Browsed by
Category: Masakan Indonesia

Resep Pais Patin Manis Khas Banjarmasin 

Resep Pais Patin Manis Khas Banjarmasin 

Apaan tuh Pais? 😅

Pais itu Bahasa Banjar Pemirsa.. Kalau versi indonesianya ini lebih dikenal dengan sebutan ‘Pepes’ 

Terus? Ikan Patin itu ikan apa? 

Nah, ikan patin ini ikan khas Banjarmasin juga. Rasanya enak loh, bagian lemak kulitnya itu rasanya khas sekali. Makanya ga heran deh kenapa orang banjar suka mengkonsumsi ikan ini. Karena ikan ini pasti always ready di pasar.

Ikan patin adalah jenis ikan yang bisa di budidayakan ditambak. Karena itu dia selalu eksis berada dipasar. Berbeda dengan jenis ikan gabus yang musiman dipasar. Ya, memang sih jenis gabus dan Pepuyu yang terkenal dengan jenis ikan sungai itu sekarang mulai ditambak juga. Tapi menurutku, beda sekali rasanya antara daging ikan sungai asli dan hasil tambak. 

Nah, bagaimana dengan jenis patin ini? Hmm.. Aku pernah sih makan patin sungai itu dan menurut aku rasanya kurang lebih aja sama jenis tambaknya. Anakku Farisha suka banget sama ikan ini. Tapi bukan digoreng, melainkan dipanggang atau dibikin masakan pais manis. Wah, dia bisa nambah berkali-kali kalo makan ikan ini.

Dibanjarmasin sendiri masakan berjenis pepes ini terbagi menjadi dua gender. Yang pertama versi ‘pais sambal’ yaitu pepes berbumbu yang ikannya dilumuri dengan bumbu bawang merah, bawang putih, kemiri dll yang dihaluskan kemudian di pepes. Versi keduanya adalah ‘pais manis’ yang bumbunya jauh lebih simple dan sederhana. 

Bagaimana dengan rasanya? Lebih enak pais sambal atau pais manis? 

So Far, keluarga saya terutama Farisha lebih suka versi pais manis. Karena daging ikan patin sendiri sudah bertekstur lembut dan berlemak sehingga bumbu ulek dengan tambahan kemiri membuat rasanya agak eneg. 

Gimana sih resep Pais Manis Ikan Patin? Yuk, kita intip resepnya.. 😊

Pais Manis Ikan Patin 

Bahan: 

250 gr Ikan Patin

1 sdt Air Jeruk Nipis

6 siung Bawang Merah

1 siung Bawang Putih

1 buah Lombok Hijau Besar

1 buah Lombok Merah Besar

1 buah Tomat/Belimbing Tunjuk/Mangga Muda

1 sdt asam jawa

1/2 sdt terasi

1 sdm minyak goreng

Garam dan Penyedap secukupnya

Daun Pisang secukupnya

Cara membuat:

Bersihkan ikan. Lumuri dengan air jeruk nipis. Diamkan 15 menit. 

Lumuri ikan dengan Garam, asam jawa dan terasi. Diamkan 15 menit.

Selama mendiamkan anda dapat memanaskan daun pisang pada api diatas kompor agar daun pisang tidak pecah saat membungkus ikan patin. 

Iris Bawang merah, Bawang Putih, Lombok dan Tomat. Bubuhi Pada Ikan Patin. Tuang Minyak Goreng. Aduk sebentar. Taruh Ikan pada daun pisang. 

Bungkus ikan dengan daun pisang. Kemudian kukus selama 20 menit. Setelah dikukus untuk mengeringkan pepes anda bisa memanggangnya pada teplon atau jika ingin kesan klasik anda dapat memanggang pada bara api secara langsung. 

Ikan siap dibuka dan disajikan.. 😊

Happy Cooking.. 😊

Resep Telang Betanak Khas Banjarmasin 

Resep Telang Betanak Khas Banjarmasin 

Halo apa kabar dunia dapur emak rempong?? Aku yakin ya emak-emak mulai pada rajin masak deh pasca berleyeh-leyeh mudik ditempat keluarga pas lebaran. Pasti deh mulai ngisi stok kulkas kepasar buat ‘perang’ didapur. Emak kan pada rajin yak.. Nah, Gimana dengan aku sendiri? 

