Browsed by
Category: Masakan Indonesia

Resep Bakso Kimlo Ala So Good-Sajian Favorite Kala Berbuka

Resep Bakso Kimlo Ala So Good-Sajian Favorite Kala Berbuka

Apa jenis menu favorite kalian saat berbuka? Apakah kalian tim kering atau tim kuah? Apa kalian tim nasi atau tim bubur? Terakhir, adakah yang suka ngemil makanan ringan terlebih dahulu sebelum makan nasi?

Kalau keluarga di shezahome lebih menyukai makanan-makanan yang ringan saat berbuka. Kami lebih menyukai bubur dibanding nasi. Lebih menyukai buah dibanding kue dan terakhir… untuk sajian berbuka keluarga kami tim kuah, bukan tim kering. Sebaliknya saat sahur, kami tim kering.

Kenapa kuah? Pertama, makanan berkuah akan membuat perut terasa nyaman dan hangat. Kedua, makanan berkuah memiliki taste yang lebih menyenangkan dengan kondisi lidah yang seharian tidak mendapat asupan rasa. Ketiga, makanan berkuah membuat perut tidak merasa kenyang berlebihan sehingga dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk sehabis berbuka.

Hmm.. Berbicara tentang makanan berkuah, apa menu makanan yang ada dibenak kalian pertama kali? Sop? Soto? Garang asem? Gulai? Atau Bakso? Diantara semua makanan yang disebutkan, yang mana sih yang terasa bersahabat dengan perut dan lidah? Kalau kami? Yes, bakso.

Hidangan bakso untuk berbuka memang bukanlah hidangan yang simple dalam proses pembuatannya. Bayangkan, kita perlu membeli daging, menggilingnya kemudian mencampurnya bersama bumbu halus. Terakhir, kita juga membentuknya menjadi bola dan merebusnya kedalam air mendidih hingga mengapung. Proses ini cukup memakan waktu yang lama. Ya, kurang lebih perlu waktu satu jam untuk membuat bakso saja. Betul?

Nah, kali ini aku akan sharing resep simple bakso yang menjadi favorite keluargaku. Supaya tidak terlalu mainstream, aku mencoba memadukan bakso dengan bahan sup kimlo yang sering aku buat. Kali ini, aku tidak membuat sup kimlo dengan biji mutiara namun menggantinya dengan Bakso Kuah Instan Ayam dari So Good.

Kenapa harus So Good Bakso Ayam? Karena bahan ayam dari So Good merupakan pengganti yang pas untuk biji mutiara pada sup kimlo. Selain itu, bumbu bakso kuah pada So Good Bakso Ayam juga memiliki komposisi yang sama dengan bumbu pada sup kimlo. Dengan begitu, tahap memasak menjadi lebih praktis dan kita hanya perlu waktu 15 menit untuk membuatnya. Bagaimana dengan rasanya…? Hmmm… Enak sekali!

Resep Bakso Kimlo Ala So Good

Bahan:

1 Bungkus Bakso Kuah Instan Ayam So Good

50 gr dada ayam fillet (potong dadu)

1 genggam jamur kuping kering

1 lembar kembang tahu

20 helai bunga sedap malam (ikat simpul)

1 siung bawang putih

1 batang daun bawang

2 batang seledri

Bihun secukupnya

Bawang goreng secukupnya

Cara membuat:

1. Rendam jamur kuping kering, kembang tahu dan bunga sedap malam pada air kurang lebih 20 menit. Bersihkan dan tiriskan.

2. Rebus 400 ml air hingga mendidih. Masukkan potongan dada ayam, satu siung bawang putih yang sudah di geprek dan 1 sdt garam.

3. Masukkan satu bungkus Bakso Ayam So Good. Biarkan selama 5 menit.

4. Matikan api. Masukkan daun bawang dan bumbu bakso so good yang ada didalam kemasan. Aduk hingga rata.

5. Masukkan bihun kedalam mangkuk, tuang Bakso Kimlo dan Kuah kedalamnya. Terakhir, taburi dengan daun seledri dan bawang goreng.

