Browsed by
Category: Renungan Hidup

Tulisan-tulisan yang berisi pengingat tentang kebaikan terinspirasi dari berbagai hal

Cerita dibalik Si Jilbab Munafik

Cerita dibalik Si Jilbab Munafik

Era baru dalam evolusi hidupku adalah saat aku memutuskan memakai jilbab sejak awal masuk kuliah. 

Aku bukan ikut trend. Saat aku memutuskan berjilbab, belum ada rule mode jilbab syar’i maupun ala hijabers. Niat awal memakainya karena itu adalah salah satu nazarku, nazar jika aku diluluskan disalah satu perguruan tinggi negeri. 

Saat SD, SMP hingga SMA aku tidak berjilbab. Hanya berkerudung saat SMA dan dilepas ketika sore harinya. Sebut saja belang-belang.

Please Dont Judge Me for that. 

Meski tak berjilbab aku tak pernah berpakaian tidak sopan. Alasanku tidak berjilbab karena aku memiliki penyakit tidak percaya diri tingkat akut. Saat itu tidak ada model kerudung cantik, memakai kerudung jenis segiempat biasa saja aku tidak bisa. Sang amatir yang berwajah oval ini selalu berantakan jika memakai kerudung. Jelas, memakai kerudung sama sekali tidak membuatku terlihat cantik. Tidak ada yang memujiku! 

Once again, please dont judge me for that! 

Aku rasa normal ya jika wanita suka dipuji dimasa remaja. Karena itu dia ingin terlihat cantik agar merasa percaya diri. Andai saja.. Saat itu lingkungan sekolahku adalah agamis. Andai saja.. Saat itu yang menyukaiku senang dengan diriku yang berkerudung. Andai saja.. Saat itu trend hijab seperti sekarang mungkin akan berbeda ceritanya. 

Apapun alasan dibalik tak berjilbabnya aku tapi saat masa kuliah aku terpisah dengan teman-temanku. Dan kupikir aku perlu awal yang baru. Aku memberanikan diri bernazar memakai jilbab (saat kuliah). 

Aku memakai rok, jilbab lebar, dan baju kemeja. Aku senang lingkunganku mendukungku. Aku bahkan memberanikan diri mengikuti LKI (Lembaga Keagamaan Islam) yang berujung pada paham yang tidak aku sukai. Sedikit Radikal. Lalu aku memutuskan mencari ilmu yang benar untuk aku pelajari. 

Namun aku tak mengubah penampilanku. Saat reuni sekolah, aku yang berpenampilan baru di ‘wow’ oleh teman-temanku. Bukan ‘wow’ yang positif jelas. 

Aku tau wajahku berubah tak secantik dulu sebelum aku mengenakan jilbab. Aku tau didalam hati mereka menyindir segala perubahanku tentang betapa ‘radikal’ penampilanku. Aku masih ingat betapa merasa asingnya diriku saat itu dikeramaian. Ya, itulah yang terjadi jika anda berjilbab syar’i saat tidak ada trend hijab syar’i. Itulah yang terjadi ketika anda yang bukan siapa-siapa mencoba berubah tetapi malah semakin menjadi bukan siapa-siapa. 

Hanya Allah yang tau bagaimana perasaanku saat itu.. 

Tapi aku tetap konsisten. Setidaknya sampai suatu hari rok lebarku sukses terkait rantai kendaraan. Alhamdulillah aku tidak apa-apa. Namun sejak itu, aku mulai belang dalam memakai celana jeans dan rok. Sebenarnya, aku lebih suka memakai rok, bagiku itu jauh lebih feminine. Tapi aku akui rok tidak cocok untuk wanita yang masih ‘grasah grusuh’ dan jauh dari anggun sepertiku. 

Aku mulai melakukan sedikit penyesuaian. Bukan apa-apa sih. Aku tidak suka dianggap menjadi radikal dengan perubahan penampilanku. Karena itu aku membiarkan beberapa kali keluar rumah dengan jeans, kaos dan kerudung biasa. Aku merasa lebih mudah bergaul dengan penampilan biasa. Aku tidak suka dengan cara mereka memandangku seakan aku ini alim sekali. Aku juga tidak suka dengan cara mereka melihat mataku (yang sudah judes dari sononya) seakan berpikir bahwa aku menganggap penampilan mereka lebih rendah. Padahal tidak begitu. Aku hanya ingin terlihat lebih Friendly. 

Sekali lagi, hanya Allah yang tahu bagaimana hatiku saat itu. 

Selama 1 tahun aku berjilbab syar’i dan mengikuti berbagai kegiatan keagamaan yang kemudian menjurus kepaham ‘agak’ radikal. Satu tahun berikutnya aku memutuskan mengubah komunitasku agar lebih fleksibel. Tahun berikutnya, aku kembali pada krisis percaya diri tingkat akut yang menyebabkan aku lari pada dunia online. Awalnya sosial media hanyalah kugunakan untuk bermain game online. Lama kelamaan, entah perasaan apakah itu.. Aku memajang foto profil tanpa jilbab.

Please dont judge me for that..

Setiap perempuan punya masalahnya sendiri. Masalahku saat itu adalah aku tidak tau harus berteman akrab dengan siapa? Aku tidak suka berteman dengan orang yang suka mengkafirkan seseorang. Aku juga tidak suka berteman dengan teman yang menemaniku saat dibutuhkan saja. Aku adalah type perempuan yang membutuhkan teman karib, begitulah salah satu ciri introvert. Dan saat itu, hanya game online salah satu pelarianku. Hanya teman laki-laki di game online yang bisa membahagiakanku saat itu. Dan aneh, jika perempuan berjilbab bermain game. Dan tak nyaman pula, jika aku memasang foto anime.

Ah, apapun itu.. Please dont judge me for that..

Aku sempat tertarik dengan dunia chating dengan lawan jenis. Sampai suatu hari kemudian dia ingin bertemu denganku, aku menolaknya. Dan hubungan kami berakhir begitu saja sejak itu.

Kenapa menolak?

Karena foto profil didunia maya itu adalah bukan diriku.

Foto tanpa kerudung itu hanya aku gunakan untuk meraih percaya diriku lagi ditengah-tengah kesendirianku pada masa kuliah. Aslinya? Aku berkerudung kok diluar. Dan aku tak mau menemui lawan jenis yang menyukaiku karena foto profilku. 

Please Dont Judge Me For That!

Katakanlah saat itu aku munafik, ya.. Katakan saja…

Tak lama sejak itu, aku merasakan kembali rasanya kekosongan tanpa dunia online. Aku memutuskan pensiun dari game online. Sebenarnya game online cukup membahagiakan. Aku satu-satunya perempuan dari ratusan gamer lelaki. Namun rencana pertemuan itu telah menyadarkanku bahwa aku tak bisa menjadikan dunia onlineku benar-benar nyata. Aku tak bisa membohongi diriku yang ingin berubah_tapi juga ingin diterima secara positif dengan perubahanku. 

