Yakin kamu bukan MBA? Kok Nikah Muda? 

Yakin kamu bukan MBA? Kok Nikah Muda? 

MBA apaan ya?

Bukan, ini bukan gelar. MBA disini adalah singkatan dari Married By Accident. Sepertinya istilah ini sudah umum sekali ya, bahkan saking umumnya kalau liat anak muda kawin_sedikit banyak pasti ada aja deh yang bilang “bukan MBA kan ya, kok tiba-tiba banget?”

Apalagi nih ya.. Apalagi kalau tidak lama habis menikah tiba-tiba terdengar desas desus, “Si Anu Hamil loh”

Dan langsung deh obrolan bertambah

“Berapa bulan?”

“Katanya udah 4 bulan”

“Loh kok bisa.. Bukannya nikahnya tanggal ‘sekian’ ?”

 “Nah, makanya itu aku juga bingung” 

“Jangan jangaaan…” 

Was wes wos wushhhhh….

Kabar berlanjut hingga satu kelurahan tahu. 😅

***

Pernah mengalami hal diatas? Atau anda termasuk salah satu yang suka sekali kepo dengan pernikahan muda dengan kehamilan instan? Hmm.. Ada baiknya anda membaca kisahku dulu. 

Aku menikah diusia yang terbilang masih ‘agak’ muda, tepatnya umur 21 tahun 9 bulan. Saat itu aku masih belum selesai kuliah dan masih dalam proses mengerjakan Tugas Akhir. Kebetulan, suamiku adalah salah seorang asisten dosen dikampusku. Sehingga katakanlah kami ‘Cinlok’ aka Cinta Lokasi bukan Cilok loh ya.. 😛

Apa alasanku menikah dengan usia yang terbilang muda?

Jujur, jika berbicara urusan ‘kematangan’ maka aku adalah pribadi yang jauh dari kata dewasa dan bijak. Sehingga salah besar jika kalian mengira aku menikah karena merasa sudah pantas dan dapat berpikir dewasa. Salah pula kalian mengira jika alasan aku menikah karena merasa mapan dengan calon suami. 

Apakah karena dorongan orang tua?

Sebenarnya ini adalah salah satu faktor pemicunya. Aku adalah pribadi yang suka curhat dengan orang tua. Aku tidak terlalu tau apakah hal itu dapat dikatakan baik? Yah, mengingat aku adalah anak perempuan satu-satunya dikeluargaku sehingga Mama ku ‘agak’ overprotective terhadapku. Terlebih ketika tau ada laki-laki mulai mendekatiku dan berkunjung kerumahku. 

Yeah, Lets talk about ‘Boys’ who knew me

Rasanya agak munafik kalau aku bilang bahwa diriku orang suci yang tak mengenal status pacaran. Aku pernah pacaran, aku pernah merasakan asiknya disukai oleh lawan jenis dengan jantung berdebar, aku pernah bermimpi bahwa kisah cintaku akan romantis seperti drama korea. Yah, intinya emak pun pernah muda.

Tapi perlu digaris bawahi bahwa aku adalah pribadi pemalu yang punya sisi sedikit plegmatis. Masa SMP adalah masa kelam bagiku karena aku merasa harus ikut trend pacaran agar dihargai oleh teman-temanku. Setidaknya aku pernah memiliki 3 mantan yang sebenarnya aku tidak pernah mencintai mereka sedikitpun. Jujur saja, saat SMP aku tidak pernah merasakan debaran jantung yang disebut teman-temanku dengan Cinta.

Saat SMA aku terpisah dengan teman-temanku di SMP. Aku memulai babak baru hidup dengan teman-teman baru. Sebagian besar temanku adalah kutu komik dan anime. Hal ini membuatku ikut terbawa dengan mereka. Aku bahkan menjadi sosok yang sangat amat pendiam dikelas. Padahal, SMA adalah kali pertama aku pernah merasakan debaran itu. Tapi peduli apa? Walau sebenarnya aku tau kalau dia menyampaikan salam padaku dan bilang menyukaiku tapi aku tak pernah benar-benar jujur dengan perasaanku. Ya, aku orang seperti itu. Dan perasaan itu kubiarkan hingga tiga tahun lamanya. Aku tak pernah benar-benar berpacaran seperti remaja SMA pada umumnya. 

