Browsed by
Month: May 2018

Review Emina Matte Lipstik 05 (Feathers) – Rekomendasi Lipstik Buat Emak Sok Imut yang Ingin Tetap Keliatan Muda

Review Emina Matte Lipstik 05 (Feathers) – Rekomendasi Lipstik Buat Emak Sok Imut yang Ingin Tetap Keliatan Muda

Judul kamu ya mak.. Selalu mengganggu pemandangan.. Hahahaha.. 😂

Biarlah, ini blog saya. Blog emak yang ngakunya masih muda. Jangan heran kalau tiap mampir ke blog ini kadang banyak tulisan konyol, kadang mewek serius, kadang sok-sokan nulis kritis. Emak memang doyan membagi-bagi kepribadian dalam tulisan supaya kayak aktor serbaguna. *lah..

Emak bukan beauty blogger, tapi lumayan demen sama yang namanya lipstik dan dunia make up jadi jangan ditanya kenapa mom blogger satu ini kadang nulis parenting sok kalem, kadang foto narsis monyong-monyongin bibir. Karena eh karena, itu adalah solusi ampuh buat hidup emak yang mood booster.

Baca juga: Review Lipcream Pixy 01 & 03

Baca juga: Review Lipcream Wardah No. 14, 17, dan 18

Baca juga: Review Poppy Dharsono Lipcream

Hari ini lagi pengen eksis. Ya, padahal bulan Ramadhan ya. Kok malah eksis? 😂

Ya.. hari ini saya ingin berbagi review produk nih dari emina. Siapa sih yang ga tau emina? Brand yang sekarang suka ngeluarin koleksi dengan pemandangan yang girly banget. Konon sih pasar emina memang anak-anak abegeh. Tapi masa emak yang satu ini ga boleh beli? Kan masih imut.. 😛

Masalah terbesar umat per(t)empu(r)an adalah dia enggak bisa ngebedain mana yang wajib dan mana yang sunah buat muka. Seharusnya sih kemarin saya beli sunscreen karena udah diwarning sama teman beauty blogger kalau wajib pakai sunscreen. Eh, Pas sampai di toko kosmetik bukannya beli sunscreen malah beli lipstik, padahal lipstik di rumah masih banyak. Dasar per(t)empu(r)an yang enggak bisa mikir pakai logika.

Iya, pas sampai rumah si Farisha nanya, “Ma? Beli lipstik lagi? Kan lipstik mama masih banyak? Jangan-jangan ini buat pica ya?”

😂

Biarlah, saya aslinya enggak nyesal emang beli lipstik ini. Ya, sebenarnya faktor yang bikin saya beli lipstik ini sih karena udah kalut mikirin bibir saya yang mulai menghitam karena keseringan pakai lip cream. Jadilah sesekali saya terkena racun beli lipstik matte batangan begini lagi. Ternyata ketika udah 3 hari pakai ini.. Beneran.. Deh.. Jatuh Cintah.. 😍

1. Packaging

Packaging emina memang juara. Sekilas mirip wardah sih tapi si emina ini lebih unyu. Kotaknya berwarna sama dengan warna lipstik didalamnya dan bertulisan SOUL gede yang memakan ruang dua sisi terus bikin dia look different, disisi lainnya tertulis ingredient, exp date and bla bla..

Cangkang lipstiknya oke, bulat dengan penampakan yang beda dibanding lipstik wardah batangan sata. Jadi ga mungkin ketuker lah ya walau sama-sama abu-abu. Dia punya ciri khas dengan tulisan SOUL di cangkang grey-Nya.

2. Tekstur

Sesuai namanya lipstik emina ini jenis matte tapi bukan dead matte. Maksudnya dia itu tidak seret dipakai dan masih creamy tanpa efek glossy.

Menurut saya tekstur emina ini ringan sekali, hampir mirip dengan matte version punya wardah.

3. Coverage

Saya kurang suka dengan coveragenya. Harus 2-3 kali apply. Mungkin karena ini pasarnya buat remaja kalee ya.. Jadi mereka disuruh pake lipstik itu yang tipis-tipis aja.. Soalnya bibirnya masih bagus. Lah, kalau emak-emak yang warna bibirnya udah hancur gini gak bisa dong coverage tipis.. 😂

Yah, kalau emak-emak bilang ‘gak ngirit’ lah coverage-nya. Tapi ngapain juga diirit? Toh nanti keracunan beli lipstik lagi bukan bahkan sebelum habis.. 😂

Jadi.. Habiskan sajaaaa…

4. Penampakan

Ini kan yang kalian tunggu-tunggu?

Bahkan mungkin ada yang enggak baca curcolan emak diatas dan langsung scroll kebawah cuma buat mantengin hasilnya… Hayoo.. Ngaku.. Kalian emang kepo banget liat muka saya.. 😂

Untung saya bukan guru ya, kalau saya guru udah saya kasih esaii kalian dengan pertanyaan konyol seperti..

“Apa latar belakang emak sheza beli lipstik padahal udah punya banyak?”

Noh, cari jawaban di atas.. *asli jengkelin banget mak blogger satu ini.. 😂

Baiklah, ini dia penampakan saya before-half-after pakai lipstik ini.

Dibagian atas saya enggak pakai lipstik ya. Udah, ga usah kritik bibir item.. Dosa.. Haha..

Dibagian tengah yang saya kasih lipstik cuma bibir bawah. Udah rada cantik… Yeeekan? 😂

Dibagian akhir udah dioles semua. 2x oles atau 3x ya? Saya lupa.. 😅

Yah, begitulah hasilnya.. Warnanya cantik dan kelihatan nude dan remaja banget. Cocok lah buat kalian para emak yang menolak tua. Haha.

Emak2 anak satu yang selalu ingin tampil muda😂
Katanya kalau review itu harus maksimal, ada versi oon dan monyong. Yang monyong jangan ya.. Saya sudah tobat😂

Oya, di foto kali ini aku udah dandan ya. Bukan bare face (makanya ‘rada agak’ mendingan). Versi bareface aku banyak kok. Baca aja label kecantikan dan tutorial make up aku. 😉
5. Daya Tahan

Buat kalian yang bulan ramadhan ini suka bete hapus-hapus lipcream buat wudhu mungkin lipstik emina ini cocok loh. Karena dia enggak waterproof dan luntur kena air. Selama ramadhan ini, saya memakai lipstik emina ini untuk sehari-hari dan teraweh supaya terlihat natural dan wudhu friendly.

Kalau enggak kena air daya tahannya bagaimana?

Kalau kalian puasa, lipstik ini recomended banget karena kelihatan banget warnanya agak pucat jadi kalau orang liat bisa mikir gini.. “Oh, si anu kalem banget hari ini. Bibirnya pucat kayak gak pakai lipstik..”

*padahal aslinya nutupin bibir yang item.. 😂

Kabar baiknya adalah lipstik ini awet kalau gak kena air. Ya, kalau kita puasa itu mungkin tahan lah ya 3-4 jam. Kalau udah mulai luntur juga gampang pakainya.

Kesimpulannya…

(+) Hal yang aku suka dari lipstik ini:

-Tekstur ringan, creamy namun tidak glossy

-Travel Friendly

-Warna Cantik dan Natural

-Harga terjangkau (55.000 diskon menjadi 49.000)

(-) Hal yang tidak aku suka dari lipstik ini:

-Coverage kurang oke

-Mengandung Propylparaben – not bumil busui friendly

Beli Lagi?

