Browsed by
Category: Kecantikan

Curcolan Review produk-produk kecantikan

Kulit Wajah Cantik dan Sehat di Era Pandemi

Kulit Wajah Cantik dan Sehat di Era Pandemi

“Gak usah pake make up. Toh pake masker juga. Gak ada yang liat muka kita juga kan?”

“Iya, gak usah pake skincare komplit. Toh ditutup masker juga. Kan udah terlindungi jadinya..”

“Mending beli masker-masker cantik ajaa.. Cantik deh jadinya.. “

Emm.. Cantik sih dari luar.. Tapi, sehat gak? 

Pentingnya memakai skincare rutin di era pandemi

Memakai masker kain dengan motif yang cantik-cantik sekarang sudah menjadi trend tersendiri. Akan tetapi, tahukah kalian trend yang lebih jauh terjadi akibat trend mamakai masker cantik ini? 

Yaitu trend malas memakai skincare rutin dan pakai make up. 

Jika ditanya alasannya jawabannya pasti sangat simple. “Kan pake masker juga. Ngapain pakai sunscreen? Ngapain pakai make up? Gak ada yang liat kan? Duh, ngapain pakai double cleansing? Kan gak kotor juga mukanya. Kan pake masker.. Bla bla.. “

Setidaknya, aku juga salah satu penganut ‘tim malas’ itu beberapa waktu lalu. Tim yang ‘mendewakan’ masker. Bukan hanya sebagai pelindung dari virus, tetapi juga pelindung wajah dari semua kekurangannya. Masker seakan diklaim memiliki banyak fungsi di masa pandemi. Tapi sungguh, sekarang aku menyesal atas sikap itu. Hiks

***

Sekitar pertengahan april, aku dikejutkan dengan jerawat di hidungku. Tepat di puncak hidung. Naik-naik ke puncak hidung tinggi-tinggi sekali. *loh kok jadi nyanyi. 

Tapi serius, aku kaget dong. Soalnya kulitku ini cenderung normal dan jarang berjerawat. Walau malas memakai skincare sekalipun kulit wajahku baik-baik saja.

Lalu, kenapa tiba-tiba jerawat jelek itu datang? Pikirku. Setelah aku pikir-pikir lagi. Oh ternyata, hal ini mungkin karena aku tidak melakukan double cleansing ketika habis dari keluar rumah. Aku terlalu malas untuk ke kamar sejenak mengambil kapas dan micellar water. Aku hanya mandi biasa saja sambil mencuci muka dengan facial wash. Akhirnya, jerawat itu muncul. 

Ya salah aku juga sih karena menganggap remeh pentingnya double cleansing. 

Padahal, di masa pandemi begini kemungkinan kulit berjerawat itu jadi 2 kali lipat. Karena masker yang kita pakai menyentuh bagian atas hidung dalam waktu yang cukup lama. Beberapa bakteri jahat bisa saja nongkrong dan kencan dengan komedo sehingga membuahkan jerawat. Ya kan? Nih, jerawat aku buktinya. Hiks

Sejak itu, aku tidak pernah meninggalkan siklus skincare rutin aku. Nah, skincare rutin yang setidaknya harus kita lakukan itu ada 4 yaitu:

Cleansing: Biasakan melakukan double cleansing agar kulit wajah bersih sempurna. Dapat dilakukan dengan milk cleanser dan kapas terlebih dahulu ataupun micellar water. Setelah itu lanjutkan dengan facial wash. 

Toner: Basahi kapas dengan toner lalu tepuk lembut di wajah. Lakukan setelah mengeringkan kulit wajah pasca cleansing. 

Moisturizing: Gunakan moisturizer yang cocok untuk jenis kulit. Aku sendiri menggunakan produk wardah perfect bright. 

Protecting: Jangan lupa selalu pakai sunscreen baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Karena sinar UVA dan UVB itu sangat buruk efeknya bagi kulit. 

Nah, di masa pandemi ini jangan ketinggalan untuk selalu memakai skincare rutin diatas ya. Karena saat memakai masker, kulit kita belum tentu terlindungi dan tidak butuh sunscreen. Kulit kita juga harus dibersihkan maksimal untuk mengurangi kemungkinan timbulnya jerawat. 

Pastinya saat pandemi berakhir nanti kita tentu ingin keluar rumah dengan kulit wajah yang sehat bersinar bukan? So, rajin-rajinlah memakai skincare dari sekarang! Jadi, jangan lengah hanya karena masker ya! 

Apakah era new normal juga harus pakai make up? 

Di era new normal ini, ada dua tipe cewek saat keluar rumah. 

Yang satu adalah no make up karena pakai masker. Sedangkan yang satunya adalah selalu pakai make up. 

Aku sendiri bagaimana? 

((Make up’in mata dan alis aja. Kan cuma mata dan alis aja yang keliatan. Hahaha.. 🤣)) 

Tapi serius lah. Masa kalau jalan-jalan sama suami ke wilayah sunyi senyap buat kencan cuma make up’in mata doang? Kan gak asik. Kan gimana mau dapet foto bagus kalau yang di make’up in cuma mata doang? *tuh kan ujung-ujungnya minta fotoin suami ternyata.. 🤭

Thats why.. Aku tim make up! 

Karena aku gak pede banget kalau no make up pas di dekat suami. Apalagi kalau keluar rumah. Biarpun sedang pandemi aku selalu berusaha agar nampak cantik. Disamping itu, make up itu merupakan pelindung kedua setelah skincare loh. Yah paling enggak kulit kita tidak terkena debu dan polusi secara langsung kalau memakai make up. 

Nah, Beberapa make up yang aku pakai saat era new normal ini diantaranya adalah:

Foundation

Two Way Cake

Eyeshadow

Eyeliner

Maskara

Pensil alis

Lipstik

Blush on

Beberapa make up diatas aku pakai tipis-tipis supaya tetap terlihat cantik dan tidak menimbulkan bekas make up pada masker. 

