Bapukung, Cara Ampuh Menidurkan Bayi Dalam Sekejap Ala Emak Banjar

Bapukung, Cara Ampuh Menidurkan Bayi Dalam Sekejap Ala Emak Banjar

“Ya Allah Makk.. Itu anaknya diapain? Lepasin Mak, serem liatnya”

“Itu lehernya gakpapa?”

“Buruan lepasin, entar mati lagi bayinya..”

Yah.. Itulah komentar sebagian orang saat melihat ‘kelakuan’ emak suku banjar dalam menidurkan bayi.

Sekilas, penampakan cara menidurkan bayi ini terlihat kejam, tidak manusiawi eh.. Tidak bayiyi.. Apalagi kadang emak-emak banjar ini dengan santainya meninggalkan bayi mereka dalam kondisi seperti ini sambil melakukan pekerjaan rumah tangga. Sementara sang bayi terlihat tidur sambil tercekik.

Kenyataannya, sang bayi justru sedang tertidur nyenyak. Yah, bayi yang tadinya menangis tak henti-henti.. Langsung terlelap seketika ketika sudah ditidurkan dengan posisi duduk dan dililit kain diarea leher dan punggung oleh emaknya. Ingin tahu apa nama cara menidurkan bayi ini? Ya, mereka menyebutnya ‘Bapukung’

Apa itu Bapukung?

Bapukung adalah teknik menidurkan bayi dengan cara mendudukkan bayi dalam ayunan klasik (ayunan yang dibuat dari kain dan tali) kemudian melilit area punggung dan leher bayi dengan selendang agar bayi tetap dalam posisi duduk. Cara ini biasa dilakukan oleh suku dayak dan banjar agar bayi cepat tertidur lelap.

Para emak-emak suku banjar dan dayak meyakini bahwa dengan ‘memukung’ bayi maka bayi yang rewel dan tak kunjung berhenti menangis akan langsung terdiam dan tertidur lama. Karena posisi bayi dalam bepukung terasa mirip dengan posisi bayi saat dalam rahim.

Jadi, siapakah gerangan bayi yang dipukung pada foto diatas?

Ya, itu Humaira.. Anak keduaku.. Hihi

Jujur, saat memiliki anak kedua ini aku sangat terbantu dengan skill ‘bapukung’ ini. Skill ini aku pelajari dari ART-ku yang merupakan penduduk alalak (kampung klasik banjarmasin). Sebenarnya teknik bapukung ini sudah lama aku ketahui. Konon kata mama, pengasuhku dahulu juga ‘memukung’ aku saat masih kecil. Mertuaku juga termasuk golongan yang sangat lihai memukung bayi. Seluruh anaknya (yang berjumlah 8) selalu dipukung saat bayi.

Beliau berkata, “Amun Kada dipukung bayi nih.. Mamanya kada kawa begawian.. Handak diawak aja.. Lawan inya nyaman guring lawas.. Inya jua nyaman.. Mamanya jua nyaman kada pusang meharagu”

Yang artinya ‘Kalau bayi tidak dipukung, maka mamanya juga yang susah_enggak bisa mengerjakan apa-apa karena bayi mau digendong saja. Dengan bepukung maka bayi akan lebih lama tertidur, ini membuatnya nyaman. Dan lagi mamanya tidak stress dalam mengasuh bayi’

Bapukung, Cara Instan yang Terbukti Ampuh dalam Menidurkan Bayi

Jujur saja, awalnya aku juga merasa ngeri saat melihat anakku Farisha dipukung oleh neneknya saat kecil dulu. Tapi apa daya, Farisha kecil dulu sangat ketagihan digendong. Aku tidak bisa beraktivitas. Dan saat itu, suami memintaku membuat kue. Maka, aku dengan pasrah membiarkan Farisha kecil dipukung oleh neneknya.