-Kalau kalian mau beliin atau ada endorse dan give away bilang-bilang ya.. Mak mau ngirit dulu.. 😂

Yup, itu dia review lipstik ala ala dari saya. Punya lipstik emina juga? Curcol yuk.. 😉

10 Jurus Yang Perlu Istri Ketahui Ketika Jatah Bulanan Kurang

10 Jurus Yang Perlu Istri Ketahui Ketika Jatah Bulanan Kurang

source image: popsugar.com

“Wah, baru tanggal segini kok jatah uang bulanan aku sudah menipis ya?”

Familiar dengan kata-kata ini?

Kemudian merasa bahwa jatah bulanan akhir-akhir ini tidak cukup? Padahal beberapa bulan yang lalu jatah bulanan dirasa sangat mencukupi. Kenapa ya?

Baca juga: Tips menghemat pengeluaran rumah tangga versi shezahome

Banyak faktor yang menyebabkannya. Diantaranya adalah harga bahan pokok yang memang naik, kebutuhan yang bertambah hingga tekanan gaya hidup yang memaksa kita untuk menyesuaikan diri. Ya, problematika emak-emak pada umumnya memang mengatur uang bulanan yang ada agar terus bisa mencukupi kebutuhan, seberapapun itu harus cukup.

Tentu hal ini bukanlah hal mudah. Bahkan, untuk emak yang tidak meterialistis dan memegang prinsip kesederhanaan tingkat dewa pun_ini bukanlah hal yang mudah. Nah, shezahome punya jurus jitu buat para emak-emak rumahan yang mulai merasa jatah bulanannya tidak mencukupi lagi.

Dalam hal ini, saya mengkategorikannya menjadi 2 bagian yaitu jurus yang dianjurkan dan jurus terlarang. Apa saja sih? Cuss..

Jurus yang dianjurkan

1. Jurus Sharing Pengeluaran Bulanan

Yang namanya rumah tangga sangat perlu keterbukaan. Setuju gak sih?

Karena itu, tidak ada salahnya untuk mencatat pengeluaran sebulan hingga mengumpulkan struk belanja untuk menunjukkan bahwa pengeluaran kita bukanlah hal yang sia-sia. Dan yang lebih penting lagi, list pengeluaran ini harus ditunjukkan kepada suami.. *seberapapun pahitnya itu.. Tsah..

Dalam kenyataannya, biasanya suami saya mulai memisahkan pos-pos pengeluaran yang sebenarnya tidak penting.

Seperti pos belanja skincare n make up saya misalnya.. Musnahkan saja.. 😅

Atau pos jajanan ringan seperti beli es kepal milo diluar.. Di-black list..

Atau juga nih, pos anggaran protein mahal seperti daging yang kemudian diganti dengan ikan asin sapat atau wadi khas banjar.. 😅

Ya, itu sih kejadiannya kalau yang kita harapkan cuma jatah yang.. Yah, apa boleh buat udah sedikit dan gak bisa ditambah-tambah karena gajih suami memang segitu.

Tapi biasanya beda kasus sih kalau ternyata gajih suami naik. Mungkin saat melihat list pengeluaran bulanan yang tidak cukup dia akan bilang begini..

“Berarti perlu tambahan segini ya? Atau masih kurang?”

Hehehehe..

2. Jurus Politik Membandingkan

Kadang memang ada sih suami yang tidak terbuka dengan pemasukannya. Tapi yang namanya istri itu sinyalnya tinggi. Bener ga sih?

Ya, istri itu bisa mencium pemasukan-pemasukan yang tidak terbuka. Maka, tidak ada salahnya kok untuk mencoba jurus membandingkan. Dengan catatan membandingkannya dengan yang wajar aja lah ya.. *jangan sama Syahrini atau Paris Hilton.. 😅

Kita harus cari aman dalam trik membandingkan. Misal, sama tetangga yang suaminya berprofesi sama dengan suami kita.

Tapi ada triknya juga loh, ga sembarangan. Kalau enggak kalian bakal di cap sebagai ‘istri yang kurang bersyukur’ 😅

Contoh nih:

“Mas, kemarin aku ketempat anu loh.”

“Iya ma.. Terus kenapa?”

“Enggak sih cuma dia cerita kalau dia diajakin jalan-jalan. Katanya ada gajih xxxxx dari atasan ya..”

“Oh ya? Emang ada sih..”

(yess..)

“Aku ga minta jalan-jalan sih, cuma ga ada salahnya kan sesekali kita belikan squishy buat hadiah karena dia udah berhasil mengisi sebagian buku tantangan hebatnya..”

(tips tambahan: kambing hitamkan anak, walaupun dia ga tau apa-apa.. Kita harus jaga image)

“Oh, ya udah.. Harga Squishy berapa? 20ribu? 50ribu?”

“Lima ratus ribu mas..”

(tips terakhir, cari alasan yang realistis harganya 😅)

3. Jurus Super Mom

source: www.silhouettedesignstore.com

Buat mommy yang punya kepribadian jaim tingkat tinggi dan paling anti dengan 2 jurus diatas tidak ada salahnya mencoba jurus Super Mom. Apa sih jurus Super Mom itu?

Sssst, ini jurus mama saya.. Hahahaha..

Yes, bekerja. Bekerja dengan memaksimalkan passion dan skill yang kita punya untuk menambah pemasukan rumah tangga. Bekerja dalam hal ini tidak melulu tentang bekerja diluar. Para Ibu zaman now tentu sudah sangat tahu bahwa media sosial dapat menghasilkan uang, berjualan tak melulu tentang toko fisik, dan blog pun bisa menghasilkan. Hehe

4. Jurus Wonder Woman

Tidak bisa menerapkan jurus super mom karena sejauh ini passion tidak menghasilkan output yang maksimal? Mari terapkan jurus selanjutnya, yaitu jurus Wonder Woman.

Laki-laki itu sejatinya suka diperhatikan dan dilayani dengan baik, maka jadilah istri yang maksimal untuk mendukung passion suami. Caranya tentu tidak mudah apalagi jika sudah mempunyai anak, otomatis perhatian kita akan terbagi. Tapi, tidak ada salahnya jika berusaha maksimal bukan?

source: dreamstime.com

Laki-laki itu makhluk visual yang suka dengan istri yang tampil cantik maka jagalah penampilan dihadapannya. Tidak ada salahnya sesekali kita membeli lingerie sebagai bentuk salah satu usahanya. Hehe

Nah, orang tua zaman dulu bilang bahwa rejeki kedua itu ada diperut suami. Hmm, tidak bisa dikatakan salah juga sih. Karena memang jika lidah dan perut suami terpuaskan maka ia dapat bekerja dengan maksimal. Bukanlah hal mustahil jika kita mendapatkan rejeki ekstra dari hasil memuaskan lidah dan perut suami. Kenapa saya berani berkata begini? Karena sudah terbukti, saya pernah melakukannya dan hasilnya cukup menyenangkan. 😉

5. Jurus Politik Kasihan

Bagaimana sih jurus ini?