Saat kuliah aku memutuskan untuk berubah total. Dari segi berpakaian, cara pandang, dan komunitas. Saat itu teman-teman SMA ku sangat terkejut melihat perubahanku. Beberapa dari mereka bahkan menasehatiku, “Kalau kamu begini terus bisa jadi perawan tua win, ingat loh nikah itu sunnah nabi” 

Aku tau nasehatnya beralasan. Saat itu penampilanku berubah total. Aku mulai berani memakai jilbab dan wajahku berubah total. Sejak SMA memang teman-temanku selalu bilang bahwa wajahku terlihat sangat berbeda dengan dan tanpa jilbab. Jilbab dan wajah yang tergolong jutek membuatku tidak seperti dulu. Dahulu, walau tergolong jutek namun masih ada yang menyukaiku. Saat kuliah para lelaki yang kutemui hanya memandang remeh kearahku sambil bilang “Assalamualaikum” dengan nada meremehkan. 

Tapi peduli apa? Niatku memakai jilbab saat itu hanyalah karena ingin berubah. Aku tidak terlalu peduli selama tidak ada yang memandang remeh kearahku. Tapi itu tidak benar, aku peduli hal itu dan rasa percaya diriku mulai berkurang. Finally aku menemukan dunia baru dengan teman baruku dikuliah. Bukan dunia islami namun dunia boyband korea. 

2 tahun kehidupan kuliahku isi dengan menjadi fans fanatik korea. Aku tidak terlalu peduli tentang statement teman-temanku “Sudah punya cowok win?” 

Ah.. Mereka berlebihan. Yang suka padaku pun tak ada. Haha.. 

Aku menghabiskan hari-hari remaja berkilauku diwarnet, buku komik dan majalah. Malam harinya aku menonton video klip boyband korea kesenanganku dan drama korea. Katakanlah aku kecanduan, sangat kecanduan. Hingga langganan cowok yang pernah menelponku dimalam hari pun aku racuni dengan virus korea. Dia illfeel? Tidak, dia berusaha menyadarkanku dan aku cuek tak peduli. 

source: pinterest

Tahun berikutnya boyband korea kesenangananku bubar. Teman yang dahulu dekat denganku kini tak seakrab dulu. Aku mulai mencari pelarian lain untuk hiburan hidupku. Tak butuh waktu lama untuk move on. Salah seorang teman laki-lakiku mengajakku untuk bermain game online. Dan aku menikmatinya. Sangat menikmati dunia baruku. Dunia game online yang diminati sebagian besar cowok dengan aku satu-satunya cewek didalamnya. 

Aku sudah bilang kan? Aku bukan orang suci. Sesuci yang para lelaki telah kulewati bilang “Assalamualaikum”. Aku mulai dekat dengan beberapa cowok didunia maya karena keaktifanku bermain game online. Rasanya membosankan kalau tidak mengikuti dunia chat mereka yang ramai. Apakah aku pacaran? 

Hmm.. Entahlah.. 

Aku sangat dekat dengan Mamaku. Saking dekatnya aku selalu curhat jika ada lelaki mendekatiku. Sampai suatu ketika aku curhat dengan mama bahwa aku ingin bertemu laki-laki didunia online ku. 

“Singkat saja ma.. Cuma nonton bareng terus langsung pulang” Kataku memohon. 

“Gak Boleh! Kamu belum kenal betul orangnya.. Kemarin pernah ada kasus ‘Bla bla’.. Kamu mau begitu juga?”

Yah, seperti itu akhirnya dan sebagai anak yang taat aku pastilah menurut. Sebenarnya, saat itu Mama lebih sering menanyakan tentang temanku yang sering aku tumpangi bareng saat pulang kerumahku di pelaihari. Mama tertarik sekali dan bilang bahwa dia anak sangat baik. 

Sebenarnya, aku suka sekali jika dekat dengan laki-laki yang satu hoby denganku. Suka game dan sedikit punya jiwa ‘pujangga’. Alasan itulah yang membuatku dekat dengan salah seorang teman laki-lakiku itu. Ya, aku punya impian memiliki calon suami yang ekstrovert tapi nyatanya aku selalu dekat dengan laki-laki introvert.

Baca juga: “Pilih Lelaki Introvert atau Ekstrovert?”

Tapi perasaan suka dan lebih dari suka itu tentu berbeda. Aku lebih suka dengan laki-laki yang bisa membuatku bersemangat dan lebih dewasa. Satu lagi, seseorang yang bisa menerima dan menyukaiku dengan sebenar-benarnya. Kadang karena sifat pemilih itu aku sering dikritik temanku, “Nanti kamu perawan tua loh”

Baca juga: “8 syarat lelaki yang patut dijadikan calon suami” 

Ah peduli amat, toh cita-citaku masih panjang, Pikirku. 