Saat itu, Farisha menangis tiada hentinya. Lalu, neneknya mendudukkannya diayunan dan melilit area leher dan punggungnya. Dan mengayun ayunan itu secara perlahan. Tidak butuh waktu lama, Farisha yang awalnya amat sangat nyaring menangis tiba-tiba memejamkan matanya dan tertidur. Ya, hanya butuh waktu tak kurang dari lima menit.. Bayi secara instan langsung tertidur. Bahkan mungkin memasak mie instan lebih lama. Haha

Tapi tunggu dulu.. Ini benar-benar tertidur? Atau tercekik? Pikirku kala itu.. Dan saat mendengar farisha ngorok barulah aku yakin bahwa lehernya tidak apa-apa dan ia sedang tertidur lelap.Sejak itu, aku selalu membiarkan nenek Farisha memukung Farisha kecil saat aku ingin beraktivitas. Jujur, saat itu aku tak berani latihan untuk memukung bayi. Kurasa, hanya ‘tangan-tangan tertentu’ yang bisa lihai dengan skill memukung ini. Maka, aku mengurungkan niatku untuk belajar memukung dengan mertua. Selain itu, relationku dengan mertua sedikit awkward. Jadi, belajar dengan beliau itu… Ya, agak malu gitu.. Hihi..

Akhirnya Aku Terpaksa Belajar Skill Bapukung

Ya, terpaksa..Memiliki anak kedua yang lumayan sering mengalami kesulitan tidur dan selalu menangis membuatku mau tidak mau harus punya ‘jurus’ untuk TETAP WARAS. Karena keterbatasan budget untuk memiliki ART dalam jangka panjang maka aku memutuskan untuk belajar memukung dengan ART-ku. Ya, seperti yang aku ceritakan di pembuka tadi.

Terpaksa karena aku sadar jika bayi terus menangis maka pekerjaan rumah tanggaku tak akan selesai tanpa ART..

Terpaksa karena aku sadar bahwa memiliki riwayat babyblues dan PPD. Maka, aku harus waras dan tidak stress dengan tangisan bayi yang tak kunjung henti. Aku harus menghentikan tangisan itu agar bisa Waras.

Terpaksa karena aku hanya Ibu biasa yang kadang perlu mandi sedikit lama, bersosialisasi dengan sosial media, dan menulis agar ekspresiku terkeluarkan.

Ya, awalnya aku sangat terpaksa belajar memukung ini. Karena jujur saja, aku takut menyakiti bayiku kalau saja ada kesalahan dalam melilit selendangnya..Butuh waktu beberapa minggu untuk belajar memukung ini.

Sebenarnya, tekniknya simple sekali. Hanya saja aku terlalu takut dengan bagian melilitkan selendang kearea punggung dan lehernya. Karena kalau bagian ini tidak benar maka besar kemungkinan bayi akan tercekik.

Kalian penasaran bagaimana Cara Memukung versi Emak Banjar? Begini urutannya..

Bahan yang dibutuhkan:

1. Kain ayunan (tapih behalai) satu lembar

2. Tali untuk menggantung ayunan.

3. Selendang untuk mengikat punggung dan area leher bayi

Cara memukung:

Pertama, tempatkan bayi dalam ayunan seperti biasa.

Kedua, dudukkan bayi.. tahan bagian belakang badannya dengan lipatan paha kita..

Ketiga, atur posisi tangan bayi agar lurus bawah, tidak kebelakang maupun menghisap jempol.

Keempat, ambil selendang ikat bagian punggung, hingga tangan dan leher dengan sangat hari-hati. Tahapan ini sangat krusial. Harus benar-benar dijaga.

Kelima, ayun bayi.. Tidak butuh lama untuk membuatnya tertidur jika teknik memukung ini sudah benar.

Bagaimana? Terlalu berbelit-belit? Riweuh? Jangan khawatir, aku sudah punya videonya yang aku upload di Highlight Instagramku. Just Follow Instagram @aswinda utari dan lihat highlights dengan nama ‘menidurkan bayi’

Hal-hal yang Perlu Anda Perhatikan Sebelum Belajar Memukung Bayi

Hati-hati kalau Anda ingin belajar memukung bayi. Saranku, belajarlah secara langsung. Membaca dan melihat video cara bapukung yang telah aku sharing tidaklah cukup sebagai bekal belajar untuk teknik memukung ini. Anda harus BERGURU. Ini bukanlah seperti belajar memasak yang ada trial n error tapi coba lagi.. coba lagi.. Ini nyawa bayi taruhannya kalau teknik memukungnya gagal. Jadi, ingat JANGAN COBA2 BELAJAR MEMUKUNG BAYI SENDIRI DI RUMAH JIKA BELUM BERPENGALAMAN BERGURU PADA YANG BENAR. Oke?

Ya kan aku takut juga nanti gara-gara artikel ini maka Anda tertarik mencobanya sendiri di rumah. Jangan ya.. Kalau mau belajar jangan sendiri. Berguru pada yang Ahli atau mau kerumahku? Haha..Lalu, berguru kemana?Rata-rata emak-emak di banjar dan emak-emak dari suku dayak sudah sangat lihai dengan skill ini. Jadi, jika mau belajar.. Belajarlah pada mereka yang sudah berpengalaman.