Sehat dan cantik di era pandemi bersama Wardah

Berhubung aku termasuk newbie soal memelihara kulit wajah dan memakai make up, maka tanggal 20 September 2020 kemarin aku menyempatkan diri untuk mengikuti Virtual Beauty Class bersama Wardah dan teman-teman dari Female Blogger Banjarmasin. Duh, jujur sejak pandemi corona baru kali ini aku ikut kelas zoom bersama member FBB. Rasanya bagaimana? Senang dong! 

*Walau pada realitanya.. aku mengikuti virtual class ini bersama Humaira, anakku yang masih berumur 19 bulan.. 🤣

Pada virtual class ini aku belajar banyak hal dari Kak Annisa yang merupakan mentor kami saat virtual class. Beliau mengajarkan teknik double cleansing, menggunakan toner yang baik hingga pentingnya penggunaan moisturizer ber-SPF. Dan yang lebih seru lagi adalah.. Kami belajar make up. Yeay! 

Make up bagaimana win? 

*yang jelas bukan make up’in mata aja.. 🤭

Make’up minimalis lah ya! Dan aku sudah prepare perlengkapan make up aku sejak pagi di samping laptop. Senang sekali karena memang sebagian besar make up yang aku miliki dari Wardah. 

Berikut adalah step by step make up minimalisnya:

Foundation dan Concealer

Aku memakai wardah exclusive liquid foundation no. 05 (Coffe Beige). Sebenarnya, aku salah pilih shade saat beli foundation ini di flash sale. Akhirnya, warna foundation ini kegelapan di kulit aku. But no worry.. Aku mencampur foundation ini dengan BB cream wardah yang light sehingga warnanya pas di kulit aku. Selanjutnya, tak lupa memakai concealer di bagian bawah mata dan beberapa jerawat.

Kak Annisa sendiri memakai foundation wardah yang terbaru. Waw, kalau saja beauty class ini tidak berlangsung secara virtual rasanya ingin sekali aku ikut mencoba foundation wardah yang terbaru ini. Karena kulihat saat Kak Annisa mengaplikasikan di wajahnya langsung terlihat soft dan menyatunya. 

Two Way Cake

Bagi pemilik kulit normal to dry maka setelah mengaplikasikan foundation langsung saja memakai two way cake. Namun untuk pemilik kulit berminyak akan lebih baik kalau memakai loose powder terlebih dahulu. Pasalnya, jika langsung memakai two way cake hasilnya akan sedikit berminyak. 

Aku sendiri memilih langsung memakai two way cake. Karena kulitku normal. Aku memakai Wardah lightening powder foundation ber-SPF 15. Hasilnya matte dan sangat long lasting. 

Eyeshadow

Aku memakai seri eyeshadow classic brown dari wardah. Hanya terdiri dari 3 shade. Rasanya ingin sekali mencolek eyeshadow versi lengkap milik Kak Annisa. Jujur aku tidak terlalu bisa rapi dalam mengaplikasikan eyeshadow. Apalagi jika diganggu bayi disampingku. Hiks. 

Sedikit tips nih, bagi yang ingin warna eyeshadow lebih pigmented mungkin bisa mencoba base eyeshadow. Tapi, karena aku bukan tipe yang suka dengan eye shadow yang long lasting aku skip ini.

Eyeliner

Aku memilih menggunakan liquid eyeliner karena tampilannya lebih terlihat jelas. Bagi pemula, bisa menggunakan jenis eyeliner pensil saja ya.

Pensil Alis

Jujur, ini adalah tahapan tersulit. Karena alisku tebal dan berantakan. Kak Annisa pun sharing kalau bagi pemilik alis yang berantakan bisa menggunakan concealer agar terlihat sedikit rapi. 

Dan Alhamdulillah aku bisa sedikit mengaplikasikannya. Senang! Ini ilmu baru. 

Maskara

Inget ya.. Stepnya adalah eyeshadow dulu, lalu eyeliner dan pensil alis. Maskara adalah finishing make up mata yang terakhir. Kalau tidak maka akan berantakan apalagi kalo pake acara *ku menangiiiiiissss

Blush On

Aku mau curhat sedikit deh ya. Kalau blush on Wardah milikku pecah. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Humaira. 🤣

Akhirnya, berbekal blush on dari lipstik pallete wardah aku berhasil juga membuat pipi sedikit merona dengan natural look. Sedikit berbeda dengan tutorial Kak Annisa tapi aku senang. 

Lipstik

Aku memakai varian lipcream wardah yang terbaru. Yaitu velvet matte lip mouse no 1. Jujur menurutku ini varian lipcream wardah yang paling oke buat aku. Teksturnya ringan di bibir. Dan hasilnya juga matte finish dan tentunya langsung secara instan menutupi pinggiran bibirku yang sedikit hitam. 

Dan yang paling aku suka sekali dari lipcream ini adalah… dia tidak transfer! Jadi, sangat aman dipakai walaupun memakai masker. Perfect sekali bukan? 

Dan inilah hasil dari beauty virtual class hari itu. Yup, tidak hanya aku yang asik ber make up.. Tapi juga Humaira. Sibuk sekali dia ikut memilah milih kuas make up. Jadi sekalian saja aku make up’i sedikit wajahnya. Haha.

*Jangan khawatir, habis ini make up di wajah Humaira langsung dihapus kok.. 🤭

So, Punya kulit wajah cantik dan sehat di era Pandemi? Kenapa tidak? 

Syaratnya toh tidak muluk-muluk. Rajin-rajinlah memakai skincare, gunakan make up pada timing yang tepat dan jangan lupa selalu memakai masker saat keluar rumah. 

***

Tambahan nih, berhubung indonesia sedang memasuki tahap resesi ekonomi maka kalian juga harus pandai dalam mengatur keuangan ya. Dimulai dari hal sederhana saja. Misalnya dengan menggunakan masker kain yang memiliki 3 lapisan sesuai dengan rekomendasi WHO. Selain hemat budget juga dapat menjaga bumi. 

Dan yang terakhir, pakailah produk lokal. Ini adalah hal yang simple dan sederhana sekali untuk membantu ekonomi indonesia. Dimulai dari skincare dan make up harian misalnya. Produk lokal itu bagus loh, halal juga dan yang paling penting lagi juga ramah di dompet. 🙂 

Kalau aku sih setia jadi #TimWardah sejak dulu. 

Kalian bagaimana? 

