asam mefetamat) akhirnya saya memberanikan diri kedokter untuk memeriksanya. Karena saya takut kalau saja gigi bungsu mengalami impaksi.

Namun, dokter hanya berkata bahwa gigi saya baik-baik saja. Rasa sakit yang saya rasakan adalah hal yang wajar seperti halnya gigi sebelumnya. Dan karena gigi bungsu sebelumnya tumbuh dengan wajar tanpa mengalami impaksi akhirnya saya berpikir bahwa gigi atas belakang saya pun akan berakhir baik-baik saja.

Sebulan kemudian gigi bungsu saya tumbuh sempurna namun sebagian dari permukaan gigi masih tertutup dengan gusi. Rasa sakit berkurang, namun saya mengalami masalah dalam membersihkan gigi atas bungsu ini dikarenakan besarnya yang lebih kecil dibanding gigi disampingnya disertai dengan sebagian robekan gusi yang masih menutupinya.

Beberapa minggu kemudian akhirnya gigi saya mulai sakit lagi. Setelah saya lihat dan cermati dari aktivitas makan saya ternyata gigi saya berlubang. Yah, padahal saya sudah termasuk rajin menggosok gigi. Tapi karena gusi yang menutupi permukaan gigi akhirnya kotoran gigi tidak maksimal dibersihkan dan menyebabkan gigi berlubang.

Saya tetap cuek dengan keadaan ini. Toh, kalau sakit tinggal minum obat. Haha..

Tapi karena kecuekan itu pula akhirnya leher dan pipi saya mulai membengkak. Awalnya saya berpikir bahwa itu adalah penyakit belawa atau gondokan. Tau kan? Penyakit yang menyebabkan kelenjar disekitar leher membengkak. Nah, kebetulan saat itu memang ada salah seorang tetangga yang terkena penyakit ini. Akhirnya saya mendiagnosis sendiri bahwa ini adalah gondokan. Ah, menyesal sekali saya dengan keteledoran ini. Hiks..

Setelah berhasil mengobati pipi dan leher yang mulai membengkak akhirnya saya memberanikan diri lagi ke dokter dan berkonsultasi. Dokter berkata, “Sakit mba?”

“Iya, sakit. ”

“Sementara minum obat aja ya mba, nanti saya resepkan. ”

“Gigi saya Bagaimana Dokter? Bukannya berlubang? Bisa ditambal?”

“Wah, ini enggak bisa ditambal mba. Soalnya ketutup gusi dan letaknya tidak memungkinkan untuk ditambal.”

“Jadi, gimana baiknya dok?”

“Saya buatkan rujukan untuk dicabut di RS ya mba. ”

(what? dicabut?) 😰

***

Apa sih Ciri-ciri Adanya Lubang serius pada Gigi Bungsu?

Belajar dari cerita saya diatas, maka ada baiknya jika kalian memiliki gigi bungsu yang baru tumbuh dan mengalami gejala dibawah ini mulai waspada. Nah, berikut adalah ciri-ciri adanya lubang pada gigi bungsu.

1. Warna gigi bungsu akan berubah menjadi kecoklatan dan timbul lubang kecil yang pada akhirnya menimbulkan rasa nyeri dan sakit jika ada makanan yang masuk ke dalam lubang gigi bungsu

2. Timbul bau mulut yang kurang sedap, hal ini diakibatkan kuman dan bakteri yang berkembang biak di dalam gigi bungsu yang berlubang.

3. Adanya rasa ngilu pada gigi berlubang saat mengunyah makanan tertentu seperti makanan manis, minum es dan makanan yang terlalu panas.

Nah, jika ciri-ciri adanya lubang pada gigi bungsu seperti diatas tidak segera diatasi maka akan muncul gejala lanjutan berikut ini:

1. Terjadinya pembengkakan pada gusi akibat adanya infeksi gigi bungsu berlubang, hal ini sangat sakit dan nyeri.

2. Timbul sakit kepala akibat rasa sakit dan nyeri. Ya, gejala tersebut menjalar pada bagian syaraf lain di sekitar kepala.

3. Terjadinya pembengkakan pada pipi, rahang dan leher akibat infeksi dan radang yang berkepanjangan.

4. Dapat memicu gejala demam seperti flu akibat rasa sakit yang teramat sangat dan infeksi yang mulai akut.Keluar darah dari lubang gigi bungsu, bahkan bisa semakin parah sampai keluar nanah akibat infeksi dan radang yang dibiarkan begitu saja.

Mengatasi Lubang Pada Gigi Bungsu

Seperti ceritaku di atas, dijelaskan bahwa lubang pada gigi bungsuku tidak dapat ditambal. Kenapa? Nah, setelah aku melakukan browsing di artikel-artikel kesehatan. Maka dapat ditarik kesimpulan berikut:

Ternyata banyak kasus-kasus gigi bungsu yang bermasalah seperti terhalang tulang (impaksi) atau tumbuh dengan posisi yang tidak benar seperti miring dan lainnya. Kebetulan, Gigi bungsu pada kasusku adalah gigi yang hanya tumbuh terlihat sebagian saja sehingga gusinya juga terbuka sebagian dan membentuk celah, adanya celah ini menyebabkan makanan mudah terjebak dan sulit dibersihkan hingga seringkali gusi di daerah mahkota gigi yang baru tumbuh sebagian tersebut bengkak dan sakit sekali.

source: jnynita.com

Pada dunia kedokteran hingga saat ini masih terdapat perdebatan di antara para ahli, apakah gigi bungsu yang impaksi (gigi geraham bungsu yang tidak dapat tumbuh secara normal) tanpa keluhan seperti pada kasusku perlu dicabut atau dibiarkan saja. Karena itu, saat pertama kali aku membawa kedokter tanpa keluhan berlubang, sang dokter membiarkan saja dan menyarankanku meminum obat saja jika gigi sakit.