Saat itu aku sadar telah mengkhianati nazarku sendiri. 

Aku menghapus fotoku yang tak berjilbab. Mendelete beberapa friendlist yang sempat dekat denganku karena foto itu. Aku berkata siap menguras kebahagiaan semu dari dunia maya. Walau saat itu lamunan tiap kali datang dan menyadarkanku bahwa hidupku mengalami kekosongan. 

Lamunan itu ternyata tak berlangsung lama. Tidak lama aku bertemu dan berkesempatan kenal dengan laki-laki dunia nyata yang (sepertinya) menyukaiku. Aku mengenal pengajian ahlussunnah wal jama’ah darinya. Aku mengenal dunia baca yang rumit darinya. Dan dialah jodohku sekarang.

Dia yang menyukaiku walau wajahku angkuh dan berjilbab.. 

Dia yang menyukaiku walau aku cemberut saat pertama kali melihatnya masuk kedalam kelas.. 

Dia yang menganggap statusku lucu dan jawabanku dikelas rumit dan aneh.. 

Dia yang setahun kemudian melamarku dengan segerombol keluarganya.. 

____________________________________________

Jika anda berkata bahwa jilbab itu bla bla bla.. Sebuah kewajiban dan harus dipakai begini begitu lalu begini dan begini. Lantas kemudian menganggap mereka yang belang dalam berjilbab itu munafik maka anda perlu sedikit merubah pola berpikir anda. Bahwa sebenarnya tak semua orang bisa berpikir seperti anda. 

Anda bilang istiqomah

Istiqomah itu sulit jika tak didukung. Niat saja tidak cukup. Komunitas sejenis bahkan bukanlah jawaban untuk merasa nyaman. Krisis percaya diri adalah hal yang harus dilewati. Terlebih jika perempuan tersebut dulunya sering menerima pujian dengan non hijab. Banyak bukan perbandingan perempuan yang berjilbab dan tak berjilbab wajahnya berubah drastis sekali?

Jilbab itu bukanlah pakaian untuk membuat cantik loh! Itu adalah penutup kecantikan. Makanya jilbab yang benar itu.. Begini.. Begini.. Bukan ala Hijabers begitu.. 

Entah kenapa jika mendengar kaum ‘jilbab’ berkata sedemikian aku agak risih. Bukannya kenapa, tapi mereka tak memahami sebuah usaha.

Style Hijabers sekarang adalah sebuah usaha memperkenalkan dunia dengan kerudung ‘cantik’ dengan pakaian yang sopan. Revolusi jilbab ala hijabers ini menurutku adalah hal positif untuk mengaplikasikan pemakaian jilbab dinegara yang majemuk seperti diindonesia. 

Sebuah perubahan tak bisa secara mendadak. Terlebih jika anda bukan artis. Yah, jika saja Oki Setiana Dewi tidak mempopulerkan gaya Hijab Syar’i apa anda bangga memakainya sekarang? 

Akhir kata, sebagai perempuan yang dulunya sempat terombang ambing dalam memakai jilbab aku tentu tidak menyalahkan para muslimah yang sudah berjilbab dengan benar. Aku bukan pula pendukung para hijabers yang menjadikan gayanya sebagai trend ‘mewah’ untuk kalangan sosialita.

Namun, jika saja anda bertemu satu sama lain_jika saja anda ingin berdakwah_maka berbicaralah dengan sopan dan lembut tanpa menyakiti hati yang lain hanya karena bagaimana penampilannya. Aku pernah merasakan bagaimana pedihnya dianggap munafik. 

Dan jika saja anda melihat mereka yang sempurna jilbabnya, janganlah menganggap mereka sebagai kaum radikal hanya karena penampilannya. Entahlah kenapa, aku lebih suka dibilang munafik dari segi penampilan dibanding dengan radikal. Oh, itu pedih sekali.. 

*tulisan ini bukanlah sebuah pembenaran, namun sebuah renungan bagi wanita yang ingin berjilbab serta wanita yang sudah sempurna jilbabnya.. 

8 Hal yang harus dilakukan mumpung kamu masih Single

8 Hal yang harus dilakukan mumpung kamu masih Single

Kamu masih single tapi kerjaan melongo mikirin jodoh yang tak kunjung datang? 

Udah ga zaman! 

Ayolah, pikirkan betapa banyak teman lugu yang tidak pernah pacaran toh bisa saja dapat jodoh. Jodoh tak perlu dipikirkan tapi hanya perlu dipertimbangkan… *Eaaa.. 

Rumah Tangga itu tidak sereceh yang kamu bayangkan. Percaya tidak? Beberapa orang yang sudah berumah tangga pasti suatu saat akan merindukan masa singlenya dulu. Masa ketika bisa bebas bereksplorasi, memiliki banyak waktu, memiliki banyak bakat dan itu hanya terjadi sekali seumur hidup. Single itu tidak bisa diulang-ulang! Merdeka Jomblo! *Ops.. (ini yang nulis emak-emak) 😂

Karena itu, mumpung masih single lebih baik lakukan 8 hal ini untuk memperbaiki kualitas diri. 

1. Let your passion to the Max, dont let MONEY Control u! 

Single itu punya banyak pilihan dalam hidupnya, Yes? 

Mau jadi ini, inu, ani, eno.. Eh terserah! Tapi syaratnya, lakukan dengan maksimal. Jadilah apa yang kamu mau.. Berusaha sebaik mungkin sebelum passionmu terbagi dengan status Ibu atau Ayah

Menjadi single itu belum memiliki orientasi duit. Single sejati lebih suka melakukan hal yang benar-benar ia senangi bukan semata-mata karena uang. Apalagi jika hal yang disenangi itu didukung oleh orang tua dan sekitar. Single yang keren itu akan selalu memilih menjalani hidupnya dengan passionnya dibanding menjalani hidup demi uang. 

Asal tau aja ya..  kalo udah berumah tangga itu liat uang 2000an yang baru aja mesti dibuka lebar dulu saking ngarepnya itu 20.000.. Betul? 

NB: Poin pertama ini  Situational sih sebenarnya, kalau orang tua dan ‘calon mertua’  pada materialistis susah juga. Hihi.. 

2. Perbanyak membaca buku 

Percayalah jadi single itu bahagia, dia punya banyak waktu untuk dirinya sendiri. Maka jangan lupa untuk membaca. 

Karena ketahuilah, ketika status Ibu atau Ayah sudah melekat, kesempatan membaca itu sulit sekali. 

