Browsed by
Category: Social Activity

Dilema Penulis Buku VS Pembajak Buku

Dilema Penulis Buku VS Pembajak Buku

“Bukannya apa sih, sebagai seorang penulis yang sudah punya banyak fans. Harusnya bahasanya lebih ‘sopan’.. “ -Netizen

Ramai para netizen membully ‘omelan’ Tere Liye pada tulisannya di page facebook akhir-akhir ini. Kubaca satu per satu komentarnya. Lalu melamun sesaat.

Komentar itu.. Ada yang berempati, ada yang menyemangati, ada pula yang menertawakan. Sebagai silent reader di fanspage Tere Liye, aku hanya bisa diam. Nyaliku tak begitu bagus untuk ikut nimbrung sekedar berbagi komentar. Tapi, aku mencoba memberanikan diri menulis opiniku pada tulisan blog kali ini. Toh, blog ini adalah milikku. Suka-suka aku bukan beropini disini? 

Ketika Pembajakan Sudah Menjadi Hal Biasa Dalam Kehidupan

“Wind, kamu ngebela Tere Liye. Bukannya kamu juga langganan beli CD bajakan ketika SMA dulu?”

Eh iya, siapa bilang aku orang yang suci? Gak pernah ngomong begitu bukan? Bahkan, dosaku dibidang membeli barang bajakan mungkin jauh lebih juara dibanding kalian semua. 

Aku pernah beli CD murah, beli baju murah, tas murah, sepatu murah. Bahkan aku juga tukang ‘influence’ temen-temen aku ketika kuliah dimana membeli barang-barang murah nan bagus. Bangga sekali rasanya kalau diingat masa-masa itu. 

“Winda, cewek yang tau list harga barang-barang murah dan bagus..”

Aku tidak peduli kalau ada salah seorang menegurku seperti ini, “Eh, ini tas Channel ya? Berapa harganya? Kok murah? Oh, barang kw..”

Hatiku pasti mendengus kesal, “Kan gak semua orang financialnya kayak elo.. “

“Bergayalah sesuai isi dompetmu.. “

Itu adalah prinsip kesekian dalam hidupku. Dan aku sangat bangga dengan prinsip itu. Karena prinsip itu ditularkan oleh mamaku. Bahkan, jujur saja.. Sebelum aku lahirpun mungkin saja aku sudah mengonsumsi barang-barang bajakan. Jauh lebih banyak dibanding kalian. Tapi kenapa aku begitu? 

Ketika aku kecil, aku tidak mengerti apa itu barang bajakan. 

Ketika aku sudah besar, aku mengerti barang bajakan. Tapi aku sudah memaklumi industrinya. Dan mendukung perkembangannya karena lebih ramah pada golongan ekonomi kebawah. 

Lalu, atas alasan ‘murah, murah, murah’ aku membenarkan pembelian barang bajakan dalam hidupku. Biarkan saja barang ORI punya kelas dan pasarnya. Barang bajakan juga sebuah industri yang punya pasar dan kelas sendiri. 

Itulah pembenaranku. Dan ya, aku mengakui bahwa diriku adalah sarjana akuntansi dan tentu sudah memahami ekonomi. Tapi aku menyangkal kesalahanku dan membenarkannya. Karena aku memang punya sifat keras kepala sejak dahulu. 

Pembajakan adalah hal biasa dalam kehidupanku. Ngapain repot-repot diurusin? 

Dan kalian tau? Aku pernah membeli buku Tere Liye 1 bundling. Dan itu barang bajakan. Judge me. Itulah aku dahulu. Winda dengan mental sok miskin dan iya.. Goblok. 

Apakah Tere Liye Itu Memang Penulis yang Tidak Sopan dalam Berbahasa? 

Aku mengenal Tere Liye sejak kuliah. Buku pertama karyanya yang aku baca adalah Negeri Para Bedebah. Ops sorry, buku itu ORI karena itu bukan milikku melainkan punya adikku. Bermodal ‘pinjem’ dari adik, aku mulai menyukai buku-buku Tere Liye. Jangan salah, buku-buku Tere Liye saat itu dibeli di gramedia dengan harga yang menurutku mahal.

Saat aku menikah, ekonomi keluargaku dalam kondisi down. Selain itu, aku sempat mengalami PPD. Untuk mewaraskan diri, aku mulai menekuni dunia blogging dan membaca buku. Kulirik lagi karya-karya terbaru dari Tere Liye. Tak lantas menabung demi membeli bukunya. Tapi aku hanya membaca-baca review buku tere liye yang berseliweran di internet. Lumayan mengenyangkan. 

Hari berganti tahun demi tahun. Marketplace mulai ramai. Saat itu, aku tidak menginstall aplikasi online store apapun di HP. Aku hanya kepo dengan berbagai marketplace itu melalui HP suami. Lalu, saat iseng membuka buka*apak di HP suami. Aku melihat buku Tere Liye. Harganya, omo.. Murah sekali. Itu adalah kali pertama aku tau ada yang namanya buku murah di marketplace. Dulu, kukira buku itu ORI. Lalu, saat bukunya datang aku terkejut dengan kualitas kertasnya. Kan, memang aslinya goblok. 😆

Saking gobloknya, aku membeli lagi buku itu 3 bulan kemudian di toko yang sama. Saat itu, aku sudah melakukan tombol ‘like’ di fanspage Tere Liye. Kuperhatikan kuote dan tulisannya. Bagus. Dan toh Tere Liye tak pernah menyinggung tentang buku bajakan dsb. Itulah letak kegoblokan hakiki milikku. Kenapa aku beli lagi ya? Apakah karena kupikir tidak apa-apa? Toh, penulisnya saja santuy dan tidak marah. 

Bulan berganti tahun. Keadaan ekonomi keluargaku membaik. Aku sudah mulai bisa menabung dan memiliki penghasilan sendiri dari blog. Aku mulai mengubah polaku dalam membeli buku. Mulai berani menginstall sh*pee dan tokop*dia di HP lalu mencari buku ORI yang sedang diskon. Separuh buku Tere Liye milikku adalah buku ORI. Senang rasanya, kualitas kertasnya saja sudah beda sekali dengan yang bajakan. 

Tahun 2018, Tere Liye datang ke Gramedia Banjarmasin. Dia berbagi ilmu disana. Aku memperhatikan dan sempat mengangkat tangan untuk bertanya. Ia menjawab dengan lugas dan nyaman. Aku juga ikut mengantri tanda tangan di buku ORI yang aku miliki. Dari awal pertemuan hingga akhir, tak sekalipun ia pernah protes tentang buku bajakan. Tak pernah ia nyinyir dan sebagainya. Padahal saat itu, buku bajakannya ramai sekali dijual dimana-mana. Karena sifatnya yang terkesan legowo demikianlah aku memutuskan untuk tidak lagi membeli buku bajakannya. 