Yuk, sharing denganku tentang skincare dan make up kala pandemi di kolom komentar.. 😀

Omo Cupra Silk Facial Mask, Sheet Mask Kekinian yang Bikin Emak Nagih

Omo Cupra Silk Facial Mask, Sheet Mask Kekinian yang Bikin Emak Nagih

“Sejak kapan kamu addict pakai sheetmask win?”

“Sejak nonton drama korea lah”

😂😂😂😂

Tapi serius, dulu aku menganggap makai sheet mask itu ‘B’ aja. Karena selain rata-rata sheet mask harganya mahal, penggunaan sheet mask juga kunilai kurang efisien. Bagaimana tidak? Cuma bisa buat sekali pakai kan? Gerutuku. 

Karena itu, cukup sekali lah aku mencoba pakai sheet mask kekinian. Sisanya aku tetap tim masker bubuk dan masker peel-of. Karena isinya bisa dipakai buat 2-3 kali maskeran. Ya.. Biasalah mamak-mamak ekonomis mah begini kelakuannya. 

Tapi bukan mamak-mamak namanya kalau hidupnya enggak labil. Kemarin-kemarin bilang A, maka bisa saja hari ini bilang B, lalu besoknya lagi bilang C. Karena mamak-mamak ini suka trial and error, jadi jiwa idealismenya kadang kokoh kadang haha hihi.. Tergantung mood dan influence sekitar.. 🤣

Seperti kemarin misal, gara-gara melihat drakor diselingi adegan memakai sheet mask kok tiba-tiba pengen pakai sheet mask lagi. Yah, padahal rerata sheet mask kan mahal ya..! Duh… 

Omo Sheet Mask, terjangkau dengan Harga 16k

Untunglah sekarang ada sheet mask yang harganya bersahabat dikantong para emak. Biasanya kan sheet mask yang aku beli rata-rata harganya 20k. Dan cuma sekali pakai itu.. Udah begitu kadang suka sayang liat essence nya netes-netes pas diambil. Dan pas udah 20 menit di muka.. Essensenya masih ada di sheet masknya.. 

Kok ya berasa sayang gitu kurang efisien.. 

Ya.. Untukku, harga 20k itu bisa buat macam-macam. Bisa buat beli gula 2 kg, beli pelembab muka biasa, bahkan bisa buat beli sunscreen diskonan. Jadi entah kenapa masih merasa sangat sayang kalau hanya untuk dibelikan ke sheet mask. Haha.. Mak Ngirit!

Tapi ketika melihat OMO sheet mask ini dengan harga yang terjangkau plus klaim halalnya aku goyah juga. Dan ternyata ini efisien banget digunakan. Jadi bener-bener enggak sia-sia buang duit 16k buat masker ini. 

Omo Sheet Mask, Masker dengan Essense Melimpah dan Efisien digunakan

Nah, awal aku dapet Omo ini.. Aku langsung pencet bungkusnya, sambil bergumam.. Keknya essence nya mayan banyak nih. Dari pada entar netes-netes n gak efisien kek masker kemarin mending essencenya aku hemat. 

Dan waktu pertama kali membuka aku enggak langsung pakai sheet masknya. Tapi olesin cairan essensenya ke mukaku. Khawatir sedikit mubazir kalau langsung ku pakai. 

Setelah 2-3x mengoles essense diwajah.. Baru deh aku pakai sheet masknya. Dan aku langsung merasakan kalau masknya ini bahannya berbeda. Lebih menyerap essence nya sehingga gak menetes. 

Sekitar 20 menit penggunaan.. Sheet masknya mulai mengering. I guess.. Essencenya masuk ke pori-pori wajah semua.. Seneng banget sih aku.. Berasa efisien dan enggak mubazir aja pakai sheet mask kalau begini.. Biasanya kalau pakai sheet mask itu sisa essence di maskernya aku oles-oles ke badan loh.. Nah, omo ini enggak.. Dia meresap ke kulit wajah. Mungkin karena bahannya beda kali ya sama sheet mask biasa.. 

Emang bahannya apa?

Omo Cupra Silk Mask, Masker korea yang Halal dan Nyaman dipakai. 

Berikut adalah contoh rincian bahan dari Sheet Mask Omo varian Vitamin C

Ingredients:
Water, Glycerin, Niacinamide, PEG/PPF-17/6 Copolymer, Trehalose, Glycereth-26, Sodium Hyaluronate, PEF-60 hydrogenated Castor Oil, Beta-Glucan, Panthenol, Allantoin, Citrus Aurantium Dulcus (Orange) Fruit Extract, Citrus Limon (Lemon) Fruit extract, Calcium Pantothenate, Sodium Ascorbyl Phosphate, Pyridoxine HCl, Maltodextrin, Silica, Sodium Starch Octenylsuccinate, Hydroxyethylcellulose, Carbomer, Triethanolamine, Xanthan Gum, Pentylene Glycol, Caprylyl Glycol, Adipic Acid, Prinis Mime Fruit Extract, Lonicera Japonica (Honeysuckle) Flower Extract, Scutella Baicalensis Root Extract, Tocopheryl Acetate, Disodium EDTA, Fragrance, Butylphenyl Methylpropional, Citronello, Hexyl Cinnamel, Geraniol, Linalool, Limonene, Eugenol. 

Omo sudah bersertifikasi halal. Jadi buat para muslimah pecinta masker korea, masker ini recomended digunakan. No worried! 

Oya, Omo punya lembar sheet yang berbeda dibanding sheetmask lain. Ini yang benar-benar aku rasakan berbeda. Karena baru sekali ini aku memakai sheetmask yang Cupra Fabric. Yang mana bahannya sangat menyerap cairan essensenya. Sehingga saat diaplikasikan juga plek nempel banget di muka. Dan yang paling aku suka gak ada essense yang terbuang. Karena semuanya menyerap ke muka. 

Varian Omo Cupra Silk Mask

Omo punya dua varian, yaitu varian Vitamin C dan Aloe Vera. 3 Hari yang lalu aku baru menggunakan varian Vitamin C. 

Biasanya saat menggunakan skincare yang basicnya vitamin C kulit aku agak sensitif. Saking sensitifnya, pasti besok harinya ada jerawat kecil-kecil bersemi dimuka. Agak super takut terus terang saat menggunakan ini. 

