Browsed by
Category: Masakan Indonesia

Membuat Rendang Penuh Cinta dan Ceritaku Tentang Suka Duka Memasak

Membuat Rendang Penuh Cinta dan Ceritaku Tentang Suka Duka Memasak

Namanya Rendang. Masakan daging yang sangat populer di indonesia bahkan hingga ke luar negeri. Siapa saja tentu kenal dengan masakan fenomenal yang satu ini. Dan yah, hari ini aku harus mengakui bahwa aku baru saja satu bulanan ini benar-benar berhasil membuatnya. Sedikit memalukan memang untuk seseorang yang memiliki hobi masak sepertiku.

Hoby masak?

Iyes, buat kalian yang menyimak blog shezahome sejak awal tentu saja tau bahwa awalnya aku sering share resep makanan dan pengalaman baking disini. Kemudian seiring berjalan waktu genre tulisan di blogku lebih dominan ke ‘curcolan mak-emak’ hingga paranting. Ah ya, karena aku perempuan lantas salahkah aku juga turut menulis review produk kecantikan terutama lipstik disini? Sepertinya tidak ya. Haha. Mari jangan sebut blog ini adalah blog gado-gado dan tidak punya masa depan. Karena dari namanya saja kalian tentu tau blog ini adalah ruang evolusi yang terjadi di shezahome. *mamak kebanyakan alasan

Terus, mana resep rendang yang endes itu win? Yang dari kemarin-kemarin gembor banget testimoninya di WA (testimoni keluarga lebih tepatnya.. Haha). Oke, sebelum aku sharing mengenai keberhasilan ini, aku terlebih dahulu mau sharing mengenai kegagalan demi kegagalan saat aku membuat rendang dan masakan lainnya.

Kuharap kalian menyimak dengan baik karena ini juga merupakan cerita awal mula aku menikah dengan skill masak yang yah.. Biasa saja..

Tentang Kegagalan dan Cerita Pengalamanku Memasak

Adalah bohong besar bahwa aku bisa memasak sejak dahulu. Aku adalah anak perempuan manja dari 4 bersaudara (yang semuanya laki-laki) dan tidak bisa memasak.. Yah, aku hanya mengandalkan masakan dari mama dahulu. Keinginanku belajar memasak tumbuh begitu saja saat aku akhirnya mengontrak rumah dengan kakakku saat kuliah. Dengan jumlah biaya konsumsi yang saat itu dipercayakan kepadaku, tentu saja insting pertahanan diri ala perempuanku begitu saja muncul.

“Uang ini harus cukup, bahkan harus bersisa.. Lumayan kan buat ditabung.. Hehe..” Pikirku kala itu.

Aku membeli buku resep-resep makanan, kepasar, membeli peralatan kecil untuk memasak dan tadaa.. Jadilah aku chef remaja sang peniru resep makanan. Terkadang masakanku berhasil, terkadang (sepertinya banyak) yang tidak berhasil. Tapi dibalik belajar memasak aku mendapat banyak pembelajaran dan sisi positif. Ya, ternyata memasak dapat menumbuhkan rasa cinta, seni dan kreatifitas dalam mengatur menu. Untuk standar anak kuliahan sepertiku dahulu masakanku terbilang sukses jika anggaran makan dengan memasak ternyata lebih hemat dibanding membeli makanan diluar. Soal rasa, nomor 2.

Nah, setelah aku menikah dan merasakan ‘indahnya’ hidup bersama suami di ‘pondok mertua indah’ akhirnya aku menyadari bahwa skill memasak yang kumiliki sejak kuliah tidaklah cukup. Siapa sangka suamiku adalah type lelaki yang memiliki lidah ‘ulala’. Hal ini karena Ibunya atau mertuaku sendiri adalah seorang tukang masak ahli yang terkadang membuka orderan untuk katering kecil-kecilan dan konon dahulu sekali pada zaman susah-susahnya mertuaku bahkan sempat berjualan masakan untuk makan siang. Masakan beliau terkenal memiliki ciri khas dilidah terutama ‘sambal acannya’.