Kesempatan bisa membaca ketika berumah tangga itu kecil, karena waktu didominasi dengan pekerjaan rumah yang menumpuk dan si kecil yang cerewet. Ketika berumah tangga kau akan lebih senang membaca content dibanding buku karena tanganmu lebih membutuhkan Handphone dan Google. Suka membaca fiksi? Percayalah, menonton film sambil menyusui lebih menghemat waktu untuk menghibur dibanding membaca buku fiksi. 😂

Jadi, Apa saja yang dibaca? 

Semuanya. Karena kita tidak akan pernah tahu kapan ilmu itu tiba-tiba menjadi begitu penting dalam kehidupan kita. 

Ahh.. Masa sih jadi Ibu ga punya kesempatan membaca.. Males aja kalees.. 

Sekali lagi ini terjadi jika beda situasi. Ya bisa aja masih punya waktu banyak membaca dengan catatan kamu punya pembantu atau minimal orang yang meringankan pekerjaan rumah_dan punya banyak uang untuk itu. 

Percayalah single itu lebih punya kesempatan menggali ilmu lebih banyak. Sementara menjadi Ibu/Ayah adalah output dari praktik bacaan tersebut.

Jadi mumpung masih single, baca yuk..! 


3. Jangan Lupa KERJAKAN Sunah Nabi

Selalu kagum dengan para Ibu yang bisa melakukan sholat malam, sholat dhuha, tadarus, dan rutin kemajelis ilmu meskipun memiliki anak. Kalau saya? Salah satunya saja bisa dilakukan sudah merasa hebat. Hihi

Percayalah, masa muda itu masa penuh harapan dan doa. Maka jangan lupa untuk selalu mengerjakan sunah nabi. 

Yang wajib aja dulu.. Sunah it belakangan.. 

Ya emang wajib itu ya wajib masa mau ditinggalin? 

Tapi kalian para single yang masih punya banyak impian dan harapan jangan pernah meremehkan kekuatan dari Doa. 

Dan Doa yang didengarkan itu adalah doa dari mereka yang banyak mengerjakan sunah nabi. Maka kerjakanlah selagi masih single dan punya banyak waktu untuk itu. 

4. Traveling sejati hanya dapat dilakukan ketika single! 

Weekend Jomblo mau kemana? 

Travelling aja! Mumpung masih single. Perbanyak menjelajah tempat baru dan bertemu dengan orang-orang baru. Buka pemikiran dan berbagi wawasan. Berfoto sebanyak-banyaknya. Simpan berbagai kenangannya karena kamu akan merasakan sensasi rasa senangnya mengabadikan foto itu suatu saat nanti. 

Apa ketika bekeluarga tidak bisa traveling? Sebenarnya bisa, tapi tidak maksimal. Jika ketika single anda travelling karena ingin bertemu dengan berbagai orang baru maka tujuan traveling keluarga hanyalah untuk menyenangkan anggota keluarganya saja. Disamping itu, kesempatan traveling sangat sulit didapatkan jika anda menikahi orang berkepribadian introvert. 

Baca juga: ketika Introvert menikahi Introvert pula

Baca juga: Lelaki Introvert atau ekstrovert? 

5. Hindari Shopping berlebihan, menabunglah! 

Punya banyak gajih dari bekerja? Menabunglah! 

Biasanya kemampuan menabung cowok single lebih terarah dibanding cewek single. Kenapa? 

Eh kenapa ya.. 

Karena cowok single lebih realitas memikirkan modal pernikahan sementara cewek single cenderung menghabiskan uangnya untuk shopping supaya dirinya terawat. (sebagian loh bukan semua cewek single) 😅

Menabung itu berguna sekali untuk masa depan. Masa depan apa sih? 

  • Melamar anak orang butuh modal
  • Yang dilamar juga butuh modal kalau saja suatu saat anda terkena krisis pengantin muda
  • Ingatlah anda butuh rumah untuk dihuni keluarga anda
  • Dan seterusnya… Kalau aku sebutin semua ga selesai-selesai ini tulisan😅

6. Jangan Sombong 

Usia muda, sukses, punya banyak relasi tapi sombong? Percuma meeen…👎

Tidak akan ada orang yang suka dengan seseorang yang sombong termasuk itu para calon mertua. Maka belajarlah rendah diri.. 

Sudah berapa banyak kita melihat orang sombong yang tiba-tiba berada dibawah karena kesombongannya? 

7. Perbanyak Relasi, tapi jangan pernah mengutamakan teman dibanding keluarga

Kapan lagi bisa punya banyak teman? Hanya ketika masih single saja kita dapat maksimal berteman. 

Single punya banyak kesempatan untuk memiliki relasi. Relasi sangat dibutuhkan untuk menunjang peningkatan dari passion. Kalian tentu pernah melihat orang yang memiliki passion biasa saja namun bisa sukses? Percayalah itu karena mereka punya banyak relasi. 

Tapi, sebanyak apapun relasi diluar ingatlah.. Ingatlah bahwa ikatan dengan para ‘teman’ tidak akan pernah mengalahkan kuat dan tulusnya ikatan dengan keluarga. Maka, jangan terlalu berlebihan dalam berteman dan berelasi. 

8. Lakukan segalanya untuk Orang tua

Single dan masih memiliki orang tua? 

Bagus, anda punya tujuan mulia untuk hidup..

“Bahagiakan mereka selagi kamu memiliki waktu.. 

karena ketika kamu menikah.. 

kamu akan merasa jauh dengan mereka..

Apalagi ketika mereka telah tiada, kau akan menyesal jika tak melakukan yang terbaik untuk mereka.. 

Memiliki orang tua yang selalu mendukung dibelakang kita adalah berkah yang harus disyukuri oleh kaum single. Lakukanlah segala yang kita bisa untuk membahagiakan mereka. 

Bakti seorang anak lelaki selamanya terikat pada Ibunya. Maka bahagiakanlah Ibumu selagi kamu belum menikah dan memiliki kewajiban memberi nafkah pada istrimu. 

Ketika menikah, bakti utama seorang perempuan jatuh kepada suaminya. Maka, bantulah Ibumu melakukan pekerjaannya selagi masih single. 

Masih mikirin jodoh yang tak kunjung datang? 

Yuk, kerjakan 8 hal penting diatas dulu. Percayalah jodoh akan datang begitu saja jika kita ‘berusaha’ maksimal melakukan yang terbaik. 

*Bukan maksimal mengejar jodohnya saja tentunya.. 😛 

Sumber gambar 

Tergoda Poligami? Sebaiknya Renungkan 6 Hal Ini Dulu! 

Tergoda Poligami? Sebaiknya Renungkan 6 Hal Ini Dulu! 

Poligami? 

Ya, kata ini memang membuat kaum hawa meradang. Hanya membaca satu kata itu saja sudah banyak sekali kilasan pandangan negatif tentang poligami. Dan hal yang sebenarnya paling menyakitkan adalah ketika poligami begitu dibenarkan. Bahkan mereka para ‘poligamers’ menjadikan Al-Qur’an dan sunnah nabi sebagai ‘tameng’ atas apa yang mereka lakukan. 