Ehm, Siapa sangka saat itu asisten dosen dikampusku mulai terlibat konflik denganku karena suatu insiden dengan adik kelasku. Perlu kuceritakan lebih lanjut? Sepertinya tidak. Hehe

Chit chat panjang itu akhirnya berujung pertemuan dengan Mama 😂 

Apa yang kalian lakukan saat pertama kali kencan? Nonton bareng? Makan bareng? 

Saat kuliah aku tinggal di rumah kontrakan berdua dengan kakakku. Sesekali, Mamaku datang berkunjung untuk menjenguk kami dan membawakan makanan. Ah, siapa sangka ia kerumahku dan langsung bertemu Mama? 😂

Akhirnya, pertemuan pertama itu bagaikan meminta sebuah restu. Aku terdiam lama di samping Mama dengan wajah malu-malu. Sementara Mama? Sangat antusias, luar biasa..seakan baru menyadari bahwa “akhirnya anakku laku juga” hahaha.. 

Ya, itulah awal hubungan kami. Tidak ada teman sekelasku yang tau. Kurasa itu hal yang harus dijaga karena rasanya gak enak banget kalau suatu ketika jika nilaiku bagus maka teman-temanku akan melirik hubunganku sebagai pemanis nilaiku. 

Tapi lambat laun satu dua tiga orang mulai menyadari hubungan kami. Akhirnya, satu kelas mulai menyadarinya. Aku hanya diam dan berusaha membuat sebuah lelucon kalau hubungan kami toh juga cuma sebuah lelucon. Tapi, percaya apa mereka? Mungkin wajahku tak bisa berbohong. 

Dan lamaran itu tiba-tiba datang

“Aku mau kuliah lagi” Katanya

“Waaah.. Hebat! Mau kuliah dimana?” Kataku

“di UGM Yogya.. 2 tahun loh” 

Satu sisi aku sangat senang mendengarnya. Tapi disisi lain ada hal yang mulai menggangguku. 

Bagaimana jika dia bertemu wanita lain disana? 

Cewek Yogya cantik-cantik..

*eh, tapi kan katanya masih cantikan aku #halahgombal

Jujur, itu sedikit menggangguku. 

Pada Kamis Malam seperti biasanya aku ke Sabilal untuk mengikuti Ceramah dengan ‘Calon Mertuaku’. Akhirnya, beliau berbicara padaku.. 

“Anakku mau kuliah lagi win..” 

“Eh.. Iya ma.. Dia juga cerita kemarin” 

“Rencananya ke yogya maunya sama kamu” 

*Eeeehhh??? 😱

“Kamu mau lah kami beantaran kena tanggal 2? Kemarin aku sudah telponan sama Mama kamu” 

*EEEEEEEH.. 😱

Singkat cerita aku akhirnya memutuskan Menikah pada tanggal 2 Juni 2012. Ya, tidak banyak yang tau bahwa kami menikah. Rasanya terlalu awkward kalau aku membagi undangan pernikahan di kala teman-temanku sedang sibuk dengan Tugas Akhirnya. Belum lagi teman-temanku dikenal suka menggoda. Ah, aku tak tahan kalau harus digoda saat bertemu mereka. Aku memutuskan untuk mengundang mereka saat resepsi saja di bulan September. Saat itu kami semua sudah lulus dan aku aman dari godaan mereka. 

Akhirnya, karena keputusan bodohku itu maka gelar ‘MBA’ sempat aku sandang.. 

Siapa sangka aku langsung hamil? Saat resepsi perkawinan di bulan September aku sudah hamil 4 bulan. Walau saat itu aku terbilang masih kurus dan tidak terlihat hamil. Tapi wajah tak bisa berbohong, saat resepsi aku sangat pucat dan bahkan mual karena bau bunga melati. Beberapa orang pastilah sudah sadar kalau aku sedang hamil.

Gosip semakin panas ketika perutku semakin membesar. Orang-orang sok tau mulai menghitung hari resepsiku dengan tanggal kehamilanku tanpa memperdulikan tanggal pernikahan diundangan yang telah kusebar. Bahkan, orang yang kuundang saat pernikahan pun turut curiga dengan perhitungan kehamilanku. Bukan orang biasa melainkan keluarga dekatku sendiri.

Menyebalkan?

Banget!

Perlu diketahui kalau seminggu sebelum aku menikah itu aku baru selesai menstruasi. Dalam dunia kedokteran tanggalku menikah termasuk dalam hitungan subur. Lagipula, aku sudah berusaha menunda kehamilan dengan meminum pil kb. Siapa sangka ya aku langsung hamil? Bahkan saat aku memeriksakan diri ke Dokter Kandungan tanggal 15 Juli beliau berkata “Umur Kandungannya sudah 2 bulan mba” 

Dan betapa bodohnya aku ketika menjawab jujur saat beberapa orang bertanya padaku, “Sudah berapa bulan win?” 