Alhamdulillah, 3 hari ini enggak ada efek samping yang aku rasakan setelah memakai varian vitamin C. Mungkin karena didalamnya ada niacinamide. Aku selalu cocok dengan skincare yang mengandung niacinamide karena efek brighteningnya langsung berasa pada pemakaian pertama. 

Nah, untuk varian Aloe vera adalah sheetmask yang aku pakai pertama kemarin. Aku suka wanginya. Segar sekali. Kebetulan kulitku jenis normal to dry. Jadi memakai varian aloe vera begini terasa sekali menutrisi dan melembabkannya. 

So.. Yang mana yang paling aku suka diantara keduanya? 

Tergantung mood dan keadaan kulit sih. Aku lebih suka varian aloe vera kalau merasa kulit wajahku gerah dan kering. Tapi, kalau aku sedang merasa kalai kulitku kusam.. Aku lebih suka pakai yang varian Vitamin C karena efek brighteningnya bikin aku pede buat bare face. Hahaha.. 

Kalian punya pengalaman seru dalam memakai sheetmask? Sheetmask apa favorit kalian? Sharing denganku yuk! 

Apresiasi Mamak Rempong dengan Mandi Parfum Vitalis Body Wash

Apresiasi Mamak Rempong dengan Mandi Parfum Vitalis Body Wash

Sungguh ku lelah..

Baju bersih itu kotor lagi..

Piring bersih itu kotor lagi..

Dan kenapa pula botol kecap ini kehilangan tutupnya?

Siapa pelakunya?

Lihatlah ia yang sedang asyik merangkak dengan riang..

Mengejar seekor kucing, lantas kemudian menarik buntutnya.

Ingin ku marah melihatnya. Tapi dia malah tertawa melihatku. 

Seakan dia berkata.. “Ah, bukankah ini bukan waktunya marah mama?”

Jadi Ibu Rumah Tangga Minim Apresiasi? Benarkah?

Kupandangi wajah Humaira yang ‘cemong’ karena menumpah kecap. Sementara ada 2 helai bulu kucing menempel di pipinya. 

Sungguh, jika anak ini tidak tertawa dan wajahnya tidak lucu.. Ingin sekali aku memarahinya. Tapi senyuman itu sungguh lucu. Humaira memang dalam tahap usia yang lagi lincah-lincahnya. Sehingga, dia memang sering berobservasi sendiri di rumah. 

Bukan hanya di rumah sebenarnya. Dia mulai suka menjelajah luar rumah hingga keluar pagar. Kalau tidak dituruti, dia bisa menangis. Dan kalau dia menangis, yaah.. ‘Its makes me crazy’

Bagiku sendiri, keluar dari rumah bukanlah hal yang menyenangkan. Aku bukan tipe ibu yang pede keluar rumah dalam kondisi ‘menggenaskan’.

Apa definisi menggenaskan itu? 

Bau bawang, bau ASI, belum mandi, tidak memakai lipstik.. Itulah definisi menggenaskan bagiku. Yah, kalau tidak ada yang melihat sih tidak apa-apa. Kalau ada yang melihat? Terlebih tamu penting hingga mama mertua yang tiba-tiba datang? Oh Tidaaak!

Saat-saat seperti itulah kadang ada perasaan insecure dalam diriku. Merasa tidak becus dalam mengurus anak, kemudian mendapat petuah-petuah yang tidak bisa aku terapkan. 

I mean.. Come on..

Aku sudah berusaha keras menjadi Ibu yang ‘Perfect’. Kenapa tidak ada pujian yang menyertainya? Kenapa tidak ada apresiasi? 

Mengurus 2 anak, membersihkan rumah, memasak setiap hari sebanyak 3x sehari dalam menu berbeda, antar jemput anak sekolah.. Antar jemput anak mengaji. Aku rasa waktuku sudah habis disana. Kenapa pula tidak ada apresiasi dari orang sekelilingku.

Padahal, citra itu sudah sedemikian perfect aku buat. Huh

Apresiasi Orang Lain itu Tidak Penting

Sering aku curhat pada suamiku. Mengapa orang lain suka sekali melihat kekurangan? Mengapa sesempurna apapun hal yang aku lakukan.. Selalu ada celah untuk dicela?

“I just try my best.. And I’m so tired..” 

Kalau sudah begini.. Suami biasanya hanya terdiam sambil mengusap rambutku. 

“But, for me.. You are the best..”

“Gombal..”

“Bagiku, mama sudah melakukan yang terbaik. Tidak masalah sama sekali tentang anak yang kurus.. Rumah yang kadang berantakan. Sisi positifnya, Makanan di rumah selalu bergizi dan Mama selalu sempat memakai skincare setiap hari. Tidak banyak perempuan yang bisa begitu..”

“Tapi mereka bilang…”

“Tidak usah pedulikan kata-kata dari orang lain. Berhentilah membangun citra untuk menyenangkan orang lain. Tidak ada gunanya. Orang selalu punya celah untuk mencela. Apresiasi dari orang lain itu tidak penting..”

“Tapi..”

“Yang paling penting adalah.. Orang-orang di rumah ini menyayangi mama.. Semua bilang mama yang terbaik.”

Dan, tidak perlu ditanya lanjutannya. Aku speechless.

Apresiasi Diri Sendiri, Kunci dari Sumber Kebahagiaan

Cerita diatas menyadarkanku akan satu hal. Bahwa, aku harus fokus dengan apresiasi dari keluargaku.. Bukan dari orang lain. Sederhana rumusnya namun itu adalah salah satu hal yang bisa membuatku tetap move on walau kadang mendapatkan cela dari orang sekitar.

Suamiku berkata, bahwa inti dari kekuatan yang ada dalam manusia dimulai dari percaya pada dirinya sendiri. Karena itu, selain apresiasi dari orang yang disayangi.. diri sendiri perlu dibahagiakan dan diapresiasi. Kebahagiaan yang ada pada diri sendiri ini akan menular ke orang di sekitarnya. 