Menurut suatu penelitian, sekitar 25-70 persen gigi bungsu tanpa gejala yang dipertahankan, akhirnya tetap harus dicabut dikemudian hari. Dari penelitian lain menyatakan gigi bungsu yang dicabut tidak akan menimbulkan masalah dan pasien akan tetap memiliki fungsi pengunyahan yang normal.

Nah, karena itu pertimbangan pencabutan gigi bungsu yang tidak disertai gejala apapun terkadang didasarkan atas pertimbangan pencegahan. Meski demikian operasi pencegahan ini belum menjadi kesepakatan secara umum di kalangan ahli bedah mulut.

So, karena gigi bungsuku sudah berlubang, dan mulai menunjukkan tanda-tanda yang tidak baik maka mencabut gigi bungsu adalah keputusan final.

Proses Pencabutan Gigi Bungsu

Hari Rabu, tanggal 28 Maret 2018 tepatnya saya melakukan proses pencabutan Gigi Susu di RS Ansari Saleh Banjarmasin dengan memanfaatkan kartu BPJS. Ini adalah pertama kalinya saya ke Dokter Gigi untuk cabut gigi setelah dewasa. Bisa dibayangkan ternyata saya gugup pemirsa. 😂

Ya, karena saya tau bahwa ada proses anestesi untuk meniadakan rasa sakit saat proses pencabutan. Artinya saya harus disuntik dibagian gusi. Ah, sudah berapa lama saya tidak disuntik di bagian gusi. Tiba-tiba saya takut aichmo phobia saya mulai kambuh. Hahaha

Setelah menunggu selama kurang lebih satu jam akhirnya saya masuk dan berikut adalah proses yang saya ingat..

Pertama, dokter melakukan anestesi lokal. Bagian gusi saya disuntik sebanyak dua kali dibagian dalam gusi dan luar gusi. Kenapa dua kali? Saya pun tak tau, kalaupun boleh bertanya saya pasti bertanya. Tapi? Mulut saya sedang dipermak. 😂

Sedikit tips bagi anda yang memiliki aichmo phobia atau rasa takut terhadap benda tajam. Saat melihat jarum suntik langsung saja pejamkan mata. Anggap bahwa sang dokter adalah sang suami yang sedang memegang sumpit untuk menyuapi anda makan lalu tersangkut-sangkut digusi. Sukses? Aku sukses.. 😅

Nah, setelah disuntik maka akan muncul rasa tebal pada bagian gusi hingga ke tenggorokan. Sialnya, saat itu saya sedang terkena flu dengan hidung yang luar biasa mampet. Spontan saya langsung mau muntah saat proses anastesi selesai karena merasa lobang tenggorokan saya tertutup. Hal ini berlangsung selama 3 kali saat proses pencabutan gigi. Jadi, buat kalian yang sedang terkena flu dengan hidung mampet ada baiknya untuk reschedule jadwal cabut gigi yang perlu proses anestesi ini ya.

Proses pencabutan gigi memakan waktu cukup lama. Saya hampir satu jam loh, sampai kasian juga melihat wajah dokter giginya berputar-putar dan berkeringat. Tapi Alhamdulillah, akhirnya gigi saya berhasil dicabut. Yes..

Ehm, dalam proses pencabutan sakit ga?

Karena sudah anestesi lokal tentu saja tidak sakit. Dokter bahkan menyuruh saya untuk mengangkat tangan kiri kalau kesakitan (ga perlu bawa bendera putih juga ya.. 😅). Nah, selama satu jam gigi saya di ‘utak-atik’ dokter tetap tidak sakit hanya terasa sekali digoyang-goyangnya. Pokoknya buat kamu yang mengalami problematika sama sepertiku, jangan takut ke dokter ya.

Perawatan Pasca Pencabutan Gigi Bungsu

Nah, berikut adalah hal yang harus diperhatikan pasca pencabutan gigi bungsu:

1. Jangan langsung makan sehabis proses pencabutan. Biarkan jeda selama 1-2 jam. Karena itu, sebelum mencabut gigi Anda harus makan dulu karena prosesnya cukup melelahkan loh.

2. Gunakan Tampon atau kasa lipat untuk menyerap darah pada gigi yang dicabut. Selama 2-3 hari bekas gigi bungsu padaku masih sedikit berdarah, jadi ini terpakai sekali.

3. Jangan sesekali iseng memainkan bekas gusi yang dicabut dengan lidah, karena akan membuat pendarahan pada gusi

4. Makanlah makanan yang lunak selama 2-3 hari seperti bubur, lontong, dll

5. Meski sudah 2-3 hari pasca cabut gigi, jangan menggunakan bagian gigi yang dicabut untuk mengunyah makanan.

6. Minum obat yang telah diresepkan secara teratur.

Berapa Biaya Cabut Gigi Bungsu?

Biayanya?

Gratis. Alhamdulillah, saya kan pasien bpjs. Hihi..

Beruntunglah saya karena problematika gigi bungsu saya termasuk biasa saja jika dibandingkan dengan pasien gigi bungsu yang lain sehingga prosesnya juga cukup sederhana. Ya, gigi bungsu saya sebenarnya cukup normal jika saja ia tidak berlubang karena penyumbatan kotoran makanan karena tertutupnya gusi. Gigi saya tidak mengalami impaksi serius sehingga tidak memerlukan proses dilematis seperti operasi dsb.

Nah, punya pengalaman menarik seputar gigi bungsu sepertiku? Sharing yuk!

Sumber artikel:

aladokter.com

halogigi.com

Yuk, Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Cerdas dan Murah melalui Tes IVA! 

Yuk, Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Cerdas dan Murah melalui Tes IVA! 

Beberapa hari lalu aku mendapat undangan dari Kejaksaan Negeri Banjarmasin untuk menghadiri  tes IVA dan Sadanis. Tentu saja undangan ini adalah kabar yang membahagiakan. Ya, Bagaimana tidak? Selama aku menikah hingga sekarang, aku tidak pernah menjalani tes IVA apalagi papsmear. Pasti ini akan menjadi pengalaman yang menarik, pikirku. Dan hal apalagi yang lebih menggembirakan dibanding mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis.

