Browsed by
Category: Uncategorized

Sebuah Curhat Tentang Apa Hal yang Terjadi Sama Aku

Sebuah Curhat Tentang Apa Hal yang Terjadi Sama Aku

Lama betul blogmu kosong win? Kenapa? 

Ya, salah satu temanku bertanya. Dia memang seorang silent reader. Sahabat baik yang berlangganan membaca blogku tiap minggu. Karena setiap minggu memang selalu update. 

Banyak teman yang gak tau sekian minggu ini apa yang sebenarnya aku kerjakan. Kenapa blogku gak aktif. Gak ada blogwalking atau bahkan sekedar nulis receh. 

Aku Sedang Membalut Hatiku

Mohon maaf. Maaf sekali. 

Aku sangat jarang meledak lagi di blog. Tapi sebulan belakangan hidupku benar-benar berada dalam masalah yang tak terlihat. 

Orang menatapku sebagai istri beruntung karena suamiku baru saja membangun kantor besar untuk perusahaan kami. Dibalik itu, orang gak tau apa yang terjadi dengan perusahaan kami. 

Bukan masalah ekonomi. Kerugian atau semacamnya. Aku sudah bilang bukan? Ini masalah hati. 

Izinkan aku curhat. Kalau kalian tak berkenan. Boleh saja tutup cerita ini 

Suamiku memulai usaha di bidang IT sejak kelahiran Farisha. Usaha ini bergerak dibidang pengadaan hardware hingga software. Awalnya, hanya berbentuk CV biasa. Kantornya pun tak ada. Hanya rumah uring-uringan. Pegawainya pun datang dan pergi. Pegawai tetap dan otak sesungguhnya adalah suamiku. Dia yang mengerjakan proyek berbagai software di pemerintahan. Namun, memakai CV yang diurus oleh kakaknya. 

Kakaknya cekatan dibagian administrasi dan pengurusan CV. Sementara suamiku cekatan sebagai programmer software. Kakak laki-laki nya khusus menangani hardware. Namun dalam perkembangannya, CV ini seakan menjadi milik keluargaku. Karena memang proyek software jauh lebih menjanjikan keuntungannya. 

Time flies, aku hamil Humaira. Suamiku mencoba bisnis baru dalam IT, yaitu membangun openjournaltheme. Wah, pekerjaan ini luar biasa. Klien kami bukan lagi sekedar orang-orang dalam pemerintahan. Melainkan dari berbagai negara. Atas tuntutan dari konsumen, suami tak lagi membutuhkan CV dalam perkembangan usaha barunya. Namun lebih membutuhkan badan usaha berbentuk PT. So, jadilah usaha baru suami berbentuk PT dengan 4 orang pegawai. Dua diantaranya adalah programmer handal. Satu adalah master SEO dan Adsense atau lebih tepatnya marketing online. Satunya adalah costumer service yang luar biasa. Empat tim kami sudah sangat komplit. Saking komplit nya, kami melupakan CV dan lebih fokus pada PT. Suamipun memiliki impian jangka panjang. Ia ingin membangun kantor dan mengumpulkan tenaga kerja programmer demi membangun perusahaan IT yang benar-benar sukses milik banua. Itu belum ada disini. Bukankah luar biasa jika kami memulainya? 

Masalah timbul ketika suami membangun kantor. I don’t know kenapa dia ingin membangun kantor yang letaknya hanya sekian langkah dari rumah mertua. Dua kakak perempuannya yang sudah berhenti bekerja pun mengharapkan mendapatkan ‘porsi’ pada perusahaan. Mereka ingin menggerakkan CV kembali di kantor itu. 

Awalnya, kami tidak masalah. Sungguh tak apa. Kita ingin membantu ekonomi keluarga juga bukan? 

Masalah timbul ketika ipar aku atau 2 kakak perempuan suami menuntut macam-macam pada kantor baru kami. Iparku yang pertama ingin agar suaminya bekerja disana dan bergajih tetap. Iparku yang kedua ingin agar ia ditempatkan dibagian marketing CV dan mendapatkan 60% dari proyek hardware dan software. Tak hanya itu, aku melihat mereka juga menuntut kami untuk mempekerjakan 2 saudara suami yang menganggur. 

Awalnya kami tak apa. Tapi keadaan demikian membuat kami bersengketa. Kantor kami seakan dijadikan simbol bahwa duit kami begitu banyak. Padahal, masih banyak tujuan yang ingin dicapai. Suami ingin membantu para programmer handal yang tidak berdaya. Bukan menjadikan kantor seperti kantor keluarga yang isinya adalah keluarga yang tidak memiliki skill yang dibutuhkan. 

Kedua iparku kecewa dan menganggap kami sebagai keluarga yang ingin menang sendiri. Tak berempati pada keluarga dsb. Dan iparku yang satu juga menghasut mama mertua plus ipar yang satunya lagi. Kami jadi bergerak serba salah. Kesana dikritik, kesini dikritik. Seakan tak boleh benar-benar bergerak. 