Bagaimana rasanya punya suami yang memiliki Ibu tukang masak sekaligus membuka usaha katering?

Berat beb. Sungguh.

Suamiku itu addicted dengan vetsin, royco, maggie dsb. Sementara aku? Jujur saja sejak belajar memasak aku berusaha untuk menjauhi semua ‘racun lidah’ itu. Saat pertama kali memasak di tempat mertua, aku selalu ingat bahwa mertuaku suka sekali bersaing denganku tentang rasa makanan ini. Dengan wajah merah padam masakanku sering diperbandingkan dengan masakan mertua dan tentu saja suamiku selalu bilang.. “Enak punya mama..”

Saat itu aku dalam kondisi hamil. Dan you know perasaan orang hamil yang serba sensitif. Entah kenapa aku menjadikan mertuaku sendiri sebagai musuh bebuyutanku dalam mencuri perhatian pada masakan. Saat mertua bertanya padaku tentang berbagai bumbu dapur masakan, aku dengan hati yang angkuh mencoba dengan benar menjawabnya namun selalu enggan belajar betul-betul dengan beliau. Padahal suamiku selalu dan selalu bilang padaku, “Belajar masak sama mama. Jadi nanti bisa..”

Aku dengan segala keangkuhan hatiku hanya menjawab, “Enggih..” seraya bergumam dalam hati, “Ya tentu aja enak, vetsin bejibun royco bejibun.. Aku juga bisa bikin enak begitu..”

Selama berbulan-bulan hidup di pondok mertua indah aku mengabaikan resep jitu memasak ala mertuaku karena selalu berprasangka buruk terhadap vetsin. Aku hanya sesekali memperhatikan beliau memasak dan membantunya sementara selebihnya aku sibuk mengurus anakku.

Dan saat memiliki rumah sendiri, bisa ditebak bahwa suamiku berkali-kali kecewa dengan hasil masakanku. Akupun akhirnya merobohkan ‘pertahanan antivetsin’ milikku. Aku tidak peduli dengan pemahamanku tentang vetsin. Yang penting bagiku adalah “Aku harus mendapatkan pujian dari suamiku.. Seperti layaknya ia memuji masakan ibunya.”

Apakah vetsin berhasil?

Ramuan Rahasia dalam Proses Memasak

Pernahkah kita menuruti setiap resep yang beredar di buku dan internet? Membaca benar-benar langkah demi langkah dengan berhati-hati. Bahkan untuk menunjang keberhasilan, kita tak sungkan untuk membeli peralatan yang sama dengan yang disarankan, entah itu timbangan, panci presto, oven, dll. Namun, hasil akhirnya tidaklah sesuai dengan yang kita harapkan. Tentunya kita kecewa dan mulai berpikir, “Dimana kesalahannya?”

Dan kali ini aku akan menyebutkan kesalahanku dalam memasak sehingga hasil masakanku dahulu sering mengalami kegagalan. Ya, kesalahan utamaku adalah:

1. Hanya terpaku pada Resep

Bagi seorang newbie dalam hal masak memasak membaca resep adalah segalanya. Tanpa petunjuk resep maka seorang newbie akan kebingungan dengan hal yang seharusnya dilakukan selanjutnya dan selanjutnya lagi. Karena terbilang masih baru dalam hal masak memasak, bisa saja masakan yang seharusnya hanya memakan waktu 15 menit dalam pengerjaannya bisa memakan waktu 1 jam. Pernah begini? Hihi.

Saranku untuk para pemula, jangan mengandalkan google saja sebagai sumber informasi. Tapi, bergurulah. Bergurulah pada orang yang benar.

Ya, aku tau bahwa buku adalah jendela dunia. Membaca resep adalah senjata memasak, browsing dan membaca artikel memasak adalah ilmu kekinian. Tapi sampai kapanpun juga kita tidak bisa menghilangkan adab nomor 1 ini. Berguru.

Tentu aku sangat menyesal dengan rasa gengsiku untuk belajar dengan mertuaku. Juga menyesal karena dulu aku tidak terlalu sering membantu mamaku membuat kue. Ah, jika saja waktu bisa diulang lagi mungkin kali ini aku akan lebih serius berguru.