Saya sebagai seorang perempuan yang berstatus sebagai seorang Istri dan Ibu menganggap fenomena poligami yang terjadi ‘kebanyakan’ dilatarbelakangi oleh alasan yang salah. Kemudian, alasan yang salah membuat caranya menjadi salah dan akibatnya besar. Hal ini yang semestinya harus banyak dipertimbangkan oleh para suami sebelum membenarkan poligami. Sayangnya, terkadang pertimbangan dan penyesalan akan selalu datang terlambat.

Tergoda Ingin berpoligami? Sebaiknya renungkan 6 hal berikut dulu! 

1. Mungkin Istri tak secantik dulu, ingatlah dia juga PERNAH CANTIK dan BISA CANTIK LAGI

Entah kenapa saya melihat fenomena poligami yang terjadi disekitar saya kebanyakan adalah karena godaan mata dan ‘bawah’. 

Ya, memang itu tidak salah. Saya mengerti dengan kebutuhan biologis suami. Senang melihat perempuan cantik, senang dengan yang bisa memasak dan menyamankan lidah ataupun dengan passion yang lain yang turut menunjang. Dan satu lagi, senang ‘dilayani’ dengan baik. Dan pelayanan ini kebanyakan membutuhkan kecantikan secara fisik. 

Pernah mendengar istilah rumput tetangga selalu terlihat lebih bagus? Itulah tanda kurangnya rasa syukur dari anda wahai para suami.. 

Jadi, Kenapa mesti bersyukur dengan istri yang sudah ‘menyusut’ kecantikannya? 

Karena ingatlah! Dia juga PERNAH CANTIK! 

Ingatlah dulu kau tersipu melihat kecantikannya. Betapa ingin memilikinya. Mendambakannya mengisi hari-harimu dengan memanjakanmu. Saat itu kau berpikir, “Jika ada dia untuk mengisi semangat dihari-hari yang kujalani, Alangkah senangnya” 

Dan Doamu terkabul, Kau memilikinya.. 

Kau senang karena setiap hari ada seseorang yang memberimu semangat dan memanjakanmu. Hingga dia hamil dan memiliki anak. 

Perutnya tak selangsing dulu, wajahnya lelah karena banyak begadang, badannya tak terawat karena sibuk denganmu dan bayimu. Dia senang dan ikhlas dengan kehidupan rumah tangganya denganmu sampai kemudian dia sadar bahwa kau kecewa dengan perubahannya. 

Ya, dia tidak secantik dulu. Dia lengah karena TERLALU MENCINTAIMU. Maka, jika hal ini sudah terjadi..Rawatlah dia.. Bukan membuatnya kecewa dengan membandingkannya dengan seseorang. 

Karena jika seseorang yang kau bandingkan itu suatu saat menjadi milikmu. Ingatlah bahwa hal sama akan terulang. Ya, benar..saat itulah kau berpikir..

“Wanita itu ternyata memang sama saja” 

Wanita itu SAMA-SAMA berbakat jelek jika tak terawat.. 😛

2. Yakinkah anda bisa  ADIL? 

Sebelum anda tergoda dengan poligami anda harus tau bahwa menikahi dua wanita berarti anda harus membagi nafkah lahir dan batin secara adil. 

Bisakah demikian? 

Dalam kasus nyata, para pelaku poligami dari rakyat jelata, kalangan pejabat hingga (maaf) kalangan agamis saja keadilan sangat sulit benar-benar diterapkan. Mungkin istri pertama tadinya diam, tapi didalam hatinya.. Kita tak pernah tau. 

Ada yang adil dalam nafkah lahir namun nafkah batinnya terzholimi. Ada pula yang adil dalam nafkah batin namun nafkah lahirnya terabaikan. Kenyataannya, jika poligami disetujui oleh istri pertama maka permasalahan adil selalu muncul bahkan pada menit pertama anda menikahi yang kedua. 

3. Pikirkan Kondisi Psikologis Anak

Jika anda tergoda ingin berpoligami sementara anda memiliki anak akan lebih baik jika anda memikirkannya dengan matang-matang. 

Karena anak hanya akan menjadi ‘korban’. 

Kenapa? 

Karena pertengkaran dari orang tua mereka. Psikologis anak tentu merasa tidak siap dengan hadirnya ‘wanita asing’ didalam rumahnya. Dia akan stress mendengar tangisan dirumahnya. 

Saya memiliki beberapa kasus tentang terganggunya psikologis anak pasca poligami yang dilakukan ayahnya. Ya, memang saya bukan psikolog yang menerapi mereka secara langsung ya… Bukan.. 😅

Tapi saya cukup sering mendengar cerita. Dan kau tau cerita siapa yang paling membuatku tersentuh? Ya, cerita suamiku. Dia salah satu anak dari korban poligami yang sempat mengalami stress. Karena itu, poligami membuatnya banyak belajar. 

Perlu anda tau wahai suami, stress bukan hanya terjadi pada anak yang melihat ayahnya berpoligami. Namun tentu stress yang paling banyak dirasakan oleh ibunya. 

Apakah anda tau stress pada Ibu hamil sangat berbahaya? Apa anda tau bahwa stress pada Ibu hamil bisa menyebabkan anaknya lahir dengan kondisi schizophrenia biologis? Ya, Jenis penyakit jiwa ini tidak dapat dideteksi mulai bayi karena akan muncul begitu saja ketika ia dewasa_ketika ia tertekan. 

Tidak percaya? Ayolah.. Apa aku harus bercerita lagi? 

4. Ingatlah siapa yang menerimamu dari Nol 

Ingatkah ketika ia menerimamu dalam kondisimu yang masih ‘payah’? 

Pengangguran.. Tidak punya uang.. Tidak punya semangat bangkit.. 

Namun ia menemanimu, mendukungmu. Ikhlas dengan sedikit yang kau berikan hingga akhirnya kau bisa bangkit dan sukses. 

Kini kau kaya raya_punya segalanya.. Akhirnya kau merasa membutuhkan ‘yang lain’ untuk memuaskan nafsumu. Ingatlah bahwa ‘yang lain’ tidak mencintaimu dengan tulus. Dia hanya ingin menikmati kepunyaanmu. 

Maka saat itu, tunggulah merosotnya karirmu, rezekimu dan kehormatanmu. 

Ini sudah banyak buktinya. Mau saya sebutin satu-satu? 😛

5. Ingatlah tidak ada Wonder Woman didunia ini, maka terima kami apa adanya.. 

Ingat ya para lelaki wonder woman itu Mitologi Yunani, Itu Mitos! Tidak ada wanita seperti itu. 

Eh, bukan, yang itu sih jelas mitos ya. 😂

Wonder woman yang aku maksud disini adalah tidak ada wanita yang sempurna. Punya Passion di segala bidang dan semua perfect. Tidak ada! 