Hmmmm… Sedapnya. Bakso Kimlo ala So Good sudah siap untuk sajian berbuka.

Bagaimana? Mudah bukan membuatnya. Hanya perlu waktu 15 menit loh. Coba di rumah yuk!

Happy Cooking!

Resep Ayam Crispy Lada Hitam ala Shezahome

Resep Ayam Crispy Lada Hitam ala Shezahome

Halo.. Udah lama banget aku enggak share resep ya.. 😂

Apakah emak sudah termasuk kategori emak pemalas? Yang kerjaannya uring-uringan nonton drakor sembari bersosmed ria? Apakah emak sudah tidak peduli dengan lidah suami dan anak yang seleranya unik dan sangat pembosan?

Tidak juga.. Sih..

Sebenarnya alasan utamanya adalah emak sedang malas melakukan dokumentasi terkait kegiatan memasak. Karena baru-baru ini emak sedang muter-muter dengan hoby baru. Hoby apa? Jangan ditanya.. Banyak pokoknya, emak aja bingung passion emak yang baik dan benar itu dimana.. 😂

Kalau soal menu makan pagi, siang dan malam, sebenarnya emak masih suka masak dan jarang banget beli makanan diluar. Hal yang paling membuatku malas melakukan dokumentasi adalah karena tidak ada menu ‘wow’ yang terbilang baru. Sebelumnya aku pernah curcol di salah satu content label masakan banjar kalau suamiku itu seleranya sangat ‘kedaerahan’. Sehingga menu makan itu berputar disekitar masakan daerah saja, tidak terlalu ada menu baru.

Lalu, emak bosan. Jadilah suatu hari emak fillet dan potong dadu semua dada ayam. Kemudian emak goreng memakai ‘adonan tepung andalan’ karena Farisha suka sekali dengan menu ini. Tapi karena emak mau sedikit inovasi, jadilah emak mengambil setoples kecil lada hitam dikulkas dan menghaluskannya.

Sebelumnya, emak pernah juga bikin menu ala ala lada hitam gitu. Tapi, menu lada hitam itu cuma di campur dengan fillet sapi atau ayam biasa tanpa tepung. Enak sih, tapi kalau ayam dan sapinya sedikit kurang ekonomis. Hehe

Iya, karena aku biasanya cuma beli satu ekor ayam ukuran kecil jadi bagian dada ayamnya juga kecil. Kalau di olah tanpa tepung jadinya ya dikit amat. Bisa-bisa suami protes.. 😅

Baca juga: resep ayam masak habang ala so good

Akhirnya aku beranikan campur ayam fillet tepung ini ke saos lada hitam. Aduk aduk aduk… Jadinya?

“Enak maa” 😋

Ternyata enak banget pas diicip-icip. Enggak nyangka sih menu asal gini rasanya lumayan bikin nagih. Point plusnya adalah bahannya sederhana dan cocok dimasak di bulan tua. Hahaha..

Penasaran resepnya?

Yuk, intip!

Ayam Crispy Lada Hitam

Bahan 1:

200 gr Ayam fillet

1/2 butir telur

1 siung bawang putih yang dihaluskan

1/2 sdt garam

1 sdt saos tiram

1 sdt air jeruk nipis

Penyedap secukupnya (skip jika tak suka)

Bahan 2:

150 gr tepung terigu

1 sdm tepung kanji

1 sdt garam

1 sdt merica

Penyedap secukupnya

Bahan 3:

1 siung bawang bombay (potong dadu)

5 siung bawang merah (iris kecil)

3 sdm lada hitam (suka-suka ya, kalau aku suka versi banyak) oh iya, kalau mau pakai yang bubuk boleh juga. Kalau aku suka yang versi biji dan dihaluskan.

10 sdm kecap manis

Air secukupnya (hati-hati jangan terlalu banyak)

Cara membuat:

Bersihkan dan lumuri ayam dengan jeruk nipis, kemudian masukkan sisa bahan 1 lainnya. Diamkan selama minimal 30 menit agar bumbu meresap pada daging ayam.