Setahun terakhir ramai tulisan Tere Liye di fanspagenya membahas tentang buku bajakan. Dimulai dari tulisan yang ‘biasa saja’ untuk sekedar menghimbau pembacanya hingga semakin hari semakin naik levelnya. Dari biasa saja, medium hingga seperti tulisan diatas. Apakah itu wajar? 

Hei, Apakah marah itu wajar? 

Tentu saja wajar.. Kok bisa-bisanya kalian yang mungkin tidak mengenalnya bahkan mungkin tidak pernah membaca karyanya menertawakannya dan ikut menggunjingnya. Ironisnya, sebagian dari mereka juga para penulis. Disitulah hatiku nyeri. 

Kenapa dunia selucu ini? 

Gaes.. Aku pernah diposisi sama dengan Tere Liye sewaktu sekolah. Tugas dan PR milikku dicontek oleh teman-teman sekelasku. Aku yang capek, teman-temanku yang tertawa. Saat aku iseng ‘menyalahkan’ jawabanku supaya nilai kami tak seragam, teman-temanku mencela tindakanku. Berkata ingin menang sendiri. Saat aku tidak mau menyerahkan tugas dan PR milikku mereka ramai menggunjingku ‘pelit’. Sudah jutek, pelit pula. 

Begitulah kiranya konflik penulis dengan pembajak.. 

Penulis capek sekali untuk menemukan ide, melakukan riset, edit sana sini, bolak balik, kerja dan kerja. Pembajak punya jalan yang lebih instan. Cukup copy paste. Saat penulis mogok dan merajuk, orang-orang disekelilingnya ramai mengatakannya penulis pamrih, matre dsb. Sementara pembajak ramai dipuji murah hati karena ia memang lebih ‘murahan’. Disitulah letak menyebalkannya. Kenapa dunia ini selucu itu? 

Perlu kalian ingat bahwa.. 

“Marah dan tidak sopan itu wajar terjadi. Saat bahasa komunikasi lembut dan sopan tak kunjung diapresiasi..”

Karena apa? Karena komunikasi hanyalah alat untuk penyampaian. Hal yang lebih penting adalah Apakah sudah dirasakan? Bagaimana caranya agar lebih berasa? Kapan jurus marah dan tidak sopan akan efektif? 

Ingin Belajar Berempati dengan Kehidupan Penulis? Bacalah Novel Selamat Tinggal

Setiap Tere Liye mengulas tentang betapa b*engseknya industri buku bajakan ia selalu menuliskan kalimat akhir dalam tulisannya. 

“Tere Liye, Penulis Novel Selamat Tinggal”

Itulah ciri khas miliknya. Setiap menulis status, ia mencantumkan judul novel yang mewakili statusnya. 

Dan novel yang mewakili konflik Penulis vs Pembajak adalah novel berjudul Selamat Tinggal. 

Aku sudah pernah mereview novel selamat tinggal. Dan novel itu luar biasa. Ia mengubah diriku yang selalu membenarkan pembajakan. Ia juga membuka pola pikirku untuk memahami makna keberkahan dalam hidup. 

Berhentilah menilai seseorang hanya dari status-statusnya di facebook. Tidak lantas 1-2 kalimat terlihat rese lalu kalian berhak mengklaim kalau orang ini jelek. Pertanyaanku, pernahkah kalian membaca buku Tere Liye sehingga berhak sekali menghakimi status-statusnya? Sudah berapa lama sih kalian kenal dengan Tere Liye? 

Eh, memangnya kamu kenal banget win?

Enggak, ada ⅕ bukunya yang belum aku baca.

Aku tidak pernah mengobrol dengan Tere Liye, atau bahkan tinggal 1 kelas dengannya. Lantas kenapa? Itulah alasan kenapa aku tidak menghakiminya. Toh, aku belum kenal 100% dengan Tere Liye bukan? Justru karena belum kenal aku tidak berani menghakimi orang yang sudah membuka pola pikirku dengan buku-bukunya yang mengandung banyak hikmah kehidupan. 

Novel selamat tinggal ini luar biasa loh. Kalau kalian membaca dengan seksama. Penulis menempatkan dirinya pada posisi penjual buku bajakan. Mencoba berempati dari posisi mereka. Mengubah karakternya perlahan-lahan melalui berbagai peristiwa. Dan memaklumi bahwa di dunia ini selalu ada makhluk yang bebal dan tidak sadar akan kesalahannya. Begitulah dunia. Untuk seorang penulis yang karyanya sudah sedemikian dicuri oleh pembajak. Novel Selamat Tinggal ini cenderung sopan dalam menegur. 

Tapi, untuk apa penulis terus menulis? Bukan untuk pembajak. Bukan pula untuk menghancurkan industrinya. 

Tujuannya adalah mengubah pola pikir generasi selanjutnya menjadi lebih baik. Lantas, bagaimana generasi menjadi lebih baik jika ‘kalian’ terus meneriaki dan mentertawakan omelannya? Menyindirnya di status hingga ramai menertawakan beberapa hal tidak baik miliknya. 

Sedihnya, mengapa hal ini juga turut dijadikan ajang aji mumpung bagi penulis lain? Berlagak cara mereka lebih sopan dan baik. Kenapa demikian? 

“Aku heran kenapa manusia suka bergosip? Bukankah kita semua memiliki cela pada diri masing-masing?” -Fey: Nebula-Tere Liye. 

Pertanyaannya, apakah industri buku bajakan akan mati? Jawabannya tentu tidak. 

Tapi, Mungkinkah generasi selanjutnya akan lebih baik? 

Jawabannya ada pada diri kalian sendiri. 🙂

Nb: Aku bukanlah fans mati Tere Liye. Banyak beberapa penulis indonesia yang juga aku sukai. Akan tetapi, aku selalu berusaha untuk mengapresiasi langkah keberanian. Sejauh itu benar, Kenapa tidak? 

Kalian juga boleh saja menghakimiku karena pernah membeli buku dan barang bajakan. Kalian tau? Semua manusia pernah melalui masa ‘goblok’nya masing2. Dan iya, aku pernah ‘goblok’. Tapi satu hal yang penting. Apakah lantas kita membenarkan kegoblokan itu? Dalam hidupku ada 3 orang yang pernah memakiku ‘bodoh’ dan ‘goblok’. Tiga orang itu, adalah orang yang paling aku sayangi sekarang. Kalimat kemarahan adalah sebuah batas merah yang tanpa sadar menciptakan tombol ‘warning’ dalam hati kita. Maka, peluklah rasa marah itu. 