Ya, mungkin tes IVA dan papsmear dulunya tidak akan seramai ini jika berita tentang Julia Peres (Jupe) tidak menjadi pendahulunya. Beberapa Ibu yang dulunya menganggap remeh tentang pentingnya tes IVA kini mulai tergerak hatinya untuk memperdulikan kondisi Miss. V. Beberapa Ibu yang tadinya malu-malu kini mulai berubah menjadi berani. Tidak heran, moment gratis tes IVA ini menarik minat banyak ibu-ibu.

Beruntunglah saya yang mendapat antrian nomor 3 saat tes. Ya, saya memang sengaja datang pagi supaya lekas pulang nantinya. Tapi, eh tapi.. Seminar dan pengetahuan tentang Kanker Leher Rahim yang disajikan nara sumber akhirnya mengajak saya untuk berlama-lama duduk dengan betah disana. Hihi..

Lumayan lah.. Ilmu gratis.. Kapan lagi emak piknik otak? 😂

Jadi Apa itu Kanker Leher Rahim

Kanker leher rahim adalah kondisi dimana tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim. Pada penjelasan sesi ini dijelaskan beberapa gambar bagaimana bentuk ketidak-normalan leher rahim. Nah, kalau mau tau gambarnya search aja ya di google. Aku sengaja tidak menayangkan disini karena ngilu. 😖

Apa semua perempuan berisiko terkena kanker mulut rahim?

Ya, semua wanita yang sudah pernah berhubungan seks berisiko terkena kanker mulut rahim.

Apa saja sih faktor risiko terjadinya kanker leher rahim?

Banyak sekali ternyata risiko yang menyebabkan kanker leher rahim, diantaranya yaitu:

  1. Melakukan hubungan seks diusia muda <18 tahun
  2. Berganti-ganti pasangan seks
  3. Melakukan hubungan seks dengan pria yang sering berganti-ganti pasangan
  4. Merokok atau terpapar asap rokok (perokok pasif)
  5. Kurang menjaga kebersihan kelamin

Baca juga: Cara merawat dan membersihkan Miss. V

Perlu ditekankan bahwa sebenarnya faktor risiko kanker leher rahim belum diketahui secara pasti. Kurang lebih 90% diduga penyebabnya adalah Virus Papiloma Manusia (HPV).

Apa sih Gejala Kanker Leher Rahim?

Seremnya nih, Kanker Leher Rahim itu seringkali tidak menunjukkan gejala atau tanda yang khas. Jadi, sulit sekali dikenali dengan cara biasa. Hmm..makanya mereka yang terkena kanker leher rahim biasanya baru sadar ‘bermasalah’ kalau sudah stadium 2, stadium 3. 😰

Gejala yang perlu dicurigai itu antara lain keputihan dan pendarahan sesudah senggama. Memang tidak semua keputihan merupakan gejala pada polip leher rahin atau radang leher rahim. Tapi biasanya mereka yang menyandang kanker tidak luput akan keputihan.

“Waduh, kok serem amat ya.. Aku juga sering keputihan nih menjelang mestruasi..” 😨

Tenang saja, aku juga begitu. Hihi.. Makanya baca lebih lanjut dulu ya!

Nah, Gejala Kanker Leher Rahim pada tingkat lanjut sering menunjukkan hal berikut:

  1. Haid tidak normal
  2. Pendarahan pada masa tidak haid
  3. Pendarahan pada masa menopause
  4. Keputihan atau keluar cairan encer putih kekuningan yang terkadang bercampur darah seperti nanah.

Nah, jika sudah mengalami 4 hal diatas SEGERA periksa diri anda ke dokter. Jangan pernah menganggap remeh penyakit dengan alasan ‘malu’.

“Terus, berarti kita-kita yang ga pernah mengalami 4 hal itu berarti aman-aman aja dong yah?” 😄

Kata siapa? Hidup tidak sesederhana itu teman.. 😛

Kita perlu melakukan deteksi dini kanker leher rahim. Deteksi dini dilakukan untuk menemukan kanker di leher rahim, dari sejak awal perubahan sel (displasia) sampai dengan pra kanker.

Terus, Bagaimana Cara Pemeriksaannya? 

Pemeriksaan dapat dilakukan dengan 3 cara berikut:

  1. Pap Smear
  2. IVA
  3. Biopsi

Apa sih bedanya Pap Smear dengan IVA? 

Nah, aku juga sering banget nanya hal ini. Apa sih bedanya? Lebih akurat yang mana?

Pap Smear yaitu metode pemeriksaan sel-sel yang diambil dari servik dan kemudian diperiksa dibawah mikroskop untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi dari sel-sel tersebut sedangkan IVA yaitu metode pemeriksaan servik dengan melihat langsung servik setelah memulas servik dengan larutan asam asetat 3 – 5 %. Nah, bila setelah pulasan asam asetat 3 – 5 % ada perubahan warna, yaitu tampak bercak putih, maka kemungkinan ada kelainan tahap pra kanker.

Bisa dilihat ya perbedaan dari pap smear dan IVA ada pada cara mendeteksinya. Kalau papsmear melalui mikroskop setelah diperiksa sedangkan IVA dengan larutan asam asetat yang dipulaskan ke Miss. V yang diketahui lewat perbedaan warnanya.

Jadi, Kenapa memilih IVA?

Karena gratis Ibu-ibu.. 😝

Hahaha.. 😂

Pemeriksaan IVA adalah pemeriksaan yang sederhana, murah, cepat dan cukup akurat untuk menemukan kelainan pada tahap kelainan sel (displasia) atau sebelum pra kanker bila dibanding pemeriksaan yang lain.

Jadi jelas ya alasannya, saya suka kesederhanaan.. 😂 *lempar batu

Apa sih syarat tes IVA?

