Mencukupi Kebutuhan Nutrisi Bayi GTM

Mencukupi Kebutuhan Nutrisi Bayi GTM

“Bu.. Anak Ibu sudah 3 bulan berturut-turut tidak mengalami kenaikan berat badan. Kalau boleh tau.. Makannya bagaimana?”

Deg.. Wajahku langsung merah padam. Bingung harus berkata apa. 

Ya.. Sudah sekitar 1 bulan ini Humaira sulit sekali makan. Fase ini pernah aku ceritakan di blog postnya sebelumnya. Fase mengerikan yang bernama GTM atau Gerakan Tutup Mulut. 

Sesungguhnya, aku sudah sangat bisa berdamai dengan GTM. Akan tetapi, perkataan bidan di posyandu ini terus terngiang-ngiang di kepalaku. Apalah artinya aku yang kesana kemari menenangkan diri berdamai dengan GTM, kalau ternyata faktanya berbicara bahwa anakku tidak mengalami kenaikan berat badan selama tiga bulan. Wow, I’m Stuck. 

Disitulah saran demi saran terdengar di telingaku. Dari bidan yang merekomendasikan susu A sampai G. Dari Ibu Mertua yang kadang suka membandingkan Humaira dan sepupunya. Dan teman sosialita yang bercerita bahwa anaknya yang lahap makan karena diberikan tambahan cita rasa. Disitulah aku merasa.. Hmmm… Can I try? 

Its Okay, Motherhood just about Baby and Me

Aku selalu percaya bahwa sangat tidak penting mendengarkan apa perkataan ‘mereka’ tentangku. Tentang bagaimana pola asuh yang aku miliki, ideologiku dsb. Tentang perkataan mereka yang kadang menyudutkanku bahwa merekalah yang paling benar. Aku hanya percaya bahwa parenting yang benar adalah dengan menikmati proses cinta antara aku dan anakku. 

Setiap Ibu itu spesial. Begitu pula anakku dengan kekurangan berat badannya. Nyatanya, Humaira adalah anak yang aktif dan periang. Segala perkembangannya selalu mengagumkan. Bahkan ia sudah bisa berdiri sendiri disaat bayi lain yang seumuran dengannya bahkan masih terbata-bata untuk merangkak. I know it.. Humaira is special. 

Tapi, keangkuhanku luntur seketika begitu melihatnya sakit dan GTM sangat parah. Aku mengusahakan segalanya agar ada sesuap makanan pendamping yang dapat dimakannya. Dari homemade sampai instan. Mencoba berbagai cara yang aku cari-cari di google. Berkonsultasi dengan pakar kesehatan yang membuatku semakin galau. Sampai akhirnya, aku mencoba cara baru untuk mengakhiri GTM ini. 

Ya, Aku Berkenalan dengan Susu Organik

Apa itu Susu Organik?

Menurut Peraturan Menteri Pertanian No. 64 tahun 2013, organik adalah istilah pelabelan yang menyatakan bahwa suatu produk telah diproduksi sesuai dengan standar produksi organik dan disertifikasi oleh lembaga sertifikasi resmi. Contoh sertifikat resmi yaitu Sertifikat Organik Indonesia, atau sertifikasi tertinggi di dunia, yaitu Sertifikat Organik Eropa.

Nah, ternyata untuk memperoleh sertifikasi organik ini tidak mudah loh. Merk susu organik harus memenuhi Persyaratan Pangan Olahan Organik, yaitu dari segi kandungannya yang harus mengandung pangan organik paling sedikit 95% dari total berat atau volume (tidak termasuk air dan garam), kandungan pangan non organik di dalamnya bukan merupakan pangan yang sejenis dengan pangan organik yang digunakan, dan tidak mengandung bahan-bahan tambahan yang tidak diizinkan. Duh, sedetail itu loh pemirsa. 

Hmm.. Sejauh ini rasanya belum ada sih aku mendengar ada susu organik di indonesia. Memang kadang ada sih simpang siur melihat di market place. Tapi belum memenuhi persyaratan pangan olahan organik dan belum memiliki sertifikat resmi dari sertifikat organik indonesia maupun sertifikat organik eropa.

Merk Susu Organik Pertama di Indonesia

Nah, ternyata sekarang di indonesia sudah hadir merk susu organik. Namanya adalah Baby & Me Organic. Susu organik pertama di Indonesia yang tak hanya memperoleh Sertifikat Organik Indonesia, namun juga Sertifikat Organik Eropa. Baby & Me Organic dihasilkan dari peternakan susu organik terbesar di dunia, yaitu Arla dari Denmark.

FYI, Arla Foods amba adalah salah satu perusahaan produk susu terdepan di Eropa. Memulai perjalanannya sejak 130 tahun yang lalu, kini Arla Foods amba telah memasarkan berbagai jenis produk dairy di mancanegara. Arla Foods amba menerapkan sistem mutu ARLAGAARDEN yang memastikan bahwa susu yang dihasilkan peternak Arla tidak hanya memiliki kualitas yang baik, namun juga dihasilkan melalui proses yang ramah lingkungan.

Peternakan susu organik ini tentu berbeda dengan susu biasa. Sapi organik diberi makan rumput organik dan biji-bijian organik, serta dipelihara bebas di padang rumput organik di bawah kehangatan sinar matahari Eropa selama musim panas. Sudah bisa diimajinasikan belum mak? Jangan gagal fokus ya.. Membayangkan diri sendiri yang berjemur saking jarang pikniknya.. Hahahaha..

