Dear Farisha: Terima Kasih Sudah Menjadi Anak yang Membanggakan

Dear Farisha: Terima Kasih Sudah Menjadi Anak yang Membanggakan

Setiap Ibu pastinya akan bangga sekali jika memiliki anak yang pintar, cerdas dan berprestasi. Sama sepertiku dahulu yang tak hentinya dibanggakan jika memiliki prestasi di sekolah. Entah itu memiliki nilai bagus saat ulangan dan latihan, maupun menjadi juara kelas. Aku akhirnya merasakan perasaan itu pula saat sudah memiliki anak. Kini, aku belajar dari masa laluku.. Dan mulai belajar memahami makna dari ‘Bangga’ yang sesungguhnya.

Sejak sekolah dulu, Orang tuaku selalu memberiku nasehat untuk rajin belajar supaya memiliki nilai harian yang bagus, ulangan yang bagus dan dapat juara kelas. Aku melakukan segalanya untuk membanggakan orang tuaku. Menjadi Juara Kelas dan menjadi anak pintar diatas rata-rata. Tapi, kini aku sadar bahwa pintar saja tidaklah cukup.

Bagiku, Farisha harus berbeda denganku

Sejak menjadi Ibu, aku mulai menggali pengetahuan tentang parenting. Ada beberapa hal yang janggal dengan masa kecilku. Hal itu karena masa kecilku dipenuhi dengan jejalan kemampuan kognitif saja. Aku cepat dalam hal membaca, berhitung, dan menulis namun sangat kurang dalam hal empati dan simpati, kurang tanggap dan peka terhadap lingkungan. Mungkin, masa lalu ini pula yang menyebabkan aku menjadi introvert yang sangat tulen. Ya, aku terlambat untuk mengembangkan otak kananku dan lebih mengutamakan otak kiriku. Dan aku tidak mau Farisha tumbuh menjadi anak sepertiku.

Sejak Farisha kecil, aku tidak pernah memaksakan pembelajaran kognitif padanya. Aku melakukan segala bentuk pembelajaran sambil bermain. Akupun tak pernah membatasi kesenangan dan hobinya. Bagiku, setiap anak pastilah memiliki bakat yang spesial. Dan tugas kita sebagai orang tua adalah mendukung bakatnya. Bakat itulah yang nantinya akan membawanya pada kesenangan dalam menikmati hidup. Dan saat itulah aku bisa mendefinisikannya sebagai kesuksesan.

Farisha memiliki hobi mewarna. Hobi ini telah ia tekuni sejak berumur 3 tahun. Jika berhadapan dengan kertas dan pewarna, ia betah berjam-jam lamanya untuk mewarnai gambar pada kertas tersebut. Hal ini berlangsung lama hingga ia sekolah TK. Aku pun mendukung bakatnya dengan menyalurkannya pada berbagai perlombaan mewarna. Awalnya, ia selalu kalah lagi dan lagi. Tapi, anak yang tekun dan konsisten dengan hobinya tidak akan menyerah dengan kekalahan. Ia akan terus mencoba lagi dan lagi. Aku senang melihat semangatnya. Dan sampai sekarang, Farisha telah mengumpulkan 6 Piala Juara Lomba Mewarna.Empat piala diantaranya adalah Juara 1 dan Dua diantaranya adalah Juara 2 dan Juara Harapan.

Walau Farisha tergolong lambat dalam hal Kognitif, terutama menghafal namun aku Bangga padanya. Bagiku, ukuran kesuksesan bukan hanya dilihat pada pencapaian. Namun bagaimana proses yang harus dilalui dan semangatnya. Ya, untukku sekarang, Farisha dan hobinya serta prestasi yang telah ia raih adalah sebuah kesuksesan.

Tapi, Sukses Saja Tentu Tidak Cukup

Sukses dalam meraih prestasi saja menurutku tidaklah cukup. Bagiku hal yang lebih penting dibanding prestasi adalah tumbuhnya rasa empati dan simpati. Kalau anak tidak bisa menyeimbangkannya, maka ia akan menjadi orang yang sombong suatu hari nanti. Bagiku, anak akan sempurna tumbuh kembangnya jika ia menjadi anak dengan tanggap yang lengkap.

Apa itu Anak dengan tanggap yang lengkap? Artinya adalah anak cepat tanggap, punya rasa peduli dan tanggap bersosialisasi. Anak yang tumbuh dengan tanggap yang lengkap akan otomatis respon dengan lingkungan sekitarnya, ia juga punya rasa peduli dan empati kepada orang lain tentunya juga ia akan aktif dan cepat tanggap dalam bersosialisasi.