Kenapa sangat penting membahagiakan diri sendiri dulu? Karena, jika diri sendiri saja merasa sedih maka apa jadinya orang yang berada disekitarnya? Terlebih jika sudah berstatus sebagai ibu. Apa jadinya jika Ibu tidak bahagia? Tidak punya me time? Tidak diapresiasi? Ya tentu sekelilingnya juga tidak merasa nyaman dan bahagia.

Setiap orang memiliki cara berbeda untuk mengapresiasi dirinya sendiri. Suamiku misalnya, dia sangat suka mengoleksi hal-hal yang berbau IT. Dia juga sangat senang menonton film action tanpa diganggu. Dan, kesenangannya yang terakhir adalah makan masakan aku juga ibunya. Sesederhana itu.

Aku sendiri memiliki cara berbeda untuk mengapresiasi diri. Kadang, aku membuka berbagai market place untuk memeriksa diskon. Jika dapat barang diskon pada flash sale.. Aku sangaaat bahagia. Hahahaha..

Selain itu, aku juga senang sekali mengoleksi berbagai lipstik dan skincare. Bagiku, merawat diri itu sangat diperlukan. Karena percaya diriku sumbernya dari merasa cantik dan segar. 

Belakangan, aku juga mulai suka mengoleksi parfum dan handbody. Awalnya, aku melakukan ini untuk menyenangkan suami saja. Lama kelamaan, aku jadi ketagihan mengoleksi parfum dan handbody. Bau-bau khas dari parfum dan handbody ini menjadi semacam mood booster dalam keseharianku. 

Vitalis Body Wash, Mood Booster Keseharian Emak-emak untuk Mengapresiasi Diri Sendiri dengan Mandi Parfum

Belakangan, aku tau dengan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash dari temanku. Katanya, wanginya oke banget kalau dibawa bath tub. Berasa mandi berendam pakai parfum kesayangan katanya. 

“Lebay banget..” Kataku tertawa

“Halah serius.. Pecinta parfum harus nyoba deh ini..enak banget berasa rileks..”

Iseng, akupun mencoba 3 varian dari Vitalis Body Wash ini. Dan satu persatu aku coba saat mandi.

Anyway, setelah mencoba ketiganya dalam jangka waktu 5 hari, akhirnya aku benar-benar merasakan kesegaran dalam level harum yang berbeda. Dan manfaat yang diberikan tiap varian pun berbeda pula.

Menurutku, Vitalis Body Wash ini memiliki 7 Keunggulan. Diantaranya adalah:

1. Kemasan yang Aman dan Praktis

Kemasan Vitalis tidak mudah tumpah. Selain itu membukanya juga sangat praktis. Packaging yang demikian membuatnya cukup travel friendly.

Ya ya, aku punya pengalaman membawa body wash botolan ketika bepergian. Kalian tau? Ternyata sepanjang perjalanan sabun itu bocor ditutupnya sehingga segala bawaanku jadi terkena sabun tersebut. Kalau kemasan vitalis ini Insya Allah tidak begitu.h

2. Menutrisi dan Melembabkan

Nah, ketiga varian vitalis body wash ini memiliki kelebihan masing-masing. Terutama soal menutrisinya. Karena masing-masing memiliki kandungan yang berbeda.

White glow mengandung susu dan ekstrak licorice untuk menekan peradangan sehingga membantu memperbaiki kondisi hiperpigmentasi kulit.

Soft Beauty mengandung vitamin E dan ekstrak avocado yang  bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kelembaban alami kulit.

Fresh Dazzle mengandung ekstrak green tea dan Yuzu Orange. Kedua zat ini merupakan antioksidan alami  untuk mengurangi resiko penuaan dini akibat radikal bebas dan paparan sinar matahari.

Untuk manfaat ini, aku lebih cocok dan sering menggunakan varian white glow. Karena aku sangat butuh skincare yang dapat memperbaiki hiperpigmentasi dibeberapa bagian kulitku.

3. Aroma Parfum yang Mewah dan Elegan

Nah, ini dia fungsi Vitalis Body Wash yang super berbeda dibanding dengan sabun lainnya. 

Wanginya itu bikin hidup jadi banyakkk semangatnya. Jadi berasa tiap hari merasakan jenis apresiasi yang berbeda. Yaa.. Wangi-wangi itu memang bisa membangkitkan mood booster harianku.

Fresh Dazzle dengan aroma Bergamot plus Floral Bouquet yang feminine elegan dan Musk Amber yang menawan.

Soft Beauty dengan aroma Fruity Aldehydic, dikombinasikan dengan wangi Rose & Violet dan manisnya aroma Tonka Bean & Sandalwood.

White Glow diperkaya aroma fruity dari perpaduan segarnya Cherry & Raspberry, disusul dengan wangi Marshmallow & Gardenia yang lembut dan elegan juga dperkaya dengan kombinasi Woody & Suede.

Untuk soal wangi, aku suka banget dengan varian soft beauty. Wanginya lembut banget. Dan wanginya juga super lengket. Coba deh mandi sebelum tidur dan dekai suami. Pastinya dia akan mengira kita habis pakai parfum. 

“Mama beli Parfum baru lagi?”

“Enggak kok pah.. Cuma pakai sabun baru..”

Eaaa..

4. Tersedia dalam Kemasan Refill

PT. Unza Vitalis selaku produsen Body wash Vitalis peduli pada pengurangan sampah plastik. Botol-botol kemasan sabun cairnya bisa dimanfaatkan untuk isi ulang. Jadi tak perlu dibuang. Tinggal membeli kemasan isi ulang untuk dituang. 

Aku sendiri lebih suka beli isi ulang sebenarnya. Nanti, kalau ketiga botol ini sudah habis. Aku akan beli isi ulangnya saja. Selain lebih hemat juga ini lebih mengurangi sampah.

5. Busa Melimpah dan Membuat Badan Kesat

Hal lain yang paling aku suka dari vitalis body wash ini adalah busanya yang super berlimpah. Biasanya, kalau sabun dengan busa berlimoah itu akan menyisakan rasa lengket di kulit. Tapi bagaimana dengan Vitalis? Oooh.. Ternyata tidak lengket dikulit. Dan itu benar-benar kabar yang menyenangkan.

