Mengobati Hati Sensitif Plus Gampang Baperan Ala Emak-Emak

Mengobati Hati Sensitif Plus Gampang Baperan Ala Emak-Emak

Ah, entah kenapa akhir-akhir ini aku merasakan hal itu lagi. Ketika telingaku kadang-kadang mendengarkan hal yang tidak aku inginkan. Ketika mataku kadang-kadang membaca hal yang menyinggung perasaan. Lalu aku merasa tersudut sendiri. Merasa bukanlah seorang Ibu yang baik. Merasa bukanlah pribadi yang baik. Dan sangat tidak pantas untuk berdampingan hidup dengan suamiku, anakku bahkan lingkungan sosialku.

I feel so deppresed..

Lalu, ketika efek ‘stun‘ ini berlangsung cukup lama.. Aku melihat pencapaian orang-orang disekitarku. Aku melihat sosial media tiada habisnya. You know what happened?

Hanya bisa berkata dalam hati, “Oh Tuhan.. Inikah namanya iri hati?”

Tidak mau berlarut terlalu lama.. Akhirnya aku mencoba meyakinkan diri sendiri. “Oke win.. Kamu sedang dalam tahap tidak waras..”

Dan hal yang harus dilakukan sekarang adalah.. Mencari tahu kenapa ini terjadi kemudian mengobatinya.

Penyebab Hati Gampang Baper

1. PMS

Ya.. Ini mungkin salah satunya. Sudah 5 bulan aku berhenti mengkonsumsi pil KB diane yang merupakan pil KB andalanku. Hal ini aku lakukan karena pil itu sekarang harganya mahal sekali. Sungguh jiwa ngirit ku meronta-ronta. Heu.. *kok malah curcol.

Efeknya apa? Efeknya ada siklus yang hilang dalam tubuhku. Yaaa.. Yang seharusnya cewek itu menstruasi paling enggak sebulan  sekali.. Malah jadi enggak menstruasi. Tamu bulanan itu lenyap seketika.

Bukan, bukan hamil. Hahaha.

Memang konon katanya.. Kalau sedang menyusui itu.. Siklus menstruasi bisa terganggu. Dan yaa.. Sudah 5 bulan loh aku tidak menstruasi. Jadi aku merasa kalau tubuhku ini agak kurang sehat dan perlu mengembalikan siklus haid seperti dulu lagi.

Bukan hanya merasa kurang sehat secara jasmani, ternyata efeknya juga ke rohani. Ya, siklus PMS yang harusnya terjadi rutin sebulan sekali itu malah selalu tertunda. Jadinya, efek PMS pun menumpuk. Just feel like its a mood swing.. Ya.. Seperti mood swing yang aku rasakan saat hamil. Ini terjadi lagi sekarang.. Saat siklus PMS tertunda. Hiks

2. Tanki Cinta Sekarat

Permasalahan kedua adalah tangki cinta.

Tangki cinta dalam kehidupan dapat diperoleh dari 4 time yang berharga, yaitu Me time, couple time, family time dan social time.

Syukurlah untuk family time dan couple time aku sudah mendapatkannya. Yaa.. Walau memang sih pertengkaran sering terjadi. Tapi itu hal yang wajar lah ya.. Namanya juga berumah tangga. Hihi..

Tapi untuk me time dan social time.. Aku mulai mencapai tingkat krisis. Mood swing yang tidak bisa mengeluarkan hoby menulisku.. Social time yang tidak terlalu bisa aku lakukan semenjak ada bayi. Ada 2  buah tangki kosong yang menuntut sebuah keseimbangan. Dan aku harus bisa mengisinya.

3. Kelelahan
Ah.. Gak tau deh. Entah kenapa sejak Humaira bisa merangkak dan merambat.. Aku lumayan kewalahan sama tingkah lakunya. Rumahku berantakan.. Genks! Hahahha

Sementara, aku punya innerchild yang membiasakan diri ‘harus’ memiliki standar rapi seperti Ibuku. Dan kalau melihat rumah berantakan.. Aku stress. Inspirasi pun gak bisa nyantol setiap kali melihat berantakan.