Bayangkan, hanya dalam waktu 1 jam saja aku berguru tentang masakan rendang dengan mertua akhirnya aku bisa membuat rendang yang sungguh enak.

Bahkan suamiku berkata, “Lebih enak dari pada punya Mama.”

Yes, ini adalah pencapaian baru untukku.

2. Cara Hemat yang tidak Tradisional

Sebagai tim ’emak ngirit garis keras’. Sebisa mungkin aku harus berusaha menghemat pengeluaran dalam bidang apapun, termasuk itu memasak.

Karena itu aku menerima paham baru dalam memasak. Kenapa tidak sesekali memasak ikan memakai kayu bakar? Kenapa tidak sesekali belajar membersihkan ikan sungai sendiri? Ya, cara ini aku dapatkan cuma-cuma dari belajar dengan Mertuaku.

Baca juga: Pepuyu Beubar dan Daun Kelakay, Kuliner Khas Banjarmasin.

Cara hemat yang tradisional sungguh punya cita rasa tersendiri. Kalian sang penikmat kuliner tentu tau betapa berbeda rasanya ikan yang dipanggang dengan bara api dan ikan yang dipanggang dengan teplon kekinian.

Tapi, ketika kita mencoba untuk hemat dengan mengabaikan cara tradisional rasa akan jauh berbeda.

Tidak percaya?

Ya, sekedar cerita.. Aku membeli panci presto untuk menghemat gas dalam memasak daging. Setiap kali memasak daging, khususnya rendang.. Aku selalu memakai panci ini. Selain hemat, rasanya sayang saja. Masa cuma memasak 250gr daging kita harus memasak secara tradisional tanpa panci presto? Itu pemborosan. Betul?

Ternyata aku salah, cara hemat yang tidak tradisional ini menyebabkan kuah rendang tidak mengental sempurna. Bumbu tidak meresep sempurna pada daging. Dan Daging juga tidak terlalu empuk.

So, untuk membuat masakan penuh cinta, kita memang perlu modal. *Catat duhai suami.. 😂

3. Mengabaikan proses penuh kesabaran

Mama said, “Memasak itu harus sabar. Enggak boleh grasah grusuh. Nanti hasilnya berantakan”

Harus diakui aku adalah anak mama yang sangat tidak sabaran dan suka berkelempangan dalam hal memasak. Aku tidak suka mengerjakan hal yang monoton berulang ulang tanpa mengerjakan hal lain. Seperti fokus dalam melapis kue, fokus mengaduk caramel, fokus membentuk kue supaya sama. Aku tidak bisa melakukan itu semua. Bagiku waktu terlalu berharga untuk memperhatikan hal yang itu-itu saja. Hihi.

Ternyata aku salah, aku belajar dari mama bahwa untuk membuat rendang diperlukan proses sabar yang tiada bandingnya. Menjadikan santan berminyak, mengaduk dan terus mengaduk hingga matang, fokus dan tidak membuat santan pecah-pecah.

Sabar adalah syarat utama dalam memasak. Catat.

Ternyata benar, segalanya harus dimulai dengan rasa Cinta

Mengabaikan gengsi dalam mulai berguru, mencoba cara-cara tradisional yang terkesan ‘ribet’, melakukan segala proses memasak dengan penuh kesabaran itu TIDAK MUDAH.

Tapi semuanya terbayar lunas saat kita menatap suami dan anak yang begitu lahapnya makan. Memuji disetiap kata “tambah” dan mengulangnya lagi dan lagi pada makanan berikutnya. Ibu mana yang tidak bahagia saat moment itu?