6. Halal MUI

Penting gak sih sabun harus halal?

Menurutku penting ya. Karena sabun termasuk perlengkapan dalam bersuci. Jadi, penting sekali memastikan sabun sudah halal. Begitupun dengan skincare dan hal lainnya.

Nah, untungnya vitalis body wash ini sudah halal MUI. 

7. Harga Terjangkau

Untuk emak yang masuk dalam kategori ‘irit’ sepertiku. Sangat penting mengetahui harga sebelum memutuskan membeli produk.

Untungnya, harga dari Vitalis Body Wash ini terjangkau. Untuk kemasan botol 200 ml rata-rata harganya sekitar 14-18ribu rupiah. Ini tergantung lokasi kota dan toko. Kadang, sabun ini sering dijual dengan harga promo juga.  Untuk kemasan refill 450 ml rata-rata dijual dari 18-21 ribu.

Waktu yang tepat untuk Mandi Parfum dengan berbagai varian dari Vitalis Body Wash

Diantara 3 varian, mana yang paling aku suka?

Hmm…Di atas aku sudah menyebutkan bahwa untuk efek nutrisinya aku lebih suka white glow, sementara untuk aromanya aku lebih suka dengan soft beauty.

Tapi untuk urusan busa.. Ketiganya memiliki busa yang melimpah dan tidak lengket dibadan. 

Akhirnya, Aku memakai ketiganya berdasarkan kondisi saja sih. Contoh kondisi itu aku pisahkan seperti ini.

Soft Beauty dipakai ketika

-Merayu suami (halah)

-Untuk relaksasi pikiran ketika habis di judge mak-emak lain 

-Dipakai sebelum memakai baju berwarna ungu dan magenta

White Glow dipakai ketika:

-Usai kelelahan jalan-jalan

-Sangat efektif sensasinya jika sambil bernyanyi lagu kesukaan dikamar mandi (haha)

-Dipakai sebelum memakai baju berwarna merah muda dan putih

Fresh Dazzle dipakai ketika

-Usai super capek nginem di rumah

-Habis marah-marah juga efektif dipakai supaya tidak cepat tua 

-Dipakai sebelum memakai baju berwarna hijau, biru dan kuning

Kok ngaco banget sih kondisi memakainya?

Yaa.. namanya juga mandi untuk ‘mood booster emak-emak’. Jadi, setiap varian itu memiliki fungsi yang spesial pula.. Bukankah begitu?

Kalian punya ide lain untuk apresiasi diri sendiri di rumah? Sharing yuk!

Serunya FBB 3rd Anniversary bersama Wardah dan Sari Gading

Serunya FBB 3rd Anniversary bersama Wardah dan Sari Gading

“Wah, FBB udah ulang tahun yang ke-3 aja nih ya.. Padahal, emak aja ngeblog gak ada 3 tahun nih.. Duh, malu..”

Itu sih yang aku pikirkan ketika hadir pada ulang tahun FBB (Female Blogger of Banjarmasin) yang ketiga. Hmm.. Jika diingat lagi, aku join di FBB itu pada April 2017, sementara FBB sendiri berdiri pada tanggal 6 Oktober 2016. Waw, sudah lama ya..

Aku ngeblog sejak kapan? Sejak Januari 2017 genks. Saat itu masih blog gratisan sih belum tld. Baru deh tertular virus tld pada akhir April.. Ya.. Tertular member FBB sih.. Haha.. Dulu mah taunya kalau dot com itu keren aja. Sekarang? Dot com mah mayan ya.. Mayan bisa di monetize blognya. Walau masih receh sih blog aku.. Haha..

Nah, curcol dikit deh ya.. Kalau aku sebenarnya bersyukur banget bisa join di FBB. Karena aku bisa dapat koneksi dari blogger di daerah sendiri. Dan itu bikin bahagia banget. You know? Blogger itu rata-rata punya pemikiran yang sama. Apa itu? Suka berekspresi lewat tulisan. Thanks god.. Im not alone. Gak cuma aku ternyata yang suka nulis status panjang-panjang dari zaman dulu. Hahaha..

Senangnya lagi, setelah suka duka dialami selama hampir 3 tahun di FBB.. Aku tetap bisa hadir di ulang tahun FBB yang ketiga. Walau kali ini aku enggak masuk pada tim kepengurusan lagi karena rempong dengan bayi tapi senang aja bisa hadir di acaranya. Huft, senang deh.

Acara ulang tahun FBB kali ini diadakan tidak pada moment pas hari H nya sih. Tapi mundur 1 minggu yaitu tanggal 13 Oktober 2019 jam 13.00 WITA di Cafe Nostalgia. Acara Ulang tahun kali ini disponsori oleh Wardah dan Sari Gading. Waw, syukurlah 3 tahun ini FBB selalu dapat sponsor untuk ulang tahunnya ya.

Aku sendiri semangat ya ikut pada acara ini. Saking semangatnya habis sholat zuhur langsung saja kesana. Padahal di rumah juga lagi rempong euy. Mamak mertua datang kerumah buat masak-masak. Haha. Kebayang kan hebohnya gimana emak nyuri waktu buat dandan plus nyiapin bayi? 

Ajaibnya.. Siapa sangka aku jadi peserta ter on time hari itu. Speechless sih, padahal sempat mampir ke super market juga buat beli cemilan bayi. Maklum lah ya kesana kan sama bayi pake kendaraan sendiri jadi harus sedia cemilan supaya bayi enggak rewel. Senekat itu emang aku orangnya demi piknik (gak juga sih.. Tiap hari kan emang begini ya.. ).

Acara dimulai dengan sambutan dari panitia. Lalu, demo make up by wardah. Oya, aku punya tulisan kok tentang beauty class sama wardah. Soalnya dulu saat Ultah FBB yang pertama wardah juga jadi sponsornya. Jadi untuk detail tahapannya bisa liat di tutorial beauty class by wardah ya.

Kemudian, ada sharing session dari semua member FBB yang hadir. Lalu, potong kue dan makan siang. Serunya para member juga ada yang karaoke disini. Tapi kemarin aku langsung pulang sih karena kerjaan di rumah numpuk gaes. Dua hari berturut-turut emak ikutan event. Doh, jiwa sosialitaku memuncak deh bulan ini. Haha..