Apa ngemis-ngemis gitu ke suami?

Ya, enggak lah.. Ini merupakan jurus yang lumayan ampuh dan terinspirasi dari kucing saya. Hahaha..

Iya, dia aja bisa bikin mata begini supaya suami kasian dengan dia. Masa saya gak bisa?

Bisa! Bisa tanpa harus ngemis. Caranya, Iya.. Nangis. 😂

Terus suami pasti nanya, “Kenapa?”

Terus, jangan langsung bilang jatah bulanan kurang lah sambil menangis makin kencang. Itu kurang ampuh. Hahahaha..

Diem aja.. Iya.. Diem.. Nangisnya masih lanjut tentu…😅

Kalau sudah dipeluk, disayang-sayang, di cup cup cup.. Dan berbagai drama lainnya percayalah suami akan mengerti dan mulai memahami masalah kekurangan pemasukan ini. Karena air mata perempuan itu adalah ekspresi bisu yang dahsyat sekali kekuatannya. Hehe

6. Jurus Ancam Dapur

Sudah tanggal 20an dan dompet emak mengering lalu budget tambahan tak jua nampak? Yuk, pakai jurus yang satu ini. Biasanya lumayan ampuh. 😅

Yes, jurus ancam dapur. Mari mulai atur menu ngirit ala emak-emak.

Sapat: menu ngirit andalannya ‘urang banjar’

Menu pagi: iwak sapat

Menu siang: iwak sapat lagi

Menu malam: iwak sapat lagi 😂

Oya, iwak sapat ini adalah ikan kering khas Kalimantan Selatan yang memiliki harga sangat terjangkau, rasa gurih dan enak namun kurang bergizi.. 😅

Sesekali dimakan tidak apa-apa. Ikan kering ini enak dan gurih. Tapi, kalau terlalu sering? Kita bisa kekurangan gizi mak.. Haha..

Satu hari.. Masih belum peka..

Dua hari.. Belum peka..

Tiga hari kemudian..

“Sayang, jatah bulanan abis ya? Sini aku tambahin..”

Yess… 😂

Jurus Terlarang

Nah, kalau yang sebelumnya merupakan jurus yang dianjurkan sekarang mari kita bahas tentang jurus terlarang yang dalam praktiknya sering tidak sengaja kita lakukan. Akibatnya tentu bisa membahayakan kesejahteraan Rumah Tangga. Apa saja jurus itu?

Cuss

1. Jurus Over Super Mom

Dari namanya tentu kita sudah tau kalau ini adalah efek lanjutan negatif dari jurus super mom. Hmm.. Kenapa bisa over ya?

Banyak sih faktornya, antara lain terlalu banyak family time yang dikorbankan demi mencari tambahan. Ada pula yang ketagihan mencari uang tambahan hingga melupakan kewajibannya sebenarnya di rumah.

Bekerja dan memaksimalkan passion sih boleh saja. Tapi hal ini harus disepakati oleh dua belah pihak. Jangan sampai karena terlalu kebablasan bekerja maka rumah tangga menjadi runyam. Betul?

2. Jurus Dewi Perang

Dewi perang? Siapa ya? Kalau Dewa Perang kan Ares namanya.

Kalau Dewi Perang? Apakah itu wujud evolusi terakhir dari Ketidakwarasan Emak-emak? 😂

source: devianart.com

Yup, harus diakui kalau keterbatasan pemasukan tentu akan membuat kita sang manajer rumah tangga sangat pusing untuk mengatur pengeluaran. Sampai-sampai kita sebagai Ibu menjadi sering marah-marah. Sesekali marah sih wajar. Tapi, tidak sedikit loh para Ibu yang over ekspresif dalam mengeluarkan kemarahannya.

Contoh:

Tangan Super Dewi Perang yang membanting pintu sampai dinding kalsiboard rusak.. 😅

Tendangan Super Dewi Perang yang mampu menghancurkan jendela hanya dengan menggunakan kelapa.. 😅

Tatapan Mata Merah Sang Dewi Perang yang membuat suami dan anak membisu ketakutan sambil berpelukan.. 👿

Banyak begini? Banyak loh.. Hahaha..

Jurus ini memang ampuh, terlalu ampuh bahkan. Sampai Suami dan Anak mungkin saja kabur dari rumah atau diam-diam mulai menyarankan Anda berkonsultasi ke psikiater. 😅

3. Jurus Pelit

Jurus pelit? Sama dengan jurus ancam dapur?

Oh tidak.. Jurus ancam dapur masih masuk kategori aman dipraktikkan. Yang terlarang itu jurus pelit.

Apa sih bedanya? Bedanya jurus pelit ini bertujuan untuk menyimpan uang bulanan sebisa mungkin buat keegoisan diri sendiri bukan untuk investasi masa depan. Banyak ga yang begini? Banyak loh..

Entahlah zaman sekarang apakah masih banyak yang menganut jurus ini. Jurus ini memang sangat efektif tapi akan berakibat buruk terhadap kepuasan suami dan juga pola pikir anak.

Baca juga: Cara Sederhana Menjauhkan Paham Materialisme pada Anak

4. Jurus Pisah Ranjang

Kalau jurus satu ini tentu tidak perlu dipertanyakan lagi. Efektifnya kebablasan. Sampai beberapa hari kemudian mungkin Rumah Tangga yang dibangun akan hancur berantakan. 😅

Jurus ini sangat terlarang dipraktikkan ya. Sebisa mungkin masih satu ranjang walau misah beberapa cm. Soalnya besar kemungkinan tengah malam bakal berpelukan lagi.. *eaaa..

Nah, itu dia jurus-jurus yang terbukti efektif digunakan jika jatah bulanan ternyata kurang. Ingat, selalu hindari jurus terlarang demi keutuhan rumah tangga. 😊

Karena Rumah Tangga itu bukan hanya sekedar tentang seberapa banyak tapi tentang saling memahami dan mengerti..

Dampak Positif dan Negatif Menonton Drama Korea Bagi Ibu Rumah Tangga

Dampak Positif dan Negatif Menonton Drama Korea Bagi Ibu Rumah Tangga

Drama Korea.. Hmm.. Siapa sih yang enggak tau dengan yang satu ini? Mulai dari kalangan abege, wanita karir hingga ibu rumah tangga pastinya sangat tau dengan drama korea aka drakor. Bahkan, belakangan saya baru tau bahwa ada juga loh ternyata laki-laki yang suka nonton drakor. Yah, tidak banyak sih, cuma perbandingannya mungkin 1 banding 10 (yang jelas bukan suami saya.. 😅).

Konon, virus kecanduan drakor ini bukan hanya dominan ada di kalangan cewek abege. Ya, bahkan Ibu-ibu Rumah Tangga pun suka sekali menonton drakor untuk mengisi waktu luangnya. Beberapa IRT bahkan mengaku bahwa menonton drakor merupakan me time yang sangat menyenangkan. Siapa yang begini? Hayo.. Ngaku!

Apakah menonton drama korea bagi Ibu Rumah Tangga merupakan hal yang salah? Apakah rutinitas harian tidak terabaikan karena kegiatan ini? Terakhir, seberapa besar dampak positif dibanding dampak negatifnya?