Dengan senang hati aku berkata bahwa aku dalam fase males tingkat akut. 😂 

Ya iya, kan waktu mudik nih asik banget dirumah mama tinggal makan dan ngemil dimeja makan yang tersedia dengan manis. Andai ngebantu pun masih bantu-bantu cantik lah. Menikmati seminggu penuh pensiun menjadi inem didapur dengan memakan masakan yang tergolong enak bikinan Mama kemudian akhirnya membuat saya eneg liat isi kulkas dirumah sendiri yang udah kosong melompong. 😅

Akhirnya besok harinya pasca selesai mudik itu aku memulai rutinitas seperti biasa. “Ahh.. Kepasar lagi” desah hati kecilku. 

Dan apa yang dibeli dipasar?

GA ADA.. 😂

Saya cuma melongo-longo cantik mondar mandir pasar sambil mikir “Ini ko rasanya males bikin apa-apa.. Rasanya juga membosankan membuat makanan monoton versi banjar itu.. Masa ikan bakar lagi, sayur biasa lagi, acan lagi.. Aduh.. Hayati jenuh baaang” (sejak kapan kamu ganti nama win.. 😂) 

Akhirnya saya pulang kerumah dengan hanya membawa bawang, lombok dan tomat. Eh, jadi mau masak apa dengan bahan segitu? 😅

Gini-gini aku termasuk pecinta kesederhanaan loh. Kami para ‘urang banjar’ punya versi masakan sendiri yang berbahan simple namun endesss sekali rasanya. 

Karena aku punya stok tulang-belulang ikan telang yang udah lama saya kumpulin beserta sedikit dagingnya akhirnya aku mau bikin telang betanak ini deh. Ini enak banget loh pemirsaa.. Sungguh! 

Eh, btw.. Ikan telang apaan? 

Ikan telang itu bahasa indonesianya ikan tenggiri pemirsa. Itu looh.. Ikan yang biasa dibikin empek-empek. Nah, kalo orang banjar ini suka banget ikan tenggiri itu dikeringkan. Jadinya dinamain telang asin. Kira-kira begitu lah ya.. 

Karena dapet oleh-oleh kelapa dari desaku itu langsung deh.. Cuss bahan lengkap aku bikin ini aja buat ‘memecah liur nang hanta’. 

Gimana sih bikinnya? Yuk, intip resepnya.. 😊

Telang Betanak Khas Banjarmasin 

Bahan: 

150 gr Telang asin + tulangannya

1,5 gelas santan (dari 1/4 buah kelapa) 

1/2 sdt kunyit bubuk *bisa pake kunyit biasa yang diparut dengan santan

3 siung bawang merah

1 siung bawang putih

1 buah lombok hijau besar

1 buah lombok merah besar 

1 buah tomat / belimbing tunjuk

1 ruas laos

1 batang serai

1 butir telur itik

Garam dan penyedap secukupnya

Cara membuat 

Rendam telang asin dalam semangkuk air selama 15-20 menit. Hal ini untuk menghilangkan rasa apek yang terkadang ada pada jenis ikan asin. 

Iris bawang merah, bawang putih, tomat, lombok merah dan lombok hijau. Serta memarkan laos dan serai

Masak santan, masukkan kunyit bubuk serta bahan iris, laos dan serai. Biarkan hingga mendidih. Kemudian masukkan ikan asin. Aduk-aduk hingga ikan matang. 

Masukkan telur itik. Diamkan hingga telur matang. *Jangan diaduk dulu

Setelah telur matang. Matikan api lalu aduk telang betanaknya agar santannya tidak pecah. 

Telang Betanak siap disantap dengan nasi putih. 

Selamat Mencoba.. 

Happy Cooking..😊

Resep Sambal Kacang Khas Banjarmasin 

Resep Sambal Kacang Khas Banjarmasin 

Siapa sih yang ga suka Sate? Batagor? Siomay? Cilok? Hingga Gado-gado dan pecel. Ya, hanya diindonesia sambal kacang sedemikian diolah menjadi campuran makanan. Bagaimana tidak? Hal ini karena sambal kacang begitu enak dan sangat cocok dengan berbagai jenis makanan. 

Bahkan belakangan ini di Banjarmasin para penjual pentol mulai menambah toples sambal kacang sebagai olesan tambahan. Kenapa? Karena peminat sambal kacang sangat banyak. 