Campur bahan 2 dalam toples kemudian kocok hingga rata dengan cukup menggoyanglan toples. *cara emak supaya dapur tetap bersih dan rapi.. 😂

Selanjutnya, mari memasak saos lada hitam memakai bahan 3. Pertama tumis bawang merah dan bawang bombay hingga layu kemudian masukkan lada hitam yang dihaluskan dan kecap manis. Aduk dan masukkan sedikitt air. Jangan terlalu banyak ya nanti ayamnya tidak crispy.

Masukkan potongan ayam fillet yang telah didiamkan kedalam toples berisi bahan 2. Kocok-kocok dan goreng hingga matang. Perlu diperhatikan bahwa tahap ini harus jeli, jangan sampai ayam sempat terlalu lama dalam tepung. Dan dalam tahap penggorengan pun gunakan api sedang, jangan terlalu kecil dan jangan terlalu besar.

Masukkan ayam pada saos lada hitam. Aduk rata dan ayam siap dihidangkan.

Bagaimana? Mudah bukan?

Happy Cooking.. 😊

Resep Sambal Goreng Kuning Parutan Iwak Haruan

Resep Sambal Goreng Kuning Parutan Iwak Haruan

What? Parutan Iwak Haruan?

*eh btw, parutan itu apa ya?😌

#gubrak.. 😂

Oke, buat kalian yang membaca post resep ini dan bukan orang Banjar pasti bingung dengan kata ‘parutan’. Harap maklum, karena aku juga bingung mengganti kata padanan yang pas dalam bahasa indonesia. Karena_entahlah, buat aku sendiri kata ini kalau diganti namanya kok masakannya berasa ga ada khas Banjarnya ya. Jadi biarlah begini adanya ya.. 😂

Parutan adalah ‘isi’ dari ikan. Kami orang banjar biasa menyebutnya dengan istilah peparutan. Kalau dalam bahasa indonesia mungkin nama ‘jeroan’ terdengar lebih familiar. Apa saja isinya? Ya, mulai dari telur, hati, dan usus kecil dari ikan haruan ini ternyata merupakan sajian yang enak disantap. Siapa sangka? Isi dari ikan? Bukan ikan sembarangan tentunya. Hanya ikan haruan yang memiliki cita rasa enak hingga keparutan atau jeroannya. 

Ikan Haruan atau Ikan Gabus

Baca juga: Resep Ketupat Kandangan Khas Banjarmasin 

Ya, sebut saja makanan ini terbilang ekstrim bagi kalian yang belum ‘terbiasa’. Nyatanya, parutan haruan ini enak. Aku bahkan bisa nambah berkali-kali jika memakan hasil olahan parutan iwak haruan ini. Ikan haruan adalah jenis ikan sungai yang mengkonsumsi jenis makanan yang berbeda dari ikan lain. Parutannya pun berbeda dengan ikan lainnya. Sehingga saranku, JANGAN PERNAH merecook resep ini dengan parutan ikan lain.

Apa Parutan Iwak tidak amis?

Ya, orang non banjar pasti sering bertanya tentang hal ini. Bukan hanya ini tentunya, mereka juga pernah bertanya, “Apa enak kepala ikan dimasukin ke sayur? Ga amis?”

Nyatanya tidak, asal ikan yang digunakan adalah ikan segar yang dibersihkan dengan benar-benar bersih dan dilumuri jeruk nipis.

Baca juga: Resep Gangan Keladi Khas Banjarmasin 

Baca juga: Resep Gangan Asam Khas Banjarmasin 

Parutan ikan haruan yang aku masak ini adalah hasil dari ‘menabung haruan’. Ya, setiap kali aku membeli ikan haruan, aku melumuri parutannya dengan jeruk nipis dan menyimpannya di freezer. Selama dua bulan akhirnya tabungan parutan ikan haruanku sudah lumayan sehingga bisa segera aku masak.

Tidak usah khawatir dengan rasa yang mungkin berubah. Kenyataannya, parutan ini enak. Asalkan anda benar-benar bisa membersihkan dan menyimpan dengan benar.