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Gunadarma Terbaru 2021

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Gunadarma Terbaru 2021

Pada tau gak nih kalo PMB Gunadarma kembali dibuka tahun ini? Iya, Sebagai salah satu kampus swasta terbaik di Indonesia, Universitas Gunadarma terus meningkatkan kualitas pelayanan dalam layanan Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB). Supaya calon mahasiswa baru yang ingin melanjutkan pendidikan di Universitas Gunadarma diberikan kemudahan dalam prosesnya.

Ehm, kan lagi covid nih? Daftarnya gimana?

Dalam upaya bersama memutus rantai penyebaran COVID-19, Universitas Gunadarma menyediakan fasilitas Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) Online. Dengan sistem ini, kamu bisa mendaftar sebagai mahasiswa baru Gunadarma tanpa harus datang ke kampus. Universitas Gunadarma membuka penerimaan mahasiswa baru 2021 secara daring yang sesuai dengan protokol kesehatan di masa pandemi COVID19. Melalui PMB Gunadarma online, calon mahasiswa baru diseleksi hanya dengan mengisikan nilai beberapa mata pelajaran pada rapor semester 4 dan 5, serta mengunggah file rapor.

Prosedur Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas Gunadarma

Bagaimana cara melakukan pendaftaran online di Universitas Gunadarma? Nah, Berikut ini adalah prosedur penerimaan mahasiswa baru Gunadarma:

1.Melakukan Pendaftaran
Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah melakukan pendaftaran dan pembayaran formulir sesuai nomor Virtual Account sesuai data yang kamu isikan. Setelah melakukan pembayaran formulir pendaftaran, kamu akan mendapatkan konfirmasi melalui email dan sms. Karena itu, pastikan email dan nomer HP kamu benar dan aktif.

2.Mengisi Nilai Raport
Kamu bisa login untuk mengaktifkan akun dan melanjutkan ke tahap berikutnya yakni mengisikan nilai akademik yang tercantum dalam rapor semester 4 dan 5. Dalam tahap ini, pilihlah mata pelajaran(mapel) yang nilainya terbaik, serta 3 mapel yang wajib diisikan yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.

Setelah mengisi nilai raport, selanjutnya kamu bisa mengunggah file raport. Jika kamu gagal mengunggah file, kamu dapat meminta bantuan dengan menghubungi chat online pada web pendaftaran Gunadarma. Caranya, klik tombol “Online” dan tulis secara singkat dan jelas mengenai kendala yang kamu hadapi.

3.Menunggu Hasil Seleksi

Terakhir, kamu hanya perlu melakukan pengecekan secara berkala untuk mengetahui hasil seleksi dan prosedur pembayaran uang kuliah melalui Virtual Account Bank DKI serta daftar ulang online yang harus dilakukan.
Panitia akan melakukan validasi pada semua berkas daftar ulang yang dipersyaratkan. Jika semua valid, kamu sudah memenuhi syarat sebagai calon mahasiswa baru Universitas Gunadarma.

Setelah itu, kamu bisa mengikuti tahapan berikutnya yaitu masa orientasi atau pengenalan kampus. Semua tahapan tersebut akan diumumkan atau disampaikan melalui website, email calon mahasiswa, atau bentuk komunikasi lainnya.

Jurusan Kuliah di Universitas Gunadarma

Setelah mengetahui PMB Gunadarma online, hal yang tak kalah penting untuk kamu ketahui adalah program studi di Universitas Gunadarma. Kamu bisa memilih jurusan kuliah yang kamu inginkan. Ada beberapa fakultas di Universitas Gunadarma dengan program studi masing-masing, informasinya sebagai berikut ini:

-Fakultas Kedokteran

*Jurusan Kedokteran

– Fakultas Ilmu Komunikasi

*Ilmu Komunikasi

-Fakultas Sastra

*Jurusan Sastra Inggris

-Fakultas Psikologi

*Jurusan Psikologi

-Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi

*Jurusan Sistem Informasi

*Jurusan Teknik Informatika

-Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

*Jurusan Teknik Sipil

*Jurusan Teknik Arsitektur

-Fakultas Ekonomi

*Jurusan Manajemen

*Jurusan Akuntansi

*Jurusan Ekonomi Syariah

-Fakultas Teknologi Industri

*Jurusan Teknik Industri

*Jurusan Teknik Informatika

*Jurusan Teknik Elektro

*Jurusan Teknik Mesin

Lokasi Universitas Gunadarma

Kegiatan perkuliahan Universitas Gunadarma dilaksanakan di 14 kampus yang terletak di Jakarta, Depok, Bekasi, dan Tangerang. Kampus utama Gunadarma berada di Kota Depok, Jawa Barat. Setiap kampus terdiri dari fakultas, jurusan, dan fasilitas masing-masing.

Berikut ini adalah informasi seputar kampus Gunadarma beserta alamat lengkap Universitas Gunadarma di beberapa daerah Jabodetabek:

-Kampus A (Kampus Kenari) : Jl. Kenari nomor 13, Jakarta Pusat

-Kampus B (Kampus Salemba Bluntas) : Jl. Salemba Bluntas, Jakarta Pusat

-Kampus C (Kampus Salemba) : Jl. Salemba Raya nomor 53, Jakarta Pusat

-Kampus D (Kampus Depok) : Jl. Margonda Raya Pondok Cina, Depok

-Kampus E (Kampus Kelapa Dua) : Jl. Akses Kelapa Dua Kelapa Dua, Cimanggis

-Kampus G (Kampus Laboratorium Kelapa Dua : Jl. Akses Kelapa Dua Kelapa Dua, Cimanggis Phone

-Kampus H (Kampus Laboratorium Kelapa Dua) : Jl. Akses Kelapa Dua Kelapa Dua, Cimanggis

-Kampus H2 (Kampus Simatupang) : Jl. Tahi Bonar Simatupang Kavling. 38, Jakarta Selatan

-Kampus J1 (Kampus J1) : Jl. KH. Noer Ali, Kalimalang, Jakasampurna, Bekasi Barat

-Kampus J3 (Kampus Kalimas ) : Jl. Raya Kalimalang, Bekasi

-Kampus J4/K (Kampus Kemang Pratama ) : Jl. Kemang Pratama Raya No.13,
Jakarta Timur

-Kampus J5 (Kampus Cakung ) : Jl. Sentra Primer Baru Timur, Jakarta Timur

-Kampus L (Kampus Cengkareng) : Jl. Raya Kamal Outring Nomor. 75, Jakarta Barat

-Kampus K (Kampus Karawaci) : Jl. Kelapa Dua Raya No.93, Tangerang

Berada di lokasi yang strategis, Universitas Gunadarma cukup dekat dengan tempat umum seperti Terminal Bus, Bandara, Stasiun Kereta, Restaurant, Mall, Supermarket, Apotek, dan berbagai tempat lainnya.