Hanya Ibu yang merasakan Cinta itu yang mengerti Apa Maksud dari Memasak Penuh Cinta sesungguhnya.. 😊

Nah, terima kasih sudah membaca petualanganku dalam belajar memasak. Maaf, aku memang begini setiap menulis blog. Tidak bisa fokus pada satu titik tema tanpa petualangan yang panjang. Haha

Kalian penasaran dengan resep rendang? Resep ini aku dapat setelah belajar dari mertua, mama, dan dipadukan dengan resep dari salah satu foodstagram favoritku Mbak Ricke. Yuk, simak bahan dan cara membuatnya dibawah ini:

Resep Rendang Padang

Bahan:
1 kg daging sapi
1 liter santan amat kental
10 butir telur itik aluh-aluh
Irisan gula merah secukupnya
Air jeruk nipis
Garam dan penyedap secukupnya.

Bumbu halus:
125 gr lombok keriting (aku pakai 150 gr lombok besar merah)
20 bawang merah
10 bawang putih
3,5 ruas jari lengkuas muda
2 ruas jari jahe
1 batanh serai (putihnya saja)

Bumbu rempah:
2 batang serai (memarkan)
5 butir cengkeh
1 buah kembang lawang
1 lembar daun kunyit (iris)
4 lembar daun salam segar
8 lembar daun jeruk segar
5 cm kayu manis
1 sdt merica
1 sdt jintan bubuk
1 sdt pala bubuk

Cara membuat:
1. Bersihkan potongan daging kemudian lumuri dengan air jeruk nipis, sedikit garam, dan irisan gula merah.
2. Haluskan bumbu halus, masak bersama 1 liter santan. Masukkan bumbu rempah kecuali irisan daun kunyit. Masak sambil diaduk hingga santan mengeluarkan sedikit minyak.

3. Masukkan irisan daging masak hingga setengah matang. Kemudian masukkan rebusan telur itik aluh-aluh.
4. Proses memasak memakan waktu yang sangat lama, kurang lebih 4 jam. Bisa saja sih, waktu disingkat dengan menggunakan panci presto. Tapi sepengalamanku, hasilnya mengecewakan. Ingat tips diatas ya.. Hehe
5. Nah, setelah 4 jam rendang akan mengeluarkan bau yang luar biasa menggoda. Dengan bumbu yang meresap sempurna serta mengeluarkan minyak kelapa alami.

Selamat mencoba..
Memasaklah dengan penuh cinta.. 💖

Resep Bakso Kimlo Ala So Good-Sajian Favorite Kala Berbuka

Resep Bakso Kimlo Ala So Good-Sajian Favorite Kala Berbuka

Apa jenis menu favorite kalian saat berbuka? Apakah kalian tim kering atau tim kuah? Apa kalian tim nasi atau tim bubur? Terakhir, adakah yang suka ngemil makanan ringan terlebih dahulu sebelum makan nasi?

Kalau keluarga di shezahome lebih menyukai makanan-makanan yang ringan saat berbuka. Kami lebih menyukai bubur dibanding nasi. Lebih menyukai buah dibanding kue dan terakhir… untuk sajian berbuka keluarga kami tim kuah, bukan tim kering. Sebaliknya saat sahur, kami tim kering.

Kenapa kuah? Pertama, makanan berkuah akan membuat perut terasa nyaman dan hangat. Kedua, makanan berkuah memiliki taste yang lebih menyenangkan dengan kondisi lidah yang seharian tidak mendapat asupan rasa. Ketiga, makanan berkuah membuat perut tidak merasa kenyang berlebihan sehingga dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk sehabis berbuka.

Hmm.. Berbicara tentang makanan berkuah, apa menu makanan yang ada dibenak kalian pertama kali? Sop? Soto? Garang asem? Gulai? Atau Bakso? Diantara semua makanan yang disebutkan, yang mana sih yang terasa bersahabat dengan perut dan lidah? Kalau kami? Yes, bakso.

Hidangan bakso untuk berbuka memang bukanlah hidangan yang simple dalam proses pembuatannya. Bayangkan, kita perlu membeli daging, menggilingnya kemudian mencampurnya bersama bumbu halus. Terakhir, kita juga membentuknya menjadi bola dan merebusnya kedalam air mendidih hingga mengapung. Proses ini cukup memakan waktu yang lama. Ya, kurang lebih perlu waktu satu jam untuk membuat bakso saja. Betul?