4. Terlalu membandingkan kehidupan dengan orang lain yang diatas

Inilah yang membuatku ‘stun’ bersosial media. Aku merasa seperti timbunan debu diatas langit yang indah. Sama sekali tidak pantas mengeluarkan ekspresi dibanding dengan teman-temanku. Tidak ada pencapaian seru, pun tidak ada hal menantang yang harus dilakukan. Dan yaah.. Kayaknya aku perlu piknik.. Hihi

Padahal bukan sosial media yang salah loh. Sosial media memang diciptakan untuk menuangkan ekspresi baik dan pencapaian. Hanya saja, kalau hati kita sedang tidak baik maka efeknya juga tidak baik. Bukan hanya bersosial media, bertemu dengan teman-teman yang status sosialnya diatas kita pun pasti akan menimbulkan perasaan rendah diri hingga iri hati.

Cara Mengobati Hati Sensitif Plus Gampang Baper

Genks, ini gak baik. Ada yang salah dari diri kita. Ada yang salah kenapa kita tuh selalu baper di tengah-tengah kehidupan. Eh, kita? Aku aja kali.. Haha..

Mari coba temukan solusinya sendiri. Dan mungkin, solusi dibawah ini dapat membantu:

1. Rutin ‘Membuang Sampah’ dengan cara yang benar

Setiap manusia memiliki energi negatif dalam dirinya, aku percaya hal itu. Hanya saja, sebagian dari manusia dapat menyalurkan energi negatifnya dengan benar.. Sebagian lagi tidak benar.

Mereka yang dapat melakukannya dengan benar adalah mereka yang bisa berolah raga untuk mengeluarkan aura negatifnya, mereka yang bisa mengolahnya menjadi suatu karya.. Lukisan mungkin.. Puisi mungkin.. Dan pada puncaknya, mereka yang merasa sudah puas ketika energi itu hanya tertuang dalam sujud dan doa.

Tapi, jika tidak bisa membuang energi negatif dengan cara yang benar bagaimana?

Jawabannya, lakukan saja sesuka hatimu. Selama itu adalah hal baik, kenapa tidak?

Aku sendiri memiliki ruang khusus untuk blackhole di hatiku. Aku memutuskan untuk memiliki privasi tulisan receh dalam kehidupanku. Yaa.. Karena hobiku kan menulis.. Jadi, aku perlu ruang khusus untuk mengobati tulisanku.

Aku punya keluhan. Banyak bahkan. Namun, aku menuangkannya hanya pada status privasi di WA story. Hanya sedikit teman yang bisa melihatnya. Entah kenapa, itu sedikit melegakan. Recehan keluhan itu kadang bisa mengobati hati yang sedang kalut dan bingung.

2. Menjalin hubungan romantis dengan pasangan

Hubungan romantis atau sebuah kerja sama yang baik dari suami istri dapat memenuhi tangki cinta loh. Bahkan memenuhi tangki cinta untuk me time dan social time. Hmm.. Kok bisa?

Karena dalam rumah tangga, hubungan suami istri yang romantis adalah awal dari semuanya. Kerja sama yang benar-benar pas adalah awal dari terbarunya keseimbangan waktu, baik itu me time, family time, couple time dan sosial time.

Gak percaya? Misalnya saja nih, anak sedang super rewel dan mau sama emaknya melulu. Apa jadinya kalau suami tidak mau membantu? Pekerjaan terbengkalai dan tentu saja kita tidak bisa memanjakan diri sendiri. Karena itu, penting banget berkomunikasi dengan baik dan benar.

Karena itu punya suami baik dalam rumah tangga itu adalah ‘koentji’. Bagaimana jika suami susah sekali membantu? Jawabannya, hanya kita yang tahu persis bagaimana caranya. Karena setiap orang punya karakter berbeda. Suamiku yang introvert dan punya daya peka yang agak lambat misalnya.. Maka, aku harus punya skill komunikasi yang berbeda.. Dan ini lama sekali membentuknya Tuhaaan.. Haha..

Baca juga: Ketika Introvert menikahi Introvert

Ketika tahapan ini sudah dilalui dengan benar, maka perlahan-lahan tangki cinta kita akan penuh dengan sendirinya. Tau kan ya kalau hati perempuan sudah merasa dicintai dan berbunga-bunga.. Apalagi secara finansial suami mengerti ya otomatis istri bisa menjalani hidup dengan nyaman tanpa ada baper dan iri hati..ckck..

