Browsed by
Category: Kesehatan

Mengulas informasi kesehatan dari pengalaman penulis

Konsultasi Gigi Gratis di Masa Pandemi? Bisa!

Konsultasi Gigi Gratis di Masa Pandemi? Bisa!

“Ya ampun, gak bisa lagi dah ke dokter gigi hari ini. Udah 3x antri loh dari minggu kemarin” Keluh temanku saat itu

“Ya gimana juga ya, di masa begini dokternya juga jadi gak punya pilihan. Pasien musti dibatasi. Aku aja dari kemarin mau perawatan saluran akar, kudu berangkat satu jam lebih awal biar dapet nomor antrian”

“Ya tapi gimana dong aku kan mau konsultasi aja. Masa dipersulit banget..huhu”

Wait.. Konsultasi? Duh hari gini, semua serba online bisa dong!

Gak Percaya?

https://www.instagram.com/p/CbtcMqipkQ4/?utm_source=ig_web_copy_link

Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2022 bersama Pepsodent 

Jadi, tanggal 22 Maret 2022 kemarin aku tuh ikutan webinar seru dari Pepsodent. Gimana gak seru kalo saat itu adalah Hari Kesehatan Gigi dan Mulut. Mana aku langsung kepo banget kan, soalnya pepsodent tuh tiap event begini pasti deh ada inovasi terbaru. Dan pastinya, nara sumber yang diundang selalu yang materinya daging banget.

Sebelum ini aku juga pernah ikutan webinar yang diadakan Pepsodent di Hari Kesehatan Gigi dan Mulut dengan seruan untuk #SikatGigiSekarang. Nah, kali ini tak sekedar tentang sikat gigi sekarang aja. Hmm.. Tapi sebelum itu kita simak dulu yuk materi yang dipaparkan pada webinar kemarin.

Tau gak sih.. Berdasarkan riset kesehatan dasar, 94,9% masyarakat perkotaan tidak pernah ke dokter gigi dalam setahun terakhir. Persebaran dokter gigi yang belum merata serta faktor biaya juga menjadi hambatan bagi masyarakat untuk rutin berkonsultasi ke dokter gigi. Yup, aku sendiri saja dulu sangat takut loh ke dokter gigi. Bukan karena sakit atau gugup dengan peralatan dokter gigi tapi karena takut banget kalau duit di dompet aku gak cukup. Hahaha. Jadi belum apa-apa, udah pesimis duluan. 

Akibatnya, dari 57% masyarakat yang mengalami permasalahan gigi dan mulut, hanya 10,2% yang berkunjung ke dokter gigi. Itu pun umumnya karena sudah merasa sangat kesakitan. Sehingga ujung-ujungnya.. Giginya haru dicabut!! OH NOOOO!

Makanya.. Menteri Kesehatan Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin yang turut hadir untuk membuka acara menekankan, “Masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia terbilang masih sangat tinggi. Beberapa faktor penyebabnya antara lain kurangnya kesadaran, rasa enggan, dan kesulitan akses ke tenaga profesional. Terlebih dengan adanya pandemi COVID-19, kita harus mengubah cara pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Edukasi dan sinergi dari berbagai pihak, termasuk kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut akan membuka harapan untuk mencapai target Indonesia Bebas Karies 2030. Pada Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia ini, saya mengapresiasi inisiatif Unilever Indonesia bersama FDI World Dental Federation dengan PDGI untuk berkolaborasi membantu masyarakat mendapatkan akses perawatan gigi dan mulut melalui layanan teledentistry serta edukasi melalui kampanye terbarunya. Mari wujudkan Indonesia Cemerlang, Bebas Gigi Berlubang!“

Pernyataan ini pun ditanggapi oleh drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Head of Professional Marketing Beauty and Personal Care Unilever Indonesia ”Percaya bahwa setiap senyuman begitu berarti, Pepsodent dan PDGI siap berbagi peran mendukung pemerintah melalui program kesehatan gigi dan mulut secara berkelanjutan. Melalui kampanye ‘Jangan Tunggu Sampai Sakit Gigi, #KonsultasiGigiSekarang’, kami ingin membangun kesadaran bahwa menunda ke dokter gigi dapat menyebabkan masalah yang lebih besar. Tidak hanya dari sisi biaya yang pasti akan membengkak, permasalahan juga akan terus terekskalasi hingga risiko terburuk, yaitu gigi tanggal. Tercatat rata-rata pada usia 35-44 tahun masyarakat Indonesia sudah kehilangan 2 giginya, jika tidak ada perubahan kebiasaan merawat gigi dan mulut dengan benar serta rutin berkonsultasi ke dokter gigi, keadaan ini bisa semakin memprihatinkan. Faktanya, rata-rata di usia 65 tahun masyarakat Indonesia sudah kehilangan 11 giginya.

Yup, ini memang fakta sih buat circle sekeliling aku. Banyak banget yang menunda ke dokter gigi saat sadar giginya rusak. Malah ada yang terang-terangan bilang, “Aku males banget ah nambal gigi ini bolak balik capek buat perawatan. Mending biarin aja rusak terus nanti dicabut”

Yhaaa.. Seakan-akan kehilangan gigi itu adalah hal biasa dan harus diterima. Padahal, kalau masih bisa dijaga dan dirawat kenapa harus dicabut? Ya gak sih.

Pepsodent Perluas Akses Konsultasi Gigi Gratis ke Jutaan Masyarakat Indonesia

drg. Usman Sumantri, MSc, Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menjelaskan, “Saat ini jumlah dokter gigi di Indonesia masih belum ideal. Jika dibandingkan dengan rekomendasi WHO yaitu 1 dokter gigi untuk 7.500 orang, di Indonesia faktanya 1 dokter gigi bertugas melayani 9.565 orang. Selain itu, keberadaan dokter gigi, terlebih dokter gigi spesialis, memang masih terpusat di perkotaan. Dari data-data ini terlihat bahwa ketidaksetaraan akses terhadap dokter gigi masih menjadi masalah. Beberapa langkah strategis yang bisa diambil antara lain adalah meningkatkan produksi lulusan dokter gigi dengan cara menambah program studi Kedokteran Gigi dan spesialis, serta peran Pemerintah Daerah untuk menyediakan sarana dan prasarana penunjang kerja yang baik.”

Mendengarkan itu aku sambil angguk-angguk membenarkan sambil berkata, “Ya ampun bener banget.”

Tanganku langsung bersiap untuk mengetikkan pertanyaan.