Padahal, perusahaan kami baru saja ingin maju dan bergerak. Tapi uang kas kami sudah dihutang oleh ipar, diperebutkan persenan, hingga persekutuan nepotisme. Belum juga proyek jalan. Sudah sedemikian dipelorotin oleh keluarga. Suamiku pusing, aku juga bingung harus bersikap bagaimana. Aku sudah berusaha menengahi lewat berbicara dengan mertua. Tapi, mertuaku lebih memihak ipar yang menangis paling deras perkara 60%, perkara drama kami tak berempati dsb. Padahal mereka tidak tau tentang kondisi keuangan kami, tujuan masa depan kami hingga apa value yang ingin kami bangun. Mereka tidak tau dan menuntut macam-macam. 

Aku berada pada posisi serba salah. Tapi, hari hari berlalu posisiku bukan lagi dianggap serba salah tapi bagaikan sebuah kambing hitam dalam perseteruan saudara. 

Aku Tidak Bersalah

Aku yang sehari-hari di kantor ini bagaikan seorang upik abu. Bekerja menyiapkan cemilan, membersihkan kantor, hingga support semua kebutuhan suami. Aku tak punya ART. Aku memiliki 2 anak. Dan aku selalu memasak setiap hari. 

Akhirnya 2 minggu belakangan membantu usaha suami. Aku memberdayakan skillku yang dulu. Aku tak pernah bercerita bukan? Bahwa aku adalah lulusan D4 Akuntansi Syariah. Dan aku senang dengan managemen. Selama konflik berlangsung, aku mengurus keuangan perusahaan. Aku tau belakangan keuangan tak sehat karena suami dituntut untuk selalu support keluarganya. 

Apakah kalian tau? 

Nafkahku selama sebulan sebanyak 3 juta. Dan itu sudah termasuk biaya untuk cemilan pegawai. Untuk biaya tambahan seperti anak sakit dan keperluan lainnya aku memakai uang tambahan hasil pekerjaanku sendiri. Aku blogger sekaligus influencer receh yang kadang mendapatkan fee. Aku tau setiap kali suamiku mendapatkan untung sekian tus atau sekian luh. Tapi? Aku tak pernah meminta. Karena tahu bahwa suamiku juga punya prioritas plus keluarga yang ditanggungnya. 

Sebagian istri berkata bahwa uang suami adalah uang istri. Tapi bagiku tidak demikian. Aku tau yang namanya kebutuhan itu harus dibagi rata. Aku menekan segala inginku demi kebutuhan keluarga suami. 

Kalian tau? Pernah Pica menagih minta belikan Wacom untuknya belajar menggambar. Aku menyuruh Pica untuk minta pada Ayahnya. Ayahnya menyuruhku untuk membelikan Pica memakai uangku. Aku tak apa. Disisi lain, Kakak Iparku meminta suamiku untuk membelikan laptop anaknya. Suamiku memberinya uang. 

Kalian tau? Pernah anakku sakit telinga tak tertahankan. Aku tak sempat mengurus BPJS nya. Aku mengeluarkan uang satu juta milikku. Aku menagih kok kepada suamiku. Tapi dia diam saja. Dia tau ada salah satu kakaknya yang suaminya tidak bekerja. Aku memahami hal itu. 

Yang tidak aku pahami adalah.. Kenapa mereka semua menganggapku tidak berempati? Mengapa mereka tidak tau bahwa akupun juga berusaha? 

Aku bertanya pada salah satu temanku tentang masalahku. Dia berkata padaku, “Kamu sabar sekali. Kalo aku jadi kamu. Sudah lama mungkin rumah tangga itu aku tinggal lari. Suamimu lebih memprioritaskan keluarganya dibanding kamu. Tapi kamu tetap stay layaknya pembantu. Dan ngenesnya. Kebutuhan anak pun juga kamu yang support. Keluarga suamimu tak tahu diri. Diberi hati minta jantung”

Keberadaanku di kantor sambil mengasuh anakku rupanya dijadikan buah bibir oleh masyarakat sekitar. Kebetulan, masyarakat sekitar merupakan teman ngobrol mama mertua. Mereka sepertinya mengira bahwa aku merebut kekuasaan ipar demi uang perusahaan. Padahal, tidak begitu. 

Aku bolak balik ke bank untuk mengurus rekening perusahaan. Demi support suami. Aku kesana kemari membawa Humaira yang masih 2 tahun. Ia menangis digendonganku. 

Aku pernah berkata pada mama mertua bahwa Humaira ingin aku masukkan penitipan karena aku ingin bekerja membantu suami. Mertua tidak mengizinkanku. Aku tak tau kenapa. Mungkin  uang pangkalnya itu tergolong besar. Aku mengiyakan. Toh aku bisa kerja bersama anak, sambil masak, sambil ngepel, sambil ngitung, sambil ini itu. 

Dan aku difitnah oleh masyarakat sekitar seperti itu. Menguasai perusahaan. Mengambil hak ipar bla bla. Ya Allah. 

Kalian tau? Aku nangis hampir setiap hari. Aku seakan gak bisa ngerjain apa-apa tapi semua menuntut ku untuk ON. 