Cuss.. Kita bahas sampai tuntas disini yaaa.. 😆

Dampak Positif Menonton Drakor Bagi Ibu Rumah Tangga

Nah, sebagai emak rumahan yang mengaku senang menonton drakor sebagai salah satu rutinitas me time tentu saya sangat merasakan dampak positif dari kegiatan ini. Dampak positif itu antara lain adalah:

1. Meningkatkan Kewarasan Emak-Emak

Siapa sih yang kadang suka kehilangan kesabaran karena rutinitas rumahan yang membuat emak kadang emosi tingkat tinggi? Konon, sebutan yang terkenal untuk hal ini adalah ‘kurang waras’.. 😅

Menonton drama korea dengan berbagai selak beluk kisah yang tidak membosankan akan membuat emak rumahan terhibur dan merasa hidup kembali. Emak yang tadinya merasa kurang waras akhirnya terobati rasa bosannya dengan hiburan drama korea yang dapat memenuhi ruang emosinya dengan warna warni rasa.

Emak yang tadinya uring-uringan melihat rumah yang pekerjaannya tak kunjung habisnya.. Ngadem dulu, nonton drakor lalu bisa senyum berbunga-bunga saat masak, jangan lupa ditemani soundtrack album drakor favoritenya..😅

Emak yang tadinya kurang nuansa romantisme dari suami yang agak pasif akhirnya dapat senyum merona merah layaknya remaja lagi dan dapat menyambut suami dengan senyum ikhlas malu-malu seperti malam pertama.. Eaa

Yes, terima kasih drakor.. Kau buat kalangan emak-emak mulai waras dan berbunga-bunga.. 😂

2. Membuat Hidup Emak Lebih Berwarna

Pernah merasa hidup kadang cuma di dominasi oleh rasa yang begitu-begitu saja? Tidak ada hal baru, tidak ada tantangan. Bahkan saking suramnya hidup seakan seperti TV dengan warna hitam putih saja. Yes, How Boring?

Baca juga: Please, Aku Bosan Jadi IRT

Tapi dengan menonton drama korea emak dapat merasakan tantangan mendebarkan disetiap episodenya. Perasaan senang, sedih, kecewa, bangkit, semangat akan dapat emak rasakan ketika ‘berempati’ dengan tokoh pada drama korea. Bahkan saking empatinya, kadang sampai menangis dan ikut-ikutan merona malu. Hahahaha.. *tuh.. Banyak rasa kan hidupnya? Aseek.. 😂

3. Meniru Gaya Hidup Positif Budaya Korea

Ada enggak sih emak yang mulai suka meniru budaya korea karena saking keseringannya menonton drama korea?

Nah, saya mau sharing salah satu perubahan positif saya saat menonton drama korea. Yaitu berubah menjadi lebih manis. *digetok gayung.. 😂

Ya bagaimana tidak manis kalau semenjak menonton drama korea saya jadi suka iseng menyajikan tampilan masakan ala korea (walau kebanyakan gagal.. 😅). Selain itu, gaya mengikat rambut hingga gaya melipat pakaian pun sekarang mulai saya tiru. Menurut saya, ini perubahan positif lah. Bahkan suami saya senyum-senyum melihatnya. Hehe..

Dampak Negatif Menonton Drakor Bagi Ibu Rumah Tangga

Tapi nih tapi.. Menonton drakor itu juga banyak dampak negatifnya. Dan dampak negatif ini ternyata sangat saya rasakan ketika saya mulai ikut nimbrung percakapan antar emak-emak pecinta drakor. Apa aja dampaknya? Cuss…

1. Kecanduan yang Membuat Emak Lupa Waktu dan Mengabaikan Kegiatan Rumah Tangga

Setuju enggak sih kalau nonton drakor itu bikin emak kecanduan?

Ngakunya satu episode dulu tapi eh tapi jadinya lagi, lagi, dan lagi. Sampai mengabaikan rutinitas membacakan dongeng sebelum tidur lalu kemudian tidur tengah malam bahkan ada juga yang tidak tidur semalaman. Akhirnya, pagi harinya bangun kesiangan lalu anak disuruh bolos sekolah saja. Telpon guru ngakunya si anak sakit padahal emaknya yang teler. Ada begini? Ada.. 😂

source: brilio.net

Siang hari pada umumnya diisi dengan kegiatan hectic memasak untuk menyambut suami datang makan siang. Tapi (lagi-lagi) karena drakor maka makanan yang disajikan berakhir gosong dan kekeringan. Ada begini? Oh, adaaa…

Malam hari adalah waktu suami untuk bermanja-manja namun karena emak sedang ‘sibuk’ dengan drama yang katanya sedang hits akhirnya suami pun mengisi hiburannya dengan main ‘enemy has been slayed’.. 😂

2. Meniru Gaya Hidup yang Tidak Sesuai dengan Keadaan Dompet

source: budayametropolitan.blogspot.co.id

“Aduh, baju yang dipakai si jung jung itu aku pernah liat di sini loh.. Tapi harganya mahal”

“Masa? Ah iya.. Persis ya.. Aduh, aku jadi pengen!”

“Liat deh topi yang ini.. Unyu banget kan kayak di film bla bla punya si Min Min”

“Eh, iya.. Berapa harganya.. Omegadd”

“Eh, tau ga si Song Song itu pakai lipscrub ini supaya bibirnya ga item”

“Ah, masa.. Bukannya dia pake liptint yang ini ajah”

“Enggak bibirnya merah asli kok”

“Berapa harga lipscrubnya? Omegadd”

Ya.. Ya.. Percakapan diatas cukup familiar bukan? Kosmetik dan gaya baju trend korea kini telah merajai industri fashion wanita. Media promosi yang sangat berpengaruh salah satunya adalah dengan kekilauan drama korea. Tentu saja tidak sedikit para wanita termasuk ibu rumah tangga yang rela mengeluarkan uang berlebih untuk trend korea kekinian ini. Yang dipertanyakan, apakah keadaan dompet sudah memadai? Hehe

3. Tenggelam Dalam Dunia Khayalan dan Tak Kunjung Move On

Melanjutkan dari point no. 1, apa yang akan terjadi jika kecanduan drakor tidak segera diatasi? Yes, emak tak kunjung move on dan tetap asik hidup di dunia khayalan.

Yah, sepertinya ini poin tambahan untuk tulisan saya sebelumnya ya.. Hihihi..

Baca juga: 8 Hal Penyebab Stay At Home Mom Gagal Move On

Banyak loh, kalangan emak-emak rumahan yang kecanduan nonton drakor dan anime sehingga lupa dengan kehidupannya yang asli. Akhirnya ia lupa dengan tujuan dan list-list task to do yang seharusnya ia utamakan.

Jika sudah terjadi hal begini, lalu bagaimana?

Seret Sang Suami.. Katakanlah, “Hei Suami, mulai sekarang kalian harus jadi lelaki romantis.. Supaya istrimu tidak mencari ‘pelarian’.” 😂

4. Terancam Gagal Menjadi Role Mode yang Baik untuk Anak

source: depositphotos.com

Katanya sih mau supaya anak tumbuh baik, pinter, bertenggang rasa, sholeh, dan bla bla bla. Tapi apa jadinya kalau anak tau sang emak hobynya nonton drakor? 😂

Mungkin sang anak akan berpikir, “Oh, ternyata mama suka dengan si Min Min ini. Berarti aku nanti kalau sudah besar harus cakep begitu.”

