Resep Wadai Sasirangan atau Sari India Pandan Ala Mama

Resep Wadai Sasirangan atau Sari India Pandan Ala Mama

Siapa yang tak kenal dengan kue satu ini? Berlapis-lapis dengan tekstur lembut dan manis sekali. Kue ini biasa hadir mewarnai pasar wadai daerah Kalimantan Selatan. Mereka menyebutnya dengan berbagai macam nama, Sari India, Lapis India, hingga terakhir Sasirangan. 

Aku sendiri mengenal kue satu ini dengan sebutan sasirangan. Sekitar tahun 2011 aku sudah sering mencicipi kue ini di rumah saat SMA, apalagi saat bulan Ramadhan. Mamaku adalah koki pertama yang membuat kue ini untukku. Aku sangat menyukainya. Kue ini laris manis dirumah kami. 

Sejak sering membuat kue ini para tetangga mulai mempertanyakan resep dengan Mama. Banyak tetangga kampungku yang merecook namun tak sesempurna olahan dari tangan Mama. Mereka hanya berkata pesimis setelahnya, “Memang kalo masalah kue itu tangan-tangannya aja yang bisa” sambil mengagumi olahan tangan Mamaku. 

Apa aku percaya mitos tangan itu? Tidak, aku tidak percaya dengan mitos tangannya. Yang kupercaya adalah membuat kue itu cuma butuh tekad, keinginan kuat. Kalau dari awal membuat kue sudah pesimis duluan “Yah, tanganku sih bisa apaa…” Ya, tentu jadinya bakal jelek. Allah sesuai prasangka hambanya. 

Meskipun aku tak memungkiri memang, olahan tangan Mama memang berbeda. Dimana? Pada suasana kuenya, penyajiannya, dan rasa cinta didalamnya. Tapi itu tetap berbeda dengan rasa pesimis dari sebagian orang yang kuceritakan tadi. Aku tetap percaya diri bahwa kue yang kubuat sekarang masuk dalam kategori BERHASIL. 

Yah, berhasil. Aku baru pertama kali membuatnya, namun sudah sangat sering melihat Mama membuat kuenya didapur. Sebenarnya sejak dulu aku suka gatal sih melihat mama bikin kue didapur. Tapi aku dan mama bukan tipe yang sama. Mama itu kalo bekerja terlalu banyak aturan. Ibarat masalah sendok n cetakan aja jadi masalah. Kalo aku? Aku enjoy.. Easy.. Suka ngerjain sesuatu tanpa ribet, suka kebersihan tapi ga ribet. Tapi Mama? Entahlah kami selalu beda pendapat masalah bersih, rapi dan benar dalam perspektif masing-masing. 

Mama selalu bilang aku agak sembrono seperti Abah. Aku? Sama sekali tak merasa begitu. Menurutku aku lumayan pembersih dan rapi_dibanding Abah. Tapi aku tak suka imajinasiku dihancur..Haha..dari dulu aku adalah anak yang penuh dengan khayalan dikepala. Aku punya pendapat rapi dalam versiku sendiri dan itu berbeda dengan versi Mama. Mama so realistis, dan Aku suka berandai-andai. 

Perbedaan cara pandang adalah alasan Mama membuatku jadi penonton yang baik didapur. Barulah ketika menikah aku melakukan evolusi pada hidupku. Aku membuktikan pada Mama bahwa dengan tangan begini-begini saja dan teknik kebersihan dan kerapian yang tak sama dengannya aku bisa kok bikin kue serupa. Sejak itu Mama mulai berbagi resep denganku. Bahkan tidak jarang Mama tertegun memakan kue buatanku yang tak pernah mama makan sebelumnya. Kemudian Mama bertanya resepnya padaku. Yeah, bagiku itu evolusi juga. 

Kue ini? Adalah bentuk rasa kangenku dengan Mama. Mama selalu membuat ini ketika bulan puasa. Dan, sudah berapa kali puasa aku tak kesana? Semoga saja bulan ini aku bisa merasakan seminggu puasa disana. Kangen sekali rasanya buka puasa dengan masakan Mama. 