Orang gak tau berapa nafkahku sebulan. Orang gak tau aku juga kerja untuk mencukupi diriku sendiri dan anak. 

Orang gak tau kemana dominannya uang suami lari. Bahkan kas kami yang seharusnya buat ini itu juga dihutang dan tak dibayar oleh ipar. 

Tapi yang jadi kambing hitam adalah aku. Seakan aku yang menyebabkan perseteruan saudara ini tak kunjung membaik. 

Ingin Lari Rasanya

Selama dua minggu berdaya, ada rasa senang karena membantu suami. Ada kebanggaan tersendiri karena kok aku bisa seemejing ini ya? Kok aku bisa semua ya? 

Luar biasa rasanya. Aku berjalan riang pagi itu. Melupakan masalah ipar dll dsb. 

Siang itu, aku membeli sayur karena ada paman sayur yang lewat di depan kantor kami. 

Tak kusangka, gak lama kemudian mama mertua datang. Menanyaiku, “Gak beli ikan peda kah? Hendra suka peda loh. Dibikin pepes enak”

Aku tersenyum dan membalas, “Hehe, gak sempat ma”

Saat itu, ada 3 orang ibu-ibu sahabat mama mertua yang ‘mengawasi’ percakapan kami. 

Betapa malunya aku.. Ketika mama mertuaku membalas demikian.. 

“Waduh, gak kerja aja kok gak sempat bikin paisan ikan. Enak banget loh idup kamu itu GAK KERJA. Masa gak bisa menyempatkan.”

Suasana langsung hening. Semua mata ibu-ibu menatapku. Aku langsung membayar dan bilang, “Ulun duluan ma”

Ada rasa sesak di dadaku. Dari sebelum subuh aku bangun. Memasak pizza untuk cemilan pegawai kantor. Mengepel kantor, menyiapkan sarapan, melayani suami, tak lupa berdandan untuk menyegarkan citra. Aku rasanya tak ada istirahat seharian karena juga harus ke bank mengurus ini itu. Belum lagi harus membawa Pica ke dokter bedah. 

Dan aku dibilang, “ENAK IDUP? GAK KERJA?”

Ya Allah. Menetes air mataku. Aku lari ke dapur mengambil piring dan pizza. Berlari keluar untuk memberikan pada ibu-ibu di luar. Menghapus citra pemalas yang baru dilontarkan mertuaku. 

Tapi mereka menatapku kosong. Seakan aku adalah biang kerok perseteruan saudara. Padahal aku tau apa? 

Aku meledak di kantor. Menangis sesenggukan. Mengomel sambil mencuci pakaian. Memarahi Humaira yang Pup. Semuanya aku marahi. 

Aku menangis di kamar sambil memeluk Humaira. Ingin rasanya kulempar uang nafkah dari suamiku dan lari ke rumah orang tuaku. Aku ingin mengadu. 

Tapi, aku juga tau. Orang tuaku kalau sedang marah sangat luar biasa. Apalagi kalau tahu anak perempuannya diperlakukan demikian. 

Aku dididik orang tuaku untuk serba bisa. Aku bisa segalanya. Dari memasak hingga bertahan finansial. Padahal, aku lahir dari keluarga yang cukup kaya. Aku menikah dan psikologis aku dijajah sedemikian. 

Cita-citaku diinjak atas nama berbakti pada mertua. 

Passion ku menulis dianggap tak berharga. Tak bekerja katanya. 

Teman, hari ini hatiku benar-benar sakit. Aku gak tau kapan bisa benar-benar sembuh. Ketika sembuh, pisau itu datang dengan sendirinya. Sembuh lagi. Pisau itu datang lagi. 

Aku rasanya ingin sekali lari dari sini. 

Mata Lelah dan Kabur? Jaga Kesehatan Mata dengan 5 Hal Sederhana

Mata Lelah dan Kabur? Jaga Kesehatan Mata dengan 5 Hal Sederhana

Belakangan, suamiku mengeluh hal yang tidak biasa. 

Ya, kalau biasanya setelah lelah bekerja di komputer seharian suamiku meminta pijat area pinggang. Sekarang dia cuma ingin melakukan satu hal. 

Memejamkan mata dan istirahat. 

Katanya, matanya sedikit kabur belakangan ini. Sehingga setelah bekerja, ia tidak bernafsu untuk sekedar menonton film atau memainkan gadget. 

Lantas, sebagai seorang istri aku harus bagaimana? Hiks

Risiko menjadi Programmer: Sering Mengalami Astenopia

Belakangan, aku sering bertanya tentang kondisi penglihatannya. Apakah benda dekat ini terlihat jelas? Apakah kau bisa melihat benda jauh disana? Apakah bisa membaca tulisan di novel ini? Bagaimana wajahku? Apakah sudah terlihat kerutannya? Haha

Tapi, semuanya normal. Kecuali, ia memang tidak pernah bisa membaca tulisanku yang jelek. Yah, its so normal. 🤣

Penglihatannya hanya kabur ketika ia kelelahan bekerja. Maklum, suamiku adalah seorang proggrammer yang kadang harus 12 jam memelototi komputer dengan kode-kode hitam memusingkan. Jika aku menjadi dia, mungkin saja aku akan mengalami hal yang sama. 