Atau..

“Wah, kayaknya mama suka dengan style si Song Song ini. Berarti aku nanti kalau sudah besar harus cantik dan bergaya begitu juga dong.”

Atau..

“Wah, mama nonton drakor yang kemarin ya.. Ikut nonton juga ahh, mau tau lanjutannya.”

😅

Ingat mak, anak itu meniru tingkah polah kita dan kebiasaan kita. Apa yang kita sukai kemungkinan besar akan ditiru olehnya. So, sudah siap jika ketika anak besar nanti dia ingin menjadi seperti artis korea.. 🙈

Atau sama-sama penggila drama korea.. Tentukan pilihanmu..hihi..

5. Membuat Emak Terancam Puber Kedua

Ada yang begini?

Ada..

Udah gitu aja. Kayaknya enggak perlu diceritakan lebih detail. Hahahaha..

Lantas, Apakah menonton Drakor itu Salah?

Sama seperti pisau, keberadaan drakor dapat berguna namun juga dapat melukai perasaan suami.. *loh.. 😅

Menonton drakor bagiku bukanlah hal yang salah. Bahkan jika dalam drakor banyak pembelajaran berharga kehidupan yang dapat diambil, kenapa harus say no dengan keberadaan drakor?

Baca juga: Go Back Couple, Rekomendasi Drakor terbaik sebagai Pembelajaran Kehidupan Rumah Tangga

Tapi, jangan menjadikan menonton drakor sebagai hoby namun jadikanlah ia sebagai hiburan saja. Dan yang terpenting, jangan sampai menonton drakor mendominasi jadwal harian emak. Tontonlah drakor ketika benar-benar dalam waktu yang senggang.

Seseorang berkata padaku, bahwa hoby adalah sesuatu yang paling suka kita kerjakan dan memberi manfaat bagi orang lain. Sementara hal yang tidak memberi manfaat dan sering dikerjakan adalah hiburan semu saja. Lalu, menonton drakor termasuk kedalam hal yang mana?

Banyak para wanita yang menjadikan menonton drakor sebagai hobynya yang pada akhirnya tidak membawanya kepada perubahan berarti. Hanya sekedar rasa senang yang kemudian hilang begitu saja ketika hal itu berakhir. Kita dapat melihat contoh hal ini dari para penggemar fanatik dari artis korea. Tidak sedikit loh, para penggemar yang sedih luar biasa sampai stress mendapati sang artis meninggal bunuh diri.

Menjadi Ibu apalagi Ibu Rumah Tangga sejati memang harus waras. Tapi, sampai kapan kita mengisi kebahagiaan dengan drakor saja? Yuk, cari hoby menyenangkan yang benar.

Karena hidup Ibu pun sesungguhnya penuh warna loh. Ya, kita sendiri yang dapat mewarnai hidup itu bukan drakor. 😊

Bulan Ramadhan Kok Boros? Coba Cara Ini agar Tetap Hemat!

Bulan Ramadhan Kok Boros? Coba Cara Ini agar Tetap Hemat!

Tidak terasa hanya tinggal menghitung hari lagi kita memasuki bulan Ramadhan. Bulan yang disebut dengan bulan penuh keberkahan. Dimana pahala dihitung berlipat ganda dan masing-masing dari kita berlomba-lomba untuk amal kebaikan. Ah, ramadhan benar-benar bulan yang sangat dirindukan bagi orang-orang muslim.

Ya, saking rindunya.. Kadang, jika sudah bertebaran iklan sirup di televisi saya mulai senang. 😂

Tapi sadarkah kita bahwa di bulan Ramadhan ini justru terkadang kita seringkali khilaf terhadap berbagai hal yang sebenarnya mengurangi nilai kebaikan dari bulan Ramadhan itu sendiri. Salah satu khilaf terbesar adalah tragedi pemborosan. Betul?

Logikanya.. Seharusnya di bulan puasa itu anggaran pengeluaran konsumsi berkurang, karena tidak ada pengeluaran untuk makan siang dan kita hanya cukup mengeluarkan budget untuk makan sahur dan berbuka. Bulan puasa juga dapat disebut bulan kemenangan karena kita dinilai telah sukses mengontrol nafsu untuk hal yang tidak seharusnya. Tapi, sudahkah kita berhasil mengontrol nafsu itu?

Kenapa sih Bulan Puasa Malah Boros?

source: republica.co.id

Ada berbagai faktor yang menyebabkan pada bulan puasa manusia cenderung menjadi lebih konsumtif. Tapi, faktor terbesar yang menjadi akar dari segala keborosan adalah keinginan yang lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan.

Pada saat berpuasa, idealnya hari-hari yang kita lalui diisi dengan ibadah. Namun, generasi milenial zaman now tentu tidak bisa lepas dari sosmed dan televisi yang selalu menyajikan informasi-informasi terkini. Apa dampak dari hal ini?

Ketika melihat postingan masakan di tempat kuliner, jadi pengen. Ketika melihat diskon gede-gedean di online shop, jadi pengen. Ketika ngabuburit di pasar ramadhan jadi pengen borong semua jajanan karena rasa lapar yang seakan meminta semuanya. Belum lagi kalau para teman-teman alumnus SD, SMP, SMA hingga kuliah mengajak buka bersama. 😅

Apakah semua hal itu dibutuhkan? Sepertinya tidak, kebanyakan hal yang dibeli adalah keinginan bukan kebutuhan. Mungkin kita dapat berdalih bahwa, “Karena bulan puasa harus bagi-bagi rejeki untuk orang yang berjualan dan bulan puasa adalah bulan penyambung tali silaturahim dengan para teman, kapan lagi begini?”

Ya, ketika single, saya juga termasuk salah satu yang pernah menganut paham demikian. Setidaknya sebelum saya repot dengan susahnya mengatur anggaran rumah tangga untuk IRT tulen. Ternyata, kaum emak-emak harus lebih hemat dibanding dengan kaum single untuk urusan pengeluaran bulan puasa ini. Hihi..

Baca juga: Tips menghemat pengeluaran rumah tangga ala shezahome

Lantas, bagaimana cara agar pengeluaran di bulan ramadhan dapat diminimalisir?

Cara Hemat di bulan Ramadhan

Nah, berikut ini adalah point-point penting yang saya terapkan agar tetap hemat di bulan ramadhan:

1. Buat Anggaran Kebutuhan

source: brilio.net

Tidak dipungkiri, jika segala sesuatu diatur lebih terencana maka semuanya akan lancar, termasuk soal pengeluaran kebutuhan. Ya, kita perlu mengatur anggaran pengeluaran di bulan ramadhan ini agar nantinya pengeluaran tidak kebablasan.

Biasanya, hal yang dapat saya lakukan untuk ini adalah menetapkan anggaran tetap untuk post biaya konsumsi, biaya rumah tangga, hingga biaya lain-lain. Biaya ini dihitung dari rata-rata pengeluaran satu bulannya dan khusus untuk biaya konsumsi, saya biasanya mengurangi jumlah biaya makan siang. Uang dari biaya makan siang dapat digunakan untuk keperluan konsumsi dadakan seperti misalnya buka puasa bareng (hehe.. 😅).