Jika istri anda bekerja diluar dan punya kontribusi sosial yang lebih diluar sana sudah pasti dia tidak punya waktu untuk memasak. Maka, terima saja. Memasaklah untuknya. 

Jika istri anda Ibu Rumah Tangga saja yang hoby memasak dan tidak pandai bersosial serta tak pandai berdandan. Maka, terima saja. Setiap Wanita punya passion berbeda. 

Anda bisa saja membuat komunitas istri sempurna di rumah anda dengan birokrasi yang dipimpin oleh wanita ahli agama, psikolog, pengamat ekonomi, penulis, dan mantan Miss. Universe tapi ingatlah.. Semua punya kekurangan! Dan menyatukan mereka dalam satu rumah bukan membuat kerja sama. Tapi bencana besar! Hahahaha. 

Gambarannya begini, pernah melihat wanita bermain sepak bola? 

Ya, mereka tidak bisa menyusun strategi bahwa bola harus ditendang bergantian. Mereka akan berebutan.. 😅

Poligami adalah ide buruk untuk mengejar sebuah kesempurnaan. 😂

6. Pertimbangkan antara alasan Nafsu dan Sunah yang Benar

Sebenarnya bolehkah poligami? Nabi aja Poligami, kok! 

Ya, coba perhatikan para Istri Nabi? 

Ia menikahi Khadijah yang berumur 40 tahun sementara ia berumur 25 tahun. Lelaki sekarang? Doyannya yang muda-muda laah.. 

Ia menikahi Aisyah saat Istrinya Khadijah sudah meninggal. Nabi Muhammad menduda cukup lama, selama empat tahun. 

Poligami sendiri terjadi ketika banyak janda dari peperangan. Para sahabat Nabi yang dinilai “mampu” dimintanya untuk menikahi janda-janda korban perang sampai empat. Syaratnya, para sahabat itu harus mampu berbuat adil, baik terhadap istri-istrinya, maupun anak-anak yatim yang dalam perawatannya. Kalau tidak bisa berbuat adil, cukup beristri satu saja. Syarat yang dikemukakan Nabi ini diabadikan dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat : (3).

Nabi sebagai penganjur poligami dalam keadaan darurat waktu itu, juga menikahi para janda sahabatnya, sehingga para janda itu selamat dari perlakuan semena-mena tentara musuh Islam. Anak-anak para janda yang berstatus yatim itu pun, terpelihara dan terjaga dengan baik.

Dari catatan sejarah, setelah Siti Khadijah Wafat, Nabi Muhammad SAW menikahi 11 wanita, tiga diantaranya adalah wanita budak atau tawanan perang (Siti Juwariyah, Siti Shafiyah, dan Maria Al-Qibtiyah), delapan lainnya adalah wanita merdeka yaitu (Siti Saudah, Siti Aisyah, Siti Hafsah, Siti Zainab Ummul Masakin, Ummi Salamah, Siti Zainab Putri Umaimah, Ummi Habibah dan Siti Maimunah). Dari delapan wanita merdeka itu, hanya seorang wanita yang berstatus gadis. Itulah Siti Aisyah, sedangkan yang lainnya berstatus janda.

Jadi, jika anda ingin berpoligami karena ‘nafsu’ sebaiknya anda perhatikan teladan kita, Nabi Muhammad SAW. Ia berpoligami untuk menolong wanita. Bukan untuk memuaskan nafsunya. 

NB: Ketika saya menulis ini suami saya ber ‘hehe’ disebelah saya. Sambil bilang, “Berarti boleh ya?” 

Dan saya menjawab, “Boleh, tapi saya yang nyarikan. Para janda yang ‘tidak laku’ lagi dipinggiran sungai. Mau? Saya punya calonnya..” 

Dan dia langsung bilang “Ogaaaaah” 😛

Hahahaha.. 😂

Sekian artikel dari saya. Tulisan ini merupakan ide yang tiba-tiba muncul begitu saja ketika geram melihat kasus poligami dan pelakor (perebut laki orang) ramai diperbincangkan. 

Akhirnya tulisan ini dijadikan salah satu collaboration #curcolanfikawinda. Emak Fika adalah salah satu member Female Blogger Banjarmasin dan juga merupakan Ipar saya. Tertarik ingin membaca tulisan Fika tentang ‘Pelakor’? 

Yuk, lihat tulisan kece emak ini disini.. 😊

Tentang Rumah Kenangan

Tentang Rumah Kenangan

Apa arti rumah buatmu? 

Bagiku, Rumah adalah tempat untuk pulang dimana didalamnya ada orang-orang yang menyayangimu dan menantikanmu selalu berada didalamnya. 

Bagiku, Rumah adalah tempat kehangatan. Tempat mengisi perut serta mengisi batinku dengan pelukan kasih sayang. 

Bagiku, Rumah adalah tempat berteduh. Tempat yang melindungi jasmani dan mengeluarkan semua isi hati agar selalu berada ditempat ‘teraman’. 

Hal yang dinamakan ‘rumah’ akan selalu menjadi surga dunia. Karena kenyamanan yang diciptakannya membuat seonggok telur ceplok dan kecap-pun terasa lebih enak dibanding restoran manapun. 

Tak ada yang bisa menyamai.. Bau dari kamar nyaman itu hingga prasasti didinding-dindingnya.. Terlalu banyak cerita disini. Cerita yang menyenangkan. 

Sangat munafik, jika mereka bilang “Jangan meratapi Sejarah! Bangkitlah menatap masa depan!” Karena nyatanya sejarah menyenangkan. Sejarah adalah ilusi terindah yang mengenangnya selama apapun akan terasa menyejukkan hati. 

Karena Kenangan itu beralasan kuat. Ada keluarga yang membuat rumah itu terasa seperti surga. Ya, keluarga itu. 

Ibu yang tak pernah tidak ribut denganku minimal tiga hari sekali. 

Ibu yang memelototiku setiap kali aku mulai bertindak konyol. 

Ayah yang selalu bertindak konyol dan bertentangan dengan Ibu. 

Pertengkaran ‘konyol’ yang terjadi hampir tiap hari. Kemudian terlihat tak terjadi apa-apa beberapa jam kemudian. 

Celotehan setiap anggota keluarga saat makan malam yang berujung pada protes kecil dari mulutku yang cerewet. 

Dulu aku membencinya. Sangat membencinya. 

Dan sekarang aku merindukannya..

Kadang aku menyesal kenapa aku malas sekali merawat rumah dan isinya dulu. 

Tentang mama yang selalu menggerutu bahwa aku pemalas dan tak betah dirumah. Tapi, aku sama sekali tak merasa pemalas saat itu_dibandingkan teman yang lain aku jauh lebih introvert. Aku selalu membela diri bahwa aku butuh dunia lain untuk sekedar mengakui keberadaanku. Didalam hati aku selalu menggerutu “Hei Mama, sampai kapan aku harus berada di dunia kotak?” 