Jadi, sekitar 2 bulan ini aku selalu bolak-balik ke dokter gigi. Kalian tau gak kenapa?

Ini related sama kecelakaan yang aku alami hampir 2 tahun yang lalu. Jadi, saat itu gigi depan aku itu ujungnya sedikit tanggal. Dan, aku gak mau malu dong. Langsung 2 minggu kemudian ditambal estetik. Nah, ternyata setahun kemudian gusi tempat gigi yang ditambal itu mengalami perubahan. Terlihat ada gelembung kecil disana. Akupun langsung ke dokter gigi untuk memeriksanya. Dan dokternya bilang, “Ini Abses mba. Di rontgen dulu ya jadi kita tau kerusakannya seperti apa.”

Dan, aku pun rontgen gigi. Kata dokter sih, gigiku masuk kategori aman saja cuma perlu perawatan akar. Dan yang bisa menanganinya hanya Spesialis Endodensi. Yang mana, ternyata di kotaku sendiri hanya ada 1 dokter yang spesialist demikian. Virus Omikron pun semakin meluas sehingga dokter ybs terpaksa membatasi jumlah pasien. Sudah 7x kali lebih aku bolak balik ke rumah sakit tapi selalu tidak kebagian, hiks. Survei tempat praktik gigi mana yang bisa menangani, biarpun bayar maha tapi berakhir nihil. Sedih sekali. Padahal inisiatif untuk menangani gigi ada tapi, fasilitas tidak mendukung. Ya iya dong, dari data indonesia saja.. Satu dokter gigi untuk 9565 orang. Bagaimana untuk spesialist endodensi? Huhu.

Aku sering banget melamun kalau lagi senggang. Mikir, andai aja bisa konsultasi gigi online. Sekedar pelipur lara kalau aku curhat dan meyakinkanku kalau gigiku enggak papa. Bukannya kenapa, sering banget loh mimpi gigi depan itu lepas. Terus aku pegang kan. Alhamdulillah memang gak goyang sih tapi tentu saja gelembung kecil itu lumayan mengganggu. 

Banyak banget aku curhat yah! HAHA

Alhamdulillah.. Sejalan dengan kebutuhan yang tinggi demikianlah, Pepsodent bersama PDGI memperluas akses pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi semua orang melalui layanan teledentistry gratis “Tanya Dokter Gigi by Pepsodent” (di nomor WhatsApp: 0878-8876-8880). Program ini diluncurkan pada 2020, hingga kini tercatat 21.488 sesi layanan telah diberikan, dengan tingkat kepuasan yang sangat baik. 

Waah, aku kemana aja iniiii.. Kok baru tau. XD

Nah, Selama 1 April – 30 Juni 2022, konsultasi akan diberikan oleh ribuan dokter gigi dari 100 PDGI cabang. Secara khusus, 23 PDGI cabang juga akan memberikan edukasi dan tindakan perawatan kepada masyarakat. Selain itu, 300 orang “Pepsodentist”, yaitu relawan dokter gigi swasta di seluruh penjuru Indonesia yang akan ditampilkan dalam Dentist Locator di situs Tanya Pepsodent juga akan ikut berpartisipasi. Para “Pepsodentist” bahkan berkomitmen memberikan perawatan pembersihan karang gigi ringan dalam jumlah terbatas kepada masyarakat. 

Mendengar hal ini, tentunya aku senang banget dong. Gak sabar untuk menunggu tanggal 1 April supaya bisa konsultasi gigi gratis. 

Pengennya Sih, Punya Gigi Cantik Kayak Maudy Koesnaedi

Aww, nara sumber kali ini juga ada Mbak Maudy Koesnaedi. Tau dong yah sama Selebritas Cantik ini. Senyumnya itu loh, Giginya cantik semua.. Kan, jadi pengen punya gigi cantik plus rapi begitu juga. Tapi, yang namanya gigi sehat, cantik, rapi itu perlu dirawat rutin loh.

Maudy Koesnaedi, selebritas dan ibu satu anak berbagi pengalaman, “Pergi ke dokter gigi sudah menjadi rutinitasku dan keluarga, sehingga aku dapat terhindar dari berbagai permasalahan gigi dan mulut, termasuk gigi tanggal. Namun memang masih banyak masyarakat yang belum melakukannya karena berbagai kendala. Layanan teledentistry ‘Tanya Dokter Gigi by Pepsodent’ menjadi solusi yang tepat, mudah, dan sangat bermanfaat bagi semua orang. Apalagi ada fitur video call yang membuat sesi konsultasinya jadi lebih efektif dan menyeluruh. Jangan tunda lagi, cegah sakit gigi dengan memanfaatkan kesempatan ini!”

Mbak Maudy Koesnaedi pun berbagi cerita tentang caranya menjaga kesehatan giginya dn keluarga. Dia memang rutin ke dokter gigi 6 bulan sekali. Bahkan, ketika ada sedikit keluhan dia selalu kontrol. Termasuk itu memanfaatkan layanan teledentistry ‘Tanya Dokter Gigi by Pepsodent’.

drg. Usman Sumantri, MSc, Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), menegaskan teledentistry sebagai alternatif bagi masyarakat untuk lebih mudah mengakses dokter gigi. Beliau juga mengingatkan bahwa konsultasi sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional agar kesehatan gigi dan mulut dapat terjamin dengan baik.

Nah, dari pemaparan nara sumber. Aku sih semangat banget buat punya gigi cantik, rapi dan sehat. Yah, paling enggak terhindar dari kerusakan.

Thats why, yuk “Jangan Tunggu Sampai Sakit Gigi, #KonsultasiGigiSekarang”

https://www.instagram.com/p/CbtcMqipkQ4/?utm_source=ig_web_copy_link

Karena gigi itu investasi. Hidupmu gak akan pernah sama lagi kalau gigimu sudah rusak. 

Nah, pada penasaran kan gimana kemasan pepsodent terbaru yang bikin kita bisa konsultasi gigi gratis?

Tadaaa

Mata Lelah dan Kabur? Jaga Kesehatan Mata dengan 5 Hal Sederhana

Mata Lelah dan Kabur? Jaga Kesehatan Mata dengan 5 Hal Sederhana

Belakangan, suamiku mengeluh hal yang tidak biasa. 

Ya, kalau biasanya setelah lelah bekerja di komputer seharian suamiku meminta pijat area pinggang. Sekarang dia cuma ingin melakukan satu hal. 

Memejamkan mata dan istirahat. 

Katanya, matanya sedikit kabur belakangan ini. Sehingga setelah bekerja, ia tidak bernafsu untuk sekedar menonton film atau memainkan gadget. 