Setiap rumah tangga itu unik, kita tidak bisa meniru anggaran yang ditetapkan oleh keluarga lain. Hal ini karena pengeluaran prioritas dari keluarga tentu berbeda-beda. Seperti halnya keluarga kami yang lebih memprioritaskan uang untuk keperluan silaturahmi dan idul fitri maka kami lebih suka untuk mengurangi biaya konsumsi agar bisa menabung untuk post lain. Hal penting dari point anggaran ini adalah selalu buat perencanaan agar pengeluaran tidak membengkak (jangan lupa untuk dipraktikkan juga tentunya). 😊

2. Memasak di rumah dengan menu sederhana

source: teropongbisnis.com

Ibu manapun pasti setuju bahwa memasak di rumah jauh lebih hemat dibanding dengan membeli makanan di luar. Selain itu, menu yang disajikan pun lebih terjamin kebersihan dan kesehatannya. Tetapi, tidak selamanya memasak di rumah saja dapat hemat loh.

Ya, jika menu yang disajikan memakan biaya lebih dari jajanan diluar tentu saja hal ini malah membuat post pengeluaran untuk konsumsi menjadi bengkak. Bagaimana tidak? Setiap hari bahan makanan untuk memasak dibeli di tempat yang mahal dengan menu yang rumit dan memuat berbagai bahan-bahan mahal lainnya. Akhirnya, niat untuk mengurangi biaya konsumsipun tidak berhasil.

Sama halnya dengan Ibu yang memiliki hoby baking. Jika hoby baking tersebut belum dapat dijadikan lahan bisnis tentu hal ini lumayan menghabiskan pengeluaran. Ya, biaya untuk membeli telur, gula, butter dan lain-lain tentu bukanlah biaya yang murah.

Karena itu, ada baiknya jika pada bulan ramadhan ini para ibu membuat menu sederhana saja. Logikanya, menu sesederhana apapun jika disajikan saat dalam keadaan lapar tentu akan dimakan bukan? Haha.. Sayangnya, kita seringkali dikontrol oleh nafsu agar memuaskan lidah kita dengan menu buka puasa yang enak dan mahal.

Yuk, dari sekarang susun resep-resep sederhana yang akan disajikan di bulan ramadhan nanti agar pengeluaran tetap stabil. 😊

3. Kurangi aktivitas jalan-jalan dan perbanyak ibadah di rumah

Siapa hoby jalan-jalan?

Yuk, libur dulu di bulan puasa. Karena hoby jalan-jalan di bulan puasa banyak berdampak negatif. Termasuk didalamnya jalan-jalan untuk berbelanja kepasar. Sebisa mungkin berbelanjalah dalam jumlah besar untuk keperluan satu minggu atau lebih karena jika kita setiap hari kepasar bisa-bisa akan semakin banyak godaannya. 😉

Benar, jalan-jalan di bulan puasa membuat kita lapar dengan semua wisata kuliner. Rasanya ingin jajan terus. Padahal ketika bedug telah tiba mungkin akan banyak sekali makanan yang tidak termakan karena sudah kekenyangan.

Nah, salah satu tips untuk waktu berbelanja kepasar yang pas di bulan ramadhan adalah di pagi hari. Tentu banyak pasar pagi yang kita kenal bukan? Kenapa pasar pagi? Karena saat pagi hari perut kita masih kenyang sehingga tentu tidak banyak menginginkan berbagai khayalan makanan yang sebenarnya hanyalah nafsu saja, Betul?

Di bulan puasa ini, akan lebih baik jika kita memperbanyak ibadah di rumah dan bersilaturahim dengan keluarga dan tetangga dekat. Selain mata lebih terpelihara hal ini juga dapat lebih mendekatkan kita dengan Allah dan memperbanyak pahala juga rejeki.

4. Gunakan THR untuk hal yang seharusnya

source: tulisanwanita.com

Seringkali saat THR sudah didapatkan kita malah khilaf untuk membelanjakannya kepada hal-hal yang kurang penting. Contohnya saja seperti membelanjakannya untuk membeli baju lebaran yang mahal dengan model kekinian. Biasanya model baju yang sedang trend harganya lebih mahal dibanding dengan baju biasa yang sedang tidak trend. Betul?

Akan lebih baik jika kita menggunakan uang THR seperlunya saja untuk diri sendiri dan keluarga. Termasuk halnya baju lebaran. Coba bayangkan, betapa anehnya jika seluruh muslim merayakan lebaran dengan baju jenis trend yang sama? Ya, bukankah lebih baik jika kita memiliki style sendiri dengan gaya baju. Berbelanja baju dengan memanfaatkan promo dan diskon saat lebaran adalah salah satu hal yang bijak untuk menghemat pengeluaran. Tapi, jangan lupa untuk tidak khilaf dengan diskon dan beli baju sesuai kebutuhan saja.

Khilaf THR selanjutnya adalah berbelanja aneka cookies dan cemilan lain untuk idul fitri. Nah, sebelum berbelanja makanan idul fitri secara berlebihan akan lebih baik jika kita memperhitungkan dan membandingkan pengeluarannya dengan membuat kue sendiri. Jika dengan jumlah uang yang sama kita dapat memperoleh jumlah makanan yang lebih banyak jika membuatnya sendiri kenapa tidak mencobanya? Selain lebih hemat, kita juga dapat membagi-bagikan kue pada tetangga dian keluarga bukan?

Hemat aja semuanya, terus uang THR buat apa?

Jika kita sudah sukses menghemat uang THR dan akhirnya memiliki sisa dari uang tersebut maka belanjakanlah THR kepada yang seharusnya, apakah itu?

Ya, Kapan lagi kita bisa bersedekah lebih? Kapan lagi kita bisa memiliki biaya untuk mudik dan bersilaturahmi dengan orang tua kita? Kapan lagi? Ya, manfaatkan THR untuk mencari keberkahan. Karena sebenarnya, semakin banyak harta yang kita beri tidak akan berkurang bahkan akan bertambah. 😊

Nah, punya solusi lain untuk berhemat di bulan Ramadhan? Sharing yuk!

Tulisan ini merupakan post untuk #KEBloggingCollab kelompok Ghea Panggabean yang diawali dengan trigger post dari Tian Lustiana.

Hal Menakjubkan Yang Telah Berubah Sejak Aku Menjadi Ibu

Hal Menakjubkan Yang Telah Berubah Sejak Aku Menjadi Ibu

“Setiap orang akan berubah, lihatlah.. Pohon saja tumbuh.. Rumput saja selalu tumbuh seberapapun seringnya ia dipotong..” Kata seseorang padaku.

“Ya, tapi kurasa perubahan itu bukan hanya jenis pertumbuhan saja. Kadang memang ada sesuatu yang cukup berubah dari segi warna dan bentuk lalu selesailah urusannya..” Sahutku membela diri.

“Tapi biarpun begitu, semuanya berjalan. Tidak pernah sesuatu hal berguna akan tamat begitu saja. Seperti halnya buku. Bagi penulisnya, buku itu mungkin sudah tamat. Tapi manfaatnya akan terus mengalir. Kurasa tidak mungkin ada sesuatu di dunia ini yang diciptakan tanpa perubahan sedikitpun hingga tak ada manfaat sedikitpun.”