Ini adalah hal yang tidak aku miliki dahulu.

Ya, dulu aku terlalu fokus dengan perkembangan kognitif ku. Aku lebih takut jika nilai ulanganku jelek dibandingkan dengan teman akrabku yang sedang sakit. Aku takut dimarahi orang tua karena ulanganku jelek, karena itu aku lebih memilih di rumah saja dibandingkan bermain. Dan puncaknya, aku tumbuh menjadi anak yang tidak cepat tanggap dengan lingkunganku. Tentu aku tidak mau Farisha seperti itu.

Hei Farisha, Sukses Saja Tidak Cukup.. Mari Menjadi Anak Tanggap yang Lengkap Agar Ibu Bangga padamu

Pertanyaan selanjutnya adalah, “Bagaimana menjadikan Farisha anak tanggap yang lengkap?”

Ada Tiga Hal yang aku lakukan untuk itu, antara lain:

1. Memberikan Kasih Sayang

Setiap anak membutuhkan kasih sayang. Ini adalah akar utama. Mengapa? Karena seiring dengan kasih sayang yang kita berikan kepada anak, maka anak akan mencintai kita. Dan hal inilah yang biasanya membuat anak-anak selalu menjadikan Ibunya sebagai Rule Model pertamanya.

Kasih Sayang dan Pola Asuh yang demokratis biasanya akan membuat anak patuh dan terbuka kepada kita.Ia tidak akan sungkan bercerita apapun kepada kita. Anak yang kurang kasih sayang biasanya akan menjadi anak yang pemalu dan tertutup bahkan di rumahnya sendiri. Jika dari akar kasih sayang sudah begini, maka akan sulit membentuk ketahap selanjutnya.

Aku sendiri lebih memilih menjadi orang tua yang demokratis. Sejak Farisha kecil, aku tidak pernah memanjakannya berlebihan ataupun terlalu mengekangnya untuk begini begitu.

2. Memberikan Stimulasi

Hal terpenting selanjutnya adalah stimulasi atau rangsangan. Untuk membuat anak cepat tanggap, punya rasa peduli dan tanggap bersosialisasi, maka kita harus memberikan kebebasan bagi anak dalam bermain.

Masa sih cuma bermain?

Ahli Psikologi, Copland dan Arbeau (Santrock, 2011) menyatakan bahwa bermain memberikan kontribusi penting dalam perkembangan kognitif dan sosial emosional anak usia dini.

Oleh karena itu, kita sering mendengar bukan bahwa dunia anak-anak itu adalah bermain. Biarkan saja anak mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Secara perlahan perkembangan IQ, EQ dan SQ nya akan terbentuk.

Kalian pernah memperhatikan anak yang suka di rumah dan bermain HP saja dan anak yang suka bermain di luar? Bagaimana perkembangannya?

Ya, anak yang dirumah saja dan kurang berinteraksi baik dengan teman maupun orang tuanya biasanya akan menjadi anak yang kaku dan kurang tanggap serta canggung dalam bersosialisasi. Sementara anak yang senang bermain apalagi dengan teman-temannya memang tergolong merepotkan. Sebentar-sebentar ia menangis, belum lagi dengan kondisi area permainan yang tidak pernah rapi. Repot memang, tapi begitulah prosesnya.

Farisha sendiri suka sekali aku ajak jalan-jalan keluar. Bukan hanya menginjak mall atau area bermain edukatif, tapi aku juga sering mengajaknya berjalan-jalan menyusuri perumahan pinggiran sungai di Banjarmasin yang terbilang sangat sederhana. Aku mengajaknya untuk menanamkan rasa syukur dan empati terhadap anak-anak yang lahir tidak seberuntung dirinya.

Selain itu, aku juga tidak pernah lupa mengingatkan kepadanya untuk selalu berkata ‘Maaf’ jika melakukan kesalahan, ‘tolong’ jika ingin meminta tolong, dan ‘terima kasih’ jika diberi sesuatu oleh orang lain. Tiga kata ajaib ini jika dipraktikkan betul-betul maka akan membentuk empati yang sempurna pada si kecil.