Ops, tapi jangan salah dulu..jangan dikira semua akan teratasi instan kalau finansial menunjang ya. Semua ada prosesnya, ujian pernikahan itu banyak. Dan ujian ekonomi adalah krisis yang harus aku lalui dalam 5 tahun pernikahan.

3. Belajar Mencintai Diri Sendiri

Ini adalah hal yang harus kita temukan jika kita tidak ingin virus baper berkepanjangan melintas dalam kehidupan. Kita tidak boleh mendengarkan apa kata orang. Kita harus menggali potensi diri sendiri semaksimal mungkin.

Dan ini akan sangat mudah dilakukan kalau tangki cinta sudah terisi. Hihi..

Biarkan saja orang dengan pencapaiannya..
Biarkan saja orang dengan pendapatnya..
Itu mereka. Dirimu adalah dirimu..
Diriku adalah diriku.

Setiap orang punya lintasan yang berbeda dan kita tidak boleh keluar dari lintasan kita dan tetiba ingin menjalani lintasan orang lain. Woy, semua juga tau kalau itu curang namanya.

Fokus saja dengan tujuanmu sendiri. Buat dinding sendiri dalam lintasanmu. Dinding itu adalah orang yang mendukung dan menyemangatimu. Tidak perlu fokus dengan rumput tetangga. Yaaah.. Rumput tetangga memang hijau sih. Tapi masih lebih bagus rumput dengan warna pink kok.. *eh, emang ada?

4. Melihat keadaan orang yang dibawah plus membantunya

Ini adalah solusi termanjur yang pernah aku lakukan.

Ketika sedang merasa down dan tidak bisa apa-apa.. Maka lihat saja orang yang kehidupannya dibawah. Baik mereka yang dibawah secara ekonomi, sosial maupun hal lainnya. Itu akan membuat diri sendiri berkaca lebih dalam. “Ah, memangnya siapa aku yang baru dikasih ujian baper level satu saja sudah meringis.. “

Karena itu, tidak salah memang ketika para ulama bilang bahwa sedekah akan melapangkan hati kita yang terasa sempit dan tidak nyaman. Memang pada prinsipnya, manusia harus menemukan social time yang benar penyalurannya.

Social time yang bukan hanya berkumpul dengan teman-teman satu passion kemudian menggali potensi diri. Social time yang benar kadang hanyalah memberikan sedekah kepada mereka yang posisinya di bawah kita. Dengan begitu, kita akan merasakan syukur dengan cara yang benar. Bukankah begitu?

Nah, itu dia solusi anti baper ala aku. Memang masih belum sempurna terwujud. Tapi aku yakin, semuanya perlu proses. 🙂

Kita para emak-emak kudu terus bahagia bukan?

Komentari dong sista
7 Shares

18 thoughts on “Mengobati Hati Sensitif Plus Gampang Baperan Ala Emak-Emak

  1. Kalau dari apa yang aku baca di buku Filosofi Teras, sebaiknya kita fokus ke hal2 yang bisa kendalikan aja Mak. Misal kita udah berusaha meluangkan waktu untuk anak di tengah kesibukan kerja, tapi masiiih aja dikomentarin “kamu kok kurang perhatian sih sama anakmu”, mending diabaikan aja kalau emang nggak membangun. Kita tetep fokus sama anak dan apa yang jadi prioritas kita aja 😀

  2. Bertahun-tahun yang lalu, saat baru sja melahirkan pernah merasa di posisi yang sama mbak. Rasanya hidup kok gini-gini aja dan ndak ada yang layak dibanggakan, ndak bergairah. Pada akhirnya waktu memulihkan semuanya. Segala hal memang perlu waktu kok. Dan ini resep anti bapernya memang sudah teruji sih.

  3. I feel you Mbak. Aku pernah berada di posisi seperti dirimu. Alhamdulillah memacu diri untuk segera bangkit dan sibuk dengan berbagai aktifitas.