Lantas, sebagai seorang istri aku harus bagaimana? Hiks

Risiko menjadi Programmer: Sering Mengalami Astenopia

Belakangan, aku sering bertanya tentang kondisi penglihatannya. Apakah benda dekat ini terlihat jelas? Apakah kau bisa melihat benda jauh disana? Apakah bisa membaca tulisan di novel ini? Bagaimana wajahku? Apakah sudah terlihat kerutannya? Haha

Tapi, semuanya normal. Kecuali, ia memang tidak pernah bisa membaca tulisanku yang jelek. Yah, its so normal. 🤣

Penglihatannya hanya kabur ketika ia kelelahan bekerja. Maklum, suamiku adalah seorang proggrammer yang kadang harus 12 jam memelototi komputer dengan kode-kode hitam memusingkan. Jika aku menjadi dia, mungkin saja aku akan mengalami hal yang sama. 

Secara riwayat kesehatan, kami berdua tidak memiliki keturunan mata minus ataupun permasalahan yang lain. Aku pun mulai mencari tau apa sebenarnya hal yang terjadi pada suamiku. Akhirnya, aku berkenalan pada istilah Astenopia. 

Astenopia adalah kondisi kelelahan mata atau mata lelah. Astenopia adalah kondisi umum yang terjadi saat mata kita lelah karena penggunaan yang intens. Menatap layar komputer untuk waktu yang lama atau berusaha untuk melihat dalam cahaya redup adalah penyebab umum dari astenopia. 

Gejala astenopia antara lain adalah adanya rasa lelah, kemang atau berat pada mata (mengantuk), pusing, mata merah hingga disertai dengan penglihatan yang kabur. 

Meski gejalanya hanya sesekali, tetapi jika ini dibiarkan akan berakibat fatal pada kondisi kesehatan mata. Lantas, aku harus bagaimana? 

Lima Hal yang Aku Lakukan Untuk Menjaga Kesehatan Mata

Setidaknya, ada 5 hal yang aku lakukan untuk menjaga kesehatan mata suami. Antara lain adalah:

1. Mengatur ulang Cahaya Pada Gadget

Pencahayaan yang baik saat membaca maupun menggunakan komputer itu sangat penting untuk menjaga kesehatan mata. Terlihat sepele memang tapi itu benar-benar bekerja. 

Dulu, aku juga pernah merasakan hal sama dengan suamiku. Saat itu, aku masih kuliah dan sedang sibuk mengerjakan skripsi. Aku tidak pernah memperhatikan bagaimana cahaya yang baik untuk komputer dan mata. Aku hanya menggunakan semaksimal mungkin. Ternyata itu tidak baik. Setelah aku atur ulang menjadi medium, mataku berangsur membaik. 

2. Istirahat secara rutin

Segala obat dari rasa lelah memang istirahat. Termasuk itu rasa lelah pada mata. Jadi, ketika suami sudah lelah bekerja di depan komputer.. Usahakan dia bisa rebahan dengan maksimal. Tanpa TV ataupun mainan gadget. 

Biasanya, dalam gejala astenopia ringan segalanya bisa kembali normal ketika sudah maksimal beristirahat. Tidur cukup dengan lampu yang dimatikan juga merupakan hal yang memberi kenyamanan pada mata. 

3. Mengompres Mata Lelah

Ini adalah hal receh yang biasa aku lakukan ketika aku mengalami alergi. Ya, aku memiliki riwayat rhinitis, yang mana jika sudah kambuh.. Aku bisa pilek tanpa henti disertai dengan mata yang berair. 

Ternyata, mengompres mata dengan air hangat juga bisa mengurangi kemang pada mata yang lelah. Kita bisa mendiamkan sebentar kompresnya pada mata lalu rasakan mata yang kembali nyaman dan segar. 

4. Memelihara Kebersihan Tangan

Apa hubungannya kebersihan tangan dan kesehatan mata? 

Tentu ada. 

Tanpa kita sadari, kita menyentuh wajah tak terhitung loh setiap harinya. Apalagi mengucek mata. Pasti tanpa sadar sering dilakukan. 

Oleh karena itu, kita perlu sering mencuci tangan. Karena, bisa jadi mata kita sakit dan tidak nyaman ketika ada kuman yang masuk kedalamnya. 

5. Mengonsumsi Nutrisi yang Baik untuk Mata

Vitamin A dikenal sebagai nutrisi yang baik untuk mata. Sehingga segala makanan yang mengandung vitamin A selalu diklaim sebagai kunci untuk nutrisi kesehatan mata. 

Kita selalu mengutamakan makanan wortel untuk kesehatan mata. Dongeng kelinci yang memiliki mata sehat selalu melatar belakangnya. Tapi tahukah bahwa perpaduan dari Lutein dan Zeaxanthin merupakan salah satu nutrisi terbaik bagi mata? 

Ya, perpaduan Lutein dan Zeaxanthin belakangan diketahui dapat menjaga kesehatan makula dan retina pada mata. Sehingga diklaim bahkan bisa mencegah kerusakan mata dan penyakit mata lainnya. 

Dan aku kini sudah tau bahwa kini ada nutrisi vitamin mata yang mengandung keduanya. Namanya adalah Eyevi. 

Eyevi, Nutrisi Kesehatan Mata dengan Kombinasi Rasa Bill Berry dan Red Beet

Finally, aku sudah menemukan nutrisi tambahan yang komplit untuk kesehatan mata. Eyevi yang mengandung Lutein, Zeaxanthin, Blue Green Algae, Vit B Complex, Vitamin A dan Vitamin C. 

Eyevi ini sangat enak dikonsumsi karena berbentuk sebagai minuman serbuk. Yang mana kombinasi Ekstrak Anggur, Red Beet, dan Bill Berry membuat rasanya menjadi manis dan enak. 

Suamiku sudah mencobanya dan ia sangat suka dengan rasanya. Adapun khasiat yang mulai terasa adalah mata lelah mulai berkurang. Semoga, penglihatan yang kabur saat kelelahan juga mulai berkurang. 

Aku juga sudah mencoba rasanya. Untuk sekedar menjaga kesehatan mata aku sangat menikmati rasa dan khasiatnya. Karena aku juga bekerja sebagai blogger dan konten kreator. Sehingga mah tidak mau jadi sering terpapar gadget. 

Eyevi juga sudah memiliki nomor BPOM. Jadi, jangan khawatir dengan keamanannya ya. 