Nah, dari pada curcol melulu.. Yuk, intip isi goodie bag dari wardah dan sari gading.

Untuk pelembab wardah ini, aku sudah pernah review loh disini. Jadi, kali ini aku mau bahas first impressions pemakaian beauty blendernya aja ya..

This image has an empty alt attribute; its file name is 75362365_530046557825097_7542309854241619968_n.jpg

First, aku SUKA BANGET sama warnanya. Gila ini tuh cakep. Sampai males rasanya kalau harus ternodai oleh BB cream atau foundation aku. Tapi karena kalian memaksa baiklah.. Aku review.. Aku pakai nih ya..tap..tap..(Eh, gak ada pembacamu yg maksa win) 藍

Ternyata begini ya rasanya pakai beauty blender… *baru pertama kali makai soalnya. Haha.. Biasanya cuma tap tap pakai sponge cushion..

Buat aku pribadi sih beauty blender ini ‘lumayan’ bouncy. Si pica bahkan melas-melas kalau dia mau minta satu. Katanya buat dibikin squishy (please deh nak.. ). Tapi jurus tatap mata mama selalu mengalahkannya. Jadilah dia melipir di pojok ranjang sambil melihat mamanya berdandan.. Ckck..

Ternyata beauty blender ini bisa membuat pemakaian BB cream aku lebih merata dan menyatu dikulit. Positifnya make up aku jadi terlihat lebih natural dan flawless. Dan lagi, muka aku lebih terasa ringan ya. Mungkin karena pemakaian beauty blender ini juga melibatkan air ya.

Sayangnya, untuk aku yang amatir menggunakan beauty blender membuat make up aku jadi lebih cepat memudar. Nah, ini masih peer berarti ya. Apa karena aku terlalu pelit mengoleskan BB cream nya ya? Yang jelas mau latihan lagi dan lagi sih ya..

Untuk facial foamnya aku sudah lama sih repurchase sama facial foam wardah ini. Karena cocok di kulit aku yang cenderung normal. Aku tipe yang tidak suka dengan terlalu banyak busa. Tapi jika terlalu sedikit aku juga tidak suka. Dan facial foam wardah ini menjawab kebutuhanku. Aku sih gak butuh kulit muka yang keset gitu. Aku lebih suka dengan kekenyalan. Haha..

Nah, mari kita review Lulur Sari Gading ini.

Hmm.. Btw kenapa emak dapat lulur ya bulan ini. Peringatan keras nih karena sudah lama enggak luluran.. Hiks.. Gak ada waktu akutuh. Mandi aja harus cepat-cepat.

Jadi, hari kedua pasca ultah FBB aku mulai mencoba lulur ini. Kesan pertama saat aku mencium wanginya adalah.. Hmm.. Kok ada kesan bau makanan bayi.. Haha..

Serius sih ini. Anakku pica juga bilang begitu. Tapi kalian jangan salah paham ya. Maksudnya bukan bau yang sama persis cuma agak mirip-mirip aja. Namanya juga beras susu kan. Masa kalian berharap baunya wangi lavender. Ckck..

Aku pribadi suka sih sama lulurnya. Soalnya just like tradisional gitu baunya. Dan senangnya lagi lumayan efektif sih buat mengikis daki dikulit. Aku campur sama minyak zaitun juga btw jadi komplit dah enak wanginya.

Selain mendapatkan lulur dari Sari Gading, aku juga dapet Intimate Feminie Tissue dari Sari Gading. Ehm, tau kan terjemahannya apa? Duh, auto bikin muka merah deh ah..ckck..

Jadi, ini adalah tisue basah khusus untuk daerah kewanitaan. Inget ya! Jangan diaplikasikan untuk bayi. Hahahaha.. Takutnya kek aku yang khilaf salah bawa pas bepergian kemarin. Untung saja sebelum mau pakai aku baca covernya. Duh duh..

Sudah dipakai win? Ya sudah dong ah, masa gak dipakai.. Kita kan selalu rutin tiap malam (eh). 

Kesan aku sih memakai tisue begini cukup praktis lah ya. Tisue ini diperkaya ekstra Daun Sirih dan Manjakani yang berfungsi sebagai antibakterial. Selain itu ada kandungan ekstra Olive Oil yang berfungsi sebagai Moisturizer dan Sun Flower Seed Oil yang berfungsi sebagai antioksidan. Jadi, please lah ya jangan ngeres dulu.. ini tisue bukan buat kamu yang sudah menikah aja. Atau dipakai sesudah ‘wik wik’ aja. Bukan, bukan sesederhana itu fungsinya. Kalau habis ‘wik wik’ mah wajib dibersihkan dengan baik dan benar ya.. Enggak sekedar pakai tisue terus beres urusan. 

Btw, ini kenapa aku semangat banget bahas beginian? hahahaha..

Ah, pokoknya happy banget lah di Ulang Tahun FBB yang ke-3 ini. Habis acara selesai sebenarnya ada sesi karaoke bareng juga sih ya. Tapi aku pulang duluan karena bayi aku dalam fase ‘labil-labilnya’. Itu tuh, ngoceh dan teriak enggak karuan. Jadi dari pada dia enggak bisa jaga image lebih baik mamak pamit dulu. 

Harapan aku, semoga FBB semakin solid dan kompak sesama member dan pengurusnya. Semoga tidak ada perpecahan. Semoga FBB selalu membawa kebahagiaan. Dan semoga.. Tahun depan nanti aku bisa ikutan lagi keseruan bareng member FBB.

This image has an empty alt attribute; its file name is 72410448_1322905597876532_8637868578801975296_n-1.jpg

Happy Birthday FBB!

 

Review CC Cream La Tulipe No. 02

Review CC Cream La Tulipe No. 02

Apa yang biasa kalian lakukan jika punya kekurangan pada kulit wajah?

Something like..

Pori-pori yang gede…

Warna kulit yang enggak merata…

Sampai bekas jerawat yang sungguh merusak pemandangan.