Nah, kali ini aku akan sharing resep simple bakso yang menjadi favorite keluargaku. Supaya tidak terlalu mainstream, aku mencoba memadukan bakso dengan bahan sup kimlo yang sering aku buat. Kali ini, aku tidak membuat sup kimlo dengan biji mutiara namun menggantinya dengan Bakso Kuah Instan Ayam dari So Good.

Kenapa harus So Good Bakso Ayam? Karena bahan ayam dari So Good merupakan pengganti yang pas untuk biji mutiara pada sup kimlo. Selain itu, bumbu bakso kuah pada So Good Bakso Ayam juga memiliki komposisi yang sama dengan bumbu pada sup kimlo. Dengan begitu, tahap memasak menjadi lebih praktis dan kita hanya perlu waktu 15 menit untuk membuatnya. Bagaimana dengan rasanya…? Hmmm… Enak sekali!

Resep Bakso Kimlo Ala So Good

Bahan:

1 Bungkus Bakso Kuah Instan Ayam So Good

50 gr dada ayam fillet (potong dadu)

1 genggam jamur kuping kering

1 lembar kembang tahu

20 helai bunga sedap malam (ikat simpul)

1 siung bawang putih

1 batang daun bawang

2 batang seledri

Bihun secukupnya

Bawang goreng secukupnya

Cara membuat:

1. Rendam jamur kuping kering, kembang tahu dan bunga sedap malam pada air kurang lebih 20 menit. Bersihkan dan tiriskan.

2. Rebus 400 ml air hingga mendidih. Masukkan potongan dada ayam, satu siung bawang putih yang sudah di geprek dan 1 sdt garam.

3. Masukkan satu bungkus Bakso Ayam So Good. Biarkan selama 5 menit.

4. Matikan api. Masukkan daun bawang dan bumbu bakso so good yang ada didalam kemasan. Aduk hingga rata.

5. Masukkan bihun kedalam mangkuk, tuang Bakso Kimlo dan Kuah kedalamnya. Terakhir, taburi dengan daun seledri dan bawang goreng.

Hmmmm… Sedapnya. Bakso Kimlo ala So Good sudah siap untuk sajian berbuka.

Bagaimana? Mudah bukan membuatnya. Hanya perlu waktu 15 menit loh. Coba di rumah yuk!

Happy Cooking!

Resep Ayam Crispy Lada Hitam ala Shezahome

Resep Ayam Crispy Lada Hitam ala Shezahome

Halo.. Udah lama banget aku enggak share resep ya.. 😂

Apakah emak sudah termasuk kategori emak pemalas? Yang kerjaannya uring-uringan nonton drakor sembari bersosmed ria? Apakah emak sudah tidak peduli dengan lidah suami dan anak yang seleranya unik dan sangat pembosan?

Tidak juga.. Sih..

Sebenarnya alasan utamanya adalah emak sedang malas melakukan dokumentasi terkait kegiatan memasak. Karena baru-baru ini emak sedang muter-muter dengan hoby baru. Hoby apa? Jangan ditanya.. Banyak pokoknya, emak aja bingung passion emak yang baik dan benar itu dimana.. 😂

Kalau soal menu makan pagi, siang dan malam, sebenarnya emak masih suka masak dan jarang banget beli makanan diluar. Hal yang paling membuatku malas melakukan dokumentasi adalah karena tidak ada menu ‘wow’ yang terbilang baru. Sebelumnya aku pernah curcol di salah satu content label masakan banjar kalau suamiku itu seleranya sangat ‘kedaerahan’. Sehingga menu makan itu berputar disekitar masakan daerah saja, tidak terlalu ada menu baru.

Lalu, emak bosan. Jadilah suatu hari emak fillet dan potong dadu semua dada ayam. Kemudian emak goreng memakai ‘adonan tepung andalan’ karena Farisha suka sekali dengan menu ini. Tapi karena emak mau sedikit inovasi, jadilah emak mengambil setoples kecil lada hitam dikulkas dan menghaluskannya.