Tapi akhirnya aku sadar. Bagi orang sepertiku, dunia kotak adalah sebuah surga. Rumah dan kasih sayang didalamnya takkan bisa digantikan oleh apapun. 

Beberapa tahun lalu aku adalah anak pertama yang meninggalkan rumah itu. Tak sempat sebuah bakti aku sempurnakan. Hanya sebuah restu untuk meninggalkan rumah_menuju rumah yang baru. 

Hampir satu tahun dirumah mertua dan akhirnya keluarga kecilku mendapat rezeki untuk memiliki rumah sendiri. Rumah baru untuk menjadi sebuah surga yang baru. 

Aku yang berada pada rumah baru dan sebagai pusat kehangatan dalam keluarga akhirnya mengerti kenapa Mama memperlakukanku sedikit berbeda dengan saudara-saudara laki-lakiku. 

Karena perempuan terlahir spesial..

Karena menjadi apapun perempuan. Sebagai apapun dan sekeren apa passionnya membawanya ketingkatan level kehidupan. Tetap saja! Tetap saja ia perempuan. 

Tetap saja, jantung sebuah rumah adalah perempuan didalamnya. Karena itu ia harus bisa membuat suami dan anaknya berbahagia dirumah. Itulah yang menguatkan ikatan. Perempuan terlahir lebih sensitif karena memendam banyak cinta. 

Cinta adalah alasan kenapa telur ceplok didapur Mama terasa lebih enak. 

Cinta adalah alasan kenapa kamar berprasasti itu menjadi buah tidur penyimpan kenangan. 

Cinta adalah alasan kenapa aku merindukan kemarahanmu. 

Cinta adalah alasan kenapa aku berusaha menjadi lebih baik dibanding saudaraku. 

Rumahku dahulu, adalah tempat dimana banyak cinta dilahirkan. Karena itulah aku merindukannya.. 

Selama seminggu berada disini. Dalam moment idul fitri. Betapa banyak lubang kosong pertanyaan amunisi cinta selama ini mulai menemukan jawabannya. Aku hanya butuh tertawa, bercanda dan menangis bersama dengan orang-orang yang memiliki ikatan pertama denganku. 

Mama.. 

Abah..

Dan Kakak adik cuek bebek sekalipun yang kupikir aku tak terlalu peduli dengan mereka. Nyatanya malah cukup senang melihat mereka berkumpul. 

Dan Aku memiliki ikatan baru yang kupikir cukup menyenangkan memilikinya. 

Ipar perempuan pertama dan dua keponakan dari pihak keluargaku. 

Entah bagaimana kekosongan selama ini yang Mama dan Abah rasakan selama semua anaknya terpisah. Aku sendiri tak bisa membayangkan. Rumah yang dulunya ramai itu menjadi sunyi senyap. 

Ah.. Bukankah itu yang dulu selalu kau inginkan win? Sebelum memiliki Farisha kau ingin berdua saja dengan suamimu dan merajut karirmu? Betapa memiliki anak telah mengikis semua impianmu? 

Belakangan aku merenung dan berpikir bahwa itu adalah salah satu cara-Nya untuk membuatku mengekspresikan cinta dengan benar. Level baru yang mengubah hidupku selamanya. Menjadi Ibu. 

Karena itu aku tidak boleh sedih. Meratapi betapa menyenangkan menjadi seorang anak-anak dirumah kenangan itu. Tapi aku bukanlah anak-anak lagi bukan? 

Aku sudah menjadi Ibu! Seseorang yang mandiri di rumahnya sendiri dengan keluarga baru yang dibangunnya. 

Karena itu, rumah kenangan tak pantas diratapi. Hanya sebuah kunjungan bertahap untuk menepis kerinduan. 

Karena jika ia terus diratapi. Hati kecilmu selalu berharap selalu menjadi gadis kecil. 

Dan kau sudah besar bukan? 

8 Syarat Lelaki yang Patut di Jadikan Suami

8 Syarat Lelaki yang Patut di Jadikan Suami

Kamu kenapa nulis ginian win? Udah mau punya mantu buat Farisha? 😂

Semacam seperti itu tapi tidak sejauh itu ya.. Farisha sih masih kecil mungill. Bahkan dalam imajinasi Farisha yang namanya lelaki itu mesti dijauhkan dalam lingkup pertemanannya.

“Farisha ga mau berteman sama laki-laki!” 

Sound Familiar ya buat aku.. 😂

Dulu bahkan sejak mengenal keasyikan berteman dengan sesama perempuan aku sempat memutuskan bahwa ingin menjadi perawan tua selamanya dengan temanku. Ini serius! Ya.. Sampai kurasa temanku itu mengalami masa ketertarikan dengan lawan jenis dan itu sungguh menyebalkan buat aku karena harus mencari penerimaan yang lain. 

Salah satu bentuk penerimaan itu adalah dengan mencoba-coba trending pacaran. Ya, aku harus mengakui bahwa aku ini bukan cewek yang sempurna. Aku bukan perempuan shalihah yang tak mengenal yang namanya pacaran. Aku pernah berpacaran. Bagiku dulu, pacaran adalah salah satu bentuk status penerimaan agar diakui ‘laku’ dilingkunganku. Meski jujur saja, kalau bisa memilih aku lebih suka tidak pacaran. 

Tapi kadang hidup itu adalah sebuah pembelajaran. Ketika kita kesepian dengan status kita yang masih jomblo sementara teman kita dulu asik dengan dunianya yang lain maka kita pun otomatis turut membuka diri juga dengan makhluk yang bernama lelaki. Ya, walau jika boleh jujur yang namanya mantan itu bagiku tidak semuanya ditimbulkan oleh rasa cinta. Terkadang hanya sebuah hubungan ‘daripada’. Daripada lo kesepian win.. Hahaha.. 

Nyatanya memang benar ya. Seorang Pacar itu belum tentu akan menjadi suami masa depan. Bahkan bisa saja suami sekarang bukan seseorang yang didapatkan dari status pacaran. Beberapa pertimbangan kerap kali membuat kita mengambil keputusan begitu saja untuk menikah. 

Bagiku sendiri, menikah harus SEKALI SEUMUR HIDUP. Karena itu, menjadi karakter pemilih adalah hal wajib. Ya, memilih lelaki untuk menjadi imam selamanya berarti adalah sebuah penentu masa depan kita. Bukan hanya untuk masa depan dunia saja namun juga diakhirat kelak. 