Tidak sembarang cewek diperbolehkan tes IVA ya. Para remaja yang belum menikah tentu tidak diperbolehkan tes IVA apalagi masih balita. 😅

Nah, syarat tes IVA antara lain:

  1. Sudah menikah
  2. Tidak sedang datang bulan
  3. Tidak melakukan hubungan badan 1×24 jam sebelum tes

Bagaimana Pengalaman dalam proses Pemeriksaannya? 

Source: gayahidup-inilah.com

Alhamdulillah, setelah melewati moment mendebarkan dimulai dari buka payudara untuk memeriksa kanker payudara hingga adegan buka miss V saya sukses tegang dan keringat dingin. 😰

Maklum, ciri-ciri makhluk hidup tulen loh. ‘peka terhadap rangsang’ 😂

Ini terakhir kalinya ada yang pegang bagian sensitif setelah melahirkan. Jadi saya sukses gugup pemirsa. Sampai ketika adegan tes IVA aku bilang sama petugasnya, “Masih lama ya mba?”

Terus dibilang begini, “Ada sedikit masalah bu”

Bisa dibayangin muka saya pucat pemirsa. 😰

“Kenapa Mba? Positif ya? ” Kata saya.

“Negatif kok mba.. Tapi ada lecet jadi saya olesin obat dulu ya..”

Terpaksa saya pasrah tergolek lebih lama. Tak apa lah, asal negatif. Pikirku. Hihi..

Ternyata mengerikan dan sakit ya tes IVA itu? 

Tidak, abaikan testimoni saya diatas..😂

Karena yang mengalami lecet itu hanya saya. Dan lecet itu bukan karena alatnya tapi diyakini lecet karena senggama. Berdasarkan pendengaran saya ketika menguping Ibu-ibu didepan saya terdengar bahwa tesnya begitu saja. Sebentar dan tidak sakit. Hihihi..

Tes IVA mirip dengan USG transvaginal. Anda yang pernah berpengalaman dengan jenis USG satu ini pasti tau sekali dong. Sakit sedikit, tapi lebih baik sakit sedikit dibanding tidak tau keadaan sama sekali. Betul? 😄

Gimana kalo ditemukan kelainan

Nah, kalau dalam pemeriksaan IVA terlihat kelainan berupa lesi warna putih dengan ukuran tidak melebihi besar kriotip, maka Dokter akan melakukan tindakan krioterapi. Tindakan ini dapat dilakukan dipuskesmas.

Bila bercak putih melebihi kriotip atau sampai keliang senggama maka petugas kesehatan akan merujuk ke rumah sakit.

Apa sih Krioterapi?

Krioterapi itu adalah tindakan pengobatan yang memakai alat kriterapi dengan cara pendinginan supaya terjadi pembekuan untuk menghancurkan sel yang tidak normal.

Setelah Krioterapi ngapain?

Setelah krioterapi, Dokter akan menjadwalkan pemeriksaan ulang pada 1 dan 6 bulan setelah tindakan.

Dimana aja sih bisa tes IVA?

Tes IVA dapat dilakukan ditempat-tempat berikut:

  • Bidan Desa
  • Puskesmas Pembantu
  • Puskesmas
  • Rumah Sakit
  • Rumah Bersalin

Kalau sudah pernah tes IVA mesti rutin tes terus ya?

Wanita yang sudah menikah atau sudah melakukan hubungan seks, perlu melakukan deteksi dini minimal 5 tahun sekali.

Masih malu tes IVA?

Masih takut tes IVA?

Masih merasa itu tidak penting?

Be smart please!

Karena jika Kanker Leher Rahim ditemukan dan diobati pada tingkat dini, yaitu pada tahap perubahan sel (displasia) sampai dengan pra kanker, maka penyakit ini dapat disembuhkan.

DETEKSI DINI SANGAT PENTING!!!!

Sayangi Dirimu.. 😊


Ketika Anakku mengalami Sakit Telinga (Pengalaman Ibu dengan Anak yang terkena Otitis Eksterna dan Otitis Media) 

Ketika Anakku mengalami Sakit Telinga (Pengalaman Ibu dengan Anak yang terkena Otitis Eksterna dan Otitis Media) 

“Ma, telinga Farisha Sakit” 

Begitu kalimat yang terlontar oleh anakku Farisha beberapa bulan yang lalu. Ya, ini memang bukan cerita baru yang aku tulis. Namun, aku tergerak untuk menuliskan hal ini karena aku rasa ‘mungkin’ banyak Ibu diluar sana yang mengalami kejadian sama sepertiku. 

Semoga ceritaku dapat membantu…

Aku langsung melihat kearah telinga kanan Farisha. Tak ada yang aneh, namun aku beranikan menciumnya sambil menyinarinya dengan senter. Aku tak terlalu melihat jelas apa persisnya yang ada didalam. Ah, mungkin kotor. Tapi? Tapi kok bau amis begini? Pikirku. 

Aku kemudian membersihkannya memakai peniti. Ya, aku tak berani membersihkannya memakai cotton bud karena sepengetahuanku memakai cotton bud hanya akan membuat kotoran telinga semakin kedalam. Aku kemudian mengeluarkan kotorannya. Aku memberanikan diri melawan rasa jijik dengan mencium kotorannya. Dan bergumam, “kok bau ya?” 

Ya, bau yang tak biasa. Bukan bau kotoran telinga pada umumnya melainkan bau agak amis. Dan Farisha mengeluh sakit. Aku kemudian memberanikan diri bertanya padanya.. 

“Farisha ada masukin sesuatu ya ketelinga Farisha?” 

Dia hanya menggeleng sambil kesakitan. 

“Farisha ada masuk kekamar om dan main cotton bud ya?” 

Dia menggeleng. Tapi benar, aku menuduhnya bukan tanpa alasan. Aku pernah memergokinya memegang cotton bud dikamar adikku itu. Perasaan cemas pun langsung meliputiku. Aku terus memaksa Farisha mengaku. Namun dia bersikeras bahwa saat itu dia tak sampai benar-benar memasukkan cotton bud kedalam telinga. 

