The Power of Emak-emak Zaman Now itu Beda

The Power of Emak-emak Zaman Now itu Beda

“Emak-emak zaman sekarang ya.. Punya anak satu aja kerjaan rumah enggak beres. Padahal kalau dibandingkan emak zaman dulu, mereka punya kerjaan lebih banyak, anak lebih banyak, tapi semua beres.. Mungkin, emak zaman sekarang kerjaannya main gadget melulu.”

Tidak sekali-dua kali aku pernah mendengarkan pernyataan ini. Dimana saja, jika ada emak yang cukup berumur disuatu ruang sosialita tentu bahan percakapan seperti ini sering melintas begitu saja. Sebagian besar membenarkan fenomena ini, namun adapula sebagian yang lain memiliki pendapatnya sendiri dan tetap berpandangan positif dengan tingkah perilaku generasi emak modern.

Tentang Perubahan Zaman dan Generasi

Aku pernah berdiskusi dengan salah satu emak modern yang membela fenomena ’emak gadget’ zaman now. Seperti dugaanku, emak yang kesehariannya tak pernah lepas dari HP tersebut mengemukakan bahwa inilah kesehariannya. Hampir 50% waktu dalam kesehariannya tak pernah lepas dari gadget dan media sosial. Jika dilihat sekilas, kita mungkin hanya bisa berkata, “Pemalas sekali, kerjaan sehari-hari ‘cuma’ megang HP.”

Baca juga: “Kenapa sih Emak Zaman Dulu Selalu Bisa”

Siapa sangka dibalik itu semua, ia adalah pembisnis online yang memiliki keuntungan besar? Bahkan melebihi keuntungan para pekerja keras diluar sana?

Ya, zaman sekarang memang berbeda dengan zaman dahulu. Sehingga kita tidak bisa membandingkan perilaku produktif emak zaman dulu dan sekarang. Dari pergantian generasi ke generasi, pandangan sosok perempuan dalam masyarakat tidak seperti dahulu lagi.

Dunia emak zaman now sudah berbeda.. Tidak melulu tentang “Dapur, Sumur, dan Kasur..”

“Kami dapat menjadi generasi berbeda yang dapat membawa perubahan positif tentang peran perempuan dan meningkatkan produktifitasnya
dengan memanfaatkan perkembangan IT dalam kehidupan sehari-hari”

Siapa yang berkata demikian? Merekalah emak-emak zaman now. Emak yang terlahir pada generasi milenial. Emak yang berpendidikan, mengerti teknologi dan pemanfaatannya dengan optimal.

Mereka tidak lagi dibumbui dengan pemikiran kolot generasi sebelumnya. Dunia mereka tidak lagi dibatasi oleh sudut-sudut kubus pemikiran yang sempit. Dunia mereka jauh lebih luas, wawasan mereka jauh lebih terbuka dan siapa sangka walau terlihat pemalas, mereka juga produktif dan punya peran lebih dalam masyarakat?

Emak harus produktif

Sejauh ini, aku terus berpikir tentang Apa sebenarnya arti produktif bagi perempuan? Apakah harus melulu tentang menghasilkan uang? Apakah harus melulu tentang terlihat menjadi pemimpin dalam komunitas sosial? Apakah harus melulu tentang pekerjaan rumah yang serba sempurna?

Ternyata tidak. Arti Produktif itu sangat sederhana.. Yaitu dapat menghasilkan. Tidak melulu tentang uang, tapi arti produktif yang sebenarnya adalah ketika potensi seorang perempuan dapat dioptimalkan untuk orang sekitarnya hingga menyebar kedunia yang luas. Tentang feedback yang dihasilkan dari itu adalah nomor 2. Ya, tentang menghasilkan uang, pengakuan, tingkat sosial dalam masyarakat akan menggiringi seiring dengan potensi yang telah dimaksimalkannya.

Baca juga: “Menjadi Generasi Perempuan yang Lebih Produktif”

Bagiku, menjadi emak produktif itu adalah keharusan. Karena aku sangat yakin bahwa setiap perempuan pasti memiliki bidang passion yang disenanginya. Passion perempuan yang tidak tersalur akan menyebabkan depresi, kehilangan tujuan hidup dan kehilangan semangat hidup. Menyalurkan passion dengan cara yang menyenangkan adalah salah satu kegiatan produktif yang dapat dilakukan.