Beberapa kriteria lelaki dibawah ini adalah poin-poin yang kuambil dari beberapa pengalamanku mengenal berbagai jenis lelaki (sok laku amat sih kamu win..). Bagi kamu yang masih menyandang status pencarian mungkin beberapa poin dibawah ini bisa dijadikan bahan pertimbangan.. 😊

1. Cari lelaki seiman

Ini adalah syarat utama dalam menentukan pilihan suami. Bagi kamu-kamu yang protes boleh saja ber’tapi-tapi dengan beribu alasan. 

“Tapi dia setia.. ”

“Tapi dia asik.. Ngertiin aku…”

“Tapi dia cakep kayak jejung…” *lah

Kalo ada temen yang ngomong gini mesti aku lempar pake ulekan biar otaknya agak waras. Mungkin dia lagi kena ‘Genjutsu’.. *Eaa.. 

Buat kamu yang bersikeras ingin menjadikan lelaki tak seiman sebagai imam hidup maka coba renungkan kembali. 

Iman adalah rasa percaya. Iman dalam hal ini adalah percaya akan hal-hal bersifat akhirat dan dunia. Sehingga percaya didalamnya bukan hanya sekedar saling percaya antar kedua belah pihak. Namun juga percaya pada Tuhan yang sama sehingga menghasilkan tujuan kehidupan mulia yang sama pula. 

Bagaimana bisa kita hidup bersama dengan orang yang memiliki keyakinan berbeda dengan kita. Bukankah Dunia hanyalah sekedar genggaman ditangan belaka? Akhirat adalah Final Destination. Bagaimana bisa kita hidup dengan seseorang yang berbeda dalam sudut pandang Tujuan Akhir dan untuk siapa hidup? Bukankah dia yang akan kita jadikan imam di rumah tangga kita? 

Iman yang sama adalah pondasi awal dari sebuah hubungan. Syarat ini mutlak_tak bisa diganggu gugat. 

2. Pilih dia yang selalu menomor satukan Ibunya

What? Jadi kita dinomor duain gitu? Ngapain pilih yang model gini win?? 

Ngapain ya? Karena itu adalah suatu bukti teman. Bukti tanda lanjutan dari step iman. Bukti takwa tahap satu! 

Bagiku sendiri agak aneh jika ada lelaki yang tergila-gila dengan perempuan tanpa mempertimbangkan perasaan Ibunya. Bukankah Ibu adalah orang nomor satu yang harus dihormati lelaki?? 

Jika Ibunya saja dia nomor duakan bagaimana dengan kita jika sudah ‘menyusut’ kelak? 

Ketika aku menjalin hubungan dengan suamiku dia pernah berkata padaku bahwa walau bagaimanapun cintanya dia denganku tapi dia tidak akan pernah mencintaiku diatas cinta pada Ibunya. Aku sempat mengalami beberapa konflik dengan pemahaman ini. Sampai akhirnya aku sadar dan mengerti kemudian bersyukur betapa beruntung aku memiliki suami yang luas cara berpikirnya dan sangat mencintai Ibunya. 

baca juga “Untuk apa Aku harus membenci mertuaku?” 

3. Pilih dia yang mencintaimu dengan ‘benar’ 

Tere liye pernah berkata dalam statusnya di facebook. Kalau tidak salah begini bunyinya “untuk wanita, mungkin lebih baik menikah dengan lelaki yang jelas-jelas mencintai dibanding menunggu yang tidak pasti” mungkin begitulah, mirip-mirip, saya lupa.. Haha

Apa itu berlaku bagiku? Ya.. Itu berlaku. Aku lebih suka dicintai dengan jelas daripada tergila-gila tidak jelas dengan lelaki yang bahkan tau sama aku aja enggak. Bagiku, cinta akan tumbuh seiring kita mengenal orang tersebut. 

Apa semua cewek berpikiran sama sepertiku? Tentu saja tidak! Beberapa memilih tergila-gila dengan sasuke dibanding naruto..*eh kumat..😂

Ketika kita memutuskan untuk mencintai seseorang ada baiknya untuk bertanya pada diri sendiri. Apa alasan kita mencintainya? Jika alasannya hanya karena tampan dan dia sering memuji kita semata maka aku yakinkan itu adalah… Genjutsu.. 😂

Jika lelaki benar-benar mencintai kita aku yakin dia akan melakukan apa saja saat kita terbaring sakit, dia akan melakukan apa saja saat kita kesulitan, dia akan cemburu melihat kita sedetik saja bersama orang lain, dia selalu mendengarkan kita, dia akan mencari tau apa kesenangan kita dan yang terpenting dia akan selalu membawa kita untuk tetap bersemangat dalam tujuan hidup. 

Maka, jika tiba-tiba ada lelaki berkunjung kerumahmu dengan membawa segerombol keluarganya, aku yakin dia adalah silent lover selama ini. Bisa jadi, dia adalah orang yang paling mencintaimu dibanding kau mencintai yang lain. 

Belajarlah mencintai dengan benar wahai wanita. 

Karena jika hanya kau yang mendominasi perasaan cinta pada lelaki bisa jadi saat berumah tangga dia akan mendominasi segala peraturan rumah tangga hanya karena merasa dapat memanfaatkan rasa cintamu yang berlebihan padanya. Banyak lelaki begini? Wuiiih… Buanyaaaak!! 

4. Pilih dia yang bertanggung jawab

Apa sih tanggung jawab lelaki ketika sudah menikah itu? 

Ya, nafkah! Bukan.. Ini bukan masalah duit! 

Nafkah lahir dan Nafkah Batin. Keduanya adalah tanggung jawab lelaki ketika menikah. 

Bagaimana cara mengetahui kadar tanggung jawab lelaki? 

Simple.. Dari kepedulian! 

Maka jangan mau dibohongin dengan muka cowok keren yang keliatan cuek, cuek tapi peduli sih oke.. Nah kalo cuek asik sama dirinya sendiri? Banyak ga cowok jenis gini? Banyaaakkk!!! 

Banyak nih cowok yang asik mentingin karir dia aja. Pas udah sukses dia nyari cewek yang super cantik. Pas udah nikah si cewek malah sering ditinggalin dirumah. Udah gitu pas udah punya anak disuruh jadi Stay At Home Mom dengan kondisi si suami jarang pulang. Apa yang kurang? 

Nafkah batin! 

Intinya pilih suami yang bisa bertanggung jawab dengan mengerti kondisi kita. Suami yang tidak hanya mengartikan makna tanggung jawab sebagai uang semata tapi juga mengisi jiwa dalam rumah tangganya. 

Nah, tapi ada juga nih suami belum siap nafkah lahir tau-tau mau nikah aja? Situ mau? 

Hal ini masuk kepembahasan nomor 4 yak. 👇

5. Bukan pilih dia yang Kaya, punya pekerjaan tetap, tapi pilih yang selalu bersemangat dan punya cita-cita besar

Kalo kamu kayak gini ga bakal ada yang mau.. 😛

Sempat ada yang menyindir ketika aku menikah dengan suamiku. 