Aku akhirnya menyuruh Farisha istirahat. Selama Farisha tidur, aku tak bisa istirahat. Aku terus memikirkan tentang telinganya dan cotton bud. Ah, kesal sekali aku dengan adikku yang tidak mau disiplin dalam menyimpan barang. Sudah tau aku punya balita! 

Belum lagi rasa kesal itu hilang, tiba-tiba saja Farisha mengigau aneh. Ya dia jarang mengigau, tapi malam itu dia berbicara sendiri sambil tidur. Aku kemudian menyentuh kepalanya. Astaga, demam. Panas sekali badannya. Pikirku. 

Aku menyuruhnya bangun kemudian meminumkannya Paracetamol. Lalu Dia mengeluh lagi, “Mama, telinga Farisha sakit” 

Aku menyentuh daun telinganya hendak menyinari telinganya lagi untuk melihat lubang telinganya. Tapi baru saja aku sentuh sedikit dia langsung menangis lagi.. 

“Mama jangan dipegang sakit..” 

Ya, malam itu aku tak bisa tidur. Memikirkan kira-kira apa mungkin ada kapas didalam telinga Farisha?

Bukan hanya itu, aku lalu mulai mengurutkan kejadian sebelum Farisha sakit telinga hari itu. Berpikir, apa sebenarnya penyebabnya. 

Pagi itu Farisha memang flu. Aku tak terlalu worried. Rhinitis Alergi padaku memang menurun secara genetik pada Farisha. Kami alergi dingin, debu serta bulu kucing. Sehingga ketika pagi hari memang ‘bersin’ adalah rutinitas yang sangat biasa. 

Karena hari itu hari libur aku membiarkannya berlarut-larut tidak mandi. Baru jam 9 pagi dia memintaku mau berendam di baskom. Aku menuruti permintaannya. Kupikir sesekali tak apa menuruti kesenangannya bermain air dibaskom dengan para ikan plastik. Aku membiarkannya lama dikamar mandi. 

Hingga tangannya mengerut dan badannya menggigil. Tapi, wajahnya puas kesenangan. Karena hari libur, kamipun mengajaknya kekebun binatang. 

Dan rasa sakit itu tiba-tiba saja ada sepulang dari kebun binatang. Ada apa gerangan? Pikirku bingung. Kenapa tiba-tiba saja telinganya menjadi bau begini? Seingatku tak terjadi apa-apa dikebun binatang.

Malam itu aku benar-benar tidak bisa tidur hingga pagi..

Pagi harinya aku dikejutkan dengan keluarnya sedikit cairan kuning kehijauan keluar dari telinga Farisha. Aku menciumnya. Baunya amis dan Ya Allah, Farisha kesakitan dan semakin demam. Aku lalu memutuskan untuk membawanya kepuskesmas pagi itu. 

Dipuskesmas, Farisha diberi antibiotik (aku lupa namanya) dan disarankan kedokter bpjs. Memang bpjs Farisha terdaftar pada dokter yang jadwal praktiknya sore. Tapi karena aku tidak sabar dan takut kenapa-kenapa akhirnya aku bawa kepuskesmas dulu. 

Aku lalu meminumkan Farisha obat antibiotik dan anti radang yang diberikan. Namun, Farisha tak kunjung sembuh dan masih merasa sakit walau demamnya mulai berkurang. 

Besok Sorenya aku membawa Farisha ke dokter bpjs. 

“Ada keluar cairan kuning dok, bisa minta rujukan ke THT?” 

Dokter kemudian menulis surat rujukan dengan diagnosanya sementara. Aku berterima kasih dan pulang kerumah. 

Aku membaca hasil diagnosa dokter disurat rujukan tersebut. 

Ya, kau tau sendiri. Tulisan dokter itu jelek tapi untungnya aku sudah cukup berpengalaman dengan tulisan jelek karena sebenarnya tulisanku tak kalah jelek. Haha.. 😅

Tertulis ‘Otitis Media‘. Dan dimulailah kekepoanku ini. Biasa, emak-emak kepo, dikit-dikit om google. 😂

Jadi, Apa itu Otitis Media? 

Otitis media adalah infeksi yang terjadi pada telinga bagian tengah, yaitu ruang di belakang gendang telinga yang memiliki tiga tulang kecil dengan fungsi untuk menangkap getaran dan meneruskannya ke telinga bagian dalam.

Semua orang bisa mengalami otitis media, namun kondisi ini lebih umum terjadi pada anak-anak berusia di bawah 10 tahun dan pada bayi berusia 6-15 bulan. Menurut perkiraan, sekitar 25 persen anak-anak mengalami otitis media sebelum berumur 10 tahun. 

Ya, Farisha banget. Pikirku. 

Bagaimana gejalanya?

Apakah sama dengan yang dialami Farisha? Berikut gejalanya:

  • Sering menarik, menggenggam, dan menggaruk telinga
  • Mengalami demam
  • Tidak mau makan
  • Mudah marah atau rewel
  • Mengigau saat tidur
  • Gejala berikutnya telinga sakit, mengeluarkan cairan hijau dan berbau

Jika sudah seperti gejala terakhir diharapkan SEGERA membawa kedokter supaya tidak terjadi komplikasi lebih lanjut. Karena Rasa sakit yang diakibatkan oleh infeksi ini terjadi karena peradangan dan penimbunan cairan di telinga bagian tengah. Ini bahaya Ibu-ibu.. 😰

Apa yang terjadi jika Otitis media tidak ditangani?

Jika otitis media tidak ditangani, pada kasus yang langka dapat menyebabkan beberapa komplikasi:

1. Infeksi yang menyebar ke tulang telinga

2. Infeksi yang menyebar ke cairan sekitar otak dan saraf tulang belakang

3. Kehilangan pendengaran permanen

4. Pecahnya gendang telinga.

Serem banget ya Ibu-ibu.. 😰

Kalau dalam bahasa familiarnya kita mengenal penyakit ini dengan sebutan Congek. Dan dalam bahasa banjar dikenal dengan sebutan ‘Becorekan’ 

Kenapa sih bisa kena Otitis Media? 