Daaan.. Jikapun Anda sudah bisa saat belajar maka tetap harus hati-hati.Saranku, jangan meninggalkan bayi dalam kondisi bapukung ini jika baru belajar. Karena kadang kondisi selendang yang menutupi leher dan punggung bayi dari sang newbie ini bisa bergeser keatas dan menutupi hidung bayi. Jadi, tetap terus perhatikan bayi walaupun ia sudah tertidur dalam pukungan.

Kalau aku yang baru bisa belajar memukung ini maka aku lebih mencari jalan aman. Hanya memukung bayi ketika ia sudah lelap tertidur (sekitar 5-10 menit saja). Kemudian aku melepas lilitan pukungan itu dan mengayunnya lagi seperti biasa.

Hmm apakah dengan begitu bayi masih awet tertidur?

Ya, masih awet. Aku bahkan sulit sekali membangunkan Humaira untuk menyusui setiap 2 jam sekali. Bapukung dan baayun ini sungguh sangat ampuh dalam menidurkan bayi.

Terima Kasih Skill Bapukung, Aku Waras dengan Bayiku Meski Tanpa ART di rumah

Humaira sudah berumur 2,5 bulan. Sudah sekitar 15 hari aku di rumah tanpa ART. Pertanyaannya apakah aku masih waras?Ya, aku waras sekali. Bahagia.

Babyblues itu tak terulang lagi.

Aku malah memiliki semangat baru sejak tidak ada ART di rumahku. Semangat baru sebagai Istri dan Ibu dari 2 orang anakku. Semangat untuk memasak, semangat mencuci dan membersihkan rumah sambil mengayun dan menyusui bayi setiap dua jam sekali. Ada perasaan bangga tersendiri saat aku bisa melakukan semuanya dengan tangan ini. Ada perasaan senang sekali saat dapat menyambut suami dan anak pulang kerumah untuk makan siang dengan masakan yang kubuat.

Aku melakukan itu semua tanpa stress. Karena tidak ada tangisan bayi yang terlalu lama. Bayiku tertidur nyenyak. Hanya kubangunkan setiap 2 jam sekali untuk menyusu. Setiap selesai makan siang aku menghibur diri dengan bermain bersama bayi, suami, dan pica. Ya, saat itu bayi dalam kondisi bangun.

Skill memukung bayi ini seakan membuat bayiku ada tombol ON dan OF.. Haha.. Lebay ya?

Apakah Bapukung Ini Aman dalam Segi Kesehatan?

Ya, pasti kalian banyak yang menanyakan hal ini bukan?Jujur, akupun juga sering bertanya-tanya loh.

Bapukung ini.. Berbahayakah?

Aku pernah menanyakannya pada salah seorang dokter.Dan dokter tersebut menjawab,

“Sejauh ini belum pernah ada kasus bayi meninggal karena bapukung ya mba.. Hanya saja cara ini memang harus hati-hati. Tidak bisa sembarangan. Leher bayi ini kalau tidak sengaja terlalu maju akan tercekik. Dan kalau terlalu longgar ikatan selendangnya bisa naik keatas dan menutupi hidung bayi.. Secara posisi bapukung ini aman karena seumur Humaira toh sudah bisa didudukkan digendongan asal bukan newborn sekali.. Kasian..”

So, aku menarik kesimpulan. Bapukung ini aman tapi harus hati-hati, terutama bagi yang baru belajar. Lebih baik untuk terus mengawasi bayi saat masih dipukung. Kalaupun ingin meninggalkan bayi untuk beraktivitas di rumah lebih baik jika bayi dalam posisi diayun biasa.

Perlu diingat maksud diayun biasa disini hanyalah menggerakkan ayunan secara pelan, bukan dihentak-hentakkan keatas bawah seperti emak-emak zaman dulu ya. Kenapa?

Karena hentakan yang keras dan tiba-tiba saat mengayun bayi itu bisa mempengaruhi kepala bayi. Kalau terbiasa mengayun bayi seperti ini agar bayi tertidur maka hentikan kebiasaan itu ya.. Ini sangat berbahaya dan dapat berpengaruh buruk pada bayi. Sudah pernah mendengar istilah shaken baby syndrome? Ya itu adalah Kerusakan otak hingga kematian karena hentakan yang keras dan tiba-tiba tersebut.