“Ya iya lah dia sudah PNS, punya pekerjaan tetap!”

Aku jujur kurang suka dengan statement diatas. Kesannya kok aku memilihnya karena dia mapan yah? 

Jujur saja, jika masalah mapan adalah nomor satu aku punya banyak pilihan selain suamiku.. (lemparin batu.. Sok laku banget..haha) 😂

Kamu tau kenapa aku memilih dia?

Karena dia yang selalu membuatku bersemangat! Dan dia punya banyak cita-cita didalam hidupnya! Dan aku bercita-cita untuk turut ambil andil dalam misi hidupnya

Setiap kali kami berbicara, ada semangat api yang aku rasakan. Suamiku adalah tipe imajiner-realistis_sesuatu yang tak pernah aku jangkau dari aku yang sepenuhnya imajiner. 

Kalau tidak salah aku pernah mendengar kata-kata ini dari mario teguh “Wanita itu tidak butuh mobil mewah, rumah mewah dan lain-lain untuk dilamar! Ketika dia melihat layar handphonemu dan disana terlihat rumah mewah dia bertanya ‘Itu Rumahmu?’ dan lelaki sejati akan menjawab ‘itu bukan rumahku, tapi aku bercita-cita akan membuatkan rumah itu untukmu’. Dijamin wanita pasti klepek-klepek”

Itu benar. Wanita tidak butuh lelaki kaya! Dia butuh orang bersemangat, optimis dan punya cita-cita tinggi untuk menemani hidupnya. Hal itulah yang akan menunjang nafkah lahir seperti pada pembahasan nomor tiga. 

6. Pilih yang memahami Passionmu

Sebelum kita memutuskan untuk menikah sangat penting untuk mengetahui hoby dan minat dari masing-masing pasangan. 

Iya, kan ga lucu ya kalo tiba-tiba nikah terus bukannya kita semakin maju malah semakin merosot dari passion kita. 

Baca juga Lelaki Introvert vs Ekstrovert, Pilih Mana? 

Ada pula pribadi yang berpikiran “Menikah itu asal mau mengalah..” 

Ya, terus kalo mengalah melulu kapan majunya? Jangan sampai rumah tangga kita termasuk dalam golongan tidak sehat hanya karena passion yang terhambat oleh rasa stress. 

Hal seperti ini sering terjadi pada pasangan muda. Bahkan tidak sedikit yang mengalami stress berkelanjutan hanya karena masalah passion dan salah memahami makna penerimaan. 

Baca juga Pembelajaran dalam film Revolutionary Road. 

Revolutionary Road adalah salah satu dampak dari stress masing-masing pasangan yang tak bekerja sesuai passionnya sehingga rumah tangganya tidak sehat. Karena itu ada baiknya sebelum anda menikah pahami passion masing-masing. 

7. Pilih sang penyuka anak kecil 

Aku sering mendengar kalimat “Semua Lelaki mungkin siap menjadi seorang Suami, tapi tidak semua Suami siap menjadi Ayah” 

Ngerti maksudnya? 

Agak lucu juga ya, soalnya sudah jelas kan ketika kita memilih calon suami sudah jelas didalamnya bahwa disana kita juga mencari sosok ayah untuk anak kita kelak. Pernyataan diatas kok seolah-olah mencari calon suami ‘yang siap’ itu gampang ya. Menurutku malah itu yang susah karena itu pondasi dasar. 😄 

Jadi buat aku, kriteria suami dan calon ayah itu gak bisa dipisah. Kecuali mau ga punya anak selamanya.. Hihi

Sudah menjadi rahasia umum sepertinya ya kalau lelaki penyuka anak kecil akan menjadi sosok Ayah yang baik. Kenapa? Karena ia akan lebih mengerti dengan kondisi Ibu yang rempong dan akan menggantikan peran ibu pengganti selama sang ibu berkutat pada kerempongannya. 

Lelaki penyuka anak kecil biasanya ditemukan pada anak sulung maupun anak tengah yang memiliki adik. Meski mungkin saja anak tunggal juga bisa menjadi sosok ayah yang baik karena rasa cintanya yang benar pada Ibunya. 

8. Lihat Lingkungan dan Latar Belakangnya 

Buah Jatuh tak Jauh dari pohonnya.. 

Memang, hal ini harus diakui benar. Hal yang membentuk diri kita sebagian adalah lingkungan dan latar belakang. 

Namun, sayang sekali aku adalah pribadi yang kurang mempercayai makna ‘Warisan’. Bukan, ini bukan tentang tulisan abege kekinian itu. 😂

Sebagian besar orang akan terbawa oleh faktor biologis dan lingkungan dalam pembentukan karakternya. Namun, adapula yang memilih jalannya sendiri ditengah lingkungannya yang dia pikir merupakan sesuatu yang salah. 

Sebagai contoh, tidak semua anak koruptor akan tumbuh menjadi koruptor pula. Bisa jadi_bisa saja suatu saat ia menyadari kesalahan orang tuanya kemudian mengambil jalan kebaikan setelahnya. 

Sebaliknya, tidak semua anak pesantren akan tumbuh menjadi orang sholeh dan sholehah. Bisa jadi_bisa saja, entah karena apa tiba-tiba saja dia menjalani jalan hidup yang berseberangan. 

Ketika naruto hidup sebagai jinchuriki belum tentu suatu saat dia akan jadi monster sepenuhnya. *lah kumat.. 😂

Dulu, jujur saja aku adalah tipe yang percaya tentang bibit, bebet dan bobot ini. Lambat laun aku mengerti, bahwa setiap manusia bisa berubah. Tak peduli sekeras apapun lingkungan terhadapnya. 

Warna Hitam adalah kumpulan dari gabungan seluruh warna. Jika salah satunya kemudian berpisah mungkin saja ia akan melunturkan warna hitam tersebut. 

Intinya, kita tak bisa men-cap mentah-mentah bahwa anak yang tumbuh dalam lingkungan ‘kotor’ adalah bibit yang ‘kurang baik’. Karena setiap orang memiliki proses evolusi yang tidak kita pahami prosesnya. Meskipun tak dipungkiri, lingkungan dan latar belakang harus kita selidiki pula. 

Namun hal lebih lanjut yang harus kita lakukan adalah melihat sejauh apa evolusi hidupnya pada jalan kebaikan, walau ditengah lingkungan kusam sekalipun. 

Yup, demikian akhir dari catatan saya tentang kriteria lelaki yang patut dijadikan suami. Memang tak semua lelaki sempurna. Tapi paling tidak dari 8 poin diatas ada 5-6 poin yang sesuai dan jangan lupa nomor 1 ga boleh di skip. Hihi.. 

Nah, kalo ketujuhnya udah ceklist buruan bilang “Lamar aku Baaaaang!!!” 

😂

Sumber Gambar

IBX598B146B8E64A