Setiap daerah tentu memiliki komposisi dari sambal kacangnya masing-masing. Begitupun di Banjarmasin_begitupun dirumah kami ‘Shezahome’. Bagi kami, stok sambal kacang merupakan menu wajib yang harus disediakan dikulkas. 

Biasanya aku mengolah sambal kacang dengan lumayan banyak untuk di stok dikulkas. Kami memakan olahan jenis makanan yang memerlukan sambal kacang dengan durasi 2x dalam sebulan. Karena berlebihan tentu tidak terlalu baik ya ibu-ibu. 😊

Ya, ya.. Aku tau.. Sebagian dari kalian memiliki resep sambal kacang berbeda untuk setiap jenis makanan. Tapi keluargaku? Kami tidak menyukai resep asli dari sambal kacang batagor, cilok dan siomay. Bagi kami, sambal kacang yang paling enak itu adalah sambal kacang khas Banjarmasin. Luckily me, jadi sang emak ga usah ribet bikin sambal kacang dengan varian berbeda untuk berbagai masakan kan?

Yuk, intip Resep dan Proses pengolahannya! 

Sambal Kacang Khas Banjarmasin 

Bahan:

250 gr kacang tanah

7 siung bawang putih goreng

1 buah cabe merah kering *rendam dan potong-potong 

75 gr gula merah

7 sdm kecap manis

1 sdt garam 

Air secukupnya

Cara membuat:

Goreng kacang kemudian dinginkan. 

Blender kacang bersama dengan bawang putih goreng, cabe merah dan air secukupnya.

Panaskan minyak, masukkan kacang yang sudah diblender lalu masukkan gula merah, garam dan kecap. 

Masak hingga mendidih dan kekentalan pas. 

Gimana? Simple sekali bukan. 

Selamat mencoba ya.. 😊

Review Food Kole Dendeng Jamur Shitakee Pedas

Review Food Kole Dendeng Jamur Shitakee Pedas

Beberapa hari yang lalu aku dapet rezeki untuk mereview produk Kole Dendeng Jamur Shitakee Pedas dari Yukcoba.in. 

Kesan pertama saat aku liat produk ini adalah “Wow, sederhana” 

Kemasan produknya hanya kertas karton tebal berwarna coklat, desainnya lumayan simple dan elegan. Sayangnya, pas sampe diaku kemasan bawah produk agak terbuka, mungkin karena karton itu kali yak. Tapi gapapa juga sih karena didalemnya produknya dilapis aluminiom foil. Dan dari kemasan bisa terlihat bahwa produk ini mengklaim:

  • 100% Healthy
  • 100% Natural
  • No Preservative
  • No Food Colouring

Karena ini bulan puasa aku pun memakan produk ini saat sahur. Aku agak surprised sih saat nyicipin rasanya mirip-mirip bumbu mie instan tapi berserat jamur shitakee kering dengan berbagai bumbu dendeng. Yah, jika kamu pernah memakan jenis dendeng pasti foto ini cukup familiar kan? Mirip dendeng sapi? Hihi.. Iya.. Tapi rasa jamur shitakee. 

Bahan bahan dari Produk ini adalah: 

Handpicked Mushroom, Dairy, Spices, dan Sprinkle of vegetable oil. 

Nah, yang bikin aku bingung sama tulisan ini..

I’m Dried not Fried” 

Maksudnya?? Iya aku ngerti ini produk dikeringkan bukan digoreng. Masalahnya dikemasan tak tertera tulisan bahwa ini siap makan. *aku ga nemu sih pas aku puter2. Hihi.. 

Maklum ya, aku terbiasa makan makanan itu pasti sukanya dimasak dulu. Kecuali jenis snack. Hihi.. Tapi kalo ini aku goreng bumbunya jadi ilang dong terbawa minyak. Jadi aku menangkap pesan sendiri bahwa produk ini siap makan. 

Aku sendiri lebih suka memakan ini tanpa nasi. Menurut lidahku ini makanan cocok dimakan gitu aja. Tapi menurut suamiku ini cocok pake nasi. Jadi secara keseluruhan rasanya enak, gurih dan cocok dimakan sebagai pengganti lauk. 

Aku lumayan suka dengan tanpa penyedap produk ini tasty. Walau tangan aku agak gatel masukin ini ke resep omelet kesukaan ku. Haha. Makanya aku sisain dikit buat sahur berikutnya untuk tambahan bahan omelet. 