Nah, itu dia pengalamanku untuk menjaga kesehatan mata. Kalau kalian bagaimana? Pernahkah mengalami gejala Astenopia? Sharing denganku yuk! 

Pentingnya Manajemen Kebersihan Saat Menstruasi

Pentingnya Manajemen Kebersihan Saat Menstruasi

“Ma, kok baju mama merah gitu?” 

Pica bertanya bingung padaku hari itu. Saat itu, usianya masih 6 tahun. Itu adalah kali pertama ia tau tentang betapa spesialnya yang namanya perempuan. 

Oh ternyata, perempuan itu bukan cuma tentang menyusui, hamil dan melahirkan. Ternyata jadi perempuan itu begini. Tertegun Pica menyimak penjelasanku tentang apa yang sedang aku alami saat itu. Lalu sejak itu, pembicaraan tentang menstruasi sedikit lebih meluas. 

Pernah suatu hari Abah Pica pulang dan berbicara sedikit kesal padaku karena suatu masalah. Seketika Pica muncul dan berbicara dengan polosnya. 

“Abah jangan gitu sama mama. Mama tuh lagi sensi. Katanya mau mens.. Tadi Pica aja dimarahin terus..”

Ya, begitulah. By the way.. kalian tau gak tanggal 27 Mei 2021 itu hari apa? 

Webinar Sehat dan Bersih Saat Menstruasi

Tanggal 27 Mei 2021 kemarin aku berkesempatan untuk mengikuti Webinar ‘Sehat dan Bersih Saat Menstruasi’ yang diadakan oleh pperkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia (POGI), Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia dan Mundipharma Indonesia. Webinar ini diadakan dalam rangka menyambut Hari Kebersihan Menstruasi.

Wow, jujur saja aku baru tau kalau ada hari begini. Waktunya pun ditetapkan secara unik karena tanggal dan bulannya mewakili periode menstruasi wanita. Webinar kali ini diikuti oleh 1.000 perempuan Indonesia. 

Webinar ini sendiri bertujuan agar pemahaman perempuan mengenai pentingnya Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) meningkat. Mundipharma Indonesia juga meluncurkan kampanye #YangIdeal.

Sebagai seorang ibu yang memiliki 2 anak perempuan tentu aku excited sekali mengikuti webinar inj. Bagaimanapun juga, aku masih harus banyak belajar tentang tips bersih dan sehat saat menstruasi dan yang utama aku ingin bisa mengkomunikasikan tentang menstruasi pada anak-anakku. Tidak hanya ilmu asal tau yang terbesit di kepala begitu saja. 

Adapun Nara sumber dari webinar ini diantaranya:

dr. Dwi Oktavia Handayani, M. Epid: Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. 

Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K), MPH: Anggota Pengurus Besar Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI)

Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi.,: Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Jakarta.

Mada Shinta Dewi : Country Manager Mundipharma Indonesia. 

Pentingnya Manajemen Kebersihan Menstruasi Sejak Dini

Paparan dari dr. Dwi Oktavia Handayani, M. Epid membuatku sadar akan fakta yang terjadi di belahan dunia. Bahwa, menstruasi masih hal yang dianggap ‘tabu’ oleh sebagian orang. Bahkan, ketika anak kecil menanyakan beberapa hal yang menyinggung tentang menstruasi orang dewasa cenderung menutupinya seakan seorang anak belum saatnya tau tentang itu. Anak perempuan dinilai perlu belajar dan tau tentang menstruasi ketika sudah mengalaminya. 

Padahal baik remaja putri maupun wanita dewasa harus mendapatkan informasi tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi sejak dini. Hal ini agar dapat menjaga kesehatan reproduksinya dengan baik.

Sebagai ibu, kita juga diharapkan dapat memberikan informasi yang tepat terkait tentang Menstruasi hingga tentang manajemen kebersihan kepada anak perempuan kita. 

Masalah kesehatan yang dapat terjadi akibat tidak menjaga kebersihan di masa menstruasi

Pernah gak sih kalian mengalami rasa yang berbeda pada Miss V? Seperti gatal dan tidak nyaman? Usut demi usut, memang peranan pentingnya menjaga kebersihan saat menstruasi berdampak besar loh. 

Sepertin yang diutarakan oleh Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K), MPH. Bahwa kebanyakan dari perempuan terkadang masih berpola salah dalam membersihkan vagina. Seharusnya, pola yang benar seperti gambar dibawah ini. Hal ini agar bakteri pada anus tidak masuk ke vagina. 

Selain itu, masih banyak yang malas mengganti pembalut hingga membuang pembalut dengan cara yang salah. Sehingga penyakit pun rentan bermunculan. Nah, dibawah ini merupakan penyakit yang rentan muncul jika kita tidak melakukan manajemen kebersihan menstruasi dengan tepat. 

Pentingnya peran Ibu untuk edukasi Anak Perempuan tentang sehat dan bersih saat menstruasi

Jujur, saat Pica memergokiku darah pada bajuku ada keinginan iseng yang ingin aku poles menjadi drama kecil. Seperti bertingkah layaknya sedang terluka atau menjelaskan dengan singkat bahwa ‘mama lagi berdarah’ begitu saja lalu mengabaikan pertanyaannya yang lain. Akan tetapi, kok sepertinya kalau dipikir-pikir mending dijelaskan sekarang saja daripada ketika hari ‘H’. 

Akhirnya aku menjelaskan sedikit hal tentang periode menstruasi yang dialami perempuan saat pertama kali Pica bertanya. Lalu seiring berjalan waktu, Pica semakin sering memergoki ‘peristiwa berdarah’ tersebut. Akhirnya? Akhirnya sang mamak sampai curhat sampai ke periode PMS dan mood swing yang merupakan efek psikologisnya. Aku tidak tau apakah komunikasiku sudah terbilang bagus atau tidak. Yang jelas, hasilnya seperti kejadian diatas. Di Awal blogpost ini.. 😂

Syukurlah webinar kemarin menjadi bahan pembelajaran untukku dalam berkomunikasi dengan anak soal menstruasi. Setidaknya, bahasaku bisa sedikit direvisi lagi untuk bahan edukasi Humaira, anak keduaku. Nara sumber Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi., menjelaskan dengan sangat nyaman tentang pentingnya edukasi kepada anak tentang kebersihan dan kesehatan menstruasi. 

Setidaknya, Ada tujuh hal yang perlu ditekankan dalam komunikasi tentang menstruasi kepada anak.