Sebelum memuat resepnya, aku akan berbagi tips membuat parutan iwak haruan ini agar tidak berbau dan berasa amis dan siap langsung dimasak. Apa saja itu? 

1. Basuh parutan berulang-ulang dengan air. Jangan lupa buang empedunya karena jika ada yang tercampur sedikit saja sudah dipastikan masakannya akan pahit dan tidak enak. 

2. Lumuri parutan dengan air jeruk nipis

3. Remas parutan dengan garam dan asam (jangan pake tenaga ekstra ya remasnya, biasa aja). 

4. Diamkan parutan dengan 1 batang irisan serai yang dimemarkan untuk menghilangkan amisnya secara total. 

5. Oseng parutan yang berisi garam, asam dan serai tadi dengan sedikit minyak selama 2 menit, tambahkan kunyit bubuk 1/2 sdt. 

Nah, selanjutnya Bagaimana cara mengolah parutan ikan haruan siap pakai ini? Yuk, simak..

Sambal Goreng Kuning Parutan Ikan Haruan

Bahan

150 gr parutan iwak haruan siap pakai (yang sudah melewati tips diatas) 

4 siung bawang merah

2 siung bawang putih

1 butir kemiri

1 cm kunyit

1 cm jahe

2 cm laos *memarkan

1 buah cabe hijau

1 buah tomat

1 sdt garam

Penyedap secukupnya

3 sdm minyak goreng

Cara membuat

1. Haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit dan jahe. Kemudian tumis hingga harum. Masukkan laos yang dimemarkan. 

2. Masukkan parutan ikan haruan yang siap pakai, tambahkan garam, penyedap dan sedikit air. Masak hingga setengah matang.

3. Masukkan irisan cabe hijau dan tomat. Masak hingga reduce.

Bagaimana? Cukup simple kan membuatnya? Yuk, di Recook.. 😊

Happy Cooking..! 

Resep Gangan Umbut Khas Banjarmasin 

Resep Gangan Umbut Khas Banjarmasin 

Halo para emak rempong pecinta kegiatan dapur..

Tau dong ya sama sayur diatas itu? Apalagi kalau kamu orang banjar, pasti udah sering makan. Ya kan, ya kan.. 😉

Namanya Gangan Umbut

Umbut itu apaan???

Hmm.. Sepertinya nama umbut bukan bahasa banjar saja ya. Setauku orang jawa juga menyebutnya umbut (cmiiw). Jadi, umbut adalah bagian batang pohon kelapa yang masih sangat muda yang letaknya di ujung atas pohon kelapa.

Jadi ini bukan rebung? 

Bukan, rebung itu tunas pohon bambu. Rasanya berbeda dengan umbut. Umbut memiliki tekstur lebih halus dan lembut sementara rebung teksturnya agak kasar dan kriuk. Buat aku, umbut lebih enak rasanya dibanding rebung.

Jadi, pohon kelapa segede itu ditebang cuma buat ngambil ujungnya doang?  

Ahh.. Ga gitu juga kaleee… 😅

Jadi, Pohon yang ditebang untuk diambil umbutnya itu biasanya adalah pohon kelapa yang belum produktif atau pohon kelapa yang masih muda dan belum pernah menghasilkan buah kelapa. Biasanya pohonnya masih memiliki tinggi sekitar 7 meter dengan kondisi batang yang masih belum begitu keras.

Ini dia si umbut kelapa

Umbut ini enak sekali dibuat berbagai aneka makanan. Mungkin tiap daerah punya resep makanan andalan masing-masing ya dengan bahan utama umbut. Tapi kalau di Banjarmasin, umbut kelapa ini biasanya diolah menjadi gangan (sayur berkuah)

Baca juga “Resep Gangan Keladi Khas Banjarmasin” 

Baca juga “Resep Gangan Asam Khas Banjarmasin” 

Jenis gangan yang cocok untuk umbut ini adalah gangan belamak (mamakai santan sebagai kuah). Umbut kelapa adalah salah satu bahan sayur yang sering dijual dipasar tradisional dibanjar. Jadi, kalau kamu berada dibanjarmasin dan ingin membuat ini.. Please jangan repot-repot nebang pohon nyiur tetangga ya.. 😂

Aku sendiri biasanya membeli umbut dengan harga 2000-3000an saja. Maklum, aku membuatnya cuma buat satu kali makan saja. Orang asli banjar terbiasa memakan jenis sayur berkuah hanya pada menu makan siang. Jadi please deh jangan nanya, “Kok dikit amat belinya?”

