Resep Gangan Asam Klasik Khas Banjar

Resep Gangan Asam Klasik Khas Banjar

Dengan bangga hati aku mengabarkan bahwa hari ini moodku sedang stabil. 😂

Pasca beberapa hari pak su disuguhi dengan hidangan seadanya aku kemudian berpikir. “Apa gunanya kamu hidup win?” 

Ya buat apa? Buat Keluarga dong.. Gini-gini aku ini ikut andil dalam perdamaian dan perubahan dunia. Sebuah misi besar sedang menantiku. Yaitu membangun sebuah peradaban.. 😅

Lagaknya kek wonderwoman aja deh.. 😂

Ya eya. Habisnya aku Bete kalo status perempuan makin sini makin di sepelekan. Yang parahnya makin diperburuk dengan penyalahartian kata ini “konon dimasa depan akan lebih banyak anak perempuan lahir dibanding lelaki, itu tanda-tanda kiamat” 

Serasa jadi perempuan dan punya anak perempuan itu agak kecelakaan yak. Lucu banget.. 😅

Padahal Nabi Muhammad aja anaknya perempuan berturut-turut. Kok ya ga mikir positif aja tuh yang diberi anak perempuan mulu. 

Berarti kan sebagai Ibu kita dipercaya untuk menyebarkan nilai kebaikan lebih luas. Karena membesarkan anak perempuan itu artinya membangun peradaban berakhlak mulia. Makanya, jadi perempuan tuh musti sehat fisik n batin. Trus ilmu diupdate mulu supaya anaknya pinter. Bukan cuma mikir duit.. duitt.. Mau jadi apa si anak euy?

Ah.. Sudahlah.. 

Mau nulis resep kok openingnya ga ada nyambung-nyambungnya. Maklum, sudah ciri khas saya.. Maksudnya amatiran.. 😂

Buat kamu yang kebetulan merantau kedaerah Banjarmasin dan mau beli sayur biasakan menyebut sayur berkuah dengan sebutan ‘Gangan’. Jangan ditanya kenapa soalnya sudah dari sononya begitu. Tujuannya apa? Ya supaya keliatan familiar aja dimata penjual. Hihi.. Mereka sering bilang berbagai sayur itu dengan sebutan Gangan Bening, Gangan Keladi, Gangan Asam, Gangan Umbut, Gangan Gadang dan sebagainya. 

Seperti yang aku bikin ini. Kalau versi jawanya sih tinggal namain aja ‘Sayur Asem’. Berhubung ini dibanjar namanya jadi Gangan Asam. Beda ga komposisinya? Beda euy..  ga sama.. 😂

Kalau dibanjar itu biasanya sayur ini khasnya dengan menambahkan kaldu Ikan Sungai. Kaldu kotak? Bukan! Kaldu Ikan Sungai langsung. Mirip-mirip sama Gangan Keladi. Ini sudah jadi ciri khas Gangan khas banjar. 

Kenapa harus ikan sungai? Karena ikan sungai itu kaldunya manis apalagi kalo baru dibantai.. 😂
Jenis ikan sungai yang layak dimasukkan sebagai pemanis gangan ini adalah ikan haruan, ikan pepuyu, ikan kapar, hingga patin. Kebanyakan orang banjar suka menambahkan ikan patin. Tapi buat keluarga aku pribadi ga terlalu suka ikan patin ditambahin ke jenis gangan ini. Karena ikan patin yang dijual itu jenis tambak. Kurang sreg rasa manisnya. 

Kali ini ikan yang aku pakai buat kaldu adalah jenis ikan kapar. Ikan ini mirip-mirip sama pepuyu. Hanya saja bentuknya lebih melebar bulat dan tidak terlalu berduri. Jenis ikan ini adalah ikan asli sungai sehingga rasa manisnya pas untuk dibuat Gangan Asam. 

Ingin tau resepnya.. Yuk intip..! 

Gangan Asam Klasik Khas Banjarmasin 

(untuk 3 porsi) 

Bahan 

1 ekor Ikan kapar (atau jenis ikan sungai lain) 

3 buah Kacang panjang

1/2 biji Timun

3 lembar kol

1 lombok merah

1/2 biji tomat

1 batang serai *memarkan

Garam dan gula secukupnya

Air secukupnya

Bumbu Halus: 

4 siung bawang merah

1 siung bawang putih

1,5 butir kemiri

1 cm kunyit

1 sdt asam jawa

1/2 sdt terasi

Cara Membuat:

Haluskan bumbu yang dihaluskan dan memarkan serai, kemudian bubuhkan bumbu pada ikan. 

Tumis bumbu dan ikan dengan sedikit minyak. Tambahkan kacang panjang, biarkan sebentar kemudian tambahkan air, garam dan gula. 

Masukkan timun hingga air mendidih. Aduk dan cicipi rasa. Terakhir, masukkan kol, tomat, dan lombok merah. 

Matikan api. Sayur Asam Klasik khas Banjar siap disajikan..😊

Happy Cooking.. 

Komentari dong sista

2 thoughts on “Resep Gangan Asam Klasik Khas Banjar

Komentari dong sista

IBX598B146B8E64A