3. Memberikan Nutrisi yang baik

Nutrisi juga berperan penting untuk menumbuhkan anak yang hebat dengan tanggap yang lengkap. Kenapa? Karena asupan nutrisi yang tidak lengkap akan mempengaruhi fisik maupun psikis anak. Nutrisi yang lengkap dan seimbang dibutuhkan untuk daya serap anak dalam menyerap informasi sehingga dapat membentuk anak cepat tanggap dalam menyalurkan emosi dan kepeduliannya.

Nah, selain memberikan Farisha makanan seimbang dengan karbohidrat, sayuran, lauk-pauk dan buah. Aku juga memberinya susu. Dan susu yang aku pilih adalah Bebelac Gold.

Kenapa harus Bebelac Gold? Karena Bebelac Gold diperkaya dengan Tinggi serat, dan dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian anak untuk mendukung ia agar bisa hasilkan #7KehebatanPerut sehat seperti:

1. Pencernaan Nyaman

Pencernaan nyaman membuat aktivitas Farisha menjadi lancar dan tidak terganggu.

2. Penyerapan Nutrisi

Perut yang sehat dapat membantu penyerapan nutrisi keseluruh tubuh sebagai sumber energi dan pembentuk sel. Sehingga Farisha dapat terus aktif dalam bermain diluar.

3. Pencernaan Lancar

Perut sehat membuat saluran cerna berfungsi dengan baik sehingga pola BAB si kecil jadi lebih baik. Ingat sekali dulu Farisha punya masalah beberapa kali untuk BAB, karena ada beberapa sayur dan buah yang tidak ia suka. Sehingga aku pun lalai memberinya asupan serat.

4. Perlindungan Alami

Tahukah bunda? 70% sel perlindungan tubuh alami hidup di perut yang sehat. Karena itu perut sehat ini pentinh sekali sebagai antibodi alami si kecil.

5. Tumbuh Kembang Optimal

Dengan perut yang sehat, nutrisi dapat dioptimalkan untuk tumbuh kembang si kecil.

6. Cepat Tanggap

Nah, ini dia.. Perut yang sehat itu membuat anak menjadi cepat tanggap. Karena, 100 juta sel syaraf terdapat dalam perut sehat yang membawa informasi secara tepat ke otak.

7. Suasana Hati

Pernah mengalami anak yang sangat mood swing dalam beraktivitas? Hmm.. Bisa jadi perutnya kurang sehat. Anak dengan perut yang sehat akan selalu senang dalam beraktivitas karena 90% hormon seretoni yang mengatur suasana hati ada dalam perut sehat.

Kasih Sayang, Stimulasi, dan Nutrisi adalah tiga kunci untuk membentuk anak yang berprestasi dan tanggap yang lengkap. Senang sekali rasanya jika anak kita tidak hanya sekedar pintar dan berprestasi tapi juga pandai bersosialisasi dan punya rasa peduli kepada sekitarnya. Bagiku, itulah definisi ‘Bangga’ yang sesungguhnya.

Terima Kasih Farisha, sudah membuatku belajar menjadi Ibu yang lebih baik. Aku akhirnya mengerti dengan perasaan ‘Bangga’ yang benar.

Terima Kasih Farisha, sudah menjadi anak yang membanggakan dengan prestasi dan kepedulian.

Dan terakhir, terima kasih Bebelac Gold telah mendukung Nutrisi Farisha untuk 7 kehebatan perut yang luar biasa. #GrowThemGreat

Yuk, bunda.. Ikut cobain Bebelac Gold dan share denganku ya tentang manfaat yang si kecil dapat. 😉

Komentari dong sista
15 Shares

29 thoughts on “Dear Farisha: Terima Kasih Sudah Menjadi Anak yang Membanggakan

  1. Farisha sehat terus ya nak, semangat sekolahnya, memang sukses aja emnag ga cukup. tapi sukses ga harus dibuktikan dengan banyak piala sih, anak sehat juga bukti sukses ortunya loh

  2. Ah, setuju bangeeet Mba tentang 3 paket komplit untuk anak tumbuh cerdas dan optimal. Yaitu limpahan kasih sayang, stimulasi, dan nutrisi yang cukup. Harus tiga-tiganya ya, nggak boleh ada yang missed. Semoga bisa jadi pengingat buatku :’)

  3. wah Farisha hebat dan punya lingkungan pendukung yang hebat. Pernah baca penelitian Stanley bahwa dari 10 penyokong kesuksesan seorang manusia nomor empat itu dukungan orang terdekat lo mak.