Over all kesan aku terhadap produk ini

(+)

Rasa Tasty walau tanpa penyedap

Tidak diolah dengan digoreng tapi dikeringkan sehingga sehat tentunya

Tidak mengandung pewarna

Tidak mengandung unsur hewani, cocok untuk vegetarian 

Natural, dari jamur petikan

(-) 

Kemasan luar agak terbuka ketika sampe

Beli lagi? Mau lagi? 

Iyaa.. Tapi mau coba varian rasa yang lain lagi.. 😊

Resep Bubur Ayam Khas Banjarmasin 

Resep Bubur Ayam Khas Banjarmasin 

Halo, kamu puasa? Punya masalah sama kayak aku? Penyakit Asam Lambung? Yang kalo buka puasa nih ga bisa makan yang berat-berat seperti bejibun nasi. Sukanya cuma makan kue n sesuatu yang bertekstur soft dan hangat diperut dan ga bikin begah. 

Yup, itu aku? Kalo kamu gimana? 

Nostalgia penyakit dulu nih.. Jadi puasa tahun kemaren aku sempat kena magh akut. Bener-bener parah sampai ga bisa makan apapun pas buka puasa. Bawaannya masuk angin, pusing, pengen sendawa mulu. Berapa lama? Satu minggu. Akhirnya aku berobat kedokter dan diresepkan beberapa obat. 

Salah satu saran dokter adalah “Kalo buka puasa jangan makan yang berat-berat. Apalagi makanan pedas dan asam. Bisa makin parah lambungmu. Kalau bisa makan bubur aja. Kalo lapar ngemil aja. Ngemilnya yang soft. Jangan berat-berat” 

Nah sejak itu aku mulai bikin bubur esok harinya buat menu berbuka puasa. Wah bener loh kata dokter.. Perut saya langsung berasa hangatnya dan berasa enaknya. Ga ada mual-mual habit lagi. 

Tadinya suami saya agak males liat menu bubur yang saya sajikan saat buka puasa. Nah, pas dia makan kok jadi nambah mulu? Kenapa? Keenakan? Pikir saya yang ga biasa liat suami saya nambah makan bubur. 

Terus dia bilang “Ternyata enak juga sesekali makan bubur gini pas buka puasa. Ga bikin perut begah. Rasanya hangat dan kenyangnya pas. Pas buat diet juga” 

Loh, mau diet pak su? Hihihi

Sejak insiden penyakit magh saya yang parah itu saya mulai terapi bubur tiap buka puasa. Pernah nih kasian juga liat suami saya makan bubur mulu. Akhirnya saya bikin menu masakan nasi dan ikan panggang khas banjar lagi. Lah pas buka puasa dia malah kecewa. 

“Kok bukan bubur? ”

Jiah, ada yang kecewa.. Padahal saya niatnya kan bikin dia seneng. 

Jadi kalo kalian nanya menu apa yang bikin keluarga saya addicted saat buka puasa? 

Ya menu bubur ayam Khas Banjarmasin. 

Berikut resepnya:
Bubur Ayam Khas Banjarmasin 

(untuk 4 porsi) 

Bahan:

150 gr beras

5 kaki ayam

500-600 ml air

1 batang wortel

1 kentang

1 batang daun bawang

1 sdm munjung bumbu sop khas banjar *klik n u can see how to make it😊

1,5 sdt garam

Penyedap secukupnya

Pelangkap:

Suwiran ayam goreng secukupnya

2 biji telur itik rebus

Bawang goreng

Irisan Daun Seledri 
Cara membuat:

Bersihkan beras. Sangrai beras sampai kering tak berair. (jangan sampai gosong) 

Masukkan beras kepanci presto, tambahkan kaki ayam, wortel, dan kentang. 

Masukkan air, garam, penyedap dan Bumbu sop. Presto selama 10 menit.

Diamkan panci presto 10 menit setelah kompor dimatikan lalu masukkan irisan daun bawang. Jika bubur dirasa kurang lunak boleh dimasak lagi hingga sesuai dengan selera kelembutan masing-masing. 

Sajikan bubur dengan suwiran ayam goreng, irisan telur itik rebus, bawang goreng dan irisan daun seledri. 

Gimana? Mudahkan? Ini juga enak banget loh buat sarapan. 

Happy Cooking.. 🙂 

IBX598B146B8E64A