Secara riwayat kesehatan, kami berdua tidak memiliki keturunan mata minus ataupun permasalahan yang lain. Aku pun mulai mencari tau apa sebenarnya hal yang terjadi pada suamiku. Akhirnya, aku berkenalan pada istilah Astenopia. 

Astenopia adalah kondisi kelelahan mata atau mata lelah. Astenopia adalah kondisi umum yang terjadi saat mata kita lelah karena penggunaan yang intens. Menatap layar komputer untuk waktu yang lama atau berusaha untuk melihat dalam cahaya redup adalah penyebab umum dari astenopia. 

Gejala astenopia antara lain adalah adanya rasa lelah, kemang atau berat pada mata (mengantuk), pusing, mata merah hingga disertai dengan penglihatan yang kabur. 

Meski gejalanya hanya sesekali, tetapi jika ini dibiarkan akan berakibat fatal pada kondisi kesehatan mata. Lantas, aku harus bagaimana? 

Lima Hal yang Aku Lakukan Untuk Menjaga Kesehatan Mata

Setidaknya, ada 5 hal yang aku lakukan untuk menjaga kesehatan mata suami. Antara lain adalah:

1. Mengatur ulang Cahaya Pada Gadget

Pencahayaan yang baik saat membaca maupun menggunakan komputer itu sangat penting untuk menjaga kesehatan mata. Terlihat sepele memang tapi itu benar-benar bekerja. 

Dulu, aku juga pernah merasakan hal sama dengan suamiku. Saat itu, aku masih kuliah dan sedang sibuk mengerjakan skripsi. Aku tidak pernah memperhatikan bagaimana cahaya yang baik untuk komputer dan mata. Aku hanya menggunakan semaksimal mungkin. Ternyata itu tidak baik. Setelah aku atur ulang menjadi medium, mataku berangsur membaik. 

2. Istirahat secara rutin

Segala obat dari rasa lelah memang istirahat. Termasuk itu rasa lelah pada mata. Jadi, ketika suami sudah lelah bekerja di depan komputer.. Usahakan dia bisa rebahan dengan maksimal. Tanpa TV ataupun mainan gadget. 

Biasanya, dalam gejala astenopia ringan segalanya bisa kembali normal ketika sudah maksimal beristirahat. Tidur cukup dengan lampu yang dimatikan juga merupakan hal yang memberi kenyamanan pada mata. 

3. Mengompres Mata Lelah

Ini adalah hal receh yang biasa aku lakukan ketika aku mengalami alergi. Ya, aku memiliki riwayat rhinitis, yang mana jika sudah kambuh.. Aku bisa pilek tanpa henti disertai dengan mata yang berair. 

Ternyata, mengompres mata dengan air hangat juga bisa mengurangi kemang pada mata yang lelah. Kita bisa mendiamkan sebentar kompresnya pada mata lalu rasakan mata yang kembali nyaman dan segar. 

4. Memelihara Kebersihan Tangan

Apa hubungannya kebersihan tangan dan kesehatan mata? 

Tentu ada. 

Tanpa kita sadari, kita menyentuh wajah tak terhitung loh setiap harinya. Apalagi mengucek mata. Pasti tanpa sadar sering dilakukan. 

Oleh karena itu, kita perlu sering mencuci tangan. Karena, bisa jadi mata kita sakit dan tidak nyaman ketika ada kuman yang masuk kedalamnya. 

5. Mengonsumsi Nutrisi yang Baik untuk Mata

Vitamin A dikenal sebagai nutrisi yang baik untuk mata. Sehingga segala makanan yang mengandung vitamin A selalu diklaim sebagai kunci untuk nutrisi kesehatan mata. 

Kita selalu mengutamakan makanan wortel untuk kesehatan mata. Dongeng kelinci yang memiliki mata sehat selalu melatar belakangnya. Tapi tahukah bahwa perpaduan dari Lutein dan Zeaxanthin merupakan salah satu nutrisi terbaik bagi mata? 

Ya, perpaduan Lutein dan Zeaxanthin belakangan diketahui dapat menjaga kesehatan makula dan retina pada mata. Sehingga diklaim bahkan bisa mencegah kerusakan mata dan penyakit mata lainnya. 

Dan aku kini sudah tau bahwa kini ada nutrisi vitamin mata yang mengandung keduanya. Namanya adalah Eyevi. 

Eyevi, Nutrisi Kesehatan Mata dengan Kombinasi Rasa Bill Berry dan Red Beet

Finally, aku sudah menemukan nutrisi tambahan yang komplit untuk kesehatan mata. Eyevi yang mengandung Lutein, Zeaxanthin, Blue Green Algae, Vit B Complex, Vitamin A dan Vitamin C. 

Eyevi ini sangat enak dikonsumsi karena berbentuk sebagai minuman serbuk. Yang mana kombinasi Ekstrak Anggur, Red Beet, dan Bill Berry membuat rasanya menjadi manis dan enak. 

