Lidah Bayiku Putih, Ternyata itu Jamur

Lidah Bayiku Putih, Ternyata itu Jamur

“Anaknya kok nangis terus tiap nyusu, jangan-jangan susunya gak enak..”

“Iya, mamaknya gak makan sayur kali..”

… Well, tapi ASIku keluar deras kok. PD aku kencang kok. Dan, haruskah aku memberitahu kepada seluruh dunia kalau aku setiap hari makan sayur?

Yah, cerita ini adalah cerita 3 bulan yang lalu. Seharusnya sih, aku menulis cerita ini dulu sebelum menulis cerita tentang sulitnya memompa ASI. Tapi, biasalah ya karena kesibukan emak-emak tanpa ART dan punya newborn pada umumnya akhirnya cerita ini baru saja sempat kutulis. Aku berpikir, mungkin saja kan cerita ini berguna bagi kalian yang punya pengalaman sama sepertiku.

Anakku Tidak Mau Menyusu, Ternyata Lidahnya Bermasalah

Bukan. Bukan Tongue Tie.

Aku beberapa kali browsing untuk menanyakan masalah bayiku yang tidak mau menyusu. Awalnya, aku mencurigai Humaira ini Tongue Tie.

Ternyata tidak, bayi penderita tongue tie biasanya mengalami kesulitan menyusu dari awal kelahirannya. Ia lebih sering menggigit puting karena ia kesulitan menghisap dengan lidahnya. Tapi Humaira tidak begitu. Dia bisa menyusu dengan baik hingga satu bulan lebih. Dan masalah tidak mau menyusu ini baru-baru saja terjadi. Yah, pasti ada yang salah dengan mulutnya.

“Babuam kada lah ilatnya win?” (artinya: bebuam mungkin lidahnya win) tanya Mamaku yang hari itu datang kerumahku.

“Apa itu ‘babuam’ ma?”

“Lidahnya Putih..”

“Kalau putih kenapa ma?”

“Sakit itu. Lidahnya sakit kalau putih itu”

Aku lalu menengok lidah Humaira. Benar saja.. Lihatlah lidahnya..

Lidah Bayiku Putih, Kupikir Gara-Gara Makanan Panas

“Makanya kalo orang zaman dulu itu gak mau makan makanan panas kalau lagi menyusui. Nanti lidah anaknya sakit, putih-putih gara-gara ASI emaknya kepanasan..”

Aku pun hanya bisa ber ‘ooo’ biasa mendengar pernyataan para tetua. Dan yah.. Seperti biasa sebenarnya aku tidak terlalu percaya hal seperti itu. Untuk lebih jelasnya aku lebih memutuskan bertanya pada ahlinya. Dan aku memutuskan bertanya pada kakakku yang kebetulan seorang dokter.

“Itu infeksi jamur..” katanya.

“Jamur?” tanyaku mengulangi.

Yah, pertanyaan yang membingungkan. Karena aku begitu bingung bagaimana bisa jamur tumbuh di lidah bayi. Apakah lidah bayiku terlalu lembab begitu? Haha..

Dan aku pun kembali bertanya, “Apa jamurnya tumbuh karena aku makan makanan panas ya?”

Dan kakakku berkata, “Tidak ada hubungannya. Infeksi jamur ini gara-gara ASI yang mengendap dilidahnya. Karena itu sebaiknya lidah bayi sering dibersihkan dengan kasa steril..”

Dan akupun ber ‘ooo’ ria sambil browsing di internet

Lidah Bayi Putih, Infeksi Jamur, dan Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jadi, Jamur penyebab infeksi ini namanya Candidaalbicans. Bukan hanya bayi, orang yang sehat saja bisa loh punya jamur ini di dalam mulutnya, tapi biasanya sih tidak menyebabkan masalah. Nah, yang jadi masalah adalah ketika pertumbuhan jamur yang terlalu cepat pada akhirnya dapat menginfeksi selaput mulut.