Sebelumnya, emak pernah juga bikin menu ala ala lada hitam gitu. Tapi, menu lada hitam itu cuma di campur dengan fillet sapi atau ayam biasa tanpa tepung. Enak sih, tapi kalau ayam dan sapinya sedikit kurang ekonomis. Hehe

Iya, karena aku biasanya cuma beli satu ekor ayam ukuran kecil jadi bagian dada ayamnya juga kecil. Kalau di olah tanpa tepung jadinya ya dikit amat. Bisa-bisa suami protes.. 😅

Baca juga: resep ayam masak habang ala so good

Akhirnya aku beranikan campur ayam fillet tepung ini ke saos lada hitam. Aduk aduk aduk… Jadinya?

“Enak maa” 😋

Ternyata enak banget pas diicip-icip. Enggak nyangka sih menu asal gini rasanya lumayan bikin nagih. Point plusnya adalah bahannya sederhana dan cocok dimasak di bulan tua. Hahaha..

Penasaran resepnya?

Yuk, intip!

Ayam Crispy Lada Hitam

Bahan 1:

200 gr Ayam fillet

1/2 butir telur

1 siung bawang putih yang dihaluskan

1/2 sdt garam

1 sdt saos tiram

1 sdt air jeruk nipis

Penyedap secukupnya (skip jika tak suka)

Bahan 2:

150 gr tepung terigu

1 sdm tepung kanji

1 sdt garam

1 sdt merica

Penyedap secukupnya

Bahan 3:

1 siung bawang bombay (potong dadu)

5 siung bawang merah (iris kecil)

3 sdm lada hitam (suka-suka ya, kalau aku suka versi banyak) oh iya, kalau mau pakai yang bubuk boleh juga. Kalau aku suka yang versi biji dan dihaluskan.

10 sdm kecap manis

Air secukupnya (hati-hati jangan terlalu banyak)

Cara membuat:

Bersihkan dan lumuri ayam dengan jeruk nipis, kemudian masukkan sisa bahan 1 lainnya. Diamkan selama minimal 30 menit agar bumbu meresap pada daging ayam.

Campur bahan 2 dalam toples kemudian kocok hingga rata dengan cukup menggoyanglan toples. *cara emak supaya dapur tetap bersih dan rapi.. 😂

Selanjutnya, mari memasak saos lada hitam memakai bahan 3. Pertama tumis bawang merah dan bawang bombay hingga layu kemudian masukkan lada hitam yang dihaluskan dan kecap manis. Aduk dan masukkan sedikitt air. Jangan terlalu banyak ya nanti ayamnya tidak crispy.

Masukkan potongan ayam fillet yang telah didiamkan kedalam toples berisi bahan 2. Kocok-kocok dan goreng hingga matang. Perlu diperhatikan bahwa tahap ini harus jeli, jangan sampai ayam sempat terlalu lama dalam tepung. Dan dalam tahap penggorengan pun gunakan api sedang, jangan terlalu kecil dan jangan terlalu besar.

Masukkan ayam pada saos lada hitam. Aduk rata dan ayam siap dihidangkan.

Bagaimana? Mudah bukan?

Happy Cooking.. 😊

Resep Sambal Goreng Kuning Parutan Iwak Haruan

Resep Sambal Goreng Kuning Parutan Iwak Haruan

What? Parutan Iwak Haruan?

*eh btw, parutan itu apa ya?😌

#gubrak.. 😂

Oke, buat kalian yang membaca post resep ini dan bukan orang Banjar pasti bingung dengan kata ‘parutan’. Harap maklum, karena aku juga bingung mengganti kata padanan yang pas dalam bahasa indonesia. Karena_entahlah, buat aku sendiri kata ini kalau diganti namanya kok masakannya berasa ga ada khas Banjarnya ya. Jadi biarlah begini adanya ya.. 😂

Parutan adalah ‘isi’ dari ikan. Kami orang banjar biasa menyebutnya dengan istilah peparutan. Kalau dalam bahasa indonesia mungkin nama ‘jeroan’ terdengar lebih familiar. Apa saja isinya? Ya, mulai dari telur, hati, dan usus kecil dari ikan haruan ini ternyata merupakan sajian yang enak disantap. Siapa sangka? Isi dari ikan? Bukan ikan sembarangan tentunya. Hanya ikan haruan yang memiliki cita rasa enak hingga keparutan atau jeroannya. 