Bisa dibayangkan kan peternakan Baby & Me Organic yang selangkah lebih dekat dengan alam? Oya, Baby & Me Organic tak hanya mengandung segala manfaat baik dari susu organik loh, tapi namun juga mengandung:

  • Omega 3 & 6 Organik dan DHA untuk bantu optimalkan perkembangan kognitif Si Kecil.
  • Tinggi protein organik (Whey dan Casein dengan rasio seimbang), dan kalsium serta vitamin D untuk membantu mengoptimalkan pertumbuhan fisik Si Kecil.
  • FOS & GOS Organik dengan rasio seimbang, dan sumber serat pangan yang membantu meningkatkan fungsi pencernaan dan perkembangan bakteri baik, serta menjaga daya tahan tubuh Si Kecil.
  • Kandungan 15 vitamin dan 12 mineral yang penting untuk tumbuh kembang Si Kecil, juga tinggi zat besi, zink, dan vitamin A dan C yang tinggi untuk imunitas yang baik.

Review Susu Baby and Me Organik

Aku sudah mencoba susu organik dari
Baby & Me Organic loh, yaitu formula lanjutan untuk usia 6-12 bulan. Ya, Susu organik ini ada beberapa varian loh. Untuk yang 1 tahun keatas juga ada. Jadi, jika ingin mencoba bisa disesuaikan dengan usia anak ya. Dan juga akan lebih baik jika berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan saran berdasarkan kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi. 

Untuk anakku sendiri yang sudah berumur 8 bulan ke atas aku menggunakan 7 sendok takar (1 takar=4,6 gr) dalam 210 ml air dengan suhu 70 derajat Celcius.

Saat aku mencoba rasanya sekilas seperti susu UHT. Tentu saja enak. Dan susu ini tanpa tambahan gula loh. Syukurlah, Humaira sudah sering aku tinggalkan keluar rumah beraktivitas jadi dia sudah familiar dengan dot. Susu Arla ini terlihat nyaman dan aman untuknya karena susu ini tanpa zat tambahan apapun, sudah memiliki sertifikasi dan halal. Ini yang terpenting. 

Biasanya.. Aku meminumkan susu organik di dot saat mendampingi Humaira makan. Hal ini karena jika Humaira sudah menyusu padaku, ia jadi tidak mau makan lagi. Jadi, aku harus sedikit melepaskan sesaat saat makan agar ia dapat fokus pada makanannya. Aku juga menggunakan susu organik ini untuk campuran makanan pendamping Humaira. Dan responnya ternyata membuatku speachless. Humaira suka! 

“Lihatlah dia yang membuka mulutnya lagi dan lagi.. 

Its okay mom.. Just about baby and me!”

Sebelum berkenalan dengan susu organik, aku hanya mencampurkan MPASI instannya dengan air biasa. Mungkin saja dia kurang suka ya.. Karena rasanya kurang gurih. Setelah dicampurkan memang rasanya agak berbeda. Jadi lebih gurih dan enak. Dan yang paling penting.. Susu organik ini tidak membuatnya addicted, ia masih menyusu padaku jika ingin tidur dan diluar jam makan. Ya.. Moment terpenting baby and me tetap terjaga dan tidak hilang. 

Mungkin ada beberapa orang tua yang tidak biasa menggunakan susu organik seperti ini. Saranku, sajikan susu hanya untuk sekali minum. Lebih baik untuk segera mengkonsumsi susu dalam keadaan hangat. Jangan lupa buang susu yang tidak diminum setelah 1 jam. Gunakan bubuk susu dalam waktu 3 minggu setelah kemasan dibuka. Jadi kalau tidak habis dalam waktu 3 minggu lebih baik tidak usah dikonsumsi lagi ya. 

Cara menyimpannya cukup simple. Tutup rapat kemasan Baby & Me Organic dan pastikan bubuk susu tidak terkena cairan atau uap air. Selanjutnya, simpan Baby & Me Organic di tempat yang bersih, sejuk, dan kering, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

Oya, pastikan menyiapkan susu dengan air yang bersih dan matang ya, serta menggunakan dot yang telah dicuci bersih dan disterilisasi agar anak terhindar dari gangguan pencernaan. Cara mensterilisasi dapat menggunakan alat khusus atau dengan cara direbus.

Cara merebusnya cukup simple. Peralatan bayi harus terendam seluruhnya dalam panci tertutup dengan air mendidih selama 5-10 menit. Nah, jika peralatan bayi tidak langsung digunakan maka simpan saja ditempat yang bersih dan tertutup.

Prinsipnya simple kok, air yang tidak matang, botol yang tidak steril dan penyajian yang tidak tepat dapat mengakibatkan bayi sakit. Dan juga, penyimpanan dan penggunaan yang tidak tepat dapat mengganggu kesehatan bayi.

Oya, jika anak mengalami mual, kembung, sakit perut, dan diare setelah mengkonsumsi susu organik.. Lebih baik untuk menghentikan penggunaaannya ya. Gejala ini menandakan anak Anda mungkin memiliki alergi susu atau menderita intoleransi laktosa. 

Jadi, udah yakin kan dengan kandungan alami dari susu organik ini? 

Kini aku tidak khawatir lagi tentang kurangnya nutrisi karena GTM. Semoga nutrisi Humaira selalu tercukupi. Dan yang paling penting.. Semoga Baby and Me selalu bahagia.



Komentari dong sista
5 Shares

Komentari dong sista

IBX598B146B8E64A