Sebagian besar kasus otitis media muncul karena terjadinya infeksi akibat virus atau bakteri. Kondisi ini akan menyebabkan terjadinya penimbunan mukosa atau lendir di telinga tengah dan mengganggu fungsi penyampaian suara ke telinga bagian dalam.

Tuba Eustachius adalah saluran yang berfungsi untuk menyalurkan udara ke dalam telinga bagian tengah. Pada anak-anak, saluran ini ukurannya lebih sempit dibandingkan dengan yang ada pada orang dewasa. Karena itulah anak-anak lebih rentan terkena otitis media.

Farisha sangat beralasan terkena otitis media. Hal ini karena disamping dia masih kecil juga karena riwayat rhinitis alergi yang menurun dariku. Ya, anak dengan riwayat alergi lebih rentan terkena otitis media. Karena anak seumur Farisha tidak bisa mengeluarkan ‘ingus’ dengan benar. Sedangkan kita tahu bukan, bahwa hidung, telinga dan tenggorokan saling berhubungan. 

Lalu, Bagaimana cerita lanjutan pengobatan Farisha? 

Ya, besok harinya aku kedokter THT dengan bekal ilmu om google malam harinya supaya bisa ‘nyambung’ berkomunikasi dengan Dokter. Biasalah, aku suka rada sok pinter dikit getooh.. 😂

Setelah lama mengantri (tau sendiri kan pasien bpjs sih sejibun Bu). Aku dan Farisha masuk dan Farisha langsung disuruh berbaring sambil kemudian ditanya. 

“Telinga yang mana yang sakit ini?” 

“Yang kanan Dok, kemarin sempat keluar cairan kehijauan dan bau. Sekarang dia bilang masih sakit telinganya” aku sengaja menjawab supaya Farisha tidak berceloteh ngalor ngidul seperti igauannya beberapa malam itu. 😂

“oke.. dibersihkan dulu yaaa..” kata Dokter sambil mempersiapkan peralatan membersihkan telinga. 

Setelah dibersihkan, Dokter lalu bertanya pada Farisha, “Masih sakit?” 

Farisha menggeleng. Aku bertanya pertanyaan serupa, takut dia berbohong pada dokter. Tapi Farisha dengan tegas bilang “Sudah ga sakit lagi ma” 

Sebenarnya aku bingung bercampur senang karena setau dan seyakinku anakku terkena Otitis Media karena sempat mengeluarkan cairan hijau ditelinga dan segala gejalanya membenarkan hal itu. Akhirnya aku bertanya kepada dokter untuk meyakinkan kembali. 

“Dok, gendang telinga anak saya gapapa ya?” 

Dokter berkata dengan santai “Gapapa itu, cuma kotor aja” 

Aku meyakinkan lagi “Tapi kenapa sempat bau dan sakit ya dok? Bau amis begitu?” 

Dokter masih menjawab dengan santai “Ah, itu kotor aja makanya bau. Masih sakit ga telinganya, dipegang gini sakit ga?” tanya dokter sambil memegang-megang daun telinga Farisha. 

“Enggak Dokter” kata Farisha. 

Dan aku speachless… Hilanglah perdebatan yang sudah emak siapkan berbekal om google malam tadi.. Hahahaha.. 😂

Tapi yang namanya emak kepo ya nanya lagi aja. 

“Tapi dok, diagnosanya bukannya Otitus Media ya? Dan gejalanya sama dok, telinganya itu bau loh dok..dan kemarin sakit”  (nanya ulang-ulang, ah pede aja) 

Dan sesantai tadi pula dokter lagi-lagi menjawab, “Bukan, ini enggak papa telinganya. Gendang telinganya juga tidak masalah” 

Akhirnya, walau masih banyak pertanyaan berkecamuk didiriku. Aku memutuskan untuk berterima kasih dan pulang. 

Ya, tanpa obat. Farisha dinyatakan tidak bermasalah dan sembuh. Aku kemudian mengambil kesimpulan bahwa mungkin ketika aku membawa Farisha ke Dokter THT waktu itu bisa saja obat antibiotik yang diberi Puskesmas bekerja dengan baik dan mengobati Otitis Media pada anakku sehingga tidak sampai merusak gendang telinganya. 

Apakah masalah sudah selesai? 

Ternyata belum pemirsa. 

Satu setengah bulan kemudian setelah pulang dari THT aku mencium aroma amis itu lagi dari telinga kanan Farisha. Aku kemudian menyinari telinganya dengan senter dan mendapati sedikit cairan kuning agak ‘cair’ yang berbau. Dan esok harinya aku langsung membawanya ke Dokter Bpjs. 

“Kemarin kata Dokter THT-nya apa?” 

“Katanya bukan Otitis Media Dok, tapi kotor aja. Tapi kemudian saya pikir mungkin aja waktu itu obat antibiotiknya sudah bekerja sehingga terlihat tidak apa-apa” 

“Kalau begitu mungkin tidak apa-apa bu” 

“Tapi telinganya bau Dok, dan baunya amis. Berbeda dengan telinga kirinya. Bukannya bau menandakan ada bakteri atau infeksi ya Dok?” sanggahku sambil dalam hati bergumam… 

Cium Dok.. Cium telinganya kalo ga percaya.. 😣

(Ya, maklum pemirsa.. Emak-emak sih gitu gayanya..) 😅

Akhirnya sang Dokter menyinari telinga Farisha memakai senter dan melihat sejenak lubang telinganya. Dokter akhirnya mengeluarkan obat tetes telinga dari lemarinya. 

“Dua tetes ya bu, tiga kali sehari.. Obat ini antibiotik. Dipakai seminggu secara teratur untuk mengeluarkan bakteri..”