Ikan Haruan atau Ikan Gabus

Baca juga: Resep Ketupat Kandangan Khas Banjarmasin 

Ya, sebut saja makanan ini terbilang ekstrim bagi kalian yang belum ‘terbiasa’. Nyatanya, parutan haruan ini enak. Aku bahkan bisa nambah berkali-kali jika memakan hasil olahan parutan iwak haruan ini. Ikan haruan adalah jenis ikan sungai yang mengkonsumsi jenis makanan yang berbeda dari ikan lain. Parutannya pun berbeda dengan ikan lainnya. Sehingga saranku, JANGAN PERNAH merecook resep ini dengan parutan ikan lain.

Apa Parutan Iwak tidak amis?

Ya, orang non banjar pasti sering bertanya tentang hal ini. Bukan hanya ini tentunya, mereka juga pernah bertanya, “Apa enak kepala ikan dimasukin ke sayur? Ga amis?”

Nyatanya tidak, asal ikan yang digunakan adalah ikan segar yang dibersihkan dengan benar-benar bersih dan dilumuri jeruk nipis.

Baca juga: Resep Gangan Keladi Khas Banjarmasin 

Baca juga: Resep Gangan Asam Khas Banjarmasin 

Parutan ikan haruan yang aku masak ini adalah hasil dari ‘menabung haruan’. Ya, setiap kali aku membeli ikan haruan, aku melumuri parutannya dengan jeruk nipis dan menyimpannya di freezer. Selama dua bulan akhirnya tabungan parutan ikan haruanku sudah lumayan sehingga bisa segera aku masak.

Tidak usah khawatir dengan rasa yang mungkin berubah. Kenyataannya, parutan ini enak. Asalkan anda benar-benar bisa membersihkan dan menyimpan dengan benar.

Sebelum memuat resepnya, aku akan berbagi tips membuat parutan iwak haruan ini agar tidak berbau dan berasa amis dan siap langsung dimasak. Apa saja itu? 

1. Basuh parutan berulang-ulang dengan air. Jangan lupa buang empedunya karena jika ada yang tercampur sedikit saja sudah dipastikan masakannya akan pahit dan tidak enak. 

2. Lumuri parutan dengan air jeruk nipis

3. Remas parutan dengan garam dan asam (jangan pake tenaga ekstra ya remasnya, biasa aja). 

4. Diamkan parutan dengan 1 batang irisan serai yang dimemarkan untuk menghilangkan amisnya secara total. 

5. Oseng parutan yang berisi garam, asam dan serai tadi dengan sedikit minyak selama 2 menit, tambahkan kunyit bubuk 1/2 sdt. 

Nah, selanjutnya Bagaimana cara mengolah parutan ikan haruan siap pakai ini? Yuk, simak..

Sambal Goreng Kuning Parutan Ikan Haruan

Bahan

150 gr parutan iwak haruan siap pakai (yang sudah melewati tips diatas) 

4 siung bawang merah

2 siung bawang putih

1 butir kemiri

1 cm kunyit

1 cm jahe

2 cm laos *memarkan

1 buah cabe hijau

1 buah tomat

1 sdt garam

Penyedap secukupnya

3 sdm minyak goreng

Cara membuat

1. Haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit dan jahe. Kemudian tumis hingga harum. Masukkan laos yang dimemarkan. 

2. Masukkan parutan ikan haruan yang siap pakai, tambahkan garam, penyedap dan sedikit air. Masak hingga setengah matang.

3. Masukkan irisan cabe hijau dan tomat. Masak hingga reduce.

Bagaimana? Cukup simple kan membuatnya? Yuk, di Recook.. 😊

Happy Cooking..! 

Resep Gangan Umbut Khas Banjarmasin 

Resep Gangan Umbut Khas Banjarmasin 

Halo para emak rempong pecinta kegiatan dapur..