So, punya bayi rewel dan tak kunjung berhenti menangis? Tertarik untuk belajar Skill Bapukung? Yuk, main ke Kalimantan. Kami punya banyak ahlinya.. 😉

Komentari dong sista
7 Shares

21 thoughts on “Bapukung, Cara Ampuh Menidurkan Bayi Dalam Sekejap Ala Emak Banjar

  1. Berati aku dulu baayun, heheh…sungguh meringankan emak-emak yang anaknya “bau tangan”
    Etapi ternyata, ga semua anak bisa di taruh ayunan loo…
    Anakku yang kedua, lebih mudah ditidurkan di kasur daripada di ayun.

  2. Wah iya, aku tuh pernah mikir kayak gitu. Nidurin bayi begitu, bayinya gakkan kenapa-kenapa? Hehehe… asal ada skill-nya, pasti aman ya, mbak. Kalo di tempatku biasa aja ditidurin kayak di ayunan 😀

  3. Lihat fotonya memang bikin ngilu ya.. kayak kecekik gitu lihatnya.. tapi nyatanya bayinya malah nyaman banget.

    Semangat momong anak 2 tanpa ART ya mak, saya juga pernah di fase Itu, alhamdulillah tanpa ART bikin mamak makin setting

  4. Wow, luar biasa, Mbak. Bisa belajar teknik bepukung ini dan menjalankannya. Saya salut juga bisa lepas dari PPD. Bahagia selalu yaa. 🙂

  5. Ibu-ibu jaman dulu emang caranya cenderung unik ya. Emang harus ada yang ahli tapi, salah-salah bisa jadi bahaya kan… Tapi efeknya emang anak pules banget ya

  6. Kalau yang belum tahu dan belum pernah mengurus bayi kayak saya, belum bisa coba sendiri nih untuk memakung bayi. Kalau orang tua kita memang memiliki cara ampuh untuk membuat bayi tenang gitu, ya? Salah satunya ini, ya meskipun ngeri-ngeri sedap juga kalau bukan orang tua yang sudah biasa melakukannya. Salah-salah kain selendang itu terlalu erat malah bisa.. aduh..

    Saya perlu belajar juga nih, biar nanti pas punya anak, biar nanti pas punya anak enggak bingung gimana cara menenangkan anak pas lagi nangis.

  7. Wah, aku liat fotonya agak ngeri ya Mba..tapi mungkin karena belum terbiasa saja. Di budaya sunda, biasanya hanya diayun-ayun dengan kain biasa, seperti kain kain timbangan posyandu gitu. Tapi sekarang memang sudah mulai punah sih pelan-pelan, digantikan dengan bouncer. Apalagi karena biasanya sela-sela pintu sekarang tinggi-tinggi, jadi ngga ada tempat buat mengaitkan timbangannya.

  8. Saya baru tahu loh mbk perihal teknik ini, saya pikir hal demikia hanya sekedar sensasi para emak2. hee
    ternyata menjadi sebuah cara dalam menidurkan anak yang ampuh. hihi

  9. Ini posisi tidurnya sama kayak kalau di gendongan model wraps ya. Model kangguru gitu, kaki ketekuk ala di rahim. Pantes aja yaa bayi bobo pules

    Baru tahu kalau di Banjar ini namanya Bapukung. Penasaran mau nyobain tp bagusnya kalo belajar langsung sama yg ahli ya

  10. lucu ya mba, dede tidurnya pulas gitu. kalau di kampung saya dulu ayunan biasa aja yg pakai kain dan posisi bayinya seperti tidur biasa ..tapi bapukung ini unik ya..baru buat saya

  11. mamaku juga jago banget memukung bayi ni. tapi kadang anakku kada mempan dipukung. bukannya tidur dia malah melek lawas banar. wkwkwk

  12. Aku gak bisa pakai teknik ini. Parnoan. Ahahaha. Kecuali ada mama atau mertua di rumah. Nuy dulu pernah sekali dua kali ditidurkan pakai teknik ini. 🙂

  13. Ponakan nisa bahari bapukung jua, pertama rada takutana meliat nya. Eh pas udah kelamaan kaya lucu kaitu meliat muha nya. Selain itu jua uja bapukung nih bisa membentuk leher bayi heheh. Bujuran lah yo itu hihihi

Komentari dong sista

IBX598B146B8E64A