Suamiku sudah mencobanya dan ia sangat suka dengan rasanya. Adapun khasiat yang mulai terasa adalah mata lelah mulai berkurang. Semoga, penglihatan yang kabur saat kelelahan juga mulai berkurang. 

Aku juga sudah mencoba rasanya. Untuk sekedar menjaga kesehatan mata aku sangat menikmati rasa dan khasiatnya. Karena aku juga bekerja sebagai blogger dan konten kreator. Sehingga mah tidak mau jadi sering terpapar gadget. 

Eyevi juga sudah memiliki nomor BPOM. Jadi, jangan khawatir dengan keamanannya ya. 

Nah, itu dia pengalamanku untuk menjaga kesehatan mata. Kalau kalian bagaimana? Pernahkah mengalami gejala Astenopia? Sharing denganku yuk! 

Review Kampus J Universitas Gunadarma di Bekasi, Yuk Kepoin Bersama

Review Kampus J Universitas Gunadarma di Bekasi, Yuk Kepoin Bersama

            Masih ingat gak, pada artikel sebelumnya sudah dibahas mengenai seluruh isi kampus gunadarma yang terletak di Karawaci. Maka, kali ini akan dibahas mengenai kampus J Universitas Gunadarma yang berada di Bekasi.

            Sekali lagi, kampus Universitas Gunadarma memanglah memiliki keunikan tersendiri, yakni beberapa area kampusnya yang tersebar di beberapa wilayah. Namun, dari kesemua kampusnya memiliki fasilitas dan sarana penunjang kegiatan yang sama baiknya. Maka, tak mengherankan bila kita bisa membahas tentang kampus universitas gunadarma dari berbagai sis dan hal dengan sangat menarik.

            Namun, bisa dibilang bahwa kampus J Universitas Gunadarma Bekasi merupakan bagian dari kampus UG yang paling unik. Bagaimana tidak, lokasinya bahkan terbagi hingga ke beberapa alamat disekitar Bekasi. Tercatat ada 5 bagian dari kampus J Gunadarma, yakni kampus J1, kampus J2, Kampus J3, Kampus J4, hingga kampus J5.

            Adapun alamat rinciannya adalah sebagaimana berikut, kampus J1 terletak di Jl. KH. Noer Ali yang letaknya berada di daerah Kalimalang yang dulunya merupakan lokasi Mall Duta Plaza. Sedangkan kampus J2 lokasinya berada di dekat spot wisata kolam renang Jakasampurna.

            Lokasi kampus J3 sendiri berada daerah Kalimas, tepatnya berada di Plaza Kalimas Blok D Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang, Bekasi Timur. Kampus J4 berlokasi di daerah Kemang Pratama, tepatnya di jalan raya Kemang Pratama blok MM no 21, Bekasi. Terakhir, yakni kampus J5 universitas gunadarma agak sedikit berbeda lokasinya, yakni terletak di daerah Cakung, tepatnya berada di jalan sisi barat tol Cakung, Jakarta Timur.

            Kampus J yang terletak di Bekasi ini digunakan oleh beberapa jurusan S1 di Universitas Gunadarma untuk menggelar kegiatan perkuliahan. Adapun jurusan yang menggelar perkuliahan di kampus J yakni antara lain, jurusan psikologi, jurusan sastra inggris, jurusan teknik industri, dan teknik informatika.

            Selain itu, masih ada jurusan manajemen, jurusan akuntansi dan juga jurusan teknik sipil dan jurusan arsitektur. Kesemua jurusan tersebut menggelar rutinitas perkulihannya secara rutin di beberapa gedung kampus J universitas gunadarma yang tersebar di beberapa wilayah Bekasi dan Jakarta Timur.

            Bila pembahasan mengenai kampus J universitas gunadarma Bekasi ditarik ke aspek sarana dan fasilitas yang ada. Maka, jawabannya kurang lebih sama dengan kampus universitas gunadarma yang terletak di beberapa wilayah lainnya. Keberadaan fasilitas penunjang seperti sambungan WiFi dan AC, toilet, ruang komputer dan ruang laboratorium.

            Sedangkan untuk menunjang kegiatan perkuliahan menjadi sebuah iklim pembelajaran yang kompetitif, maka juga disediakan beberapa sarana penunjang yang ada di dalam ruang kelas perkuliahan. Sebut saja sound system, tape recorder, OHP serta komputer proyektor dan juga slide proyektor.

            Agar menunjang kepentingan hidup mahasiswa diluar kegiatan perkuliahan, maka tentu saja kampus J di Bekasi jug menyediakan beberapa fasilitas pendukung seperti kantin, musholla serta koperasi dan halaman parkir. Namun, sedikit perbedaannya hanya terletak pada area parkir di kampus J1 yang luasnya tak sebanding dengan jumlah volume kendaraan mahasiwa yang memasuki kampus setiap harinya.

            Sehingga, cara agar menyiasati agar tidak kehabisan ruang parkir adalah dengan datang lebih awal sebelum jam perkuliahan dimulai. Namun, satu hal yang jelas, kampus J di Bekasi diperkirakan masih akan terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan dari beberapa hal sarana dan fasilitas yang masih kurang representatif.