Saat aku menjawab ekspresi mereka langsung bingung sambil menghitung jari. Ah, rasanya ingin lari saja sambil berkata, “Memangnya aku terlihat senakal apa sampai mereka bilang MBA?” 😝

“Harusnya jawab sebulan aja.. Polos banget sih.. ” kata suamiku

“Ah biarlah..” kataku pasrah. 

Gosip must Go On 

“Seiring berjalan waktu gosip harus menghilang” kataku tegas. 

5 bulan pasca pernikahanku gosip ramai mulai terdengar. 

Aswinda polos yang gitu-gitu ternyata nikah cepet.. Ga nyangka ya MBA.. 

Lama-kelamaan gosip mulai tak terdengar karena tertutup oleh lucunya bayiku. Aku juga mulai tak perduli lagi. Seberapa keras pun aku menjelaskan, jika memang penggosip adalah orang yang yakin dengan kata-katanya sendiri maka itu percuma. Yah, biarkan air mengalir sampai jauh hingga kelaut dan menguap.

Hei, tak perlu kau tanyakan alasanku menikah muda.. Lihatlah aku sekarang..

Aku menikah karena ingin berubah.. 

Aku menikah karena ingin menemukan semangat baru.. 

Aku menikah karena untuk menjaga diriku.. 

Aku menikah untuk menjaga dan menyenangkan hatinya.. 

Aku menikah karena yakin.. 

Yakin inilah langkah terbaikku.. 

Kalau kamu? Apa alasanmu menikah muda? 

Yuk, baca ulasan pengalaman dan alasan emak lainnya dalam tema kenapa nikah muda. Kebetulan tulisan ini adalah collaboration dari #curcolanfikawinda. Kamu bisa baca tulisan emak fika juga.. 😊

Baca juga: “Alasan kenapa nikah muda” 

Punya pengalaman yang sama tentang nikah muda? Sharing yuk! 

😊

Komentari dong sista

8 thoughts on “Yakin kamu bukan MBA? Kok Nikah Muda? 

  1. Alhamdulillah juga ya mbak, mendadak “dapet lamaran” xixixi 😀

    Saya pribadi & suami juga memutuskan nggak langsung program hamil setelah menikah, salah satunya karena ada selentingan buruk seperti itu. Jadi untuk menangkalnya, mau nggak mau harus menahan keinginan untuk cepat2 punya momongan 🙁

  2. Apalagi kalau orang yang kepo ini nggak tahu hitungan umur kehamilan, ya. Semakin miring deh jadinya gosipnya. Adikku kemarin juga habis nikah langsung hamil trus melahirkannya prematur. Kayaknya sempat diragukan juga kehamilannya. Heu

  3. Ya namanya jg netizen.. Ga bisa di halang dia mau ngomong apa wkwk yg pnting babynya sehat sehat aj ya mba winda..
    Aku jg bntar lagi nikahh mudaaa hihihi

  4. Mungkin karena hubungannya diam-diam terus tetiba menikah dan dilalah langsung hamil ya mba, orang2 pada ngira Mba. Sedikit banyak juga nyumbang baby blues kmren….. Tapi salute biss survive dan sekarang jadi bisa menginspirasi orang2. Selalu ada hikmah setiap kejadian….

  5. Aku juga pernah di curigai gini. Karena nikah sama resepsiku berjarak 3 bulan karena faktor belom dpt cuti dr kantor, dan menyiapkan resepsi itu lebih rumit. Gedung pun dapatnya susah utk jarak 3 bulan itu. Jd pas resepsi aku sdh hamil.1.5 bulan dan lagi mual2nya. Hiks.. Alhamdulillah cukup byk yg tau tgl pernikahanku jd gosip MBA itu ga terlalu lama. Dan asli gosip itu ga nyaman bgt. I feel you mba

  6. Hahahaha orang-orang memang selalu kepo kok dengan org yg kawin muda, apalagi langsung hamil. Pasti dah langsung dihitung orang. Wkwkwkwk tp salah lagi kalo lama kawin ga hamil-hamil, ada lagi yg nanya-nanya kapan punya anak. Ah elah, udah begitu dah hukum alamnya di dunia ini. Hihi aku pribadi malaes dengerin omongan orang dan gosip-gosip gt, anggap aja angin lewat kan yeee. Hehe

Komentari dong sista

IBX598B146B8E64A