Pada umumnya kita tentu akan mencoba menghilangkannya dengan memakai skincare. Namun, tentu saja pemakaian skincare untuk menghilangkan kekurangan pada kulit wajah memakan waktu yang cukup lama. Karena itulah, sebagai wanita tentu kita memerlukan tambahan makeup untuk dapat tampil cantik secara instan. Hehe.

Ya, kekurangan pada kulit wajah dapat ditutupi dengan berbagai cara di antaranya adalah dengan memakai foundation, BB cream, DD cream, dan lain-lain. Namun, tidak banyak yang tahu tentang CC cream. Mungkin hal ini karena tidak begitu banyak promosi yang menawarkan CC cream sehingga CC cream memang kebanyakan hanya dikenal di kalangan beauty enthusiasts saja.

Sebenarnya Apa Itu CC Cream?

Pada tulisan tentang review DD cream sebelumnya sebenarnya aku sudah menjelaskan perbedaan antara DD cream, foundation, hingga CC cream. Walau cara pemakaiannya sama saja namun fungsi dan kandungannya itu berbeda.

CC cream atau cream korektif atau complexion corrector adalah formula cream wajah yang lebih ringan dibandingkan BB cream atau foundation pada umumnya. Sebagian besar CC cream memiliki tekstur krim lembut yang sangat ringan dan halus.

Fungsi CC cream adalah menyamarkan perbedaan warna kulit pada wajah, kemerahan dan hiperpigmentasi dengan menambahkan bahan lycopene untuk membantu mengurangi kemerahan dan memberikan nutrisi vitamin C agar wajah tampak bercahaya.

Alasanku Mencoba Membeli CC Cream

Kulit wajahku cenderung normal, tidak berminyak dan tidak kering. Namun, aku punya permasalahan yang mungkin sangat sedikit para wanita yang mengalaminya.

Permasalahan itu adalah kulitku sangat tipis, urat wajahku bahkan terlihat sekali jika tidak memakai apa-apa. Hal ini menyebabkan warna kulitku tidak merata, bagian pipi terlihat lebih merah dibanding bagian yang lain. Area sekitar mata pun kadang terlihat kehitaman.

Klaim produk CC cream adalah ia dapat membantu menutupi permasalahan kulit wajah sepertiku. That’s why aku mulai mencari produk CC cream dari brand lokal yang bersahabat di kantong emak rumahan sepertiku.

Review CC Cream La Tulipe 02

Ya, aku memutuskan untuk membeli CC Cream La Tulipe dan klaim dari CC cream ini adalah:

“Cream multifungsi dan bebas minyak dengan tabir surya yang dapat memberikan perlindungan terhadap sinar matahari, selain itu juga dapat membantu menyamarkan pori-pori, garis-garis halus, dan warna kulit yang tidak merata, namun tetap memberi kesan natural. Cream ini juga mengandung Sasa Quelpoertensis Extract (Jeju Jolitdaecha) yang bertindak sebagai antioksidan dan membantu mencerahkan warna kulit.”

Petunjuk Penggunaan:

Gunakan cream secukupnya pada wajah yang telah dibersihkan secara merata pada kulit wajah. Cream dapat digunakan langsung atau setelah menggunakan pelembab, selain itu juga dapat digunakan dengan atau tanpa bedak.

Ingredients:

Purified Water, Titanium Diaxide, Caprylyl Methicone, Cyclopentasilaxane, Dimethicone, Cyclohexasiloxane, Sorbitan Olivate, PEG-10 Dimethicone, Aluminium Hydroxide, Aluminium Stearate, Dimethicone Crosspolymer, Butylene Glycol, Sodium Chloride, Propylene Glycol, Sasa Quelpaertensis Extract, Diazolidinyl Urea, Tetrasodium EDTA, Methylparaben, Triethoxycaprylylsilane, Propylparaben.

Packaging:

Overall, aku suka banget sama inovasi packaging dari la tulipe. Menurutku, packaging dari produk-produk terbaru la tulipe ini girly banget. Untuk lip tint la tulipe yang kemarin aku review juga aku suka sekali.

Kotaknya berwarna soft purple dengan sentuhan gold. Kemasan dari CC cream ini juga ramping. Kesan ramping dan elegannya ditambah dengan sentuhan tutup yang meruncing. Aku suka sih yang begini, terkesan simpel dan travel friendly banget.

Tekstur

Sesuai dengan klaim CC cream pada umumnya, maka menurutku CC cream la tulipe ini juga bertekstur lebih ringan dibanding foundation. Namun, jika dibandingkan dengan DD cream yang biasa aku pakai.. Menurutku CC cream La Tulipe tergolong lebih berat. CC cream La Tulipe ini teksturnya mendekati foundation karena agak kental dan mudah kering dan menyatu ketika diaplikasikan.

Hasil

Sesuai dengan teksturnya CC Cream La Tulipe ini mudah kering dan menyatu di wajah namun tetap memberi kesan glowing. Coverage-nya juga cukup maksimal di wajah walau tidak memakai bedak tabur. Namun, karena teksturnya yang cepat kering jadi pemakaian cream ini di wajah sedikit lebih boros karena harus beberapa kali colek.

Dan berikut adalah hasil sebelum dan setelah aku memakai CC cream. Hasilnya memang terlihat lebih putih, tapi aslinya ini gak terlihat dempul loh. Lebih ke natural finish dan sukses menutupi warna kulitku yang kemerahan.

Daya tahan CC cream ini cukup lama buat aku. Mungkin karena kulitku cenderung normal. Tapi, untuk kulit berminyak CC cream ini tidak aku rekomendasikan karena mungkin daya tahannya tidak tahan lama.

So, yang aku suka dari CC cream ini adalah:

-Kemasan girly dan travel friendly

-Finishing oke

-Tahan lama dipakai

-Harga bersahabat, hanya 45 ribu saja

Dan, yang tidak aku suka dari CC cream ini adalah:

-Teksturnya cepat kering dan seret di wajah

-Warnanya agak keputihan buat aku

Nah, itu dia review CC cream La Tulipe ala aku. Kalian tertarik pengen beli juga? Pengen beli dengan harga promo atau gratis ongkir sambil santai di rumah? Beli di Shopee aja dan nikmati berbagai promo pembelian disana. Yuk semangat buat tampil cantik! 😊

IBX598B146B8E64A