Ketika Introvert Menikahi Introvert (Pula) 

Ketika Introvert Menikahi Introvert (Pula) 

Apa yang terjadi jika introvert bertemu introvert win? Apakah benar itu hubungan yang ideal? 

Begitu kiranya pertanyaan yang akan muncul ketika mereka membaca kesimpulan tulisan saya disini

Ya, aku hanya bisa tertawa cengengesan. Sambil berpikir “Memang kami sedemikian aneh?” 

Sebagian tetangga didekat rumahku mungkin sudah hapal betul dengan rutinitas ‘rumah hening’ disebelah rumahnya. Aku tau mereka pernah berkata dibelakangku, “Kok bisa mama Farisha itu jarang sekali keluar rumah?” 

Itu hanya soal aku. Belum lagi suamiku. 

Seharian waktu siangnya dihabiskan untuk 3 hal: Komputer, Game, dan Mengajar. Malamnya? Percayalah Buku dan Aku itu adalah saingan. 

Itulah sekilas gambaran kehidupan pasangan introvert.

Tidak seru?

Tidak menantang?

Tidak Asik?

Tidak Romantis? 

Setidaknya begitulah ‘kelihatannya’ 😂

Mari kita ulas beberapa hoax tentang dunia pasangan introvert yang terjadi di ‘shezahome’ 

1. Pasangan yang tidak romantis

Sejak menikah suamiku bertanya padaku Ingin dipanggil apa nanti? 

Aku? Sebagai wanita berperasaan sensitif tentu ingin di panggil dengan sebutan yang menyenangkan.. Entah itu ‘Sayang atau Ading (sebutan adik bagi orang banjar). Tapi kenyataannya? 

Dia memanggilku dengan sebutan “winda” diluar. Bukan pula “Mama Pica”. Sungguh tidak ada sisi romantis maupun penghormatan pada sisi keibuan. 😂

Tapi itulah kenyataannya. Orang Introvert tidak suka mengakui ‘merasa cinta’ dihadapan banyak orang. Mereka tidak suka mengumbar rasa romantis. Sebagian bersikap biasa saja, sebagian lain menunjukkan sikap berlawanan untuk terlihat_entahlah.. 

Bukan hanya tentang nama panggilan. Kami bahkan sangat jarang terlihat bergandengan tangan diluar. Bahkan dikendaraan saja kami tidak berpelukan. Bagi kami? Itu konyol.. Hahaha.. 

Apa dirumah begitu? Ahh.. Tentu saja tidak.. Hahaha.. 

2. Kebersamaan yang aneh

Jadi? Apa yang terjadi ketika hari libur tiba? 

Rekreasi kepantai? Jalan-jalan di mall? 

Tidak😂

Dulu jujur saja saya sempat stress karena passion saya tidak tersalur. Saat itu saya terobsesi untuk bekerja ataupun kuliah. Namun, keadaan tidak memungkinkan. Akhirnya saya sempat merengek ingin jalan-jalan diluar sesering mungkin. 

Dua kali seminggu.. Sekali seminggu.. 2 minggu sekali.. Sebulan sekali.. 

Apa yang saya dapatkan dari jalan-jalan? Tidak ada. Hanya senyum-senyum memandang foto jalan-jalan dikala stress melanda. Akhirnya lambat laun saya sadar saya perlu hoby ‘yang benar’. 

Dan buku adalah jawabannya. 

Dia selalu menyuruhku membaca buku dan aku menolaknya karena kupikir duniaku sudah terlalu kotak untuk menjadi lebih kotak. 

Aku akhirnya mengakui bahwa aku adalah pribadi yang Introvert sejak lahir. Karena itulah aku tidak pernah cocok bergaul dengan para ekstrovert. Tuhan sudah mempertemukanku dengan jodoh yang benar. Dan waktu bersama bagi kami? 

Adalah membaca buku bersama. 