Dengan harga segitu aku bisa dapat 1 mangkok besar umbut untuk porsi 4 orang. Yup, dirumahku kan ada aku, suami, adikku dan anakku_farisha. So, ini cukup buat satu kali makan.

Apa campurannya? Campurannya adalah kacang panjang, jagung dan waluh (labu kuning). Lauk yang cocok untuk gangan ini adalah berbagai jenis ikan goreng atau bakar yang dilengkapi dengan sambal acan khas Banjar.

Baca juga: Resep Papuyu Bebanam dan sambal acan

Wah kamu nyurcol mulu win, kapan masaknya? 😂

Yuk ah cuss.. Baca dan pahami resepnya yaaa..

Gangan Umbut Khas Banjar

Bahan:  

150 gr Umbut kelapa

2 buah kacang panjang

1 biji jagung

150 gr labu kuning

1/4 biji kelapa ( dijadikan 150 ml santan cair & 150 ml santan kental)

1 buah bawang merah

1 buah bawang putih

1 sdt garam

1 sdt gula

Penyedap secukupnya

Cara membuat:  

Siapkan bahan dan cuci dengan air bersih lalu potong sesuai selera.

Rebus labu dan jagung dengan santan cair hingga setengah matang. Masukkan irisan bawang merah, bawang putih, garam, gula, dan penyedap.

Masukkan umbut. Aduk hingga labu dan umbut matang. Kemudian masukkan santan kental.

Didihkan sambil terus diaduk agar santan tidak pecah.

Gangan umbut siap dinikmati.. 😊

Simple sekali bukan? Coba yuk dirumah..

Happy Cooking.. 😊

Resep Petah (Karih Daging+Lempeng Arab) aka Kebab Kampungnya Urang Banjarmasin 

Resep Petah (Karih Daging+Lempeng Arab) aka Kebab Kampungnya Urang Banjarmasin 

Halo yang ngakunya Food Blogger tapi absen nulis resep sebulan? Kamu masih hidup? 😂 

Masih kok!!

Blognya jelas masih hidup ya, yang ditanyakan content writernya ini orangnya sama ato ganti sih ya? 😅

Sama.. Ini masih tetap aku yang dulu kok.. Emak yang ngakunya punya Karakter dan Passion yang abstrack. Supaya keren sebut saja dia Divergent Mom. 😂

Siapa bilang blog ini cuma berisi resep? Kamu liat labelnya banyak kan? Kalau disuruh memilih satu jenis niche maka sebut saja blog ini Lifestyle. Tapi kalau para reader ‘ngeh‘ sama nama domainnya maka pasti pada ngerti bahwa sang penulis ini hanyalah emak rumahan yang suka menulis.

ShezaHOME bukan ShezaKITCHEN

Penulis adalah emak yang memiliki kadar introvert 60% dan ekstrovert 40%. Memiliki kadar melankolis negatif 60%, melankolis positif 20% dan sanguinis positif 20%. Memiliki cita-cita ingin menjadi pusat perhatian dikelas (means Guru). Tujuan hidupnya ingin berbagi sebisa mungkin. Maka terciptalah blog ini.