Banyaknya pilihan jurusan di Universitas Gunadarma memberi kamu gambaran mengenai prodi apa yang ingin kamu ambil. Kamu dapat mendaftar melalui PMB Gunadarma online dan memilih jurusan yang kamu inginkan.

BBM Ramah Lingkungan untuk Wujudkan Program Langit Biru

BBM Ramah Lingkungan untuk Wujudkan Program Langit Biru

“Mama, Apakah mungkin suatu hari nanti warna langit akan berubah? Layaknya warna sungai di kota kita?”

Pica bertanya padaku sambil memandang langit biru hari itu. Di atas menara siring kota banjarmasin kami bertiga terdiam mendengar kata-kata Pica. 

“Karena di buku yang Pica baca, manusia semakin hari akan menambah polusi. Bukan cuma air yang bakal rusak. Tapi langit juga. Manusia di negeri awan akan marah dan menurunkan air bah..”

“Pica, manusia di negeri awan itu tidak ada. Itu hanya ada di buku” Sanggahku sambil tertawa. 

“Tapi, mungkinkah Tuhan dan malaikat tinggal di negeri awan? Pica sering membayangkan begitu.”

Akupun tertawa lagi.. 

Tertawa, sambil merenung di dalam hati. 

Akankah Langit Masa Depan Masih Langit yang Sama? 

Beberapa bulan yang lalu, kalimantan selatan dilanda banjir terparah. Banjir yang memakan korban hingga merusak rumah dan beberapa jembatan tersebut mengingatkan kami bahwa pencemaran air bukanlah hal yang harus dianggap remeh, begitupun faktor lainnya. Sudah begitu sering rasanya Pica bertanya padaku, kenapa pantai dan sungai disini tidak pernah berwarna biru. Tapi tentang langit yang tak lagi biru? Itu terlalu mengerikan untuk dibayangkan. 

Tapi, hal tersebut ‘mungkin saja’ terjadi.. 

Beberapa novel dan komik remaja mulai menuangkan konsep rusaknya udara untuk menyadarkan generasi-generasi muda. Dengan membaca, anak-anak dan remaja mulai disadarkan akan pentingnya menjaga bumi. Tapi pertanyaannya, mungkinkah hal yang kita lakukan cukup? Dengan membuang sampah pada tempatnya saja misalnya. Apakah itu cukup? 

Bagaimana jika bumi sudah terlanjur rusak? Bagaimana jika berpuluh tahun kemudian, Humaira dan Pica tak lagi menikmati langit yang sebiru sekarang? Cerita macam apa yang akan mereka ceritakan pada anak-anak nantinya? 

Akhirnya, aku hanya terpaku nanar memandang sebuah ayat dalam Al-Qur’an pada bacaan buku anakku.. 

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (QS. 30 Ar Ruum : 41).

Dan aku kembali bertanya di dalam hati, masihkan ‘bisa’ kami menemukan ‘jalan yang benar’? 

Tentang Program Langit Biru

Sesungguhnya, kita sudah lama disadarkan akan ancaman kerusakan lingkungan. Action untuk memutus kerusakan lingkungan pun sudah dilakukan jauh hari. Beberapa program dunia sudah banyak yang berjalan. Akan tetapi, kadang tidak banyak orang yang tau. Termasuk itu dengan program langit biru. 

Kalian tau? Program ini sudah diluncurkan pertama kali pada tahun 1996 oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup melalui Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 15 Tahun 1996. Tahun 1996 loh, sudah 25 tahun yang lalu. 

“Program langit biru merupakan program yang bertujuan untuk mengendalikan dan mencegah pencemaran udara dan mewujudkan perilaku sadar lingkungan baik dari sumber tidak bergerak (industri) maupun sumber bergerak yaitu kendaraan bermotor”

Dirjen Perhubungan Darat, Ir. Iskandar Abubakar, Msc

Meski sudah lama ada, akan tetapi program ini kurang maksimal berjalan. 

Padahal, programnya sudah ada. Diantaranya adalah pendekatan teknologi ramah lingkungan, inspection and maintenance kendaraan bermotor, penetapan standar emisi gas buang untuk kendaraan yang sudah berjalan, serta pendekatan manajemen lalu-lintas yang baik.

Akupun kembali disadarkan dengan adanya program langit biru ketika mengikuti webinar bersama KBRxYLKI. Webinar yang berlangsung selama 2 hari berturut-turut dengan durasi yang cukup lama menyadarkanku betapa program ini sebenarnya masih ada. 

Akan tetapi, kadang ada saja hambatan untuk sebuah misi. Pencemaran udara nyatanya selalu terjadi. 

Jadi, siapa yang salah akan pencemaran udara yang selama ini terjadi? Apakah hati nurani kita sudah sedemikian tertutup sehingga hanya dapat berkata itu adalah tekanan lingkungan? 

Kerusakan Udara di indonesia? Siapa yang Harus disalahkan?

Mari kita buka cerita ini dengan sebuah berita. 

Masih ingatkah kita dengan berita tentang pelarangan mobil-mobil indonesia di Vietnam? Hal ini disebabkan karena mobil-mobil Indonesia yang sebelumnya diekspor ke sana masih menggunakan standar emisi EURO 2. 

Ya, Vietnam sudah menerapkan kebijakan baru terkait uji tipe dan uji emisi dalam regulasi nomor 116 tentang overseas vehicle type approval (VTA). Kebijakan ini mengharuskan setiap produsen melakukan uji tipe sesuai standar pemerintah Vietnam. Jika tidak sesuai maka seluruh produk ekspor akan dikirimkan kembali ke negara asal.

Karena itu, produsen didorong untuk mulai mengganti produksi mobil EURO 2 ke EURO 4. Indonesia tidak memiliki standar perlakuan yang sama dengan Vietnam. Begitupun beberapa negara lain yang sudah mulai memperdulikan perubahan teknologi dan penggunaan BBM yang ramah lingkungan. 

Kerusakan udara di indonesia memang tidak hanya dipengaruhi oleh penggunaan BBM yang tidak ramah lingkungan dari transportasi. Ada beberapa multiplayer effect. Beberapa lainnya adalah efek rumah kaca, kebakaran hutan, kemacetan jalan hingga bencana alam lainnya. Tetapi, berkaca dari perkembangan negara lain apakah mungkin jika indonesia mencoba untuk move on? Dengan mengurangi polusi udara dari transportasi darat misalnya. Karena inilah penyebab pencemaran udara yang cukup besar dibanding faktor lainnya. 

Ya.. Dari webinar kemarin, aku baru mengetahui bahwa indonesia termasuk dalam negara yang emisi karbon globalnya tinggi. Nomor dua setelah china. Meskipun ketika kebijakan PSBB awal emisi sempat menurun namun indonesia ternyata tertinggal jauh dibanding negara lain dalam usaha mengurangi emisi karbon. 

