Perlukah Tes Kecerdasan Anak Sejak Dini?

Perlukah Tes Kecerdasan Anak Sejak Dini?

“Farisha sih enak, udah nemu bakatnya. Pasti emaknya gak bingung mengarahkan kemana nanti..”

Itulah celoteh salah seorang orang tua murid di sekolah Farisha kala itu. Mendengarnya aku hanya nyengir lebar. Yah, karena bingung juga mau berkata apa. Karena yang ia katakan sesungguhnya toh tidak sepenuhnya benar.

Ya, jika kalian sering membaca cerita tentang Farisha di blog ini maka tentu kalian tau bahwa anakku Farisha berbakat dalam skill mewarnai. Ia telah memenangkan berbagai piala dalam bakat mewarnainya ini. Bakat ini telah ia asah sejak berumur 3 tahun. Dan bakatnya mulai berkembang sejak mengikuti berbagai kompetisi mewarna mulai dari TK Nol Kecil.

Banyak yang bilang padaku,

“Wah, kalau sudah besar Farisha jadi pelukis aja..”

“Jangan, bikin komik aja Farisha..”

“Bikin Kartun Farisha..”

Sungguh, meski sudah banyak yang mengusulkan padaku tentang profesi apa yang cocok untuk Farisha di masa depan nyatanya sebagai Ibunya aku masih sedikit bingung untuk mengarahkan bakatnya. Banyak pertimbangan yang harus aku lakukan. Lagi pula, dunia tidak sesimple itu. Punya satu bakat lantas bisa dikembangkan dengan menjuruskannya pada satu profesi saja sementara mengabaikan skill lainnya. Hmm.. Itu bukanlah goals parenting-ku.

Anak Visual.. Apakah Bakatnya Hanya Mewarnai dan Menggambar?

Sejauh ini, aku meyakini bahwa Farisha adalah tipe anak visual. Anak yang mudah mengerti ketika belajar jika dia melihat gambaran nyata disertai dengan penjelasan. Farisha memiliki kemampuan auditori yang rendah, karena itu ia sangat sulit menghafal. Karena itu, jika sedang belajar dengan Farisha aku berusaha memvisualisasi segala penjelasan dari mulutku. Ya, anak visual selalu butuh kertas dan pulpen.

Karena itu dunia belajar Farisha sejauh ini selalu dipenuhi dengan gambar dan warna. Sampai suatu hari aku berpikir, “Hmm.. Apakah bakat anak visual itu memang hanya dibidang mewarna dan menggambar?”

Dan pemikiranku berkembang pesimis ketika suatu hari aku berkunjung ke TK Farisha. Aku melihat Guru TKnya bertanya kepada semua anak tentang Ejaan yang dilontarkannya. Aku shock ketika melihat anakku pulang paling terakhir karena tidak bisa menjawab pertanyaan Gurunya. Ya.. Aku sudah bilang kan.. Farisha lemah dalam auditori. Jika ia mendapatkan pertanyaan tidak tertulis maka ia bingung memecahkan jawabannya. Sejak itu aku bertekad bahwa anakku harus bisa menyamai standar kemampuan auditori pada umumnya. Ia harus mulai melatih hal ini. Bukan membiarkannya.

Karena Tidak Dipungkiri, Kecerdasan Multitalenta itu diperlukan

Banyak orang berkata bahwa setiap anak itu spesial. Mereka memiliki bakatnya masing-masing yang kita perlukan hanyalah mengarahkan bakat spesialnya itu.

Sesungguhnya, aku tidak terlalu setuju dengan pemikiran ini. Misalnya ketika kita tau anak hobi mewarnai, maka kita hanya memfokuskannya pada skill itu saja dan membiarkan kemampuan yang lainnya dibawah standar. Mungkin maksud hal ini adalah agar anak menyenangi dunianya tapi jika dibiarkan terus menerus maka ia sebenarnya tidak dapat mengembangkan bakatnya.

Kenapa? Karena untuk terjun ke level berikutnya dari hobi mewarnai maka anak harus dapat memiliki skill penunjang lainnya. Seperti kemampuan bercerita, membaca, menulis dan mendengarkan dengan baik. Kemampuan lainnya ini penting untuk dipelajari dan memenuhi standar kompetensi.

Jika anak dapat mempelajari skill penunjang dengan baik maka skill penunjang itu akan memperluas dunia hobinya. Tentunya ini akan berpengaruh terhadap pemilihan cita-cita dan profesinya kelak di masa depan.