            Satu hal yang terpenting, yakni kampus J Universitas Gunadarma di Bekasi ini juga terletak di lokasi yang mudah diakses oleh berbagai kendaraan, tak hanya kendaraan pribadi namun juga kendaraan umum.

            Hal itu tentu menjadi kabar baik bagi para mahasiswa yang datang dari luar kota Bekasi, dikarenakan kampus J lokasinya terbilang dekat dengan stasiun Jalan Mahoni, yakni hanya 2369 meter. Sedangkan beberapa jalur Bus yang berhenti di dekat kampus J Universitas Gunadarma yakni diantaranya adalah Bus AC05 dan AC29.

            Kemudahan akses lokasi menuju kampus J Gunadarma Bekasi tersebut sekali lagi merupakan suatu keuntungan yang sangat memudahkan bagi mahasiswa yang datang dari luar Bekasi. Dilain sisi, kemudahan akses lokasi tersebut juga akan semakin memungkinkan Universitas Gunadarma untuk terus mendapatkan input mahasiswa yang berkualitas dari berbagai daerah di Indonesia.

            Maka, dengan segala penjelasan yang sudah dipaparkan mengenai kampus J Universitas Gunadarma di Bekasi, sekali lagi tak salah lagi bila menyebut kampus ini sebagai salah satu destinasi tujuan kuliah yang direkomendasikan bagi siswa-siswi SMA maupun SMK yang hendak mencari sebuah kampus yang berkualitas baik dari segi pendidikan dan sarana fasilitasnya.

Impian Membeli Apartemen di Jakarta untuk Masa Depan, Why Not?

Impian Membeli Apartemen di Jakarta untuk Masa Depan, Why Not?

“Sudah berapa banyak uang habis untuk membuat kantor ini pah?”

“Sudah 500 juta lebih sama tanahnya. Dan belum selesai.. 😂”

Kami berpandangan dan saling tertawa bersama. Sambil menatap kantor kecil yang kami dirikan tersebut. Melayang-layang pikiran memikirkan bagaimana design selanjutnya untuk di dalamnya. Dan tentunya, masih memikirkan kira-kira berapa banyak biaya lagi yang harus kami keluarkan. 😭

Membangun Rumah Sendiri itu Mahal!

Aku dan suami sudah 2x berpengalaman dalam membangun rumah. Yang pertama saat merenovasi tempat tinggal. Dimana kami juga membangun mulai nol sebagian dari rumah tersebut. Yang kedua saat membangun kantor sekarang. Banyak biaya dan waktu terbuang untuk itu. Apalagi, tanah Banjarmasin terbilang spesial dibanding tanah lainnya.

Banjarmasin memiliki lahan gambut. Dimana untuk pondasi rumah saja kami menghabiskan uang yang tidak sedikit. Tanah Banjarmasin harus dipasang kayu galam di bawahnya. Dan butuh beberapa teknik dalam membangun pondasinya. Jika melakukan kesalahan bisa saja terjadi kesalahan fatal. Rumah akan merosot kebawah. Dalam istilah bahasa Banjar, namanya adalah ‘tahantak’.

Untuk pondasi saja, membangun rumah di Banjarmasin memakan banyak biaya. Hampir sama dengan biaya separuh dari membangun rumah biasa. Ajaibnya, kami tak kunjung jera membangun bangunan di Banjarmasin. Seperti sekarang ini, kami sedang on progress dalam membangun kantor share system. Bisnis IT yang sudah kami tekuni selama 7 tahun terakhir. Dalam perkembangannya, kami sudah memiliki 5 orang pegawai tetap dan Insya Allah semoga bertambah lagi. Sehingga, rumah yang sekaligus jadi kantor sekarang tidaklah cukup untuk pegawai yang ada. Membangun kantor adalah prioritas yang harus kami kerjakan sekarang.

Dalam proses pembangunannya, kami sadar sekali bahwa.. Membangun kantor itu mahal sekali. Hiks.

Bahan bangunan semakin hari semakin mahal. Belum lagi dilema tanah dan biaya tenaga kerja (tukang). Makin ke sini, kami sedikit menyesal membangun kantor di sini. Karena, dalam jangka panjang suami pernah berkata bahwa..

“Suatu hari semoga Share System akan berkembang dan memiliki kantor pusat di Jakarta”

Hmm.. Kenapa kami ngotot sekali pengen membangun kantor sekarang? Bukannya bisa saja jika kami memutuskan menyewa ruko saja? Jauh lebih hemat biaya dan simpel. Tapi, yah namanya juga usaha berproses. Kadang kala masih sedikit denial dengan mimpi. Padahal, gak ada yang gak mungkin bukan?

Membeli Apartemen di Jakarta untuk Masa Depan, Why Not?

Masih terngiang kata-kata suami yang entahlah benar atau tidak. Yang jelas, aku sih yay aja kalau disuruh tinggal di Jakarta.