Ya..ini yang aku tunggu pikirku.. Sebenarnya malam hari sebelum itu aku meneruskan kekepoanku lagi dengan membaca Google. Aku curiga, mungkin sekarang ini bisa saja anakku terkena Otitus Eksterna. Karena dia tidak kesakitan dan lubang terlinganya agak berselaput. Aku mengambil kesimpulan bahwa harus melakukan sesuatu dengan bakteri yang ada dilubang telinga anakku. Dan Obat ini adalah jawabannya. 

Oke, berikut keterangan lebih lanjut yang tertera pada obat:

Obat Tetes Telinga ErlaMycetin yang mengandung Chloramphenicol base 1% dalam larutan. 

Chloramphenicol adalah antibiotika spektrum luas, bekerja sebagai bakteriostatik terhadap beberapa spesies fan pada keadaan tertentu bekerja sebagai bakterisida. 

Indikasi: Infeksi superfisial pada telinga luar oleh bakteri gram positif atau gram negatif yang peka terhadap Chloramphenicol. 

Cara Pemakaian: Teteskan kedalam lubang telinga 2-3 tetes, 3 kali sehari. Atau menurut petunjuk Dokter. 

Peringatan dan Perhatian:

  • Hindarkan penggunaan jangka panjang karena dapat merangsang hipersensivitas dan superinfeksi oleh kuman resisten
  • Obat tetes ini hanya bermanfaat untui infeksi yang sangat superfisial, infeksi yang memerlukan terapi sistemik.

Efek samping: Iritasi lokal seperti gatal, rasa panas, dermatitis vesikuler, dan mokulopapular. 

Selama seminggu memakai obat ini secara teratur telinga Farisha bersih dan tak berbau lagi. Walau dalam proses pemakaiannya sempat mengalami beberapa kali rasa gatal. 

Alhamdulillah.. This is THE END. 

Jadi, apalagi itu Otitis Eksterna? 

Otitis itu sebenarnya adalah Radang telinga. Otitis dapat dikategorikan berdasarkan lokasi tempat terjadinya peradangan. Apabila infeksi terjadi di liang telinga bagian luar maka diklasifikasikan sebagai otitis eksterna. Sedangkan apabila infeksi terjadi di liang telinga bagian tengah, maka diklasifikasikan sebagai otitis media, yang biasanya disebabkan oleh robeknya gendang telinga yang disertai infeksi. Apabila infeksi terjadi pada telinga bagian dalam, maka diklasifikasikan sebagai otitis interna. Gimana? Ngerti kan? 

Trus, kenapa sih aku curiga anakku kena Otitis Eksterna? Hal ini karena gejalanya mirip. Anakku tidak mengeluh kesakitan tapi liang telinga luarnya agak berselaput dan ketika dicium berbau amis. 

Bagaimana mencegah Otitis Media maupun Otitis Eksterna? 

Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko terkena otitis:

1. Jauhkan anak-anak dari lingkungan yang penuh asap atau berada di lingkungan perokok

2. Lengkapi vaksinasi pada anak-anak sesuai jadwal, terutama vaksin pneumokokus dan vaksin DTP/IPV/Hib

3. Utamakan pemberian ASI, bukan susu formula

4. Menghindari kontak langsung dengan anak-anak yang sedang sakit atau terserang infeksi

5. Jangan memberi makan pada anak saat mereka berbaring

6. Setelah anak berusia 6-12 bulan, jangan memberikan dot pada mereka.

7. Usahakan mengeluarkan ‘ingus’ dengan benar saat anak flu. 

Demikian Tulisan dari Ibu dengan pengalaman anak yang pernah terkena Otitis Eksterna dan media. Semoga dapat membantu. 😊

Disclaimer! 

Obat yang digunakan pada artikel ini diharapkan tidak digunakan tanpa resep Dokter. Jika anak anda mengalami gejala yang sama seperti diatas harap hubungi Dokter. 

Sumber bacaan : alodokterdotcom, idai.or.id

Sumber gambar 

Sakit Buang Air Kecil? Jangan dibiarkan! Ada Uricran! 

Sakit Buang Air Kecil? Jangan dibiarkan! Ada Uricran! 

Ada yang pernah mengalami gejala seperti dibawah ini? 

1. Buang air kecil berkali-kali dan sangat sering serta tidak tertahankan. Durasi Buang air kecil sekitar 3-4 kali dalam satu jam.

2. Air pipis yang dikeluarkan sangat sedikit. 

3. Kemudian menimbulkan gejala nyeri panggul dan sakit.

4. Hingga_Ketika buang air kecil terkadang ada sedikit darah yang keluar kemudian badan terasa demam. 

Ada apa gerangan? Bisa jadi, anda terkena Anyang-anyangan atau dalam istilah kedokteran disebut juga Infeksi Saluran Kemih

Apa itu? Infeksi saluran kemih adalah infeksi bakteri yang mengenai bagian dari saluran kemih. 

Penyebab Infeksi saluran kemih atau anyang-anyangan secara umum adalah akibat dari masuknya bakteri E-Coli kedalam saluran kencing. Bakteri ini berada di Usus Besar dan ikut keluar melalui anus pada saat kita buang air besar. Anyang-anyangan dapat diderita oleh pria maupun wanita. Namun kebanyakan yang mengalaminya adalah wanita karena jarak vagina dan anus yang sangat dekat akhirnya memungkinkan bakteri tersebut dapat memasuki saluran kencing wanita.

Nah, apa sih yang bisa menyebabkan bakteri E-Coli ini dapat masuk?

1. Melakukan cara pembilasan buang air besar serta buang air kecil yang salah. Cara membersihkan BAB dan BAK yang salah akan menyebabkan bakteri E-Coli masuk pada saluran kencing wanita. 

2. Alat kontrasepsi juga dapat beresiko menyebabkan masuknya bakteri ke saluran kencing, khususnya pada alat kontrasepsi diafragma yang menyebabkan pengosongan urine tidak berjalan dengan lancar, sebab ada tekanan pada uretra.