Ya, peran ibu sebagai yang paling diharapkan adalah yang terpenting. Karena kalau tidak dimulai dari Ibu, lantas dari siapa lagi seharusnya anak mendengar edukasi pertamanya? Perlu ditekankan kita juga tidak boleh menghindari pembicaraan ini karena sesungguhnya bicara tentang menstruasi itu tidak tabu dan dilakukan berulang kali dengan sikap positif. Apresiasi jika anak banyak bertanya, karena itu artinya rasa ingin tahunya tinggi. Jangan lupa untuk membuka berdiskusi serta jelaskan secara kongkrit. Terakhir, jelaskan juga kepada anak laki-laki. Well, karena aku tidak punya anak laki-laki. Maka terkadang sering edukasi suami juga untuk memahami periode sensitif agar ia dapat berempati dan membelikan bakso. *apa sih ini ujungnya.. 🤣

Betadine Feminine, Rangkaian Lengkap Untuk Menjaga Kesehatan dan Kebersihan Area Kewanitaan

Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K), MPH menjelaskan bahwa jika kita ingin menggunakan cairan pembersih vagina sedapat mungkin gunakan yang sesuai dengan pH normal vagina. 

Jujur, aku bukanlah jenis perempuan yang terbiasa menggunakan pembersih khusus untuk area kewanitaan. Dulu, aku sempat diperingatkan oleh seseorang bahwa area kewanitaan tidak perlu dibersihkan dengan sabun dsb. Karena justru akan menghilangkan bakteri baik. 

Tapi, itu kan dulu? Waktu itu aku masih sekolah dan waktu itu memang tidak mengenal sama sekali pembersih area kewanitaan yang sesuai dengan pH normal vagina. Sekarang, aku sudah tau kalau ada rangkaian betadine feminine yang dipercaya untuk kebersihan area kewanitaan. FYI, merk ini sudah dipercaya lebih dari 50 tahun di seluruh dunia untuk mencegah serta mengobati infeksi.

Serangkaian produk Betadine feminine care kini tersedia lengkap. Mulai dari untuk sehari–hari, menstruasi dan juga infeksi area kewanitaan.. Produk ini tentunya sudah sesuai dan ideal dengan pH di area vagina ya. 

Nah, untuk membelinya kalian bisa beli di official store betadine shopee atau  tokopedia. 

Yuk, jangan lupa untuk terus menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan ya.. 

Kreasi Resep Makanan Sehat Menggunakan Susu Cair Anak

Kreasi Resep Makanan Sehat Menggunakan Susu Cair Anak

Masih segar rasanya di ingatanku tentang kata-kata dari Chef Devina Hermawan pada konferensi pers dari Morinaga Chil*Go! minggu kemarin. 

“Kadang tuh suka worry sama kecukupan gizi anak aku. Yang makannya suka pilah pilih. Cukup gak ya?”

Kata-kata itu sangat mewakili pikiran emak-emak sepertiku. Apalagi, anak keduaku Humaira sedang dalam fase picky eater yang lumayan parah. Bisakah aku mencukupi gizinya hanya dengan makanan yang ia suka saja? 

Atau, kita yang harus memutar otak dan mencari cara agar menu sehari-hari dapat diatur dengan kreatif? 

Berbagai Kreasi Resep Makanan Sehat dengan Susu Cair Anak

“Mau tidak mau, kita harus kreatif dalam memberikan variasi makanan pada si kecil. Kenali bahan-bahan favoritnya dan atur keseimbangan gizinya.”

Ya, Chef Devina mengaku salah satu idenya untuk mencukupi kebutuhan gizi si kecil adalah dengan mengolah masakan yang bervariasi. Selain itu, kreasi masakan tersebut juga diberi tambahan susu cair anak untuk melengkapi gizi seimbangnya. Ide kreatif Chef Devina dalam menyajikan makanan untuk buah hatinya menginspirasiku untuk mengenali makanan favorit anakku dan mengkreasikannya. 

Nah, berikut ini adalah resep makanan sehat kreasiku:

Korean Cheese Bread Simple ala Chil*Go!

Awalnya, ide ini hanyalah ide iseng saja. Aku dan Pica sering sekali memang bereksperimen dengan roti tawar. Bahkan, kami pernah membuat kue red velvet dari roti tawar. Haha. 

Karena sejak punya 2 anak, jujur aku tidak terlalu sempat membuat cemilan yang susah. Termasuk itu untuk mengulen roti dsb. Sehingga setiap minggu memang selalu membeli roti tawar. Tetapi, trust me resep korean cheese bread simple ini sudah 2x kami praktikkan. Hasilnya ludes tak bersisa. Bahkan Humaira pun sangat suka. 

Ini dia resepnya

Bahan:

10 lembar roti tawar ukuran sedang (saya pakai 15 lembar ukuran kecil) 

1 butir kuning telur

3 siung bawang putih

3 sdm mentega

3 sdm madu

100 gr keju quick melt

Parsley secukupnya

1 botol Morinaga Chil*Go! Original

Cara Membuat:

Cincang halus bawang putih masukkan kedalam wadah tahan panas dan campur bersama kuning telur, mentega, keju quick melt dan madu. Aduk dan masukkan ½ botol Morinaga Chil*Go! Original. 

Selanjutnya tim bahan campuran tersebut hingga kejunya leleh dan mengental. Ini adalah saos cheese garlicnya. 

Ambil selembar roti tawar. Oles dengan saos cheese garlic tersebut lalu taburi parsley. Gulung dan tata diatas loyang tahan panas. Ulangi hingga habis

Tuang ½ botol Morinaga Chil*Go ! kedalam sisa saos yang ada. Aduk dan tuang kedalam loyang. Lalu, taburi lagi dengan parsley. 

Panggang di oven dengan suhu 180 derajat selama 20 menit atau hingga kekuningan.

Sajikan hangat. 

Roti ini sangat enak dijadikan cemilan maupun hidangan sarapan. Perpaduan rasa bawang putih dan keju yang meleleh didalamnya membuat si kecil berselera. 

Resep ini biasanya aku sajikan dengan lauk disampingnya. Bisa berupa sosis goreng maupun nugget, tambahkan juga sup untuk melengkapi kandungan gizinya. Bisa juga disajikan dengan daging barbeque atau daging lada hitam. Jangan lupa sediakan cocolan mayonaise dan saos tomat. 

Es Campur Frambozen Mix Agar Chil*Go!

Nah, ketika bulan puasa begini anak aku si Pica biasanya selalu request menu yang segar untuk berbuka. Dia selalu suka dengan sirup. Dan biasanya sangat jarang meminta susu untuk berbuka. Jadi, agar nutrisinya saat berpuasa terpenuhi saat berbuka maka aku juga sedikit tricky untuk memasukkan susu. Kali ini, aku mencampurkan susu sebagai potongan agar untuk sirup berbuka puasa. Tak lupa dicampur dengan buah agar kandungan seratnya juga ada.