Aku menatap dua mata penuh yang penuh optimis itu. Tak pernah sebelumnya aku merasakan aura sedemikian nyaman saat aku mulai cengeng. Saat itulah aku memutuskan hal yang terbesar dalam hidupku.

Aku ingin menjadi energi dalam setiap langkahmu..

Karena di dunia ini.. Hanya kamu satu-satunya orang yang percaya dengan kemampuanku..

***

Menjadi Ibu adalah fase perubahan terbesar nomor 3 dalam hidupku. Untuk nomor 1 dan 2 adalah rahasia. Karena kedua perubahan masa lalu itu adalah perubahan termanis sekaligus terburuk. Tak apa, tiap orang tentu punya masa kelamnya masing-masing. Dan aku ingin bercerita tentang perubahanku sekarang. Ya, perubahan sejak menjadi Ibu.

Awalnya aku mengira sejak awal menyandang status Ibu maka aku akan menjadi wanita paling sempurna. Ya, seakan lengkap sudah tujuan hidup ini. Ah, ternyata menjadi Ibu itu sulit. Aku kira awalnya, suatu saat aku akan menjadi Ibu yang sempurna. Ternyata, aku merasakan hal sebaliknya dalam prosesku menjadi Ibu.

Hmm.. Inikah titik terendah dalam hidupku?

Ya, seharusnya titik kebahagiaan seorang wanita itu ketika ia sudah menjadi Ibu. Ternyata tidak, justru itu awal dari konflik kehidupan sesungguhnya. Banyak cerita yang telah aku alami sejak menjadi Ibu.

Baca juga: Baby Blues, aku mengalaminya

Baca juga: Sepenggal Cerita tentang Ibu yang mencari kebahagiaan

Baca juga: Please, aku bosan jadi IRT

Baca juga: Revolusi 2018, Menjadi Pribadi yang seimbang

Sudah membaca semuanya? *ah, ga penting.. Hahaha 😂

Percayalah, jika kalian melihat judul blog shezahome dengan mengernyitkan dahi maka tidak denganku..

Blog shezahome aku buat sebagai tuangan wadah untuk berevolusi, karena itu judulnya “Proyek Evolusi Mamah Muda”. Blog ini berisi segala tuangan ekspresi dengan harapan suatu hari nanti aku dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Dan hari ini, aku ingin membuat penghargaan kecil untuk diriku sendiri. Ya, sebuah tulisan “curcolan lagi” yang merupakan hasil dari gabungan-gabungan pujian dari sang suami tercinta. *mana gayung? Lebay amat yah.. 😂

Kurasa hal ini perlu ya. Mengukur sudah sejauh mana sebenarnya perubahan diri? Nah, berikut adalah perubahan-perubahan positif yang aku rasakan sejak menjadi Ibu:

1. Aku menjadi Mandiri

Sejak menjadi Ibu, aku belajar untuk mengerjakan sesuatu tanpa bantuan siapapun. Mungkin hanya hal kecil tapi ini adalah perubahan besar untukku yang dulunya merupakan anak perempuan satu-satunya diantara 4 bersaudara. Perubahan kecil ini dimulai dari menyingkirkan rasa takutku akan dunia sosial dan ketergantunganku dengan sosok Mama.

Dulu, aku sangat mengekor pada mama. Ya, hingga remaja. Hal ini mungkin karena aku merasa mama adalah satu-satunya teman untukku di rumah. Hmm, ya aku tidak terlalu akrab dengan saudara laki-lakiku. Hingga hal sepele seperti mendaftar les dan bla bla mama selalu mendampingiku. Aku tidak peduli di cap sebagai anak mama. Tapi karena hal negatif yang terus berkelanjutan ini maka aku sedikit takut dengan dunia sosial.

Tapi sejak memiliki anak? Entah kenapa rasa malu itu langsung muncul. Aku malu jika kemana-mana harus bersama mama. Sampai membawa anak Imunisasi saja dengan mama? Hallo? Haha..

Memutuskan Ikatan yang tidak biasa dengan mama telah membuatku berubah menjadi sosok yang mandiri.

2. Aku belajar arti Memberi tak hanya menerima

Kasih Ibu kepada Beta..

Tak terhingga sepanjang masa..

Hanya memberi.. Tak harap kembali..

Bagai Sang surya menyinari dunia..

Dulu, aku hanya bisa menyanyikan lagu ini sambil tersenyum melihat wajah lelah Mama. Tentu saja lagu ini tak aku nyanyikan hingga besar. Aku sewaktu kecil begitu jujur dan polos dalam mengungkapkan perasaanku. Namun menginjak usia dewasa, aku mulai malu mengungkapkan perasaan sayang pada Mama dengan ekspresi berupa nyanyian atau pujian. Entahlah sejak kapan aku begitu berubah menjadi non ekspresif seperti itu.

Kini, aku telah merasakan bagaimana rasanya menjadi Ibu. Menjadi orang yang ‘hanya memberi’ dan tak mengharapkan balasan apapun. Ya, itu betul.. Menjadi Ibu itu tak mengharapkan imbalan berupa materi atau hal yang prestise. Tapi, kiranya aku salah..

Saat anakku mulai besar dan dapat bernyanyi serta memujiku, aku merasakan betapa besar energi rasa sayang dari pujian itu mengalir pada semangatku. Aku senang sekali sekaligus merasa menyesal.

Menyesal kenapa saat beranjak dewasa aku tak semanis wujud kecilku dulu. Betapa lelah mama telah membesarkanku namun balasannya hanyalah wujud flat dari ekspresiku yang merupakan kebalikan dari perasaanku.

Kini, sejak menjadi Ibu. Aku mengerti perasaan itu. “Hanya memberi.. tak harap kembali..

3. Aku menjadi serba bisa

Sewaktu remaja dulu, apakah aku pandai memasak?

Tidak, masakanku hancur rasa dan hancur segalanya.

Sewaktu remaja dulu, apakah aku jijik melihat pup n pee bayi?

Ya, walau dulu aku memiliki adik saat umur 8 tahun. Tapi setiap melihat adikku pi*is aku selalu bergumam ‘hiiiiiiy.. Jijik’

Sewaktu remaja dulu, bisakah aku membersihkan rumah sambil mencuci dan memasak dalam waktu bersamaan?

Tidak bisa, karena tanganku sibuk dengan chit chat dunia maya dan tugas. Bahkan menyapu kamar saja malas. Haha

Tapi sejak menjadi Ibu?

Aku bisa melakukan semuanya..

Aku bisa memasak dengan kayu bakar. Aku bisa menyediakan kue hingga makan siang para tukang saat rumah direnovasi dengan anak yang masih kecil dan menyusu. Aku bahkan bisa membersihkan rumah sambil mengerjakan 2-3 pekerjaan lainnya. Aku bahkan sempat berjualan. Kusadari, semua hal yang dulu tak bisa kukerjakan sendirian kini telah serba bisa kukerjakan.

Kiranya benar bahwa setiap wanita itu sebenarnya punya kekuatan super jika ia sudah memiliki hal yang benar-benar dicintainya.

4. Aku tidak se-melankolis dulu

Ini adalah perubahan besar dalam hidupku. Aku mulai menunjukkan pribadi yang lain selain dari sisi melankolisku yang terbilang akut.