I will follow you everywhere.. XD (Bucin mode on)

Tapi, berapakah gerangan harga tanah di sana? Apa iya kami harus membangun rumah dari 0 lagi? Oh tidak, rasanya sudah lelah kalau mengingat prosesnya. Terlebih lagi biayanya. Entahlah, kadang niat ingin membangun rumah sendiri itu supaya hemat. Tapi entah kenapa kalau dihitung-hitung ulang kok jadi boros ya. Hiks.

Lalu, aku kepo dengan mencari harga-harga apartemen di Jakarta. Harganya beragam. Rata-rata sih diatas 1M. Sangat wajar sih  mengingat lokasi yang strategis dan Jakarta kan memang beda pasarnya. Tapi tentunya kalau bisa sih tetap mencari yang harganya lebih murah dengan tempat yang bagus.

Namanya juga mengkhayal. Hihi..

Hasil pencarian minggu ini, ternyata pilihannya jadi membingungkan. Ada yang harganya terjangkau, tapi lokasinya tidak strategis. Ada pula yang lokasinya strategis, tapi harganya mahal sekali.

Tapi, kemudian aku terpaku membaca salah satu halaman. Padina Soho And Residence namanya. Aku melihat harga dan lokasinya. Wah, pas sekali untuk diimpikan.

Padina Soho And Residence, Pilihan Tepat Untuk Investasi Masa Depan

Jadi, di mana persisnya lokasinya?

Apartemen Padina ini adalah apartemen dan SOHO paling dekat dari Bandara Soekarno Hatta yang bisa secara mudah kita capai melalui kereta api bandara dan jaringan Tol JORR 1. Kalau dihitung-hitung, hanya 20 menit ke bandara, 5 menit ke stasiun KA bandara dan 10 menit ke Tol JORR 1. Waw banget bukan?

Kenapa tertarik untuk investasi masa depan di sini?

Karena, Apartemen Padina SOHO and Residence adalah unit hunian dengan material terbaik serta mutu beton yang lebih kuat dan kokoh, Ssst.. di atas Standar Nasional Indonesia (SNI) loh. Didukung juga dengan back up suplai listrik jika ada pemadaman besar sehingga AC tetap menyala, menjamin kenyamanan tanpa gangguan. Coba deh kalau bikin rumah sendiri, gak bisa detail sampai back up suplai listrik juga. Iya kan? 😆

Selain itu, Apartemen Padina SOHO juga punya banyak fasilitas penunjang di dalam kompleksnya. Fasilitas dan kenyamanan gaya hidup hingga keamanan ini menurutku penting. FYI nih, Apartemen Padina SOHO dilengkapi fitur-fitur keamanan seperti smart fire alarm, sprinkles system dan CCTV juga loh.

Terus design di dalamnya kira-kira bagaimana?

(Foto: padinasohoandresidence.co)

Apartemen ini punya desain arsitektur modern. Gak hanya itu, apartemen ini juga dilengkapi fitur keamanan seperti double lock pada pintu utama hunian (ini penting banget). FYI, Semua unit sudah smart home ready.

Harganya berapa?

Harga Padina SOHO and Residence mulai dari Rp 587 juta-Rp 3 miliar.

Hmm, menurutku sendiri harganya sebanding sekali dengan apa yang didapatkan. Daripada membangun rumah dari 0, sungguh lokasi strategis, lingkungan nyaman dan aman itu sangat mahal harganya. So, investasi masa depan di Padina SOHO and Residence? Why Not? Mengkhayal dulu untuk masa depan. 😆

Nah, teman-teman yang mungkin berencana untuk stay di Jakarta bisa banget coba ke Padina SOHO and Residence ini. Harganya worth it dengan apa yang ditawarkan bukan?

Membaca Prospek Kerja Jurusan Manajemen di Universitas Gunadarma

Membaca Prospek Kerja Jurusan Manajemen di Universitas Gunadarma

(Sumber Foto : fe.gunadarma.ac.id)

Bila kita sedang mencermati beberapa jurusan yang tertera di fakultas ekonomi dari berbagai kampus yang ada di Indonesia, maka pasti salah satunya yang pasti ada merupakan jurusan manajemen. Jurusan manajemen bisa disebut sebagai salah satu program studi yang paling banyak diminati karena beberapa prospek kerja yang siap menyambut para alumninya.

Jurusan manajemen sendiri pada umumnya merupakan sebuah bidang keilmuan yang secara spesifik mencakup pembelajaran tentang kegiatan dan dinamika kerja dalam suatu perusahaan. Bidang keilmuan yang mempelajari tentang seluk beluk kegiatan kerja dalam suatu perusahaan tersebut termasuk kedalam disiplin ilmu ekonomi dan bisnis.

Tentu akan menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, ketika seorang anak muda lulusan jurusan manajemen bisa diterima untuk bekeja dalam sebuah perusahaan besar. Seperti halnya beberapa profesi menarik lainnya, bekerja dalam sebuah manajemen perusahaan juga selayaknya menjadi hal yang didambakan para anak muda.

Maka, sangat penting kiranya bagi para anak SMA yang hendak meneruskan kuliah dengan memilih jurusan Manajemen agar mengenali kampusnya terlebih dahulu. Artinya, mengenali profil jurusan manajemen di setiap kampus merupakan hal yang wajib dilakukan oleh  anak SMA yang berniat melanjutkan kuliah ke jurusan manajemen.