  4. Sampahku sekarang suamiku. Kasian kadang apa-apa semua diceritain ke suami :”(
    Tapi mau gimana lagi suami bener2 yg bisa dipercaya
    Semangat kitaaaa

  5. Kalau buat aku sih, meditasi membantu banget. Bikin lebih rileks, lebih santai dan lebih nrimo karena ada banyak hal yang berlaku di luar kendali kita. Kalau kita berusaha mengontrol apa yang sebenarnya nggak bisa kita kontrol maka stres lah. aku masih proses juga sih, tapi menurutku kesadaran ini yang bikin aku sekarang lebih santai menjalani hidup.

  6. Mencintai diri sendiri emang penting banget ya mbak, kadang diri sendiri lupa akan mencintai diri sendiri dengan baik..

    Nah salah satu yang buat aku baper, dan terkadang marah-marah gak jelas ketika PMS datang

  7. Kadang kalau capek itu mba. Aku yang jadiny abawaannya baper. Hiks. Dan memang sebaiknya tak membandingkan diri dengan yang lain. Makasih sudah berbagi ya mba

  8. Artikel ini reminder banget buatku. Wajar sebagai manusia apalagi di era sosial media kita baper pada yang lainnya. Dan tipsnya beneran jitu. Kadang kita lupa yang kita punya dan selalu melihat pada apa yang dimiliki orang lain.
    Tetap semangat ya, Mbak…mungkin juga pengaruh hormon ya, aku tiap punya baby habis anak ASI eksklusif baru mens. Jadi sekitar 7 bulan usia anak.
    Semnagat dan selalu sehat ya 🙂

  9. Iya bangettss…
    Kalau aktivitasnya hanya seputar rumah dan anak, pasti jenuh dan seringkali pola pikir berubah ke yang lainnya.
    In syaa Allah,
    diimbangi dengan bersosialisasi dengan teman-teman sesama emak-emak dan sesekali, bolehlaah…kita bebas dari anak. Titip ke Ayah sebentar lalu Ibunya ikutan acara parenting.

  10. Semangat Mba, saya juga pernah berada dalam tahap itu. Yang saya lakukan adalah tutup media sosial sebentar, 1 minggu cukup. Dan saya balik lega lagi. Hehehe. Kalau udah normal ya buka sosmed lagi.

  11. Aku 2x lahiran 2x ga haid sampai 17 bulan. Kebayang stress nya ga,hihihi.

    Jadi ingat bahasan di IG Quranreview ttg Wuhan Pnemonia katanya virus2 ga usah ditakunin sih, kita semua bakal mati. Malah kalo mati tandanya makin dekat ketemu Alloh dan Rasul *aduh berat bahasanya. Terus katanya yg lebih ditakutkan adalah penyakit hati, hmmm. Baperan salah satunya kali yaa.

    Semoga kita bisa jauh2 dari penyakit hati ya , minta pertolongan sama Yang Kuasa jangan lupa.

    *sok banget belum?

  12. Keempat tips ini kalau dipraktikkan dengan baik, in syaa Allah gak mudah baperan. Memang kita perlu mencari cara sendiri ya untuk berusaha menjadi lebih bijak.

  13. Waduh, gimana tuh mbak, gegara 5 bulan gak mens, maka siklus PMS jaid menumpuk. jadinya dobel sedih marah dan galau ding, hehehehe….

    Tapi, emang dengan melihat keadaan orang yang di bawah plus membantunya bisa membuat tenang dan bersyukur.

  14. Bahagia memang wajib banget! Tetapi, saat anak-anak saya masih kecil, me time dan social time saya juga sedikit. Memang kadang-kadang suka bikin baper. Trus, saya menyemangati diri sendiri dengan bilang, “akan ada saatnya.” Sekarang anak-anak saya udah remaja. Alhamdulillah me time dan social time saya lebih banyak. Malah family time yang berkurang karena anak-anak sudah banyak kegiatan masing-masing. Tetapi, gak apa-apa selama family timenya berkualitas

  15. Benerrr bangeett Mbaa 🙂

    comparison is the killing of Joy, jadi yukk kita brenti banding2in diri dgn orang lain

    Semogaaa makin sehaaatt kita semua ya Mbaaa

Komentari dong sista

IBX598B146B8E64A