Baca juga: Susahnya jadi Cewek Melankolis Akut

Awalnya aku mengira bahwa sikap baruku yang muncul itu hanyalah wujud dari ‘kepura-puraan’ ku saja. Ternyata, lambat laun aku menyadari bahwa aku menikmatinya.

Aku mulai menikmati munculnya sisi-sisi sanguinis dalam kepribadianku. Bukan hanya itu, aku kini merasa bahwa terkadang aku bisa sangat bersemangat jika menemukan hal baru. Jika sudah begitu maka aku dapat bercerita dan tertawa dengan lancar hingga berjam-jam lamanya. Dulu, aku tidak pernah seekspresif ini.

Apakah aku menikmatinya?

Ya, aku sangat menikmatinya.

5. Aku tidak pemalu lagi

Dulu, aku sangat pemalu. Bahkan teman-teman sekelasku dulu mengelariku ‘siput pais’ karena sifatku yang selalu diam apapun yang terjadi. (FYI: Pais adalah sebutan bahasa banjar untuk masakan pepes. Siput pais adalah sebuah majas sarkasme yang artinya sudah dari sananya pendiam seperti siput lalu kemudian dimasak pepes jadilah benar-benar diam.. Haha)

Sewaktu sekolah dulu, aku sangat anti dalam mengacungkan jari. Jika Guru bertanya tentang jawaban maka aku selalu diam biarpun aku tau jawaban yang tepat. Jika Guru bertanya adakah yang tidak dimengerti maka aku tidak akan bertanya walaupun aku sangat ingin bertanya. Jika kemudian Guru iseng bertanya padaku maka aku akan mengeluarkan keringat dingin karena gugup, walaupun aku bisa dan aku tau jawaban yang benar tapi kata-kata yang keluar dari mulutku sangat berantakan.

Sekarang? Ku akui aku berubah.

Aku tidak terlalu mengerti kapan lebih tepatnya perubahan ini muncul. Dalam acara event blogger beberapa bulan dan minggu yang lalu aku tidak sungkan mengangkat tangan dan bertanya. Kurasa, pertanyaan yang aku lontarkan pun tidak ada nada gugup didalamnya. Ada sebuah dorongan semangat yang tidak jelas asalnya menyuruhku untuk melakukan itu.

Saat sudah melakukan itu, ada perasaan bangga yang muncul pada diriku. Seakan-akan hal yang selama ini tertanam dalam hati dan tertimbun bertahun-tahun baru bisa keluar semenjak aku menjadi Ibu. Ya, sejak menjadi Ibu aku telah menjadi pribadi yang lebih berani dan percaya diri.

Kenapa Hal ini Bisa Terjadi?

Salah seorang temanku berkata padaku ketika sekian lama kami tidak bertemu..

“Kenapa kamu bisa sedemikian berubah? Aku senang dengan kamu yang sekarang win..”

Ya, kadang kita tak sadar bahwa kita sudah berubah kecuali kita bertemu dengan teman lama yang benar-benar mengenal kita. Betul?

Kupikir, ada dua hal dominan yang telah menyebabkan perubahan ini.
1. Acting Ibu yang kebablasan

source: www.rdiconnect.com

Sejak memiliki anak, aku membuat prinsip baru dalam parenting versiku sendiri. Kalian mau tau bagaimana prinsip parenting versiku dulu?

Menjadi Ibu adalah seni berpura-pura.

Jika melihatnya menangis, berpura-pura lah untuk tertawa maka ia akan ikut tertawa..

Jika ia marah dan berontak berpura-pura lah untuk sabar dan lihatlah ia sebagaimana kita berkaca dengan masa lalu kita..

Jika kita bosan menghadapinya, berpura-pura lah untuk tidak bosan. Jangan pernah memasang mode flat face pada anak kecil atau ia akan menirunya saat besar nanti.

Aku memang bukanlah ibu yang baik. Tapi aku selalu berusaha untuk berpura-pura baik atau berakting menjadi tokoh terbaik di depan anakku. Karena aku tau bahwa ia adalah peniru ulung. Aku adalah role mode pertama dalam hidupnya.

Tanpa kusadari, karena sifat dan prinsip parenting versiku ini maka aku telah memiliki kepribadian yang.. Hmm.. Bisakah dibilang berkepribadian ganda?

Sejak menjadi Ibu, aku telah membuat senyum dan tawa yang ikhlas untuk membuatnya tersenyum. Dulu, aku hanya bisa memasang mode flat face dimanapun berada. Oh, kurasa hal ini dialami semua ibu yang awalnya merupakan orang yang dingin. Betul? Ibu macam mana yang bisa mengaplikasikan mode flat didepan anak kecil nan lucu.

Bagaimana bisa seorang lulusan akuntansi yang dulunya hanya mengenal seonggok kertas membosankan kini harus pura-pura senang dengan setumpuk mainan yang berantakan? Dan setumpuk boneka? Serta crayon warna-warni?

Kini aku tau kenapa dulu aku sempat ingin menjadi Guru TK. Ternyata hal itu karena aku senang memiliki 4 varian suara yang berbeda. Dari 4 varian suara itu, aku berpura-pura untuk menjadi 4 teman Farisha melalui bonekanya. Finally, aku ketagihan untuk bermain dengannya. Aku baru menyadari bahwa teman sejatiku yang benar-benar lucu adalah dia.. Ya.. Anak ini.. Anak ini benar-benar merubahku menjadi karakter warna-warni.

Nak, Acting Mama kini sudah kebablasan. Mama benar-benar merasa bukan diri mama yang dulu lagi. Mama merasa menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Hal itu salah satunya adalah karenamu…

2. Dorongan semangat dari Suami

Dibalik istri yang cemerlang itu_Selalu ada suami luar biasa, betul? He

Eh, emang aku sudah cemerlang? 😂

Belum yah, tapi lumayan sudah mau berubah sedikit.. Eh banyak..😜

Sedikit curcol, blog shezahome dibuat oleh suamiku yang merupakan seorang programmer sekaligus konsultan IT dari Sharesystem. Belum tau sharesystem? Kenalan dulu dong yah sebagai blogger. Mba langit amaravati aja udah kenalan kok.. Hehe.. *numpang tenar dari mba langit saya.. 😂

Terus kenapa? Blog ini bisa bikin berevolusi ternyata?

Oh bukan sekedar berevolusi, blog ini sudah menjadi salah satu semangat hidup aku. Dari blog shezahome aku kini dapat menuangkan ekspresi lebih baik selain itu aku juga mendapat banyak teman di dunia blogging. Salah satu komunitas yang dekat denganku adalah Female Blogger of Banjarmasin (FBB).

Tanpa dorongan suami untuk ngeblog? Kehidupanku hanyalah seperti IRT pada umumnya. Kini, sejak menjadi Blogger, kehidupan warna-warni mulai menghampiriku dan mengubah diriku yang dulu.

Ya, Proyek Evolusiku dapat dibilang 70% telah berhasil..

Jadi, siapa bilang jadi Ibu itu hidupnya malah ga seru?

Semuanya punya jalan perubahan masing-masing.. Apa perubahanmu? Sharing yuk! 😊

IBX598B146B8E64A