Berikut resepnya:

Bahan Sirup:

250 gr gula pasir

100 ml air

2 tetes frambozen

2 tetes pewarna merah tua

1 lembar daun pandan

Bahan Agar:

3 botol Morinaga Chil*Go! Original

½ sachet bubuk agar-agar plain

Bahan Tambahan:

Potongan Nanas dan Sagu Mutiara. (Bisa tambahkan buah dan bahan lain yang disuka) 

Cara membuat:

Campurkan bahan sirup dan masak hingga mendidih. Dinginkan. 

Campurkan bahan agar. Masak hingga mendidih. Dinginkan dan masukkan kulkas. 

Potong agar-agar susu kecil-kecil. Tata di dalam gelas. Masukkan potongan nanas dan sagu mutiara. Lalu masukkan ice cube dan tuangkan sirup frambozen secukupnya. Terakhir, tuangkan air putih secukupnya. Sajikan dingin. 

Bakwan Campur Gurih ala Chil*Go!

Bakwan kok pakai susu? Emangnya enak? 

Hmm.. Enak kok! Kalian belum pernah nyoba sih. Hihi. Lagian, ini bukan pakai susu biasa. Tetapi Morinaga Chil*Go! original yang rendah gula. Jadi, bakwannya enggak manis kok. Tetap sesuai dengan identitasnya yang gurih crunchy. Justru dengan tambahan susu bakwannya jadi tambah gurih. 

Ya, Bakwan memang terkenal sebagai jurus jitu untuk anak-anak yang suka ngemil. Karena di dalam bakwan kita bisa menyelipkan berbagai lauk dan sayur. Gizi dan nutrisi terpenuhi dan anak juga suka. Berikut resepnya:

Bahan:

1 buah wortel (iris tipis) 

200 gr kol (iris tipis) 

1 butir telur

200 gr tepung terigu

50 gr tepung beras

100 gr udang kecil

1 batang daun bawang (iris tipis) 

2 helai kacang panjang (iris tipis) 

1 botol Morinaga Chil*Go! Original

Air secukupnya

Minyak goreng secukupnya

Bumbu Halus

1 sdt garam

2 siung bawang putih

1 sdt merica bubuk

Penyedap secukupnya

Cara membuat:

Campur bumbu halus dengan 1 butir telur. Kocok sebentar. 

Masukkan bahan yang diiris (wortel, kol, daun bawang dan kacang panjang). Aduk rata. 

Masukkan tepung terigu dan tepung beras. Masukkan juga udang kecil. 

Terakhir, masukkan satu botol susu Morinaga Chil*Go! Original. Lalu, masukkan air secukupnya hingga tekstur adonan pas. 

Goreng hingga kecoklatan. 

Morinaga Chil*Go! Rasa Original, Lengkapi Kreasi Ibu Tanpa Worry

Semua kreasi resep di atas memakai Morinaga Chil*Go! rasa Original. Bukan tanpa alasan loh aku memilih Morinaga Chil*Go rasa Original untuk melengkapi kreasinya. 

Varian rasa Original dari Morinaga Chil*Go! ini adalah varian baru. Dibuat spesial karena rendah gula. Kalian tau? Anak-anak yang kelebihan asupan gula akan menyebabkan turunnya daya tahan tubuh. Selain itu, juga memungkinkan adanya dampak masalah pada gigi hingga obesitas jika anak-anak kelebihan asupan gula. 

Jika melihat dari riwayat penyakit keluarga suami maka aku khawatir sekali kalau anakku nanti terkena diabetes. Maka, sejak kecil asupan gulanya harus dijaga. Morinaga Chil*Go! varian Original menjawab solusi atas rasa khawatir itu. 

Dengan Morinaga Chil*Go! rasa Original aku dan anak-anak jadi tidak worried. Karena berbagai masakan yang dikreasikan dengan Morinaga Chil*Go! Original menjadi kaya rasa, gurih dan enak. Picky eater pada anak pun lambat laun dapat diatasi dengan berbagai kreasi masakan. 

Rumus membuat kreasi masakan adalah peka terhadap bahan-bahan makanan yang disukai oleh anak. Perlahan, kenalkan ia dengan bahan makanan lainnya yang mengandung gizi baik lalu cerdiklah dalam memadukannya bersama bahan makanan yang ia sukai. Selain itu, kita juga harus peka dengan tekstur yang disukai anak. Jika sudah paham dengan itu semua maka tengoklah isi kulkas dan kreasikan sebisa mungkin. 

Karena dari rasa ada cinta. 

Nah, kalau kalian bagaimana? Punya resep favorit juga yang menjadi andalan di rumah? Share denganku yuk! 

Website: https://morinagaplatinum.com/id

Ig: @morinagaplatinum

Pentingnya Menjaga Saluran Pencernaan Anak untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak di Masa Pandemi

Pentingnya Menjaga Saluran Pencernaan Anak untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak di Masa Pandemi

“Mama, memangnya covid itu ada gak sih. Masa temen Pica bilang itu cuma bohongan aja. Buktinya temen-temen sekelas Pica gak ada tuh yang sakit.” Pica bertanya bingung padaku hari itu.

“Menurut Pica sendiri gimana?” Aku bertanya balik.

“Keluarga kita juga gak ada yang sakit ma. Malah pas pandemi sehat-sehat aja. Jarang sakit. Jangan-jangan cuma bohongan sama kayak dibilang temen Pica.”

“Temen Pica mungkin mainnya kurang jauh. Sini Mama jelasin..” 

Mungkinkah Anak-Anak Bisa Terserang Covid? 

Di indonesia, kasus positif covid pada anak itu tertinggi lho di Asia. Inilah fakta yang ada berdasarkan data di lapangan. Mau dibilang konspirasi, tapi ternyata tidak demikian. Mau dibilang anak-anak daya tahan tubuhnya jauh lebih bagus, tapi nyatanya kasus kematian itu ‘ada’. 

Kami sekeluarga bisa dibilang beruntung dan patut bersyukur dalam masa pandemi seperti ini. Bagaimana tidak? Circle keluarga besar dan temanku serta teman di sekolah Pica tidak ada kasus positif covid yang berat. Padahal, keluarga besar kami ada yang berprofesi sebagai dokter hingga perawat. Saking beruntungnya, Pica sampai bertanya hal demikian padaku. Tapi, aku tidak menghakiminya. Namanya kan juga anak kecil. Masih 8 tahun loh. Dan menurutku sangat wajar dia berpikiran demikian. 