Ketika Aku Mengalami Kesulitan Untuk Mengembangkan Skill Penunjang Anak

Sebelum ini, aku pernah bercerita tentang jatuh bangunku dalam melatih Farisha belajar membaca. Memang menurut psikolog anak, seumur Farisha toh jangan terlalu serius banget diajarin membaca. Tapi yang namanya orang tua, kadang kita tuh ingin selalu merangsang anak untuk bisa belajar dengan cara yang menyenangkan. Memakai metode inilah.. Itulah..

Inginnya sih menyenangkan ya.. Tapi, realitasnya kadang mengajari anak itu terbawa emosi juga. Kadang seorang ibu yang tergolong newbie sepertiku suka marah kalau anakku melupakan pelajaran yang selalu ku ulang-ulang. Sering aku bertanya pada diriku sendiri.. “Duh, aku kok begini banget ya sama anak ngajarinnya. Kalo dia bete n tertekan sama gaya ajarku bagaimana?”

Baca juga: Suka Duka Mengajari Anak Membaca

Walau akhirnya anakku berhasil juga menguasai skill membaca tanpa mengeja dan menulis kata-kata yang kusebutkan.. Rasanya masih ada sesuatu yang janggal. Ada pertanyaan-pertanyaan kecil dalam hatiku seperti..

“Metode belajarku sudah sesuai belum ya sama kemampuan Farisha?”
“Jangan-jangan aku terlalu memaksakan diri..”
“Aduh, di-point ini dan ini tuh kadang aku suka terbawa emosi..”

Hmm.. Sepertinya aku perlu mengenal kecerdasan anakku dulu agar aku dapat mengetahui metode belajar mana yang lebih bagus untuknya.

Anakku Butuh Tes Kecerdasan Sejak Dini Agar aku tau Bagaimana Cara Mengembangkan Bakatnya dengan Baik

Beberapa bulan yang lalu, ada tamu asing datang kesekolahan Farisha dan menawarkan untuk melihat tipe kecerdasan anak melalui sidik jari anak. Dengan biaya yang menurutku tidak murah itu, entah kenapa aku tidak terlalu percaya. Karena aku tidak pernah ya membaca jurnal atau apapun yang menjelaskan bahwa sidik jari dapat melihat tipe kecerdasan anak. Ah, entahlah terlihat tidak masuk akal saja bagiku.

Sampai suatu hari aku mengetahui tentang AJT CogTest. AJT CogTest merupakan Tes Kognitif pertama yang dikembangkan berdasarkan norma Indonesia dengan proses pengembangan yang sistematis melibatkan lebih dari 250 psikolog Indonesia dan hampir 5.000 anak Indonesia sehingga menghasilkan produk tes yang berkelas dunia.

Landasan teori psikologi yang dipakai merupakan teori paling mutakhir dan komprehensif di dunia saat ini. AJT CogTest mengukur delapan bidang kemampuan kognitif anak usia 5 sampai dengan 18 tahun sehingga kekuatan serta kelemahan kemampuan berpikir anak dalam belajar dapat teridentifikasi secara lengkap dan jelas. Inovasi tes kecerdasan terbaru ini dikembangkan oleh PT Melintas Cakrawala.

“Anak-anak memiliki keterampilan, minat, dan kekuatan serta kebutuhan belajar yang berbeda. Hasil laporan AJT CogTest yang pasti dan mudah dipahami, memungkinkan orang tua dan guru untuk mengarahkan anak dengan informasi yang komprehensif tentang kemampuan kognitif setiap anak, serta membantu memahami pembelajaran anak mereka.” Kata Chief Executive Officer PT MCI, Ari Kunwidodo.

Yah, kuakui aku sangat setuju dengan kalimat awal dari Ari Kunwidodo ini. Kebutuhan belajar anak memang berbeda karena itu sebagai orang tua kita perlu sekali mengenal seperti apa kecerdasan anak kita. Agar kita tidak terlalu over emosi dalam mengajari anak karena kesalahan metode juga tidak terlalu lengah karena terlena pada satu kelebihan saja.

Kenapa sih aku begitu percaya dengan #AJTCogTest ini? Karena Kebanyakan alat tes IQ yang banyak dipakai di Indonesia disadur dari luar negeri sehingga belum sesuai norma yang ada di Indonesia. AJT CogTest ini beda, ia adalah alat tes kognitif yang dirancang oleh psikolog dan ahli psikometri Indonesia maupun internasional untuk anak Indonesia.