Jika kamu pikir keadaannya seromantis gambar diatas kamu salah. 😂

Kenapa? Karena genre buku kami tidak sama.. 😅

Kami punya dunia yang berbeda dalam memahami kesenangan membaca. Suamiku tidak punya daya imajinasi sepertiku. Buku yang dia baca kebanyakan adalah tentang sufisme, programing hingga berbagai jurnal. Jika bosan? Dia bermain game. 

Aku bukanlah sosok pembelajar yang tekun sepertinya. Dan satu lagi, aku sudah pensiun bermain game online. Buku yang aku baca kebanyakan fiksi. Namun aku sudah membuang jauh-jauh imajinasiku yang tidak realistis dulu. Sejak menjadi Ibu lambat laun buku yang aku baca berubah-ubah sesuai rasa ingin tahu yang ingin aku cari. Cukuplah imajinasiku dahulu tersalurkan melalui mendongeng. Hihi

Jadi, bukumu bukan bukuku.. 

We have our own world.. 

3. Arti ‘Anniversary’ Bagi Kami

Keluarga kami sudah berjalan selama 5 tahun. Dan banyak ‘hari spesial’ didalamnya yang kami lewati. 

Apa kami antusias menyambutnya? 

Hanya aku yang antusias. Setiap kali moment Anniversary dan ulang tahun aku selalu membuat kue yang bermakna. Menyambut kedatangan suami dengan nyanyian dan lilin yang menyala. Dan kau tau bagaimana responnya ketika aku bilang “Tiup dan yuk kita foto” 

Dia hanya tertawa dan bilang konyol. 

Awalnya itu menyakitkan, aku bahkan pernah menangis karena ketidakpekaannya. Maksudku, bukankah aku membuat kue itu dengan penuh kasih sayang? 

Para Introvert punya ciri khas masing-masing dalam memberikan ‘kejutan’. Suamiku tidak suka dengan hal yang dia rasa ‘kekanakan’. Dan aku? Tidak suka dengan hal yang tidak ada unsur romantis. 

Kami sempat berdebat tentang perlunya sebuah perayaan pada hari spesial. Perlunya kado dan berbagai hal lainnya. Kenyataannya walau dia begitu menolak arti perayaan tapi dia selalu punya kado spesial dihari ulang tahunku.. 😊

4. Komunikasi bagi kami

Apa yang anda bayangkan ketika melihat gambar diatas? Konyol? Hahaha.. 

Tidak, itu tidak terjadi pada keluarga kami. Tapi sometimes its really happen, When? 

Ketika kami bertengkar.. 😂

Tentu saja keluarga normal perlu bertengkar sesekali. Dikeluarga kami itu sudah sering terjadi. Apa yang dilakukan jika kami bertengkar? Saya update status? Haha.. 😂

Kebanyakan aksi yang terjadi ketika kita bertengkar adalah saling diam. Berapa hari? Tergantung tingkat kesadaran dan kepekaan masing-masing. Saya sendiri merasa jauh lebih normal dibanding suami. Mengekspresikan kesedihan dengan menangis dan sesekali update status. Tapi suami? Diam dan selalu diam.. 

Kemudian dia yang meminta maaf.. 😂

Komunikasi bagi pasangan introvert itu unik. Kami punya 2 bahasa komunikasi. Yang pertama dengan bahasa rumit dan panjang. Yang kedua adalah telepathy. 😅

5. Pasangan yang suka Sok Sibuk padahal ‘Pemalas’ 

Entahlah sudah berapa undangan yang kami decline dengan alasan konyol. Sibuk yang konyol. 

Sebenarnya kadar Introvert dariku hanya 60% dan aku yakin kadar introvert suamiku hampir 90%. Karena itu dalam hal ini kami tidak cocok. 

Ketika menerima undangan silaturahmi entah apapun itu aku sangat excited. Aku senang ketika berkumpul dengan orang sejenis denganku. Tapi suamiku? Tidak suka. 😑

Bahkan untuk pergi ke acara pernikahan teman saja dia selalu memiliki seribu alasan untuk menolak. Bagiku, kebanyakan alasannya konyol. Sebenarnya bukan hanya ajakanku saja. Hampir semua ajakan temannya pun begitu. Haha.. 