Kebetulan pula hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami. Sepertinya sudah jenis kebiasaan aku selalu membuat kue yang ‘berlapis’ saat moment anniversary. Bagiku tiap lapisan itu mewakili perjalanan hidup rumah tangga kami. Saat Ulang tahun pernikahan ke-4 aku membuat Rainbow Cake. Kue yang merupakan pengingatku bahwa hidup yang kujalani sekarang adalah hidup penuh warna-warni_mencoba menyenangi segala jenis passion dirumah. 

Dan Kue Sasirangan ini? Adalah kue yang dibuat dengan penuh ketekunan dan konsisten. Membuat kue ini perlu kesabaran, ketekunan, dan tanggung jawab. Salah sedikit saja pada bagian pelapisannya maka akan berakibat tak membentuk lapisan lagi. 

Maknanya dalam hidupku dan ulang tahun pernikahan? Ya, Aku ingin mulai sekarang aku konsisten dan sabar dengan segala upaya yang aku lakukan. Tak boleh menyerah hingga tiap lapisan selesai. Harus sabar menunggu proses tiap lapis kue itu sendiri. Jangan langsung terburu-buru memotongnya. Segalanya butuh pendinginan. Membuat Kue_bagiku adalah sebuah pembelajaran. 

Oke… Aku cerewet yak nyurcol mulu.. Hahaha.. Maklum, Ibu harus mengeluarkan minimal 20000 kata perhari. Berhubung saya bukan Ibu Sosialita, bukan Ibu hoby ngerumpi dan bukan penyiar berita tentunya. Maka menulis panjang sudah menjadi terapi kewarasan buat aku. *Harap dimaklumi.. 😂

Sasirangan Pandan

Bahan:

5 butir Telur

2 gelas belimbing santan (dari 1/2 buah kelapa) 

1 gelas belimbing gula pasir

1 bungkus tepung hunkwe

3 lembar daun pandan

1/2 kaleng SKM

1 sdt Pasta Pandan

1 kotak vanili

1/2 sdt garam

Cara Membuat:

Rebus santan dan garam hingga mendidih sambil diaduk. Dinginkan

Potong dan blender daun pandan. Jika kesulitan anda bisa menambahkan santan tadi saat diblender. Kemudian saring. 

Kocok telur, vanili dan gula secara manual (dengan whisk) hingga gula larut masukkan tepung hunkwe aduk perlahan. Masukkan santan sedikit demi sedikit aduk hingga tepung tak menggumpal. Masukkan SKM dan pasta pandan, jika kurang hijau anda bisa menambahkan pewarna hijau. Kebetulan kueku agak pucat, jadi bisa ditambahkan pewarna ya supaya kelihatan hijau fresh. 

Panaskan panci kukusan. Olesi loyang dengan minyak lalu dilapis dengan kertas roti. Untuk kue ini aku memakai loyang bulat dengan diameter 25 cm. 

Kukus adonan kue sebanyak 1 sendok sayur selama 3 menit. Kemudian aduk adonan supaya tepung hunkwe tidak mengendap dibawah, tuang lagi satu sendok sayur hingga matang selama 3 menit. Lakukan hal ini berulang-ulang. Membuat kue ini butuh kesabaran ekstra. Tahap dilapisan terakhir biarkan kue dikukus selama 15-20 menit untuk memantapkan proses pematangan. 

Setelah selesai diamkan hingga sedikit dingin. Lalu masukkan kedalam kulkas. Kue ini memiliki tekstur sangat lemah sehingga membutuhkan proses pendinginan untuk dapat dipotong. 

Dan tadaaa… Kue sudah dapat dipotong. U can see ya garis-garis tipis super lembutnya. Ini bikinnya luar biasa ekstra sabar loh.. 😅

Okee…. Selamat mencoba yaa.. Kasih tau jika anda berhasil Recook resep ini.. 😊

Komentar disini yuk
3 Shares

Komentari dong sista

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IBX598B146B8E64A