Nah, Jenis paket Tes Kognitif AJT ini ada dua diantaranya adalah:

1. AJT CogTest Full Scale

AJT ini dapat Mengidentifikasi 8 kemampuan kognitif lengkap yang menampilkan profil lengkap kekuatan dan kebutuhan belajar anak. Biayanya sebesar 760.000

2. AJT CogTest Comprehensive

Nah, kalau yang ini khusus diperuntukkan ketika seorang anak memerlukan data lebih terperinci untuk dianalisis, psikolog akan merekomendasikan tambahan tes. Biayanya sebesar 1.200.000

Untuk hasil dari tes ini juga cukup cepat loh. Hasil AJT CogTest akan dikirimkan berupa softcopy melalui surat elektronik (email) dalam waktu 7 sampai dengan 14 hari kerja setelah tes dilakukan.

Bagaimana? Aku sih tertarik banget untuk mencoba AJT CogTest ini. Kalau kalian juga tertarik bisa kunjungi situs melintascakrawala.id atau hubungi melalui aplikasi WhatsApp di nomor 087883258354.

“Karena potensi anak sejak dini penting untuk diketahui agar kita dapat mengembangkan bakat mereka untuk kesuksesan di masa mendatang..”

#YukKenaliAnakKita

Komentari dong sista
3 Shares

36 thoughts on “Perlukah Tes Kecerdasan Anak Sejak Dini?

  1. Boleh juga nih mbak. Agar anak2 makin terasah kemanpuannya dan makin cerdas tentunya. Dengan tau apa minat dan bakat anak kita juga lebih enak mengarahkannya

  2. Aku dulu sama kayak Farisha neh suka mewarnai pas SD gitu dan suka menggambar pas SMP tapi aku ga kembangin sih dan jadinya ya memang jadi so so aja kalo ga dikembangin sih. Farisha beruntung neh mamanya paham mengembangkan bakatnya dia. Hehe

    Dilakukan tes perlu ya buat mengetahui walau tidak sepenuhnya berpatokan kesana sih kalau aku tapi setidaknya kita tahu dan jadi lebih gampang diarahkan.

  3. aku tertarik nih sama tes ini. Pengen coba juga nanti kayanya buat anakku yg cowok ini. Belum pernah ku ikutkan tes kemampuan gini soalnya. Jd belum ada bayangan apa2

  4. Iya bener, perlu kayanya dites anak buat tau bakat nya ya dan minat nya biar para emak bisa mengarahkan sekaligus mensupport. Zaman mmg canggih ya, skrng udh bisa tes potensi diri biar bisa tau apa minat dan kegemaran kita. Poin penting nya aku harus tbung buat biaya masa depan hehehe

  5. Farisha emang udah keliatan dari kecil … Ingat Eny dlu hobi gambar juga dari TK, ada bakat buat jadi arsitek nih mba wkk

  6. Wah biayanya jg lumayan y mba, tp g ad slahnya sih klo hasilny sesuai jadi kita sbg org tua paham hehe Karena ga ad yg tau jg kedepannya gmna, msl anak wktu kecil suka mewarna trus pas dewasa sukany youtuber, kn ya ga tau jg kita minat anak lbh kemananya hehe intinya saling mengajarkan semua skill pda anak dan ttp mensupport anak y mba hehe

  7. Gak heran sih mba banyak buibu yang komen begitu ttg farisha, dia menonjol bgt soalnya dlm mewarnai. Apalagi ditambah dg tes kecerdasan pasti semakin terarah bakatnya farisha.

  8. wah..lumayan juga yaa harganya untuk tes ini, tapi difikir-fikir bakalan berminat juga nih supaya lebih mudah mengembangkan bakat mereka nanti

  9. kalau aku waktu SMP pernah ikut semacam tes sama pelatihan brain power mba.
    dan menurut aku sendiri itu perlu. karena bisa mengenali bakat dan kemampuan anak, karena beda anak beda pula bakat dan kemampuannya, sekalipun itu anak kembar.

  10. Kayaknya emang wajib ya ikut ajt cog test ini, biayanya jg terjangkau. Jadi pengen daftarin anakku

  11. Memang penting dan perlu kl menurut saya tes keecerdesan. Paling tidak kita tahu level IQ anak at. Sehingga bisa membantu kita mengarahkan kecerdasan si anak .