So.. Jika para ekstrovert sibuk berbisnis, bersilaturahmi dan bereksplorasi diluar. Kami para introvert kebanyakan melakukan kesibukan sendiri diruangan kotak. Sudah sering kami dibilang pemalas karena pekarangan rumah yang terbilang berantakan. Tapi kami tak menyebut dan tak merasa bahwa diri kami pemalas. 

6. Pasangan Pelit atau Hemat? 

Apa yang terjadi ketika dua pendalam ilmu ekonomi bertemu? Terjadilah Double SE (Sarjana Engken Kuadrat). Begitu kiranya orang-orang melihat kami. 

Secara kehidupan ekonomi kami sekarang memang kelihatan ‘sejahtera’. Punya Rumah, Kendaraan, dan berbagai peralatan didalamnya. Tapi apakah kami tergolong keluarga kaya? 

Tidak. 

Aku memang mantan orang berada. Tapi suamiku adalah orang yang jatuh bangun dalam kehidupan ekonomi keluarganya. Namun, aku tak pernah dimanjakan dalam hal uang. Jadi untuk berhemat bukanlah hal sulit bagiku. 

Awal pernikahan kami hingga hampir 2 tahun berjalan aku hanya diberi nafkah 300ribu sebulan. Saat itu, aku tinggal hampir setahun dirumah mama dan hampir setahun dirumah mertua. 

Bisa apa 300rb dengan kondisi hamil hingga kemudian melahirkan lalu punya anak? Bisa saja. 50ribu untuk kuota, sisanya untuk keperluan sehari-hari (dengan catatan masih tinggal dan makan ‘menumpang’). Bagaimana dengan pampers? Aku memakai popok kain untuk anakku. 

Bukannya suamimu PNS? Ya, tapi kami punya banyak rencana didepan. Kami perlu menabung dan tidak menyusahkan orang tua. Akhirnya berkat bakat pelit yang menurut kami adalah hemat itu kami bisa memiliki rumah dan merenovasinya. Bagi kami, rumah adalah investasi. 

Keajaiban diatas tidak akan terjadi jika kami ‘tidak sama’. Dalam hal ini saya tidak menyalahkan beberapa pasangan yang memiliki passion yang tidak serupa dengan kami. Pasangan ekstrovert contohnya dalam awal masa pernikahan memutuskan untuk berdagang agar mencukupi ekonominya sehingga bisa memiliki rumah. 

Oke, itulah sekilas tentang bagaimana kehidupan rumah tangga kami, para Introvert. Anda memiliki calon ‘pasangan’ yang introvert pula? Kira-kira beginilah gambaran kehidupan Rumah Tangga yang akan terjadi. Hihihi… 

Tertarik menjalin hubungan dengan introvert? Baiklah, saya ingin anda memiliki gambaran bagaimana sebenarnya cara introvert melakukan ‘pedekate’ 😂

Awalnya, aku sendirian. Introvert yang sendirian dan tak menyukai hal yang terlalu ramai dan aku hanya butuh 2-3 teman yang mengerti diriku. 

Namun, teman tak selamanya disampingku. Dia berkata bahwa “teman hanyalah lembaran demi lembaran cerita penghias hidup kita, berteman menyenangkan namun sangat jarang yang benar-benar menimbulkan ‘ikatan’. Ikatan yang akan selalu ada di ‘dunia’ hanyalah keluarga” 

Dan carilah teman yang mengerti tentangmu, memperbaiki kekuranganmu dengan benar. Jadikanlah dia pendamping hidup selamanya. 

Sumber Gambar

Komentar disini yuk
25 Shares

2 thoughts on “Ketika Introvert Menikahi Introvert (Pula) 

  1. Bismillah
    Salam kenal mba.. Aku jg introvert. Blog nya bagus. Tulisannya menarik. Alhamdulillah akhirnya dapat tempat main baru niih..
    Subscribe ah.

Komentari dong sista

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IBX598B146B8E64A