Tau dong ya sama sayur diatas itu? Apalagi kalau kamu orang banjar, pasti udah sering makan. Ya kan, ya kan.. 😉

Namanya Gangan Umbut

Umbut itu apaan???

Hmm.. Sepertinya nama umbut bukan bahasa banjar saja ya. Setauku orang jawa juga menyebutnya umbut (cmiiw). Jadi, umbut adalah bagian batang pohon kelapa yang masih sangat muda yang letaknya di ujung atas pohon kelapa.

Jadi ini bukan rebung? 

Bukan, rebung itu tunas pohon bambu. Rasanya berbeda dengan umbut. Umbut memiliki tekstur lebih halus dan lembut sementara rebung teksturnya agak kasar dan kriuk. Buat aku, umbut lebih enak rasanya dibanding rebung.

Jadi, pohon kelapa segede itu ditebang cuma buat ngambil ujungnya doang?  

Ahh.. Ga gitu juga kaleee… 😅

Jadi, Pohon yang ditebang untuk diambil umbutnya itu biasanya adalah pohon kelapa yang belum produktif atau pohon kelapa yang masih muda dan belum pernah menghasilkan buah kelapa. Biasanya pohonnya masih memiliki tinggi sekitar 7 meter dengan kondisi batang yang masih belum begitu keras.

Ini dia si umbut kelapa

Umbut ini enak sekali dibuat berbagai aneka makanan. Mungkin tiap daerah punya resep makanan andalan masing-masing ya dengan bahan utama umbut. Tapi kalau di Banjarmasin, umbut kelapa ini biasanya diolah menjadi gangan (sayur berkuah)

Baca juga “Resep Gangan Keladi Khas Banjarmasin” 

Baca juga “Resep Gangan Asam Khas Banjarmasin” 

Jenis gangan yang cocok untuk umbut ini adalah gangan belamak (mamakai santan sebagai kuah). Umbut kelapa adalah salah satu bahan sayur yang sering dijual dipasar tradisional dibanjar. Jadi, kalau kamu berada dibanjarmasin dan ingin membuat ini.. Please jangan repot-repot nebang pohon nyiur tetangga ya.. 😂

Aku sendiri biasanya membeli umbut dengan harga 2000-3000an saja. Maklum, aku membuatnya cuma buat satu kali makan saja. Orang asli banjar terbiasa memakan jenis sayur berkuah hanya pada menu makan siang. Jadi please deh jangan nanya, “Kok dikit amat belinya?”

Dengan harga segitu aku bisa dapat 1 mangkok besar umbut untuk porsi 4 orang. Yup, dirumahku kan ada aku, suami, adikku dan anakku_farisha. So, ini cukup buat satu kali makan.

Apa campurannya? Campurannya adalah kacang panjang, jagung dan waluh (labu kuning). Lauk yang cocok untuk gangan ini adalah berbagai jenis ikan goreng atau bakar yang dilengkapi dengan sambal acan khas Banjar.

Baca juga: Resep Papuyu Bebanam dan sambal acan

Wah kamu nyurcol mulu win, kapan masaknya? 😂

Yuk ah cuss.. Baca dan pahami resepnya yaaa..

Gangan Umbut Khas Banjar

Bahan:  

150 gr Umbut kelapa

2 buah kacang panjang

1 biji jagung

150 gr labu kuning

1/4 biji kelapa ( dijadikan 150 ml santan cair & 150 ml santan kental)

1 buah bawang merah

1 buah bawang putih

1 sdt garam

1 sdt gula

Penyedap secukupnya

Cara membuat:  

Siapkan bahan dan cuci dengan air bersih lalu potong sesuai selera.

Rebus labu dan jagung dengan santan cair hingga setengah matang. Masukkan irisan bawang merah, bawang putih, garam, gula, dan penyedap.

Masukkan umbut. Aduk hingga labu dan umbut matang. Kemudian masukkan santan kental.

Didihkan sambil terus diaduk agar santan tidak pecah.

Gangan umbut siap dinikmati.. 😊

Simple sekali bukan? Coba yuk dirumah..

Happy Cooking.. 😊

IBX598B146B8E64A