  12. Aku juga sering kepikiran mengenai bakat dan kemampuan kognitif anak. Kepengen ikut tesnya tapi belum sempat-sempat eui

  13. Bener kak perlu banget kita mendeteksi kecerdasan anak sedini mungkin agar kita bisa memilih media dan cara didik yaang sesuai buat dia

  14. Bakat anak perlu diarahkan dan perlu di dukung sama orangtua. Kadang kita suka bingung kemana dan arah sang anak makanya adanya deteksi dini kecerdasan anak maka atk log test bunda bisa mengarahkan dengan benar dan tepat yang berpengaruh pada profesi sang anak ketika dewasa

  15. Tes kecerdasan pada anak ini memang perlu dilakukan ya agar kita tahu minat dan bakat anak kita kemana. Jadi lebih mudah juga buat kita mengarahkannya nanti.

  16. Wah barakallah Farisha. Sennag yah mom Ketika bakat anak bisa berkembang. Btw baku baru tau soal AJCogTest ini

  17. Iyaaa perlu mbaa.. aku nggak apa ikut tes model gini mba. Biar tau yaa sejak dini. Kalau hasilnya bisa untuk poles2 kelemahan dia dari sekarang 🙂
    Wah mewarnai ya, semangat belajar yaa Farisha

  18. Pinternya anakmu Mba. Udah keliatan di mana kecerdasannya ya. Tinggal didalami lagi dengan tes kecerdasan itu biar lebih tergali potensinya.

  19. Seandainya ada yaa di Banjarmasin bisa jadi ikut tesnya karena profil gaya belajar harus tau nih emak2 supaya tepat mengarahkan anak

  20. Panting banget mak, alasannya supaya kita sebagai orangtua paham dengan kecerdasan yang paling menonjol dari anak kita. Tujuannya supaya bisa memudahkan orangtua dalam menstimulasi kecerdasannya secara optimal

  21. Pengin juga ikutan tes kognitif seperti ini agar tau tipe belajar mana yang cocok untuk anakku. Kebetulan kedua anakku nggak ada yang pinter menggambar maupun mewarna. Persis ibunya banget yang enggak punya bakat seni hehehee…

  22. Kalau aku lebih setuju tes bakat minat anak sejak dini, karena ini memang berguna banget. Selain kita mengetahui anak kita sukanya apa, ini bisa jadi acuan kita orang tuanya mau seperti apa memberikan pendidikan dan lainnya untuk menunjang kemampuannya.

  23. Menurutku sih tes2 kyk gini perlu ya supaya kita bisa tau bakat dan kesukaan anak sejak dini. Sehingga kita bisa mengarahkannya dengan tepat.
    Kalau aku sih prinsipku anak bisa menguasai salah satu bidang asal fokus gk masalah, gak harus hebat di semua hal, tapi fokus aja dan ortu bantu.

  24. Menarik juga ya. Btw itu testnya gmn? Bisa dilakukan secara online kah atau janjian ketemu. Soalnya rumahku kan di pelosok jauh dr kota. Takutnya mereka nggak bisa menjangkau sampai ke sini.

  25. Aku belum pernah make metode ini mba
    Yang pernah tak coba, metode sidik jari itu…dan menurutku lumayan akurat. Ya, semacam buat panduan aja, biar ngerti gaya belajar anak.

  26. Saya ibu dari dua anak Mbak, butuh juga nih mengikutkan anak untuk tes kecerdasan apa yang paling menonjol yang dimiliki si anak. Dengan mengetahui kecerdasan anak, paling ndak kita ngerti anak tuh akan diarahkan ke mana, tapi semua sich tergantung anaknya yaaa.

  27. Anakku udah kuliah semua heheee. Tapi memang benar tes spt itu wajib. Banyak yg nyinyir buat apa pamer IQ anak padahal fungsinya bukan itu tapi seperti yg ditulis diatas utk mengetahui cara mengembangkan bakat kecerdasan anak krn tiap anak punya kecenderungan yg berbeda dlm belajar. Cuma, stlh lihat hasil, ortunya harus keukeuh dg hasil tsb. Anakku dulu sempat jelek UN SMPnya gara2 aku sudah tau dia nggak bisa dipush & suka menyendiri tapi aku nggak berontak waktu komite kelas memutuskan bayar guru les buat les sekelas beareng2 tiap hari termasuk minggu. Nyesel sih tapi segera kembali mengikuti hasil tes psikologinya. Alhamdulillah hasilnya jauh lebih baik.

Komentari dong sista

IBX598B146B8E64A