Jika sudah menjadi emak-emak, kehilangan passion karena kegiatan rumah tangga akan menyebabkan kondisi psikologis Ibu terganggu. Aku pernah mengalaminya, aku terkena Post Partum Depression karena mengabaikan passion dan mengutamakan keluarga. Dampak penyakit psikologis ini sangat berbahaya, selain mengurangi produktifitasku penyakit ini juga berefek negatif terhadap kesehatan jiwa anakku.

Baca juga: Cerita tentang Post Partum Depression dan Mengatasi Dampak Negatifnya pada Anak

Jadi, penyaluran passion itu wajib. Produktif bagi perempuan itu wajib, apalagi yang sudah menjadi emak-emak. Karena Emak-emak yang membiarkan passionnya terbengkalai begitu saja akan terancam depresi.

Tapi, bagaimana emak dapat menyalurkan passionnya walau di rumah saja?

Emak Harus ‘Melek’ Teknologi

Zaman now, masih adakah para emak yang gaptek? Memiliki hp jadul, tidak mengerti dengan sosial media, tidak terbuka wawasannya, gampang di pengaruhi oleh informasi hoax? Dan menganggap hp adalah candu yang menyesatkan?

Tentu ada. Bahkan tidak menutup emak yang lahir pada generasi milenial juga.

Bagaimana pandanganku saat melihat hal ini? Ya, miris. Sayang sekali. Padahal, banyak kegiatan produktif yang dapat menghasilkan sesuatu dengan memanfaatkan perkembangan IT.

Aku pernah berhadapan dengan emak-emak yang memiliki pandangan kolot seperti ini. Ingin rasanya aku bangun dan menyadarkan pandangan mereka. Tapi bagaimana? Aku tidak memiliki kekuatan yang berarti selain merangkai tulisan di dunia literasi melalui blog. Sayangnya, kebanyakan emak seperti ini malas memperdalam literasi. Bahkan, membacakan buku cerita pada anak pun hanya terfokus pada cerita nabi saja.

Bagaimana caranya agar para emak zaman now bisa melek teknologi?

Lalu, aku berkenalan dengan IWITA pada event roadshow serempak di Banjarmasin. IWITA adalah singkatan dari Indonesia Women Information Technology Awareness. IWITA merupakan Organisasi Perempuan Indonesia Tanggap Teknologi Informasi sebagai organisasi berbadan hukum yang memiliki ‘positioning’ mencerdaskan Perempuan Indonesia melalui Teknologi Informasi.

IWITA memiliki misi penting dalam memajukan produktivitas perempuan yaitu dengan menciptakan kesadaran perempuan Indonesia akan manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Dengan berbagai roadshow serempak yang telah diadakan IWITA fi berbagai kota, IWITA memberikan banyak pengetahuan dan wawasan penting untuk pengembangan produktivitas perempuan di bidang TI dan peningkatan ekonomi keluarga bagi para emak-emak zaman now.

IWITA telah berpengalaman mengadakan kegiatan sejak tahun 2009. IWITA telah banyak bekerja sama dengan berbagai stakeholders. IWITA juga didukung oleh lembaga IT terkemuka untuk peningkatan, pembelajaran, implementasi dan sosialisasi di bidang teknologi informasi bagi perempuan Indonesia.

Organisasi seperti IWITA adalah salah satu organisasi yang dapat memberikan harapan pada emak-emak zaman now. Karena, the power of emak-emak zaman now itu berbeda bukan?

Arti Produktif yang Sebenarnya

Sepemahaman dengan IWITA, sebagai perempuan yang sudah berstatus emak-emak, aku juga merasa bahwa arti produktif itu sangatlah luas. Tidak sesederhana menghasilkan uang semata. Tapi, bermula dari pengoptimalisasian passion dengan memanfaatkan teknologi kekinian.