Mengenali profil jurusan manajemen di suatu kampus menjadi sangat penting agar bisa mengetahui seberapa bagusnya mutu pendidikan serta kurikulum pembelajarannya. Maka, jurusan manajemen di Universitas Gunadarma bisa menjadi salah satu opsi terbaik untuk para siswa-siswi SMA yang hendak berkuliah di jurusan manajemen.

Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma menekankan penerapan kurikulum berbasis kompetensi sebagai komponen utama dalam menjalankan sistem pembelajaran bagi para mahasiswanya. Baik program studi manajemen keuangan maupun program studi manajemen pemasaran telah menjalankan sistem pembelajaran berbasis teknologi sebagai keunggulan utamanya.

(Sumber : Mamikos.com)

Hal tersebut sejalan dengan visi jurusan manajemen yang ingin terus mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan dan alumninya hingga ke tingkat Internasional. Visi tersebut  

diharapkan sudah akan tercapai pada tahun 2022 mendatang, khususnya pada bidang keuangan, perbankan, pemasaran dan sumber daya manusia berbasis keunggulan. Visi tersebut dirumuskan dalam kegiatan tri dharma perguruan tinggi guna meningkatkan daya saing bangsa Indonesia menyongsong era revolusi industri 4.0.

Visi tersebut yang akan mendorong dan membentuk para calon sarjana manajemen di Universitas Gunadarma menjadi lulusan yang memiliki kompetensi kerja yang baik dan profesional. Memiliki kecakapan kerja dan pengambilan keputusan yang matang, disamping pemahaman akan teknologi dan informasi yang mumpuni.

Guna mencapai targetnya pada tahun 2022, jurusan manajemen di Universitas Gunadarma memiliki 11 dosen pengajar dengan kompetensi yang mumpuni. Keberadaan 11 dosen pengajar tersebut sangatlah penting dalam mengimplementasikan pola pembelajaran yang menggunakan kurikulum berbasis kompetensi dan teknologi informasi.

Jurusan manajemen di Universitas Gunadarma memiliki beberapa fasilitas yang akan menunjang kelancaran dan efektifitas pembelajaran para mahasiswanya sesuai visi dan misinya. Terdapat setidaknya 5 faslitas inti, yakni 3 laboratorium serta 2 lab untuk bidang perbankan serta statistika.

Adapun untuk Laboratorium Manajemen dasar memiliki beberapa mata kuliah yang wajib ditempuh oleh para mahasiswanya. Yakni, mata kuliah Riset Pemasaran, mata kuliah Matematika Ekonomi1, mata kuliah Matematika Ekonomi 2, serta mata kuliah statistika 1 dan mata kuliah statistika 2.

Sementara itu, di Laboratorium Manajemen Menengah memiliki beberapa mata kuliah yang wajib ditempuh oleh para mahasiswanya. Yakni, mata kuliah Manajemen Keuangan, mata kuliah Dasar Manajemen Keuangan, mata kuliah Manajemen Keuangan, mata kuliah Manajemen Operasional, mata kuliah Riset Operasional 1 dan mata kuliah Riset Operasional 2.

Laboratorium Manajemen Lanjut memiliki cakupan materi perkuliahan yang relatif lebih sedikit, namun bobotnya cukup berat. Yakni, mata kuliah Komputerisasi Akuntansi Keuangan, mata kuliah Pengantar Teknologi SIM 2, mata kuliah Penganggaran Perusahaan 2 serta Komputerisasi Lembaga Keuangan Perbankan.

Adapun beberapa mata kuliah yang diajarkan di Laboratorium tersebut memiliki durasi total selama 48 per mata kulianhnya dalam satu semester. Sistem perencaan dan rancangan pola pembelajaran yang matang tersebut yang mengantarkan jurusan manajemen di Universitas Gunadarma mendapatkan akreditasi A.

(Sumber Foto : fe.gunadarma.ac.id)

Akreditasi A jurusan manajemen tersebut tepatnya diraih pada tanggal 11 Maret 2015 berdasarkan SK 089/SK/BAN-PT/Akred/S/III/2015. Sehingga, menjadi sebuah penanda mutlak akan mutu pendidikan serta output yang akan dihasilkannya nanti.

Satu hal yang jelas, sarjana Manajemen memiliki banyak opsi dan peluang dalam bekerja, mulai dari menjadi seorang pengusaha, pegawai BUMN, bekerja di perusahaan multinasional, menjad seorang project manajer, bahkan menjadi seorang konsultan.

Masih banyak lagi beberapa posisis strategis yang sangat relevan dengan kompetensi keilmuan para lulusan Manajemen. Satu hal yang jelas, profesi yang disebutkan tersebut sangat mengapresiasi dalam hal gaji para pekerjanya. Jadi, bila anda ingin berkuliah di jurusan manajemen, yuk segera mendaftar dan berkuliah di jurusan manajemen Universitas Gunadarma.

IBX598B146B8E64A