Mungkin, dia bertanya begitu karena mengakui sendiri bahwa dia jarang sakit sejak pandemi. Padahal waktu sekolah dulu, kalau ada satu saja teman sekelasnya yang sakit, satu hari setelahnya pasti ada saja yang tertular. Termasuk itu Pica. Yah, mungkin karena merasa sehat raga dan merasa haus akan aktivitas di luar rumah maka psikologisnya bertanya demikian. Padahal, hmm.. Bukan begitu kan cara mainnya Bu ibu? Anak-anak jarang sakit masa pandemi ya karena protokolnya sudah sedemikian ketat bukan?

Tapi tunggu, apakah mengandalkan protokol saja sudah cukup? 

Kiat Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak di Masa Pandemi

Untuk menjaga kesehatan di masa pandemi kami percaya pada pentingnya menjaga 3M, yaitu Iman, Imun dan Aman

Karena apapun yang terjadi, berpegang pada Iman dalam berdoa adalah hal yang tak bisa dianggap remeh kekuatannya. Pun juga tak abai dengan protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak, hingga mencuci tangan sudah menjadi perilaku standar di masa demikian. 

Tapi, ada satu hal lagi yang sangat kami perhatikan untuk menjaga kesehatan anak. Satu hal itu adalah menjaga imunitas atau daya tahan tubuh anak. Yap, selama pandemi aku sangat menjaga imun anak-anak di rumah dengan memastikan gizi harian mereka terpenuhi. Karena sungguh, kalau anak sakit itu rasanya emaknya jadi ikutan sakit. Dari sakit hati melihatnya, hingga sakit karena capek merawatnya. Jadi, kalau bisa kesehatan mereka itu nomor 1. 

“Kalian gak boleh sakit, biar emak aja yang lelah..”

Begitulah kira-kira kondisi idealis yang aku ciptakan selama ini. Sampai suatu hari, aku mengikuti konferensi pers dari Morinaga Chil*Go! secara virtual pada tanggal 25 Maret 2021 dengan tema Peduli Gizi Anak. Waw, Excited sekali. Karena selain dihadiri para dokter yang kompeten juga ada Chef Devina, finalis master chef season 5 juga yang bakal bagi-bagi resep. Ini juga ikhtiarku yang kesekian dalam mengikuti kelas gizi agar anak-anak di rumah tidak gampang sakit. Karena jujur, anak-anak mulai bosan dengan masakan yang itu-itu saja. Huhu.

“Daya tahan tubuh anak berkaitan erat dengan pemberian nutrisi harian dan pola pengasuhan keluarga. Tentunya kesehatan keluarga ini juga tidak terlepas dari peran para dokter yang ada dalam memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan terhadap keluarga, termasuk untuk anak-anak,”

Dr. Daeng M Faqih, S.H., M.H., Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI)

“Pola makan seimbang yang terdiri dari nutrisi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan nutrisi mikro (vitamin dan mineral) dikombinasikan dengan pola hidup bersih sehat (PHBS) seperti rajin cuci tangan, menghindari keramaian, memakai masker, tidur cukup, tetap beraktivitas fisik, serta stres rendah, paling efektif membantu tubuh melawan infeksi virus dan penyakit. Hal ini sama pentingnya untuk orang dewasa maupun anak-anak, apalagi dalam situasi saat ini. Oleh karenanya para orang tua dan anggota keluarga perlu memperhatikan dengan benar-benar pemenuhan nutrisi dan juga aktivitas anak sehari-hari,” jelas dr. Daeng.

Perkataan dr. Daeng kembali mengingatkan diriku bahwa aku harus mengatasi masalah picky eater yang ada pada kedua anakku akhir-akhir ini. Karena pola makan itu harus seimbang. Baik itu nutrisi makro maupun mikro. Aku pun kembali disadarkan bahwa anak-anak harus beraktivitas fisik selama pandemi. Jujur terkadang sedikit takut membawa anak keluar rumah. Sehingga kadang sehabis belajar anakku menjadi uring-uringan di kamarnya. Tapi dokter bilang bahwa tidak apa-apa membawa anak keluar rumah menikmati alam bebas. Asal tidak berinteraksi dengan circle yang lain. 

Intinya, untuk menjaga imunitas kita perlu keseimbangan jiwa dan raga. Raga yang sehat dengan nutrisi seimbang serta jiwa yang senang dengan aktivitas yang seimbang. Berpikiran positif namun tidak stress dan tidak juga meremehkan. 

Daya Tahan Tubuh Anak yang Baik diawali dari Saluran Pencernaan Anak yang Sehat

Sudah sangat banyak yang tau kiranya bahwa nutrisi berperan penting untuk menjaga imunitas. Namun, tahukah? Bahwa awal dari daya tahan tubuh anak yang baik itu adalah saluran pencernaan anak yang baik. 

Penelitian telah membuktikan bahwa sistem kekebalan tubuh sangat berhubungan dengan saluran pencernaan. Hal ini bisa terjadi karena saluran pencernaan yang baik memungkinkan penyerapan nutrisi dalam tubuh bisa dilakukan dengan baik, yang pada akhirnya membuat daya tahan tubuh menjadi lebih baik. 

Bagaimana saluran cerna yang sehat itu? 

Saluran cerna yang sehat dihuni oleh bakteri baik yang dominan untuk melawan bakteri jahat. Nah, untuk bertumbuh subur, bakteri baik perlu makanan yang disebut prebiotik, di mana salah satu sumbernya adalah Serat Pangan Inulin.

Inulin adalah salah satu jenis karbohidrat yang mengandung serat dan tergolong sebagai prebiotik. Secara alami, inulin dapat ditemukan pada berbagai buah-buahan dan sayuran, seperti bawang, pisang, bawang putih, gandum, dan sebagainya. 

“Serat pangan inulin bisa menjadi salah satu senjata utama dalam tumbuh kembang dan menjaga kesehatan tubuh anak-anak. Serat pangan inulin adalah salah satu jenis prebiotik yang tinggi serat dan rendah kalori serta dapat menjadi pilihan nutrisi yangbermanfaat bagi saluran pencernaan anak, apalagi saluran pencernaan sering disebut sebagai “otak kedua” manusia.”