3. Pada wanita yang sudah menikah bakteri ini juga rentan masuk kedalam salurah kemih. Hal ini dikarenakan saat berhubungan kondisi masing-masing pasangan kurang bersih. Penyebab lainnya adalah tidak buang air kecil setelah berhubungan badan. 

4. Sering menahan pipis serta tidak menjaga kebersihan celana dalam juga dapat menyebabkan bakteri E-Coli dapat masuk lama kelamaan. 

5. Toilet yang digunakan tidak bersih. Air yang digunakan untuk membersihkan Miss. V kurang bersih dan mengandung bakteri E-Coli. 

5. Selain itu, Penderita Diabetes ternyata juga rentan terkena anyang-anyangan. Hal ini karena kurangnya sistem imun tubuh. 

Sekedar berbagi pengalaman, bahwa aku pernah mengalami anyang-anyangan. Rasanya benar-benar tidak enak. Aku tidak bisa jauh-jauh dari toilet untuk terus BAK. Kemudian aku membiarkannya karena berpikir mungkin ini reaksi pergantian pil KB. Aku pun berhenti mengkonsumsi pil tersebut untuk menghentikan gejala awal itu. 

Ternyata penyakit itu masih saja menempel. Hal yang menakutkan sekali adalah ketika saya BAK tiba-tiba ada sedikit darah yang keluar dan pinggulku terasa sakit. Malamnya, saya demam. 

Aku kemudian memutuskan untuk melakukan terapi air putih keesokan harinya. Memang keluargaku menyarankan untuk kedokter. Tapi aku takut karena ini berkaitan dengan ‘barang vital’. Akhirnya aku memutuskan untuk meminum segelas air putih 30 menit sekali dan tidak menahan BAK sebisa mungkin. 

Selama 3 hari melakukan terapi air putih akhirnya aku sembuh. Aku menemukan cara ini pada salah satu artikel kesehatan yang aku baca. Akupun akhirnya menemukan penyebab anyang-anyangan yang terjadi padaku. Yaitu karena tidak buang air kecil selesai berhubungan intim. 

Sebelum menikah aku tidak pernah mengalami anyang-anyangan. Ketika hamil 7 bulan aku memang sering BAK tapi hal itu masih tergolong wajar karena tidak terasa sakit. Bahkan ketika pasang keteter saat pasca operasi cesar pun aku tidak mengalaminya. Karena itu, aku sangat yakin bahwa penyebab anyang-anyangan yang pernah kuderita karena tidak buang air kecil selesai berhubungan intim. 

Kenapa harus pipis selesai berhubungan? Karena saat kita berhubungan bisa jadi terjadi proses masuknya bakteri E-Coli pada saluran kemih. Jika selesai berhubungan kita hanya membersihkan Miss. V secara biasa tanpa BAK sebelumnya maka akan menyebabkan bakteri E-Coli berlanjut masuk kedalam saluran kemih. 

Aku yang pernah mengalami anyang-anyangan tentu sekarang merasa jera. Hal yang dapat aku lakukan untuk mencegah hal itu terjadi lagi adalah dengan menerapkan pola kebersihan diatas standar biasa. Beberapa hal yang aku lakukan antara lain adalah:

1. Membersihkan Miss. V dengan benar, yaitu dengan membersihkannya dari depan kebelakang. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kontaminasi bakteri jahat dari anus. Setelah bersih keringkan Miss. V dengan handuk bersih. 

2. Sering minum air putih dan tidak pernah menahan pipis. 

3. Selalu BAK selesai berhubungan intim. 

4. Menjaga kebersihan celana dalam hingga Toilet. 

Namun, trauma itu masih ada. Kupikir terapi air putih serta hal diatas tidaklah cukup untuk menghilangkan ketakutan pada anyang-anyangan selamanya. 

Karena itu aku mulai berinisiatif untuk melakukan tindakan pencegahan. Aku mulai mencari tau tentang obat alami untuk mencegah anyang-anyangan. 

Dan itu adalah Buah Cranberry!

Cranberry dengan nama latin Vaccinium oxycoccos adalah tanaman jenis berry yang termasuk jenis tanaman semak yang tumbuh liar. Konon, buah ini diketahui khasiatnya sejak zaman nenek moyang indian kuno sebagai obat luka. Beberapa tahun belakangan Cranberry digunakan sebagai sumber vitamin untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah sariawan hingga sebagai antioksidant. 

Jus Cranberry efektif mencegah Infeksi Saluran kemih. Antioksidant dalam buah Cranberry yang disebut proanthocyanidins dapat mencegah pertumbuhan bakteri E-Coli. Antioksidant ini dikenal memiliki sifat anti-adhesi yang membuat bakteri tidak akan menempel pada saluran kemih, sehingga mencegah bakteri menularkan infeksi. 

Kebetulan didaerah saya buah Cranberry ini tidak ada. Setelah saya browsing ternyata ada loh ekstrak buah Cranberry ini.  Wow! 

Itu adalah Uricran. Bukan hanya mencegah. Uricran juga terbukti dapat mengobati anyang-anyangan. 

Uricran sendiri terdiri dari bentuk kapsul dan serbuk minuman. Kamu suka yang mana? Aku jelas suka yang kapsul dong. Karena kalo yang serbuk bisa-bisa anakku ikutan mau minum lagi. Warnanya itu loh, menggoda. Hihi.. 

Tentu ini adalah salah satu solusi alami pelengkap yang sangat menenangkan hati agar anyang-anyangan menjauh dari hidupku selamanya. 

Jadi, buat kamu yang terkena gejala anyang-anyangan. Yuk, mulai pola hidup bersih, konsumsi air putih yang cukup, jangan pernah menahan pipis dan pastinya konsumsi Uricran agar anyang-anyangan menjauh selamanya. 😊

IBX598B146B8E64A