  4. Kalau aku memilih anakku melakukan apa yang ia sukai, sehari-hari selain anakku sekolah dia juga main dirumah sama aku. Biasanya juga suka aku ajak ikut serta kalau aku ada acar diluar tapi bukan acara blogger ya. heheheheheee

  5. Wah salut sama perjuangan Farisha dalam ikut lomba mewarnai. Kid3 juga suka mewarnai tapi hanya 1x ikut lomba, karena akunya belom siap nemenin terus
    Farisha ikut les juga nggak sih mba?

    Ini yaa susunya samaan aku beliin bebelac gild biar sembelitnya kid3 berkurang

  6. Wah ka farisa sama dengan ubay nih, suka menggambar. Apapun bakatnya, semoga nanti bisa sukses ya farisha. Btw susu bebelac ini memang bagus untuk kesehatan pencernaan

  7. Anakku udh 4 thn blm skolh, alhamdulillah bs hitung inggris sampai 13, mengenal warna, in english, dll, yg penting dekat ibu ya bun

  8. Semua anak memang punya bakat kecerdasannya sendiri-sendiri ya bun. Dan kakak Farisha ini keren banget punya bakat di bidang mewarnai. Semoga makin pinter dan sukses buat Farisha ya

  9. Farisha ini kecil-kecil udah banyak pialanya, aku dulu mana ada begitu. Waktu kecil main-main bae. Ini anak udah banyak prestasinya. Keren.

  10. Waaah, Pica hebat 🙂

    Aku juga ngga terlalu maksa anakku buat belajar calistung karena sadar kecerdasan kognitif bukan satu2nya penentu apakah anak itu pintar atau ngga. Jadi, sekarang aku lebih tertarik menggali bakatnya. Kalo sudah ketahuan, baru deh didukung dan dikembangkan.

  11. Kadang orangtua masih terkungkung preatasi di ranah kognitif. Beruntunglah zaman now sdh banyak ilmu2 parenting yang membuka wawasan kita sebagai ibu yang baik.

    Sukses buat Fica dan emaknya ya. Kalian hebat!

  12. Wah keren nih mbak Win udah open minded gitu deh sama anaknya. Bagus banget ya intinya kita gak harus menuntut anak untuk hal-hal yang terlalu besar. Intinya sih hal hal yang ia sukai dan masih positif itu udah keren banget.

    Betul sekali nih mbak, aku aja kalau di rumah berasa kaku. Berasa ada tang kurang gak berinteraksi sama orang lain. Mungkin anak-anak pun juga merasakan hal yang sama dia ingin bersosialisasi keluar rumah.

    Salut deh sama mba winda ini, hihi

  13. Tiga kata ajaib itu memang harus kita tanamkan sedari dini ya, “maaf, terima kasih, tolong”.

    Menyeimbangkan antara kemampuan kognitif dan ketajaman empati memang jadi PR ortu zaman old sampai now ya, ditambah lagi mengarahkan anak sesuai bakat… Wah, sepertinya Nuy harus belajar dari kak Pica nih 😀

  14. Wah, ibunya hebat banget. Belajar dari masa kecil sendiri dan dengan berbagai ilmu parenting, akhirnya mbak Winda bisa jadi ibu seperti yang sekarang ya. lengkap lagi dari memberi stimulasi, kasih sayang sampai memperhatikan kecukupan gizinya juga. What a great mom.

  15. Farisha kamu hebat. Darah seni dia kayaknya menurun dari Mbak Winda deh. Semoga ketika besar nanti, Farisha membaca tulisan ini. Dia pasti sangat bangga memiliki orangtua seperti Mbak Winda.

  16. Sekarang umur farisha brp mba win kalau dari umur 3 tahun sudah suka mewarnai??

    Beruntung sekarang para orang tua semakin open minded y mba win, beda banget cara didik dgn org tua bahari yang selalu menyuruh dirumah saja dan kalau melakukan kesalahan anak di kurung di gudang atau di pekatt ahahaha

  17. “Sejak Farisha kecil, aku tidak pernah memaksakan pembelajaran kognitif padanya. Aku melakukan segala bentuk pembelajaran sambil bermain. Akupun tak pernah membatasi kesenangan dan hobinya. Bagiku, setiap anak pastilah memiliki bakat yang spesial. ”

    Seandainya semua orang disekitar kita berpikir seperti itu ya. Sayangnya kebanyakan tidak. Masih banyak yang memaksakan “bakat pilihan orang tua” daripada mendukung bakat spesial yang dimiliki oleh setiap anak 🙂

Komentari dong sista

IBX598B146B8E64A