-Dr. Muliaman

Adapun ciri saluran anak yang sehat antara lain adalah:

  • Pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil sesuai dengan yang direkomendasikan.
  • Si Kecil jarang mengalami gangguan pencernaan.
  • Nafsu makan Si Kecil baik dan nutrisi yang masuk dapat terserap dengan baik.

Jujur, saat awal pandemi hingga 3 bulan terakhir kedua anakku ✅ saja untuk tiga point diatas. Akan tetapi, sudah hampir seminggu ini anakku yang kedua mengalami susah BAB. Tidak hanya itu, nafsu makannya pun sedikit menurun. Sebagai Ibu, aku jadi cemas. Takut kalau-kalau sebenarnya nutrisi yang ia konsumsi tidak seimbang. Karena akhir-akhir ini picky eater-nya kambuh lagi. Padahal, aku sudah bolak-balik mengatur menu yang berbeda. 

Disitulah aku ingin menangis.. 😭

Melengkapi Nutrisi Anak dengan Morinaga Chil*Go! 

Akhirnya, selain bolak-balik mengatur menu berbeda untuk buah hati. Aku pun memutuskan untuk memberikannya nutrisi tambahan. Dari sekian banyak saran hingga mengikuti webinar maka aku memutuskan untuk melengkapi nutrisi anak dengan Morinaga Chil*Go!

“Orang tua perlu benar-benar memperhatikan nutrisi harian anak di masa pandemi ini. Selain memberi makanan sehat dan seimbang, orang tua juga perlu memberikan nutrisi tambahan yang tepat karena dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak. Nutrisi tambahan yang diberikan bisa berupa susu, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Dan semua nutrisi ini diperlukan untuk mendukung saluran pencernaan yang lebih sehat, agar bakteri baik yang ada di dalamnya bisa membentuk daya tahan tubuh yang lebih optimal.”

dr. Muliaman Mansyur, Head of Medical KALBE Nutritionals 

Anak-anakku sudah familiar dengan susu Morinaga sejak dulu. Dari Pica yang sempat mengalami alergi susu sapi dan mengonsumsi Morinaga Chil*School Soya. Hingga akhirnya keduanya cocok untuk mengkonsumsi Morinaga Chil*Go! 

Nah, Morinaga Chil*Go! sendiri merupakan produk inovasi baru dari Kalbe dan Morinaga dalam bentuk susu cair siap minum untuk usia 1 – 12 tahun, beberapa keunggulannya adalah mengandung Serat Pangan Inulin yang berguna untuk menjaga saluran pencernaan anak, serta 9 Vitamin dan 5 Mineral untuk mendukung daya tahan tubuh. 

Ssst.. Kalian tau? Morinaga Chil*Go! ini dikemas dalam kemasan praktis yang bisa didaur ulang lho.  Morinaga Chil*Go! juga telah melalui uji kualitas PT Kalbe Nutritionals dan Morinaga Jepang. 

Morinaga Chil*Go! juga punya varian rasa yang pasti disukai anak-anak, seperti Coklat, Vanila, Stroberi, dan Melon. Akan tetapi untuk nutrisi tambahan sehari-hari aku lebih merekomendasikan Morinaga Chil*Go rasa original.

Morinaga Chil*Go! Rasa Original, Susu Cair Rendah Gula untuk Nutrisi Tambahan Harian Si Kecil

“Dalam memberikan nutrisi harian serta nutrisi tambahan untuk anak, perlu diperhatikan juga kandungan gulanya sehingga tidak berlebihan. Hal ini dikarenakan jika anak-anak kelebihan asupan gula, akan menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh, permasalahan pada gigi, obesitas, dan berbagai penyakit di masa depan. Adapun berdasarkan rekomendasi World Health Organization (WHO) tahun 2015, asupan harian gula tambahan untuk anak usia di bawah 12 tahun maksimal 200 kkal, yang setara dengan 50 gram gula atau 6 sendok makan/hari,”

dr. Muliaman

Pada bulan Januari tahun 2021 kemarin, Morinaga Chil*Go! mengeluarkan varian rasa baru yaitu rasa original. Varian ini dibuat dengan kandungan lebih rendah gula untuk mendukung gaya hidup yang lebih sehat. Karena seperti dipaparkan oleh dr Muliaman tadi bahwa jika anak-anak kelebihan asupan gula maka akan menyebabkan turunnya daya tahan tubuh. Selain itu dampak masalah pada gigi hingga obesitas juga tidak dapat disepelekan. 

Selain karena rendah gula, ada dua alasan lain kenapa aku lebih menyukai Morinaga Chil*Go! varian rasa original. 

Alasan Pertama adalah rasanya lebih friendly buat anak-anak yang terbiasa mengkonsumsi ASI. Karena rasanya enak maka anak keduaku Humaira yang berumur 2 tahun dan sudah disapih langsung suka serta menghabiskannya. Ini sangat jarang terjadi karena biasanya dia hanya suka varian coklat. 

Alasan Kedua adalah varian rasa original ini bisa dikreasikan menjadi berbagai olahan makanan. Dari appetizer hingga dessert. Aku jadi semakin semangat untuk mencoba-coba resep yang menggunakan susu sejak penampilan chef Devina di webinar kemarin. 

Jadi ceritanya Chef Devina sempat sedikit ‘curhat’ bahwa beliau sempat khawatir apakah kedua anaknya telah mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk membangun daya tahan tubuh. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang. Makanya, Chef Devina juga memberikan nutrisi tambahan dengan Morinaga Chil*Go!. Selain mengkonsumsi dengan meminum seperti biasa.. Chef Devina juga mengkreasikan berbagai masakan dengan Morinaga Chil*Go!. 

Yup, pada webinar kemarin itu chef Devina memasak Baked Broccoli Potato Cheese dan Panacotta with Mixed Berries Sauce​. Keduanya terlihat enak dan gampang dipraktikkan. Aku jadi gatal juga untuk mencoba membuat kreasi resep dengan menggunakan Morinaga Chil*Go! rasa Original. 

Karena menjaga daya tahan tubuh hingga menjaga rasa dari masakan Ibu itu adalah wujud kasih sayang yang akan selalu diingat oleh anak hingga ia sudah besar nanti. ❤

***

Nah, panjang juga jadinya curhatanku kali ini ya. Dari membahas covid pada anak hingga kiat menjaga daya tahan tubuh dari menciptakan saluran pencernaan yang sehat. Semoga ini bermanfaat ya buat kalian yang mungkin mengalami perasaan yang sama sepertiku. 

Stay Safe and Stay Happy.. ❤

Website : https://morinagaplatinum.com/id

IG : @morinagaplatinum

IBX598B146B8E64A