Shezahome memuat berbagai cerita kehidupan rumah tangga dan tips rumah tangga, family-parenting, resep makanan dan renungan lainnya. Yang jelas, aku masih merasa nama domain nyambung deh ya, karena di blog ini aku ga pernah menulis tentang travelling. Tidak mungkin kan rumah bisa jalan-jalan. 😂

Berbicara tentang passion. Tentu tidak lepas dari riwayat pendidikan. Penulis pernah mendalami konsep ilmu ekonomi untuk menjadi kaya dan diperingatkan Tuhan untuk meninggalkan sisi materialistis saat kuliah. Penulis mengaku lulusan akuntansi tapi sebenarnya tidak terlalu jago menghitung. Kenyataannya Ilmu ekonomi sejauh ini cuma mengajari si emak rumahan ini untuk hidup hanya dengan kebutuhan, bukan keinginan. Pernah mengaku ingin menulis perekonomian rumah tangga namun mandeg hanya pada chapter 1.

Kenapa?

Kenapa ya..?😅

Sejak memiliki anak, aku punya ketertarikan dengan ilmu parenting dan belajar psikologi. Punya banyak buku yang sudah dibaca tapi tak kunjung tertuang dengan benar. Tidak punya pengalaman kerja selain menjadi mahasiswi magang di Bank Indonesia, penyebabnya karena aku ‘terlalu laku’ dan memutuskan menikah sebelum lulus kuliah. *sok banget.. Hah😂

Ya, ampun.. Kamu mau nulis apa sebenarnya? Nyurcol ato share resep? 

😅

Jadi, kapan sebenarnya kamu punya passion dibidang memasak? 

Sebenarnya lebih tepatnya aku hoby makan, bukan hoby masak (dulunya). Aku punya penyakit asam lambung yang menuntut agar perutku tidak pernah dalam keadaan kosong. Dan skill memasak baru aku perdalam ketika aku kuliah.

Jadi anak kuliah itu harus pinter ngatur duit, Yes? Karena itu aku dulu memasak untuk menghemat uang agar sisanya bisa untuk shooping diakhir bulan  Maklum, anak abege.. 😂

Lama kelamaan aku jadi suka memasak. Entah kenapa setiap ada teman yang main ke kontrakan, aku selalu excited. Dari mulai memasak jenis cemilan seperti bakwan hingga puding orange syrup. Dan aku juga pernah berjualan nasi goreng dikampus untuk mata kuliah kewirausahaan.

Skill memasak akhirnya menjadi salah satu hal yang membanggakan di mata mertua dan calon suami. Kebetulan mertuaku memiliki usaha katering kecil-kecilan dulu. Dan selama tinggal dirumah mertua aku banyak belajar. Aku menyukai memasak. Memasak bisa membahagiakanku, dan bisa menghemat uangku tentunya. 😅

Karena itu, sebenarnya tidak pernah sehari pun aku absen memasak. Tapi masalah sebenarnya adalah aku tidak jago sama sekali skill fotografi. 😭

Selama ini foto-fotoku hanya bermodalkan cahaya dan kamera handphone Xiaomi Mi4c.  Kabar selanjutnya, sekarang aku tidak punya banyak waktu untuk memoto karena semuanya keburu lapaar kalau menungguku. Maklum, emak sekarang punya jadwal sok padat. Maksudnya waktu memoto dan memasak lebih lama memoto. Haha..

Jadilah malam hari satu-satunya waktu luang untuk menulis. Karena itu, jika kau perhatikan tulisanku bulan kemarin didominasi oleh renungan tengah malam yang terinspirasi dari berbagai sumber. Dan aku menikmatinya. Walau sadar diri termasuk dalam kategori penulis amatir dibanding para content writer yang lain. 😂

Idul Adha tiba. Aku menikmatinya dengan berlibur kepelaihari, kampung halamanku. Puas berleyeh-leyeh ria di rumah Mama, itulah arti liburan kedua bagiku, hihi. Aku pulang dan memiliki lumayan banyak stok daging yang melambai-lambai dikulkas. Meminta dieksekusi dan eksis di foto serta mejeng diblog. Tapi jujur saja, aku sedang addicted nulis hal lain. Dan akhirnya para daging aku abaikan. 😭