Ada 2 faktor setidaknya yang menyebabkan hal ini, yang pertama adalah teknologi kita masih menggunakan standar euro 2. Dan yang kedua adalah indonesia merupakan salah satu negara yang masih menggunakan bahan bakar premium. 

Wait, Apa salahnya menggunakan premium? Toh itu lebih murah. Toh kan dulu-dulu kakek nenek kita juga pakai premium? Terus, gak mikirin apa kalau premium ditiadakan.. Masyarakat golongan bawah pakai apa dong? Air sungai? 

Mari Mulai Menggunakan BBM Ramah Lingkungan

Tahukah kalian? Kini di dunia hanya tinggal tujuh negara yang menggunakan bensin dengan RON di bawah 90. Tujuh negara itu antara lain Indonesia, Bangladesh, Colombia, Mesir, Mongolia, Ukraina dan Uzbekistan. Sementara kebanyakan negara lain telah menggunakan bensin dengan RON di atas 90, termasuk negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand, maupun Vietnam.

Premium sendiri sudah lama menjadi kontroversi karena dinilai mengandung sulfur tinggi dan tidak ramah lingkungan. 

Kita mungkin sering merasa bahwa memakai premium lebih hemat, lebih nyaman. Bahkan saking sudah terbiasanya masyarakat dengan premium, di daerahku sendiri premium ini sampai dijadikan ladang bisnis. Premium eceran ramai dijual dimana-mana. Dari ada yang namanya agen premium hingga para pengecer premium jalanan. 

Tanpa kita sadari sesungguhnya penggunaan premium ini sebenarnya merugikan diri sendiri. Tahukah bahwa jarak tempuh kendaraan dengan bahan bakar premium lebih sedikit dibanding menggunakan bahan bakar diatasnya? Dan tahukah bahwa penggunaan premium mengakibatkan adanya pengikisan komponen mesin akibat kerak di bagian ruang bakar. Ya, menggunakan bahan bakar kualitas rendah mengakibatkan pembakaran kurang sempurna. 

Jadi, masih inginkah kita melanjutkan penggunaan bahan bakar bensin dengan RON dibawah 90? Menggunakan premium? 

Tapi win, pertalite dan pertamax itu mahal! 

Ah, kalian kurang gaul! Makanya, jangan beli premium di eceran gaes.

Program Langit Biru juga telah dikampanyekan oleh PT Pertamina (Persero). Adanya harga diskon atau harga khusus untuk bensin dengan RON lebih tinggi yakni Pertalite (RON 90) seharga Premium di SPBU yang masih menjual Premium pun mulai dilaksanakan. Jujur, di banjarmasin sendiri ini mulai terwujud. Aku sendiri sudah lama move on ke pertalite sejak ini. Pertama karena merasa harganya tidak jauh-jauh banget dengan premium. Dan akhirnya jadi keterusan karena sungguh banyak efek positif yang aku rasakan. 

Ya.. Hasilnya, memang frekuensi servis kendaraan mulai berkurang. Dan memang daya tempuhnya lebih tinggi. Jadi, sebenarnya kita tidak rugi kok. Justru dengan menggunakan BBM ramah lingkungan kita turut berkontribusi dalam menjaga lingkungan. 

Dan kalian mau tau cara hemat menggunakan bahan bakar ramah lingkungan lainnya? 

Kalian bisa download My Pertamina di PlayStore untuk transaksi cashless. Dengan pembelian pertamax kalian akan mendapatkan cashback sebanyak 300 rupiah. Awalnya mungkin terasa mengikis dompet, tapi percayalah dampak positifnya juga tak kalah banyak. 

Kemungkinan Konflik Sosial-Ekonomi yang Harus Diperhitungkan Jika Premium Dihapuskan

Ah, ngeles aja kamu win. Masa ujung-ujungnya masyarakat miskin yang disalahkan gara-gara pakai premium. Duh! Mentang-mentang bisa beli pertamax! 

Aku bisa membayangkan konflik yang mungkin terjadi jika premium dihapus. Mungkin, ramai masyarakat protes. Terutama yang keadaan sosial ekonominya masih dibawah. Para pengecer premium yang kadang tak punya inovasi dan mengalami kemiskinan terstruktur mungkin akan bertanya kenapa dan ada apa? Jika aku menjadi mereka, mungkin saja aku juga merasakan hal yang sama. 

Kesenjangan sosial dan tingkat kriminalitas akan semakin tinggi. 

Sudah susah makin susah. 

Akan tetapi, setelah menghadiri webinar kemarin aku menyadari bahwa biaya sosial ekonomi dari kerusakan lingkungan itu jauh lebih tinggi dibanding biaya konsumsi bahan bakar ramah lingkungan. Sosial dan ekonomi dapat diperbaiki dari sekarang. Dari kesadaran kita dan tentunya dari dukungan pemerintah. 

Hei, its not about business, its about care each other. Humanity and Nature. 

Bersama, kita bisa saling menguatkan. Program langit biru adalah program yang berdiri untuk menjaga bumi dari pencemaran udara. Agar oksigen kita tetap sama. Agar langit kita dimasa depan masihlah langit yang sama. Langit biru yang indah dengan penuh udara bersih di bawahnya. 

Perubahan iklim global akan terjadi jika kita terus tak bisa mengubah mindset kita. Jika suhu udara naik 1-2 derajat saja maka diperkirakan akan memungkinkan untuk menenggelamkan pulau. Inilah yang dinamakan kerusakan multi dimensi. Kita tak mau hal ini terjadi bukan? 

Maka, pergunakan hati nurani sebaik-baiknya dari sekarang. Berhentilah memakai sesuatu yang bukan hak kita. Ini bukan saja soal pembelian premium. Dimulai dari pembelian gas elpiji misalnya. Jika sedikit saja dari kita mengurangi ‘rasa hemat non rasional’ maka akan sangat banyak kesenjangan sosial dan ekonomi yang dapat tertolong. 

Dan jika kita sudah melakukan hal yang terbaik, maka sebenarnya itu harus diperkuat lagi. Apa yang memperkuatnya? itulah dukungan dan konsistensi dari pemerintah. 🙂 

Indonesia Langit Biru Butuh Dukungan Pemerintah

“Sulit kiranya untuk mengontrol masyarakat tentang peduli pada lingkungan. Dimana-mana, harga terendah selalu laris. Subsidi melenceng tidak pada tempatnya saja sudah sering terjadi. Hal ini harus memiliki solusi yang tegas. Yaitu aturan konsisten dari pemerintah.”

Ada satu pertanyaan yang sangat aku ingat ketika diskusi publik KBRxYLKI pada tanggal 25 Maret kemarin. Pertanyaan itu adalah, “Kenapa pemerintah tidak menghapuskan saja Premium? Karena di kota saya premium malah banyak digunakan oleh mobil pribadi. Kenapa tidak menegaskan satu aturan tentang penggunaan bahan bakar?”