Jujur saja, Aku mulai melek dengan teknologi sejak memiliki suami yang merupakan konsultan IT sekaligus owner dari CV share system. Aku mulai mengenal teknologi kekinian dan pemanfaatannya sejak sudah berstatus ’emak-emak’. Tiada kata terlambat untuk sebuah ilmu bukan? Karena sejak berkenalan dengan dunia IT yang lebih luas kini aku dapat menjadi emak-emak yang lebih hidup dan bersemangat.

Aku mulai bersemangat sejak suamiku membuatkanku sebuah blog. Ia berkata bahwa tulisanku dapat menjadi inspirasi bagi semua emak-emak diluar sana. Ia membantuku untuk mengoptimalisasi blog shezahome. Sehingga akhirnya, karena ketekunan ini pula akhirnya aku dapat memperoleh penghasilan tambahan dari blog. Masih tidak banyak memang, tapi ini menyenangkan.

Kegiatan nge-blogku juga didukung oleh komunitas blogger perempuan di daerahku. Namanya adalah Female Blogger of Banjarmasin (FBB). Aku memasuki komunitas ini sejak member FBB masih beranggotakan dibawah 10 orang. Seiring berjalan waktu komunitas kami mulai serius dan membentuk kepengurusan. Siapa sangka aku yang awalnya tidak pernah berorganisasi kini telah merasakan menjadi pengurus di komunitas FBB? Ya, aku pernah menjadi sekretaris FBB. Dan sekarang, aku adalah wakil ketua dari FBB.

Tidak terasa, sudah 2 tahun lamanya komunitas FBB berdiri. Para member FBB mulai bertambah banyak, tidak sesunyi dahulu lagi. Beberapa job blogger mulai datang dan membangun semangat baru bagi para membernya. Suka dan duka kami lewati. Kami juga saling bantu membantu dalam sharing pengetahuan tentang IT. Beberapa blogger senior di komunitas FBB tidak sungkan dalam membagi ilmunya.

Dalam ulang tahun FBB yang kedua, kami memiliki harapan besar pada komunitas ini. Kami ingin dunia literasi digital dapat berkembang luas. Seperti IWITA, kami ingin turut berperan dalam mengembangkan kesadaran kaum perempuan tentang pentingnya melek IT untuk produktivitasnya.

Untuk itu, IWITA memberikan dukungan penuh kepada visi dan misi FBB. Pada acara syukuran ulang tahun FBB yang ke-2, IWITA memberikan support dukungan sebagai apresiasi atas semangat FBB dalam mengembangkan literasi digital dan membangun kesadaran perempuan akan pentingnya IT.

Jadi, siapa bilang Perempuan tidak bisa Produktif walau hanya di rumah saja?

Mari mulai tunjukkan the power of Emak-emak zaman now.

Karena The Power of Emak-emak zaman now itu BEDA.

Komentari dong sista
14 Shares

14 thoughts on “The Power of Emak-emak Zaman Now itu Beda

  1. Emak-emak zaman sekarang harus melek teknologi dan mengikuti perkembangan yang ada. Bukan berarti emak-emak jadi tidak bisa mengerjakan lainnya selain pekerjaan rumah, mengurus suami dan anak. Semangat para perempuan di dunia.

  2. Iya juga yah kak, jaman nenek, jaman emak, jaman kakak, jaman adik, sampai jaman now, era selalu berubah demikian cepat. Jadinya sebagai emak-emak harus sigap dengan perubahan itu, jangan kudet

  3. We are emak zaman naaawww hehehehe. Setidaknya menguasai IT u.mempermudah kita mengawal anak krn dia pastinya juga sebagai anak zaman naw pasti ngeh IT

  4. Mba Winda beruntung punya suami ahli IT sehingga kalau ada hal yg kurang beres dg blog atau teknologi apa pun tidak perlu ributcari bantuan kemana-mana. Hehe. Mak-emak sekarang sama kerennya dg anak muda krna ttp melek teknologi meski bnyak kesibukan di rumah.

  5. Sepakat, produktif itu tak melulu tentang uang dan materi. Mampu menjadi kontributor dalam mencetak generasi tangguh adalah produktifitas terbaik seorang perempuan.

Komentari dong sista

IBX598B146B8E64A