Untunglah Ipar saya #fika mulai mengajak collab kedua #cookingcollabfikawinda dengan tema masakan daging. Sehingga aku mulai merasa sedikit semangat buat menulis resep lagi. Fika ini juga cooking addict loh, ah.. Kalian mesti tau aku belajar skill membuat dough roti dari dia dan resep dari dia sudah tak diragukan lagi. Dalam cooking collaboration kali ini dia memasak Coto Makasar (just click n u can see) . Ahh.. Aku belum pernah sekalipun bikin ini karena suamiku lidahnya terlalu ‘banjar’. Tapi mau deh ya nyoba juga lain kali. Kebetulan stok daging masih ada. 😅

Sebenarnya olahan daging banyak. Aku bahkan terpikir untuk belajar membuat kebab. Tapi blog ini berfokus pada resep masakan banjar. Karena itu untuk kebab aku skip. Alasan lainnya adalah suamiku tidak suka kebab. Jadi masak buat siapa? Hihi

Sebagai orang banjar aku boleh dong turut berkontribusi untuk melestarikan masakan banjar walau hanya dirumah. Kalian pasti tau dengan masakan satu ini.

We call it ‘Petah’

Tetapi yang lain sering menyebutnya dengan ‘Lempeng Arab’ atau ‘Lempeng Karih’

Ya, setidaknya ini adalah versi kebab yang paling disukai dirumah kami.

Bagaimana cara membuatnya? Intip yuk!

Resep Kebab Ala Kampung urang Banjarmasin 

Bahan Tortila *lebih tepatnya bahan lempeng

200 gr tepung terigu

1 butir telur

400 ml air

2 sdm minyak goreng

1 sdt garam

Bahan Karih

200 gr Daging Sapi

200 ml santan kental

5 siung bawang merah

4 siung bawang putih

2 sdm bubuk karih

2 buah cabai merah

1 sdt asam jawa

1 cm jahe

1 cm laos

1 batang serai

1 sdt gula merah

1 sdt gula putih

1 sdt garam

Kaldu bubuk secukupnya

Minyak goreng untuk menumis

Cara membuat:

Pertama bersihkan daging dan lumuri dengan jeruk nipis. Sebagai tips, jika anda ingin daging sapi lebih cepat lunak iris agak tipis atau gunakan air nanas sambil didiamkan selama 15 menit.

Haluskan Bawang merah, bawang putih, cabai, bubuk karih dan jahe. Blender dengan menambahkan 100 ml santan agar mudah saat di blend.

Tumis bumbu yang dihaluskan. Masukkan serai dan laos yang sudah digeprek. Biarkan hingga mengeluarkan minyak dan berbau harum. Kemudian masukkan daging.

Aduk hingga daging berubah warna, lalu masukkan sisa santan sebanyak 100 ml. Karena aku tidak menggunakan nanas, aku memakai presto untuk mempercepat keempukan dan kematangan daging. Jika menggunakan panci presto harap menambahkan sedikit air.

U can see the process yaaa…. 

Taraa.. Karih sudah matang..

Sekarang kita bikin lempengnya yuk..

Sebenarnya caranya sama seperti membuat kulit pada lapisan wadai ipau dan risoles. Hanya saja lebih tebal kulitnya.

Oya, tapi aku punya tips supaya membuatnya memakan waktu singkat tanpa harus mengaduk lama hingga menghilangkan gumpalan tepungnya.

Caranya dengan memblendernya. Tapi memasukkannya harus bergantian supaya benar-benar tercampur rata dan halus.

Masukkan 100 gr tepung lalu masukkan 200 ml air dan satu butir telur. Lalu masukkan lagi 100 gr tepung dan 200 ml air. Press On blender..dan tadaa.. Sudah halus dan tercampur rata. Tinggal ditambahkan minyak dan siap didadar pada teplon.

Biasanya, kami urang banjarmasin memotong lempeng dengan dibagi 4-6 bagian dan ditaruh dipiring dengan pola segitiga yang berkeliling. Lalu ditaruh karih daging ditengahnya dan terakhir bubuhi dengan bawang goreng.

Ini enak sekali, rasa kampung tapi ga kalah mewah sama kebab!

Coba yuk!

Happy Cooking😊

IBX598B146B8E64A