Jujur, pertanyaan itu juga terlintas di kepalaku. Kenapa tidak dihapuskan? Kenapa tidak memberikan subsidi pada pertalite untuk mengurangi konflik sosial yang mungkin terjadi? 

Jawabannya tentu hal itu bukanlah hal mudah untuk dilakukan. Premium tidak bisa dihapuskan sepenuhnya. Premium digunakan untuk jenis BBM khusus penugasan, pemerintah tetap memberikan kompensasi kepada Pertamina dari harga jual ke publik yang lebih rendah dibandingkan harga keekonomiannya. Meski demikian premium sudah mulai dibatasi peredarannya. 

Aku pribadi sangat menantikan adanya sanksi tegas untuk pelaku bisnis premium. Bukan hanya razia pada pedagang eceran premium yang kecil karena sungguh kurasa mereka hanya mengalami kemiskinan terstruktur yang kadang tak punya pilihan. Berantas dari akarnya. Mafia bahan bakar itu banyak. Jika akar masalah ini teratasi maka bukan tidak mungkin akan berangsur terjadi hal baik lainnya. 

Dan aturan yang konsisten sangat dibutuhkan untuk langkah tegas. Sebagai awal mula semangat untuk menggerakkan indonesia langit biru. 

Tentunya kita masih memiliki tujuan yang sama bukan? 

Mewarisi langit biru dengan udara segar untuk anak dan cucu kita nantinya.. 

Jadi, jangan tunggu sampai langkah tegas itu ada. Bergeraklah dari sekarang. Dimulai dari diri kita sendiri.

Sumber referensi tulisan:
Hasil diskusi publik KBRxYLKI
www.cnbcindonesia.com
dephub.go.id
www.kompas.com
Nyoba Pelatihan Prakerja dari Skill Academy, Kenapa Enggak?

Nyoba Pelatihan Prakerja dari Skill Academy, Kenapa Enggak?

Akhir-akhir ini ada gak sih yang ngerasa kalo ternyata pekerjaan yang paling gampang dilakuin itu ternyata adalah pekerjaan yang fleksibel. Yang mana di rumah oke banget ngerjain, sambil jalan-jalan juga hayuk. Dan lebih enaknya lagi kalo bisa dilakuin sambil menyusui anak atau sambil nonton drakor. Wah, jenis pekerjaan apakah gerangan? Pekerjaan yang lagi trending gaes. Namanya pekerjaan #dirumahAja.. Haha. 

Ada loh jenis pekerjaan demikian. Kamu yang punya minat di bidang IT misalnya, bisa banget belajar pemrograman. Skill ini sangat diminati dalam dunia kerja kaum milenial. Profesi programmer pun bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Benefitnya juga tidak kalah menarik. 

Wah, pusing win. Aku gak suka IT. 

Terus suka apa? Menulis? Membuat konten? Main make up? Suka jualan? 

Selalu banyak peluang. Hari gini asal modalnya pengen belajar, maka semuanya bisa diraih. 

Tapi aku gak suka belajar sin cos tan dsb dsb. Gak mau ah kalo pake acara kuliah lagi endebre endebre.. 

Wait, jangan jangan kalian belum kenalan sama Skill Academy? 

Apa itu Skill Academy? 

Kalian pernah kenalan sama Iqbal? Eh, maksudku sama Ruang Guru? Itu tuh, sebuah perusahaan teknologi terbesar dan terlengkap di Indonesia, yang berfokus pada layanan berbasis pendidikan dan telah memiliki lebih dari 22 juta pengguna dari 100 bidang pelajaran.

Cung, Siapa nih yang hari gini kepalanya udah konslet ngajarin anak di rumah akhirnya download aplikasi ruang guru supaya bisa waras lagi.. 🤣

Nah, Skill Academy ini adalah inovasi terbaru dari Ruangguru. Aplikasi Skill Academy dikembangkan oleh tim terbaik yang sebelumnya telah mensukseskan aplikasi Ruangguru. Kalo Ruangguru adalah ruang untuk anak agar bisa belajar online di rumah aja. Maka, Skill Academy adalah ruang dimana kita bisa mengasah skill sesuai minat dan bakat kita. Jadi disana kita bisa nyoba untuk pelatihan prakerja dengan mengikuti Kelas Online Pelatihan Prakerja . Begituuuh… 

Kenapa Pilih Skill Academy? 

Di tahun 2020, Skill Academy telah digunakan oleh 4 juta pengguna dalam satu tahun dan mendapatkan rating 5 stars dari 350 ribu lebih pengguna. Skill Academy juga mendapat penghargaan DailySocial dan Best Personal Growth App dari Google Playstore.

Ada beberapa temanku yang sudah mencoba pelatihan skill academy ini. Ternyata, harga pelatihan online disana tergolong terjangkau. Selain itu, banyak diskon dan promo yang diberikan, sertifikat pelatihannya pun cepat selesai dan yang paling penting aplikasi yang digunakan tidak banyak error. Tentu saja materi disampaikan langsung oleh yang ahli dibidangnya.

Dan menariknya lagi, ternyata kelas-kelas di skill academy bisa diselesaikan tanpa webinar. Jadi, kecepatan belajar itu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta. 

Entah kenapa, kalau ingat skill academy aku jadi ingat dengan salah seorang pegawai di kantor kami. Percaya tidak percaya, seseorang dengan skill sedemikian expert sudah diundang oleh universitas ternama untuk mengisi acaranya. Kalian tau dia lulusan apa? Hanya lulusan SMK TKJ saja. Emejing bukan? 

Belajar hingga kuliah mungkin bagus, tapi kadang tidak semua dari kita memiliki pilihan demikian. Dal Mi Start Up misalnya.. Haha.. 

Begitupun pegawai kami tersebut, berbekal skill yang terus diasah dari SMA dan learning by doing dengan mengerjakan beberapa aplikasi di kantor akhirnya dia bisa belajar sesuatu yang tidak bisa diraih orang-orang pada umumnya. Yaitu, terjun ke lapangan dan belajar dengan nyata. 

Skill Academy membaca peluang orang-orang yang memiliki kemauan keras seperti ini. Mengembangkan skill untuk minat dan bakatnya agar terasah langsung. Termasuk kamu, iya.. Kamu.. 

Siapa Saja yang Bisa Ikutan Skill Academy? 

“Tapi aku udah emak-emak.. Gak bisa ikutan beginian. Susah ini.. Susah itu..”

Tenang, belajarnya online kok. Online.. 😁

Jadi, semuanya bisa ikutan asalkan ada kemauan. Hayoloh, yang ngakunya pas pandemi kerjaan bete karena rebahan mulu. Bisa banget diatur waktunya supaya lebih produktif. Atau nih, siapa tau ada yang baru keluar dari pekerjaannya atau kena phk. Jangan putus asa, selalu ada jalan untuk bisa belajar dan bekerja lagi. 