Ternyata, Infeksi jamur ini paling umum menyerang bayi berusia kurang dari 6 bulan. Konon, bayi lebih berisiko terinfeksi jamur karena sistem imun mereka belum berkembang sempurna dan kemampuannya dalam melawan infeksi masih rendah. Apalagi nih para bayi yang terlahir prematur atau sebelum usia kehamilan 37 minggu. Rentan bangwt kena infeksi jamur ini.

Well, Humaira terkena infeksi jamur dilidah ini pada usia 2 bulan. Jika aku urutkan, penyebabnya antara lain karena:

1. Humaira masih sangat rentan terkena infeksi jamur pada usia dibawah 6 bulan. Ya kan, penjelasan diatas menyebutkab bahwa sistem imun bayi umur segini lemah.

2. Aku jarang sekali membersihkan sisa endapan susu dilidahnya memakai kasa steril. Karena ngapain juga dibersihkan kan? Nidurinnya aja susah banget. Masa pas bobo mulutnya mau dibuka dan dibersihkan. Haha.. *mencari pembenaran.

3. Aku mengonsumsi antibiotik saat menyembuhkan luka operasi cesar. Ibu yang mengonsumsi antibioktik saat menyusui maka sistem imun anaknya sedikit rendah

Kata dokter sih yaa.. Katanya loh.. Lidah bayi putih ini gak ada hubungannya sama emaknya suka makan makanan panas. Memang sih makanan bagusnya dikonsumsi ketika dingin ya. Karena kita sebenarnya gak diperbolehkan meniup makanan panas. Tapi, faktanya namanya emak-emak rempong kadang suka cepat lapar dan dimakanlah makanan yang baru masak tadi. Pembenarannya, yaa kapan lagi.. Mumpung bayi tidur kan? *suka pembenaran anaknya.. 😂

Lantas bagaimana cara mengatasi lidah bayi yang berjamur ini?

Pertama, rajin-rajin bersihkan lidah bayi memakai kasa steril. Its work loh. Tapi, peernya adalah itu susah banget loh maaak.

Ngebuka mulut bayi itu susahnya minta ampun. Apalagi meraih pangkal lidahnya. Belum lagii rentan bikin bayi muntah. Sumpah susah banget.

Lalu, apa solusi terbaik?

Ya kedokter mak.

Nah, aku dikasih obat Kandistatin oleh dokter.

Jangan asal beli ya. Harus dengan resep dokter. Okay.

Jadi, obat ini dioleskan dilidah bayi yang berjamur 3 kali sehari sebanyak 1 cc.

Sukses gak setiap kali mengobatinnya?

Namanya yang diobatin adalah bayi.. Maka ngobatinnya tidak semudah itu fergusoo…

Hampir setiap kali Humaira diobati, dia selalu muntah. Drama banget kan?

Akhirnya obatinnya sering diulang. Sambil berdoa mudahan enggak muntah lagi. Bayangin aja, saat sakit begini si Humaira itu susah sekali menyusu. Ditambah saat diobati dia muntah. Huft.. Makanya berat badannya sedikit sekali naiknya. Sedih banget lah. Hiks.

Tapi, biarpun mengobatinya penuh suka duka.. Alhamdulillah, dalam waktu 4-5 hari pengobatan jamurnya mulai hilang 85%. Humaira pun mulai menyusu dengan nyaman lagi.

Memang, ada yang berbeda dari proses menyusu humaira sejak ia terkena infeksi jamur di lidahnya. Biasanya, Humaira selalu ingin menyusu setiap melihatku. Sejak lidahnya berjamur itu.. Ia kehilangan keinginan untuk menyusu lagi. Ia hanya menangis tanpa memperdulikan payudaraku.

Yah.. Humaira kehilangan proses nomor 1 dan 2…😭

Akhirnya, aku harus selalu rajin mengASIhi. Walau Humaira sering menolak tapi jika Humaira ingin tidur atau sedang tidur ia pasti mau membuka mulutnya untuk menyusu. Yah, setidaknya.. Humaira masih bisa menyusu minimal 8x sehari. Setiap perjalanan mengASIhi itu memang berbeda-beda ya..

Tapi tetap semangat! Karena pasti selalu ada jalan!

Komentar disini yuk
6 Shares

Komentari dong sista

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IBX598B146B8E64A