Syaratnya bisa daftar di Skill Academy ini adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dan usia minimal 18 tahun. Serta tidak sedang mengikuti pendidikan formal.

Bagaimana Cara Daftar Akun Prakerja di Skill Academy? 

Jreng jreng.. Sudah mulai termotivasi belum? Ayo dong. Karena gelombang ke 13 udah dibuka aja nih. 

Terus, gimana daftarnya win? 

Nah, langkah selanjutnya adalah buruan daftar akun prakerja. Caranya gampang banget

-Pertama masuk ke situs prakerja.go.id, pilih daftar sekarang. 

Cuss.. Masukkan alamat email, password, konfirmasi password, dan centang “Saya menyetujui Syarat dan Ketentuan dan Kebijakan Privasi yang berlaku” lalu, gass klik daftar.

-Cek kotak masuk email Anda dari Kartu Prakerja dan ikuti petunjuk untuk konfirmasi akun email. 

-Setelah konfirmasi email, klik silakan login.

Isi Data Diri. 

Duh, udah mulai deg degan gak sih.. 

-Langkah selanjutnya adalah tulis kembali alamat email dan password, lalu klik Login. 

-Masukkan nomor KTP dan tanggal lahir, lalu klik Lanjutkan.

-Masukkan data diri dengan lengkap.

-Masukkan nomor telepon dan dapatkan kode OTP yang dikirim melalui SMS

-Ikuti Tes

Saranku, lebih baik untuk siapkan alat tulis dan kertas. Karena di tahap ini peserta akan mengikuti tes motivasi dan kemampuan dasar selama 15 menit. Jawab setiap pertanyaan dengan sebaik mungkin. Setelah selesai, ada jeda untuk mendapat email pemberitahuan dari Kartu Prakerja.

Tes Minat dan Bakat dilakukan dengan membuka laman dashboard. Pelajari petunjuk dengan teliti sebelum klik ‘Mulai Sekarang’

Kerjakan soal Tes Minat dan Bakat sebaik-baiknya ya. 

Setelah selesai, klik Ke Dashboard

Kemudian pilih bergabung ke batch yang tersedia. Nah, tinggal pilih salah satu mitra pelatihan (platform digital) untuk mengikuti pelatihan online. 

Nah, masih bingung waktu luang dipakai buat apa? Masih uring-uringan milih kerja apa? Coba aja yuk main ke website Skill Academy, dan tentukan mana yang jadi pilihan kursus online terbaik untuk kamu!

Karena kamu tidak akan pernah tau sebelum mencoba. 🙂 

Website Skill Academy: https://skillacademy.com/

Instagram Skill Academy: https://www.instagram.com/skillacademy.id

Youtube Skill Academy: https://www.youtube.com/channel/UCi3PrU13BbwgBN4QDHYCWZg

Blog Skill Academy: https://blog.skillacademy.com/

Blog Daftarprakerja: https://daftarprakerja.com/

Meningkatkan Kesejahteraan Petani dengan Program Bango Pangan Lestari

Meningkatkan Kesejahteraan Petani dengan Program Bango Pangan Lestari

“Zaman pandemi corona gini.. Perasaan yang kaya tambah kaya.. Yang miskin tambah miskin..”

“Ah, gak juga.. Yang kaya mah ekonominya juga down. Semua ekonomi terkuras kok pas pandemi gini..”

“Tapi kan seenggaknya yang kaya punya tabungan. Coba pikirin nasib buruh dan petani.. “

“Iya ya.. Banyak buruh yang di PHK. Ada yang banting setir pulang kampung jadi petani juga.. “

“Dan jadi petani itu ternyata gak gampang. Hari gini harga pangan banyak yang dibanting. Belum lagi masalah distribusi karena terhambat pandemi.. “

***

Percakapan itu terjadi dua minggu yang lalu. Percakapan yang aku tulis ulang disini hasil diskusi dengan teman masa kecilku yang berada di desa. 

Yup, aku tumbuh kecil di desa yang cenderung jauh dari kota. Jadi, rata-rata teman masa kecilku memiliki orang tua yang bermata pencaharian sebagai petani. Masih segar rasanya di ingatanku, kala aku masih duduk di sekolah dasar kelas 5 SD.. Aku dan teman-temanku bersama-sama memetik lombok di kebun. 

Dan berakhir dengan tangan yang panas hingga mata yang panas. Lalu aku pulang dimarahi mama karena kulit dan wajah yang merah-merah. Hahaha.. 

Orang tuaku sendiri keduanya bermata pencaharian sebagai guru PNS. Namun, memiliki pekerjaan sampingan berupa ternak ayam pedaging. Sehingga sering bekerja sama dengan para petani untuk pupuk tanaman. Tetapi sekarang pekerjaan sampingan itu sudah tidak dilakukan karena mama dan abah sudah sangat kelelahan. Tidak ada pula support sistem dari tenaga kerja yang sesuai di sekeliling mama. Karena rata-rata tidak memiliki skill untuk beternak. Lebih banyak yang menggantungkan hidupnya dengan bertani. 

Akhirnya, beberapa lahan yang dulunya dipakai orang tuaku untuk beternak ayam berubah menjadi kebun jagung dan beberapa sayuran yang lain. Dengan sewa tanah yang sangat kecil, mama berharap dapat membantu mata pencaharian penduduk sekitar. Akan tetapi, apakah berhasil? Ternyata tidak. 

Nasib Petani di Masa Pandemi

Harga sayur di masa pandemi ini tergolong rendah. Sangat rendah. Bahkan petani sendiri mengaku rugi. Permasalahannya ada pada sistem distribusi. Distribusi di masa pandemi terbilang sedikit mandeg. Apalagi, di desaku sendiri sangat banyak petani yang tidak update dengan perkembangan teknologi. 

Pada akhirnya sayur-sayur mereka diborong murah oleh ‘pedagang aji mumpung’. Karena mereka tidak punya pilihan. Mendengar hal ini ada sedikit rasa gemes. Tapi di satu sisi, aku tidak bisa membantu mereka secara langsung di masa pandemi ini. Hiks. 

Untungnya aku mengikuti webinar bersama dengan Bango untuk Program Bango Pangan Lestari. Pada webinar kali ini aku mendapatkan insight baru terkait dengan kondisi pertanian di indonesia.

Webinar kali ini dipandu oleh MC Nirina dan mengundang 4 nara sumber, diantaranya adalah:

-Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng (Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian Republik Indonesia) 

-Hernie Raharja (Director of Foods and Beverages PT unilever Indonesia, Tbk

-Rusli Abdullah (Pengamat Pertanian dan Peneliti INDEF, institute for Development of Economics and Finance) 

-Oshin Hernis (Head of Communication Sayurbox) 

-Aria Alifie Nurfikry (Vice President of Marketing TaniHub)

Rusli Abdullah – pengamat pertanian dan peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengatakan bahwa Permasalahan utama sektor pertanian di masa pandemi terletak pada ketidak seimbangan sistem pertanian dan permintaan pangan. Sistem pertanian di indonesia masih berskala kecil dengan praktik yang konvensional. Selain itu para petani mulai menua dan tidak ada regenerasi. Adopsi teknologi rendah hingga inefisiensi usaha petani dalam perbenihan.

Hal ini berbanding terbalik dengan permintaan pangan yang tinggi. Masyarakat di masa pandemi mulai mengalami pola pergeseran konsumsi. Yup pengeluaran per kapita non karbohidrat meningkat. Bisa dilihat dari tingginya persentasi makanan dan minuman jadi. Ini adalah sebagian besar dari efek pandemi yang kemudian akan mengancam terputusnya rantai logistik dari desa ke kota. Seperti kata temanku kemarin, distribusi petani bermasalah. Sehingga harga-harga sayuran dibanting rendah. 

Daya beli masyarakat pada masa pandemi cenderung menurun (terlihat pada gambar dibawah: inflasi rendah). Akhirnya permintaan bahan pangan jua menurun. Padahal, sektor pertanian sendiri merupakan salah satu champion. Sehingga bagaimanapun juga pertanian indonesia harus maju. Begitupun dengan kesejahteraan petani. 

Bango Pangan Lestari, Lindungi Kesejahteraan Petani

Meski pertanian menjadi champion, kesejahteraan petani tergerus. Inilah faktanya. Nilai Tukar Petani (NTP) turun. Pada Januari 2020, NTP gabungan berada pada level 104,16 (Januari) lalu turun menjadi 100, 09 (Juli 2020). NTP Holtikultura turun dari 105,17 (Januari) menjadi 99,77 (Juli 2020) 

Hernie Raharja selaku Director of Foods and Beverages PT Unilever Indonesia, Tbk menuturkan, 

“Banyak negara di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, masih menghadapi berbagai tantangan yang dapat mempengaruhi ketahanan pangan. Hingga tahun 2050 Unilever secara global berkomitmen untuk berkontribusi terhadap sistem pangan yang lebih baik melalui dua hal penting, yaitu diversifikasi konsumsi pangan dan diversifikasi produksi pangan.” 

Dalam diversifikasi produksi pangan, Unilever berkomitmen untuk membangun fondasi yang kuat bagi Praktek Pertanian Berkelanjutan, sehingga dapat mempersembahkan makanan yang sehat dari planet yang sehat.

Maka pada webinar kemarin, Bango memperkenalkan program ‘Bango Pangan Lestari’ sebagai payung besar bagi keseluruuan inisiatif bango. Secara garis besar, program ini menggarisbawahi tiga pilar penting, yaitu: 

1. Pengembangan sistem pertanian yang berkelanjutan

2. Perlindungan kesejahteraan petani dan keluarganya

3. Penggalakkan regenerasi petani

Bango Pangan Lestari X Sayurbox dan Tani Hub

Yup, untuk mewujudkan 3 pilar tujuan Bango Pangan Lestari maka diperlukan kerja sama dengan Sayurbox dan Tanihub. Kenapa demikian? 

Ditengah pandemi ini ternyata permintaan bahan makanan di rumah tangga cenderung meningkat. Tren memasak di rumah meningkat 49% dari sebelumnya. Hmm..Aku sendiri mengakui sih kalau selama pandemi ini aku lebih sering memasak di rumah. 

Sebagian masyarakat pun lebih memilih go virtual untuk berbelanja demi menghindari kontak fisik. Penggunaan media virtual/digital dalam berbelanja sendiri sudah menjadi trend di era pandemi ini. 

Untuk mendukung sistem distribusi inilah Bango Pangan Lestari juga bekerja sama dengan sayur box. Nah, buat kalian yang belum install sayur box aku rekomendasiin buat install segera aplikasi ini. Aplikasi ini sangat membantu sekali untuk berbelanja sayur secara online. Sudahlah harganya banyak diskon, bisa bantu petani juga setiap pembelian sayur di sayur box. 

Oshin Hernis yang merupakan Head of Communications Sayurbox mengatakan bahwa mereka senang sekali industri seperti Bango yang merupakan bagian dari unilever ikut memiliki komitmen untuk memperbaiki kesejahteraan petani. Dengan adanya persamaan visi dan misi yang sama dengan Sayurbox, diharapkan kerjasama ini dapat lebih menyebarluaskan pentingnya membeli hasil pangan langsung dari petani, sehingga memberikan dampak yang semakin besar terhadap kesejahteraan mereka. Apalagi dengan makin meluasnya jangkauan pengiriman Sayurbox yang saat ini mencakup area: Jabodetabek, Surabaya dan Bali (Semoga suatu saat banjarmasin juga ya..hehe).

Aria Alifie Nurfikry, Vice President of Marketing TaniHub Group memiliki pendapat yang sama dengan Oshin, ia mengatakan bahwa, “Melalui kolaborasi ini, kami akan memperluas jaringan mitra petani yang melakukan transaksi dengan TaniHub maupun yang dibantu pendanaannya oleh TaniFund, sehingga lebih banyak petani di Indonesia yang terbantu kesejahteraannya”

Bersama Bango, Tanihub Group juga akan menggelar berbagai pelatihan kepada lebih dari 500 petani, mulai dari cara pembuatan pupuk organik cair hingga pelatihan analisis usaha tani untuk meningkatkan kapasitas petani Indonesia dalam menerapkan sistem pertanian yang lebih baik dan berkelanjutan. Perkembangan Tanihub sendiri telah menjangkau area pengiriman: Jabodetabek, Bandung-Sumedang,  Yogya-Solo-Semarang,Surabaya-Malang-Pasuruan dan Bali. 

Harapan kedepannya, kolaborasi bango dan sayur box plus TaniHub ini akan memperluas jaringan mitra petani. Jadi akan ada banyak petani di Indonesia yang terbantu kesejahteraannya.

Jadi, hal kecil apa yang bisa kita lakukan dari sekarang?

Kita bisa banget #DukungPetaniIndonesia dengan membeli hasil pangan langsung dari petani di www.bango.co.id/bangopanganlestari. Yup, Website ini menjadi penghubung bagi masyarakat yang ingin menunjukkan dukungan mereka terhadap jerih payah petani dan berkontribusi nyata untuk membantu meningkatkan kesejahteraan mereka. 

Semoga dengan begini kesejahteraan petani dan ketahanan pangan bukan lagi sekedar mimpi. 

IBX598B146B8E64A